Anda di halaman 1dari 16

Kapolda NTT Berdialog Dengan Masyarakat Lembata LEWOLEBA, PK --- Setelah menunggu sekitar dua pekan, masyarakat Kabupaten

Lembata akhirnya menyambut kehadiran Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT), I Ketut Untung Yoga Ana, di Mapolres Lembata, Rabu (29/1/2013).

Kapolda NTT tiba di mapolres Lembata sekitar pukul 12.00 wita disambut ribuan massa yang telah menunggunya di halaman mapolres Lembata. Sebelum berbicara kepada ribuan massa, kapolda berdialog dengan perwakilan forum yang sebagian besar adalah imam-imam katolik. Bersama dengan para imam adalah tokoh masyarakat

Lembata, Bapak Petrus Boliona Keraf, perwakilan JPIC OFM Jakarta, Pater Mikhael

dan langsung berdialog dengan perwakilan Forum Penyelamata Lewotanah Lembata di ruangan kerja Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST.

Sementara itu massa yang mendatangi mapolres Lembata menjadi dua kali lipat dari sebelumnya,dengan jumlah kurang lebih 3000-an massa. Halaman mapolres Lembata penuh bahkan sampai di trans Lembata, massa membeludak. Usai berdialog dengan perwakilan forum, Kapolda Untung Yoga Ana bertatap muka dengan ribuan massa dan

menyampaikan sikap beliau sebagai kepala kepolisian daerah NTT. Pertama-tama kapolda menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lembata karena telah membuat masyarakat Lembata menunggu. Tidak ada niat saya tidak ke sini. Bahkan saya berniat karena belum pernah datang ke

sini. Minta maaf lambat, tidak ada maksud. Saya sudah dapat masukan dari forum, Romo, tokoh masyarakat, dan mungkin masih ada lagi. Saya sungguh prihatin, doakan roh almarhum di sana tenang dan damai. Semoga almarhum memberi jalan, kata Kapolda NTT. Kapolda menyatakan benar ada protes dan pengaduan terkait

proses penyidikan di kepolisian. Dan protes itu, kata Kapolda, dirinya menerima. Tentang dugaan kekerasan yang dilakuan penyidik kepolisian, kapolda berjanji akan menindak oknum-oknum bersangkutan sesuai dengan mekanisme dan prosedur. Tetapi kapolda meminta masyarakat Lembata jangan menghakimi semua polisi dan

menitipkan pesan agar menjaga anak buahnya di Polres Lembata yang dengan tulus menjalankan tugasnya sebagai polisi. Sedangkan terkait penanganan kasus itu, kapolda mengatakan sudah menurunkan tim. Dan menggantikan tim yang tidak sesuai. Komitmen kami, tidak akan melindungi siapa yang yang

salah. Kalaupun dia anggota polri. Mohon sabar menurut kesabaran, waku yang ifbutuhkan ada. Ini beberaspa hal, kala. Jangan mau lembata ini sejuk dan damai. Belum damai dan sejuk. Pertahankan lembata sejuk dan damai. Kita tindaklanjuti.

Media, proporsional, intinya ke percepatan terangnya pengungkapan kasus ini. Mohon dapat dimaafkan, tidak. Semua berangkat dari niat hti yang positif. Saya titip anggota polres ini jangan disamaratakan semua. Jangan kita butakan hati. Saya bukan penjahat, kapolres bukan penjahat. Kita murni

lihat persoalan. Jangan, teman. Saya bersama Anda.

Pertama, ada hal yang berlanjut ke persidangan. Bukan kewenan polisi untuk tarik.

Lakukan apa yang bisa dilakukan. Keduan ada pr dri perkembangan. Ada masukan. Ada indikasi dugaan kekerasan dilakukan orang sewenang, tindak tegas, tentu hrus lakukan dulu beberapa meyakinkan. Tugaskan tim, dari hati ke hati wawancara. Akan tindak, tidak sweanang2 jga, yang kami juga punya. Ada harapan keinginan forum, saya

lakukan penggantian penyidik yang tidak sesuai. Akan lakukan langkah ke dalam.

DION Wadu Dion wadu bersaksi. Tentang pembunuhan. Setelah melakukn, pengamatan. Pemilik kebun yang llu llng, tdk. Diteror terus oleh org tak dikenal. Tidak ada tindak lanjut, bahkan saya

ditahan. Sya bappeda sana itu, say thu hutan keam. Saya baru stu tahun. Pindah dri PPo, bangwil. Dipindahkan ke dalef, apa tahunya saya proyek hutan Keam. Bapak-bapak,. Yance Sunur saya tidak kenal. Saya kerja, otak ini yang dititipkan lorens

wadu kepada saya. Saya dan istri saya, dengan dua anak saya menempati rumah. Kalau saya rakus soal warisan, saya cinta. Saya sayang orang tua saya. Saya tidak pernah buat apa-apa dengan dia. Saya minta bantuan bapak-bapak bongkar. Apa polisi masih berani, ditahan

empat bulan pun tidak diperiksa apa-apa. BaP dion hanyalah kayalan Polisi. Rekonstruksi, rekome. Pengganti, berdasarkan saksisaksi, bukan BAP saya. Menyakitkan sekali saksi, bunga, leto, bapa vinsen. Ini ada apa sebenarnya? Powered by Telkomsel BlackBerry