Anda di halaman 1dari 3

TEKNOLOGI UNTUK PEMBERDAYAAN PERDESAAN DI INDONESIA

Oleh 1. Prof Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja 2. Dr. Ir. Son Diamar, MSc. Pada Kesempatan kali ini kuliah umum Studium Generale diisi oleh kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat, Prof Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, DEA yang juga sempat menjadi dosen di Teknik Geologi ITB. Pembicara lainnya yaitu Dr. Ir. Son Diamar, MSc. Seperti yang telah kita ketahui bahwa demokrasi adalah suatu kebebasan untuk mengutarakan pendapat didepan umum. Demokrasi terjadi disemua level masyarakat bukan hanya yang kita sering lihat yaitu di TV atau yang lainnya. Dalam tatanan pemerintahan kita, unit terkecil dari pemerintahan Indonesia adalah desa, dan demokrasi yang sesungguhnya terjadi sampai pada tahap iatau level ini. Tetapi terdapat masalah, bahwa tuntutan dari kepala desa minimal anggaran adalah 10% dari APBD. Jawa Barat memiliki kabupaten/kota sebanyak 27 dengan luas provinsi 3.7 juta Ha, jumlah penduduk 244 juta jiwa (sepuluh kali penduduk Singapura), memiliki 11.2 juta rumah tangga dengan rataan jumlah anak dua hingga tiga orang. Dari jumlah tersebut 50% kepala keluarganya berpendidikan SD, 32% tidak melanjutkan ke SMA karena tidak mampu. Angka partisipasi ke perguruan tinggi hanya 15%. Dalam waktu sepuluh tahun ke depan jumlah lansia dan balita akan sama. Hal ini menjadi masalah, bagaimana nantinya agar sumber daya manusia yang ada ini dapat produktif. Penduduk miskin dan pengangguran masih cukup banyak jumlahnya, serta masih rendahnya daya beli masyarakat terutama di perdesaan. Ketahanan pangan di tingkat rumah tangga perdesaan masih sangat lemah dengan masih tingginya rumah tangga miskin, yaitu mencapai sekitar 2.26 juta rumah tangga atau 19.8 persen dari total rumah tangga di Jawa Barat pada tahun 2008 . Jumlah rumah tangga miskin tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2007 yang berjumlah 3.31 juta. Kondisi ekonomi masyarakat perdesaan yang umumnya mengandalkan kehidupannya dari pertanian, hingga saat ini masih sangat memprihatinkan. Permasalahn kemikinan inilah yang sampai sekarang menjadi permasalahn pokok di negara kita. Dalam mengatasi permasalahn di atas akan dilakukan beberapa strategi khusus yang diharapkan akan mengurangi sedikit demi sedikit permasalahan tersebut. Misalnya saja yaitu dalam mengatasi permasalahan di atas, maka dalam konteks pembangunan otonomi diperlukan suatu strategi pembangunan secara terpadu dan terintegrasi dalam

kerangka kewilayahan dengan strata wilayah/pemerintahan yang terendah adalah desa. Dengan demikian, implementasi kebijakan pembangunan daerah hendaknya senantiasa berada dalam ramburambu kebutuhan desa/wilayah yang bersifat holistik dan terintegrasi secara lintas sektor (Bappeda Prov. Jawa Barat, 2009a). Bappeda Provinsi Jawa Barat telah merancang suatu terobosan pembangunan yang dikenal dengan program Desa Membangun, yaitu suatu pengembangan model pemberdayaan masyarakat dan aparat desa dalam mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera. Model ini merupakan suatu intervensi pembangunan desa yang dipandang dapat mempercepat pembangunan Jawa Barat secara keseluruhan dan berkelanjutan. Penantaan konteks ekonomi sampai pada level pedesaan sangat dibutuhkan, karena walau bagaimanapun des merupakan elemen dalam pemerintahan. Sumberdaya daya harus dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan kondisi spesifiknya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat juga dapat berperan aktif untuk mengajukan gagasan, pembangunan, pengadaan infrastruktur kepada pemerintah. Hal ini dapat disampaikan melaluirkpdajabaronline. Seperti yang telah kita ketahui bahwa selain kekayaan alam yang sangat besar, Indonesia juga menjadi jalur perdagangan strategis. Terdapat beberapa selat strategis di negeri kepulauan ini yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, dan Selat Lombok, dan Selat Makasar yang dilalui arus perdagangan. Perubahan paradigma perdagangan global mendukung Indonesia sebagai jalan tengah jalur industri berdasarkan UU 17/2007 RPJP. Indonesia bisa menjadi pusat industri dunia. Melihat potensi tersebut berpeluang sangat besar agar negara Indonesia benar-benar menjadi negara yang maju. Potensi tersebut harus bisa kita manfaatkan sebaik mungkin dari segi SDA ataupun SDM yang kita miliki. Bukan tidak mungkin ketika kita berhasil mengoptimalkan apa yang kita miliki maka negara Indonesia ini kan menjadi salah satu negara yang maju di dunia. Untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada memang bukan hal yang mudah, membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk hal tersebut. Pada umumnya terdapat lima hal yang menjadi penghambat kemajuan yaitu: Indonesia adalah negara dengan modal yang sulit, sumber daya alam diobral untuk pemodal, keuangan negara tidak untuk riil fragmental, politik-rekrutmen, dan ekonomi. Hal-hal seperti itulah yang selama ini menjadi permasalahn kenapa sampai sekarang negara kita masih belum bisa memanfaatkan secara optimal segala potensi yang ada. Membangun desa adalah dengan memperbaiki sistem. Sistem yang mendukung desa dengan adanya pengadaan modal, pengadaan tenaga ahli, pengakuan hak adat, penyuluh usaha, dan penyediaan insfrastruktur yang berkualitas.

Resume ke-12 KU 4078 STUDIUM GENERALE TEKNOLOGI UNTUK PEMBERDAYAAN PERDESAAN DI INDONESIA Pembicara : 1. 2. Nama NIM Prodi No. HP Prof Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja Dr. Ir. Son Diamar, MSc. : Muhammad Najib : 12011035 : Teknik Geologi : 085732254878

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013