Anda di halaman 1dari 14

dari Jepara untuk Indonesia

edisi perdana triwulan I Januari 2009

Teknologi Dari dan Untuk Lingkungan

PLTU Tanjung Jati B Go Green


Pembangkit Tanjung Jati B

Daftar Isi
edisi perdana triwulan I Januari 2009

wa j a h j e p a ra

Jepara
Tak Hanya Kaya Mitos dan Legenda

Bila Teknologi Tinggi Bersahabat inti dengan Lingkungan

10 i n t i
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro:

Tanjung Jati B Lahir Berkat Kerjasama yang Sangat Baik


Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B diresmikan operasinya pada 10 Oktober 2006 langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

12 i n t i

Proses Produksi
Bahan bakar utama Pembangkitan PLTU Tanjung Jati B adalah Batu bara. Bagaimana si hitam batu bara ini hingga bisa membangkitkan listrik?

18 p e r s o n a
Chris Leo Manggala

16

opini

Terbiasa Jauh dari Keluarga


22 s o s i a l i t a

Bekerja Aman dan Nyaman di Tanjung Jati B


Teknologi menjadikan kehidupan lebih mudah dan menyenangkan. Kehadiran teknologi ramah lingkungan adalah solusi bagi kehidupan berkesinambungan yang dapat dipertanggungjawabkan. PLTU Tanjung Jati B sadar bahwa lingkungan dan alam adalah faktor penting dalam kehidupan. Karenanya, PLTU berkomitmen penuh dan terus menerus melakukan gerakan penanaman pohon sebagai penyangga ekosistem dunia.

Pelatihan Security
Langkah Preventif Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru

21 s o s i a l i t a

Pelatihan Scafolding dan Rigger


Dengan komitmen program Bina Lingkungan, PT PLN Pembangkitan TJB melaksanakan beberapa program untuk meningkatkan harkat hidup masyarakat di sekitar lokasi pembangkit.

Berkenalan dengan Batubara

22 ra n a 14

ragam

Berbagi Keceriaan melalui Peringatan Harlisnas


24 m e m o

Alam diciptakan bukan tanpa manfaat.


Aristoteles (filsuf yunani kuno)

Sumbangsih untuk Pendidikan


tanjung jati triwulan I Januari 2009

tanjung jati
Majalah Tanjung Jati adalah sarana komunikasi dan informasi PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB). Diterbitkan berdasarkan SK GM PT PLN (Persero) Tanjung Jati B (TJB) No.: 020K/GM.UBPTJB/2008.

buletin

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Lingkungan

Redaksi Tanjung Jati


Pelindung General Manager Pembina Para Manager Bidang & KAI Penanggung Jawab Manajer Bidang SDM & Umum Dewan Redaksi Ketua Deputi Manajer Hukum & Humas Anggota Yusuf Supriyadi, Ngadiman, Joko Sungkono Dewanto, Hery Wiyoto, Ika Safitri, Sunari Sirkulasi, Distribusi, & Dokumentasi Humas PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B.

Pembaca yang budiman, yang tidak sesuai dengan niat awal berarti ada persoalan yang harus dijawab. Tetapi itu tidak otomatis berarti teknologi itulah yang salah. Yang harus disikapi adalah bagaimana agar teknologi itu bisa lebih sempurna. K a re n a s e r i n g k a l i m e n j a d i terobosan besar, teknologi juga memiliki dampak, baik maupun buruk. Lingkungan dan alam adalah faktor penting saat membangun sebuah teknologi baru. Sebuah teknologi yang mengabaikan lingkungan belum dapat dianggap ideal karena belum sesuai dengan tujuan awal penciptaan teknologi. Teknologi semestinya ramah lingkungan (eco-friendly-technology) dan memberikan kepuasan penggunanya dengan sumber daya lingkungan yang rendah. PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) adalah Perusahaan yang mengelola PLTU berbahan bakar batu bara berteknologi tinggi dan ramah lingkungan yang memberikan
Ir. Basuki Siswanto, MM General Manager PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung jati B

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, kami

menerbitkan edisi perdana majalah Tanjung Jati. Majalah ini

sebagai sarana komunikasi dan informasi tentang keberadaan PT

PLN (Persero) Tanjung Jati B di lingkungan PT PLN (Persero).

Semoga keberadaan majalah ini dapat

menambah khasanah informasi dari

seluruh kegiatan dan aset yang dimiliki

oleh PT PLN (Persero).

Pembaca yang budiman,

TUHAN MENCIPTAKAN HEWAN lengkap dengan alat untuk mempertahankan diri. Badak memiliki cula, ular memiliki bisa, lebah memiliki sengat, bahkan belalangpun memiliki sepasang kaki berkuku tajam yang siap digunakan jika ancaman datang. Berbeda dengan kita, manusia. Kita tidak dibekali dengan senjata kasat mata. Sebaliknya justru hanya manusialah yang dibekali Tuhan dengan senjata tercanggih yang bernama Akal Pikiran. Dengan akal pikiran, manusia tidak hanya mampu mempertahankan hidup, tapi sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah menjadi fitrah manusia,

kontribusi energi terhadap sistem kelistrikan Jawa, Madura dan Bali sebesar kurang lebih 9%. Kami berkomitmen menerapkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas hidup manusia. Kekhawatiran bahaya limbah penggunaan batubara bagi lingkungan sekitar tidak terbukti karena sisa pembakaran dikeluarkan melalui cerobong dalam bentuk uap air dengan kadar emisi terus dipantau untuk dipastikan selalu di bawah batas yang dibolehkan. Pembaca yang budiman, Selain alam, kami juga memberi perhatian khusus pada kesejahteraan masyarakat Jepara dan sekitarnya. Karena itulah komunikasi dua arah menjadi penting. Melalui majalah Tanjung Jati ini kami berharap dapat memberikan tambahan informasi tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan lingkungan serta menjadi media komunikasi kami dan masyarakat. Selamat membaca.

Teknologi Kelas Dunia demi Kejayaan Bangsa


PLTU TANJUNG JATI B ADALAH aset bangsa dan memiliki peran sangat penting. Walau mengandalkan batu bara sebagai bahan bakarnya, PLTU Tanjung Jati B dilengkapi banyak teknologi tinggi untuk mengoptimalkan pemanfaatan batu bara tanpa banyak resiko yang mesti ditanggung oleh lingkungan. Salah satunya adalah Teknologi Flue Gas Desulphuritation (FGD) yang memanfaatkan batu kapur untuk menangkap partikel belerang terbuang bebas melalui cerobong. Sampai kini, PLTU Tanjung Jati B adalah satusatunya pembangkit listrik berteknologi FGD yang dimiliki PT PLN (Persero).

Tanjung Jati B
Pembangkitan Tanjung Jati B Desa Tubanan, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Telepon (+62-291) 772121, 772122, 772123, 772124 Faks. (+62-291) 772125 Kantor Jakarta Jl. brawijaya 1 A No. 19,pulo Kebayoran Bar, Jakarta Selatan12160 Telp. : +62 21 72796472 Fax : +62 21 72796473

kita ingin selalu berkembang dari hari ke hari. Karena itu pula ilmu pengetahuan makin lama juga makin disempurnakan oleh generasi-generasi yang lebih baru. Ilmu pengetahuan yang lahir dari interaksi langsung manusia dengan alam makin lama juga mengalam perkembangan sesuai kebutuhan manusia. Ilmu pengetahuan pula yang melahirkan teknologi. Dia tercipta dari gagasan yang sudah ada sebelumnya, terobosanterobosan radikal yang mungkin memperluas batas pengetahuan dan pengalaman manusia. Tetapi itu semua adalah semata-mata untuk memudahkan kegiatan manusia. Dari kapak perimbas untuk perunggu hingga microchip yang dapat memantau pergerakan sel darah merah secara langsung, teknologi tidak lepas dari maksud menyejahterakan manusia. Dengan demikian tidak ada teknologi yang diciptakan untuk kehancuran manusia sendiri. Kalaupun ada dampak teknologi

I Gde Mayura, Manajer Bidang SDM dan Umum PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) Dewanto, Officer Kemitraan dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB)

Mendapat Tantangan Baru


PERTAMA KALI DITEMPATKAN di PT PLN (Persero) Tanjung Jati B akhir 2007, Dewanto menempati wilayah operasional. Namun awal 2008 ia Ia bertanggungjawab menyelaraskan hubungan sosial perusahaan menempati posisi sebagai PH DM Humas dan Hukum bidang SDM. dengan masyarakat. Posisi itu dirasa cukup menantang baginya. Pada

Tantangan Mengurus Manusia


2007. Wilayah kerjanya meliputi urusan administrasi, pengembangan karier, pengadaan diklat, memantau kinerja pegawai hingga mengoordinir hubungan masyarakat, surat menyurat, pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana kantor dan sebagainya. Internal tidak terlalu ada masalah. Kalau eksternal (masyarakat) lebih dinamis, katanya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (24/12/08). Ia menjelaskan jika PLTU berbahan bakar batubara pasti memiliki dampak lingkungan. Namun dampak-dampak itu masih jauh di bawah ambang baku mutu. Dan itu juga terus dipantau oleh badan resmi dan independen. Hasil pemantauannya juga tidak kami buat-buat. Kami pun sudah mengantongi AMDAL dan perizinan lain, sambungnya.

awalnya saya merasa berat karena tidak sesuai dengan keahlian saya.

Apalagi di sekitar sini kan banyak pengangguran. Cuma, dengan

Bismillah diniati berdoa saja dan alhamdulillah saya masih diberi Terbukti benturan dengan masyarakat berkurang setelah

kesehatan dan mengelola itu dengan baik, tuturnya. dilaksanakan beberapa program bina lingkungan seperti bantuan pendidikan, pelatihan, dan acara-acara kerjasama PLN dan masyarakat sekitar. Seiring berjalannya waktu ia malah merasa mendapat tantangan untuk menangani bidang kehumasan, hukum dan bina lingkungan serta menjadi koordinator security. Sebelumnya ia bertugas di PT PLN (Persero) WKSKT Sektor Asam Asam. Di tempat itu ia diberi amanah sebagai Enjinir Operasi Thermal yang menangani coal handling, BBM, Laboratorium dan Water Treatment Plant dari tahun 2000 hingga 2003. Lemudian dipercaya menjadi Enjinir Kimia dan Lingkungan bagian Perencanaan dan sebagai Environment Management Representative (EMR). Saat itu PLTU Asam-Asam meraih sertifikat ISO 14001. Tapi di sini (PLTU TJB-red) saya masih diberikan amanah untuk menjadi koordinator HSE sub-committee yang masih berkenaan dengan background dan track record saya sebelumnya, tuturnya.

MENGELOLA MANUSIA MEMILIKI tantangan

Ia menduga ada oknum-oknum yang ingin membuat masyarakat resah. Mereka mungkin mencari-cari untuk mengharapkan sesuatu dari kami, timpal pria asal Bali ini. Padahal, ia berusaha selalu merangkul masyarakat dengan mengadakan komunikasi untuk menyosialisasikan pentingnya PLTU TJB sebagai Objek Vital Nasional. Selain itu juga melaksanakan program bina lingkungan dalam agenda Community Development (Comdev). Program itu diwujudkan dengan membantu biaya pendidikan siswa sekolah, memberi bantuan untuk pengadaaan sarana prasarana ibadah, mengadakan pelatihanpelatihan dan pinjaman modal usaha kecil untuk warga sekitar pembangkit.

tersendiri. PLTU TJB yang menerapkan teknologi

mutakhir memerlukan lingkungan yang kondusif,

terlebih dari sumber daya manusianya. Maka

diperlukan sebuah posisi yang memanajemen sumber daya manusia. Gde Mayura didaulat sebagai Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum di PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) sejak September

Ngabdullah, Koordinator Pengamanan PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB)


Hery Wiyoto, PH DM Pengelolaan dan Pengendalian Pelabuhan PT PLN (Persero) Pembagkitan Tanjung Jati B (TJB)

Belajar dari Nol


pelabuhan. Ini kan menjadi hal yang baru bagi saya, yang orang konstruksi, tuturnya. Sebelumnya ia juga bekerja di wilayah konstruksi di Pikitring Sulawesi. Alhasil ia harus belajar dari nol. Kesulitannya adalah memelajari istilah-istilah pelabuhan dan pelayaran seperti demurrage, dispatch, dan lain-lain, lanjutnya. Ia pun menjelaskan jika demurrage adalah biaya keterlambatan pembongkaran dan pemuatan. Tiap bongkar muat sudah ada kesepakatan berapa lama waktunya. Jika terlambat akan didenda. Tergantung standarnya. Di pelabuhan kita kapasitasnya 20 ribu ton perhari. Kalau muatannya 60 ribu ton berarti waktu bongkarnya tidak boleh melebihi 3 hari. Kalau melebihi kita dapat denda. Kalau dispatch kebalikannya kalau kurang dari 3 hari

Mengandalkan Feeling

TERNYATA FEELING JUGA dibutuhkan sebagai petugas keamanan.

Ngabdullah, Koordinator Keamanan Pembangkitan TJB sangat Sebagai orang Jawa kita kadang mengandalkan feeling,

mengandalkan feeling untuk membantu pekerjaannya.

katanya. Atas bantuan feeling-nya ia pernah memergoki sekumpulan

pencuri limbah kabel tembaga di akhir tahun 2007. Saat itu jam 2 pagi

hujan deras. Tidak tahu kenapa saya merasa tidak nyaman saat itu. Bolakbalik naik turun pos mau patroli tapi masih hujan, ceritanya. Karena masih tidak nyaman akhirnya ia mengenakan jas hujan kemudian mengendarai motor untuk patroli. Ia menuju tempat pembuangan limbah kabel tembaga dan kuningan, kemudian menyorotkan cahaya senter. Tidak terjadi hal yang mencurigakan. Namun ia masih merasa tidak nyaman. Ia naik pipa dan menyorotkan cahaya senter lagi ke arah kumpulan limbah kabel. Ada 3 orang lari dari kumpulan limbah terus ada 10 orang lain secara estafet yang membawa kabel-kabel yang diikat, ceritanya. Kawanan pencuri itu ternyata profesional. Saya suruh anak buah saya mengangkat ikatan kabel yang beratnya rata-rata 40 kg, tidak ada yang kuat. Tikus-tikus itu dengan mudahnya mengangkat dan memanjat tembok tanpa merusak kawat berduri, lanjutnya. Sepanjang tahun 2007 pencurian terutama pencurian limbah kabel marak terjadi di pembangkit. Pihak manajemen berkebijakan merekrut para purnawirawan TNI dan Polisi untuk mengkoodinir pengamanan di Pembangkit Tanjung Jati B. Ngabdullah adalah salah satunya. Daripada diam saya malah loyo, kalau kerja kan bisa jalan dan memutar otak. Sekalian olah raga, mantan Kapolsek Bangsri, Keling dan Karimunjawa ini beralasan.
tanjung jati triwulan I Januari 2009

kita dapat kompensasi, jelasnya secara terperinci. Tugas Hery amat membutuhkan intensitas tinggi apalagi musim hujan seperti saat ini. Cuaca buruk sangat mempengaruhi pasokan batu bara yang diangkut kapal. Risiko kecelakaan sangat besar jika datang angin dan ombak besar. Jika ombak melebihi 2 meter kecepatan angin 20 knot ditunggu 1 jam. Jika belum berhenti kita perintahkan kapal yang masih membongkar untuk keluar. Begitu juga kalau sandar, kalau cuaca buruk kita larang untuk sandar, sambungnya.

DIDAULAT UNTUK BEKERJA di luar bidang keahlian

bukan hanya dialami Dewanto saja. Hery Wiyoto juga

mengalaminya. Sewaktu masa konstruksi tahun 2004

dulu, saya ditugaskan mengawasi konstruksi sipil. Setelah

masa operasi, saya ditugaskan mengelola pelabuhan karena di sini belum ada orang yang mengisinya. Jadi

sejak tahun 2006 saya ditugaskan untuk menangani

Sebagai wilayah yang sangat kuat mendapat pengaruh Islam, orang Jepara pada umumnya juga mempunyai semacam perasaan berbeda dan lebih tinggi-dibandingkan dengan daerah lain. Adanya tradisi mengirimkan anak-anak mudanya 'merantau' dalam bentuk berguru ke pesantren telah mendorong mobilitas yang tinggi di kalangan mereka.

Ta h u n

1970-an,

ketika

pembangunan ekonomi mulai mendapat perhatian di Indonesia, industri perabotan kayu di Jepara turut bangkit. Produk Jepara pun mulai mendunia. Jepara benarbenar bertransformasi menjadi kota dagang yang hidup kembali. Jalan-jalan mulai dipenuhi oleh toko, ruang pamer, bank, hotel dan restoran-restoran yang kesemuanya dipicu oleh berkembangnya industri perabotan kayu. Orang asing pun kian gampang ditemui di Jepara turut berbisnis perabotan dalam rangka menjangkau pasar ekspor. Perusahaanperusahaan lokal berkembang dan membesar, antara lain karena mengadopsi disain inovatif yang dibawa oleh para orang asing itu. Tidak mengherankan bila furnitur Jepara segera mendapat nama di pasar global. Pelanggan di Australia kemudian Eropa dan Amerika utara, berlombalomba memesan. Belakangan dari Amerika Selatan dan Asia Timur juga mengikuti jejak yang sama. Tidak perlu diherankan jika orangorang asing pun ikut menanamkan uang di Jepara. Makin hari mereka berperan penting di industri ini terutama dalam menggeluti pasar ekspor. Memang ada juga muncul kecurigaan dan kecemburuan dengan hadirnya orang asing di Jepara. Meskipun demikian kecemburuan itu tampaknya terlalu dibesar-besarkan, bila menilik struktur industri dan kepemilikannya. Sebab cukup jelas terlihat masih dominannya pengusaha pribumi, bahkan ditengarai merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan di industri lain di Indonesia. Namun bukan cuma itu yang khas dari budaya lokal Jepara ini. Sebagai wilayah yang sangat kuat mendapat pengaruh Islam, orang Jepara pada umumnya juga mempunyai semacam perasaan berbeda dan lebih tinggi-dibandingkan dengan daerah lain. Adanya tradisi mengirimkan anak-anak mudanya 'merantau' dalam bentuk berguru ke
tanjung jati triwulan I Januari 2009

Jepara
Tak Hanya Kaya Mitos dan Legenda
Sejak berabad-abad silam, Jepara telah berkibar di penjuru dunia. Mitos dan legenda seakan selalu mewarnai nama kota di bagian utara Pulau Jawa ini. Sejak berabad-abad silam, Jepara telah berkibar di penjuru dunia. Mitos dan legenda seakan selalu mewarnai nama kota di bagian utara Pulau Jawa ini.

Jepara sejatinya bukan semata sebuah kota kabupaten di Jawa Tengah. Meski mitos Ratu Kalinyamat dan legendalegenda yang ada hingga kini masih berkembang, Jepara tampaknya menjadi wilayah yang bisa memberi inspirasi bagi kaum perempuan. Di Jepara pulalah RA Kartini lahir dan dibesarkan, dan memberikan pencerahan bagi kaum perempuan Indonesia pada awal abad ke20. Di abad 20, orang mengenal Jepara bukan lagi terutama karena produk perabotan kayunya, melainkan sebagai kota tempat lahirnya Kartini. Dalam suratsuratnya kepada kawan-kawannya di negeri Belanda, Kartini kerap mempromosikan produk kayu bikinan Jepara. Ia juga meminta agar kawankawannya itu sudi mengorder atau membelinya. Berkat koneksi keluarga Kartini dengan para wirausahawan di negeri Belanda, sebuah pameran furnitur Jepara pernah digelar di sana. Sayangnya, industri perabotan kayu Jepara tak banyak terbantu. Ia tetap tumbuh begitu-begitu saja, seperti tersurat dalam keluhankeluhan Kartini lewat surat-suratnya.

pesantren telah mendorong mobilitas yang tinggi di kalangan mereka. Kelak ini

T
abad ke 16.

TETAPI JEPARA SEJATINYA tidak hanya kaya dengan kisah-kisah

belaka. Beragam daya tarik mulai seni ukir, alamnya yang indah, Boleh dikata, Jepara itu bukan kota kemarin sore. Berabad-

hingga sepakbola turut mengharumkan kota ini.

abad lalu ia memiliki Bandar dagang yang ramai, yang banyak

dikunjungi para saudagar. Jepara juga dikenal sebagai penghasil

perabotan kayu kelas wahid. Tentang asal muasal ketrampilan di sana, banyak sekali mitos dan legenda yang berkembang. Salah

satunya adalah karena kemarahan Raja Majapahit, dengan

kesaktiannya melemparkan begitu saja ke angkasa salah seorang ahli ukirnya. Kemudian sang seniman yang malang itu jatuhlah di Jepara. Dan, dari kejadian itulah, asal-muasal kemahiran orangorang Jepara mengerjakan aneka produk kayu. Percaya tidak percaya, yang jelas ukiran Jepara sudah dikenali kualitasnya sejak

Pembangkit Tanjung Jati B

adalah yang pertama di Indonesia. Selama ini hanya dikenal dua sistem pengelolaan pembangkit oleh PLN yaitu dijalankan seluruhnya sendiri atau membeli listrik dari swasta atau yang dikenal sebagai Independent Power Producers (IPP). Di sini PLN juga menggandeng mitra lain untuk mengoperasikan pembangkit ini. PLN bekerja sama dengan PT Tanjung Jati B Power Service (TJBPS) untuk mengoperasikan sekaligus memelihara instalasi pembangkit. TJBPS adalah perusahaan konsorsium beberapa perusahaan dalam dan luar negeri yakni Fortum (Finlandia), Medco Energy dan Gajendra. Arpeni Pratama Ocean Lines (APOL) juga digandeng untuk mengurus manajemen dermaga dan pengangkutan batu bara atas kontrak Coal Shipping Jetty Management Agreement (CSJMA). Sebagai Penyeimbang Keberadaan sebuah pembangkit listrik besar diyakini mampu untuk memacunya. Menurut Basuki Pembangkit Tanjung Jati B adalah penyeimbang. Pembangkit besar sebelumnya cuma ada Barat dan Timur (Suralaya dan Paiton-red) sekarang kita punya Tanjung Jati B. Dan saya lihat sekarang perkembangan Jepara dan kota-kota di sekitarnya seperti Kudus mulai nampak, jelas Basuki. Kabupaten Jepara dipilih sebagai tempat proyek ini bukan tanpa alasan. Setelah diteliti, secara geologis Jepara adalah tempat yang amat kecil kemungkinannya untuk terkena gempa. Teknologi yang Berwawasan Lingkungan PLTU Tanjung Jati B sedari awal dibangun dengan memberi penakanan yang lebih pada kelangsungan ekosistem dan lingkungan, di sini banyak digubakan berbagai teknoloi terkeni dalam hal pembangkitan listrik terutama yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya. Tak dipungkiri batu bara memang memiliki wajah ganda yang bertolak belakang. Murahnya batu bara yang dapat diperoleh serta teknologi yang relative sudah dikuasai membuat pembangkit listrik batu bara adalah pilihan termurah dibanding lainnya. Namun batu bara memiliki kesan buruk pada akibat yang dapat ditimbulkannya. Salah satunya adalah kandungan belerang yang sangatlah berbahaya bagi lingkungan. Namun kini dengan teknologi yang ada bisa menimalisir dampak buruk ini ke titik yang hampir nol (0). Di tanjung Jati B, mekanisme untuk meminimalsir senyawa belerang terbuang melalui cerobong dilakukan dengan bantuan batu kapur. Batu kapur ini digunakan oleh alat yang dinamai Flue Gas Desulphurization (FGD) yang ditempatkan dalam cerobong. Alat ini berfungsi untuk menghilangkan kadar sulfur dalam gas buang. FGD menyerap Sulfur Dioksida (SO2) dalam gas cerobong dengan melibatkan batu kapur. Kalsium Karbonat (CaCO3) dalam batu kapur diubah terlebih dahulu menjadi Kalsium Sulfit (CaSO3). SO2 yang diserap kemudian direaksikan dengan CaSO3 membentuk senyawa baru yaitu Kalsium Sulfat (CaSO4) yang dikenal sebagai gipsum. Dengan dipisahkannya SO2, gas cerobong menjadi material yang ramah lingkungan. Dengan alat ini kita berani memakai batu bara yang kadar sulfurnya tinggi yaitu 0,9 persen. Kalau di Paiton dan Suralaya cuma 0,3 persen. Makin tinggi kadar sulfur dalam batu bara makin tinggi pula kalorinya, papar Leo. Di Indonesia baru PLTU Tanjung Jati B saja telah menggunakan teknologi FGD. Wajar saja karena penggunaan teknologi ini pada pembangunan sebuah PLTU berbahan bakar batu bara dapat menambah angka investasi hingga 30%. Cerobong 240 meter Cerobong dengan tinggi hampir 2 kali tinggi Monumen Nasional (Monas) itu juga dilengkapi dengan Penangkap Abu Elektrostatis, Electrostatic Precipitator (ESP). ESP menangkap abu terbang sisa pembakaran yang terbawa dalam asap. Prinsip alat ini bisa dianalogikan jika kita menggosok penggaris mika dengan benang wol atau rambut. Setelah digosok, penggaris itu akan mampu menarik potongan-potongan kertas jika didekatkan. ESP yang dialiri listrik secara otomatis akan menarik partikel-partikel abu dalam asap pembakaran yang kemudian ditempatkan dalam wadah khusus. ESP mampu menyerap lebih dari 99 persen partikel-partikel pembakaran. Selain itu Tanjung Jati B juga dilengkapi dengan fasilitas pengendali lingkungan lainnya seperti Pengumpul Abu (Ash Pond) dan Pengolah Air Limbah (Waste Water Treatment Plant). Ash Pond mengumpulkan sisa pembakaran batu bara yang kemudian dimanfaatkan dalam pembuatan semen. Waste Water Treatment Plant mengelola sisa uap yang tidak digunakan dalam boiler. Dengan proses sublimasi sisa uap itu didinginkan menjadi air menggunakan air laut. Air ini akan selalu dipantau kadar polutannya sebelum dialirkan kembali ke laut. Di tengah makin meningkatnya perhatian manusia dalam isu lingkungan, Tanjung Jati B patut dijadikan pionir dalam mengaplikasikan teknologi tinggi yang beretika pada lingkungan.
tanjung jati triwulan I Januari 2009

Bila Teknologi Tinggi Bersahabat dengan Lingkungan


desa Bondo. Kendati telah mengantongi dokumen AMDAL, proyek urung dilakukan karena tersandung masalah pembebasan lahan pada tahun 1996. Tahun 1997 PT CEPA Indonesia yang berganti nama menjadi PT HI Power Tubanan kemudian memindahkan lokasi proyek dan melakukan revisi AMDAL dari Desa Bondo ke sebelah timur yaitu Desa Tubanan. Pekerjaan konstruksi pun mulai dilakukan. Proyek yang dinamai Tanjung Jati B ini akhirnya menempati wilayah Dusun Sekuping, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Tertunda karena Krismon Proyek ini sempat tertunda karena krisis moneter di tahun 1997. Saat itu Pemerintah Indonesia atas saran IMF menghentikan sebagian dari 27 proyek pembangkitan IPP di seluruh Indonesia termasuk Tanjung Jati B ini, tutur General Manager PLN Tanjung Jati B, Ir. Basuki Siswanto, MM. Proyek inipun mangkrak sekitar 5 tahun. Pada tahun 2002, kepemilikan pembangkit ini diambil alih oleh Sumitomo Corp. yang kemudian menawari PLN untuk menjalin kerjasama. Karena PLN butuh listrik namun tak

Cerobong dengan tinggi hampir 2 kali tinggi Monumen Nasional (Monas) itu mengeluarkan emisi di bawah baku mutu lingkungan karena emisi sudah dikurangi oleh alat Penangkap Abu Elektrostatis, Electrostatic Precipitator (ESP)

Jawa Tengah membutuhkan pembangkit listrik besar untuk memacu pertumbuhan industri di wilayahnya. Bila di Jawa Barat dan Jawa Timur memiliki Pembangkit Suralaya dan Paiton, Jawa Tengah memiliki Tanjung Jati B di utara Jepara.

memiliki cukup dana akhirnya kita menerima tawaran tersebut, lanjut Basuki. Bentuk kerjasama ini adalah PLN menyewa instalasi pembangkit ini dari Sumitomo Corp yang membentuk PT Central Java Power sebagai pelaksana mitra kerja di pembangkit ini. PLN juga memiliki opsi mengambil alih kepemilikan setelah 23 tahun masa sewa. Di tahun 2003 pekerjaan konstruksi berjalan kembali dan selesai pada tahun 2006. Pada Bulan Oktober unit 1 mulai beroperasi dilanjutkan unit 2 pada Bulan November. Proyek ini kemudian diresmikan pada 14 Oktober 2006 oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan diputuskan menjadi Obyek Vital Nasional (Ovitnas). Gelar ini dimaksudkan untuk menandai sebuah obyek yang harus dijaga keberadaannya. Bila obyek ini terganggu maka akan mempengaruhi sendi kehidupan yang lain terutama ekonomi. Dengan sistem tersebut sistem pengelolaan Tanjung Jati B

HAMPIR SEPERTI SURALAYA dan Paiton, Tanjung Jati B adalah

pembangkit listrik tenaga uap yang berbahan bakar batu bara,

berkapasitas 2 x 710 megawatt. Produksi listrik PLTU ini

menyumbang 10 persen ketersediaan listrik di sistem kelistrikan Sejak tahun 1993 proyek ini mulai dijajaki. PT CEPA

Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Indonesia saat itu melakukan studi Analisis Masalah Dampak

Lingkungan (AMDAL) untuk membangun sebuah pembangkit di

Jepara Melayani Indonesia

Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro:

Tanjung Jati B Lahir Berkat Kerjasama yang Sangat Baik


Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B diresmikan operasinya pada 16 Oktober 2006 langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
P R E S I D E N Y U D H O Y O N O YA N G didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu, dan Gubernur Jawa Tengah, menyatakan harapannya agar PLTU Tanjung Jati B dapat memenuhi pasokan listrik khususnya di Jawa, Madura, dan Bali. Jika ketersediaan tenaga listrik berkurang maka berbagai kegiatan sehari-hari tidak akan berjalan dengan baik, kita semua pernah merasakannya, kata Presiden. Presiden juga menyampaikan ketergantungan terhadap BBM untuk pembangkit tenaga listrik harus dikurangi. Menurutnya, Kita harus pandai memanfaatkan bahan bakar lainnya yang masih tersedia di negeri kita. Pemenuhan kebutuhan energi yang tergantung pada BBM sering kali mengganggu pasokan energi nasional, apalagi jika terjadi kelangkaan atau meningkatkan harga BBM di pasar internasional. Di akhir sambutannya Presiden Yudhoyono berpesan kepada seluruh manajemen PLTU Tanjung Jati B agar memperhatikan kondisi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Jadikanlah kawasan ini sebagai bagian dari titik pengembangan masyarakat atau community development. Binalah hubungan yang baik masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan sosial dan keagamaan, papar Presiden. Secara khusus Presiden juga berpesan pada PT PLN untuk bekerja lebih keras lagi dalam menjaga dan memenuhi ketersediaan listrik. Janganlah kita mengabaikan tuntutan masyarakat akan Adapun Sumitomo Corporation adalah Kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, PLTU Tanjung Jati B akan dioperasikan oleh PT PLN selama periode leasing selama 23 tahun. ''Dengan mengacu pada best operational practice diharapkan PLTU Tanjung Jati B bisa beroperasi dengan baik selama periode leasing agar PT PLN bisa mendapatkan revenue yang optimal guna membayar cicilan,'' ujar Mentrei ESDM Purnomo Yusgiantoro saat memberikan sambutan. Menteri Purnomo Yusgiantoro juga menyatakan bahwa tahap konstruksi proyek ini merupakan tahapan yang penting dan kritis, terkait dengan seluruh karakteristik PLTU Tanjung Jati B. Jika sampai terjadi kesalahan fatal maka proyek yang menelan investasi yang besar ini bisa menjadi beban yang berat bagi para stakeholders, termasuk penyandang dana. Beroperasinya proyek ini, menurut Menteri Purnomo Yusgiantoro, menunjukan kerjasama yang sangat baik di antara semua pihak yang terkait, baik itu PT Central Java Power, Kontraktor EPC serta PT PLN. ''Kerjasama baik untuk menuju pada suatu tujuan, yaitu selesainya proyek yang memenuhi kaidah on quality, on time & on budget serta ramah lingkungan,'' paparnya. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro

PEMBANGKITAN TANJUNG JATI B terletak di ujung semenanjung

Muria Pulau Jawa, kira-kira setengah jam dari kota Jepara.

Menempati area seluas 150 Ha yang termasuk dalam wilayah dusun

Sekuping Desa Tubanan, Kecamatan Bangsri Jepara, Jawa Tengah. PLTU Tanjung Jati B berada di tepi Laut Jawa yang merupakan batas sisi utara pulau Jawa dan memiliki pandangan bebas ke Gunung Muria di sebelah selatan. Karena ditetapkan Presiden sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas), maka wilayah ini mendapat penjagaan dan pengamanan ekstra ketat. Meskipun begitu Pembangkitan Tanjung Jati B tetap membuka diri untuk dikunjungi oleh masyarakat termasuk sekolah yang ingin studytour di sana. Tentu saja tetap harus mengikuti prosedur dan syarat yang berlaku. Informasi lebih jauh silahkan menghubungi PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) di nomor telepon 0291 772121 atau faks 0291 772125.

Pelaksanaan perjanjian
Operating Commitee
PT Central (Pemilik Aset) Java Power (Asset Owner)
Menyewakan

ketersediaan pasokan listrik yang aman. Keluhan-keluhan yang disampaikan, terutama sering terjadinya pemadaman listrik harus diperhatikan, ditindaklanjuti
kontrak langsung

PT PLN (Persero) (Operator Pembangkit)

Penyedia Batu bara

dan diatasi dengan segera, pesan Presiden. Sewa Guna Usaha Proyek pembangkit listrik yang

Sub Kontrak

O&M (Operation and Maintenance)

terletak di Jepara ini menggunakan skema Sewa Guna Usaha ( leasing ). Pihak Penyewa Guna Usaha (lessee) adalah PT PLN, dan PT Central Java Power selaku Perusahaan Sewa Guna Usaha (leessor).

TJBPS

Tanjung Jati B Power Service

APOL

Arpeni Pratama Ocean Lines, Tbk

Skema kerja sama yang berlangsung di PT PLN Pembangkitan TJB

tanjung jati triwulan I Januari 2009

Proses Produksi
Proses pembangkitan listrik di PLTU Tanjung Jati B melitbatkan banyak aplikasi teknologi dan temuan-temuan tokoh besar di dunia. Simak perjalannya berikut ini.
PRINSIP DASAR PEMBANGKITAN listrik mulai dikembangkan dari tahun 1831 saat Michael Faraday pertamakali menemukan adanya listrik yang muncul saat lilitan kawat berputar dalam lubang magnet. Dalam skala yang besar, prinsip dasar ini digunakan di semua proses pembangkitan listrik tenaga uap PLTU. Hanya saja proses kini dibalik, medan magnetlah yang berputar dalam kumparan. Penemuan lain yang sangat berpengaruh pada teknologi pembangkitan listrik adalah sistem kerja mesin uap karya James Watt. Berkat temuannya memungkinkan terjadinya mekanisasi untuk menggerakkan batang kumparan. Dalam pembangkit listrik tenaga uap, proses penggerakan batang kumparan dilakukan menggunakan tekanan uap air. Karena begitu banyaknya air yang dibutuhkan, lazimnya PLTU mengandalkan air laut atau sungai yang besar untuk mendapatkan pasokan air. Proses yang membedakan satu PLTU dengan PLTU lainnya adalah bahan bakar yang digunakan untuk memanaskan air hingga menjadi uap; bisa BBM, gas, batu bara maupun efek fusi energi nuklir. Proses singkatnya adalah, air yang diserap kemudian diuapkan di dalam boiler memakai batu bara sebagai bahan bakar. Uap panas yang terbentuk kemudian dialirkan menuju turbin. Rotasi turbin akan memutar sebuah magnet dalam generator. Mengacu pada gaya elekromagnet, magnet yang berputar di tengah kumparan akan menghasilkan energi listrik. Proses dalam generator ini dapat disamakan proses dalam dinamo lampu sepeda. Kepala dinamo yang berputar akibat gesekan dengan ban otomatis memutar magnet dalam dinamo yang kemudian menghasilkan energi listrik yang menyalakan lampu sepeda. Tokoh ilmuan lainnya yang tak boleh dilupakan jasanya adalah James Prescott Joule yang pertamakali mencetuskan hukum kekekalan energi; energi tidak dapat diciptakan maupun di musnahkan. Yang bisa manusia lakukan hanyalah mengubah bentuk energi ke bentuk lainnya. Karena itu di istilah kelistrikan diistilahkan sebagai pembangkitan, bukan penciptaan listrik.

1A

Boiler
Di dalam Boiler atau tungku, batu bara dikirim lagi oleh Feeders ke Alat-alat Penghancur (Pulverisers). Batu bara digiling menjadi bubuk dalam Pulverisers kemudian dicampur dengan udara hangat sebelum dibakar. Di sini temperatur uap ditingkatkan pada keadaan terpanas dalam boiler menjadi sangat panas (538 C) sebelum menuju turbin.

Turbin
Uap dari boiler melewati fase tekanan tinggi, sedang dan rendah dalam silinder di dalam tubin. Setelah uap dikembangkan dengan tekanan tinggi uap disalurkan kembali ke boiler untuk dipanaskan kembali hingga suhu 538C kemudian melewati turbin tekanan rendah. Saat melewati turbin, uap membentur rangkaian pisau yang terangkat di sekitar tangkai turbin dan membuatnya berputar.

1B

Generator
Saat berputar itu tangkai turbin kemudian memutar magnet besar, rotor dan memproduksi listrik dalam stator generator yang mengacu pada gaya elektromagnet pada lilitan-lilitan generator.

Transformator
Tenaga yang dihasilkan dari generator itu sebesar 22.800 volt dan diubah menjadi 500.000 volt oleh transformator sebelum didistribusikan ke Sistem Transmisi Jaringan Jawa Madura Bali (JAMALI).

Kondensor Dermaga Batu Bara dan Penanganan Batu Bara


Pintu masuk batu bara di Tanjung Jati B adalah Pembongkaran Batu Bara (Dermaga Batu Bara) (1A) yang terletak di 1.370 meter dari garis pantai. Dari situ batu bara kemudian diantar lewat conveyor ke penampungan batu bara yang bisa menampung kebutuhan batu bara untuk 2 bulan (1B). Batu bara dikirim lagi lewat Pengeruk Timbunan (Stacker Reclaimer), Sistem Conveyor, Peremuk (Crusher) terus ke Boiler. Saat uap air kehabisan hampir seluruh energinya untuk menggerakkan turbin, ia kemudian masuk ke kondensor. Di situ uap melewati pipa yang berisi air pendingin. Air inilah yang mengondensasi uap menjadi air yang akan dipompa kembali ke boiler. Rumit dan terasa mahal, ya? Makanya, untuk menghargai jasa batu bara dan uap air dalam membangkitkan listrik, sebaiknya kita berhemat listrik untuk kebutuhan seharihari.
tanjung jati triwulan I Januari 2009

Instalasi Pengolahan Air


Untuk menggerakkan turbin diperlukan uap air laut yang telah di-demineralisasi (desalinasi) dengan proses osmosa berkebalikan. Air laut juga digunakan dalam proses pendinginan turbin.

Batubara termasuk dalam keluarga sedimen organik. Lebih tepatnya batuan organik, terdiri dari kandungan bermacam-macam pseudomineral. Batubara terbentuk dari sisa tumbuhan yang membusuk dan terkumpul dalam suatu daerah dengan kondisi banyak air, atau rawa-rawa. Kondisi tersebut yang menghambat penguraian menyeluruh dari sisa-sisa tumbuhan yang kemudian mengalami proses perubahan menjadi batubara. Secara sederhana, proses pembentukan batubara adalah perubahan dari sisa-sisa tumbuhan yang ada. Pembentukan batubara ini sangat menentukan kualitas batubara. Selain melibatkan metamorfosis dari sisa tumbuhan, juga tergantung pada keadaan pada waktu geologi tersebut dan kondisi lokal seperti iklim dan tekanan. PENYUSUN BATUBARA Dalam penyusunannya batubara diperkaya dengan berbagai macam polimer organik yang berasal dari karbohidrat, lignin, dan lain-lain. Namun komposisi dari polimer-polimer ini bervariasi tergantung pada spesies dari tumbuhan penyusunnya. Lignin Lignin memegang peranan penting dalam merubah susunan sisa tumbuhan menjadi batubara. Sementara ini susunan molekul umum dari lignin belum diketahui dengan pasti, namun susunannya dapat diketahui dari lignin yang terdapat pada berbagai macam jenis tanaman. Sebagai contoh lignin yang terdapat pada rumput mempunyai susunan p-koumaril alkohol yang kompleks. Pada umumnya lignin merupakan polimer dari satu atau beberapa jenis alkohol. Hingga saat ini, sangat sedikit bukti kuat yang mendukung teori bahwa lignin merupakan unsur organik utama yang menyusun batubara. Karbohidrat Gula atau monosakarida merupakan alkohol polihirik yang mengandung antara lima sampai delapan atom karbon. Pada umumnya gula muncul sebagai kombinasi antara gugus karbonil dengan hidroksil yang membentuk siklus hemiketal. Bentuk lainnya mucul sebagai disakarida, trisakarida, ataupun polisakarida. Jenis polisakarida inilah yang umumnya menyusun batubara, karena dalam tumbuhan jenis inilah yang paling banyak mengandung polisakarida (khususnya selulosa) yang kemudian terurai dan membentuk batubara. Protein Protein merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen yang selalu hadir sebagai protoplasma dalam sel mahluk hidup. Struktur dari protein pada umumnya adalah rantai asam amino yang dihubungkan oleh rantai amida. Protein pada tumbuhan umunya muncul sebagai steroid, lilin. Material Organik Lain Resin Resin merupakan material yang muncul apabila tumbuhan

mengalami luka pada batangnya. Tanin Tanin umumnya banyak ditemukan pada tumbuhan, khususnya pada bagian batangnya. Alkaloida Alkaloida merupakan komponen organik penting terakhir yang menyusun batubara. Alkaloida sendiri terdiri dari molekul nitrogen dasar yang muncul dalam bentuk rantai. Porphirin Porphirin merupakan komponen nitrogen yang berdasar atas sistem pyrrole. Porphirin biasanya terdiri atas suatu struktur siklik yang terdiri atas empat cincin pyrolle yang tergabung dengan jembatan methin. Kandungan unsur porphirin dalam batubara ini telah diajukan sebagai marker yang sangat penting untuk mendeterminasi perkembangan dari proses coalifikasi. Hidrokarbon Unsur ini terdiri atas bisiklik alkali, hidrokarbon terpentin, dan pigmen kartenoid. Sebagai tambahan, munculnya turunan picene yang mirip dengan sistem aromatik polinuklir dalam ekstrak batubara dijadikan tanda inklusi material sterane-type dalam pembentukan batubara. Ini menandakan bahwa struktur rangka tetap utuh selama proses pematangan, dan tidak adanya perubahan serta penambahan struktur rangka yang baru. Konstituen Tumbuhan yang Inorganik (Mineral) Selain material organik yang telah dibahas diatas, juga ditemukan adanya material inorganik yang menyusun batubara. Secara umum mineral ini dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur mineral inheren dan unsur mineral eksternal. Unsur mineral inheren adalah material inorganik yang berasal dari tumbuhan yang menyusun bahan organik yang terdapat dalam lapisan batubara. Sedangkan unsur mineral eksternal merupakan unsur yang dibawa dari luar

kedalam lapisan batubara, pada umumya jenis inilah yang menyusun bagian inorganik dalam sebuah lapisan batubara. PROSES PEMBENTUKAN BATUBARA Pembentukan batubara pada umumnya dijelaskan dengan asumsi bahwa material tanaman terkumpul dalam suatu periode waktu yang lama, mengalami peluruhan sebagian kemudian hasilnya teralterasi oleh berbagai macam proses kimia dan fisika. Selain itu juga, dinyatakan bahwa proses pembentukan batubara harus ditandai dengan terbentuknya peat. Pembentukan Lapisan Source Teori Rawa Peat (Gambut) - Autocthon Teori ini menjelaskan bahwa pembentukan batubara berasal dari akumulasi sisa-sisa tanaman yang kemudian tertutup oleh sedimen diatasnya dalam suatu area yang sama. Dan dalam pembentukannya harus mempunyai waktu geologi yang cukup, yang kemudian teralterasi menjadi tahapan batubara yang dimulai dengan terbentuknya peat yang kemudian berlanjut dengan berbagai macam kualitas antrasit. Kelemahan dari teori ini adalah tidak mengakomodasi adanya transportasi yang bisa menyebabkan banyaknya kandungan mineral dalam batubara. Teori Transportasi - Allotocton Teori ini mengungkapkan bahwa pembentukan batubara bukan berasal dari degradasi/peluruhan sisa-sisa tanaman yang insitu dalam sebuah lingkungan rawa peat, melainkan akumulasi dari transportasi material yang terkumpul didalam lingkungan aqueous seperti danau, laut, delta, hutan bakau. Teori ini menjelaskan bahwa terjadi proses yang berbeda untuk setiap jenis batubara yang berbeda pula. Proses Geokimia dan Metamorfosis Setelah terbentuknya lapisan source, maka berlangsunglah berbagai macam proses. Proses pertama adalah diagenesis, berlangsung pada kondisi temperatur dan

tekanan yang normal dan juga melibatkan proses biokimia. Hasilnya adalah proses pembentukan batubara akan terjadi, dan bahkan akan terbentuk dalam lapisan itu sendiri. Hasil dari proses awal ini adalah peat, atau material lignit yang lunak. Dalam tahap ini proses biokimia mendominasi, yang mengakibatkan kurangnya kandungan oksigen. Setelah tahap biokimia ini selesai maka berikutnya prosesnya didominasi oleh proses fisik dan kimia yang ditentukan oleh kondisi temperatur dan tekanan. Temperatur dan tekanan berperan penting karena kenaikan temperatur akan mempercepat proses reaksi, dan tekanan memungkinkan reaksi terjadi dan menghasilkan unsur-unsur gas. HETEROATOM DALAM BATUBARA Heteroatom dalam batubara bisa berasal dari dalam (sisa-sisa tumbuhan) dan berasal dari luar yang masuk selama terjadinya proses pematangan. Nitrogen pada batubara pada umumnya ditemukan dengan kisaran 0,5 1,5 % w/w yang kemungkinan berasal dari cairan yang terbentuk selama proses pembentukan batubara. Oksigen pada batubara dengan kandungan 20 30 % w/w terdapat pada lignit atau 1,5 - 2,5 % w/w untuk antrasit, berasal dari bermacam-macam material penyusun tumbuhan yang terakumulasi ataupun berasal dari inklusi oksigen yang terjadi pada saat kontak lapisan source dengan oksigen di udara terbuka atau air pada saat terjadinya sedimentasi. Variasi kandungan sulfur pada batubara berkisar antara 0,5 5 % w/w yang muncul dalam bentuk sulfur organik dan sulfur inorganik yang umumnya muncul dalam bentuk pirit. Sumber sulfur dalam batubara berasal dari berbagai s u m b e r. P a d a b a t u b a r a d e n g a n kandungan sulfur rendah, sulfurnya berasal material tumbuhan penyusun batubara. Sedangkan untuk batubara dengan kandungan sulfur menengahtinggi, sulfurnya berasal dari air laut.

Berkenalan
dengan

Batubara
Pepatah berujar, tak kenal maka tak sayang. Karena itu kami ingin mengajak Anda berkenalan dengan Batubara.

ta ta nn ju ju ng ng j ajt ait i tt rr iw iw uu la la nn II J J aa nn uua a rr i i22 00 009 9

Secara naluriah, manusia memiliki insting untuk menyelamatkan diri. Sejak dahulu, alam mengajarkan bahwa celaka itu tidak menyenangkan. Insting ini pula yang mendasari perilaku manusia saat bekerja. Serendah apapun posisinya, kita pasti memiliki keinginan untuk selamat dari bahaya. Namun, patut disadari bahwa di dunia industri, telah masuk teknologi dan peralatan yang tidak sederhana. Maka sangat tidak bijak jika perusahaan menyandarkan keselamatan karyawan hanya pada insting belaka. Penyelamatan diri secala naluriah adalah tahap awal, berikutnya pengawasan. Perusahaan bisa saja memiliki target safety, tetapi peranti untuk mengimplementasikannya juga harus lengkap. Ini juga semestinya beriringan dengan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan. Dengan demikian, penerapan program safety juga harus sejalan dengan pengawasan. Sebagai contoh, penerapan program alat pelindung diri (APD) contohnya helm kerja, sering kali dianggap sebagai hal merepotkan dan tidak nyaman. Dengan kata Seluruh karyawan di PT PLN TJB wajib berpakaian yang berstandara safety lain, mandor ataupun safety officer harus bertindak seperti polisi yang bertugas mengingatkan karyawan yang lalai. Sungguh pekerjaan yang kurang ideal. Tidak mungkin mandor akan mengawasi bawahannya terus - menerus, ruang geraknya terlalu besar dan berresiko tinggi. Selanjutnya, secara mandiri, karyawan di kawasan PT Pembangkit Tanjung Jati B umumnya memiliki pemahaman yang baik tentang safety. Penerapan APD, misalnya, tidak dianggap hal merepotkan, tetapi merupakan kebutuhan. Dengan kata lain, penerapan aspek safety sudah berjalan mandiri. Dalam budaya ini kita sudah bicara tentang kualitas, helm kerja harus memiliki standar yang baik, atau sepatu juga harus benar-benar berkualitas bagus. Safety, di sini, sudah terinternalisasi ke dalam diri karyawan. Terakhir, perilaku mapan. Dalam tingkatan ini sudah tercipta kondisi di mana mempertahankan lingkungan kerja yang menjunjung keselamatan sudah menjadi milik bersama. Seorang

karyawan akan berani mengingatkan temannya atau tamu atau memberi masukan pada manajemen jika ada hal yang membahayakan. Fase inilah yang telah diterapkan di kawasan Pembangkit Tanjung Jati B. Tetapi ini pula yang harus kita pertahankan. Memang tidak mudah, tetapi ini adalah tanggung jawab kita bersama, khususnya manajemen di semua lapisan kepemimpinan. Manajemen keselamatan Safety adalah manajemen keselamatan kerja yang bertujuan menghindari kecelakaan. Di Negara lain dikenal dengan PSM (Process Safety Management), di sini namanya SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Komitmen pada K3 sangat penting dan mendasar di perusahaan. Tanpa itu, safety adalah nonsense. Keselamatan karyawan adalah tanggung jawab perusahaan, dalam arti manajemen harus membangun sistem keselamatan kerja. Tercakup dalam SMK3 ini, di antaranya, identifikasi risiko, izin kerja (mengelola risiko pekerjaan), pemeliharaan

Bekerja Aman dan Nyaman di Tanjung Jati B


oleh : Dewanto, Koordinator Sub Committee EHS PT PLN (Persero) Pembangkitan TJB
Setiap tahun, pertengahan Januari dan Februari selalu dicanangkan sebagai Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Namun seringkali itu lewat begitu saja. Karena safety mempertaruhkan nyawa, maka PT Tanjung Jati B benar-benar telah menerapkan safety tingkat tinggi bagi karyawan dan seluruh tamu yang datang.

Dalam budaya ini kita sudah bicara tentang kualitas, helm kerja harus memiliki standar yang baik, atau sepatu juga harus benar-benar berkualitas bagus. Safety, di sini, sudah terinternalisasi ke dalam diri para karyawan.

peralatan, investigasi kecelakaan (untuk menghindari kecelakaan serupa pada masa yang akan datang), hingga ke sistem tanggap darurat. Bila aspek-aspek dalam SMK3 dilaksanakan, secara teoretis kecelakaan bisa dihindarkan. Selanjutnya, perlu dibangun iklim kompetisi kinerja safety di dunia bisnis. Perusahaan yang safety-nya buruk, layak mendapat

teguran dari konsumen. Lembaga keuangan pun sebaiknya memiliki kebijakan aliran finansial dikaitkan dengan kinerja K3. Bila hal ini disatukan, safety akan menjadi prioritas yang utama. Untuk ke arah sana, kita harus membuka diri terhadap masukan dari karyawan maupun masyarakat. Walhasil, kita beruntung di PT Pembangkitan Tanjung Jati B telah menerapkan norma K3. Kita tidak hanya akan unggul dalam berbisnis tapi juga sigap mengantisipasi kemungkinan kecelakaan yang tidak kita inginkan bersama. Semoga manajemen akan mempertahankan dan meningkatkan performa safety yang telah dijalankan selama ini.
tanjung jati triwulan I Januari 2009

Chris Leo Manggala

rongga yang memungkinkan adanya oksigen yang menambah peluang terjadinya kebakaran. Jadi ada biaya untuk memadatkan batu bara. Dengan kita menimbun itu keluar uang. Idealnya yaitu menimbun secukupnya dan saat dibutuhkan barangnya tersedia, tapi cadangannya jangan terlalu banyak. Tapi saat ini kan musim sedang jelek, kebetulan TJB terletak di tanjung dan langsung bertemu dengan laut terbuka. Kalau ada angin dan ombak besar kapal bisa menghantam dermaga. Kalau dermaga sampai rusak perbaikannya butuh waktu lama. Untuk mengantisipasinya bagaimana? Antisipasinya, saat cuaca bagus kita menimbun agak banyak supaya kalau cuaca jelek kita masih ada cadangan. Pernah kekurangan batu bara? Pernah saat akhir 2007. Karena faktor kapal. Saya juga bingung kita sebagai negara kepulauan tapi armada kapalnya terbatas. Sementara pemerintah punya peraturan kapal yang beredar di laut kita harus kapal dalam negeri. Di mana-mana juga begitu. Akhirnya kami menyewa kapal secara penuh, maksudnya kami kerjasama dengan perusahaan pelayaran untuk menyewa penuh kapalnya. Jadi kapal-kapal itu tidak boleh dipakai untuk urusan lain selain TJB. Apa hambatan kerja di sini? Saya kira tidak ada hambatan berarti. Paling jika sakit terus jauh dari keluarga. Kalau terkesan masyarakat banyak yang menolak bagaimana? Di mana pun kita hidup pasti ada perbedaan. Tugas kami adalah bagaimana cara kami meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar PLTU ini. Tapi PLN sebagai BUMN kan agen pemerintah, keuangan kami terbatas jadi tidak bisa drastis untuk meningkatkan harkat hidup mereka. Saya harap masyarakat jangan berburuk sangka seolah-olah kami menindas. Misalnya sejak ada pembangkit ini infrastruktur di sini jadi lebih baik. Terus dengan dibutuhkannya banyak tenaga di sini paling tidak kami merekrut orang-orang di sekitar sini juga kan. Mengapa kami jauh-jauh harus mencari tenaga-tenaga dari luar kalau disini juga ada? Paling tidak kami tidak mengeluarkan biaya transportasi dan akomodasi. Tapi kita harus menyadari juga kami tidak serta merta merekrut orang tanpa kompetensi yang jelas. Di sini kan menerapkan high-tech jadi butuh orang-orang yang berkompeten juga. Bagaimana harapan anda dengan Tanjung Jati B ini? Tahun ini kan harga minyak bumi kan sempat menyentuh angka 147 dollar per barel, itu kan tidak terbayangkan sebelumnya. Harapan kami, kami bisa memberikan kontribusi yang semaksimal mingkin. Kami akan siap setiap saat, beroperasi 100 persen supaya pembangkit yang pakai BBM itu dipadamkan saja, biar kami yang menanggung karena jauh lebih murah. Perbandingannya bisa 1 banding 6 lho. Tapi juga ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau pembangkit yg memakai BBM itu kan lebih cepat prosesnya. Tanggapan keluarga bagaimana? Ya harus maklum. Saya misalnya kalau besok libur, sore ini saya pulang terus besok sore saya balik ke sini lagi. Jadi malah sering tidak menginap. Pagi-pagi subuh saya sampai di rumah, maghrib saya ke sini lagi. Ada pesan kepada masyarakat? Zaman sekarang itu zaman di mana orang harus menggunakan tenaga listrik dalam segala bidang. Perhatikan sekarang di dapurdapur, dulu pakai listrik paling cuma untuk kulkas. Sekarang ada blender, microwave, oven, rice cooker. Begitu listrik mati semua bingung. Fungsi tenaga listrik amat penting. Manusia modern itu nonsense tanpa listrik. Sekarang orang-orang terutama ibu-ibu kalau listrik mati satu jam saja ributnya bukan main. Jadi kami hanya menghimbau kalau listrik bisa dihemat ya dihematlah. Kalau misalnya ada lampu yang tidak dipakai ya dimatikan karena toh kalaupun dinyalakan kita kan keluar uang. Untuk apa kita bayar sesuatu yang tidak ada manfaatnya
tanjung jati triwulan I Januari 2009

Berkarya Profesional dan Ikhlas


Pria asli Palembang ini sedari kecil sering berpindah-pindah. SMP di Lampung, SMA di Jogjakarta dan kuliah di Jakarta. Hal ini membuatnya sudah terbiasa jauh dari keluarganya yang berdomisili di Bandung. Penggemar musik rock lawas ini memulai karir di PLN sejak tahun 1984. Di tengah kesibukannya sebagai Manajer Bidang Produksi PT PLN (Pesero) Pembangkitan Tanjung Jati B, Chris Leo Manggala masih meluangkan waktu untuk diwawancarai perihal wilayah kerja maupun hal-hal yang menyangkut pribadinya. Setiap pertanyaan yang diajukan dijawabnya dengan sabar dan sesekali diterangkan dengan beragam cara. Berikut petikan wawancaranya dengan Tanjung Jati:
Bagaimana bisa kerja di PLN? Dulu kan saya kuliah di jurusan teknik elektro. Saya pikir yang paling cocok memang kerja di PLN. Kebetulan ada penawaran beasiswa ikatan dinas langsung saya ambil. Begitu sudah selesai kuliah tinggal lapor saja. Terus saya tinggal menurut terserah ditempatkan di mana. Penempatan pertama di mana? Pertama saya ditempatkan di Proyek Induk Pembangkitan Jawa Barat dan Jakarta Raya. Tanggapan pertama saat bapak kerja ditempatkan di sini? Saya cuma berpikir mencoba beradaptasi. Terus saya coba mengembangkan diri dan organisasi. Serta bagaimana membuat teman-teman di sini bisa happy. Kita kan sudah tahu kebijakan di perusahaan ini, di manapun kami ditempatkan kami diminta meningkatkan harkat hidup masyarakat di sekitarnya. Jangan sampai kita di sini masyarakatnya masih sama ketika kami belum datang. Sebagai manajer produksi apa saja yang dikerjakan dan tanggung jawab anda? Pertama saya mengontrol bagaimana supaya pembangkit ini beroperasi sesuai kebutuhan listrik konsumen. Misalnya, habis ini kan musim libur pasti industri banyak yang tutup. Jadi kami tidak perlu 100 persen beroperasinya. Misalnya turun ke 90 atau 80 persen. Kedua saya juga mengatur bagaimana pergantian spare part instalasi pembangkit itu tepat waktu, kualitasnya sesuai dan harganya juga kompetitif. Ketiga, yang berkenaan dengan bahan bakar. Saya bertanggung jawab bagaimana batu bara yang tersedia itu cukup. Supaya nanti tidak ada kejadian saat batu bara diperlukan tapi tidak ada barangnya. Nah itu harus dimonitor terus. Makanya kita bekerjasama dengan banyak suplier batu bara supaya jika yang satu bermasalah bisa diganti yang lain. Apa hal yang paling krusial dalam tanggungjawab anda sebagai manajer produksi? Menyinkronkan pasokan batu bara dengan musim. Sebenarnya tidak baik jika menyimpan cadangan batu bara berlebihan. Sebabnya pertama, itu kan uang mati kedua, batu bara adalah sesuatu yang mudah terbakar. Kalau terpapar sinar matahari dengan intensitas tinggi dan oksigen cukup tahu-tahu bisa terbakar sendiri. Untuk mengatasi itu batu bara itu penimbunannya kita padatkan sehingga tidak ada rongga-

Biodata

Ini sudah ketiga kalinya kami memberikan pelatihan kepada security. Yang pertama adalah simulasi pengamanan, kedua pelatihan pengamanan menghadapi eksekusi Amrozi cs, ujar Supriyadi. Supriyadi memberikan materi tentang prosedur keamanan. Ia juga memberi masukan untuk peningkatan kedisiplinan para personil keamanan terkait kerapian memakai seragam dan kekurangwaspadaan saat menjaga keamanan. Tak hanya itu, ia menerapkan metode interaktif. Para personil keamanan yang menjadi peserta ia instruksikan untuk membentuk beberapa kelompok. Ia memberikan soal berupa prosedur keamanan untuk menghadapi situasi-situasi tertentu. Para peserta kemudian berdiskusi untuk menetapkan langkahlangkah jika menghadapi situasi-situasi tersebut. Setelah itu tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain dimungkinkan untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan. Dengan metode ini, pelatihan menjadi tidak monoton dan Kasat Samapta Polres Jepara Supriyadi memberikan pengarahan. berlangsung komunikasi 2 arah. Alih-alih kaku dan formal acara yang berlangsung dari pagi hingga sore ini justru terkesan santai. Supriyadi sebagai pemateri kerap memberikan lelucon segar kepada puluhan personil yang menjadi peserta. Suasana seringkali riuh karena tawa peserta namun tak mengurangi fokus acara. Saya menerapakan hal itu supaya para anggota tidak mengantuk dan tetap berpikir jernih, kata Supriyadi. Pentingnya Koordinasi Koordinasi antar institusi keamanan amat penting untuk keamanan PLTU TJB terkait statusnya sebagai Obyek Vital Nasional (Obvitnas). Di tempat terpisah para pimpinan otoritas keamanan di wilayah PLTU TJB memberikan tanggapannya. Setiap hari dengan pihak sini kami selalu berkoordinasi baik lewat telepon dan acara-acara tertentu, kata Sutarno, Danramil 07 Bangsri. Koordinasi kami selalu baik dan tidak pernah ada hambatan berarti, sambung Supriyadi. Pencurian kabel dulu marak terjadi tapi sepanjang tahun 2008 ini turun drastis, ini berkat koordinasi dari semua pihak, Sama'i Kapolsek Kembang menambahkan. Petugas Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jepara memberikan sambutan sebelum pelatihan. Suasana pelatihan scafolding dan rigger.

SALAH SATUNYA ADALAH Pelatihan Scafolding

dan Rigger. Pelatihan ini diperuntukkan bagi

masyarakat sekitar pembangkit yang terkena Diharapkan setelah menguasai peralatan

dampak dari Proyek Perluasan Unit 3 dan 4 PLTU.

rigger dan scafolding peserta yang berasal dari

Desa Tubanan, Balong, Bondo, dan Kaliaman

dapat membekali diri mereka untuk memasuki dunia kerja yang berhubungan dengan kerja konstruksi. Di samping itu, kerja konstruksi yang adalah kerja yang beresiko tinggi sehingga peserta mengerti bahaya-bahayanya. Acara yang berlangsung pada 1-4 Desember 2008 di Kampus Kelautan Undip ini terselenggara atas kerjasama beberapa intansi. Antara lain PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) sebagai penyandang dana, PT Tanjung Jati Power Service dan PT Central Java Power sebagai pendukung dan PT Wasa Mitra yang membantu menyediakan alat scafolding dan rigger untuk praktek. Dari pihak otoritas pemerintah kabupaten diwakili oleh Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jepara. Peserta pelatihan yang berjumlah 60 orang tersebut adalah hasil seleksi pejabat pemerintahan Desa Balong, Bondo, Kaliaman dan Tubanan atas lulusan SMK yang mendaftar. Untuk tenaga pengajar dan instruktur pelatihan antara lain dari Pengawas Spesialias Keselamatan Kerja Bidang Konstruksi Depnakertrans RI, Ahli K3 Bidang Angkat Angkut dari CV Pilar 3 Semarang dan Staf dari Dinas Tenaga Kerja Kependudukan dan Catatan

Pelatihan Security
Langkah Preventif Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru
Untuk memaksimalkan pengamanan, PLTU Tanjung Jati B selalu melakukan konsolidasi dan kerjasama dengan otoritas keamanan di wilayahnya. Salah satu bentuk kerjasamanya adalah Pelatihan Security pada Selasa, 23 Desember 2008 untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun baru.

DALAM ACARA YANG bertempat di conference room itu hadir

Pelatihan Scafolding dan Rigger


Dengan komitmen program Bina Lingkungan, PT PLN Pembangkitan TJB melaksanakan beberapa program untuk meningkatkan harkat hidup masyarakat di

Sipil Kabupaten Jepara. Selama 4 hari pelatihan, peserta diberikan materi pengenalan alat scafolding dan rigger. Kemudian bagaimana memasang, membongkar dan menggunakan alat scafolding dan rigger dengan aman. Di samping itu juga dilakukan ujian untuk menguji kemampuan peserta. Scafolding adalah alat pijakan yang berfungsi membantu proses kerja di ketinggian. Sedangkan rigger adalah alat pemindah material dari satu tempat ke tempat lain. Scafolding dan rigger yang dipakai untuk mengurangi resiko keselamatan pada pekerjaan ini biasa diaplikasikan di proyek-proyek konstruksi.

Kasat Samapta Polres Jepara Supriyadi sebagai pembicara. Turut

hadir pula, Danramil 07 Bangsri Sutarno, Kapolsek Kembang

Sama'i dan I Gde Mayura, Manajer Bidang SDM dan Umum PT

PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB). Ketiganya

memberikan sambutan tentang pentingnya kewaspadaan untuk

menghadapi libur Natal dan Tahun Baru serta pentingnya Peserta tampak tekun menyimak pelatihan yang diberikan.

menjaga citra baik personil keamanan PLTU Tanjung Jati B kepada masyarakat di sekitar pembangkit.

sekitar lokasi pembangkit.

tanjung jati triwulan I Januari 2009

Berbagi Keceriaan melalui

Peringatan Harlisnas
Memperingati Hari Listrik (Harlisnas) Nasional, PT PLN (Persero) Pembangkitan tanjung jati B (TJB) menghajat acara yang melibatkan penduduk sekitar pembangkit pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2008. Beberapa acara dilaksanakan seperti jalan sehat, panggung gembira, penyerahan doorprize, dan donor darah. Tak lupa acara ini juga mengampanyekan gerakan hemat listrik kepada para masyarakat.
General Manajer, Ir. Basuki Siswanto, MM., sedang dicek tekanan darahnya sebelum diambil darahnya pada acara donor darah. Simulasi Kebakaran PLTU TJB tanggal 24 Desember 2008.

PLTU Tanjung Jati B Peduli Masyarakat


Urusan Pembangkitan tidak melulu bersentuhan dengan dunia teknik dan mesin yang serba otomatis dan rumit. Sebagai bagian dari masyarakat, seluruh pimpinan dan karyawan PLTU Tanjung selalu menjaga hubungan yang harmonis dengan warga sekitar. PLTU Tanjung Jati juga terlibat aktif dan langsung dalam pembangunan sarana-sarana pendidikan dalam bentuk bantuan untuk gedung sekolah, kesejahteraan masyarakat, dan juga pendidikan penanganan bencana untuk masyarakat.

Manajer Bidang SDM dan Umum, I Gde Mayura, membuka start jalan sehat

Manajer Bidang Produksi Chris Leo Manggala didamping Kapolsek Kembang, Sama'i, Danramil O7 Bangsri, Sutarno dan seorang wakil masyarakat mengawali jalan sehat dan diikuti oleh peserta.

Mahfud, Teknisi pengendalian dan pemeliharaan, berjoget bersama penyanyi mewakili kegembiraan peserta setelah jalan sehat.

PT PLN (Persero) Pembangkitan TJB diwakili oleh Budi Mulyono, PH DM Maintenance menyerahkan bantuan 25 sak semen untuk pembangunan TK Walidain desa Kancilan Kecamatan Kembang Kab Jepara.

Aktivitas Pemantauan emisi cerobong triwulanan oleh tim independen.

Ketua Pelaksana Peringatan Harlisnas, Ngadiman menyerahkan doorprize kepada warga masyarakat yang beruntung.

Petinggi Desa Tubanan, Martijan, memotong tumpeng acara selamatan peringatan Harlisnas didampingi GM Basuki Siswanto.

PT PLN (Persero) Pembangkitan TJB diwakili oleh I Gde Mayura, MSDM menyerahkan bantuan sembako secara simbolik kepada warga Kaliombo yang terkena banjir Februari 2008.

Jajaran manajemen, staf dan outsorcing PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B.

t a n j u ng j a t i t r i w u la n I J a n ua r i 2 0 0 9

Peringatan Idul Adha 1429 Hijriyah


Peringatan Idul Adha 1429 H PLTU Tanjung Jati B digelar pada 8 Desember 2008. Dengan kerjasama dengan beberapa mitra kerja PLTU Tanjung Jati B seperti PT PLN, PT CJP, PT TJBPS dan PT APOL acara dilaksanakan dengan memberikan kurban berupa 65 ekor kambing kepada masyarakat di sekitar PLTU Tanjung Jati B. Penyerahan dari PLTU Pembangkit Tanjung Jati diwakili oleh pimpinan-pimpinan perusahaan mitra kerja.
PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) yang diwakili Chris Leo Manggala, Manajer Produksi menyerahkan secara simbolis seekor kambing qurban kepada perwakilan warga.

Penerimaan oleh masyarakat diwakili oleh beberapa petinggi di desa-desa penyangga PLTU seperti Desa Tubanan, Bondo, Kedungleper dan Kecamatan Kembang

Sumbangsih untuk Pendidikan

PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) juga menaruh perhatian pada dunia pendidikan khususnya pendidikan di sekolahsekolah di desa-desa sekitar pembangkit. Salah satu program pendidikan kita yaitu memberikan bantuan pendidikan anak sekolah untuk warga di sekitar sini, kata I Gde Mayura Manajer Bidang SDM dan Umum PT PLN Pembangkitan TJB yang membawahi program Bina Lingkungan PLN. Melalui klasifikasi Community Empowering, bantuan yang berupa dana pendidikan itu diberikan kepada siswa-siswa SD, SMP SMA dan madrasah yang berprestasi di sekolah. Bantuan ini diberikan mengingat banyak warga yang tidak mampu yang berada di sekitar pembangkit. Bantuan diberikan kepada 250 siswa SD, 101 siswa SMP dan 39 siswa SMA serta 61 siswa madrasah diniyah di sekitar wilayah pembangkit. Dengan bantuan ini kami berharap mereka masih dapat melanjutkan sekolah, ujar Dewanto Pengurus Harian Kemitraan dan Bina Lingkungan PT PLN Pembangkitan TJB. Bantuan ini diberikan tiap bulan Juli hingga Desember.

Dari Jepara untuk Indonesia

PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B (TJB) yang diwakili oleh Iman Supeno, staf Bahan Bakar kepada perwakilan warga.

PT PLN (Persero)

Pembangkitan Tanjung Jati B


t a n j u ng j a t i t r i w u la n I J a n ua r i 2 0 0 9