Anda di halaman 1dari 2

Pos Kupang/Feliks Janggu Dion dan IStri --- Dion Wadu bersama dengan Ape istrinya menyampaikan curahan

hati mereka kepada ribuan massa yang berdemonstrasi di Mapolres Lembata, Rabu (29/1/2014). Putera Almarhum Bersaksi di Hadapan Massa LEWOLEBA, PK --- Ribuan massa demonstrans terharu dan bahkan ada yang meneteskan air mata ketika putera Almarhum Aloisius Laurens Wadu dan istrinya, Ape bersaksi di hadapan ribua massa. Dion dan istrinya yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ayahnya itu menyampaikan curahan hatinya kepada sekitar 3500 massa yang datang dari berbagai tempat di Lembata. Dion tampil di atas mobil pick up masih mengenakan seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menyatakan di hadapan massa bahwa dirinya tidak tahu menahu dengan kematian ayah kandungnya. Saya mencintai ayah saya, saya mencintai orang tua saya. Kalau saya rakus soal warisan, saya sudah usir semua saudara saya dari rumah. Saya tidak pernah buat apa-apa dengan dia (almarhum ayahnya-red). Saya minta bantuan bapak-bapak bongkar, kata Dion dari atas mobil Pick up sambil mengurai air mata. Dion mengungkapkan betapa dirinya, istri dan anaknya selama ini sangat menderita paskah ditetapkan dirinya sebagai tersangka oleh penyidik kepolisian. Padahal dirinya sama sekali tidak mengetahui apa-apa dengan kasus itu. Sebagai putera sulung almarhum, dengan tegas Dion membantah motif warisan yang diungkapkan penyidik kepolisian selama ini. Di hadapan massa yang datang pun, Dion menyatakan dirinya pernah diteror orang tak dikenal dan telah melaporkan hal itu kepada kepolisian tetapi tidak ditindaklanjuti. Kemudian malah dia ditangkap kepolisian dengan tidak dilakukan BAP. Peran dirinya di TKP (Tempat Kejadian Perkara) pun bukan atas BAP dirinya tetapi BAP yang dibuat oleh Vinsen Wadu (adik almarhum). Istri Dion, Ape yang ditetapkan kepolisian sebagai tersangka bersama suaminya Dion, juga berbicara kepada ribuan massa. Ape tampak tidak bisa menahan air mata saat berbicara di hadapa massa, mengundang iba ribuan massa.

Bahkan sempat terjadi keributan ketika Ape menyebutkan bahwa saksi Mama Bunga berbicara dan menyebutkan dirinya dan Dion suaminya terlibat karena saksi itu diminta bicara oleh Kasat Serse Polres Lembata, Iptu Jeri Z Puling. Massa pun berteriak memanggil dan meminta Kapolres segera menahan Kasat Serse. Massa pun berhamburan sehingga membuat keresahan. Untung Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi SatyaNugroho, ST dan para imam cepat menenangkan massa yang marah. Sehingga akhirnya, demonstrasi pun segera dihentikan. Apalagi Kapolda NTT sudah meninggalkan Mapolres Lembata dan kembali ke Kupang. (lik)