Anda di halaman 1dari 42

REFERAT

GLAUKOMA

Disusun oleh :

Deasy Fatimah Aulia Mis#an$h %yu&'i D

(09202211 !" (09202211 9"

Dia(u&an &e)a*a :

*'+Tuti %u&a'nin,sih %u)ono- %)+M

%MF .LMU /E01AK.T MATA FAKULTA% KEDOKTERA0 U/0 23ETERA04 5AKARTA R%UD /ROF+ DR+ MARGO0O %OEKAR5O /UR6OKERTO

2010

LEM7AR /E0GE%A8A0

REFERAT

GLAUKOMA

Diajukan untuk memenuhi syarat Ujian Kepaniteraan Klinik di bagian Ilmu Penyakit Mata RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto

elah disetujui dan dipresentasikan pada tanggal! September "#$$

Disusun oleh ! Deasy Fatimah Aulia (09202211 !" Mis#an$h %yu&'i D (09202211 9"

Men,etahui Do&te' /em#im#in,-

D'+ Tuti %u&a'nin,sih %u)ono- %)+M

%"%

KATA /E0GA0TAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat uhan &ang Maha 'sa( karena atas karunia% )yalah( penulis dapat menyelesaikan referat yang berjudul Glaukoma dengan baik. Penulisan referat ini merupakan salah satu syarat mengikuti ujian Program Pendidikan Profesi di bagian Ilmu Penyakit Mata RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penulis berharap referat ini dapat bermanfaat untuk kepentingan pelayanan kesehatan( pendidikan( penelitian dan dapat dipergunakan dengan sebaik%baiknya oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Dalam kesempatan ini( penulis ingin menyampaikan ungkapan terima kasih kepada! $. ". Dr. uti Sukarningsih Supono( Sp.M selaku dokter pembimbing yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan referat ini eman%teman serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan referat ini Penulis sadar sepenuhnya bahwa dalam penyusunan referat ini masih banyak dijumpai kekurangan. *leh karena itu( segala masukan yang bersifat membangun dari para penelaah sangat diharapkan demi proses penyempurnaan refrat ini.

Purwokerto(

September "#$$

Penulis

%+%

DAFTAR .%.

8ALAMA0 5UDUL 999999999999999999999++ 1 8ALAMA0 /E0GE%A8A0 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ 2 KATA /E0GA0TAR ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ : DAFTAR .%. +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ; 7A7 .+ $." /E0DA8ULUA0 $.$ ,atar belakang............................................................................................ ujuan penulisan........................................................................................ . $.+ Manfaat penulisan....................................................................................... . 7A7 ..+ T.05AUA0 /U%TAKA ".$ /natomi 0ilik Mata Depan........................................................................ 1 "." 2isiologi /3uos 4umor ".".$ Produksi 5airan /3uos.................................................................. $# "."." Komposisi 5airan /3uos.............................................................. ".".+ Mekanisme Pengaliran 5airan /3uos.......................................... ".".6 2aktor yang mempengaruhi ekanan intraokuler......................... ".6 'pidemiologi............................................................................................ $+ $+ $7 $9

".+ Definisi 8laukoma...................................................................................... $".7 2aktor Resiko.............................................................................................. $9 ".- Klasifikasi.................................................................................................. $. ".9 8laukoma Sekunder.................................................................................. $1 ".9.$ 8laukoma Sekunder Sudut erbuka.............................................. $1 ".9." 8laukoma Sekunder Sudut ertutup.............................................. "# ".. Patofisiologi................................................................................................ "$ ".1 8ejela Klinis............................................................................................... "6 ".$# Diagnosis 0anding..................................................................................... "7 ".$$ Pemeriksaan Penunjang............................................................................. "7

%6%

".$" Penatalaksanaan 8laukoma...................................................................... +$ ".$+ Komplikasi............................................................................................... +. ".$6 Prognosis.................................................................................................. +1 7A7 ...+ KE%.M/ULA0 +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ;0 DAFTAR /U%TAKA ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ ;1

%7%

7A7 . /E0DA8ULUA0
1+1 Lata' 7ela&an, Mata merupakan salah satu pan:a indera yang sangat penting untuk kehidupan manusia. rauma seperti debu seke:il apapun yang masuk kedalam mata( sudah :ukup untuk menimbulkan gangguan yang hebat( apabila keadaan ini diabaikan( dapat menimbulkan penyakit yang sangat gawat. Salah satu penyakit mata yaitu glaukoma. 8laukoma berasal dari kata &unani glaukos yang berarti hijau kebiruan( yang memberikan kesan warna tersebut pada pupil penderita glaukoma. $ 8laukoma adalah penyakit mata yang ditandai oleh meningkatnya tekanan intraokuler yang disertai oleh pen:ekungan diskus optikus dan penge:ilan lapang pandang.$("(+ Di seluruh dunia glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tinggi( " ; penduduk berusia lebih dari 6# tahun menderita glaukoma. 8laukoma dapat juga didapatkan pada usia "# tahun( meskipun jarang. Pria lebih sering terserang dari pada wanita. 0erdasarkan etiologi( glaukoma dibagi menjadi 6 bagian < glaukoma primer( glaukoma kongenital( glaukoma sekunder dan glaukoma absolut sedangkan berdasarkan mekanisme peningkatan tekanan intraokular glaukoma dibagi menjadi dua( yaitu glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup." Penatalaksanaan glaukoma berupa pengobatan medis( terapi bedah dan laser. '5P =endoscopic cyclophotocoagulation> menggunakan laser untuk mengurangi produksi aquoeus humor dan tekanan intrao:ular merupakan salah satu penatalaksanaan glaukoma."(7 Di seluruh dunia( kebutaan menempati urutan ketiga sebagai an:aman yang menakutkan setelah kanker dan penyakit jantung koroner. Di /merika Serikat( kira%kira "." juta orang pada usia 6# tahun dan yang lebih tua mengidap glaukoma( sebanyak $"#(### adalah buta disebabkan penyakit ini.+

%-%

8laukoma berkembang saat pengeluaran :airan a3ueous =out flow> dari bilik mata depan terganggu sehingga terjadi penumpukan a3ueous didalam bola mata yang mempertinggi tekanan bola mata. Untuk mendiagnosis seseorang sebagai penderita glaukoma harus dilakukan anamnesis dan serangkaian pemeriksaan yang umum dilakukan. Pemeriksaan tersebut meliputi tonometri( oftalmoskopi( gonioskopi( pemeriksaan lapang pandang. Pada keadaan dimana seseorang di:urigai menderita glaukoma dilakukan tes pro?okasi( seperti tes minum air =water drinking test).$(" 0erbagai penatalaksanaan yang diterapkan kepada penderita( berupa medikamentosa( tindakan pembedahan dan laser hanya ditujukan untuk memperlambat atau men:egah hilangnya penglihatan =kebutaan>. )amun( berkurangnya lapang pandang yang telah terjadi tidak bisa dikembalikan.+ 8laukoma merupakan penyakit yang tidak dapat di:egah( namun bila diketahui se:ara dini dan diobati maka glaukoma dapat diatasi untuk men:egah kerusakan lebih lanjut. Penemuan dan pengobatan sebelum terjadinya gangguan penglihatan adalah :ara terbaik untuk mengontrol glaukoma.$ 8laukoma dapat bersifat akut dengan gejala yang sangat nyata dan bersifat kronik yang hampir tidak menunjukkan gejala( seorang dokter harus mampu mengenali gejala dan tanda glaukoma sehingga dapat memberikan penatalaksanaan yang tepat.+ 8laukoma sendiri dapat disebabkan karena perjalanan penyakit lainnya seperti katarak yang terjadi karena beberapa proses. Penelitian%penelitian potong%lintang mengidentifikasi adanya katarak pada sekitar $#; orang /merika Serikat( dan pre?alensi ini meningkat sampai sekitar 7#; untuk mereka yang berusia antara -7 dan 96 tahun dan sampai sekitar 9#; untuk mereka yang berusia lebih dari 97 tahun. Sebagian kasus bersifat bilateral( walaupun ke:epatan perkembangannya pada masing%masing mata jarang sama.$ 1+2+ Tu(uan /enulisan Penulisan refrat ini bertujuan untuk ! $. Mengetahui anatomi 0ilik Mata Depan =5amera *::uli /nterior> ". Mengetahui 2isiologi 4umor /3uos

%9%

+. Mengetahui Definisi( Klasifikasi( Patofisiologi( dan Pemeriksaan pada penyakit 8laukoma

1+: Man<aat )enulisan Manfaat penulisan refrat ini adalah ! Bagi penulis! $. Sebagai salah satu syarat mengikuti ujian 0agian Ilmu Penyakit Mata Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. ". Menambah pengetahuan dalam bidang Ilmu Penyakit Mata khususnya pada kasus 8laukoma. Bagi pembaca: Sebagai bahan ba:aan untuk menambah pengetahuan dalam bidang Ilmu Penyakit Mata( terutama mengenai kasus 8laukoma.

%.%

7A7 .. T.05AUA0 /U%TAKA


2+1+ Anatomi 7ili& Mata De)an (=OA" 0ilik mata depan merupakan struktur penting dalam hubungannya dengan pengaturan tekanan intraokuler. 4al ini disebabkan karena pengaliran :airan a3uos harus melalui bilik mata depan terlebih dahulu sebelum memasuki kanal Schlemm.$ 0ilik mata depan dibentuk oleh persambungan antara kornea perifer dan iris. 0agian mata yang penting dalam glaukoma adalah sudut filtrasi. Sudut filtrasi ini berada dalam limbus kornea. ,imbus adalah bagian yang dibatasi oleh garis yang menghubungkan akhir dari membran des:ement dan membran bowman( lalu ke posterior #(97 mm( kemudian ke dalam mengelilingi kanal s:hlem dan trabekula sampai ke 5*/. ,imbus terdiri dari dua lapisan epitel dan stroma. 'pitelnya dua kali setebal epitel kornea. Di dalam stroma terdapat serat @ serat saraf dan :abang akhir dari a. Siliaris anterior.$("(-(9 Sudut filtrasi berbatas dengan akar berhubungan dengan sklera dan kornea( di sini ditemukan sklera spur yang membuat :in:in melingkar +-# derajat dan merupakan batas belakang sudut filtrasi( serta tempat insersi otot siliar logitudinal. Pada sudut filtrasi terdapat garis schwalbe yang merupakan akhir perifer endotel dan membran des:ement dan kanal s:hlemm yang menampung :airan mata keluar ke salurannya. 9 0agian terpenting dari sudut filtrasi adalah trabekula( yang terdiri dari!$("(-(9 a. rabekula korneoskleral( serabutnya berasal dari lapisan dalam stroma kornea dan menuju ke belakang( mengelilingi kanal s:hlemm untuk berinsersi pada sklera. b. S:leralspur =insersidari m. 5iliaris> dan sebagian ke m. 5iliaris meridional. :. Serabut berasal dari akhir membran des:ement =garis s:hwalbe> menuju ke jaringan pengikat m. Siliaris radialis dan sirkularis.

%1%

d. ,igamentum pektinatum rudimenter(berasal dari dataran depan iris menuju ke depan trabekula. rabekula terdiri dari jaringan kolagen( jaringan homogen( elastis dan seluruhnya diliputi endotel. Kanal s:hlemn merupakan kapiler yang dimodufikasi yang mengelilingi kornea. Dindingnya terdiri dari satu lapisan sel. Pada dinding sebelah dalam terdapat lubang @ lubang sebesar " U( sehingga terdapat hubungan langsung antara trabekula dan kanal shlemn. Dari kanal s:hlemn( keluar salura kolektor( "# @ +# buah( yang menuju ke pleksus ?ena di dalam jaringan sklera dan episkelera dan ?ena siliaris anterior di badan siliar."(9

sumber : http://duniamata.blogspot.com/search/label/humor !"aquous

2+2+ Fisiolo,i A>uos 8umo' 2+2+1 /'o*u&si =ai'an A>uos 5airan a3uos diproduksi epitel non pigmen dari korpus siliaris( tepatnya dari plasma darah di jaringan kapiler proccesus siliaris. 2ungsi 5airan a3uos adalah ! Sebagai :airan yang mengisi bilik mata depan( :airan a3uos berfungsi untuk menjaga tekanan intraokuler( memberi nutrisi ke kornea dan lensa dan juga memberi bentuk ke bola mata anterior.

% % $#

Aolumenya sekitar "7# B, dengan jumlah yang diproduksi dan dikeluarkan setiap harinya berjumlah 7 m,Chari.. 5airan ini bersifat asam dengan tekanan osmotik yang lebih tinggi dibandingkan plasma. iga Proses Produksi 4umor /3uous oleh pro:. 5iliar =epitel :iliar> ! $. ranspor aktif =sekresi> ranspor aktif menggunakan energi untuk memindahkan substansi melawan gradien elektrokimia dan tidak bergantung pada tekanan. 5iri%:iri tepatnya ion atau ion%ion yang ditranspor tidak diketahui( akan tetapi sodium( klorida( potasium( asam askorbat( asam amino dan bikarbonat ikut terlibat. ranspor aktif diperhitungkan untuk sebagian besar produksi akueus dan melibatkan( setidaknya sebagian( akti?itas enDim carbonic anhydrase ## dan )aEKE pump diakti?asi $%&ase. . ". Ultrafiltrasi Ultrafiltasi berkenaan dengan pergerakan yang bergantung pada tekanan sepanjang gradien tekanan. Pada prosesus siliaris( tekanan hidrostatik dibedakan antara tekanan kapiler dan tekanan intraokular yang menyokong pergerakan :airan kedalam mata( sedangkan gradien onkotik diantara keduanya menghambat pergerakan :airan. 4ubungan antara sekresi dan ultrafiltrasi tidak diketahui. . +. Difusi Difusi adalah pergerakan pasif ion%ion melewati membran yang berhubungan dengan pengisian. Sodium sangat bertanggungjawab untuk pergerakan :airan kedalam camera oculi posterior. . Supresi &embentukan $kueus Mekanisme aksi dari beberapa kelas obat%obatan yang menekan pembentukan akueus @ penghambat karbonik anhidrase( F%adrenergik antagonis =F%bloker> dan G"%agonis @ tidak sepenuhnya dipahami. Peranan enDim karbonik anhidrase sangat diperdebatkan. 2akta memberi kesan bahwa ion bikarbonat se:ara aktif disekresi didalam mata< jadi fungsi enDim tersebut mungkin untuk menyediakan ion ini. Karbonik anhidrase mungkin juga menyediakan ion bikarbonat ataupun ion hidrogen untuk sistem penyangga intrasel. . % % $$

2akta terkini mengindikasikan bahwa F"%reseptor merupakan reseptor adrenergik yang paling laDim berada dalam epitel silier. )amun arti dari temuan ini tidak jelas( tapi antagonis F%adrenergik dapat mempengaruh transpor aktif dengan menyebabkan penurunan baik efisiensi pompa )a EKE maupun jumlah kedudukan pompa. . 4umor a3uos diproduksi oleh korpus siliare. Ultrafiltrasi plasma yang dihasilkan di stroma prosesus siliaris dimodofikasi oleh fungsi sawar dan prosesus sekretorius epitel siliaris. Setelah masuk ke bilik mata belakang( humor a3uos mengalir melalui pupil ke bilik mata depan ,alu ke jalinan trabekular di sudut bilik mata depan. Selama periode ini( terjadi pertukaran diferensial komponen% komponen dengan darah di iris. . Ke:epatan produksi :airan a3uos diukur dalam satuan mikroliter per menit =B,Cmenit>. Para peneliti di /merika Serikat melakukan penelitian terhadap +## orang dengan tekanan intraokuler normal yang berusia antara + sampai +. tahun dengan menggunakan teknik penyaringan =s:an> fluorofotometri. Dalam penelitian tersebut didapat bahwa ke:epatan rata%rata aliran :airan a3uos pada jam ..## @ $-.## berkisar antara "(97 H #.-+ B,Cmenit sehingga didapat batas normal produksi :airan a3uos sekitar $(. @6(+ B,Cmenit. Ke:epatan ini dalam sehari dapat ber?ariasi yang disebut dengan ?ariasi diurnal yaitu ke:epatan selama tidur H$(7 kali lebih :epat dari pada pagi hari.6

% % $"

Sumber : http://www.perdami.or.id/'page(news.detail)id(*

2+2+2

Kom)osisi =ai'an A>uos +umor akueus adalah suatu :airan jernih yang mengisi bilik mata depan dan bilik mata belakang. +umor akueus dibentuk dari plasma didalam jalinan kapiler prosesus siliaris. ekanan osmotiknya sedikit lebih tinggi daripada plasma. Komposisinya serupa dengan plasma ke:uali bahwa :airan ini memiliki konsentrasi askorbat( piru?at( dan laktat yang lebih tinggi< dan protein( urea dan glukosa yang lebih rendah. Unsur pokok dari humor akueus normal adalah air =11(1;>( protein =#(#6;> dan lainnya dalam milimolCkg adalah )aE =$66>( KE =6(7>( 5l% =$$#>( glukosa =-(#>( asam laktat =9(6>( asam amino =#(7> dan inositol =#($>. )ormal produksi rata%rata adalah "(+ BlCmenit."(.

2+2+:

Me&anisme /en,ali'an =ai'an A>uos 4umor akuous diproduksi oleh epitel non pigmen dari korpus siliaris dan mengalir ke dalam bilik posterior( kemudian masuk diantara permukaan posterior iris menilai sudut pupil. Selanjutnya masuk ke bilik anterior. 4umor akuous keluar dari bilik anterior melalui dua jalur kon?ensional =jalur trabekula> dan jalur u?eosklera =jalur non trabekula>. $. Ialur trabekulum =kon?ensional> "(. Kebanyakan humor akueus keluar dari mata melalui jalur ,alinan trabekula-kanal Schlemm-sistem .ena. Ialinan trabekula dapat dibagi kedalam tiga bagian ! . % U?eal % Korneoskleral % Iukstakanalikular % % $+

ahanan utama aliran keluar terdapat pada jaringan juksta kanalikular. 2ungsi jalinan trabekula adalah sebagai katup satu jalan yang membolehkan akueus meninggalkan mata melalui aliran terbesar pada arah lain yang tidak bergantung pada energi. $kueus bergerak melewati dan diantara sel endotelial yang membatasi dinding dalam kanal Schlemm. Sekali berada dalam kanal Schlemm( akueus memasuki saluran kolektor menuju pleksus ?ena episklera melalui kumpulan kanal sklera. $("(. ". Ialur u?eosklera =nonkon?ensional> Pada mata normal setiap aliran non%trabekular disebut dengan aliran u?eoskleral. Mekanisme yang beragam terlibat( didahului lewatnya akueus dari camera oculi anterior kedalam otot muskularis dan kemudian kedalam ruang suprasiliar dan suprakoroid. 5airan kemudian keluar dari mata melalui sklera yang utuh ataupun sepanjang ner?us dan pembuluh darah yang memasukinya. /liran u?eoskleral tidak bergantung pada tekanan. /liran u?eoskleral ditingkatkan oleh agen sikloplegik( adrenergik( dan prostaglandin dan beberapa bentuk pembedahan =misal siklodialisis> dan diturunkan oleh miotikum. .

Sumber : http://archi.e.kaskus.us/thread/!/!0!/1 4umor akuos berperan sebagai pembawa Dat makanan dan oksigen untuk organ di dalam mata yang tidak berpembuluh darah yaitu lensa dan kornea( % % $6

disamping itu juga berguna untuk mengangkut Dat buangan hasil metabolisme pada kedua organ tersebut. /danya :airan tersebut akan mempertahankan bentuk mata dan menimbulkan tekanan dalam bola mata =tekanan intra okuler>. Untuk mempertahankan keseimbangan tekanan di dalam bola mata :airan a3uos diproduksi se:ara konstan serta dialirkan keluar melalui sistem drainase mikroskopik.

Sumber dari : http://medicastore.com/inde2.php'mod(obat3search Ke:epatan pembentukan :airan a3uos dan hambatan pada mekanisme pengaliran keluarnya menentukan besarnya tekanan intraokuler. )ormalnya tekanan di dalam bola mata berkisar antara $#%"# mm4g.. Peningkatan tekanan intraokuler dapat terjadi akibat produksi :airan a3uos yang meningkat misalnya pada reaksi peradangan dan tumor intraokuler atau karena aliran keluarnya yang terganggu akibat adanya hambatan pada pratrabekular( trabekular atau post trabekular.9 Resistensi utama terhadap aliran keluar humor a3uous dari 5*/ adalah lapisan endotel saluran s:hlemm dan bagian%bagian jalinan trabekula di dekatnya( bukan dari sistem pengumpul ?ena. etapi tekanan di jaringan ?ena episklera menentukan besar minimum tekanan intraokular yang di:apai oleh terapi medis.

2+2+;

Fa&to' yan, mem)en,a'uhi te&anan int'ao&ule' (T.O" Aariasi tekanan intraokular dengan sejumlah faktor termasuk berikut ini ! .

% % $7

Jaktu siang Detak jantung Pernafasan #ntake :airan Medikasi sistemik *bat%obatan topi:al Konsumsi alkohol menghasilkan penurunan tekanan intraokular yang

bersifat sementara. Kafein dapat menyebabkan peningkatan ke:il sementara pada tekanan intraokular. ekanan intraokular akan lebih tinggi ketika pasien berbaring daripada berdiri. 0eberapa orang mengalami peningkatan tekanan intraokular berlebihan ketika mereka dalam posisi berbaring dan ke:enderungan ini mungkin penting dalam patogenesis beberapa bentuk glaukoma.. ekanan intraokular biasanya meninggi seiring usia dan dipengaruhi oleh genetik. 0iasanya ada ke:enderungan peninggian tekanan intraokular pada pagi hari dan terjadi penurunan pada sore hari< hal ini telah dihubungkan dengan ?ariasi diurnal pada tingkat kortisol plasma.. 2+:+ De<inisi 8laukoma merupakan sekelompok penyakit neuroopti: yang menyebabkan kerusakan serat optik =neuropati optik>( yang ditandai dengan kelainan atau atrofi papil ner?us opti:us yang khas( adanya ekska?asi glaukomatosa( serta kerusakan lapang pandang dan biasanya disebabkan oleh efek peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor resikonya.

% % $-

Sumber : http://www.perdami.or.id/'page(news.detail)id(* 2+;+ E)i*emiolo,i Glau&oma Diseluruh dunia( glaukoma dianggap sebagai penyebab kebutaan yang tertinggi( "; penduduk berusia lebih dari 6# tahun menderita glaukoma. 8laukoma dapat juga didapatkan pada usia "# tahun( meskipun jarang. Pria lebih banyak diserang daripada wanita." Di seluruh dunia( kebutaan menempati urutan ketiga sebagai an:aman yang menakutkan setelah kanker dan penyakit jantung koroner.+ Di /merika Serikat( kira%kira "." juta orang pada usia 6# tahun dan yang lebih tua mengidap glaukoma( sebanyak $"#(### adalah buta disebabkan penyakit ini. 0anyaknya *rang /merika yang terserang glaukoma diperkirakan akan meningkatkan sekitar +.+ juta pada tahun "#"#. iap tahun( ada lebih dari +##(### kasus glaukoma yang baru dan kira%kira 76## orang%orang menderita kebutaan. 8laukoma akut =sudut tertutup> merupakan $#%$7; kasus pada orang Kaukasia. Persentase ini lebih tinggi pada orang /sia( terutama pada orang 0urma dan Aietnam di /sia enggara.. 8laukoma pada orang kulit hitam( lima belas kali lebih menyebabkan kebutaan dibandingkan orang kulit putih."(6 Diketahui bahwa angka kebutaan di Indonesia menduduki peringkat pertama untuk kawasan /sia enggara. Menurut 0adan Kesehatan Dunia =J4*>( angka kebutaan di Indonesia men:apai $(7; atau sekitar + juta orang. Persentase itu melampaui negara /sia lainnya seperti 0angladesh dengan $;( India #(9; dan hailand #(+;.7 Menurut Sur?ei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun $11+%$11-( kebutaan

% % $9

tersebut disebabkan oleh katarak =#(9.;>( glaukoma =#(";>( kelainan refraksi =#($6;> dan penyakit lain yang berhubungan dengan usia lanjut =#(+.;>. 2+?+ Fa&to' Resi&o $. ekanan intarokuler yang tinggi ekanan intraokuleraCbola mata di atas "$ mm4g berisiko tinggi terkena glaukoma. Meskipun untuk sebagian indi?idu( tekanan bola mata yang lebih rendah sudah dapat merusak saraf optik. ". umur Risiko glaukoma bertambah tinggi dengan bertambahnya usia. erdapat "; dari populasi 6# tahun yang terkena glaukoma +. Riwayat glaukoma dalam keluarga 8laukoma jenis tertentu( anggota keluarga penderita galukoma mempunyai risiko - kali lebih besar untuk terkena glaukoma. Risiko terbesar adalah kakak%beradik kemudian hubungan orang tua dan anak%anak. 6. *bat%obatan Pemakaian steroid se:ara rutin( misalnya pemakaian tetes mata yang mengandung steroid yang tidak terkontrol dapat menginduksi terjdinya glaukoma. 7. Riwayat trauma pada mata -. Riwayat penyakit lain Riwayat penyakit Diabetes( 4ipertensi 1 2+ + Klasi<i&asi Sugar mengklasifikasikan glau:oma menjadi! $. 8laukoma Primer a. Dewasa

% % $.

- 8laukoma simpleks =glau:oma sudut terbuka( glau:oma kronis> - 8lau:oma akut =sudut tertutup> b. KongenitalCIu?enil ". 8laukoma Sekunder a. Sudut tertutup b. Sudut terbuka Pada umumnya glaukoma dapat dibagi berdasarkan( yaitu ! $. ". idak terdapat kelainan di dalam bola mata yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraokuler yaitu glaukoma primer sudut terbuka dan tertutup erdapat kelainan di dalam bola mata yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intraokuler =inflamasi( trauma( perdarahan( trauma( tumor( pengobatan> yaitu glaukoma sekunder sudut terbuka dan tertutup +. 5edera kontusio bola mata dapat disertai peningkatan dini tekanan intraokular akibat perdarahan ke bilik mata depan =hifema>. Darah bebas menyumbat jalinan trabekular( yang juga mengalami edema akibat :edera. 6. 8laukoma yang terjadi dimana terdapat diskus ner?us optik yang glaukomatous dengan tekanan intra okuler yang normal atau yang disebut dengan normo tension glaucoma 2+@+ Glau&oma %e&un*e' 8laukoma sekunder adalah glaukoma yang diketahui penyebabnya. Dapat disebabkan atau dihubungkan dengan keadaan%keadaan atau penyakit yang telah diderita sebelumnya atau pada saat itu( yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intaokuler. "(7. Penyakit%penyakit yang diderita tersebut dapat memberikan kelainan pada 7 ! 0adan siliar ! luksasi lensa ke belakang Pupil ! seklusio pupil( glaukoma yang diinduksi miotik Sudut bilik mata depan ! goniosinekia. Saluran keluar aqueous ! miopia 8laukoma sekunder dibagi menjadi dua yaitu ! $. 8lau:oma sekunder sudut terbuka % % $1

". 8lau:oma sekunder sudut tertutup Glau&oma %e&un*e' %u*ut Te'#u&a 8laukoma dimana tidak terdapatnya kelainan pada pangkal iris serta kornea perifer melainkan terhambatnya aliran humor a3uos di jalinan trabekuler. 0entuk dari glaukoma sekunder sudut terbuka antara lain< a. 8laukoma pigmentasi Sindrom ini tampaknya disebabkan oleh degenerasi epitel pigmen iris dan korpus siliaris. 8ranula pigmen terkelupas dari iris akibat friksi dengan serat%serat Donular di bawahnya sehingga terjadi transiluminasi iris. Pigmen mengendap di permukaan kornea posterior =KrukenbergKs spindle> dan tersangkut di jalinan trabekular( mengganggu aliran keluar humor a3uos. Sindrom ini terjadi paling sering pada pria miopia usia antara "7%6# tahun yang memiliki bilik mata depan yang dalam dengan sudut bilik mata yang lebar. b. Sindrom pseudo%eLfoliasi Pada sindrom eksfoliasi( dijumpai endapan%endapan bahan berserat mirip serpihan di permukaan lensa anterior =berbeda dengan eksfoliasi kapsul lensa sejati akibat pajanan terhadap radiasi inframerah( yakni Mkatarak glass blowerK>( prosesus siliaris( Donula( permukaan posterior iris( dam di jalinan trabekular =disertai peningkatan pigmentasi>. Penyakit ini biasanya dijumpai pada orang berusia lebih dari -7 tahun. :. 8laukoma akibat steroid Kortikosteroid topikal dan periokular dapat menimbulkan sejenis glaukoma yang mirip dengan glaukoma primer sudut terbuka( terutama pada indi?idu dengan riwayat penyakit ini pada keluarga dan akan memperparah peningkatan tekanan intraokuler pada para pengidap glaukoma primer sudut terbuka. 4al ini kemungkinan disebabkan karena meningkatnya deposit mukopolisakarida yang terdapat pada humor a3uos sehingga drainasenya terganggu. d. 8laukoma 2akolitik Sebagian katarak stadium lanjut dapat mengalami kebo:oran kapsul lensa anterior( sehingga protein%protein lensa yang men:air masuk ke bilik mata depan.

% % "#

Ialinan trabekular menjadi oedema dan tersumbat oleh protein%protein lensa dan menimbulkan peningkatan mendadak tekanan intraokular. 9(.( 1($# Glau&oma %e&un*e' %u*ut Te'tutu) 8laukoma sekunder sudut tertutup sama halnya dengan glaukoma primer sudut tertutup( dimana terjadinya peninggian tekanan intraokuler disebabkan adanya hambatan atau blokade pada trabekular meshwork. Penyebab dari glaukoma sekunder sudut tertutup antara lain < a. U?eitis Pada u?eitis( tekanan intraokuler biasanya lebih rendah daripada normal karena korpus siliaris yang meradang kurang berfungsi dengan baik. )amun( juga dapat terjadi peningkatan tekanan intraokuler melalui beberapa mekanisme yang berlainan. Ialinan trabekular dapat tersumbat oleh sel%sel radang dari bilik mata depan( disertai edema sekunder atau kadang%kadang terlibat dalam proses peradangan spesifik diarahkan ke sel%sel trabekula =trabekulitis>. U?eitis kronik atau rekuren menyebabkan gangguan permanen fungsi trabekula( sinekia anterior perifer( dan kadang%kadang neo?askularisasi sudut( yang semuanya meningkatkan kemungkinan glaukoma sekunder. Sindorm u?eitis yang :enderung timbul karena glaukoma sekunder adalah siklitis heterikromik 2u:hs( u?eitis anterior akut terkait 4,/%0"9( dan u?eitis herpes Doster dan herpes simpleks. b. rauma 5edera kontusio bola mata dapat disertai peningkatan dini tekanan intraokular akibat perdarahan ke bilik mata depan =hifema>. Darah bebas menyumbat jalinan trabekular( yang juga mengalami edema akibat :edera. 9(.( 1($# 2+!+ /ato<isiolo,i Te'(a*inya Glau&oma Setiap hari mata memproduksi sekitar $ sdt humor a3uos yang menyuplai makanan dan oksigen untuk kornea dan lensa dan membawa produk sisa keluar dari mata melalui anyaman trabekulum ke 4analis Schlemm.

% % "$

Pada keadaan normal tekanan intraokular ditentukan oleh derajat produksi :airan mata oleh epitel badan siliar dan hambatan pengeluaran :airan mata dari bola mata. Pada glaukoma tekanan intraokular berperan penting oleh karena itu dinamika tekanannya diperlukan sekali. Dinamika ini saling berhubungan antara tekanan( tegangan dan regangan.9 $. ekanan ekanan hidrostatik akan mengenai dinding struktur =pada mata berupa dinding korneosklera>. 4al ini akan menyebabkan rusaknya neuron apabila penekan pada sklera tidak benar. ". egangan egangan mempunyai hubungan antara tekanan dan kekebalan. egangan yang rendah dan ketebalan yang relatif besar dibandingkan faktor yang sama pada papil optik ketimbang sklera. Mata yang tekanan intraokularnya berangsur%angsur naik dapat mengalami robekan dibawah otot rektus lateral. +. Regangan Regangan dapat mengakibatkan kerusakan dan mengakibatkan nyeri. ingginya tekanan intraokuler tergantung pada besarnya produksi aquoeus humor oleh badan siliar dan pengaliran keluarnya. 0esarnya aliran keluar aquoeus humor melalui sudut bilik mata depan juga tergantung pada keadaan sudut bilik mata depan( keadaan jalinan trabekulum( keadaan kanal S:hlemm dan keadaan tekanan ?ena episklera. ekanan intraokuler dianggap normal bila kurang daripada "# mm4g pada pemeriksaan dengan tonometer aplanasi. Pada tekanan lebih tinggi dari "# mm4g yang juga disebut hipertensi oculi dapat di:urigai adanya glaukoma. 0ila tekanan lebih dari "7 mm4g pasien menderita glaukoma =tonometer Schiot5>."(-(9 Mekanisme utama penurunan penglihatan pada glaukoma adalah atrofi sel ganglion difus( yang menyebabkan penipisan lapisan serat saraf dan inti bagian dalam retina dan berkurangnya akson di saraf optikus. Iris dan korpus siliar juga menjadi atrofi( dan prosesus siliaris memperlihatkan degenerasi hialin." Diskus optikus menjadi atrofi disertai pembesaran :ekungan optikus diduga disebabkan oleh < gangguan pendarahan pada papil yang menyebabkan degenerasi berkas

% % ""

serabut saraf pada papil saraf optik =gangguan terjadi pada :abang%:abang sirkulus Ninn% 4aller>( diduga gangguan ini disebabkan oleh peninggian tekanan intraokuler. ekanan intraokuler yang tinggi se:ara mekanik menekan papil saraf optik yang merupakan tempat dengan daya tahan paling lemah pada bola mata. 0agian tepi papil saraf optik relatif lebih kuat daripada bagian tengah sehingga terjadi :ekungan pada papil saraf optik. Serabut atau sel syaraf ini sangat tipis dengan diameter kira%kira $C"#.### in:i. 0ila tekanan bola mata naik serabut syaraf ini akan tertekan dan rusak serta mati. Kematian sel tersebut akan mengakibatkan hilangnya penglihatan yang permanen. "(-

% % "+

Sumber ! http!CCwww.aafp.orgCafpC"##+#7#$C$1+9.html Kete'an,an ,am#a' ! )ormal dan abnormal aliran humor a3uos ! a. /liran normal melalui anyaman trabekula =panah besar> dan rute u?easklera =panah ke:il> dan anatomi yang berhubungan. Kebanyakan aliran humor a3uos melewati anyaman trabekula. Setiap rute dialirkan ke sirkulasi ?ena mata. b. Pada glaukoma sudut terbuka( aliran humor a3uos melalui rute ini terhalang. :. Pada glakuoma sudut tertutup( posisi abnormal iris sehingga memblok aliran humor a3uos melewati sudut bilik mata depan =irido:orneal>. 2+9+ Ge(ala Klinis a. $> "> +> 6> 7> -> 9> .> 1> $$> 2ase prodormal =fase nonkongestif> Pengelihatan kabur. erdapat halo =gambaran pelangi> sekitar lampu. Sakit kepala. Sakit pada mata. /komodasi lemah. 0erlangsung O % " jam. Injeksi perikornea. Kornea agak suram karena edem. 0ilik mata depan dangkal. ekanan intraokuler meningkat.

$#> Pupil melebar. $"> Mata dapat normal juga serangan reda. b. $> "> +> 6> 2ase kongestif Sakit kepala yang hebat sampai muntah%muntah. Palpebra bengkak. Konjungti?a bulbi ! hiperemia kongesti( kemosis dengan injeksi silier( injeksi konjungti?a. Kornea keruh.

% % "6

7> -> 9>

0ilik mata depan dangkal. Iris ! gambaran( :orak bergaris tidak nyata. Pupil ! melebar( lonjong( miring agak ?ertikal( kadang midriasis total( warna kehijauan( refleksi :ahaya menurun sekali atau tidak sama sekali.$$

2+10+

Dia,nosis 7an*in,

Iritis akut dan konjungti?itis harus dipertimbangkan sebagai diagnosis banding pada glaukoma sudut tertutup bila ada radang mata akut( meskipun pada kedua hal tersebut di atas jarang disertai bilik mata depan yang dangkal atau tekanan yang meninggi. $. Pada iriditis akut terdapat lebih banyak fotofobia( tetapi rasa nyerinya kurang jika dibandingkan dengan glaukoma. ekanan intraokular normal( pupil ke:il dan kornea tidak sembab. M2lareP dan sel%sel terlihat didalam bilik mata depan( dan terdapat injeksi siliar dalam =deep :iliary inje:tion>. ". Pada konjungti?itis akut tidak begitu nyeri atau tidak nyeri sama sekali( dan tajam pengelihatan tidak menurun. /da kotoran mata dan konjungti?a sangat meradang( tetapi tidak ada injeksi siliar. Reksi pupil normal( kornea jernih dan tekanan intraokular normal. +. Iridosiklitis dengan glaukoma sekunder kadang%kadang sukar dibedakan. 8oniuskopi untuk menentukan jenis sudut sangatlah membantu. Iika pengamatan terganggu dengan adanya kekeruhan kornea atau kekeruhan didalam bilik mata depan( maka untuk memastikan diagnosis bisa dilakukan genioskopi pada mata lainnya( dan ini sangat membantu. $" 2+11+ /eme'i&saan /enun(an,
1-2-10-1:-1;-1?

Untuk mendiagnosis glaukoma dilakukan sejumlah pemeriksaan yang rutin dilakukan pada seseorang yang mengeluh rasa nyeri di mata( penglihatan dan gejala prodromal lainnya. Pemeriksaan yang dilakukan se:ara berkala dan dengan lebih dari

% % "7

satu metode akan lebih bermakna dibandingkan jika hanya dilakukan $ kali pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut meliputi!

a+ Ta(am )en,lihatan Pemeriksaan ketajaman penglihatan bukan merupakan :ara yang khusus untuk glaukoma( namun tetap penting( karena ketajaman penglihatan yang baik( misalnya -Cbelum berarti tidak glaukoma. #+ Tonomet'i

8ambar dari! /tlas Ilmu Penyakit Mata karangan Sidarta Ilyas

onometri diperlukan untuk memeriksa tekanan intraokuler. /da + ma:am tonometri( yaitu! $. Digital Merupakan teknik yang paling mudah dan murah karena tidak memerlukan alat. 5aranya dengan melakukan palpasi pada kelopak mata atas( lalu membandingkan tahanan kedua bola mata terhadap tekanan jari. 4asil pemeriksaan ini diinterpretasikan sebagai .) yang berarti tekanan normal( untuk tekanan yang agak tinggi( dan
n%$ nE$

untuk tekanan yang agak rendah. ingkat

% % "-

ketelitian teknik ini dianggap paling rendah karena penilaian dan interpretasinya bersifat subjektif. ". onometer S:hiQtD onometer S:hiQtD ini bentuknya sederhana( mudah dibawa( gampang digunakan dan harganya murah. ekanan intraokuler diukur dengan alat yang ditempelkan pada permukaan kornea setelah sebelumnya mata ditetesi anestesi topikal =pantokain>. Iarum tonometer akan menunjukkan angka tertentu pada skala. Pemba:aan skala disesuaikan dengan kalibrasi dari 6eiger-$usschlag Scale yang diterjemahkan ke dalam tekanan intraokuler. +. onometer aplanasi Goldmann /lat ini :ukup mahal dan tidak praktis( selain itu memerlukan slitlamp yang juga mahal. Meskipun demikian( di dalam komunikasi internasional( hanya tonometri dengan aplanasi saja yang diakui. Dengan alat ini( kekakuan sklera dapat diabaikan sehingga hasil yang didapatkan menjadi lebih akurat.

$+ Genios&o)i 8onioskopi sangat penting untuk ketepatan diagnosis glaukoma. 8onioskopi dapat menilai lebar sempitnya sudut bilik mata depan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan pada semua pasien yang menderita glaukoma( pada semua pasien suspek glaukoma( dan pada semua indi?idu yang diduga memiliki sudut bilik mata depan yang sempit. Dengan gonioskopi dapat dibedakan glaukoma sudut tertutup dan glaukoma sudut terbuka( juga dapat dilihat adanya perlekatan iris bagian perifer ke depan =peripheral anterior sinechiae>.

% % "9

Sumber ! http!CCbiomed.brown.eduC5oursesC "##-%$#.websitesCgroup#"glau:oma.html

Pada gonioskopi terdapat 7 area spesifik yang die?aluasi di semua kuadran yang menjadi penanda anatomi dari sudut bilik mata depan! $> Iris perifer( khususnya insersinya ke badan siliar. "> Pita badan siliar( biasanya tampak abu%abu atau :oklat. +> aji sklera( biasanya tampak sebagai garis putih prominen di alas pita badan shier. 6> rabekulum meshwork

7> 8aris S:hwalbe( suatu tepi putih tipis tepat di tepi trabekula Meshwork. Pembuluh darah umumnya terlihat pada sudut normal terutama pada biru.

8ambar dari! /meri:an /:ademy of *phtalmology

*+ La)an, /an*an, ()e'imet'y"

% % ".

&ang pemeriksaan

termasuk ini

ke

dalam lapangan

adalah

pandang sentral dan lapangan pandang perifer. Pada stadium awal( penderita tidak tidak sudah pandang penglihatan melalui suatu teropong =tunnel .ision>. e+ O<talmos&o)i Pada pemeriksaan oftalmoskopi( yang harus diperhatikan adalah keadaan papil. Perubahan yang terjadi pada papil dengan glaukoma adalah penggaungan =cupping> dan degenerasi saraf optik =atrofi>. Iika terdapat penggaungan lebih dari #(+ dari diameter papil dan tampak tidak simetris antara kedua mata( maka harus diwaspadai adanya ekska?asio glaukoma. akan menyadari adanya ketajaman lapangan tajam normal kerusakan lapangan pandang karena mempengaruhi lanjut( rusak sentral seluruh dengan masih penglihatan sentral. Pada tahap yang

sehingga penderita seolah%olah melihat

% % "1

Gambar

1.

Diskus

optikus Gambar 2. Rasio C D pada Gambar 3. Cup ner!us optikus bersi%at glaukomatous. ",&, dan

normal. Lihat batas tegas dari ner!us optikus ini mendekati ",#. yang jelas dari cup, dan warna pink dari cerah dari sisi neuroretinal. bahwa pasien ner!us dan optikus

diskus optikus, demarkasi yang $ubungan klinis dengan riwayat Cup pada ner!us optikus ini juga membesar sampai pemeriksaan abnormal. menunjukkan terdapat penipisan yang khas ini pada sisi in%erior neuroretinal, terbentuk suatu 'takik(.

<+ Tono,'a<i onografi dilakukan untuk mengukur banyaknya :airan a3uos yang dikeluarkan melalui trabekula dalam satu satuan waktu

,+ Tes /'oAo&asi es ini dilakukan pada keadaan dimana seseorang di:urigai menderita glaukoma. Untuk glaukoma sudut terbuka( dilakukan tes minum air( pressure :ongestion test( dan tes steroid. Sedangkan untuk glaukoma sudut tertutup( dapat dilakukan tes kamar gelap( tes memba:a dan tes midriasis. U(i lain )a*a ,lau&oma Uji Kopi Penderita meminum $%" mangkok kopi pekat( bila tekanan bola mata naik $7% "# mm4g setelah minum "#%6# menit menunjukkan adanya glaukoma. Uji Minum /ir Sebelum makan pagi tekanan bola mata diukur dan kemudian pasien disuruh minum dengan :epat $ liter air. ekanan bola mata diukur setiap $7 menit. 0ila % % +#

tekanan bola mata naik .%$7 mm4g dalam waktu 67 menit pertama menunjukkan pasien menderita glaukoma. Uji Steroid Pada pasien yang di:urigai adanya glaukoma terutama dengan riwayat glaukoma simpleks pada keluarga( diteteskan betametason atau deksametason #($; +%6 kali sehari. ekanan bola mata diperiksa setiap minggu. Pada pasien berbakat glaukoma maka tekanan bola mata akan naik setelah " minggu. Uji Aariasi Diurnal Pemeriksaan dengan melakukan tonometri setiap "%+ jam sehari penuh( selama + hari biasanya pasien dirawat. )ilai ?ariasi harian pada mata normal adalah antara "%6 mm4g( sedang pada glaukoma sudut terbuka ?ariasi dapat men:apai $7%"# mm4g. Perubahan 6%7 mm4g sudah di:urigai keadaan patologik. Uji Kamar 8elap Pada uji ini dilakukan pengukuran tekanan bola mata dan kemudian pasien dimasukkan ke dalam kamar gelap selama -#%1# menit. Pada akhir 1# menit tekanan bola mata diukur. 77; pasien glaukoma sudut terbuka akan menunjukkan hasil yang positif( naik . mm4g. Uji pro?okasi pilokarpin ekanan bola mata diukur dengan tonometer( penderita diberi pilokarpin $; selama $ minggu 6 kali sehari kemudian diukur tekanannya. 2+12+ /enatala&sanaan Glau&oma 1-2-10-1:-1;-1?

Sasaran utama pengobatan glaukoma adalah untuk menurunkan tekanan intraokuler sehingga dapat men:egah terjadinya penurunan lapangan pandang dan ketajaman penglihatan lebih lanjut yang berujung pada kebutaan dengan :ara mengontrol tekanan intraokuler supaya berada dalam batasan normal.

% % +$

Penatalaksanaan glaukoma terdiri dari tiga ma:am( yaitu medikamentosa( pembedahan dan laser. Pembedahan dan laser dilakukan jika obat%obatan tidak mampu mengontrol tekanan intraokuler.

1+ Me*i&amentosa 0erdasarkan tujuan farmakoterapinya( obat anti glaukoma dibedakan menjadi empat jenis( yaitu! untuk supresi produksi :airan a3uos( meningkatkan aliran keluar :airan a3uos( menurunkan ?olume korpus ?itreus. a>. Supresi produksi :airan a3uos /ntagonis adrenergik R *bat ini dapat digunakan sendiri atau dikombinasi dengan obat lain. 'fek samping! pada penggunaan adrenergik sering terjadi reaksi alergi( pandangan kabur( sakit kepala( rasa terbakar di mata( takikardia dan aritmia. /gonis adrenergik G 0ekerja untuk mengurangi produksi :airan a3uos dan meningkatkan drainase. 'fek samping! rasa terbakar di tempat meneteskan obat topikal( midriasis( hipertensi( malaise( sakit kepala( mulut dan hidung terasa kering. Inhibitor karbonik anhidrase =5/I> 0ekerja mengurangi produksi :airan a3uos sebesar 6#%-#; dengan menghambat kerja enDim karbonik anhidrase di korpus siliaris. *bat ini bisa diberikan per oral ataupun intra?enous. 'fek samping! paresethesia di lengan dan tungkai( dispepsia( gangguan ingatan( depresi( batu ginjal( dan polakisuria. Inhibitor karbonik anhidrase diturunkan dari golongan sulfa( sehingga bisa juga menyebabkan aplastik anemia walaupun hal ini jarang terjadi. b>. Meningkatkan aliran keluar :airan a3uos Parasimpatomimetik *bat yang digunakan merupakan golongan agonis kolinergik. 0ekerja pada anyaman trabekular dengan meningkatkan kontraksi otot siliaris

% % +"

sehingga pupil mengalami miosis. Karena efek inilah maka obat parasimpatomimetik sering juga disebut obat miotik. Kontriksi pupil sangat penting dalam penatalaksanaan glaukoma sudut tertutup. 'fek samping! diare( kram perut( hipersali?asi( enuresis dan bisa juga reaksi alergi. :>. Meningkatkan aliran keluar :airan a3uos *bat%obat hiperosmotik( seperti gliserin( menyebabkan darah menjadi hipertonik sehingga air tertarik keluar dari korpus ?itreus dan terjadi pen:iutan korpus ?itreus. 'fek samping! sakit pinggang( sakit kepala( gangguan mental. Pada pasien DM( obat ini bisa menyebabkan hiperglikemia atau bahkan ketoasidosis. Penatalaksanaan terbaik untuk glaukoma sudut tertutup adalah pembedahan. erapi medikamentosa hanya merupakan pengobatan pendahuluan sebelum penderita dioperasi. erapi diberikan sesuai dengan fase penyakit. &ada 7ase nonkongesti7( penderita diberi golongan parasimpatomimetik( seperti pilokarpin "%6; tiap "#%+# menit. Dengan demikian diharapkan lensa yang miosis akan menyebabkan iris tertarik ke belakang sehingga sudut bilik mata depan terbuka. Selain itu( bisa juga diberikan golongan inhibitor karbonik anhidrase +S$ tabletChari. *bat%obat ini diberikan sampai tekanan intraokuler menjadi normal. Kemudian ada dua pilihan terapi yang dapat dilakukan( yaitu tetap memberikan obat parasimpatomimetik atau melakukan tindakan operasi. &ada 7ase kongesti7( pengobatan harus dilakukan se:epat mungkin. ekanan intraokuler harus sudah turun dalam "%6 jam. Iika terlambat "6%6. jam( maka akan terjadi sinekhia anterior perifer sehingga pengobatan dengan parasimpatomimetik tidak berguna lagi. *bat yang biasa dipakai untuk glaukoma sudut tertutup adalah! a. Parasimpatomimetik! pilokarpin !-8 9 setiap menit $ tetes selama 7 menit. Kemudian diteruskan setiap jam. b. Inhibitor karbonik anhidrase! aseta5olamid !0" mg( " tablet. Kemudian disusul dengan $ tablet tiap 6 jam. :. 4iperosmotik! gliserin 0" 9 $%$(7 grCkg yang diberikan per oral.

% % ++

Dengan pengobatan seperti di atas( tekanan dapat turun sampai di bawah "7 mm4g dalam waktu "6 jam. 0ila tekanan intraokuler sudah turun( operasi harus dilakukan dalam "%6 hari kemudian. Pengobatan glaukoma sudut terbuka diberikan semaksimal mungkin sehingga ter:apai tekanan intraokuler normal( ekstra?asasi tidak bertambah dan lapangan pandang tidak memburuk. )amun( obat yang diberikan haruslah yang mudah diperoleh dan mempunyai efek samping yang minimal. *bat yang bisa dipakai untuk glaukoma sudut terbuka adalah ! a. Parasimpatomimetik! pilokarpin !-8 9 $ tetes( +%- kali sehari atau eserin #("7%#(7;( $ tetes( +%- kali sehari b. /gonis%G! epine7rin "90-! 9 $ tetes( " kali sehari :. R%blo:ker! timolol maleat "9!0-"90 9 $ tetes( $%" kali sehari d. Inhibitor karbonik anhidrase! aseta5olamid !0" mg( $ tablet( 6 kali sehari *bat%obat ini biasanya diberikan se:ara tunggal atau bila perlu dapat dikombinasi. 0ila dengan pengobatan tersebut tekanan intraokuler terkontrol dengan baik( maka penderita harus menggunakan obat tersebut seumur hidup. Kalau tidak berhasil( frekuensi penetesan atau dosis obat dapat ditingkatkan.

2+ Tin*a&an )em#e*ahan Pembedahan ditujukan untuk memperlan:ar aliran keluar :airan a3uos di dalam sistem drainase atau sistem filtrasi sehingga prosedur ini disebut teknik filtrasi. Pembedahan dapat menurunkan tekanan intraokuler jika dengan medikamentosa tidak berhasil. Jalaupun telah dilakukan tindakan pembedahan( penglihatan yang sudah hilang tidak dapat kembali normal( terapi medikamentosa juga tetap dibutuhkan( namun jumlah dan dosisnya menjadi lebih sedikit. a>. rabekulektomi Merupakan teknik yang paling sering digunakan. Pada teknik ini( bagian ke:il trabekula yang terganggu diangkat kemudian dibentuk bleb dari konjungti?a sehingga terbentuk jalur % % +6

drainase yang baru. ,ubang ini akan meningkatkan aliran keluar :airan a3uos sehingga dapat menurunkan tekanan intraokuler. ingkat keberhasilan operasi ini :ukup tinggi pada tahun pertama( sekitar 9#%1#; Sayangnya di kemudian hari lubang drainase tersebut dapat menutup kembali sebagai akibat sistem penyembuhan terhadap luka sehingga tekanan intraokuler akan meningkat. *leh karena itu( terkadang diperlukan obat seperti mitomycin-4 and 0-7luorourasil untuk memperlambat proses penyembuhan. eknik ini bisa saja dilakukan beberapa kali pada mata yang sama. b>. Iridektomi perifer Pada tindakan ini dibuat :elah ke:il pada kornea bagian perifer dengan insisi di daerah limbus. Pada tempat insisi ini( iris dipegang dengan pinset dan ditarik keluar. Iris yang keluar digunting sehingga akan didapatkan :elah untuk mengalirnya :airan a3uos se:ara langsung tanpa harus melalui pupil dari bilik mata belakang ke bilik mata depan. eknik ini biasanya dilakukan pada glaukoma sudut tertutup( sangat efektif dan aman( namun waktu pulihnya lama. :>. Sklerotomi dari Scheie Pada *perasi Scheie diharapkan terjadi pengaliran :airan a3uos di bilik mata depan langsung ke bawah konjungti?a. Pada operasi ini dilakukan pembuatan flep konjungti?a di limbus atas =arah jam $"> dan dibuat insisi korneoskleral ke dalam bilik mata depan. Untuk mempertahankan insisi ini tetap terbuka( dilakukan kauterisasi di tepi luka insisi. Kemudian flep konjungti?a ini ditutup. Dengan operasi ini diharapkan terjadinya filtrasi :airan a3uos melalui luka korneoskleral ke subkonjungti?a. d>. 5ryotherapy surgery Pada glaukoma absolut badan siliar berfungsi normal memproduksi :airan akuos( tapi arus keluar terhambat untuk satu alasan atau yang lain. Sehingga tekanan intraokular yang tinggi menyebabkan rasa sakit kepada pasien dan menyebabkan mata buta yang menyakitkan.

% % +7

Karena itu( dilakukan dengan :ara menghan:urkan badan siliar dengan :y:lo:ryotherapy mengarah pada mengurangi pembentukan :airan akuos( menurunkan tekanan intraokular dan memperbaiki rasa sakit.. 5aranya terlebih dahulu menginjeksikan obat anestesi dibawah permukaan retrobulbar dan in,eksi ! :ylocain9 melingkar dan men:embung dari retina =:ryo%probe> dengan diameter 6 mm( dilakukan langsung pada permukaan konjungti?a utuh( pusat ujung menjadi 6 mm dari limbus( selama $ menit pada suhu sekitar%-# T sampai %-7 T( se:ara langsung di atas tubuh :iliary. Dalam semua kasus( probe diaplikasikan sedemikian rupa sehingga margin es%kawah menyentuh satu sama lain pada setiap aplikasi( dan aplikasi yang diberikan di sekeliling limbus( ke:uali dalam dua belas pertama matanya di mana ia diterapkan di bagian atas saja. Setelah :ryosurgery mata yang empuk selama "6 jam( dengan menggunakan salep mata chloromphenical yang kemudian dilanjutkan 6 kali sehari. idak ada obat anti%inflamasi digunakan baik se:ara lokal atau sistemik. 4anya analgesik diberikan. Pas:a%operasi tekanan intraokular diperiksa setelah "6 jam( pada hari ke 9( hari ke $6( - minggu dan + bulan setelah operasi. Keunggulan melakukan :y:lo:ryotherapy karena memiliki keunggulan :y:lodiathermy suhu subfreeDing kurang merusak struktur lain mata( dapat dengan aman diulang beberapa kali( dapat dilakukan sebagai prosedur rawat jalan.

:+ Lase' Pada teknik laser( operator akan mengarahkan sebuah lensa pada mata kemudian sinar laser diarahkan ke lensa itu yang akan memantulkan sinar ke mata. Risiko yang dapat terjadi pada teknik ini yaitu tekanan intraokuler yang meningkat sesaat setelah operasi. )amun hal tersebut hanya berlangsung untuk sementara waktu. 0eberapa tindakan operasi yang laDim dilakukan adalah !

% % +-

a>. ;aser #ridektomy eknik ini biasa digunakan sebagai terapi pen:egahan yang aman dan efektif untuk glaukoma sudut tertutup. Dilakukan dengan membuat :elah ke:il di iris perifer dan mengangkat sebagian iris yang menyebabkan sempitnya sudut bilik mata depan. 0eberapa keadaan yang tidak memungkinkan dilakukannya laser iridektomy( diantaranya kekeruhan kornea( sudut bilik mata depan yang sangat sempit dengan jaringan iris yang sangat dekat dengan endotel kornea( penderita yang pernah menjalani operasi ini sebelumnya namun gagal dan pada penderita yang tidak bisa diajak bekerja sama.

Gambar : Laser iridektomi.

Pada umumnya komplikasi yang terjadi pada laser iridektomi meliputi kerusakan lokal pada lensa dan kornea( ablasio retina( pendarahan( gangguan ?isus dan tekanan intra okular meningkat. Kerusakan lensa dihindari dengan :ara menghentikan prosedur dan segera penetrasi iris untuk iridektomi lebih ke superior iris perifer b>. ;aser &eripheral #ridotomy =,PI> Dilakukan pada glaukoma sudut tertutup. Pada teknik ini dibuat lubang ke:il di iris perifer sehingga iris terdorong ke belakang lalu sudut bilik mata depan akan terbuka.

% % +9

Sumber ! http!CCwww.medrounds.orgCglau:oma%guideC"##-C$"Cse:tion%1%d% treatment%of%a:ute%angle.html

:>. ;aser %rabeculoplasty Dilakukan pada glaukoma

sudut terbuka. Sinar laser =biasanya argon> ditembakkan ke anyaman trabekula sehingga sebagian anyaman mengkerut. Kerutan ini dapat mempermudah aliran keluar :airan a3uos. Pada beberapa kasus( terapi medikamentosa tetap diperlukan. ingkat keberhasilan

dengan /rgon laser trabe:uloplasty men:apai 97;. Karena adanya proses penyembuhan luka maka kerutan ini hanya akan bertahan selama " tahun.
Sumber ! http!CCwww.palopti:lub.:omC?bCshowthread.phpUtV"1$$

d>. <eodymium! &/8 laser :y:lophoto:oagulation =&/8 5P> eknik ini digunakan pada glaukoma sudut tertutup. 5aranya dengan merusak sebagian :orpus siliar sehingga produksi :airan a3uos berkurang.

% % +.

Sumber ! http!CCbiomed.brown.eduC5oursesC "##-%$#.websitesCgroup#"glau:oma.html 2+1:+ /. 0. Kom)li&asi Sinekia anterior perifer Iris perifer melekat pada jalinan trabekel dan menghambat aliran mata keluar. Katarak ,ensa kadang%kadang melekat membengkak( dan bisa terjadi katarak. ,ensa yang membengkak mendorong iris lebih jauh kedepan yang akan menambah hambatan pupil dan pada gilirannya akan menambah derajat hambatan sudut. 5. buruk. /trofi retina dan saraf optik Daya tahan unsure%unsur saraf mata terhadap tekanan intraokular yang tinggi adalah erjadi gaung glaukoma pada pupil optik dan atrofi retina( terutama pada lapisan sel%sel ganglion.$#($$

2+1;+

/'o,nosis anpa pengobatan( glaukoma dapat mengakibatkan kebutaan total. /pabila

obat tetes anti glaukoma dapat mengontrol tekanan intraokular pada mata yang belum

% % +1

mengalami kerusakan glaukomatosa luas( prognosis akan baik. /pabila proses penyakit terdeteksi dini sebagian besar pasien glaukoma dapat ditangani dengan baik $("

7A7 ... KE%.M/ULA0

% % 6#

8laukoma merupakan sekelompok penyakit neuroopti: yang menyebabkan kerusakan serat optik =neuropati optik>( yang ditandai dengan kelainan atau atrofi papil ner?us opti:us yang khas( adanya ekska?asi glaukomatosa( serta kerusakan lapang pandang dan biasanya disebabkan oleh efek peningkatan tekanan intraokular sebagai faktor resikonya. 5amera o::uli anterior =5*/> dan produksi humor a3uous merupakan struktur penting dalam hubungannya dengan pengaturan tekanan intraokuler. 5amera o::uli anterior dibentuk oleh persambungan antara kornea perifer dan iris. 0agian mata yang penting dalam glaukoma adalah sudut filtrasi. Sudut filtrasi ini berada dalam limbus kornea. 0agian terpenting dari sudut filtrasi adalah trabekula iga Proses Produksi 4umor /3uous oleh pro:. 5iliar =epitel :iliar> yaitu! ransport aktif =sekresi>( ultrafiltrasi dan difusi. 4umor akuous keluar dari 5amera o::uli anterior melalui dua jalur kon?ensional =jalur trabekula> dan jalur u?eosklera =jalur non trabekula>. 8laukoma sekunder adalah glaukoma yang diketahui penyebabnya. Dapat disebabkan atau dihubungkan dengan keadaan%keadaan atau penyakit yang telah diderita sebelumnya atau pada saat itu( yang dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intaokuler. 8laukoma sekunder dibagi dua ! 8laukoma Sekunder sudut 8laukoma Sekunder Sudut erbuka. Pemeriksaan penunjang ! pemeriksaan ?isus( pandang( *ftalmoskopi( onografi( onometri( 8enioskopi( ,apang ertutup dan

es pro?okasi. Penatalaksaan 8laukoma dapat

melalui erapi Medikamentosa( indakan Pembedahan dan dapat juga erapi ,aser.

DAFTAR /U%TAKA

% % 6$

$. Ilyas S. 8laukoma dalam ilmu penyakit mata. 'd +. 5etakan ke 6. Iakarta! 0alai Penerbit 2KUI< "##9 ". Aaughan D8( '?a RP( /sbury . *ftalmologi Umum. 'disi $6. Jidya Medika. Iakarta. "###. +. Ilyas S. Kedaruratan Dalam Ilmu Penyakit Mata. 0alai Penerbit 2KUI. Iakarta. 6. http!CCwww.ahaf.orgCglau:omaCaboutCglabout.html /::esed $# )o?ember "#$# 7. http!CCwww.mattaLneuprater.:omCglosary.html /::esed $# )o?ember "#$# -. Iames 0( 5hew 5( 0ron /. Anatomi *alam O<talmolo,i. 'disi IS. 'rlangga. Iakarta "##-<$%$9 9. /meri:an /:ademy of *phthalmology ! 0asi: and :lini:al s:ien:e :ourse "##+ % "##6. .. )ingrum. 8laukoma )eo?askular. W*nlineX "#$#. /::esed $# )o?ember "#$#. ersedia dari. http!CCningrumwahyuni.wordpress.:omC"##1C#-C"1Cglaukoma% neo?askuler.html 1. Setiawan /.Glu&oma. Wserial onlineX. /?ailable from! UR,! http!CCfkuii.org . /::esed $# )o?ember "#$#. $#. http!CCbiomed.brown.eduC5oursesC0I$#.C"##-$#.websitesCgroup#"glau:omaCglau :oma.htmlYglau:oma ./::esed $# )o?ember "#$# $$. )urilhidayat /. 8laukoma. W*nlineX "#$#. ersedia dari. http!CCwww.s:ribd.:omCdo:C+1--.9+"Cglaukoma /::esed $# )o?ember "#$#. $". Kanski II. he 8lau:omas( in 5lini:al *phthalmology hird edition. 0utterworth 4eineann. ,ondon. $116< "++%"91 $+. 8erhard K,( *s:ar( 8abriele( Doris( Peter. *phtalmology a short teLtbook. Se:ond edition. hieme Stuttgart ! )ew &ork. "##9. $6. Khaw P ( 'lkington /R. /5 *f 'yes. 'disi ke%6. 0MI 0ook! ,ondon."##7 $7. Aegan. Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang 8laukoma. W*nlineX "#$#. ersedia dari http!CCdr?egan.wordpress.:omC"#$#C#9C+$Cdiagnosis%dan% pemeriksaan%penunjang%glaukomaC /::esed $# )o?ember "#$#

% % 6"