Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Glaukoma berasal dari kata Yunani glaukos yang berarti hijau kebiruan, yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. 1 Glaukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.2 Tekanan bola mata yang normal dinyatakan dengan tekanan air raksa yaitu antara 10-20 mm g. Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan kerusakan sara! penglihatan yang terletak di dalam bola mata. "ada keadaan tekanan bola mata tidak normal atau tinggi maka akan terjadi gangguan lapang pandangan. #erusakan sara! penglihatan akan mengakibatkan kebutaan.1 Glaukoma merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah, akan tetapi bila diketahui dini dan diobati maka glaukoma dapat diatasi untuk mencegah kerusakan lanjutnya.1 $eseorang dapat didiagnosis sebagai penderita glaukoma dengan melakukan serangkaian pemeriksaan, meliputi tonometri, o!talmoskopi, gonioskopi, dan pemeriksaan lapangan pandang. "ada keadaan dimana seseorang dicurigai menderita glaucoma dilakukan tes pro%okasi, seperti tes minum air dan tes midriasis.1,2 "enatalaksanaan yang diterapkan kepada penderita, berupa medikamentosa, tindakan pembedahan, dan laser hanya ditujukan untuk memperlambat atau mencegah hilangnya penglihatan &kebutaan'. (amun, berkurangnya lapang pandang yang telah terjadi tidak bisa dikembalikan.)

1.2 Batasan Masalah "embahasan makalah ini dibatasi pada patogenesis, diagnosis, dan penatalaksanaan glaukoma sudut tertutup.

1.3 Tujuan Penulisan "enulisan makalah ini bertujuan untuk menambah pengetahuan pembaca tentang patogenesis, diagnosis dan penatalaksanaan glaukoma sudut tertutup.

1.

Met!"e Penulisan *e!erat ini disusun berdasarkan studi kepustakaan dengan merujuk ke berbagai literatur.

1.# Man$aat Penulisan "enulisan makalah ini diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai diagnosis dan penatalaksanaan glaukoma sudut tertutup.

BAB II TIN%AUAN PU&TA'A

2.1 Anat!(i B!la Mata "an )isi!l!gi A*ue!us Hu(!ur 2.1.1 +natomi ,ola -ata ,ola mata orang dewasa hampir mendekati bulat, dengan diameter anteroposterior sekitar 2.,/ mm. ,ola mata terdiri dari konjungti%a, kapsula tenon, sklera dan episklera, kornea, u%ea, lensa, a0ueous humor, retina, dan %itreus.2

Gambar 1 7 +natomi ,ola mata

2.1.2 1isiologi +0ueous umour +0ueous humor adalah suatu cairan jernih yang mengisi kamera anterior dan posterior mata, diproduksi di korpus siliaris. 2olumenya sekitar 2/0 u3, dengan kecepatan pembentukan sekitar 1,/-2 u34menit. Tekanan osmotik sedikit lebih tinggi dari plasma. #omposisi mirip plasma, kecuali kandungan konsentrasi askorbat, piru%at dan laktat lebih tinggi dan protein, urea, dan glukosa lebih rendah.

$etelah memasuki kamera posterior, melalui pupil akan masuk ke kamera anterior dan kemudian ke peri!er menuju sudut kamera anterior melewati jalinan trabekular.2 5alinan4jala trabekular terdiri dari berkas-berkas jaringan kolagen dan elastik yang dibungkus oleh sel-sel trabekular yang membentuk suatu saringan dengan ukuran pori-pori semakin mengecil sewaktu mendekati kanalis $chlemm. #ontraksi otot siliaris melalui insersinya kedalam jalinan trabekula memperbesar ukuran pori-pori di jalinan tersebut sehingga kecepatan drainase humor juga meningkat. +liran a0ueous humor ke dalam kanalis $chlemm bergantung pada pembentukan saluran-saluran transeluler siklik di lapisan endothel. $aluran e!eren dari kanalis $chlemm &sekitar 60 sluran pengumpul dan 12 %ena akueus' menyalurkan cairan ke dalam sistem %ena. $ejumlah kecil +0ueous humor keluar

dari mata antara berkas otot siliaris dan lewat sela-sela sclera &aliran u%eosklera'. *esistensi utama terhadap aliran +0ueous humor dari kamera anterior adalah lapisan endothel saluran $chlemm dan bagian-bagian jalinan trabekular di dekatnya, bukan dari sistem pengumpul %ena. Tetapi tekanan di jaringan %ena episklera menentukan besar minimum tekanan intraokuler yang dicapai oleh terapi medis.2 $udut kamera okuli anterior memiliki peran penting dalam drainase a0ueous humor. $udut ini dibentuk oleh pangkal iris, bagian depan badan siliaris, taji skleral, jalinan trabekular dan garis $chwalbe &bagian ujung membrane descement kornea yang prominen'. 3ebar sudut ini berbeda pada setiap orang, dan memiliki peranan yang besar dalam menentukan patomekanisme tipe glaukoma yang berbeda-beda. $truktur sudut ini dapat dilihat dengan pemeriksaan gonioskopi. asilnya dibuat dalam bentuk grading, dan sistem yang paling sering digunakan adalah sisten grading $ha!!er..

Gambar 7 $udut #amera :kuli +nterior

,erikut merupakan table 1, yang menunjukkan grading sistem $ha!!er. Grade 82 888 88 8 0 3ebar sudut 6/-./ 20-6/ 20 10 0 #on!igurasi Terbuka lebar Terbuka $empit &moderate' $angat sempit Tertutup #esempatan untuk menutup (ihil (ihil -ungkin Tinggi Tertutup $truktur pada

Gonioskopi $3, T-, $$, 9,, $3, T-, $$ $3, Tanya $3 tidak tampak struktur

#eterangan 7 $3 7 $chwalbe;s line, T- 7 trabecular meshwork, $$ 7 scleral spur, 9,, 7 ciliary body band. $istem aliran drainase a0ueous humor, terdiri dari jalinan trabekular, kanal $chlemm, jembatan pengumpul, %ena-%ena a0ueous dan %ena episkleral. +dapun jalinan trabekular terdiri dari tiga bagian yakni jalinan u%eal, korneoskleral, dan jukstakalanikular. 5alinan u%eal merupakan jalinan paling dalam dan meluas dari pangkal iris dan badan siliaris sampai garis $chwalbe. 5alinan korneoskleral membentuk bagian tengah yang lebar dan meluas dari taji skleral sampai dinding lateral sulkus skleral. 5alinan jukstakanalikular membentuk bagian luar, dan terdiri dari lapisan jaringan konekti!. ,agian ini merupakan bagian sempit trabekular yang menghubungkan jalinan korneoskleral dengan kanal $chlemm. $ebenarnya lapisan endotel luar jalinan jukstakanalikular berisi dinding dalam kanal $chlemm yang ber!ungsi mengalirkan a0ueous ke luar.. #anal $chlemm merupakan suatu saluran yang dilapisi endothel, tampak melingkar pada sulkus skleral. $el-sel endotel pada dinding dalam ireguler, berbentuk spindle, dan terdiri dari %akuol-%akuol besar. "ada dinding bagian luar terdapat sel-sel otot datar datar dan mempunyai pembukaan saluran pengumpul.. $aluran pengumpul disebut juga pembuluh a0ueous intraskleral, jumlahnya sekitar 2/-6/, meninggalkan kanal $chlemm pada sudut oblik dan berakhir di %ena-%ena episkleral. 2ena ini dibagi menjadi dua sistem. $istem langsung, yakni dimana pembuluh besar melalui jalur pendek intraskleral dan langsung ke %ena episkleral. $edangkan saluran pengumpul yang kecil, sebelum ke %ena episkleral, terlebih dahulu membentuk pleksus intraskleral..

Gambar 6 7 +rah +liran umour Akueus

$istem drainase a0ueous humor terdiri dari dua jalur, yakni jalur trabekular &kon%ensional' dan jalur u%eoskleral. 5alur drainase terbanyak adalah trabekular yakni sekitar <0= sedangkan melalui jalur u%eoskleral hanya sekitar 10=. "ada jalur trabekular, aliran a0ueous akan melalui kamera posterior, kamera anterior, menuju kanal $chlemm dan berakhir pada %ena episkleral. $edangkan jalur u%eoskleral, a0ueous akan masuk ke ruang suprakoroidal dan dialirkan ke %ena-%ena pada badan siliaris, koroid dan sclera..

Gambar : Drainase Aqueous Humour


2.2 De$inisi +lauk!(a Glaukoma adalah kelainan pada mata yang ditandai dengan meningkatnya tekanan intraokular yang disertai oleh pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapangan pandang.2 $edangkan glaukoma sudut tertutup adalah salah satu jenis glaukoma primer dimana terjadi kenaikan tekanan intraokular karena tersumbatnya aliran keluar a0ueous humor oleh penutupan sudut okuli anterior..

2.3 E,i"e(i!l!gi Glaukoma merupakan penyebab kebutaan yang paling sering di dunia, lebih kurang sebanyak > juta orang mengalami kebutaan pada kedua matanya akibat glaukoma ?i

+merika $erikat lebih dari 6 juta orang menderita glaukoma, dan lebih dari separuh mereka tidak menyadari sedang menderita penyakit ini, yang disebabkan karena glaukoma sering tidak memberikan gejala pada awal penyakit. #urang dari 10= glaukoma di +merika $erikat adalah angle closure glaucoma &+9G'. ?i +sia +9G lebih sering terjadi daripada open angle glaucoma. Glaukoma sudut terbuka primer adalah bentuk glaukoma yang sering dijumpai. $ekitar 0,.-0,)= orang berusia lebih dari .0 tahun dan 2-6= orang berusia lebih dari )0 tahun diperkirakan mengidap glaukoma sudut terbuka primer. "enyakit ini 6 kali lebih sering dan umumnya lebih agresi! pada orang yang berkulit hitam. 5ika terdapat kecenderungan !amilial yang kuat dan kerabat dekat, pasien dianjurkan menjalani pemeriksaan skrining secara teratur. ?i 8ndonesia +ngka kebutaan mencapai 1,/= & sue%ey 1<<> ' dan Glaukoma menjadi penyebab kedua kebutaan setelah katarak./

2. Eti!l!gi +lauk!(a 2...1 1aktor resiko. 1aktor +natomi - -ata hipermetropi - -ata yang jarak iris dengan dia!ragma lensa terletak anterior - -ata dengan sudut ruang anterior yang sempit, yang dapat terjadi pada7 bola mata yang kecil, ukuran lensa yang besar dan diameter kornea yang kecil atau ukuran badan siliar yang lebih besar. - "lateau iris 1aktor @mum - @sia, terjadi pada dekade ke / kehidupan - 5enis kelamin, lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dengan perbandingan .71 - #epribadian. ,iasa terjadi pada indi%idu dengan sistem %asomotor yang tidak stabil . - -usim. ?ilaporkan pada musim hujan. - *iwayat keluarga. ?iyakini bahwa keadaan ini dapat diwariskan - *as. ?i #aukasia, menyumbang sekitar >= dari semua glaucoma. +sia dilaporkan /0= dari orang dewasa primer glaucoma dalam kelompok etnis.

2...2 1aktor presipitasi7. "ada mata yang dapat terjadi glaukoma sudut tertutup,serangan dapat dipicu oleh - Amosional stres, - "enggunaan obat-obatan seperti atropin mydriatic, cyclopentolate, tropicamide dan !enile!rin. 2.# Pat!$isi!l!gi Tekanan intraokuler &T8:', meupakan tekanan yang diakibatkan oleh cairan intraokuler pada pembungkus bola mata. T8: normal ber%ariasi yakni 10-21 mm g, dan ini dapat dipertahankan jika terdapat dinamika keseimbangan antara pembentukan dan drainase cairan.1 "ada keadaan normal tekanan intraokular ditentukan oleh derajat produksi cairan mata oleh epitel badan siliar dan hambatan pengeluaran cairan mata dari bola mata. "ada glaukoma tekanan intraokular berperan penting oleh karena itu dinamika tekanannya diperlukan sekali. ?inamika ini saling berhubungan antara tekanan, tegangan dan regangan.2

1.

Tekanan Tekanan hidrostatik akan mengenai dinding struktur &pada mata berupa dinding korneosklera'. tidak benar. al ini akan menyebabkan rusaknya neuron apabila penekan pada sklera

2.

Tegangan Tegangan mempunyai hubungan antara tekanan dan kekebalan. Tegangan yang rendah dan ketebalan yang relati! besar dibandingkan !aktor yang sama pada papil optik ketimbang sklera. -ata yang tekanan intraokularnya berangsur-angsur naik dapat mengalami robekan dibawah otot rektus lateral.

6.

*egangan *egangan dapat mengakibatkan kerusakan dan mengakibatkan nyeri. "eningkatan tekanan di dalam mata &intraocular pressure' adalah salah satu penyebab

terjadinya kerusakan sara! mata &ner%us opticus' dan menunjukkan adanya gangguan dengan cairan di dalam mata yang terlalu berlebih. 8ni bisa disebabkan oleh mata yang memproduksi

cairan terlalu berlebih, cairan tidak mengalir sebagaimana mestinya melalui !asilitas yang ada untuk keluar dari mata &jaringan trabecular meshwork' atau sudut yang terbentuk antara kornea dan iris dangkal atau tertutup sehingga menyumbat4 memblok pengaliran daripada cairan mata.

Gambar 2. Patofisiologi glaukoma $ebagian orang yang menderita glaukoma namun masih memiliki tekanan di dalam bola matanya normal, penyebab dari tipe glaucoma semacam ini diperkirakan adanya hubungan dengan kekurangan sirkulasi darah di daerah syara!4ner%us opticus mata. -eski glaukoma lebih sering terjadi seiring dengan bertambahnya usia, glaukoma dapat terjadi pada usia berapa saja. *isiko untuk menderita glaucoma diantaranya adalah riwayat penyakit glaukoma di dalam keluarga &!aktor keturunan', suku bangsa, diabetes, migraine, tidak bisa melihat jauh &penderita myopia', luka mata, tekanan darah, penggunaan obat-obat golongan cortisone &steroids'. -ekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atro!i sel ganglion di!us, yang menyebabkan penipisan lapisan serat sara! dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson disara! optikus. ?iskus :ptikus menjadi atro!ik, disertai pembesaran cekungan optikus. 8ris dan siliar juga menjadi atro!ik, dan prosesus siliarismemperlihatkan degenerasi hialin.2 "ada orang dengan kecenderungan untuk menderita glaucoma sudut tertutup ini, sudutnya lebih dangkal dari rata-rata biasanya. #arena letak dari jaringan trabekular

meshwork itu terletak di sudut yang terbentuk dimana kornea dan iris bertemu, makin dangkal sudut maka makin dekat pula iris terhadap jaringan trabecular meshwork.

Gambar 4. Glaukoma sudut tertutup #emampuan dari cairan mata untuk mengalir4melewati ruang antara iris dan lensa menjadi berkurang, menyebabkan tekanan karena cairan ini terbentuk di belakang iris, selanjutnya menjadikan sudut semakin dangkal. 5ika tekanan menjadi lebih tinggi membuat iris menghalangi jaringan trabecular meshwork, maka akan memblok aliran. #eadaan ini bisa terjadi akut atau kronis. "ada yang akut, terjadi peningkatan yang tiba-tiba tekanan dalam bola mata dan ini dapat terjadi dalam beberapa jam serta disertai nyeri yang sangat pada mata. -ata menjadi merah, kornea membengkak dan kusam, pandangan kabur, dsb. #eadaan ini merupakan suatu keadaan yang perlu penanganan segera karena kerusakan terhadap syara! opticus dapat terjadi dengan cepat dan menyebabkan kerusakan penglihatan yang menetap.

"emeriksaan #husus untuk Glaukoma 71 1. Tonometri Tonometri diperlukan untuk mengukur tekanan bola mata. ?ikenal empat cara tonometri, untuk mengetahui tekanan intraokular yaitu7 "alpasi atau digital dengan jari telunjuk 9ara ini adalah yang paling mudah, tetapi juga yang paling tiddak cermat, sebab cara mengukurnya dengan perasaan jari telunjuk. ?apat digunakan

dalam keadaan terpaksa dan tidak ada alat lain. 9aranya adalah dengan kedua jari telunjuk diletakkan diatas bola mata sambil penderita disuruh melihat ke bawah. -ata tidak boleh ditutup, sebab menutup mata mengakinatkan tarsus kelopak mata yang keras pindah ke depan bola mata, hingga apa yang kita palpasi adalah tarsus dan ini selalu memberi kesan perasaan keras. ?ilakukan dengan palpasi7 dimana satu jari menahan, jari lainnya menekan secara bergantian. Tinggi rendahnya tekanan dicatat sebagai berikut7 (7 normalB ( C17 agak tinggiB ( C27 untuk tekanan yang lebih tinggiB ( -17 lebih rendah dari normalB ( -2B lebih rendah lagi, dan seterusnya. 8ndentasi dengan tonometer $chiotD Teknik7 penderita diminta berbaring dan matanya ditetesi pantokain 0,/= 1 kali. "enderita diminta melihat lurus ke satu titik di langit-langit, atau penderita diminta melihat ke salah satu jarinya, yang diacungkan di depan hidungnya. "emeriksa berdiri di sebelah kanan penderita. ?engan ibu jari tangan kiri kelopak mata digeser ke atas tanpa menekan bola mataB jari kelingking tangan kanan yang memegang tonometer, menyuai kelopak in!erior. ?engan demikian celah mata terbuka lebar. "erlahan-lahan tonometer diletakkan di atas kornea. 5arum tonometer akan menunjuk pada suatu angka di atas skala. Tiap angka pada skala disediakan pada tiap tonometer. +pabila dengan beban /,/ gram &beban standar' terbaca angka 6 atau kurang, perlu diambil beban ),/ atau 10 gram. @ntuk tiap beban, table menyediakan kolom tersendiri. Tabel untuk tonometer $chiotD +ngka skala /,/ gram ,obot beban ),/ gram 10 gram

6,0 6,/ .,0 .,/ /,0 /,/ >,0 >,/ ),0 ),/ E,0 E,/ <,0 <,/ 10,0

2.,. 22,. 20,> 1E,< 1),6 1/,< 1.,> 16,. 12,2 11,2 10,2 <,. E,/ ),E ),1

6/,E 66,0 60,. 2E,0 2/,E 26,E 21,< 20,1 1E,/ 1),0 1/,> 1.,6 16,1 12,0 10,<

/0,> .>,< .6,. .0,2 6),2 6.,. 61,E 2<,. 2),2 2/,1 26,1 21,6 1<,> 1E,0 1>,/

+planasi dengan tonometer aplanasi Goldmann (on kontak pneumotonometri

2. Gonioskopi Gonioskopi adalah suatu cara untuk memeriksa sudut bilik mata depan dengan menggunakan lensa kontak khusus. ?alam hal glaukoma, gonioskopi diperlukan untuk menilai lebar sempitnya sudut bilik mata depan. Gonioskopi dapat membedakan sudut terbuka dan sudut tertutup. ,egitu pula dapat diperiksa apakah ada perlengketan iris di bagian peri!er dan kelainan lainnya. ?engan cara yang sederhana sekali, seorang dokter dapat mengira-ngira tentang lebar sempitnya suatu

sudut bilik mata depan, yaitu dengan menyinari bilik mata depan dari samping dengan sentolop. 8ris yang datar akan disinari secara merata. 8ni berarti sudut bilik mata depan terbuka. +pabila iris disinari sebagian, yaitu terang di bagian lampu senter tetapi membentuk bayangan di bagian lain, kemungkinan sudut bilik mata depan sempit atau tertutup. 6. :!talmoskopi "emeriksaan !undus mata, khususnya untuk memperhatikan keadaan papil sara! optik, sangat penting dalam pengelolaan glaukoma yang kronik. "apil sara! optik yang dinilai adalah warna papil sara! optik dan lebarnya ekska%asi. .. "emeriksaan 3apang "andangan ?ua cara pemeriksaan lapang pandangan yang umumnya dikenal adalah 7 - pemeriksaan lapang pandangan peri!er lebih berarti kalau glaukoma sudah lebih lanjut, karena dalam tahap lanjut kerusakan lapang pandangan akan ditemukan di daerah tepi, yang kemudian meluas ke tengah. - pemeriksaan lapang sentral menggunakan tabir ,jerrum, yang meliputi daerah luas 60 derajat. 5ustru skotomaskotoma parasentral dalam tahap dini ditemukan dengan cara ini. #erusakankerusakan dini lapang pandangan ditemukan parasentral yang dinamakan skotoma ,jerrum.

2.# 'lasi$ikasi +lauk!(a &u"ut Tertutu,

2./.1 Glaucoma $udut Tertutup +kut Glaukoma sudut tertutup terjadi apabila terbentuk iris bombe yang menyebabkan sumbatan pada bilik mata depan oleh iris peri!er. al ini menyumbat aliran humor a0uos dan tekanan intraokuler meningkat dengan cepat, menimbulkan nyeri hebat, kemerahan, dan kekaburan penglihatan. Glaukoma sudut tertutup terjadi pada mata yang sudah mengalami penyempitan anatomik pada bilik mata depan& dijumpai terutama pada hipermetrop'. $erangan akut biasanya terjadi pada pasien berusia tua seiring dengan pembeasran lensa kristalina yang berkaitan dengan penuaan. "ada glaukoma sudut tertutup, pupil berdilatasi sedang, disertai sumbatan pupil. al ini biasanya terjadi pada malam hari, sat tingkat pencahayaan berkurang. ?apat juga disebabkan oleh obat-obatan dengan e!ek antikolinergik atau simpatomimetik &mis., atropine sebagai obat praoperasi, antidepresan, bronkodilator inhalasi, dekongestan hidung atau tokolitik'.2 +pabila perlu dilakukan dilatasi pupil pada pasien dengan bilik mata depan yang dangkal, sebaiknya diberikan midriatik kerja singkat, hindari menimbulkan konstriksi pupil dengan pilocarpine, dan minta pasien untuk segera mencari pertolongan bila terdapat nyeri atau kemerahan di mata atau penglihatan yang semakin kabur.2 Gejala objekti! 7 > "alpebra 7 ,engkak #onjungti%a bulbi 7 iperemia kongesti!, kemosis dengan injeksi silier, injeksi

konjungti%a, injeksi episklera #ornea 7 keruh, insensiti! karena tekanan pada sara! kornea ,ilik mata depan 7 ?angkal 8ris 7 gambaran coklat bergaris tak nyata karena edema, berwarna kelabu. "upil 7 -elebar, lonjong, miring agak %ertikal, kadang-kadang didapatkan midriasis yang total, warnanya kehijauan, re!leks cahaya lamban atau tidak ada samasekaliF Gejala $ubjekti! 7 2 (yeri hebat #emerahan & injeksi siliaris '

"engelihatan mendadak menjadi kabur -elihat halo -ual G muntah

"emeriksaan Glaukoma 7> 1unduskopi 7 "apil sara! optik menunjukkan penggaungan dan atro!i Tonometri 7 T8: berkisar .0-)0 mm g ) Tonogra!i 7 -enunjukkan out!low yang baik. Tetapi bila sudah ada perlengketan antara iris dan trabekula & goniosinekhia, sinekhia anterior posterior ', maka aliran menjadi terganggu. Gonioskopi 7 "ada saat T8: tinggi, sudut bilik mata depan tertutup, sedang pada saat T8: normal, sudutnya sempit. Tes "ro%okasi 7 ?ilakukan pada keadaan yang meragukan. Tes yang dilakukan 7 Tes kamar gelap, tes midriasis, tes membaca, tes bersujud & prone test ' ?iagnosa ,anding 7 > 8ridosiklitis akut #onjungti%itis akut #eratitis $kleritis ,ila serangan-serangan sudah berulang kali terjadi untuk waktu yang lama, maka terjadi lepasnya pigmen dari iris yang masuk kedalam bilik mata depan, menimbulkan kekeruhan, juga dapat menempel pada endotel kornea sehingga nampak seperti keratik presipitat. ?apat juga terjadi perlengketan antara lensa dengan pupil & sinekhia posterior ' sehingga pupil menjadi tidak teratur dan sering disangka menderita u%eitis. 8ris nampak berwarna putih kelabu karena timbulnya nekrosis lokal. 3ensanya menjadi katarak yang tampak diatas permukaan kapsula lensa depan sebagai bercak-bercak putih &glaukom !lecke ',

suatu tanda bahwa pada mata itu pernah terjadi suatu serangan akut.,ila glaukoma akut tidak segera diobati dengan baik, dapat timbul perlekatan antara iris bagian tepi dan jaringan trabekula yang disebut sinekhia anterior peri!er, yang mengakibatkan penyaluran keluar humor akuos lebih terhambat lagi.> Tujuan "enatalaksanaan 7> $egera menghentikan serangan akut dengan obat-obatan &medikamentosa inisial' -elakukan iridektomi peri!er pada mata yang mengalami serangan sebagai terapi de!initi! &tindakan bedah inisial' -elindungi mata sebelahnya dari kemungkinan terkena serangan akut -enangani sekuele jangka panjang akibat serangan serta jenis tindakan yang dilakukan.

-edikamentosa.
-

+gen hiperosmotik sistemik intra%ens mannitol &1 mg4kg ,,' +cetaDolamide &a carbonic anhydrase inhibitor' /00 mg intra%ena diikuti dengan 2/0 mg tablet diberikan 6H sehari.

+nalgesics and anti-emetics jika diperlukan Tetes mata diberikan setelah T8: menurun agen hyperosmotik.. awal diberikan pilocarpine 2= selama 60 minutes setiap 1-2 jam dan pemberian berikutnya setiap > jam.

Tetes mata beta bloker, dapat diberikan timolol maleate 0./ = atau betaHolol 0./ = . tetes mata kortikosteroid seperti deHamethasone atau betamethasone 6-. kali4 hari untuk mengurangi in!lamasi.

:perasi > Tindakan operati! dilakukan bila T8: yang tinggi itu sudah dapat diturunkan. ,ila operasi dilakukan pada saat T8: masih tinggi, dapat menimbulkan glaukoma maligna, disamping kemungkinan timbulnya prolaps dari isi bulbus okuli dan perdarahan. 1. 8ridektomi peri!er @ntuk membentuk hubungan permanen antara kamera anterior dan posterior, sehingga kekambuhan iris bombe dapat dicegah. . ?ilakukan bila T8: dibawah 21 mm g dengan hasil tonogra!i 9 I 0,16 atau lebih. al ini paling sering dilakukan dengan laser neodinium 7 Y+G, walaupun laser argon juga dapat digunakan. 8ridektomi peri!er secara bedah diindikasikan apabila terapi laser tidak berhasil. 2. :perasi !iltrasi & 8ridenkleisis, trepanasi, sklerotomi, trabekulektomi ' ?ilakukan bila T8: setelah pengobatan medikamentosa lebih tinggi dari 21 mm g atau lebih kecil dari 21 mm g disertai hasil tonogra!i 9 I lebih kecil dari 0,16. "erlu pemberian manitol intra%ena praoperasi untuk menurunkan tekanan intraokuler sebesar mungkin.

#omplikasi J $ekuele +pabila terapi ditunda, iris peri!er dapat melekat ke anyaman trabekular &sinekia anterior' sehingga menimbulkan oklusi sudut bilik mata depan ire%ersibel yang memerlukan tindakan bedah memperbaikinya. $ering terjadi kerusakan ner%us optikus. 2

?iagnosis ,anding

8ritis akut menimbulkan !oto !obia lebih besar daripada glaukoma primer akut, tekanan intraokular biasanya tidak meningkat, pupil kontriksi, dan kornea biasanya tidak edematosa. ?ikamera anterior tampak jelas sel-sel, dan terdapat injeksi siliaris dalam.2 "ada konjungti%itis akut, nyerinya ringan atau tidak ada dan tidak terdapat gangguan penglihatan. Terdapat tahi mata, injeksi konjungti%a hebat tapi tidak terdapat injeksi siliaris. *espon pupil dan tekanan intraokular normal, dan kornea jernih. #eadaan pada glaukoma akut primer perlu diagnosis banding juga dengan glaukoma sudut tertutup sekunder, membedakannya dengan mencari penyebab sekundernya.2

2./.2 Glaukoma sudut tertutup subakut Glaukoma subakut adalah suatu keadaan dimana terjadinya episode peningkatan T8: yang berlangsung singkat dan rekuren. Apisode penutupan sudut membaik secara spontan, tetapi terjadi akumulasi kerusakan pada sudut di kamera okuli anterior berupa pembentukan sinekia anterior peri!er. #adang-kadang penutupan sudut subakut berkembang menjadi penutupan akut. #unci untuk diagnosis terletak pada riwayat. +kan dijumpai riwayat serangan nyeri unilateral berulang, kemerahan dan kekaburan penglihatan yang disertai oleh halo disekitar cahaya. $erangan lebih sering pada malam hari dan sembuh dalam semalam. ?iagnosis dapat dipastikan dengan goniskopi. Terapinya adalah iridotomi peri!er dengan laser. Gejala $ubjekti! 6 $akit kepala sebelah pada mata yang sakit &timbul pada waktu sore hari karena pupil middilatasi sehingga iris menebal dan menempel pada trabekulum out !low terhambat' "englihatan sedikit menurun -elihat pelangi di sekitar lampu &hallo' -ata merah

Gejala :bjekti! 8njeksi silier ringan

Adema kornea ringan T8: meningkat

2./.6 Glaukoma sudut tertutup kronik Glaukoma jenis ini adalah glaukoma primer yang ditandai dengan tertutupnya trabekulum oleh iris peri!er secara perlahan. ,entuk primer berkembang pada mereka yang memiliki !aktor predisposisi anatomi berupa sudut bilik mata depan yang tergolong sempit. $elain sudut bilik mata depan yang tertutup, gambaran klinisnya asimptomatis mirip glaukoma sudut terbuka primer. Glaukoma tersebut dapat pula berkembang dari bentuk intermitten, subakut atau merambat & creeping ' atau dari glaukoma sudut tertutup primer yang tidak mendapat pengobatan , mendapat pengobatan yang tidak sempurna atau setelah terapi iridektomi peri!er 4 trabekulektomi & Glaukoma residual'> "emeriksaan !isik 72 "eningkatan T8: $udut coa yang sempit $inekia anterior & dengan tingkatan yang ber%ariasi ' #elainan diskus optikus dan lapangan pandang.

"enatalaksanaan 72 Terapi medikamentosa diberikan baik sebelum terapi iridektomi peri!er maupun setelahnya Tindakan bedah trabekulektomi bila T8: diatas 21 mm g setelah tindakan 8ridektomi peri!er dan medikamentosa. Tindakan bedah kombinasi trabekulektomi dan katarak bila ada indikasi keduanya

2./.. 8ris "lateau 8ris plateau adalah suatu kelainan yang jarang dijumpai. "ada iris plateau, kedalaman bilik mata depan sentral normal, tetapi sudut bilik mata depannya sangat sempit karena posisi processus ciliares terlalu anterior. -ata dengan kelainan ini jarang mengalami blokade pupil, tetapi dilatasi akan menyebabkan merapatnya iris peri!er, sehingga menutup sudut &pendesakan sudut', sekalipun telah dilakukan iridektomi peri!er. "engidap kelainan ini mengalami glaukoma sudut tertutup akut pada usia muda, dan sering mengalami kekambuhan setelah tindakan iridektomi laser peri!er atau iridektomi bedah. ?iperlukan terapi miotik jangka panjang atau iridoplasti dengan laser.2

DA)TA- PU&TA'A

1. 8lyas, $idarta. 200/. "enuntun 8lmu "enyakit -ata. 1akultas #edokteran @ni%ersitas 8ndonesia7 5akarta. 2. 2aughan, ?aniel G, -?, +sbury, Taylor, -?, dan *iordan-A%a, "aul, 1*9$, 1*9:phth. AditorB ?iana $usanto. :!talmologi @mum. AG9. 5akarta. 200<. halB 12 dan 212-22< 6. +merican +cademy o! :phtalmology .200E. +ngle-9losure Glaucoma 9hapter /.8n Glaucoma. $ingapore 7 3i!elong Aducation :phthamoogist. pp 12>-161 .. #hurana, +.#. 9omprehensi%e :pthalmology. . th edition. (ew +ge 8nternational &"' limited. (ew ?elhi. 200). al 20/-20E /. :ktariana, 2irna ?wi. 200E. 3ebih jauh Tentang Glaukoma. ?iakses dari www.perdami.or.id >. *osita 9A. Glaukoma. 3ast updated 200<. +%ailable !rom http744www.scribd.com4doc46/016.1E4re!rat-mata-re%isi ). 8lyas, $idarta.200.. 8lmu "erawatan -ata. $agung $eto7 5akarta.