Anda di halaman 1dari 12

5.8 5.

9
Konduktivitas Termal dalam Logam
Ketika ujung-ujung kawat logam berbeda
temperatur, panas mengalir dari ujung yang
panas ke dingin.
Arus panas Q yaitu jumlah energi termal
persatuan luas persatuan waktu adalah
sebanding dengan gradien temperatur,




dx
dT
K Q =

K
e
dan K
ph
didasarkan pada elektron dan fonon

Elektron pada ujung panas (sebelah kiri)
berjalan dalam semua arah, tetapi sebagian
tertentu berjalan kekanan dan membawa
energi menuju ujung dingin

Dengan cara serupa, sebagian elektron
tertentu pada ujung dingin (sebelah kanan)
berjalan ke kiri, dan membawa energi ke ujung
panas

Elektron pada ujung
panas (sebelah kiri)
berjalan dalam semua
arah, tetapi sebagian
tertentu berjalan
kekanan dan membawa
energi menuju ujung
dingin

Dengan cara serupa,
sebagian elektron
tertentu pada ujung
dingin (sebelah kanan)
berjalan ke kiri, dan
membawa energi ke
ujung panas

T
2
T
2
> T
1

T
1

E
F

Besarnya konduktivitas K dapat dituliskan


dengan catatan bahwa


Jika o = Ne
2
t
F
/m
*
, rasio K/oT diberikan oleh

F F
F
l v
E
T Nk
K
|
|
.
|

\
|
=
2 3
1
2 2
t
2
2
1
F F
v m E
-
=
-
=
m
T Nk
K
F
3
2 2
t t
2
3
1
L
|
.
|

\
|
=
e
k t
Tabel Konduksi termal dan Bilangan Lorentz
(temperatur kamar)


Unsur Na Cu Ag Au Al Cd Ni Fe
K, cal/m K-s
33 94 100 71 50 24 14 16
L, cal-ohm/s-K 52x10
-9
5.4 5,6 5,9 4,7 6,3 3,7 5,5
Gerak dalam Medan Magnet
e
e
c

o
B
elektron
Sinyal

Resonansi cyclotron

Gambar 5.9 (a) Gerak cyclotron , (b) Koefesien absorpsi sebagai fungsi e

Frekuensi gerak cyclotron, dinamakan sebagai
frekuensi cyclotron,

Jika disubstitusikan nilai massa elektron bebas,
diperoleh



-
=
m
eB
w
c
GHz 8 , 2
2
B
c
c
= =
t
e
u
Resonansi cyclotron biasanya digunakan
untuk mengukur massa elektron dalam logam
dan semikonduktor. Frekuensi cyclotron
ditentukan dari kurva absopsi dan nilai
tersebut disubstitusikan pada (5.36) untuk
menghitung massa efektif. Akurasi m
*

bergantung pada akurasi e
e
dan B.

Efek Hall

Efek Hall merupakan suatu cara pengukuran
eksperimental sifat listrik yang dilaporkan oleh
E.H. Hall (1879). Dalam membahas efek Hall
digunakan pendekatan sederhana menurut
model elektron bebas klasik.




Apabila c
y
, J
x
dan B
z
diketahui, maka akan
diperoleh keterangan mengenai besarnya
konsentrasi elektron N.
Elektron bermuatan negatip sehingga
konstanta Hall berharga negatip. Begitu juga
sebaliknya
+ + + + + + + + + + + + + + + + + + +
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
c
x

c
y

B
z

v
x

Jadi tanda dari R
H
menunjukkan jenis
pembawa muatannya, hal ini penting pada
kasus semikonduktor. Seabagai contoh,
konstanta Hall untuk Zn dan Cd keduanya
positip menunjukkan bahwa arus dalam
material tersebut pembawa muatannya
adalah hole (Tabel 5.2).

Li Na Cu Ag Au Zn Cd Al
-1,7 x 10
-10

- 2,50 - 0,55 - 0,84 - 0,72 +0,3 +0,6 - 0,30