Anda di halaman 1dari 58
HUKUMHUKUM WARISWARIS DR. H. Martin Roestamy, SH., MH. Aal Lukmanul Hakim, SH.
HUKUMHUKUM WARISWARIS DR. H. Martin Roestamy, SH., MH. Aal Lukmanul Hakim, SH.

HUKUMHUKUM WARISWARIS

DR. H. Martin Roestamy, SH., MH. Aal Lukmanul Hakim, SH.

HUKUMHUKUM WARISWARIS DR. H. Martin Roestamy, SH., MH. Aal Lukmanul Hakim, SH.
HUKUMHUKUM WARISWARIS DR. H. Martin Roestamy, SH., MH. Aal Lukmanul Hakim, SH.
Macam-macam Hukum Waris Hukum Waris di Indonesia Pluralistis Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam Hukum
Macam-macam Hukum Waris Hukum Waris di Indonesia Pluralistis Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam Hukum

Macam-macam Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris Hukum Waris di Indonesia Pluralistis Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam Hukum Waris
Hukum Waris di Indonesia
Hukum Waris di Indonesia
Pluralistis
Pluralistis
Pluralistis
Pluralistis
Pluralistis
Pluralistis
Pluralistis
Pluralistis
Macam-macam Hukum Waris Hukum Waris di Indonesia Pluralistis Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam Hukum Waris
Macam-macam Hukum Waris Hukum Waris di Indonesia Pluralistis Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam Hukum Waris
Macam-macam Hukum Waris Hukum Waris di Indonesia Pluralistis Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam Hukum Waris
Hukum Waris Adat
Hukum
Waris
Adat
Hukum Waris Islam
Hukum
Waris
Islam

Hukum Waris KUH Perdata

Macam-macam Hukum Waris Perbedaan Pokok antara Hukum Waris Adat, Hukum Waris Islam dan Hukum Waris
Macam-macam Hukum Waris Perbedaan Pokok antara Hukum Waris Adat, Hukum Waris Islam dan Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris

Perbedaan Pokok antara Hukum Waris Adat, Hukum Waris Islam dan Hukum Waris Barat

Hukum Waris Adat, Hukum Waris Islam dan Hukum Waris Barat Hukum Waris Adat Hukum Waris Islam

Hukum Waris Adat

Hukum Waris Islam

Hukum Waris Barat

Bagian seorang pria dan seorang wanita adalah sama

Bagian seorang pria dua kali bagian seorang wanita

Bagian seorang pria dan seorang wanita adalah sama

Seorang anak angkat mempunyai kedudukan yang sama dengan anak syah dan di dalam soal warisan juga diperlakukan sama

Tidak dikenal pengangkatan anak dengan segala akibatnya itu

Seorang anak luar kawin yang diakui oleh bapak atau ibunya mempunyai hak waris tetapi berbeda dengan anak sah

Seorang janda bukan waris, tetapi berhak sebagai istri untuk mendapat nafkah seumur hidup

Seorang janda harus diberi warisan harta peninggalan suaminya

Seorang janda harus diberi warisan harta peninggalan suaminya

Macam-macam Hukum Waris Patrilinial Kewarisan Adat Sifatnya Matrilinial Parental
Macam-macam Hukum Waris Patrilinial Kewarisan Adat Sifatnya Matrilinial Parental

Macam-macam Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris Patrilinial Kewarisan Adat Sifatnya Matrilinial Parental
Patrilinial
Patrilinial
Macam-macam Hukum Waris Patrilinial Kewarisan Adat Sifatnya Matrilinial Parental
Kewarisan Adat
Kewarisan
Adat
Kewarisan Adat Sifatnya

Sifatnya

Kewarisan Adat Sifatnya
Matrilinial
Matrilinial
Parental
Parental
Macam-macam Hukum Waris Kewarisan Bagi umat Islam hukumnya Wajib Islam Sabda Rasulullah : “Bagilah harta
Macam-macam Hukum Waris Kewarisan Bagi umat Islam hukumnya Wajib Islam Sabda Rasulullah : “Bagilah harta

Macam-macam Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris Kewarisan Bagi umat Islam hukumnya Wajib Islam Sabda Rasulullah : “Bagilah harta pusaka
Kewarisan Bagi umat Islam hukumnya Wajib Islam
Kewarisan
Bagi umat Islam hukumnya Wajib
Islam
Hukum Waris Kewarisan Bagi umat Islam hukumnya Wajib Islam Sabda Rasulullah : “Bagilah harta pusaka di
Sabda Rasulullah : “Bagilah harta pusaka di antara ahli-ahli waris menurut Kitabullah (Al-Qur’an)”. (Muslim dan
Sabda Rasulullah : “Bagilah harta pusaka di antara
ahli-ahli waris menurut Kitabullah (Al-Qur’an)”.
(Muslim dan Abu Dawud)
Macam-macam Hukum Waris Sumber hukum waris Islam AL-QUR’AN AL-HADITS AL-IJMA dan IJTIHAD
Macam-macam Hukum Waris Sumber hukum waris Islam AL-QUR’AN AL-HADITS AL-IJMA dan IJTIHAD

Macam-macam Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris Sumber hukum waris Islam AL-QUR’AN AL-HADITS AL-IJMA dan IJTIHAD
Sumber hukum waris Islam
Sumber hukum waris Islam
AL-QUR’AN
AL-QUR’AN
AL-HADITS
AL-HADITS
AL-IJMA dan IJTIHAD
AL-IJMA dan IJTIHAD
Macam-macam Hukum Waris Ketentuan faraidh Al-Qur’an Surat an- Nisa ayat 7, 11, 12, 176, dan
Macam-macam Hukum Waris Ketentuan faraidh Al-Qur’an Surat an- Nisa ayat 7, 11, 12, 176, dan

Macam-macam Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris Ketentuan faraidh Al-Qur’an Surat an- Nisa ayat 7, 11, 12, 176, dan surat-surat
Ketentuan faraidh Al-Qur’an Surat an- Nisa ayat 7, 11, 12, 176, dan surat-surat lainnya.
Ketentuan faraidh
Al-Qur’an Surat an-
Nisa ayat 7, 11, 12,
176, dan surat-surat
lainnya.
Secara positif Dalam INPRES No. 1 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, buku II tentang
Secara positif
Dalam INPRES No. 1 tahun
1991 tentang Kompilasi
Hukum Islam, buku II
tentang Hukum Kewarisan.
Macam-macam Hukum Waris KUH Perdata Golongan penduduk yang tunduk pada Hukum Perdata Barat
Macam-macam Hukum Waris KUH Perdata Golongan penduduk yang tunduk pada Hukum Perdata Barat

Macam-macam Hukum Waris

Macam-macam Hukum Waris KUH Perdata Golongan penduduk yang tunduk pada Hukum Perdata Barat
KUH Perdata
KUH Perdata
Golongan penduduk yang tunduk pada Hukum Perdata Barat
Golongan penduduk yang tunduk pada
Hukum Perdata Barat
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Hukum kewarisan Pasal 171 KHI Hukum yang mengatur tentang pemindahan
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Hukum kewarisan Pasal 171 KHI Hukum yang mengatur tentang pemindahan

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Hukum kewarisan Pasal 171 KHI Hukum yang mengatur tentang pemindahan hak
Hukum kewarisan Pasal 171 KHI Hukum yang mengatur tentang pemindahan hak pemilikan harta peninggalan (tirkah)
Hukum kewarisan
Pasal 171 KHI
Hukum yang mengatur tentang pemindahan
hak pemilikan harta peninggalan (tirkah)
pewaris, menentukan siapa-siapa yang
berhak menjadi ahli waris dan berapa
bagiannya.
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Orang yang pada saat meninggalnya atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Orang yang pada saat meninggalnya atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Orang yang pada saat meninggalnya atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan putusan
Orang yang pada saat meninggalnya atau yang dinyatakan meninggal berdasarkan putusan Pengadilan beragama Islam,
Orang yang pada saat
meninggalnya atau yang
dinyatakan meninggal
berdasarkan putusan
Pengadilan beragama Islam,
meninggalkan ahli waris dan
harta peninggalan (Pasal 171
huruf b KHI)
Pewaris
Pewaris

Pewaris

Pewaris
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Ahli waris Orang yang pada saat meninggalnya mempunyai hubungan darah
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Ahli waris Orang yang pada saat meninggalnya mempunyai hubungan darah

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Ahli waris Orang yang pada saat meninggalnya mempunyai hubungan darah atau
Ahli waris Orang yang pada saat meninggalnya mempunyai hubungan darah atau perkawinan dengan pewaris, beragama
Ahli waris
Orang yang pada saat meninggalnya
mempunyai hubungan darah atau
perkawinan dengan pewaris, beragama
Islam dan tidak terhalang karena hukum
untuk menjadi ahli waris (Pasal 171 huruf c
KHI)
Anggota keluarga orang yang meninggal dunia yang
menggantikan kedudukan Pewaris dalam bidang
hukum kekayaan karena meninggalnya Pewaris.
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Harta peninggalan Harta yang ditinggalkan oleh pewaris baik yang berupa
Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Harta peninggalan Harta yang ditinggalkan oleh pewaris baik yang berupa

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris

Ketentuan Umum Tentang Hukum Waris Harta peninggalan Harta yang ditinggalkan oleh pewaris baik yang berupa harta
Harta peninggalan
Harta peninggalan
Harta yang ditinggalkan oleh pewaris baik yang berupa harta benda yang menjadi miliknya maupun hak-haknya.
Harta yang ditinggalkan oleh pewaris
baik yang berupa harta benda yang
menjadi miliknya maupun hak-haknya.
Harta bawaan ditambah baian dari harta bersama setelah digunakan untuk keperluan pewaris selama sakit sampai
Harta bawaan ditambah baian dari harta
bersama setelah digunakan untuk keperluan
pewaris selama sakit sampai meninggalnya,
biaya pengurusan jenazah, pembayaran
hutang dan pemberian untuk kerabat.
Harta warisan
Harta warisan
Hukum Waris Islam Rukun waris 1. Tirkah, yaitu harta peninggalan si mati setelah diambil biaya-biaya
Hukum Waris Islam Rukun waris 1. Tirkah, yaitu harta peninggalan si mati setelah diambil biaya-biaya

Hukum Waris Islam

Hukum Waris Islam Rukun waris 1. Tirkah, yaitu harta peninggalan si mati setelah diambil biaya-biaya perawatan,
Hukum Waris Islam Rukun waris 1. Tirkah, yaitu harta peninggalan si mati setelah diambil biaya-biaya perawatan,
Rukun waris 1. Tirkah, yaitu harta peninggalan si mati setelah diambil biaya-biaya perawatan, melunasi utang-utang,
Rukun waris
1. Tirkah, yaitu harta peninggalan si mati
setelah diambil biaya-biaya perawatan,
melunasi utang-utang, dan melaksanakan
wasiat;
2. Muwarits, yaitu orang yang meninggal dunia
dengan meninggalkan harta peninggalan;
3. Warits (ahli waris), yaitu orang yang akan
mewarisi/menerima harta peninggalan.
Syarat-syarat
waris
1. Matinya muwaris;
2. Hidupnya warits;
3. Tidak ada penghalang untuk mewaris.
Hukum Waris Islam Kematian muwarits, menurut ulama, dibedakan ke dalam 3 macam kematian. a. Mati
Hukum Waris Islam Kematian muwarits, menurut ulama, dibedakan ke dalam 3 macam kematian. a. Mati

Hukum Waris Islam

Hukum Waris Islam Kematian muwarits, menurut ulama, dibedakan ke dalam 3 macam kematian. a. Mati haqiqy
Kematian muwarits, menurut ulama, dibedakan ke dalam 3 macam kematian. a. Mati haqiqy (sejati), b.
Kematian muwarits, menurut ulama, dibedakan ke dalam 3
macam kematian.
a. Mati haqiqy (sejati),
b. Mati hukmy (menurt putusan hakim), dan
c. Mati taqdiry (menurut dugaan).
Halangan untuk Mewaris Seorang terhalang menjadi ahli waris apabila dengan putusan Hakim yang telah mempunyai
Halangan untuk Mewaris Seorang terhalang menjadi ahli waris apabila dengan putusan Hakim yang telah mempunyai

Halangan untuk Mewaris

Halangan untuk Mewaris Seorang terhalang menjadi ahli waris apabila dengan putusan Hakim yang telah mempunyai kekuatan
Seorang terhalang menjadi ahli waris apabila dengan putusan Hakim yang telah mempunyai kekuatan hukum yang
Seorang terhalang menjadi ahli waris apabila dengan putusan Hakim
yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap, dihukum karena :
Dipersalahkan telah
membunuh atau
mencoba membunuh
atau menganiaya berat
pada pewaris.
Dipersalahkan secara
memfitnah telah mengajukan
pengaduan bahwa pewaris
telah melakukan suatu
kejahatan yang diancam
dengan hukuman 5 tahun
penjara atau hukuman yang
lebih berat.
Kelompok Ahli Waris Kelompok ahli waris Menurut hubungan perkawinan Duda atau Janda Menurut hubungan darah
Kelompok Ahli Waris Kelompok ahli waris Menurut hubungan perkawinan Duda atau Janda Menurut hubungan darah

Kelompok Ahli Waris

Kelompok Ahli Waris Kelompok ahli waris Menurut hubungan perkawinan Duda atau Janda Menurut hubungan darah •
Kelompok ahli waris Menurut hubungan perkawinan
Kelompok ahli waris
Menurut hubungan perkawinan
Ahli Waris Kelompok ahli waris Menurut hubungan perkawinan Duda atau Janda Menurut hubungan darah • Golongan

Duda atau Janda

Menurut hubungan darah
Menurut hubungan darah

Golongan laki-laki : ayah, anak laki-laki, saudara laki-laki, paman, dan kakek. Golongan perempuan : ibu, anak perempuan , saudara perempuan, dan nenek.

Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat warisan hanya : anak, ayah, ibu,
Apabila semua ahli waris ada, maka yang berhak mendapat
warisan hanya : anak, ayah, ibu, janda atau duda.
Kewajiban Ahli Waris Kewajiban ahli waris terhadap pewaris : 1. Mengurus dan menyelesaikansampai pemakaman jenazah
Kewajiban Ahli Waris Kewajiban ahli waris terhadap pewaris : 1. Mengurus dan menyelesaikansampai pemakaman jenazah

Kewajiban Ahli Waris

Kewajiban Ahli Waris Kewajiban ahli waris terhadap pewaris : 1. Mengurus dan menyelesaikansampai pemakaman jenazah

Kewajiban ahli waris terhadap pewaris :

1. Mengurus dan menyelesaikansampai pemakaman jenazah selesai;

2. Menyelesaikan baik utang-utang berupa pengobatan, perawatan termasuk kewajiban pewaris maupun menagih piutang;

3. Menyelesaikan wasiat pewaris;

4. Membagi harta warisan di antara ahli waris yang berhak.

4. Membagi harta warisan di antara ahli waris yang berhak. Tanggung jawab ahli waris terhadap hutang

Tanggung jawab ahli waris terhadap hutang atau kewajiban pewaris hanya terbatas pada jumlah atau nilai harta peninggalannya

Besarnya Bahagian Suami : 1/2 bagian 1/4 bagian Apabila Apabila Tidak ada anak atau cucu
Besarnya Bahagian Suami : 1/2 bagian 1/4 bagian Apabila Apabila Tidak ada anak atau cucu

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Suami : 1/2 bagian 1/4 bagian Apabila Apabila Tidak ada anak atau cucu Bila

Suami :

1/2 bagian

1/4 bagian

Apabila Apabila
Apabila
Apabila

Tidak ada anak atau cucu

Bila ada anak atau cucu

Isteri :

1/4 bagian

1/8 bagian

Apabila Apabila
Apabila
Apabila

Tidak anak atau cucu

Ada anak atau cucu

Besarnya Bahagian Anak perempuan bila hanya seorang 1/2 bagian Anak perempuan dua orang atau lebih
Besarnya Bahagian Anak perempuan bila hanya seorang 1/2 bagian Anak perempuan dua orang atau lebih

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Anak perempuan bila hanya seorang 1/2 bagian Anak perempuan dua orang atau lebih Bersama-sama
Anak perempuan bila hanya seorang
Anak perempuan
bila hanya
seorang
1/2 bagian
1/2 bagian
Anak perempuan dua orang atau lebih
Anak perempuan
dua orang atau
lebih
Bersama-sama mendapat 2/3 bagian
Bersama-sama
mendapat 2/3
bagian
Anak perempuan bersama-sama Dengan anak laki-laki
Anak perempuan
bersama-sama
Dengan anak laki-laki

QS. An-nisa [4]:11

Bagian anak laki-laki Adalah 2:1 dengan anak perempuan
Bagian anak laki-laki
Adalah 2:1 dengan anak
perempuan
Besarnya Bahagian Ayah : apabila Sisa Tidak ada far’u waris (anak atau cucu) apabila 1/6
Besarnya Bahagian Ayah : apabila Sisa Tidak ada far’u waris (anak atau cucu) apabila 1/6

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Ayah : apabila Sisa Tidak ada far’u waris (anak atau cucu) apabila 1/6 Bersama

Ayah :

apabila Sisa Tidak ada far’u waris (anak atau cucu) apabila 1/6 Bersama anak laki-laki (dan
apabila
Sisa
Tidak ada far’u waris (anak atau cucu)
apabila
1/6
Bersama anak laki-laki (dan atau anak perempuan)
apabila
1/6 + sisa
Bersama anak perempuan saja
2/3 sisa dalam masalah garrawain (ahli waris terdiri dari : suami/isteri,
ibu dan ayah)
Besarnya Bahagian Ibu : 1/6 apabila Ada anak atau dua saudara lebih apabila Tidak anak
Besarnya Bahagian Ibu : 1/6 apabila Ada anak atau dua saudara lebih apabila Tidak anak

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Ibu : 1/6 apabila Ada anak atau dua saudara lebih apabila Tidak anak atau

Ibu :

1/6

apabila

Besarnya Bahagian Ibu : 1/6 apabila Ada anak atau dua saudara lebih apabila Tidak anak atau

Ada anak atau dua saudara lebih

apabila

Ibu : 1/6 apabila Ada anak atau dua saudara lebih apabila Tidak anak atau saudara dua

Tidak anak atau saudara dua lebih, dan atau bersama satu orang saudara saja

1/3

1/3 sisa dalam masalah garrawain

Besarnya Bahagian Saudara perempuan seibu : apabila 1/6 Satu orang tidak bersama anak dan ayah
Besarnya Bahagian Saudara perempuan seibu : apabila 1/6 Satu orang tidak bersama anak dan ayah

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Saudara perempuan seibu : apabila 1/6 Satu orang tidak bersama anak dan ayah apabila

Saudara perempuan seibu :

apabila

Besarnya Bahagian Saudara perempuan seibu : apabila 1/6 Satu orang tidak bersama anak dan ayah apabila

1/6

Satu orang tidak bersama anak dan ayah

apabila

seibu : apabila 1/6 Satu orang tidak bersama anak dan ayah apabila Dua orang atau lebih

Dua orang atau lebih , tidak bersama anak dan ayah

1/3

Besarnya Bahagian Saudara perempuan sekandung : apabila apabila apabila apabila 1/2 2/3 sisa sisa Satu
Besarnya Bahagian Saudara perempuan sekandung : apabila apabila apabila apabila 1/2 2/3 sisa sisa Satu

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Saudara perempuan sekandung : apabila apabila apabila apabila 1/2 2/3 sisa sisa Satu orang,

Saudara perempuan sekandung :

apabila

apabila

apabila

apabila

1/2

2/3

sisa

sisa

Satu orang, tidak ada anak dan ayah

Dua orang atau lebih, tidak bersama anak dan ayah

Bersama saudara laki-laki seayah

Karena ada anak atau cucu perempuan garis laki-laki

Besarnya Bahagian Saudara perempuan seayah : apabila apabila apabila apabila apabila 1/2 2/3 Sisa
Besarnya Bahagian Saudara perempuan seayah : apabila apabila apabila apabila apabila 1/2 2/3 Sisa

Besarnya Bahagian

Besarnya Bahagian Saudara perempuan seayah : apabila apabila apabila apabila apabila 1/2 2/3 Sisa

Saudara perempuan seayah :

apabila

apabila

apabila

apabila

apabila

1/2

2/3

Sisa

1/6

Sisa

Satu orang, tidak anak dan ayah

Dua atau lebih, tidak anak dan ayah

Bersama saudara laki-laki seayah

Bersama satu saudara perempuan sekandung, sebagai pelengkap 2/3

Karena ada anak atau cucu perempuan garis laki-laki

Ahli-waris Utama Pengganti Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam tidak sama dengan ahli-waris
Ahli-waris Utama Pengganti Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam tidak sama dengan ahli-waris

Ahli-waris Utama Pengganti

Ahli-waris Utama Pengganti Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam tidak sama dengan ahli-waris
Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam tidak sama dengan ahli-waris pengganti di dalam
Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam tidak sama
dengan ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Adat atau hukum
waris Barat (BW).
Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam adalah ahli-waris yang haknya terbuka sebagai akibat
Pengertian ahli-waris pengganti di dalam hukum waris Islam adalah
ahli-waris yang haknya terbuka sebagai akibat ketiadaan ahli-waris
tertentu
Ahli-waris Utama Pengganti Ahli-waris Utama Pengganti Nenek kakek Cucu perempuan Cucu laki-laki
Ahli-waris Utama Pengganti Ahli-waris Utama Pengganti Nenek kakek Cucu perempuan Cucu laki-laki

Ahli-waris Utama Pengganti

Ahli-waris Utama Pengganti Ahli-waris Utama Pengganti Nenek kakek Cucu perempuan Cucu laki-laki
Ahli-waris Utama Pengganti
Ahli-waris
Utama
Pengganti

Nenek

kakek

Cucu perempuan

Cucu laki-laki

Ahli-waris Utama Pengganti Nenek Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada ibu. Bagiannya 1/6 bagian,
Ahli-waris Utama Pengganti Nenek Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada ibu. Bagiannya 1/6 bagian,

Ahli-waris Utama Pengganti

Ahli-waris Utama Pengganti Nenek Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada ibu. Bagiannya 1/6 bagian, baik

Nenek

Ahli-waris Utama Pengganti Nenek Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada ibu. Bagiannya 1/6 bagian, baik

Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada ibu.

Bagiannya 1/6 bagian, baik sendiri maupun bersama

Kakek

ibu. Bagiannya 1/6 bagian, baik sendiri maupun bersama Kakek Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada

Kedudukan sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada bapak.

1. 1/6 bagian jika pewaris mempunyai anak.

2. 1/6 bagian + sisa jika pewaris hanya mempunyai satu anak perempuan

3. Sisa, jika pewaris tidak mempunyai anak.

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris masih belum terbuka 1.
Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris masih belum terbuka 1.

Ahli-waris Utama Pengganti

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris masih belum terbuka 1. Ada

Cucu Perempuan

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris masih belum terbuka 1. Ada
Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris masih belum terbuka
Kedudukan cucu perempuan sebagai
ahli waris masih belum terbuka

1. Ada anak laki-laki yang lebih tinggi derajatnya.

2. Ada dua anak perempuan atau cucu perempuan yang lebih tinggi derajatnya.

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris baru terbuka 1. Hanya
Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris baru terbuka 1. Hanya

Ahli-waris Utama Pengganti

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris baru terbuka 1. Hanya ada
Cucu Perempuan Kedudukan cucu perempuan sebagai ahli waris baru terbuka 1.
Cucu Perempuan
Kedudukan cucu perempuan sebagai
ahli waris baru terbuka
1.

Hanya ada satu anak perempuan atau cucu perempuan yang lebih tinggi derajatnya

2. Ada cucu laki-laki`yang menjadi muasib mereka.

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Laki-laki Kedudukan cucu laki-laki sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada anak
Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Laki-laki Kedudukan cucu laki-laki sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada anak

Ahli-waris Utama Pengganti

Ahli-waris Utama Pengganti Cucu Laki-laki Kedudukan cucu laki-laki sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada anak
Cucu Laki-laki
Cucu Laki-laki

Kedudukan cucu laki-laki sebagai ahli-waris terbuka jika tidak ada anak laki-laki (bapaknya).

Cucu laki-laki dapat mewaris bersama dengan paman (anak laki-laki atau cucu laki-laki yang lebih tinggi
Cucu laki-laki dapat mewaris bersama dengan paman (anak laki-laki
atau cucu laki-laki yang lebih tinggi derajatnya), juga dapat menarik
bibi ) anak perempuan atau cucu perempuan yang lebih tinggi
derajatnya) dan saudara perempuan (cucu perempuan yang sama
derajatnya) menjadi ashabah bil-ghair, sebagaimana halnya
bapaknya.
Dalam hal terdapat dejumlah cucu laki-laki bersama atau tidak bersama cucu perempuan yang berasal dari
Dalam hal terdapat dejumlah cucu laki-laki bersama atau tidak
bersama cucu perempuan yang berasal dari anak laki-laki yang
sama, maka mereka berserikat menerima bagian bapaknya.
Ahli-waris Pengganti Saudara Seibu Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak. Kedudukan saudara seibu
Ahli-waris Pengganti Saudara Seibu Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak. Kedudukan saudara seibu

Ahli-waris Pengganti

Ahli-waris Pengganti Saudara Seibu Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak. Kedudukan saudara seibu Perempuan
Saudara Seibu
Saudara Seibu

Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak.

Kedudukan saudara seibu Perempuan Laki-laki Sama/seimbang
Kedudukan saudara seibu
Perempuan
Laki-laki
Sama/seimbang

Saudara seibu satu orang

Lebih dari satu, untuk semua.

1/6

saudara seibu Perempuan Laki-laki Sama/seimbang Saudara seibu satu orang Lebih dari satu, untuk semua. 1/6 1/3

1/3

saudara seibu Perempuan Laki-laki Sama/seimbang Saudara seibu satu orang Lebih dari satu, untuk semua. 1/6 1/3
Ahli-waris Pengganti Saudara sekandung / sebapak Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak.
Ahli-waris Pengganti Saudara sekandung / sebapak Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak.

Ahli-waris Pengganti

Ahli-waris Pengganti Saudara sekandung / sebapak Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak.
Saudara sekandung / sebapak
Saudara sekandung / sebapak
Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak.
Terbuka haknya jika tidak ada bapak dan anak.
W a s i a t Orang berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan tanpa
W a s i a t Orang berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan tanpa

W a s i a t

W a s i a t Orang berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan tanpa ada
Orang berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan tanpa ada paksaan Dapat mewasiatkan sebagian harta
Orang berumur sekurang-kurangnya 21 tahun,
berakal sehat dan tanpa ada paksaan
Dapat
mewasiatkan
sebagian harta
bendanya
Harata benda yang
diwasiatkan
merupakan hak
pewasiat
Kepada orang
atau lembaga
W a s i a t Lisan Di hadapan 2 orang saksi Wasiat Sebanyak-banyaknya 1/3
W a s i a t Lisan Di hadapan 2 orang saksi Wasiat Sebanyak-banyaknya 1/3

W a s i a t

W a s i a t Lisan Di hadapan 2 orang saksi Wasiat Sebanyak-banyaknya 1/3 dari

Lisan

W a s i a t Lisan Di hadapan 2 orang saksi Wasiat Sebanyak-banyaknya 1/3 dari
Di hadapan 2 orang saksi
Di hadapan 2
orang saksi

Wasiat

Sebanyak-banyaknya 1/3 dari harta warisan
Sebanyak-banyaknya
1/3 dari harta warisan

Tertulis

Lebih dari 1/3 apabila disetujui oleh semua ahli waris
Lebih dari 1/3 apabila
disetujui oleh semua ahli
waris

Atau1/3 dari harta warisan Tertulis Lebih dari 1/3 apabila disetujui oleh semua ahli waris Di hadapan

1/3 dari harta warisan Tertulis Lebih dari 1/3 apabila disetujui oleh semua ahli waris Atau Di
Di hadapan Notaris
Di hadapan Notaris
Hukum Waris Barat Syarat umum pewarisan Ada orang yang meninggal dunia. Pasal 830 KUHPdt menyebutkan,
Hukum Waris Barat Syarat umum pewarisan Ada orang yang meninggal dunia. Pasal 830 KUHPdt menyebutkan,

Hukum Waris Barat

Hukum Waris Barat Syarat umum pewarisan Ada orang yang meninggal dunia. Pasal 830 KUHPdt menyebutkan, bahwa
Hukum Waris Barat Syarat umum pewarisan Ada orang yang meninggal dunia. Pasal 830 KUHPdt menyebutkan, bahwa
Syarat umum pewarisan Ada orang yang meninggal dunia. Pasal 830 KUHPdt menyebutkan, bahwa pewarisan hanya
Syarat umum pewarisan
Ada orang yang
meninggal dunia. Pasal
830 KUHPdt
menyebutkan, bahwa
pewarisan hanya
berlangsung karena
kematian. Kematian di
sini adalah kematian
alamiah.
Untuk
memperoleh
harta
peninggalan, ahli
waris harus hidup
pada saat pewaris
meningal
Cara Mendapatkan warisan Pewarisan secara Ab Intestato , yaitu pewarisan menurut Undang-undang Cara mendapatkan
Cara Mendapatkan warisan Pewarisan secara Ab Intestato , yaitu pewarisan menurut Undang-undang Cara mendapatkan

Cara Mendapatkan warisan

Cara Mendapatkan warisan Pewarisan secara Ab Intestato , yaitu pewarisan menurut Undang-undang Cara mendapatkan

Pewarisan secara Ab Intestato, yaitu pewarisan menurut Undang-undang

secara Ab Intestato , yaitu pewarisan menurut Undang-undang Cara mendapatkan warisan Pewarisan secara Testamentair
secara Ab Intestato , yaitu pewarisan menurut Undang-undang Cara mendapatkan warisan Pewarisan secara Testamentair

Cara

mendapatkan

warisan

Pewarisan secara Testamentair, yaitu pewarisan karena ditunjuk dalam surat wasiat atau Testamen.

Pewarisan Ab Intestato Pasal 832 KUHPdt Yang berhak menjadi ahli waris adalah keluarga sederajat baik
Pewarisan Ab Intestato Pasal 832 KUHPdt Yang berhak menjadi ahli waris adalah keluarga sederajat baik

Pewarisan Ab Intestato

Pewarisan Ab Intestato Pasal 832 KUHPdt Yang berhak menjadi ahli waris adalah keluarga sederajat baik sah
Pasal 832 KUHPdt Yang berhak menjadi ahli waris adalah keluarga sederajat baik sah maupun luar
Pasal 832 KUHPdt
Yang berhak menjadi ahli waris adalah
keluarga sederajat baik sah maupun luar
kawin yang diakui, serta suami istri
yang hidup terlama.
Golongan Ahli Waris 4 Golongan Ahli Waris Golongan ketiga adalah leluhur lain Golongan Golongan Golongan
Golongan Ahli Waris 4 Golongan Ahli Waris Golongan ketiga adalah leluhur lain Golongan Golongan Golongan

Golongan Ahli Waris

Golongan Ahli Waris 4 Golongan Ahli Waris Golongan ketiga adalah leluhur lain Golongan Golongan Golongan Golongan
4 Golongan Ahli Waris
4 Golongan Ahli Waris

Golongan ketiga adalah leluhur lain

Golongan Golongan Golongan Golongan pertama pertama kedua kedua adalah adalah adalah adalah suami suami atau
Golongan Golongan
Golongan Golongan
pertama pertama
kedua kedua
adalah adalah
adalah adalah
suami suami atau atau
orangtua, orangtua,
istri istri dan dan
saudara saudara dan dan
keturunan keturunan
keturunan keturunan
saudara saudara

Golongan keempat adalah sanak keluarga lainnya dalam garis menyimpang sampai derajat keenam

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama 1. Anak-anak dan atau keturunannya; anak-anak tidak dapat mewaris bersama-sama
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama 1. Anak-anak dan atau keturunannya; anak-anak tidak dapat mewaris bersama-sama

Golongan Ahli Waris

Golongan Pertama

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama 1. Anak-anak dan atau keturunannya; anak-anak tidak dapat mewaris bersama-sama
1. Anak-anak dan atau keturunannya; anak-anak tidak dapat mewaris bersama-sama dengan keturunan, satu akan menutup
1. Anak-anak dan atau keturunannya; anak-anak tidak dapat mewaris
bersama-sama dengan keturunan, satu akan menutup yang lain.
Dalam hal ini tidak menutup kemingkinan bahwa anak mewaris
bersama keturunan yaitu dalam hal terjadi penggantian.
A
B
C
C

D

D tidak mewaris bersama-sama dengan C. Dalam hal yang berhak mewaris adalah B dan C.
D tidak mewaris bersama-sama
dengan C. Dalam hal yang berhak
mewaris adalah B dan C.
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah

Golongan Ahli Waris

Golongan Pertama

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah anak

A

B

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah anak
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah anak

D

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah anak

C

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama A B D C E Dalam hal ini C adalah anak
E
E
Dalam hal ini C adalah anak E (cucu) dapat mewaris melalui anak Pewaris lainnya, yaitu
Dalam hal ini C adalah anak E (cucu)
dapat mewaris melalui anak Pewaris
lainnya, yaitu D yang talah meninggal
terlebih dahulu dari Pewaris (A).
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Anak-anak mewaris dalam derajat pertama, artinya mereka mewaris kepala demi
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Anak-anak mewaris dalam derajat pertama, artinya mereka mewaris kepala demi

Golongan Ahli Waris

Golongan Pertama

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Anak-anak mewaris dalam derajat pertama, artinya mereka mewaris kepala demi kepala.
Anak-anak mewaris dalam derajat pertama, artinya mereka mewaris kepala demi kepala. Mereka masing-masing mempunyai
Anak-anak mewaris dalam derajat pertama, artinya mereka
mewaris kepala demi kepala. Mereka masing-masing mempunyai
bagian yang sama (Pasal 852 ayat (2) KUHPerdata).
A, B, C, anak, mewaris dalam derajat pertama, dengan hak yang sama, masing-masing atas 1/3
A, B, C, anak, mewaris dalam derajat pertama,
dengan hak yang sama, masing-masing atas 1/3
bagian harta waris.
A
B
C
D
E
F
C telah meninggal terlebih dahul u dari D, E, F. maju
menggantikanC, mereka mewaris berdasarkan
pancang C kepala demi kepala, artinya mereka
dalam pancang C sama besarnya yaitu 1/3 x 1/3 =
1/9 bagian.
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Asas persamaan dalam Pasal 852 KUHPerdata, masih diteruskan dengan menetapkan
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Asas persamaan dalam Pasal 852 KUHPerdata, masih diteruskan dengan menetapkan

Golongan Ahli Waris

Golongan Pertama

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Asas persamaan dalam Pasal 852 KUHPerdata, masih diteruskan dengan menetapkan bahwa
Asas persamaan dalam Pasal 852 KUHPerdata, masih diteruskan dengan menetapkan bahwa anak-anak atausekalian keturunan
Asas persamaan dalam Pasal 852 KUHPerdata, masih diteruskan dengan
menetapkan bahwa anak-anak atausekalian keturunan mereka mewaris
dari Pewaris, meskipun mereka lahir dari perkawinan yang lain
Perkawinan yang lain, karena Pewaris menikah kebih dari datu kali, tetapi putus karena kematian atau
Perkawinan yang
lain, karena
Pewaris menikah
kebih dari datu
kali, tetapi putus
karena kematian
atau perceraian.
Dalam
perkawinan itu
Pewaris
mempunyai
keturunan.
A P B C D EF Dalam hal ini KUHPdt tidak membedakan hak dan kewajiban
A
P
B
C
D
EF
Dalam hal ini KUHPdt tidak membedakan hak dan
kewajiban C, D, E, dan F yang digantikan oleh G
dan H terhadap Pewaris.
G
H
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama 2. Suami/istri yang hidup terlama; dalam Pasal 852 a KUHPdt
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama 2. Suami/istri yang hidup terlama; dalam Pasal 852 a KUHPdt

Golongan Ahli Waris

Golongan Pertama

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama 2. Suami/istri yang hidup terlama; dalam Pasal 852 a KUHPdt ditentukan
2. Suami/istri yang hidup terlama; dalam Pasal 852 a KUHPdt ditentukan sama dengan bagian anak.
2. Suami/istri yang hidup terlama; dalam Pasal 852 a
KUHPdt ditentukan sama dengan bagian anak.
A
B
C D E
C
D
E
a KUHPdt ditentukan sama dengan bagian anak. A B C D E Suami/Istri yang hidup terlama

Suami/Istri yang hidup terlama tidak berhak atas legitieme portie

Harta peninggalan dibagi antara B, C, D dan E masing-masing ¼ bagian.

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Apabila si Pewaris meninggalkan seorang suami atau istri yang hidup
Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Apabila si Pewaris meninggalkan seorang suami atau istri yang hidup

Golongan Ahli Waris

Golongan Pertama

Golongan Ahli Waris Golongan Pertama Apabila si Pewaris meninggalkan seorang suami atau istri yang hidup terlama
Apabila si Pewaris meninggalkan seorang suami atau istri yang hidup terlama dan tidak meninggalkan keturunan,
Apabila si Pewaris meninggalkan seorang suami atau istri yang
hidup terlama dan tidak meninggalkan keturunan, maka suami
atau istri yang hidup terlama ini berhak atas seluruh warisan.
istri yang hidup terlama ini berhak atas seluruh warisan. Suami atau istri yang hidup terlama ini
Suami atau istri yang hidup terlama ini tampil sebagai ahli waris berdasarkan keutamaan sehingga menutup
Suami atau istri yang hidup terlama ini tampil sebagai ahli
waris berdasarkan keutamaan sehingga menutup golongan
lain.
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua Golongan kedua Orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, dan keturunan
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua Golongan kedua Orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, dan keturunan

Golongan Ahli Waris

Golongan Kedua

Golongan Ahli Waris Golongan Kedua Golongan kedua Orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, dan keturunan saudara
Golongan kedua Orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, dan keturunan saudara laki-laki dan perempuan tersebut.
Golongan kedua
Orang tua, saudara laki-laki, saudara perempuan, dan
keturunan saudara laki-laki dan perempuan tersebut.
Pasal 854 ayat (1) KUHPdt Dapat disimpulkan Seorang meninggal dunia, tanpa meninggalkan keturunan maupun suami
Pasal 854 ayat (1) KUHPdt
Dapat disimpulkan
Seorang meninggal dunia, tanpa meninggalkan keturunan maupun
suami istri, berarti sudah tidak ada Golongan I, maka Golongan II,
yaitu bapak,ibu, dan saudara-saudara tampil sebagai ahli waris.
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua a. Ada bapak, ada ibu dan satu saudara A B
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua a. Ada bapak, ada ibu dan satu saudara A B

Golongan Ahli Waris

Golongan Kedua

Golongan Ahli Waris Golongan Kedua a. Ada bapak, ada ibu dan satu saudara A B A
a. Ada bapak, ada ibu dan satu saudara
a. Ada bapak, ada ibu dan satu saudara

A

B

A B K
A B
K
P K
P
K
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua a. Ada bapak, ada ibu dan satu saudara A B A

Masing-masing 1/3 bagian

Golongan Ahli Waris Golongan Kedua b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara A B
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara A B

Golongan Ahli Waris

Golongan Kedua

Golongan Ahli Waris Golongan Kedua b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara A B A
b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara
b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara

A

Waris Golongan Kedua b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara A B A B K

B

Golongan Kedua b. Ada bapak, ada ibu dan dua saudara A B A B K L
A B K L Masing-masing 1/4 bagian
A
B
K
L
Masing-masing 1/4 bagian

K

 

P

 

L

 
K   P   L  
K   P   L  
K   P   L  
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara A =
Golongan Ahli Waris Golongan Kedua c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara A =

Golongan Ahli Waris

Golongan Kedua

Golongan Ahli Waris Golongan Kedua c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara A = 1/4
c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara
c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara

A = 1/4

Golongan Kedua c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara A = 1/4 B = 1/4

B = 1/4

Golongan Kedua c. Ada bapak, ada ibu dan tiga saudara A = 1/4 B = 1/4
K L M 1/6
K
L M
1/6

K

 

P

 

L

M

 
K   P   L M  
K   P   L M  
K   P   L M  
K   P   L M  
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga Pasal 853 KUHPdt Ahli waris golongan ketiga ini terdiri dari
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga Pasal 853 KUHPdt Ahli waris golongan ketiga ini terdiri dari

Golongan Ahli Waris

Golongan Ketiga

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga Pasal 853 KUHPdt Ahli waris golongan ketiga ini terdiri dari sekalian

Pasal 853 KUHPdt

Ahli waris golongan ketiga ini terdiri dari sekalian keluarga dalam garis lurus ke atas, baik
Ahli waris golongan ketiga ini terdiri dari
sekalian keluarga dalam garis lurus ke
atas, baik dari garis ayah maupun ibu.
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G

Golongan Ahli Waris

Golongan Ketiga

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

G

A

R

I

S

A

Y

A

H

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H
G H
G H
I J
I
J
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H
K
K
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

LM

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

EF

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

B

CD

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

A

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

P

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

N

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga G A R I S A Y A H G H

G

A

R

I

S

I

B

U

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga Pasal 853 KUHPdt Warisan dibagi dalam 2 (dua) bagian terlebih
Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga Pasal 853 KUHPdt Warisan dibagi dalam 2 (dua) bagian terlebih

Golongan Ahli Waris

Golongan Ketiga

Golongan Ahli Waris Golongan Ketiga Pasal 853 KUHPdt Warisan dibagi dalam 2 (dua) bagian terlebih dahulu

Pasal 853 KUHPdt

Warisan dibagi dalam 2 (dua) bagian terlebih dahulu (kloving). Satu bagian untuk keluarga sedarah dalam
Warisan dibagi dalam 2 (dua) bagian
terlebih dahulu (kloving). Satu bagian
untuk keluarga sedarah dalam garis
ayah lurus ke atas, satu bagian untuk
keluarga sedarah dalam garis ibu lurus
ke atas.
Golongan Ahli Waris Golongan Keempat Ahli waris golongan keempat Keluarga sedarah dalam garis menyimpang sampai
Golongan Ahli Waris Golongan Keempat Ahli waris golongan keempat Keluarga sedarah dalam garis menyimpang sampai

Golongan Ahli Waris

Golongan Keempat

Golongan Ahli Waris Golongan Keempat Ahli waris golongan keempat Keluarga sedarah dalam garis menyimpang sampai derajat
Ahli waris golongan keempat Keluarga sedarah dalam garis menyimpang sampai derajat ke enam
Ahli waris golongan keempat Keluarga sedarah dalam garis menyimpang sampai
derajat ke enam
3 2 2 3 4 4 4 1 B 5 5 A 6 C E
3
2
2
3
4
4
4
1
B
5
5
A
6
C
E
7
D

F

6

Ahli Waris Testamentair Pewarisan berwasiat yaitu pembagian warisan kepada orang- orang yang berhak menerima warisan
Ahli Waris Testamentair Pewarisan berwasiat yaitu pembagian warisan kepada orang- orang yang berhak menerima warisan

Ahli Waris Testamentair

Ahli Waris Testamentair Pewarisan berwasiat yaitu pembagian warisan kepada orang- orang yang berhak menerima warisan
Pewarisan berwasiat yaitu pembagian warisan kepada orang- orang yang berhak menerima warisan atas kehendak terakhir
Pewarisan berwasiat yaitu pembagian warisan kepada orang-
orang yang berhak menerima warisan atas kehendak terakhir
(wasiat) si pewaris,yang dinyatakan dalam bentuk tulisan (Pasal
874 KUHPdt).

Testamen

dalam bentuk tulisan (Pasal 874 KUHPdt). Testamen Pasal 875 KUHPdt Suatu akta yang berisi pernyataan seseorang

Pasal 875 KUHPdt

Suatu akta yang berisi pernyataan seseorang tentang apa yang akan terjadi setelah ia meninggal, dan
Suatu akta yang berisi pernyataan seseorang tentang
apa yang akan terjadi setelah ia meninggal, dan apa
yang olehnya dapat ditarik kembali.
Ahli Waris Testamentair Wasiat berdasarkan isinya 1. Wasiat, yang berisi pengangkatan waris (erfsteling), yaitu wasiat
Ahli Waris Testamentair Wasiat berdasarkan isinya 1. Wasiat, yang berisi pengangkatan waris (erfsteling), yaitu wasiat

Ahli Waris Testamentair

Ahli Waris Testamentair Wasiat berdasarkan isinya 1. Wasiat, yang berisi pengangkatan waris (erfsteling), yaitu wasiat

Wasiat berdasarkan isinya

1. Wasiat, yang berisi pengangkatan waris (erfsteling), yaitu wasiat dengan mana orang yang mewasiatkan, memberikan
1. Wasiat, yang berisi
pengangkatan waris
(erfsteling), yaitu
wasiat dengan mana
orang yang
mewasiatkan,
memberikan kepada
seorang (atau lebih),
seluruh atau sebagian
dari harta
kekayaannya, kalau ia
meninggal dunia (Ps.
954 KUHPdt).
2. Hibah Wasiat atau legaat, yaitu suatu penetapan yang khusus di dalam suatu testament, dengan
2. Hibah Wasiat atau
legaat, yaitu suatu
penetapan yang
khusus di dalam
suatu testament,
dengan mana
mewasiatkan
memberikan seorang
(atau lebih), seluruh
atau sebagian dari
harta kekayaannya,
kalau diameninggal
dunia (Ps. 957
KUHPdt).
Hukum Waris Adat Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya merupakan sekumpulan hukum yang mengatur
Hukum Waris Adat Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya merupakan sekumpulan hukum yang mengatur

Hukum Waris Adat

Hukum Waris Adat Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya merupakan sekumpulan hukum yang mengatur proses
Hukum Waris Adat Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya merupakan sekumpulan hukum yang mengatur proses
Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya merupakan sekumpulan hukum yang mengatur proses pengoperan dari
Hukum waris menurut hukum adat pada dasarnya
merupakan sekumpulan hukum yang mengatur proses
pengoperan dari satu generasi ke generasi selanjutnya.
Hukum waris menurut hukum adat adalah suatu kompleks kaidah-kaidah yang mengatur proses penerusan dan pengoperan
Hukum waris menurut hukum adat adalah
suatu kompleks kaidah-kaidah yang
mengatur proses penerusan dan pengoperan
daripada harta, baik materiil maupun
immateriil dari generasi ke generasi
berikutnya

Van Dijk

penerusan dan pengoperan daripada harta, baik materiil maupun immateriil dari generasi ke generasi berikutnya Van Dijk
Unsur-unsur Hukum Waris Adat Unsur 1.Proses pengoperan atau hibah atau penerusan atau warisan; 2.Harta benda
Unsur-unsur Hukum Waris Adat Unsur 1.Proses pengoperan atau hibah atau penerusan atau warisan; 2.Harta benda

Unsur-unsur Hukum Waris Adat

Unsur-unsur Hukum Waris Adat Unsur 1.Proses pengoperan atau hibah atau penerusan atau warisan; 2.Harta benda materiil

Unsur

1.Proses pengoperan atau hibah atau penerusan atau warisan; 2.Harta benda materiil dan imateriil; 3.Satu generasi
1.Proses pengoperan atau hibah atau
penerusan atau warisan;
2.Harta benda materiil dan imateriil;
3.Satu generasi ke generasi
selanjutnya.
Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial;
Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial;

Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat

Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial; 3.

Ada 3 (tiga) cara

Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial; 3.

Hibah

Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial; 3.
Penyelenggaraan Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial; 3.

Waris

Wasiat

Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial; 3. Waris
Pembagian Waris Adat Ada 3 (tiga) cara Hibah Waris Wasiat Waris Parental; Waris Patrilinial; 3. Waris

Waris Parental; Waris Patrilinial;

3. Waris Matrilinial.

Pewaris dan ahli waris masih hidup

Ahli Waris a. Ahli Waris Keluarga Sedarah Generasi berikutnya dari pewar is, yaitu anak-anaknya. Orang
Ahli Waris a. Ahli Waris Keluarga Sedarah Generasi berikutnya dari pewar is, yaitu anak-anaknya. Orang

Ahli Waris

Ahli Waris a. Ahli Waris Keluarga Sedarah Generasi berikutnya dari pewar is, yaitu anak-anaknya. Orang tua

a. Ahli Waris Keluarga Sedarah

Generasi berikutnya dari pewaris, yaitu anak-anaknya. Orang tua dan saudara-saudara pewaris.

b. Ahli Waris Bukan Keluarga Sedarah

Pada dasarnya keluarga bukan sedarah bukanlah sebagai ahli waris, tetapi karena mereka juga sebagai angota rumah tangga, maka mereka pun ikut menikmati penghasilan yang ditinggalkan oleh si pewaris. Meliputi : Anak tiri, Anak angkat, Janda, dan Duda.