Anda di halaman 1dari 8

POTENSI BIDANG USAHA BERBASIS BIOLOGI POTENTIAL BUSINESSES BASED ON BIOLOGY Agi Karlina (3425111406), Hilma Dianti Marham

(3425110175), Rina Trihandayani Putri (3425111424), Rizal Yoga Saputra (3425111420), Sunani (3425111) Abstrak

Dalam kewirausaan, banyak sekali bidang-bidang usaha dalam berbagai aspek yang dapat di kembangkan. Salah satunya bidang usaha berbasis biologi. Banyak sekali potensi bidang usaha berbasis biologi yang dapat dijadikan peluang usaha yang menguntungkan, baik itu dalam bentuk usaha produksi atau pun jasa. Salah satu bidang usaha produksi yang berbasis biologi adalah bisnis dalam bidang pangan atau makanan. Banyak sekali jenis bisnis dalam bidang makanan yang sangat menguntungkan, salah satunya yaitu keripik biji durian. Biji durian yang dahulunya tidak dimanfaatkan, sekarang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan keripik yang mempunyai nilai jual yang cukup menguntungkan dan mempunyai rasa yang tidak kalah enak dengan keripik jenis lainnya.
Kata kunci : Usaha, Keripik, Durian

A. PENDAHULUAN Dewasa ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil.Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup. Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dariaspek lingkungan.Ada berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah usaha pembuatan kripik dari biji durian seperti apa yang akan penulis paparkan dalam paper ini. Durian merupakan salah satu varietas buah yang telah diuji dan dipastikan serta dilepas dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 476/KPTS/Um/8/1977 sebagai buah varietas unggul di Indonesia (Nuswamarhaeni, 1999).The king of the fruit, merupakan julukan bagi buah durian yang merupakan salah satu jenis buah yang telah
1

lama berkembang dan ditanam di wilayah nusantara ini. Daging buahnya yang bertekstur lunak dengan rasa yang nikmat serta baunya yang khas dan tajam membuat buah yang berduri ini selalu digemari oleh berbagai lapisan masyarakat walaupun harganya relatif mahal. Umumnya biji durian hanya dibuang setelah diambil (dimakan) daging buahnya dan belum dimanfaatkan secara lebih baik.Padahal biji durian kebanyakan mengandung tepung, protein dan lemak sehingga dimungkinkan untuk dapat diolah menjadi produk pangan. Atas dasar pemikiran-pemikiran tersebut maka perlu adanya inisiatif untuk melakukan usaha pembuatan keripik biji durian bumbu balado dengan tingkat pedas yang berbeda, karena akan menambah nilai ekonomis dari biji durian tersebut jika diolah dan dipasarkan secara professional.

B. POKOK-POKOK PEMBAHASAN a. Sejarah Singkat tentang Durian Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian didugaberasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam (Anonim, 2009). Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar.Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur) (Anonim, 2009). Di Thailand, durian merupakan komoditas komersial yang sudah dikelola secara agribisnis. Tanaman durian di Indonesia saat ini sebagian besar masih bertumpu pada buah skal kecil, baik di lahan-lahan kering, lahan pasang surut, maupun di perkarangan (Anonim, 2009).

b. Deskripsi tentang Durian Durian adalah namatumbuhantropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri.Sebutan
2

populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya. Durian merupakan tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 27 - 40 m. Akar tunggang.Batang berkayu, silindris, tegak, kulit pecah-pecah, permukaan kasar, percabangan simpodial, bercabang banyak, arah mendatar. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berseling (alternate), permukaan atas berwarna hijau tua bawah cokelat kekuningan, bentuk jorong hingga lanset, panjang 6,5 - 25 cm, lebar 3 - 5 cm, ujung runcing, pangkal membulat (rotundatus), tepi rata, pertulangan menyirip (pinnate), permukaan atas mengkilat (nitidus), permukaan bawah buram (opacus), tidak pernah meluruh, bagian bawah berlapis bulu halus berwarna cokelat kemerahan. Bunga muncul di batang atau cabang yang sudah besar, bertangkai, kelopak berbentuk lonceng (campanulatus) - berwarna putih hingga cokelat keemasan, berbunga sekitar bulan Januari. Buah bulat atau lonjong, panjang 15 - 30 cm, kulit dipenuhi duri-duri tajam, warna coklat keemasan atau kuning, bentuk biji lonjong, 2 - 6 cm - berwarna cokelat, berbuah setelah berumur 5 - 12 tahun. Perbanyaan Generatif (biji).

c. Pemanfaat Biji Buah Durian Biji buah durian sering dianggap tidak bermanfaat, ataupun sebatas dimanfaatkan untuk dimakan setelah dikukus atau direbus maupun dibakar oleh sebagian kecil masyarakat. Biji durian sebagai bahan makanan memang belum memasyarakat di Indonesia, padahal jika mendapatkan penanganan yang serius biji durian dapat dimanfaatkan sebagai penghasil tepung yang tidak kalah dengan tepung lainnya yang akan meningkatkan nilai ekonomis dan kemanfaatannya. Biji durian memiliki kandungan pati yang cukup tinggi sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan makanan (AAK, 1997). Winarti (2006), menyebutkan bahwa biji durian, bila ditinjau dari komposisi kimianya, cukup berpotensi sebagai sumber gizi,yaitu mengandung protein 9,79%, karbohidrat 30%, kalsium 0,27% dan fosfor 0,9% (Wahyono, 2009). Oleh karena itu, biji durian dapat dijadikan alternatif olahan makanan berupa tepung yang dapat menambah informasi tentang gizi pada masyarakat dan menciptakan lingkungan yang bersih. Pengubahan bentuk biji durian menjadi tepung akan mempermudah pemanfaatan
3

biji durian menjadi bahan setengah jadi yang fleksibel, karena selain tahan lama daya simpannya juga dapat dipakai sebagai penganekaragaman bahan makanan.

d. Kandungan Gizi Biji Buah Durian Biji durian memiliki kandungan pati yang cukup tinggi sehinggaberpotensi sebagai alternatif pengganti bahan makanan atau bahan baku pengisi farmasetik. Biji durian sebagai bahan makanan memang belum memasyarakat di Indonesia. Di Thailand, biji durian sudah cukup memasyarakat untuk dibuat bubur dengan cara diberi campuran daging buahnya. Bubur biji durian ini menghasilkan kalori yang cukup potensial bagi manusia (Aak, 1997). Menurut Febriani (2005) bahwa kandungan gizi pada tepung biji durian mengandung protein sebesar 6,70% dan lemak sebesar 0,82%.

e. Pengolahan Biji Durian Menjadi Keripik


Buah durian selama ini hanya dikonsumsi daging buahnya saja, sedangkan bijinya dibuang, tidak dimanfaatkan. Salah satu alternatif pengolahan biji durian adalahmengolahnya menjadi tepung dan kripik.Pengolahan biji durian menjadi tepungdapat meningkatkan daya simpan dan penggunaannya.Tepung biji durian dapatdigunakan sebagai tepung substitusi pada pembuatan kue (kue basah dan kue kering).Pengolahan kripik durian merupakan salah satu bentuk diversifikasi dari pengolahanbiji durian. Pengolahan biji durian memerlukan penanganan khusus yaitu pada saat penghilangan lendir pada biji durian. Apabila lendir tidak dihilangkan maka akanmempengaruhi rasa pada tepung ataupun kripiknya. Lendir dihilangkan dengan cara menambahkan garam 6% pada biji durian , dicampur, diaduk-aduk dibawah air mengalir.
4

Biji durian dikupas kulitnya, diiris tipis-tipis dengan ketebalan 2-3 mm, ditaburidengan garam 6%, dicampur, diaduk-aduk dibawah air mengalir sampai keluar busa, kemudian cuci dengan air mengalir sampai lendir berkurang dan ditiriskan.Selanjutnya direndam dalam bumbu (bawang putih dan garam) selama 10-15 menit.Setelah itu digoreng sampai kering dan berwarna kekuningan.Setelah itu memberikan rasa yang beraneka ragam pada keripik.Dalam soal rasa pada tingkat pedas yang berbeda, penggunaaan cabai merah

yang digunakan dalam pembuatan keripik biji durian bumbu balado adalah 10 %, 15 % dan 20 % dari berat bji durian. Sedangkan bahan lain seperti bawang putih, gula pasir, garam yang digunakan sama ukurannya.

f. Potensi UsahaKeripik Biji Buah Durian Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha ini belum ada yangdijalankan dan belum diketahui oleh masyarakat banyak. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan, membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha pembuatan keripik biji durian bumbu balado dengan tingkat pedas yang berbeda akan dapat bertahan menghadapi persaingan dengan produk keripik lainnya. Di samping itu, karena usaha keripik biji durian merupakan jenis makananyang masih baru di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya perlu pendekatan yang lebih maksimal lagi agar usaha keripik biji durian tidak akan diragukan lagi. Sanjay merupakan nama salah satu produk keripik bumbu balado yang berasal dari Padang dan itu merupakan makanan ringan khas Padang dengan rasa yang sangat pedas. Jika keripik sanjay biji durian dibandingkan dengan keripik sanjay singkong, dengan melihat harga singkong yang semakin mahal kemungkinan besar harga keripik singkong bumbu balado juga mahal.Untuk dapat meningkatkan nilai ekonomis kripik maka penulis ingin membuat sanjay dari biji durian karena disamping harganya yang relatif murah juga biji durian tersebut belum banyak dimanfaatkan serta masih dipandang sebelah mata oleh

sebagian masyarakat. Dengan dibuatnya keripik sanjay biji durian maka harga keripik sanjay akan lebih murah dibandingkan dengan harga keripik sanjay singkong. Upaya untuk penganekaragaman rasa dan meningkatkan nilai jual keripikmaka penulis membuat sanjay biji durian yang semula mempunyai rasa asin dikembangkan menjadi rasa pedas, sehingga harga keripik biji durian akan lebih murah dan konsumen yang mengkonsumsi keripik biji durian tidak akan cepat bosan, sehingga masyarakat akan tetap mencarinya. g. Analisis Persaingan Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yangada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan. Persaingan dengan usaha lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkahyang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi keripik biji durian, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari keripik biji durian tersebut. Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atautenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan keripik biji durian. Mulai dari penyiapan bahan baku hingga pengirisan yang dilanjutkan dengan penggorengan. Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya. Dalam hal ini untuk meningkatkan cita rasa dari keripik biji durian tersebut maka keripik tersebut dicampur dengan bumbu balado pada tingkat pedas yang berbeda.Pada produk keripik biji durian ini akan dikemas secara elagan dan unik sehingga akan member nilai jual tersendiri. Dalam kenyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja. Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuksegmen makanan ringan pada hal ini akan sangat memanaskan persaingan.

C. KESIMPULAN
Biji durian bisa dimanfaatkan menjadi keripik biji durian bumbu balado pada tingkat pedas yang berbeda. Strategi pemasaran merupakan kunci utama dalam usaha oleh karena itu untuk memperkenalkan keripik biji durian bumbu balado pada tingkat pedas yang berbeda memerlukan media promosi. Pengolahan keripik biji durian bumbu balado dengan tingkat pedas yang berbeda mempunyai nilai ekonomis.

Daftar Pustaka

Febriani, I. E. 2005. Pembuatan Kue Telur Blanak dari Campuran Tepung Beras Ketan dan Tepung Biji Durian dengan Rasa yang Berbeda. Tugas Akhir.Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi.Fakultas Teknik Universitas NegeriSemarang.

Anonim. 2009. Tentang Budidaya Pertanian Durian (Bombacaceae) http://www.ristek.go.id.html.[ 8 November 2013]. Anonim. Tth. Teknologi Pengolahan Hasil Buah Durian http://kalteng.litbang.deptan.go.id/ind/images/data/durian[ 8 November 2013]. Wikipedia. 2009. Durian. http://id.wikipedia.org/wiki/durian.html. [ 8 November 2013].