Anda di halaman 1dari 83

Disampaikan Drs. Moch. Nuch. Rahardjo, M.

Pd Kepala Subdit Sarana & Prasarana PAUD Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini

Terselenggaranya Layanan Prima Pendidikan Nasional Untuk Membentuk Insan Indonesia Cerdas Komperhensif Meningkatkan : 1. KETERSEDIAAN layanan pendidikan 2. KETERJANGKAUAN layanan pendidikan 3. KUALITAS/MUTU & RELEVANSI layanan pendidikan 4. KESETARAAN memperoleh layanan pendidikan 5. KEPASTIAN/KETERJAMINAN layanan pendidikan

1. Amanah 2. Profesional 3. Demokratis 4. Inklusi 5. Berkeadilan

Melayani semua Dengan Amanah

...pembangunan pendidikan diarahkan untuk menghasilkan insan Indonesia cerdas dan kompetitif melalui peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas dan relevansi, kesetaraan dan kepastian memperoleh layanan pendidikan...
5 PRIORITAS PROGRAM
Pendidikan AKADEMIK

5
4

PERCEPATAN PENINGKATAN JUMLAH DOSEN S3 DAN DAYA SAING PT

PT SM

PENINGKATAN AKSES DAN MUTU PENDIDIKAN VOKASI.

3
SD SMP

PERCEPATAN PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK GURU KE S1/D4, SERTIFIKASI, DAN RINTISAN PENDIDIKAN PROFESI GURU

2
Pendidikan KARAKTER

PENUNTASAN PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN.

PAUD

PENINGKATAN AKSES & MUTU PAUD


3

Tersedia & terjangkaunya layanan: 1.


2.

PAUD bermutu & berkesetaran disemua provinsi, Kabupaten dan kota


PENDIDIKAN DASAR bermutu dan berkesetaran disemua provinsi, Kabupaten dan kota

3. 4.

PENDIDIKAN MENENGAH bermutu dan berkesetaran


disemua provinsi, Kabupaten dan kota

PENDIDIKAN TINGGI Relevan dan berdaya saing

internasional dan berkesetaran disemua provinsi 5. PENDIDIKAN ORANG DEWASA BERKELANJUTUAN yang berkesetaraan, bermutu & relevan dengan kebutuhan masyarakat 6. SISTEM TATA KELOLA yang handal dalam menjamin terselenggaranya layanan prima pendidikan nasional

1. Penelitian di bidang Neorologi: Osbon, White, Bloom)


Perkembangan Intelektual/Kecerdasan Anak

Usia
0 s/d 4 tahun 0 s/d 8 tahun 0 s/d 18 tahun Pertumbuhan Fisik Usia 0 tahun 6 tahun 12 tahun

Mencapai
50% 80% 100% Mencapai 25% 90% 100%

Jadi anggapan bahwa pendidikan baru bisa dimulai setelah usia SD tidak benar, bahkan pendidikan yang dimulai pada usia 4 - 6 tahun pun 5 sebenarnya ` sudah terlambat 7

2. tian terhadap Otak Anak 2. Penelitian Terhadap Otak Anak


Ketika lahir, sel otak (neuron) bayi berjumlah sekitar 100 milyar, Sebuah sel otak dapat berhubungan dengan 15.000 sel lain Sel otak akan musnah jika kurang mendapatkan stimulasi

3. Tahapan Pembentukkan Sinap Otak


Lahir-3 tahun: banyak
dan cepat.

Usia 3-8 tahun:

kepadatan sinaps 2 kali lipat milik orang dewasa.

Usia 8-18 tahun: terjadi

pemangkasanpenuru nan kepadatan sinaps (pruning).

Sumber:
Huttenlocher, 1987; Jernigan, dkk, 1991; Pfefferbaum dkk, 1994; Chugani, 1998; Kolb et al, 1999; Huttenlocher, 1999)

4. Kurva Perkembangan Otak Manusia


` Perkembangan Otak Manusia: Pembentukan Sinaps-Sinaps

penglihatan ,

Sensing Pathways

Bahasa ) Fungsi Kognitif lebih tinggi

pendengaran

Kehamilan

-6

-3

0 Bulan

8 12 Tahun

16

Usia
Sumber: C. Nelson, From Neurons to Neighborhoods, 2000

6 10

5. Stimulasi Otak
Faktor penghambat pertumbuhan Otak :
Gizi buruk gizi & tidak seimbang Derajat kesehatan yang rendah Kurangnya memberikan stimulasi psikososial Lingkungan yg miskin utk bisa dieksplorasi anak

Makin rendah asupan gizi yang diterima, makin rendah status kesehatan anak, makin rendah status kesehatan anak , makin rendah pula kemampuan belajarnya.
9 11

6. Dampak Kekurangan Gizi

Gizi kurang & infeksi Otak kosong bersifat permanen tak terpulihkan MUTU SDM RENDAH

Gizi cukup & sehat Anak Sehat, Cerdas, Ceria dan produktif

MUTU SDM MENINGKAT


ASET
10 12

BEBAN

7. Tingkat Pengembalian Investasi SDM Berdasarkan Lintas Usia


8
6
Tingkat Pengembalian Per $ yg 4 diinvestasikan R

Program PAUD Sekolah

2
PraSekolah Sekolah

Pelatihan Kerja

Pasca Sekolah

Usia

18

Pedro Carneiro, James Heckman, Human Capital Policy, 2003

Penelitian Bank Dunia mengungkapkan : setiap US$ 1 yang diinvestasikan ke PAUD akan menghasilkan kembalian (return) sebanyak US$ 17 kepada masyarakat, selain itu meningkatkan partisipasi anak dalam pendidikan, menurunkan angka mengulang kelas dan putus sekolah. 13

8. PENGARUH KEMISKINAN TERHADAP PRESTASI SEKOLAH ANAK

Anak dari keluarga miskin

Kondisi: Pengasuhan Buruk Rangsangan Psikososial Kurang

PERKEMBANGAN terhambat

Kondisi: Gizi Buruk Kesehatan Buruk

Prestasi sekolah rendah: Mengulang kelas. Putus sekolah di tingkat rendah.

PERTUMBUHAN terhambat

Perkembangan kognitif, motorik, dan sosialemosional rendah

14

9. HASIL INTERVENSI PAUD HOLISTIK-INTEGRATIF

Anak dari keluarga miskin

Dukungan: Layanan PAUD Penguatan peran orangtua

Perkembangan baik

Dukungan: Layanan Kesehatan Peningkatan Gizi

Prestasi sekolah baik: Selalu naik kelas. Menyelesaikan pendidikan di tkt yang lebih tinggi.

Pertumbuhan baik

Perkembangan kognitif, motorik, dan sosialemosional baik

15

10. Hasil Studi Lainnya


Partisipasi anak mengikuti pendidikan pada usia dini yg berkualitas membawa dampak: jangka pendek berupa peningkatan IQ jangka panjang berupa: - menurunkan angka putus sekolah atau peningkatan angka penyelesaian sekolah - mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kejehahteraan hidup dimasa mendatang

*)

Barnett, S.W. (1992). Benefits of compensatory preschool education. Journal of Human Resources 27, 279-312

16

Renungan

...bagian terpenting dari kehidupan bukanlah di universitas, tetapi periode pertama dari usia 0 sampai dengan 6 tahun, karena selama periode ini seluruh instrumen besar manusia dibentuk, bukan kecerdasan saja tetapi seluruh kecakapan psikis (Maria Montessori, 1949).
15

1. PAUD Sudah Menjadi Komitmen Internasional


a. Convention on The Right The Child 1989
(Pemenuhan Hak Dasar Anak)
1. Hak untuk Hidup, Kelangsungan Hidup & Perkembangan Anak Kepentingan Yang Terbaik Untuk Anak

2.

3.
4.

Partisipasi/penghargaan terhadap Pendapat Anak


Non Diskriminasi
16 17

b. Deklarasi Dakkar (2000) tentang Pendidikan Untuk Semua


butir 1 : memperluas & memperbaiki secara keseluruhan perawatan dan pendidika anakusia dini terutama bagi anak-anak yang sangat rawan &kurang beruntung

C. The World Fit For Chlidren 2002 (Menciptakan Dunia yg layak bagi anak )
menempatkan anak sebagai pertimbangan pertama untuk kepentingan terbaik anak memperhatikan tumbuh kembang anak sebagai dasar utama pengembangan manusia memberikan kesempatan pendidikan yang sama untuk setiap anak
17 18

2. PAUD Sudah Menjadi Komitmen Nasional


a. UNDANG-UNDANG No. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

Pasal 4: Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan & diskriminasi
Pasal 9 : Setiap anak berhak memperoleh pendidikan & pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat & bakatnya
18 19

b. UNDANG-UNDANG No. 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL


Pasal 1 butir 14: Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan enam tahun yg dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan & perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut
PAUD bukan sekedar menyiapkan anak utk masuk SD/MI (yg biasanya hanya dikaitkan dg Calistung), ttp juga menyiapkan anak utk memasuki pendidikan lebih lanjut (termasuk aspek kejujuran, rasa percaya diri, disiplin, kreativitas, daya cipta, keberanian, dll)
19 20

Pasal 28 UU Sisdiknas
PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pend. Dasar PAUD diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, Non-formal, dan/atau Informal

20 21

No

Satuan Pendidikan

Lembaga

Pendidik

Siswa

Kontribusi Thd APK (%)

1 TK 2 KB 3 TPA 4 SPS 5 RA

63,174 55,298 2,692 18,834 122,288

183,876 139,073 7,763 51,792 370,248

3,612,741 2,071,286 75,483 3,660,339 981,859

12.00 6.88 0.25 12.16 3.26

Jumlah

262,286

752,752

10,401,708

34.54
22

POTRET APK PAUD PER PROVINSI TAHUN 2011/2012


Aceh (26,95%) Sumut (28,64%) Kepri (46,42%) Riau (28,13%) Sumbar (34,07%) Jambi (31,63%) Sumsel (29,16%) Babel (47,63%) Kalbar (22,72%) Kalteng (35,79%) Sulut (28,85%)

Kaltim (22,26%) Sulteng (33,15%) Sulbar (29,23%)

Maluku Utara (24,14%)


Papua Barat (21,25%)

Gorontalo (40,27%)

Bengkulu (39,01)

Lampung (29,88%) DKI (31,90%) Jateng (39,08%) Banten (31,16%) Jabar (31,07%)

Kalsel (29,58%)

Sulsel (28,44%)

Sultra (34,24%)

Maluku (21,29%)

Papua (18,10%)

APK = 5 25% APK 25 - 35% APK 35-50% APK > 51%

DIY (58,58%) Jatim (55,56%)

Bali (40,22%)

NTB (33,44%)

NTT 24,69%)

Pada peta di atas terlihat ada empat legenda yaitu : 1. Merah : APK diantara 5 - 25% terdapat 7 provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Kaltim, Kalbar, Malutu Utara, NTT; 2. Ungu : APK 25-35% terdapat 17 provinsi, yaitu Aceh, Riau, Sulsel, Sumut, Sulut, Sumsel, Sulbar, Kalsel, dan Lampung , Jabar, Banten, Jambi, Jakarta, Sulteng, NTB, Sumbar, Sultra; 3. Kuning : APK 35-50% terdapat 7 provinsi, yaitu Bali, Kalteng, Bengkulu, Jateng, Gorontalo, Kepri, dan Babel; 4. Hijau : APK diatas 51% terdapat 2 provinsi, yaitu Jawa Timur dan Yogyakarta. 22

GAMBARAN APK PAUD PERPROVINSI SECARA NASIONAL


DI Yogyakarta Jawa Timur Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau Gorontalo Bali Jawa Tengah Bengkulu Kalimantan Tengah Sulawesi Tenggara Sumatera Barat Nusa Tenggara Barat Sulawesi Tengah DKI Jakarta Jambi Banten Jawa Barat Lampung Kalimantan Selatan Sulawesi Barat Sumatera Selatan Sulawesi Utara Sumatera Utara Sulawesi Selatan Riau Aceh Nusa Tenggara Timur Maluku Utara Kalimantan Barat Kalimantan Timur Maluku Papua Barat Papua

58.58
55.56 47.63 46.42 40.27 40.22 39.08 39.01 35.79 34.24 34.07 33.44 33.15 31.90 31.63 31.16 31.07 29.88 29.58 29.23 29.16 28.85 28.64 28.44 28.13 26.95 24.69 24.14 22.72 22.26 21.39 21.25 18.10

0.00

10.00

20.00

30.00

40.00

50.00

60.00 23

DATA PAUD NASIONAL PER KORIDOR

Aceh

KORIDOR 3
Sumut

Kepri

AUD : 2.007.600 Terlayani : 522.188 APK : 26,01%


Kalbar

Kaltim

KORIDOR 4 AUD : 2.373.500 Terlayani : 736.463 Sulut APK : 31,03%


Sulteng
Gorontalo

Maluku Utara

KORIDOR 1 Riau Sumbar AUD : 7.165.700

Terlayani : 2.177.578 APK : 30,39%


Bengkulu

Jambi Babel

Kalteng Sulbar Sultra Sulsel Jateng Jabar Bali Maluku

Papua Barat Papua

Sumsel Lampung DKI Banten Kalsel

KORIDOR 6 AUD : 1.166.400 Terlayani : 234.066 APK : 20,07%

KORIDOR 2 AUD : 15.590.500 Terlayani : 6.176.514 APK : 39,62%

DIY

NTB

Jatim

NTT

KORIDOR 5 AUD : 1.809.600 Terlayani : 554.899 APK : 30,66%

24

Target Renstra Tahun 2010-2014


KONDISI AWAL (2009) 53,70 25,03 TAHUN 2010 (%) 56,70 29,60 2011 (%) 60,10 33,67 2012 (%) 63,60 37,81 2013 (%) 67,40 41,49 2014 (%) 72,90 45,05

APK PAUD

Nasional Kemdikbud

Keterangan: APK PAUD Kemdiknas dicapai melalui program TK, KB, TPA, dan Satuan PAUD Sejenis; sedangkan APK PAUD Nasional ditambah dengan program RA dan TPQ yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama.

25

TANTANGAN PENCAPAIAN TARGET APK PAUD NASIONAL


APK PAUD Populasi AUD*) TAHUN 2010 31.804.759 2011 32.278.650 2012 32.759.602 2013 33.247.720 2014 33.743.111

Target APK Nasional


Anak Terlayani PAUD Penambahan akses Satuan PAUD**) Penambahan Satuan PAUD

56.70%
18.033.298 2.539.842 721.332 101.594

60.10%
19.399.469 1.366.170 775.979 54.647

63.60%
20.835.107 1.435.638 833.404 57.426

67.40%
22.408.963 1.573.856 896.359 62.954

72.90%
24.598.728 2.189.765 983.949 87.591

Keterangan: *) Populasi AUD (0-6 tahun) tahun 2010 menggunakan data sensus penduduk tahun 2010, sedangkan untuk tahun berikutnya menggunakan angka proyeksi dengan laju pertumbuhan penduduk pertahun sebesar 1,49% (sesuai laju pertumbuhan penduduk tahun 2010). **) Kebutuhan Satuan PAUD dihitung dengan rasio kemampuan daya tampung 25 anak/satuan PAUD.
26

TANTANGAN PENCAPAIAN TARGET APK PAUD KEMDIKBUD


TAHUN APK PAUD 2010 Populasi AUD*) Target APK Kemdikbud Anak Terlayani PAUD Penambahan akses Satuan PAUD**) Penambahan Satuan PAUD 31.804.759 25,03% 9.414.209 2.193.195 376.568 87.728 2011 32.278.650 29,60% 10.868.221 1.454.013 434.729 58.161 2012 32.759.602 33,67% 12.386.405 1.518.184 495.456 60.727 2013 33.247.720 37,81% 13.794.479 1.408.074 551.779 56.323 2014 33.743.111 41,49% 15.201.271 1.406.792 608.051 56.272

Keterangan: *) Populasi AUD (0-6 tahun) tahun 2010 menggunakan data sensus penduduk tahun 2010, sedangkan untuk tahun berikutnya menggunakan angka proyeksi dengan laju pertumbuhan penduduk pertahun sebesar 1,49% (sesuai laju pertumbuhan penduduk tahun 2010). **) Kebutuhan Satuan PAUD dihitung dengan rasio kemampuan daya tampung 25 anak/satuan PAUD.
27

TANGGUNG JAWAB JAJARAN KEMDIKBUD


1. Setiap tahun harus mampu meningkatkan akses layanan PAUD sekitar 4%. 2. Secara nasional harus terjadi peningkatan daya tampung lembaga/satuan PAUD bagi sekitar 1,5 juta anak, baik melalui peningkatan kapasitas satuan PAUD yang ada maupun pembentukan satuan PAUD baru. 3. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 1,49%/tahun, sementara pemerintah melalui berbagai bantuan hanya mampu mendukung sekitar 10%. 4. Tanggungjawab tersebut belum termasuk upaya peningkatan mutu yang mencakup peningkatan sarana dan prasarana, kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, pengembangan program pembelajaran, serta penataan kelembagaan.
28

STRATEGI PERCEPATAN LAYANAN PAUD


1. Melaksanakan Program PAUD Terpadu: memperluas layanan PAUD di lembaga/satuan PAUD yang sudah berjalan dengan mengintegrasikan layanan TK-KB-TPA-SPS dalam pengelolaan. 2. Membuka Satuan PAUD di daerah pedesaan, tertinggal, terdepan, kepulauan, dan terpencil melalui bantuan dana rintisan dan/atau bantuan pembangunan fasilitas PAUD. 3. Mengintensifkan layanan Pos PAUD di setiap desa/kel untuk menjangkau sasaran usia 0-2 tahun berbasis layanan Posyandu dan Bina Keluarga Balita.

4. Mengoptimalkan dukungan organisasi mitra dan lembaga keagamaan guna memperluas jangkauan layanan.
29

PRIORITAS LAYANAN PAUD TAHUN 2012 DI DAERAH 3T DAN NELAYAN (CLUSTER IV)
Aceh

Sumut

Kepri

Kaltim Kalbar

Sulut

Maluku Utara

Riau Sumbar Jambi Babel Sumsel Bengkulu Lampung DKI Banten Jabar

Sulteng
Kalteng Sulbar

Gorontalo Papua Barat Papua Sultra

Kalsel Sulsel Jateng Bali

Maluku

DIY

NTB

Jatim

NTT

Wilayah 3T (133 Kab/Kota)

Daerah Nelayan (103 Kab/Kota)

Wilayah 3T dan Nelayan (48 Kab/Kota

30

2. Kualifikasi & Kompetensi Pendidik PAUD


Belum semua Pendidik PAUD memenuhi kompetensi dan dan kualifikasi yang dipersyaratkan (baru sekitar 15,72% ) pendidik PAUD lulusan S1/D4
Pendidik
No Tenaga Kependidikan

Satuan PAUD
D4/S1 %

D2 D3

Total Pendidik
% < D2 %

Penge lola

Pengawas/ Penilik
13.086

TK/RA/BA

38.978

15,4

73.146

29,0

140.515

55,6

252.639

59.960

2 3 4

KB TPA SPS Sub Total

16.797 1.135 6.374 63.284

17,2 22,0 13,6 15,7

16.159 939 6.056 96.300

16,5 18,2 12,9 24,9

64.960 3.077 34.357 242.909

66,3 59,7 73,4 60,6

97.916 5.151 46.787 402.493 370.248 772.741

64.064 3.229 30.899 158.152 19.629 6.543

TPQ Jumlah

26

DATA KONTRIBUSI KORIDOR TERHADAP APK PAUD NASIONAL


Koridor V Terlayani 0,55 JT Kontribusi 5% Koridor Vi Terlayani 0,23 JT Kontribusi 2%

Koridor IV Terlayani 0,73 JT Kontribusi 7%

Koridor I Terlayani 2,17 JT Kontribusi 21%

Koridor III Terlayani 0,52 JT Kontribusi 5%

Koridor I Koridor II Koridor III Koridor IV Koridor V Koridor VI Koridor II Terlayani 6,17 JT Kontribusi 60%

TOTAL AUD TOTAL TERLAYANI APK PAUD NAS

: 30.113.300 : 10.401.708 : 34,54%

32

JUMLAH PENYELENGGARA PAUD TAHUN 2011

40%

3% 0%
SMA DPL S1 S2 S3

40% 17%

SMA
38,295

DPL
16,654

S1
38,451

S2
2,896

S3
161

Jml
96,457
33

JUMLAH PENDIDIK PAUD TAHUN 2011 22,5% 56%


SMA DPL S1 S2 S3

21,9% 0,01% SMA 201,477 DPL 77,534 S1 78,911 0,3%

S2 1,135

S3 32

Jml 359,089
34

3.

Masih terbatasnya KESADARAN & PARTISIPASI masyarakat/orang tua dalam layanan PAUD
Masih terbatasnya DUKUNGAN PEMDA untuk pembianaan PAUD Belum optimalnya koordinasi dan sinergi antara lembaga/instansi/organisasi dan pemangku kepentingan dalam pembinaan layanan PAUD Masih terbatasnya Layanan PAUD yang dilaksanakan secara HOLISTIK & INTEGRATIF

4. 5.

6.

7.

Proses pembelajaran masih diwarnai dengan pengajaran baca-tulis-hitung (Calistung), belum sepenuhnya melalui bermain.
31

PROSES PENERIMAAN SISWA MASUK SD/MI (PP No. 17 Th 2010, Pasal 70) 1. Dalam hal jumlah calon peserta didik melebihi daya tampung pemilihan peserta didik pada SD/MI berdasarkan pada usia calon peserta didik dengan prioritas dari yang paling tua.

2. Jika usia calon peserta didik sama, maka penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan
3. Jika usia dan/atau jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan.
36 34

37 33

Layanan Paripurna Standar Mutu Internasional

ANAK INDONESIA HARAPAN

Standar Mutu Nasional


SDM Berdaya Saing Global SDM Handal

KADO 100 TAHUN INDONESIA MERDEKA


Insan Cerdas Komprehensif

Pemantapan Mutu
Fundamen SDM Berkualitas

PAUD
2011 2015 2025 2035

2011: Gerakan Nasional PAUD (Paudisasi) 2045

VISI DAN KEBIJAKAN PEMBINAAN PAUD

Mewujudkan anak usia dini yang SEHAT, CERDAS, CERIA & BERAHLAK MULIA menuju terbentuknya insan Indonesia cerdas komprehensif 2025

1. Meningkatkan KETERSEDIAAN 2. Memperluas KETERJANGKAUAN 3. Meningkatkan KUALITAS/ MUTU 4. Mewujudkan KESETARAAN 5. Menjamin KEPASTIAN

LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)

39 36

C. TUJUAN
1. Memperluas penyediaan lembaga layanan PAUD yang menjangkau semua lokasi dan komunitas anak usia dini. 2. Meningkatkan pemerataan layanan hingga menjangkau wilayah pedesaan, tertinggal, terisolir, terdepan, pasca konflik, pasca bencana, dll. 3. Menyediakan layanan PAUD yang bermutu dan selaras dengan tahap perkembangan anak. 4. Mewujudkan layanan PAUD non-diskriminatif, inklusif, dan berkeadilan. 5. Mewujudkan sistem layanan PAUD yang menjamin semua anak berkesempatan memperoleh layanan PAUD.
40

D. SASARAN
1. Anak usia dini 0-6 tahun yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. 2. Satuan PAUD dalam bentuk TK, KB, TPA, dan Satuan PAUD Sejenis 3. Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD.

4. Orangtua dan masyarakat.


5. Mitra dan para pemangku kepentingan.
41

Kegiatan
1. Pengembangan pendidikan karakter

Sub Kegiatan
- Mengembangkan pendidikan karakter dalam keseluruhan proses pembelajaran PAUD.

- Mengembangkan bahan dan alat pendidikan karakter dalam berbagai media.

39

32

Kegiatan
2. Pengembangan Kemampuan Dasar: a. Nilai dan Moral b. Motorik Kasar dan halus c. Bahasa d. Sosial Emosional e. Kognitif

Sub Kegiatan
- Melaksanakan pembelajaran dengan metode bermain yang bermakna.
- Menggunakan berbagai bahan ajar, termasuk muatan lokal yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. - Mensosialisasikan pembelajaran dan pengasuhan untuk mengoptimalkan kemampuan dasar anak.

40

32

Kegiatan

Sub Kegiatan

3. Pengembangan - Mengembangkan pedoman/acuan pembelajaran Kurikulum Tingkat PAUD Lembaga Satuan - Melaksanakan pembekalan pengembangan PAUD (KTSP-PAUD) kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Anak Usia Dini 4. Penyelenggaraan PAUD Inklusi dan PAUD LB - Pemberian bantuan penyelenggaraan PAUD inklusi dan PAUD LB.

- Peningkatan pemahaman teknis untuk pendidikan inklusi dan PAUD LB


5. Penyiapan bahan dan media pembelajaran - Mengembangkan bahan dan media pembelajaran melalui media cetak dan video. - Mengembangkan sistem pembelajaran PAUD berbasis e-learning.
41

33

Kegiatan 6. Diversifikasi pola Pembelajaran yang sesuai dengan budaya dan potensi daerah 7. Penguatan program PARENTING EDUCATION

Sub Kegiatan - Mengembangkan bahan pembelajaran berbasis kearifan lokal. - Mengembangkan sistem pembelajaran berbasis budaya dan potensi daerah.

- Meningkatkan pelaksanaan program pengasuhan (parenting) di satuan PAUD. - Memperluas program pelatihan parenting bagi orangtua yg mempunyai anak usia dini

42

33

Kegiatan Sub Kegiatan 1 Peningkatan - Memberikan beasiswa, bantuan kualifikasi pendidikan pendidikan, dan pengakuan hasil PTK PAUD belajar/konversi kepada PTK PAUD - Mendorong perguruan tinggi membuka Program Studi PAUD di setiap propinsi 2. Peningkatan kompetensi PTK PAUD - Melaksanakan diklat, kursus, dan magang berkelanjutan bagi PTK PAUD. - Melakukan pemberdayaan PTK inti, forum ilmiah, dan seminar/workshop.

43

A. STANDAR KUALIFIKASI TENDIK PAUD (Permendiknas No. 58/2009 : Standar PAUD)

27

B, STANDAR KOMPETENSI PENDIDIK PAUD (PERMENDIKNAS NO. 16 THN 2007 dan PERMENDIKNAS NO. 58 THN. 2009))
PENDIDIK PAUD
GURU

KUALIFIKASI

KOMPETENSI UTAMA
PEDAGOGIK KEPRIBADIAN SOSIAL PROFESIONAL

KOMPETENSI INTI / SUB KOMPETENSI


10 KOMPETENSI 5 KOMPETENSI 4 KOMPETENSI 5 KOMPETENS

KOMPETENSI / INDIKATOR
38 KOMPETENSI 13 KOMPETENSI 9 KOMPETENSI 14 KOMPETENSI (74 KOMPETENSI)

S-1/D-4 BIDANG PAUD/ KEPENDIDIKAN LAIN/PSIKOLOGI

GURU PENDAMPING

D-2 PGTK ATAU SMA/SEDERAJAT DAN SERTIFIKAT DIKLAT/KURSUS PAUD

PEDAGOGIK KEPRIBADIAN SOSIAL PROFESIONAL

3 3 2 4

SUB KOMPETENSI SUB KOMPETENSI SUB KOMPETENSI SUB KOMPETENSI

13 INDIKATOR/KOMPETENSI 12 INDIKATOR/KOMPETENSI 6 INDIKATOR/KOMPETENSI 17 INDIKATOR/KOMPETENSI (48 KOMPETENSI)

PENGASUH

SMA/SEDERAJAT

1. Memahami dasar pengasuhan. 2. Terampil melaks pengasuhan. 3. Bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak

4 INDIKATOR/KOMPETENSI 4 INDIKATOR/KOMPETENSI 6 INDIKATOR/KOMPETENSI (14 KOMPETENSI)

TOTAL

136 KOMPETENSI

28

- KOMPETENSI :
pedagogik, kepribadian/personal,profesional, sosial

29

Profesional
Menguasai kurikulum yang berorientasi perkembangan (fisik, sosial, emosional, kognitif, bahasa & seni) Menguasai pengembangan program yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembanbagan anak Menguasai berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan perkebangan anak Menguasai pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar Menguasai pengelolaan pembelajaran yg bervariasi/terpadu Menguasai penilaian yg sesuai karakteristik perkembangan anak

Sosial
Memahami anak dalam kontek keluarga, budaya & masyarakat Menguasai komunikasi dengan baik Menguasai kemampuan bekerjasama dengan pihak lain
30

Kegiatan

Sub Kegiatan

3. Pemenuhan kebutuhan sertifikasi profesi guru PAUD

- Memberikan sertifikasi bagi pendidik PAUD yang telah memenuhi syarat. - Memberikan tunjangan sertifikasi bagi pendidik PAUD yang telah memenuhi syarat.

4. Peningkatan Penghargaan dan Perlindungan PTK PAUD

- Memilih guru dan kepala/pengelola PAUD berprestasi. - Memberikan insentif, penghargaan, dan perlindungan PTK PAUD.
44

STRATEGI PENGEMBANGAN KARIR MELALUI PENGEMBANGAN KOMPETENSI PTK PAUD


PENY. BHN. KEB. : PEDOMAN/JUKLAK/JUKNIS (NSPK)

TIM PELATIH/ PEMBINA TIM PUSAT TIM PROVINSI TIM KAB/KOTA

DIKLAT MAGANG PEMBERDAYAAN GURU INTI KURSUS


F.ILMIAH/SEMINAR/ W.SHOP

PTK PAUDNI PROFESIO NAL DAN BERMARTA BAT

SUPERVISI, BIMTEK, DAN EVALUASI PENGEMBANGAN KOMPETENSI PTK PAUDNI

Kegiatan

Sub Kegiatan

1. Pemenuhan sarana belajar - Mengembangkan standarisasi sarana PAUD PAUD - Memberikan bantuan bahan ajar PAUD dan APE PAUD .

2. Pemenuhan prasarana PAUD

- Mengembangkan standarisasi prasarana PAUD - Memberikan bantuan pembangunan fasilitas PAUD terpadu

PRINSIP SAPRAS PAUD


1. Aman, nyaman, terang dan kriteria kesehatan bagi anak memenuhi

Disesuaikan dengan jumlah anak didik, kondisi sosial, budaya & jenis layanan PAUD.

2.

Prasarana dan sarana yang disediakan untuk anak harus disesuaikan dengan per kembangan anak

tingkat

3.

Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar/ atau muatan lokal,

45

36

Kegiatan 1. Penataan Kelembagaan PAUD

Sub Kegiatan - Menata perijinan pendirian lembaga PAUD baru - Menertibkan penyelenggaraan lembaga PAUD yang sudah berjalan sesuai standar. - Memberikan Nomor Induk Satuan PAUD (NISPAUD) bagi lembaga PAUD yang sudah berijin. - Membantu berdirinya lembaga PAUD Percontohan tingkat kabupaten/kota & kec - Melakukan penilaian kinerja dan/atau akreditasi PAUD. - Memperkuat manajemen layanan PAUD. - Memfasilitasi lembaga PAUD mencapai standar nasional (standar PAUD)
46
37

2. Peningkatan mutu lembaga PAUD

Kebijakan

Strategi

3. Peningkatan Kapasitas 3.1. Pengembangan Lembaga PAUD Kelembagaan PAUD Terpadu

50

3.2. Pengembangan PAUD Holistik-Integratif

Kesehatan & Gizi

KesehatanGizi

51

3.3 Pengembangan Gugus PAUD

52

STRUKTUR KEPENGURUSAN PKG


Pembina Administratif:KUPATD/SKD Pembina Teknis: Pengawas/Penilik PAUD

Instansi/Himpaudi/IGT KI/GOPTKI/Organisasi /Stakeholders

----

Ketua PKG

----

Komite Pendidikan Kec

Bendahara PKG

Sekretaris PKG

KEL.KERJA KEP/PENG L

KEL. KERJA TK

KEL.KERJ A KB

KEL.KERJ A TPA

KEL.KERJ A SPS

GUGUS-GUGUS PAUD WILAYAH KECAMATAN

17

3.4 Pengembangan Jaringan Kerjasama dengan berbagai Lembaga/Instansi/organisasi Mitra PAUD


a. Peningkatan kerjasama dengan Organisasi sosial masyarakat/kegamaan/Profesi/organisasi wanita (TP-PKK, Kowani/BKOW/GOW/Muslimat NU/Aisyiyah HIMPAUDI, IGTKI, GOPTKI, Dharma Wanita/ dll) b. Kerjasama dengan lembaga Perguruan Tinggi c. Kerjasama dengan Dunia Usaha dan Industri (CSR) d. Kerjasama dengan Kementerian /Lembaga Terkait

e. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO)

49

1. Pencanangan Gerakan Nasional PAUD sekaligus penobatan Bunda PAUD di Tingkat Nasional. Provinsi, dan Kabupaten/Kota; 2. Pelaksanaan sosialisasi nasional melalui jalur birokrasi, Organisasi Mitra, dan Perguruan Tinggi; 3. Pelaksanaan kampanye Gerakan Nasional PAUD melalui media cetak, media elektronik, seni budaya, olah raga, dan kegiatan sosial kemasyarakatan; 4. Penyelenggaraan layanan PAUD Terpadu yang mengintegrasikan layanan Taman Kanak-kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS); 5. Optimalisasi lembaga keagamaan (mesjid, gereja, kuil, vihara, pura, dsb) untuk menyelenggarakan Program PAUD; 6. Perluasan layanan Pos PAUD yang mengintegrasikan layanan PAUD dan Posyandu di setiap desa/kelurahan; 7. Penyediaan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi peserta didik PAUD;
53

1.

Berpusat pada anak, artinya anak merupakan sasaran dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik Mendorong perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, emosional, bahasa dan komunikasi sebagai dasar pembentukan pribadi manusia yang utuh Memperhatikan perbedaan individu, baik perbedaan keadaan jasmani, rohani, kecerdasan dan tingkat perkembangannya (developmentally appropriate program) Kegiatan Main Harus Sesuai Dengan Perkembangan Anak Berorientasi pada kebutuhan anak Belajar melalui bermain. Kreatif dan Inovatif Lingkungan yang kondusif & memberikan kenyaman dan keamanan bagi anak
54

2.

3.

4. 5. 6. 7. 8.

9. 10. 11.

Menggunakan pembelajaran terpadu

Mengembangkan keterampilan hidup


Menggunakan berbagai media dan sumber belajar serta alat/sarana pendidikan yang edukatif Mengacu pada 9 kemampuan belajar anak 1. Kecerdasan linguistik 2. Kecerdasan logika-matematika 3. Kecerdasan visual-spasial

12.

4. Kecerdasan musikaL
5. Kecerdasan kinestetik 6. Kecerdasan naturalis 7. Kecerdasan interpersonal

Melejitkan semua potensi kecerdasan anak

8. Kecerdasan intrapersonal
9. Kecerdasan spirituaL

55

Berdasarkan Satker Pengelola (Total Anggaran : Rp. 880.582.710)


0% 197.913.594 22%

682.669.116 78%

PUSAT

DEKONSENTRASI
10

DISTRIBUSI ANGARAN PROPINSI 2012


JAWA TIMUR JAWA BARAT JAWA TENGAH SULAWESI SELATAN SUMATERA UTARA NUSA TENGGARA BARAT LAMPUNG NUSA TENGGARA TIMUR SUMATERA BARAT BENGKULU SUMATERA SELATAN ACEH KALIMANTAN BARAT SULAWESI UTARA D.I. YOGYAKARTA MALUKU UTARA KALIMANTAN SELATAN SULAWESI TENGAH GORONTALO KALIMANTAN TENGAH JAMBI SULAWESI TENGGARA PAPUA MALUKU KALIMANTAN TIMUR RIAU BALI BANTEN KEP. BANGKA BELITUNG PAPUA BARAT SULAWESI BARAT DKI. JAKARTA KEPULAUAN RIAU 73,457,920 69,609,600 67,050,580 26,126,180 23,928,040 21,271,220 20,392,460 20,106,280 19,213,440 18,200,140 17,938,900 17,916,880 17,560,220 17,432,120 16,902,160 16,606,940 16,465,700 16,241,000 16,151,220 15,604,100 14,579,660 13,907,700 13,878,700 13,132,600 12,900,200 12,502,100 12,371,800 12,037,400 11,199,600 10,363,536 10,286,120 9,937,900 7,396,700

19

NO 1. 2. 3.

KOMPONEN KEGIATAN BOP PAUD (P/D) Rintisan TPA Rintisan TK / KB

SASARAN 1.430.000 anak 100 Lbg 3.800 Lbg

SATUAN BIAYA (000) 240 45.000 35.000

4.

Rintisan SPS
Rintisan PAUD Terpencil

1.300 Lbg

25.000

5.

120 Lbg

55.000

12

NO

KOMPONEN KEGIATAN

SASARAN

SATUAN BIAYA (000) 25.000


150.000 25.000 25.000 8.000

6.
7. 8. 9. 10

PAUD Berbasis Keluarga


Peny. PAUD Percontohan Kab/Kota Peny.Pendidikan Karakter Peny. Pendidikan Inklusi & PAUD Luar Biasa Bantuan Pembinaan Gugus PAUD

265 Lbg
10 Lbg 5 Lbg 50 Lbg 5.323 Lbg

12

NO 11

KOMPONEN KEGIATAN Bantuan Ormit PAUD Prop

SASARAN 132 Lbg 998 Lbg 10 Unit 80 Unit 30 Unit

SATUAN BIAYA (000) 25.000 5.000 800.000 300.000 100.000

12 Bantuan Ormit PAUD Kab/Kota 13 14 Bantuan Pembangunan UGB PAUD Terpadu Prov/Kab/Kota Bantuan Pembangunan UGB PAUD Terpadu Kec/Desa

Bantuan Pembangunan Ruang 15 Kelas Baru (RKB) PAUD

12

NO

KOMPONEN KEGIATAN

SASARAN 80 Unit 34 Lbg

SATUAN BIAYA (000)


75.000 50.000

Bantuan Rehabilitasi Gedung 16 PAUD Bantuan Sarana Pembela jaran 17 TK/PAUD Pembina 18 Bantuan APE PAUD
19 Bantuan PAUD Pasca Bencana 20 Bantuan PAUD Tanggap Darurat

1000 Lbg
30 Unit 24 titik

8.000
50.000 -

12

NO 21 22

KOMPONEN KEGIATAN Lomba Gugus PAUD

SASARAN 1 keg 1 keg

SATUAN BIAYA (000)

Lomba Lembaga PAUD Berprestasi Tk. Nasional

23 Ortek Pembelajaran PAUD


Penyelenggaran Gebyar PAUD 24 dalam rangka HAN Penyelenggaraan Program 25 Pendidikan & Pengembangan Anak Usia Dini (PPAUD)

11.000 Org
11 prop 50 Kab 21 prop

12

Peran Kelurga

Peran Orang Tua

Peran Pemerintah
70

Peran Kelurga
1. Sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak 2. Sebagai basis pendidikan moral dan agama. 3. Sebagai pelestari nilai-nilai luhur.

Peran Masyarakat
1. Memberikan jasa layanan PAUD bagi yang membutuhkan.

2.

Membantu pemerintah dalam rangka memperkuat kelembagaan PAUD dan sosialisasi kepada masyarakat luas.
Membentuk organisasi profesi atau forum komunikasi sebagai saluran aspirasi. Menjadi orangtua asuh bagi anak dari keluarga yang tidak mampu.

3.

4.

5.

Berpartisifasi aktif dalam PAUD medlalui dukungan dana, sarana, prasarana, tenaga, atau setidaknya pemikiran)

Peran Pemerintah
1. Memberikan kepastian hukum terhadap pelaksanaan PAUD. 2. Mengeluarkan aturan, pedoman, dan standarisasi teknis pelaksanaan PAUD dalam rangka penjaminan mutu dan perlindungan masyarakat.

3. Mendorong tumbuh-kembangnya lembaga PAUD melalui pembinaan dan fasilitasi.


4. Memberikan subsidi bagi lembaga yang membutuhkan. 5. Memberikan bantuan teknis dan pelatihan.

Dengan demikian ma PAUD Merupakan Tanggungjawab Bersama PAUD merupakan tanggung jawab keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Ketiga pilar ini harus saling mendukung dan saling melengkapi.

Mengingat peran PAUD sangat penting, maka semua pihak harus saling mendukung demi suksesnya PAUD.

74

(8) Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

(1) Kesiapan anak memasuki pendidikan lebih lanjut

(2) Mengurangi Angka mengulang kelas

(7) Memperbaiki Derajat kesehatan & gizi anak balita

(3) Mengurangi Angka putus Sekolah (Do)

(6) Mengurangi Angka buta Huruf muda

(5) Meningkatkan Mutu Pendidikan

(4) Mempercepat Pencapaian Wajib belajar

X. Kesimpulan
1. Usia dini (lahir 6 tahun) merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan bagi anak dimasa depannya atau disebut juga masa keemasan (the golden age) namun sekaligus periode yang sangat kritis yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya

2. PAUD merupakan fondasi pengembangan anak, yang dilaksanakan dalam waktu terbatas jangan lewatkan the golden age anak, jika fondasi lemah maka bangunan tidak kokoh 3. Masing-masing anak mempunyai sifat, bakat dan minat yang berbeda membutuhkan ketelitian dan ketlatenan untuk mengembangkan masing-masing anak 4. Peningkatan kecerdasan secara komprehensifseimbang: emosional, intelektual, sosial, mental dan spiritual termasuk etika-budi pekerti, rasa tanggung-jawab, etos kerja/keuletan, harga diri, nasionalisme, dsb

5.

Pendidikan Anak dapat diibaratkan sebuah bangunan yang:


Membutuhkan fondasi yang kuat Harus dibangun secara bertahap
Dibangun secara hati-hati agar tidak terjadi keretakan, dan bangunan menjadi kokoh Dapat dibangun secara beraneka ragam, tetapi harus sesuai dengan kekhasan/ karakteristik bangunan tersebut, Diperluas agar dapat meningkatkan manfaat Dipercantik dan ditampilkan agar menarik Selalu dibersihkan dan direnovasi agar tidak ketinggalan zaman

Children Learn What They Live With (Dorothy


Low Nolte)
Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menantang Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas Jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu Jika anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah.

Lanjutan..
Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menjadi penyabar
Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai Jika anak diterima oleh lingkungannya, ia akan terbiasa menyayangi

Lanjutan..
Jika anak diperlakukan dengan jujur, dia akan terbiasa melihat kebenaran Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan Jika anak dikerumuni keramahan, akan terbiasa berpendirian: ia

Sungguh Indah Dunia Ini! Bagaimanakah Anak Anda?

Drs. Moh Nuch Rahardjo, M.Pd HP. 0815 1444 1444 Kepala Subdit Sarpras PAUD Direktorat Pembinaan PAUD Ditjen PAUDNI- Kemdikbud Gd. E Kemdikbug Lantai VII Jl, Jend. Sudirman Senayan Jakarta www.kemdiknas.paudni.go.id