Anda di halaman 1dari 2

Adult Learning

Pendidikan Orang Dewasa Konsep pendidikan orang dewasa telah dirumuskan dan diorganisasikan secaa sistematis sejak tahun 1920. Pendidikan dewasa adalah suatu proses yang menumbuhkan keinginan untuk bertanya dan belajar secara berkelanjutan sepanjang hidup. Bagi orang dewasa belajar berhubungan dengan bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya( Pannen dalam Supriantono, 2008) Menurut UNESCO dalam Supriantono mendefinisikan pendidikan orang dewasa berikut ini : Keseluruhan proses pendidikan yang diorganisasikan apapun isi, tingkatan, metodenya, baik formal atau tidak, yang melanjutkan maupun menggantikan pendidikan semula di sekolah, akademi dan universitas serta latihan kerja, yang membuat orang yang dianggap dewasa oleh masyarakat mengembangkan kemampuannya, memperkaya pengetahuannya, meningkatkan kualifikasi teknis atau profesionalnya, dan mengakibatkan perubahan pada sikap dan perilakunya dalam persfektif rangkap perkembangan pribadi secara utuh dan partisipasi dalam pengembangan sosial, ekonomi, dan budaya yang seimbang dan bebas. Defenisi di atas mengindikasikan bahwa pendidikan orang dewasa harus terorganisir dan berorientasi pada pengembangan dan perubahan kognitif, afektif dan psikomotor serta berpartisipasi aktif dalam pengembangan EKOSOSBUD. 3. Menimbulkan Motivasi Belajar Menurut Flores (1983), seseorang akan termotivasi untuk belajar apabila ia dapat memenuhi keinginan dasarnya. Keinginan dasar tersebut, antara lain (1) keamanan : secara ekonomis, sosial, psikologis, dan spritual; (2) kasih sayang atau respons: keakraban, kesukaan berkumpul dan bergaul, atau merasa memiliki; (3) pengalaman baru: petualangan, minat, ide, cara, dan teman baru; (4) pengakuan: status, prestise, dan menjadi terkenal. Sementara menurut Mardikanto faktor fisik seperti suasana belajar, ruangan, penerangan, dan faktor psikologi seperti sikap pembimbing, dorongan atau dukungan teman,kebutuhan, dan lain-lain juga dapat mempengaruhi orang belajar. Dalam konteks pembelajaran orang dewasa apa yang dilakukan lembagalembaga diklat dapat memenuhi keinginan dasar para peserta didik sebagaimana di atas. Mulai dari keamanan secara ekonomis, sosial, psikologis dan spritual sampai pada pengakuan status, prestise atau ingin populer, tanpa terkecuali baik faktor fisik yakni sarana prasarana dan lain-lain maupun faktor psikologi serta proses pembelajaran yang sangat menyenangkan di dalam ruangan pembelajaran. 4. Tahap Proses Belajar Pembelajaran berlangsung tahap demi tahap. Berikut ini adalah tahapan proses pembelajaran (1). Motivasi (2). Perhatian pada pelajaran (3). Menerima dan mengingat (4). Reproduksi (5). Generalisasi

http://sumut.kemenag.go.id/
(6). Melaksanakan tugas belajar dan umpan balik Dalam aplikasi pembelajaran di kelas tahapan di atas dapat diklasifikasi

menjadi tiga tahapan yaitu; pendahuluan, inti, dan penutup. Pada tahap inti langkah-langkah yang efektif untuk diterapkan adalah ;explorasi, elaborasi, dan konfirmasi

5. Ciri Ciri Belajar Orang Dewasa


Ada beberapa ciri belajar orang dewasa yang harus diketahui berikut ini: (1)Memungkinkan timbulnya pertukaran pendapat, tuntutan, dan nilai-nilai, (2) memungkinkan terjadi komunikasi timbal balik, (3) suasana belajar yang diharapkan adalah suasana yang menyenagkan dan menantang (4) mengutamakan peran peserta didik, (5) orang dewsa akan belajar jika pendapatnya dihormati, (6) belajar orang dewasa bersifat unik, perlu adanya saling percaya antara pembimbing dan peserta didik, (8) orang dewasa umumnya mempunyai pendapat yang berbeda, (9) orang dewasa mempunyai kecerdasan yang beragam, (10) kemungkinan terjadinya berbagai cara belajar, (11) orang dewasa belajar ingin mengetaui kelebihan dan kekurangannya, (12) orientasi belajar orang dewasa terpusat pada kehidupan nyata, dan (13) motivasi belasal dari diri sendiri. 6. Suasana Belajar Yang Kondusif Pembelajaran harus berjalan kondusif. Indikator kondusifitas pembelajaran paling tidak dilihat dari beberapa hal berikuti ini: (1)Kumpulan manusia aktif (2) suasana saling menghormati (3) suasana saling menghargai (4) suasana saling percaya (5) suasana penemuan diri (6) Suasana tidak mnegancam (7) Suasana keterbukaan (8) suasana mengakui kekhasan pribadi (9) suasana membolehkan perbedaan. Untuk mewujudkan suasana pembelajaran di atas berikut ini beberapa sikap yang harus ditampilkan pendidik (instruktur, pelatih); (1)Empati (2) bersikap

http://sumut.kemenag.go.id/
wajar (3) respek (4) komitmen terhadap kehadiran( menghadirkan pisik dan psikis secara utuh di dalam kelas pembelajaran) (5) mengakui kehadiran orang lain ( tidak arogan, tidak merasa selalu paling benar, memberi peluang kepada peserta didik untuk unjuk kemampuannya), (6) membuka diri (7) tidak menggurui (8) Tidak menjadi ahli segala (semua pertanyaan dijawab sekalipun tidak berkaitan dengan materi (9) tidak memotong pembicaraan, (10) tidak diskriminatif terhadap peserta didik. Singkatnya democratic teaching yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan, dan memperhatikan keragaman peserta didik harus teraplikasi dalam proses pembelajaran. 7. Tips dan Teknik pembelajaran orang dewasa Menggunakan instruksi berbasis masalah. Studi kasus, simulasi dan pemecahan masalah mengajukan perintah yang relevan dengan situasi. Perintah sebaiknya berhubungan dengan tugas-tugas yang bukan bersifat isi atau konten. Instruktur perlu mengenyampingkan egonya dan tak perlu khawatir terhadap ide-ide yang baru dan menantang Ciptakan lingkungan yang nyaman dan istirahat yang cukup Instruktur seharusnya menggunakan pertanyaan terbuka untuk membawa mereka ke pengalaman belajar. 8. Empat kunci pembelajaran orang dewasa a. Memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dalam proses b. Mengintegrasikan informasi baru dengan pengalaman terdahulu c. Meyakini bahwa semua informasi relevan d. Meyakini bahwa semua informasi siap digunakan pembelajar