Anda di halaman 1dari 3

BERPIKIR KRITIS

Berpikir kritis atau critical thinking menurut Cotton (1991) juga dikenal dengan tihnking skills, berpikir kreatif, berpikir tingkat tinggi (high-order thinking). Tidak semua

orang ang mempun ai ban ak pengetahuan atau seseorang ang pandai mampu malakukan proses berpikir kritis. !rang ang sangat pandai kadang-kadang berpikir tidak rasional atau malah berpikir tidak logis. "edangkan berpikir kritis merupakan suatu ketrampilan ang menggunakan pengetahuan dan intelgensi untuk mendapatkan ob ekti#itas dan pandangan ang dapat diterima secara akal. $engan demikian seseorang akan mampu mengambil keputusan terbaik dalam men elesaikan suatu masalah. %acione (199&) berdasarkan The '(' Concensus $efinition, men atakan berpikir kritis sebagai keputusan ang disertai tujuan dan dikerjakan sendiri, merupakan hasil dari kegiatan interpretasi, analisis, e#aluasi, dan inferensi, serta penjelasan dari pertimbangan ang didasarkan pada bukti, konsep, metodologi, kriteriologi dan kontekstual. (roses tersebut melandasi keputusan ang akan diambil oleh seseorang. "elanjutn a %acione ()**+) menjelaskan bah,a berpikir kritis

sebagai cogniti#e skill, didalamn a terdapat kegiatan interpretasi, analisis, e#aluasi, inferensi, penjelasan, serta pengelolaan diri. - .nterpretasi adalah kemampuan untuk memahami dan menjelaskan pengertian dari situasi, pengalaman, kejadian, data, keputusa, kon#ensi, keperca aan, aturan, prosedur dan kriteria. - 'nalisis adalah mengidentifikasi hubungan dari beberapa pern ataan pertan aan, konsep, deskripsi, dan berbagai model ang dipergunakan untuk merefleksikan pemikiran, pandangan, keperca aan, keputusan, alasan, informasi dan opini. /enge#aluasi ide dan pendapat orang lain, mendeteksi argumen dan menganalisis argumen merupakan bagian dari analisis. - 0#aluasi adalah kemampuan untuk menguji kebenaran pern ataan ang digunakan untuk men ampaikan pemikiran, persepsi, pandangan, keputusan, alasan, serta opini. 0#aluasi juga merupakan kemampuan untuk menguji hubungan berbagai pern ataan, deskripsi, pertan aan, dan bentuk lain ang dipakai dalam merefleksikan pemikiran. - .nferensi adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memilih elem ang dibutuhkan untuk men usun simpulan ang memiliki alasan, untuk menduka dan menegakkan diagnosis, untuk mempertimbangkan informasi apa sajakan ang dibutuhkan dan untuk memutuskan konsekuensi ang harus diambil dari data, informasi, pern ataan, kejadian, prinsip, opini, konsep dan lain sebagain a. - 1emampuan menjelaskan adalah kemampuan men atakan hasil pemikiran, penjelaskan alasan berdasarkan pertimbangan bukti, konsep metodologi, kriteriologi dan konteks. Termasuk dalam ketrampilan ini adalah kemampuan men ampaikan hasil, menjelaskan prosedur, dan mempresentasikan argumen.

- "elf regulation adalah kemampuan seseorang untuk mengatur sendiri dalam berpikir. $engan kemampuan ini seseorang akan selalu memeriksa ulang hasil berpikirn a untuk kemudian diperbaiki sehingga menghasilkan keputusan ang lebih baik. Berpikir kritis sebernarn a merupakan proses melibatkan integrasi pengalaman pribadi, pelatihan, dan skill disertai dengan alasan dalam mengambil keputusan untuk menjelaskan kebenaran sebuah informasi. 'tau dengan kata lain merupakan akti#itas mengidentifikasi suatu permasalahan dengan menggunakan pengalaman sebelumn a dan mencari hubungan antara permasalahan tersebut dan memecahkann a pada situasi ang berbeda. $ari sudut pedagogik menurut (hilips ()**+) secara umum terdapat empat konsep ang berbeda dalam hal berpikir kritis2 berpikir kritis sebagai ketrampilan generik, berpikir kritis sebagai ketrampilan ang melekat (embeded), berpikir kritis sebagai komponen dari ketrampilan belajar sepanjang ha at, dan berpikir kritis untuk menjadi kritis. Ciri-ciri (emikir 1ritis "eseorang ang berpikiran kritis memiliki karakter khusus ang dapat diidentifikasi dengan melihat bagaimana seseorang tersebut dalam men ikapi sebuah masalah, informasi atau argumen. 3ickerson (1945) berpendapat bah,a otoritas pada berpikir kritis, menandai seorang pemikir kritis dalam pengetahuan, kemampuan, sikap, dan kebiasaan dalam bertindak. "eorang pemikir kritis memiliki karakteristik berikut - /enggunakan bukti ilmiah dengan baik dan berimbang

- /engelola pikiran dan men ampaikann a secara konsiten dan jelas - /embedakan sesuatu secara logis dan inferens - /enangguhkan keputusan bila terdapat kurang bukti ang mendukung - /engerti perbedaan antara memberi alasan dan mencari alasan - Berusaha mengantisipasi kemungkinan konsekuensi alternatif pilihan - /emahami pendapat berdasarkan derajat keperca aan - /encari kemiripan dan analogi pada keadaan ang tidak jelas - /ampu belajar secara mandiri dan tidak mudah putus asa dalam mengerjakan sesuatu - /enerapkan teknik problem-sol#ing - $apat men ampaikan struktur informal dengan jalan pikiran formal - $apat memberi argumen secara lisan bila terdapat ketidaksesuaian - /embiasakan meragukan pendapat sendiri dan berusaha memahamin a - (eka terhadap perbedaan antara kebenaran dan intensitas - /en adari bah,a kemampuan memahami sesuatu adalah terbatas - /engakui kemungkinan pendapatn a sendiri keliru

"eorang ang berpikiran kritis menurut Carrol ()**+) memiliki karakteristik berikut adalah seseorang ang - Berpikiran terbuka - "keptis - 6endah hati - Berpikiran bebas - /emiliki moti#asi tinggi "edangkan menurut %erret (199&) seseorang dapat menjadi pemikir kritis bila memiliki karakteristik berikut2 - /enan akan sesuatu ang berhubungan - /enilai pern ataan dan argumen - $apat memperbaiki kekeliruan pemahaman atau informasi - /emiliki rasa ingin tahu - Tertarik untuk mencari solusi baru - $apat menjelaskan sebuah kriteria untuk menganalisis pendapat - .ngin menguji keperca aan, asumsi, dan pendapat dan membandingkann a dengan bukti ang ada - /endengarkan orang lain dengan baik dan dapat memberikan umpan balik - /engetahui bah,a berpikir kritis adalah proses sepanjang ha at dari instrospeksi diri - /engambil keputusan dipertimbangkan setelah seluruh fakta dikumpulkan dan

- /encari bukti ilmiah untuk mendukung asumsi dan ke akinan - $apat memperbaiki pendapatn a bila menemukan fakta baru - /encari bukti - /enguji masalah secara terbuka - $apat menolak informasi bila tidak benar atau tidak rele#an
(disarikan dari BERPIKIR KRITIS (CRITICAL THINKING) DALAM PROFESI DOKTER oleh Cholis 'brori)

Anda mungkin juga menyukai