Anda di halaman 1dari 81

KOMUNIKASI DALAM PROFESI DOKTER

KULIAH PENGANTAR
OLEH H. MUKARTO SISWOYO, DRS., M.Si

BELIEF IT OR NOT !!!


BAHWA : DARI SEMUA PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG ANDA MILIKI, PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN YANG MENYANGKUT KOMUNIKASI TERMASUK DI ANTARA YANG PALING PENTING DAN BERGUNA!!!

Manfaat Komunikasi Dalam Bidang Medis.


Apakah Komunikasi mempunyai sesuatu manfaat bagi dunia kedokteran?Dalam setiap hubungan interpersonal terjadilah komunikasi. Ada corak komunikasi yang efektif tetapi ada pula komunikasi yang sama sekali tidak produktif apalagi kondusif.

Di masa lampau atau mungkin sebagian masih berlaku sampai sekarang juga - ilmu pengobatan allopatik dalam penanganan suatu kasus penyakit terdapat pola pikirFind it and fix it. Yaitu pada tahap prognosis mengamati simtomsimtomnya dan kemudian memikirkan metode penanganannya..

Secara keseluruhan agak mirip dengan pekerjaan seorang montir elektronik. Padahal yang dihadapi para dokter ialah manusia yang memiliki tiga matra dalam jatidirinya yaitu matra fisik,kejiwaan dan spiritual

Untuk penanganan penyakit-penyakit yang jelas-jelas bersifat fisikal tentunya tidak memerlukan Komunikasi Empati. Kalau kaki pasien patah yang diperlukan pertama-tama ialah selembar foto rontgen dan kemudian diperlukan bilah supaya kaki itu dapat disalut gipsum.Untuk mules-mules saja sudah diperlukan informasi tambahan tentang kondisi psikologis pasien.

Mungkin saja benar hal itu hanya akibat kontaminasi bakteri E.Coli biasa atau gejala flatulensi biasa akibat ekskresi getah lambung berlebihan karena kerap makan terlambat. Tetapi mungkin saja ada sebab kejiwaan,misalnya karena stress menghadapi suatu persoalan yang pelik dan belum lagi terpikirkan bagaimana cara pemecahannya.

KOMUNIKASI DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


Komunikasi Intrapribadi
Tujuan : berpikir, menalar, menganalisis, merenung

Komunikasi Antarpribadi
Tujuan : mengenal, berhubungan, mempengaruhi, bermain, membantu

Komunikasi Dgn Kelompok kecil


Tujuan : Berbagi informasi, mengembangkan gagasan, memecahkan masalah, membantu

Komunikasi Dlm Suatu Organisasi Formal Tujuan :


Meningkatkan produktivitas, membangkitkan semangat kerja, memberi informasi, meyakinkan

Komunikasi Terbuka (kom dari pembicara kpd publik)


Tujuan : Memberi informasi, meyakinkan, menghibur

Komunikasi Antarbudaya

Tujuan : Mengenal, berhubungan, mempengaruhi, bermain, membantu

- Komunikasi Massa
Tujuan : Menghibur, meyakinkan (mengukuhkan, mengubah, mengaktifkan), memberi informasi, mengukuhkan status, membius, menciptakan rasa persatuan

JADI : APA SIH KOMUNIKASI ITU ??


Pengertian Komunikasi Kata komunikasi berasal dar bahasa Latin, communis yang berarti sama. Dlm proses komunikasi, pengirim (komunikator) menetapkan suatu kesamaan (commonness) dgn penerima (komunikan). Yang disamakan adl simbol-simbol informasi

Jadi, komunikasi dpt didefinisikan :


Penyampaian informasi dan pengertian dgn menggunakan tanda-tanda yang sama (Gibson, dkk, 1989:436). Atau : Komunikasi adl proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima dgn harapan dapat dimengerti dan diperoleh balikan (feedback) sehingga terjadi pengertian bersama.

DASAR-DASAR KOMUNIKASI EFEKTIF

Defenisi Komunikasi
Sebuah proses penyampaian pikiran atau informasi dari seseorang kepada orang lain melalui suatu cara tertentu sehingga orang lain tersebut mengerti betul apa yang dimaksud oleh penyampai pikiran-pikiran atau informasi. (Komaruddin, 1994;Schermerhorn, Hunt & Osborn, 1994; Koontz & Weihrich, 1988)

Proses komunikasi
Komunikasi dapat efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindaklanjuti dengan sebuah perbuatan oleh penerima pesan dan tidak ada hambatan untuk hal itu (Hardjana, 2003).

O dia mengerti

Umpan balik

Ya, saya mengerti

Decoding

KOMUNIKATOR

PESAN

Encoding

SALURAN

KOMUNIKAN

Gangguan

UNSUR KOMUNIKASI
1. 2. 3. 4. 5. Sumber/komunikator Isi pesan Media/saluran Penerima/komunikan Feedback

SUMBER Sumber (yang menyampaikan informasi). Siapa dia? Seberapa luas/dalam pengetahuannya tentang informasi yang disampaikannya?

Isi pesan (apa yang disampaikan). Panjang pendeknya, kelengkapannya perlu disesuaikan dengan tujuan komunikasi, media penyampaian, penerimanya

Media yang digunakan. Apakah hanya berbicara? Apakah percakapan dilakukan secara tatap muka atau melalui telepon, menggunakan lembar lipat, buklet, vcd, peraga).

Penerima (yang diberi informasi). Bagaimana karakternya? Apa kepentingannya? (langsung, tidak langsung). Feedback (umpan balik), yaitu respon dari komunikan yang timbul oleh karena adanya stimulus (pesan)

Sejalan dengan keterampilan yang termuat dalam empat unsur ditambah umpan balik tersebut, diperlukan kemampuan dalam hal-hal berikut: 1. 2. 3. 4. Cara berbicara, Mendengar Cara mengamati Menjaga sikap selama berkomunikasi dengan pasien (bahasa tubuh) agar tidak mengganggu komunikasi

Menurut Kurzt (1998), dalam dunia kedokteran ada dua pendekatan komunikasi yang digunakan:
1. Disease centered communication style atau doctor centered communication style. 2. Illness centered communication style atau patient centered communication style.

Disease centered communication style Komunikasi berdasarkan kepentingan dokter dalam usaha menegakkan diagnosis, termasuk penyelidikan dan penalaran klinik mengenai tanda dan gejala-gejala.

Illness centered communication style Komunikasi berdasarkan apa yang dirasakan pasien tentang penyakitnya yang secara individu merupakan pengalaman unik. Di sini termasuk pendapat pasien, kekhawatirannya, harapannya, apa yang menjadi kepentingannya serta apa yang dipikirkannya

Keberhasilan komunikasi antara dokter dan pasien melahirkan kenyamanan dan kepuasan bagi kedua belah pihak menciptakan satu kata tambahan bagi pasien yaitu empati.

Empati itu sendiri dapat dikembangkan apabila dokter memiliki ketrampilan mendengar dan berbicara yang keduanya dapat dipelajari dan dilatih. Bylund & Makoul (2002) mengembangkan 6 tingkat empati yang dikodekan dalam suatu sistem (The Empathy Communication Coding System(ECCS) Levels)

Level 0: Dokter menolak sudut pandang pasien Mengacuhkan pendapat pasien

Mis :Membuat pernyataan yang tidak menyetujui pendapat pasien seperti Kalau stress ya, mengapa datang ke sini? Atau Ya, lebih baik operasi saja sekarang.

Level 1: Dokter mengenali sudut pandang pasien secara sambil lalu Mis :dokter berkata A ha, tapi dokter mengerjakan hal lain: menulis, membalikkan badan, menyiapkan alat, dan lain-lain

Level 2: Dokter mengenali sudut pandang pasien secara implisit Mis : Pasien, Pusing saya ini membuat saya sulit bekerja Dokter, Ya...? Bagaimana bisnis Anda akhir-akhir ini?

Level 3: Dokter menghargai pendapat pasien Mis : Anda bilang Anda sangat stres datang ke sini? Apa Anda mau menceritakan lebih jauh apa yang membuat Anda stres?

Level 4: Dokter mengkonfirmasi kepada pasien Mis : Anda sepertinya sangat sibuk, saya mengerti seberapa besar usaha Anda untuk menyempatkan berolah raga

Level 5: Dokter berbagi perasaan dan pengalaman (sharing feelings and experience) dengan pasien. Mis : Ya, saya mengerti hal ini dapat mengkhawatirkan Anda berdua.Beberapa pasien pernah mengalami aborsi spontan, kemudian setelah kehamilan berikutnya mereka sangat, sangat, khawatir

Dari sekian banyak tujuan komunikasi maka yang relevan dengan profesi dokter adalah:

TUJUAN DAN MANFAAT


TUJUAN : (1) Memfasilitasi terciptanya pencapaian tujuan kedua pihak (dokter dan pasien). (2) Membantu pengembangan rencana perawatan pasien bersama pasien, untuk kepentingan pasien dan atas dasar kemampuan pasien, termasuk kemampuan finansial. (3) Membantu memberikan pilihan dalam upaya penyelesaian masalah kesehatan pasien. (4) Membimbing pasien sampai pada pengertian yang sebenarnya tentang penyakit/masalah yang dihadapinya.

Tujuan dari komunikasi efektif antara dokter dan pasiennya adalah untuk mengarahkan proses penggalian riwayat penyakit lebih akurat untuk dokter, lebih memberikan dukungan pada pasien, dengan demikian lebih efektif dan efisien bagi keduanya (Kurtz, 1998).

MANFAAT 1. Meningkatkan kepuasan pasien dalam menerima pelayanan medis dari dokter atau institusi pelayanan medis. 2. Meningkatkan kepercayaan pasien kepada dokter yang merupakan dasar hubungan dokter-pasien yang baik. 3. Meningkatkan keberhasilan diagnosis terapi dan tindakan medis. 4. Meningkatkan kepercayaan diri dan ketegaran pada pasien fase terminal dalam menghadapi penyakitnya.

APLIKASI KOMUNIKASI DLM PRAKTEK DOKTER


Aplikasi definisi komunikasi dalam interaksi antara dokter dan pasien di tempat praktik diartikan tercapainya pengertian dan kesepakatan yang dibangun dokter bersama pasien pada setiap langkah penyelesaian

Ada empat langkah yang terangkum dalam satu kata untuk melakukan komunikasi, yaitu SAJI (Poernomo, Ieda SS, Program Family Health Nutrition, Depkes RI, 1999). S = Salam A = Ajak Bicara J = Jelaskan I = Ingatkan

Contoh sikap dokter ketika menerima pasien:


- Menyilakan masuk dan mengucapkan salam. - Memanggil/menyapa pasien dengan namanya. - Menciptakan suasana yang nyaman (isyarat bahwa punya cukup waktu, menganggap penting informasi yang akan diberikan, menghindari tampak lelah). -

Memperkenalkan diri, menjelaskan tugas/perannya (apakah dokter umum, spesialis, dokter keluarga, dokter paliatif, konsultan gizi, konsultan tumbuh kembang, dan lain-lain).

- Menilai suasana hati lawan bicara - Memperhatikan sikap non-verbal (raut wajah/mimik, gerak/bahasa tubuh) pasien - Menatap mata pasien secara profesional yang lebihterkait dengan makna menunjukkan perhatian dan kesungguhan mendengarkan.Memperhatikan keluhan yang disampaikan tanpa melakukan interupsi yang tidak perlu.

- Apabila pasien marah, menangis, takut, dan sebagainya maka dokter tetap menunjukkan raut wajah dan sikap yang tenang. Melibatkan pasien dalam rencana tindakan medis selanjutnya atau pengambilan keputusan. - Memeriksa ulang segala sesuatu yang belum jelas bagi kedua belah pihak.

- Melakukan negosiasi atas segala sesuatu berdasarkan kepentingan kedua belah pihak. - Membukakan pintu, atau berdiri ketika pasien hendak pulang.

Komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertntu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.

Ada 5 unsur dalam Proses Komunikasi :


Yaitu : 1. Pengirim pesan (komunikator) 2. Pesan 3. Jalur (medium) 4. Penerima (komunikan), dan 5. Umpan balik (feedback)

Komunikasi efektif:
Adl tercapainya kesepahaman dan kesepakatan ( Kincaid, 1981: 53-78)

Proses komunikasi
Latar belakang Gangguan (NOISE) Latar belakang

Pengirim
Penyandian

Pesan
Saluran

Penerima penginterpretasian

Balikan

Gangguan
Lingkungan Lingkungan

TIGA MACAM GANGGUAN KOMUNIKASI


MACAM
FISIK

DEFINISI
Interferensi dgn transmisi fisik isyarat atau pesan lain Interferensi kognitif atau mental

CONTOH
Desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, kacamata Prasangka dan bias pd sumber-penerima, pikiran yang sempit

Psikologis

Semantik

Pembicara dan pendengar memberi arti yang berlainan

Orang berbicara dgn bahasa yg berbeda, menggunakan jargon atau istilah yg terlalu rumit yg tdk dipahami pendengar

Unsur-unsur Komunikasi
A. Komunikator Yaitu seseorang yang mengirimkan pesan kpd orang lain, dan adl seseorang yang mengadakan komunikasi. Dlm kerangka organisasi, komunikator adl orang yang mempunyai gagasan atau infromasi dan mengadakan komunikasi.

B. Pesan Kegiatan membuat simbol disebut dgn menyandi (encoding), hasil dan bentuk menyandi adl pesan. Pesan tsb disampaikan kpd penerima dlm bentuk bahasa, baik verbal (lisan atau tulisan), dan non verbal (raut wajah, mimik muka, perubahan warna kulit, dll)

c. Jalur (medium) Alat unutk menyampaikan pesan adl jalur atau medium, antara lain tatap muka, memo, pertemuan kelompok, dll D. Penerima Penerima menerima pesan dari komunikator dan menguraikannya agar dpt dimengerti maknanya, atau disebut decoding

E. Umpan Balik (feedback) Wujud umpan balik adl tindakan penerima pesan sesuai dgn isi pesan. Umpan balik yang langsung terjadi adl komunikasi tatap muka, atau bila melalui medium adl telepon. Umpan balik dapat berbentuk keluhan, saran atau lainnya, baik lisan maupun tulisan.

F. Gangguan (Noise) Gangguan dapat terjadi diberbagai unsur komunikasi. Dalam diri komunikator dan penerima pesan (komunikan) gangguan dapat terjadi karena latar belakang pengirim dan penerima pesan yang berbeda, secara sosiologis, psikis dan antropologis atau pengalaman dan kemampuannya

KOMUNIKASI DLM ORGANISASI/PROFESI


Komunikasi dlm organisasi/profesi adl vital utk mencapai tujuan organisasi/profesi. Keefektivan komunikasi mendatangkan keefektivan organisasi/profesi secara keseluruhan, dlm arti utk mengkoordinasikan seluruh kegiatan unitunit organisasi. Di dlm kelompok atau organisiasi/profesi, komunikasi memiliki empat fungsi utama, yaitu :

1. 2. 3. 4.

Fungsi pengendalian atau pengawasan Fungsi Pembinaan motivasi Fungsi pengungkapan emosional, dan Fungsi penyampaian informasi (Robbins, buku 2, 1996:5)

Kegiatan komunikasi secara garis besar dilaksanakan oleh para profesional yang bertujuan untuk :

1. Meningkatkan hubungan kerja dan kerjasama yang baik antar profesional dan antar unit profesi 2. Mengetahui sedini mungkin masalahmasalah yang timbul di dlm pelaksanaan tugas profesi 3. Mengurangi dampak negatif adanya konflik atau frustasi 4. Mendorong semangat kerja dan menciptakan motivasi 5. Memudahkan koordinasi antarindividu dan antar unit.

4. Arah Komunikasi
a. Komunikasi Vertikal Komunikasi ini dpt mengalir ke bawah dan keatas. Komunikasi ke bawah yaitu komunikasi yang mengalir dari jenjang atas ke jenjang yang lebih bawah. Pola ini digunakan untuk menetapkan tujuan. Menyampaikan instruksi kerja, informasi kebijakan dan prosedur, serta jalan keluar bila ada masalah.

Komunikasi vertikal ke atas, yaitu komunikasi mengalir dari bawah ke tingkat yang lebih atas dlm kelompok atau organisasi. Digunakan utk menyampaikan umpan balik atau laporan trntang pelaksanaan tugas, menyampaikan perasaan dan keluhan bawahan, dsb.

b. Komunikasi Horizontal atau Lateral Yaitu pola komunikasi yang terjadi di antara kelompok kerja yang sama tingkat atau kedudukannya. Secara informal pola ini sering digunakan karena dpt menjadi jalan pintas hierarki organisasi, dan dpt mendukung efektifitas komunikasi vertikal.
c. Komunikasi Diagonal Dapat digunakan apabila anggota organisasi tidak bisa berkomunikasi secara efektif melalui pola yang ada. Pola ini juga bertujuan utk encapai efisiensi kerja dan membantu efektivitas pola vertikal

d. Jaringan Komunikasi Yaitu pola-pola saluran komunikasi pesan dari, ke dan di antara orangorang dalam kelompok kerja.
Gambar pola-pola atau jaringan komunikasi dapat dilihat seperti berikut ini :

Pola atau jaringan Komunikasi (Ulbert Silalahi, 1992)


1. Model Wheel/star B A D E C B 2a. Model Chain A D 2b. Model Chain

3. Model Y/Yoke A C b

4. Model Circle A B D

5. Model all Channel A

D E C E

5. Hambatan Komunikasi
a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Latar belakang Mendengarkan secara selektif Kepercayaan terhadap sumber Pertimbangan nilai Masalah bahasa Penyaringan Jargon (bahasa dalam) Perbedaan status Beban komunikasi yang berat Tekanan waktu

6. Iklim Komunikasi
Iklim komunikasi adl kualitas pengalaman yang bersifat objektif mengenai lingkungan internal organisasi, yang mencakup persepsi anggota organisasi terhadap pesan dan hubungan pesan dgn kejadian yang terjadi di dalam organisasi. Iklim komunikasi dpt dipahami sebagai pengalaman anggota organisasi terhadap kejadian-kejadian objektif dalam organisasi, dan menimbulkan persepsi terhadap kejadian-kejadian tersebut.

Iklim komunikasi sangat penting sebab mempengaruhi cara hidup kita di dlm organisasi. Iklim komunikasi mengaitkan konteks organisasi dgn konsep-konsep, perasaan-perasaan dan harapan-harapan anggota organisasi dan membantu menjelaskan perilaku anggota organisasi (Poole, dlm Pace & Faules, 1998:148) Redding (1990:67-68) menyampaikan lima dimensi penting iklim komunikasi, yaitu :

1. Supportiveness. Bawahan memahami bahwa hubungan komunikasi dgn atasan membangun harga diri dan rasa penting mereka. 2. Paticipative decision making. Sikap umum yang menunjukkan adanya iklim ialah karyawan bebas berkomunikasi ke atas. 3. Trust, confidence, credibility. Sampai seberapa jauh sumber pesan atau komunikasi yang dibuat dapat dipercaya

4. Oppenes and candor. Apapun bentuk hubungan apakah atara atasan dan bawahan atau antara sesama rekan, selalu ada keterbukaan dalam berbicara dan mendengarkan. 5. High performance goals. Tingkat tujuan kinerja tinggi dikomunikasikan secara jelas kepada anggota organisasi.

DELAPAN PRINSIP KOMUNIKASI


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. KOMUNIKASI ADLH PAKET ISYARAT KOMUNIKASI ADLH PROSES PENYESUAIAN KOMUNIKASI MENCAKUP DIMENSI ISI DAN HUBUNGAN KOMUNIKASI MELIBATKAN TARNSAKSI SIMETRIS DAN KOMPLEMENTER RANGKAIAN KOMUNIKASI DIPUNKTUASI KOMUNIKASI ADLH PROSES TRANSAKSIONAL KOMUNIKASI TAK TERHINDARKAN KOMUNIKASI BERSIFAT TAK REVERSIBEL

1. KOMUNIKASI ADLH PAKET ISYARAT

Perilaku kom, apakah melibatkan pesan verbal, isyarat tubuh atau kombinasi dari keduanya biasanya terjadi dlm paket. Prilaku verbal dan non verbal saling memperkuat dan mendukung

2. KOMUNIKASI ADLH PROSES PENYESUAIAN Kom hanya dpt terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama (Pittenger dkk, 1960). Ini jelas kelihatan pd orang2 yg menggunakan bahasa yg berbeda. Kita tdk akan bisa berkomunikasi dg orang lain jika bahasa kita berbeda. Sebagian dari seni komunikasi adlh mengidentifikasikan isyarat orang lain, mengenali bgmn isyarat2 tsb digunakan, dan memahami apa artinya.

3. KOMUNIKASI MENCAKUP DIMENSI ISI DAN HUBUNGAN


Komunikasi, setidak2nya sampai batas tertentu, berkaitan dgn dunia nyata atau sesuatu yg berada di luar (bersifat ekstern bagi) pembicara dan pendengar. Tetapi sekaligus komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak (watzlawick, Beavin & Jackson, 1976). Contoh: Seorang atasan mungkin berkata kpd bawahannya, Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini. Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan, atau content) dan aspek hubungan (relational)

4. KOMUNIKASI MELIBATKAN TRANSAKSI SIMETRIS DAN KOMPLEMENTER


Hub dpt berbentuk simetris atau komplementer. Dlm hubungan simetris dua orang saling bercermin pd perilaku lainnya. Perilaku satu orang tercermin pd perilaku orang lainnya. Jika salah seorang mengangguk, yg lain mengangguk. - Dlm hub komplementer, kedua pihak memp perilaku yg berbeda. Prilaku salah seorang berfungsi sbg stimulus perilaku komplementer dari yg lain. (satu aktif, satu pasif, satu atasan, satu bawahan)

5. RANGKAIAN KOMUNIKASI DIPUNKTUASI


Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yg kontinyu. Tdk ada awal dan akhir yg jelas. Proses kontinyu dimaksud adlh dpt dijelaskan ke dlm sebab akibat, stimulus-respon. Contoh: mhs apatis-dosen tdk siap mengajar.

6. KOMUNIKASI ADLH PROSES TRANSAKSIONAL

Komunikasi adlh transaksi. Dgn transaksi dimaksudkan bhw komunikasi mrpkn suatu proses, bhw komponen2nya saling terkait, dan bhw para komunikatornya beraksi dan bereaksi sbg suatu kesatuan atau keseluruhan.

7. KOMUNIKASI TAK TERHINDARKAN


Pd umumnya kom dianggap berlgsg scr sengaja, bertujuan, dan termotivasi scr sadar. Akan tetapi sering pula kom terjadi meskipun seseorang tdk merasa berkomunikasi atau tdk ingin berkomunikasi. Cnth: mhs yg menatap kosong ke luar jendela dan dilihat oleh dosen. Kemudian dosen bereaksi atas aksi mhs tsb.

8. KOMUNIKASI BERSIFAT TAK REVERSIBEL Pesan dalam komunikasi tidak dapat dibalikkan (irreversible).Sekali pesan disampaikan tdk dpt dikembalikan. Kita dpt mengubah air jadi es dan sebaliknya jadi air lagi, terus mnerus secara berulang. Tetapi kita tdk dpt mengubah buah anggur menjadi minuman anggur, tetapi kita tdk dpt mengubahnya kembali menjadi buah anggur. Sekali pesan dikirim, tdk dpt dikembalikan lagi (nasi sudah jadi bubur, tdk dt menjadi nasi lagi)