Anda di halaman 1dari 3

HUKUM KELUARGA DI INDONESIA

A. Pengertian Hukum Keluarga Hukum keluarga diartikan sebagai keseluruhan ketentuan yang mengenai hubungan hukum yang bersangkutan dengan kekeluargaan sedarah dan kekeluargaan karena perkawinan (perkawinan, kekuasaan orang tua, perwalian, pengampunan,)[1]. aka dapat kita simpulkan, bahwa hukum keluarga itu adalah segala aturan yang mengatur tentang bagaimana !ara hidup berkeluarga, sehingga didalam keluarga itu ter!ipta kebahagiaan yang sebagaimana tu"uan dari perkawinan adalah untuk men!iptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. #anyak sekali hal$hal yang perlu diatur didalam hukum keluarga ini. %i antara nya adalah sebagai berikut& 1. Pernikahan. Perniikahan adalah akad yang menghalalkan pergaulan antara seorang laki$laki dengan perempuan yang bukan muhrimnya[']. aka berhubung yang disatukan ini adalah orang yang berlainan si(at dan karakter, maka perlu ada suatu hukum yang mengatur supaya kedua nya bisa mempersatukan atau men"alani kehidupan berkeluarga dengan perbedaan yang ada tadi. '. Kekuasaan orang tua. %i dalam rumah tangga ada tingkatan$tingkatan tertentu yang harus di ketahui oleh setiap anggota keluarga. #apak adalah sebagai kepala keluarga yang memimpin setiap anggota keluarganya. )bu sebagai ibu rumah tangga, harus selalu bisa se"alan dengan kepala rumah tangga (dalam hal yang positi*e), sehinggs roda keharmonisan di dalam keluarga bisa ter"aga dengan baik. agar tidak ter"adi keka!auan didalam hal kekuasaan orang tua kepada anak$ anak nya, maka lahirlah suatu hukum yang mengatur tentang segala seluk beluk yang berkaitan tentang kekuasaan orang tua kepada anaknya tersebut. Apa sa"a yang men"adi kekuasaan orang tua pada anaknya, apa sa"a batasan kekuasaan orang tua, semua di atur di dalam hukum keluarga. +. Perwalian Perwalian adalah kewenangan yang diberikan kepada seseorang untuk melakukan perbuatan hukum sebagai wakil untuk kepentingan dan atas nama anak yang tidak mempunyai kedua orang tua atau kedua orang tuayang masih hidup, yang tidak !akap dalam melakukan perbuatan hukum[+]. Perwalian ini, sangat besar andil nya pada nasib anak yang di walikan kepadanya. aka di dalam hkum keluarga ada "uga mengatur masalah$masalah seputar perwalian ini, dengan tu"uan tidak ada penyelewengan yang ter"adi. %an masih banyak lagi hal$hal yang diatur, seperti warisn, waka(, dan lain sebagainya. %ari !ontoh diatas, maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa begitu besar pentingnya kehadiran hukum keluarga ini. Karena hubungan kekeluargaan akan berantakan "ika tidak ada aturan yang di"adikan pedoman dan a!uan dalam kehidupan sehari$hari. #. ,e"arah singkat perkembangan hukum keluarga di )ndonesia[-] a. asa )slam asuk ke )ndonesia (Keadaan masyarakat )ndonesia masih menganut agama Hindu dan #udha). ,ebelum kedatangan )slam )ndonesia belum terdapat sebuah sistem hukum tentang Hukum Keluarga, sebelumnya terdapat berbagai pandangan budaya dan agama yang mempunyai !iri sendiri$sendiri. )slam masuk ke )ndonesia pada abad ke . atau / asehi melalui samudra Pasai yang dibawa oleh Pedagang 0u"arab )ndia, dan ada yang berpendapat ,audagar Arab, yang pad akhirnya kera"aan yang yang ada menyatakan dirinya memeluk agama )slam. Hukum )slam berlaku se"ak )slam itu masuk, yang aplikasi hokum )slam se!ara ringkas dapat dilihat dengan adanya lembaga Peradilan Agama pada abad ke . dan / asehi, Peradilan Agama sebagai praktek hukum )slam masih bersi(at 1ahkim yakni suatu penyerahan kepada seseorang uhakkam guna menyelesaikan suatu hukum atas sengketa (hukum keluarga), yang pengangkatannya berdasarkan ba2iat yang dinamakanAhlu Hili wal A3dli. Perkembangannya )slam sebagai agama dan hukum dominant dalam masyakat yang dimulai )slam ditetapkan sebagai agama resmi pada Ker"aan %emak sekitar abad ke 14 asehi %an akirnya diikuti beberapa daerah di )ndonesia seperti ,ultan A!eh, Pagaruyung, #on"ol, Pa"ang, Pasai dan lain$lain memberlakukan )slam sebagai agama resmi dan hukum negaranya.Akhirnya pun!ak dominasi hukum )slam berlaku di 5aman Ker"aaan ataram di tangan ,ultan Agung sekitar tahun 1.46 . %alam keadaan demikian bentuk pelaksanaan hukum )slam di peradilan tidak memakai istilah 1ahkim, melainkan meingkat men"di 3adli (hakim).

b. asa 789. Ketika #elanda masuk ke )ndonesia melalui 789, yakni sebuah wadah dagang bangsa #elanda eksistensi hukum )slam tidak dapat mereka sepelekan. eskipun akhirnya 789 semakin kokoh tidak dapat menekan dan membendung pelaskanaan hukum )slam (pidana dan perdata) yang men"adi keyakinan hidup. !. asa )ndonesia di"a"ah Kolonial #elanda. asuknya #elanda melalui 789 yang sasarannya untuk men"a"ah :usantara, upaya penghapusan hukum )slam sama sekali yang dilakukan se!ara terus$menerus hanya mampu pada bidang pidana, dengan mengdakan aturan pemisahan antara peradilan keduniawian (wewldli"ke re!htpraak) yang dilakukan oleh pengadilan$pengadilan 0ubernemen dengan Peradilan Agama. ;ntuk bidang perdata (hukum keluarga) karena telah begitu mapannya dilaksanakan, maka tetapi dibiarkan hidup dan ber"alan sendiri ditangani oleh Peradilan Agama. Kenyataan itu dapat dilihat dalam satu )nstruksi bulan ,eptember 1/6/ bahwa ;lama dibiarkan untuk memutus perkara$perkara tertentu dalam bidang perkawinan dan kewarisan. )kut !ampur mendalaman Pemerintah Kolonial atas pelaksanaan hukum keluarga )slam baru mulai tahun 1/'6 sebagaimana tertuang dalam ,tbl. 1/'6 :omor '- Pasal 1+ yang diper"elas oleh ,tbl. 1/+4 :omor 4/., yang intinya sengekata perkawinan, bagaian harta dan sengekata se"enis harus diputus menurut Hukum )slam, dan gugatan mendapatkan pembayaran harus dia"ukan kepada pengadilan$pengadilan biasa. #ahkan atas usul <=9 7an %en berg (1/-4$1>'.) dengan terinya ?re!eption in !omple@u? yaitu suatu pa(am yng mengatakan bahwa hukum bagi orang )ndonesia mengikuti agamanya. pada akhirnya Pemerintah Kolonial memebrikan aturan (ormal dalam undang$undang yang lebih konkrit atas pelaksanaan Hukum )slam, yang diwu"udkan dalam ,tbl. 1//' :omor 14' tentang pembentukan Pengadilan Agama di Aawa dan adura dengan nama Priesterraden. ,edangkan di luar Aawa dan adura masih diserahkan kepada Peraturan$peraturan Adat maupun ,wapra"a. #erbeda dengan <=9 7an den #erg, penganut dan pen!etus teori re!epstio in !omple@u, adalah 9.,nou!k Hurgronye (1/4.$1>+B), ahli Hukum Adat, men!etuskan teori baru yaitu yang belaku din )ndoensia adalah hukum Adat, pengarug Hukum )slam itu, baru mempunyai kekuatan kalau dikehendaki dan diterima oleh Hukum Adat dan dengan demikian lahirlah dia sebagai Hukum Adat bukan sebagai Hukum )slam #erdasarkan teorinya bahwa keluarnya ,tbl. 1//' :omor 14' merupakan kesalahan yang patut disesalkan, seharusnya dibiarkan terus ber"alan se!ara liar tanpa !ampur tangan Pemerintah, sehingga keputusan$keptusannya tidak perlu memperoleh kekuatan undang$ undang. ,e!ara sistematis hukum agama yang berlaku bagi orang )slam mulai diubah dan dipersempit ruang geraknya dalam kehidupan masyarakat sehingga menimbulkan banyak reaksi dan keke!ewaan umat )slam. #erdasarkan ,tbl. 1>>' :omor ''1 dalam hal ter"adi perdata antara sesama orang )slam akan diselesaikan oleh hakim agama )slam apabila hukun adat mereka menghendaki dan se"auh tidak ditentukan lain dengan suatu ordonassi, dengan demikian Hukum Keluarga )slam telah di!abut dari 1ata Hukum Hindia #elanda. elalui ,tbl. 1>+1 :omor 4+ ter"adi penggurangan wewenang bagi Pengadilan Agama mengadli Hukum Keluarga )slam yang tinggal mengenai persengketaan$persengketaan di bidang nikah, talak, ru"uk, per!eraian dan hal$hal yang berhubungan dengan itu seperti mahar dan na(kah isteri. ,edangkan bidang untuk hadlanah, waris, waka( dan lan$lainnya di!abut dan selan"utnya diserahkan kepada <andraad. eskipun tidak sempat diberlakukan, namun akhirnya dikeluarkan ordonantie baru berupa ,tbl. 1>+. :omor 11B yang diberlakukan mulai tanggal 1 April 1>+. yang pada intinya mengurangi kewenangan Pengadialn Agama dalam mengadili perkara sengketa perdata )slam. Kemudian Pemerintah Kolonial mengeluarkan ,tb. 1>+. :omor B16 tentang pembentukan ahkmah )slam 1inggi yang berkedudukan di Aakarta sebagai Pengadilan Agama 1ingkat #anding untuk Aawa dan adura yang mulai berlaku tanggal 1 Aanuari 1>+/. Pada '1 %esember 1>+. dikeluarkan ordonansi beruapa 1bl. 1>+. :omor +B/ dan +B> tentang pengaturan dan pembentukan Kadigere!ht disebagian %aerah Kalimantan dan Het 8pperkadigere!ht mulai berlaku tanggal 1 Aanuari 1>+/.

d. asa Pemerintah Aepang. ,ampai akhir masa kekuasaan Kolonial #elanda tidak semapat mengatur Pengadilan Agama

untuk selain Aawa dan adura serta Kalimantan ,elatan tersebut sehingga keberadaannya untuk daerah tersebut tetap didasarkan kepada peraturan$peraturan Adat maupun ,wapra"a. ,elama kekuasaan Aepang di )ndonesia (1>-'$1>-4) keadaan Hukum Keluarga )slam tidak ada perubahan mendasar ke!uali penyesuaian nama Peangadilan Agama men"adi ,ooryoo Hoin untuk Pengadilan Agama C Kerapatan Kadi dan Kaiyo Kooto Hoinuntuk ahkamah )slam 1inggi C Kerapatan Kadi #esar. Keadaan seperti ini karena kesibukannya dalam menghadapi peperangan dimana$mana selama pemerintahannya di )ndonesia sehingga Hukum Keluarga )slam belum sempat dikotak katik oleh Aepang. e. asa Kemerdekaan. #erdasarkan Pasal )) Peraturan Peralihan ;ndang$;ndang %asar 1>-4 masih didasarkan kepada ,tbl. 1//' :omor 14' "o. ,tbl. 1>+. :omor 11B dan B16 pelaksanaan Hukum )slam masih diberlakukan melalui Peradilan Agama terhadap daerah$daerah se!arade (a!to dikuasai oleh Pemerintah )ndonesia. ,edangkan untuk daerah$daerah yang dikuasai oleh tentara sekutu dan #elanda beberpa tempat didirikan Pengadilan Agama dengan nama Penghulu 0ere!hten sebagai pengganti Priesteraaden, untuk tingkat banding a"elis ;lama, untuk mengimbangi ahkmah )slam 1inggi yang telah dipindahkan ke ,urakarta.

DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD [1] www.0oogle.!om [']%rs. #eni Ahmad ,aebani, si, Eikih unakahat hal.> [+]%rs. Ahmad Fa(i3, Hukum )slam %i )ndonesia, hal.'4/ [-]=w.google.!om

Beri Nilai