Anda di halaman 1dari 8

Elektrostimulator Medical Italia therapic 9400

1. Spesifikasi alat
a. Merk : Medical italia b. Type : therapic 9400 c. Power supply : 230 Vac 50r-60 Hz d. Maksimum main power absorption : 30 VA e. Double delayed type T main fuse protection : 2 x 530 mA-T f. Backlit LCD display to view and check the operating parameter : Grapich colour B touch sceen g. adjustable treatment time: 1-99minutes h. Operation : constant voltage, constan current i. Riskclass (93/42/CEE) : IIB j. continuous current lonthophoresis : limited to 50 mA k. dynamic current : limited to 70 mA l. Pick current with the order wave form : 120 mA m. Peak power : 100 V n. independent output channel : 4 o. Weight : 4,4 kg p. Size : 39 x14 x 30
1

2. Bagian Bagian alat


a. Body

1) Keypad : untuk tombol pemilihan 2) Selector : untuk mengatur nilai atu value dan berfungsi juga sebagai pemilihan menu b. Probe / elektroda

Terdapat 2 channel untuk elektroda, dan juga terdapat 2 tipe probe / elektroda .

c. LCD display

3. Gambaran umum
Alat elektrostimulator atau bisa juga di sebut tens adalah alat medis yang di gunakan untuk therapy. Alat ini digunakan untuk therapy otot yang mengalami gangguan fungsi saraf atau penurunan fungsi otot karena faktor usia ataupun kelainan. Alat ini memberikan rangsangan terhadap otot otot yang tidak mendapatkan rangsangan dari otak dengan memberikan pulsa pulsa listrik dan pemeberian arus listrik. Batas frekuensi pemberian terhadap pasien dari 0-400hz untuk merangsang otot, selain itu yang perlu di perhatikan dalam pemebrian rangsangan adalah pengulangan dalam pemakaian serta pemilihan bentuk gelombang yang digunakan karena setiap pulsa yang di berikan memiliki efek yang berbeda. Penggunaan alat ini yaitu dengan cara meletakan elektroda aktif pada bagian otot yang ingin di therapy dan elektroda pasif pada daerah di sekitarnya, lalu intensitas arus akan di naikan secara perlahan sampai kontraksi terasa, semakin besar tegangan dan arus yang di berikan ke pasien maka semakin besar energy rangsangan di berikan kepada tubuh pasien. Arus yang mengalir pada tubuh merupakan convection current, jaringan tubuh dapat menghantarkan arus listrik karena tubuh

mengandung cairan tubuh yang terdapat ion ion didalamanya. Konduktifitas jaringan tidaklah sama, tergantung seberapa banyak cairan yang di kandungnya. Jaringan otot yang banyak mengandung suplly darah memiliki konduktifitas yang baik. Sedangkan lemak memiliki konditifitas yang buruk. Berikut ini macam macam arus yang di gunakan : a) Faradic b) Sinusoidal c) Squere
3

d) Galvanic Penggunaan terapi elektrik dalam pengobatan alternatif sebenarnya sudah berlangsung lama tetapi tidak berkembang akibat kurangnya penelitian ilmiah. Dalam dunia kedokteran, mayoritas penggunaan elektroterapi baru sebagai metode terapi pendukung. Keberadaan metode terapi elektrik saat ini berkembang dengan menggunakan ilmu-ilmu medis modern yang telah membangun dasar bahwa terdapat medan elektrik yang luas pada kerja tubuh. Sebagai contoh, sistem saraf sudah sejak lama diketahui bekerja dengan elektrokimia dan sinyal elektrik murni. Ikatan listrik pada tingkat atomik mengikat semua molekul bersama-sama. Ada beberapa macam jenis terapi pada stimulator elektronik yaitu : High Voltage Pulse Galvanic Stimulation (HVPGS) Transcutaneous Elecrical Nerve Stimulation (TENS) Electric Muscle Stimulation (EMS) Microcurrent Stimulation (MCS) Electro Acupunture (EA)

Perubahan pada potensial tegangan bioelektrik yang melintasi membran sel otot memungkinkan untuk terjadinya transport membran dan proses metabolik yang lebih efisien.Peningkatan permeabilitas sel terhadap ion Natrium akan diikuti dengan peningkatan permeabilitas terhadap ion Kalium. Energi dibutuhkan untuk terjadinya proses ini di dalam serat otot. Ketika stimulus lokal diberikan ke dekat membran yang mengitari, perubahan terjadi pada konduktansi ionik membran, yang cenderung memulihkan potensial saat istirahat (resting potential) bahkan jika stimulus tetap ada. Dengan demikian potensial membran sel terbentuk kembali dan tingkat rasa sakit berkurang secara nyata. Pada titik ini sel dapat memasuki fase regenerasinya. Secara normal, sel saraf beroperasi secara elektrik, menggunakan aliran ion bermuatan positif melalui air sebagaimana rangkaian elektronik menggunakan aliran elektron yang
4

bermuatan negatif melalui konduktor logam. Ini berarti bahwa penerapan arus listrik di luar dapat mempengaruhi neuron.

4. Blok Diagram

Power supply

Keypad (input setting Prosessor

Ossilator

LCD

Elektroda

a. Power supply Untuk memberikan catudaya keseluruh rangkaian atau blok blok b. Prosessor Blok rangkaian ini sebagai pengendali keseluruhan rangkaian pada alat stimulator, dimana rangakaian ini mengendalikan setting input yang masuk dan mengendalikan output yang di keluarkan. Mengendalikan ossilator dan timer serta mengatur tampilan pada lcd c. Blok input setting Blok ini berfungsi sebagai inputan dari alat ini. Yaitu berpua keypad dan selektro untuk penyetingan waktu dan frekuensi maupun arus. d. Blok rangkaian osillator

Rangkaian ini berfungsi menghasilkan frekuensi yang akan di gunakan untuk theraphy e. Blok elektroda Berfungsi sebagai penghantar arus listrik yang di tempelkan pada tubuh pasien. f. Blok display Berfungsi untuk menampilkan bentuk pulsa , waktu dan besarnya frekuensi yang di gunakan.

5. Prinsip Kerja
Ketika tombol on di tekan tegangan PLN masuk ke dalam rangakaian power supply. Power supply merubah tegangan AC menjadi DC lalu tegangan masuk ke dalam blok blok rangkaian. Sebelum melakukan theraphy alat ini harus di atur frekuensi nya arusnya dan bentuk pulsa yang di gunakan dengan cara menekan tombol select atau memutar switch rotary, setelah selesai dengan menekan tombol start alat akan bekerja. Arus listrik akan di alirkan melalui elektroda , ketika waktu habis maka timer akan memutus tegangan pada osilator dan buzzer akan berbunya menandakan bahwa proses therapy telah selesai.

6. Standart Oprational Proccedure


a) Sambungkan kabel power ke PLN b) Tekan tombol on c) Pilih smart chart lalu pilih channel yang biasa dipakai terapi (1-2) d) Atur intensitas dengan memutar tombol pengaturan e) Tekan start untuk mulai f) Tekan stop untuk berhenti atau pause g) Selesai terapi ditandai dengan bunyi alarm, kembalikan ke menu utama dengan pilih exit

h) Tekan tombol power ke posisi off untuk mematikan unit i) Cabut kabel power dari PLN

7. Pemeliharaan
a) Bersihkan bagian bagian alat b) Periksa fungsi fungsi tombol c) Cek arus bocor pada alat d) Kalibrasi alat e) Periksa elektroda dan bersihkan elektroda dari sisa gel apabila telah selesai di gunakan f) Uji fungsi alat

DAFTAR PUSTAKA
http://www.elektromedik.info/2010/06/stimulatorelektronik.html standart operasional prosedur alat tens RS. Awal Bros bekasi www. Medicalitalia.com catalog product tens therapic 9400 medical italia