Anda di halaman 1dari 2

PENGGLONGAN OBAT 1.

Obat bebas Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh : Parasetamol 2. Obat bebas terbatas Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenernya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh : CTM 3. Obat keras dan psikotropika Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotekdengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalamlingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam. Contoh : Asam mefenamat Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoatif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Contoh : Diazepam, Phenobarbital 4. Obat narkotika Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetik maupun semi sintetik yang dapat menyebabkan penurunan dan perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin Hal ini dianggap kurang memuaskan, maka lambat laun ahli kimia mencoba mengisolasi zat-zat aktif yang terkandung dalam tanaman, sehingga menghasilkan serangkaian zat-zat kimia sebagai obat.

Misalnya : Efedrin dari tanaman Ephedra vulgaris, Atropin dari Atropa belladonna, Morfin dari Papever somniferum, Digoksin dari Digitalis lanata, Reserpin dari Rauwolfia serpentine. Dapus : Wijayaningsih Sari K. 2013. Farmakologi Dasar Untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: TIM

Penghitungan Dosis Obat Young : n / [n + 12] x dosis dewasa (n = umur tahun) berlaku untuk anak: 1 8 tahun, tidak cock untuk diatas 12 tahun Dilling: n / 20 x dosis dewasa (n = umur tahun) berlaku untuk anak : 8 20 tahun Cowling: [n + 1] / 24 x dosis dewasa (n = umur tahun) di Indonesia rumus ini tidak banyak dipergunakan. Rumus Ausberger: rumus ini agak tepat untuk anak umur 2 12 bulan: (m + 13) % dari D 1 11 tahun: (4n + 20) % dari D 12 16 tahun: (5n + 10) % dari D m = umur dalam bulan; n = umur dalam tahun; D = dosis dewasa Fried : m / 150 x dosis dewasa ( m = umur bulan) Rumus ini dipakai untuk bayi 1 tahun kebawah.