Anda di halaman 1dari 22

Referat

GLAUKOMA KONGENITAL DAN PENANGANANNYA


Oleh : Maryamah 0907101010122

Pembimbing : dr. Firdalena Meutia, M. Kes, Sp. M

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Glaukoma
neuropati optik kronik yang dapat ditandai oleh: 1. Pencekungan (cupping) diskus optikus, 2. Pengecilan lapangan pandang, dan 3. Peninggian TIO

Latar Belakang
Glaukoma
1. Glaukoma primer 2. Glaukoma kongenital 3. Glaukoma sekunder 4. Glaukoma absolut

Latar Belakang
Glaukoma Kongenital

terjadi karena saluran pembuangan tidak terbentuk dengan baik atau bahkan tidak terbentuk sama sekali.

glaukoma yang paling sering terjadi pada anak dan merupakan penyebab penting kebutaan pada anak.

TINJAUAN PUSTAKA

Anatomi dan Fisiologi Aqueous Humor

Aqueous humor di produkdi oleh corpus siliaris Trabecular outflow aliran utama dari AH (90% dari total) mengalir dari bilik anterior kanalis schlemm vena episcleral dan vena konjungtiva sinus kavernosus Uveosclereal outflow aliran kedua dari AH (5-10% dari total) mengalir dari bilik anterior musculus siliaris & rongga supakoroidal vena-vena di korpus siliaris, koroid, dan sklera.

Anatomi dan Fisiologi Aqueous Humor


Aqueous humor 2-3 L/menit oleh badan siliaris bilik anterior sebanyak 250 L serta bilik posterior 60 L. Fungsi aqueous humor: 1. Memberi nutrisi (berupa glukosa & asam amino) kepada jaringan-jaringan mata di segmen anterior (lensa, kornea, dan anyaman trabekular). 2. Menjaga kestabilan TIO. 3. Media transmisi cahaya ke jaras penglihatan.

Definisi Glaukoma Kongenital


Glaukoma yang terjadi pada bayi atau anak-anak terjadi akibat penutupan bawaan dari sudut iridokorneal oleh suatu membran yang dapat menghambat aliran dari humor aqueous sehingga dapat meningkatkan tekanan intra okuler.

Kondisi ini progresif dan biasanya bilateral dan dapat merusak saraf optik.

Epidemiologi
Terjadi 1:10000 kelahiran 60 % didiagnosis pada umur 6 bulan 80 % pada tahun pertama kehidupan Kira-kira 65 % penderita adalah lakilaki 70 % kasus bersifat bilateral

Etiologi

Kelainan akibat terdapatnya membran kongenital yang menutupi sudut bilik mata pada saat perkembangan bola mata, kelainan pembentukan kanalis schlemm dan saluran keluar cairan mata yang tidak sempurna terbentuk. Berhubungan dengan penyakit kongenital lainnya. Seperti including Sturge-Weber syndrome, neurofibromatosis, Lowe syndrome, Pierre Robin syndrome/sequence, Marfan syndrome, homocystinuria, aniridia, Axenfeld anomaly, dan Reiger syndrome.

Faktor Resiko
Riwayat anggota keluarga yang terkena glaukoma Obat-obatan Riwayat trauma (luka kecelakaan pada mata)

Patofisiologi
Glaukoma Kongenital Terhentinya pertumbuhan struktur sudut iridokorneal Iris mengalami hipoplasia dan berinsersi ke permukaan trabekula sehingga jalinan trabekula terhambat Aliran aqueous humor terganggu TIO >> mendesak dinding bola mata bayi yang masih lentur Corneal haze Fotofobia Epifora Optic Disc Cupping Sklera menipis dan kornea melebar & keruh Bufthalmo s Ruptur Membran Descement Haabs striae

Blefarospame

Manifestasi Klinis
Karakteristik dari glaukoma kongenital mencakup tiga tanda klasik pada bayi baru lahir, yaitu: - Epifora Trias klasik - Fotofobia - Blefarospasme - Bufthalmos - Pengurangan kilau kornea - Pupil tidak berespon cahaya

Glaukoma Kongenital

Epifora

Bufthalmos

Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang

- Pemeriksaan mata luar - Tajam penglihatan - Tonometri - Gonioskopi - Ofthalmoskopi - Ultrasonografi

Diagnosis Banding
Megalokornea Gejala sisa dari truma obstetrik (ekstraksi forceps) dengan sobeknya membran Descement secara vertikal dan menyeluruh. Obstruksi duktus nasolakrimal kongenital Gangguan metabolik yang menyebabkan kekeruhan kornea oleh karena penumpukan metabolit (cystinosis, mukopolisakaridosis). Distrofi kornea primitif (congenital hereditary endothelial dystrophy)

Penatalaksanaan

Glaukoma pada bayi ditangani melalui operasi dan pengobatan. Tehnik operasi yang banyak lakukan yaitu: Goniotomy kornea jernih Trabeculotomy kornea keruh Trabeculectomy Cyclodestructif dengan laser

Komplikasi
-

Kebutaan yang berat Fotofobia Hiperlakrimasi Blefarospasme Ambliopya (mata malas) Ablatio retina Astigmatisme

Prognosis
Prognosis paling baik pada bayi dengan operasi trabekulodisgenesis antara umur 2 8 bulan.
Prognosis buruk pada bayi dengan peningkatan TIO dan kekeruhan kornea pada saat lahir serta pada bayi yang terlambat terdiagnosis sehingga terlambat memperoleh penanganan.

Terima Kasih
dr. Fidalena Meutia, M.Kes, Sp. M