Anda di halaman 1dari 17

Apa itu serviks ?

Serviks ( Mulut Rahim )

Serviks ( mulut rahim ) adalah daerah yang menhubungk an rahim dengan vagina

DEFINISI
Leher rahim adalah bagian paling bawah dari rahim. Leher rahim merupakan ujung atau muara dari liang senggama atau vagina. Dapat dijelaskan juga bahwa leher rahim menghubungkan antara rahim dan vagina Leher rahim (Serviks) normal yang tanpa adanya lesi kanker atau pra kanker(cairan keputihan) yang terdiri dari jaringan skuamous yang normal.

Kanker serviks adalah penyakit tumor ganas yang menyerang mulut rahim (serviks) yang disebabkan oleh HPV (Human Papilloma Virus)

Seberapa mematikannya Kanker Mulut Rahim ?

Menurut WHO, TIAP TAHUN DI SELURUH DUNIA 490.000 perempuan didiagnosis menderita kanker serviks 240.000 diantaranya meninggal, 80% terjadi dinegara berkembang

Di INDONESIA Setiap Hari Setiap Hari

41 Kasus Baru 20 kematian

EPIDEMIOLOGI Menurut WHO, tiap tahun di seluruh dunia 490.000 perempuan didiagnosis menderita kanker serviks 240.000 diantaranya meninggal, 80% terjadi dinegara berkembang. Di indonesia jumlah kanker serviks terbaru adalah 100 per 100.000 penduduk per tahun, setiap hari 41 kasus baru dan 20 kematian. Data yang di peroleh dari catatan Rumah Sakit Dr. Wahidin Sudirohusodo yang tergabung dalam rekam medik menujukkan bahwa jumlah penderita kanker serviks masih sangat banyak terjadi, dimana pada tahun 2008 terdapat 220 kasus dimana kasus baru atau pasien baru 98 kasus, pasien lama 122 kasus. Tahun 2009 sebanyak 172 kasus dengan pasien baru 91 kasus, pasien lama 81 kasus.

Apa penyebab terjadinya kanker Leher rahim ?

Hubungan Seksual yang tidak sehat

Non Seksual (ibu bayi, alat medis, toilet umum)


HUMAN PAPILOMA VIRUS

Penyebab kanker serviks


Penyebab utama kanker leher rahim adalah infeksi Himan Papiloma Virus(HPV) tipe 16 dan 18. 138 jenis HPV sudah di identifikasi yang 40 diantaranya dpat ditularkan lewat hubungan seksual. Tidak semua HPV menyebabkan kanker, tetapi beberapa tipe dapat memiliki resiko tinggi kanker. Jika terinfeksi HPV ada 2 Kemungkinan yang terjadi yaitu : 1. 80% akan bersih dengan sistem kekebalan tubuh 2. 10-20% berkemungkianan menjadi infeksi persisten (menetap ) yang dapat menyebabkan kanker serviks

Keputihan yang banyak dan berbau

Nyeri Pinggang atau nyeri pada saat bersenggama

Pada kebanyakan wanita tidak menunjukan gejala !!!!!!

Gejala
Keputihan merupakan gejala yang paling sering ditemukan,berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. Perdarahan yang abnormal :
Perdarahan setelah melakukan hubungan intim Perdarahan diluar waktu haid Perdarahan sesudah menopause.

Rasa nyeri karena adanya infeksi

Wanita Usia Produktif

Melahirkan > 3 anak

Menikah usia dini

Gonta ganti pasangan

Merokok

Pria yang tidak disunat

Faktor Resiko
Wanita berusia di atas 40 tahun rentan terkena kanker serviks ( usia produktif ) Hubungan seksual pertama kali pada usia dini (< 16 tahun) Wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali ( multiparitas ) dengan Jarak persalinan terlalu dekat Hygiene seksual yang jelek ( Membersihkan alat genital dengan air tidak bersih ) Sering berganti-ganti pasangan ( Sex Bebas ) Merokok (daya tahan tubuh lemah) Penyakit kelamin dan infeksi virus sebelumnya. Berhubungan seks dengan laki-laki yang tidak disunat.

Apa yang dilakukan jika menemukan gejala tersebut ?

Pemeriksaan IVA

Segera Periksakan diri anda ke dokter.


Pemeriksaan PAP-Smear

Pemeriksaan Penunjang
Pada dasarnya prinsip pemeriksaan IVA dan Pap-smear adalah sama, namun bedanya pada pemeriksaan IVA hasilnya langsung dilihat beberapa menit setelah pemeriksaan, sedangkan pap-smear harus menunggu 5-10 hari untuk mengetahui hasil yang pasti. Pemeriksaan IVA (visual asam asetat) Dilakukan pada saat tidak menstruasi. Tidak melakukan hubungan seksual 2-3 hari sebelumnya Tidak melakukan bilas vagina sebelum pemeriksaan. Pap smear pap smear dilakukan setelah 3 tahun hubungan seks pertama. Usia 21-65 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan setiap tahun sekali

Vaksin HPV Rutin melakukan deteksi dini. Rutin Olah Raga

Makan makanan yang bergizi

Setia Pada Pasangan

PENCEGAHAN
Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim. Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks. Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun. Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks. Hindari berhubungan seks dengan banyak partner. Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau. Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV. Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.

Setiap Detik. Setiap Menit Setiap Jam Setiap Hari Terdapat Wanita di Indonesia Meninggal Dunia Akibat Kanker Serviks Ayo kenali secara dini gejala dan tanda dari kanker serviks !!!