Anda di halaman 1dari 20

KIMIA MEDISINAL kelompok IV

L/O/G/O

Farih Farhani Fenida Roselina Fitri Apriani Merry Kurnia M. Indra Faisal Rifatul Maulida
1

Sulfonamida
2

SUB PEMBAHASAN
1. Definisi sulfonamida
5. Pengembangan sulfonamida

2. Struktur dan turunan sulfonamida

4. Efek Samping Sulfonamida

3. Mekanisme kerja sulfonamida

3
3

I. Definisi sulfonamida
Sulfonamida merupakan golongan zat antibakteri yang banyak digunakan untuk penanganan infeksi saluran kemih. Namun pada prinsipnya senyawa golongan ini dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif atau gramnegatif (Tjay dan Rahardja, 2007) Sulfonamida berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah larut. Rumus dasarnyaadalah H2 N-C6H4-SO2NH-R dan R dapat berupa berbagai macam konstituen/gugus fungsi (Tjaydan Rahardja, 2007).
4

II. Struktur sulfonamida & turunannya

III. Mekanisme kerja sulfonamida


Sulfonamida bekerja secara langsung sebagai antagonis kompetitif terhadap kedua jalur biosentesis asam dihidrofolat dan secara tidak langsung mempengaruhi asam glutamat dengan asam dihidropteroat.

IV.Efek Samping Sulfonamida


Kerusakan ginjal Reaksi hipersensitivitas seperti sindrom Steven Johnson Miokarditis Reaksi alergi lain Anemia hemoliti Gangguan saluran cerna Anemia aplastik Resistensi
9

V. Pengembangan sulfonamida
Berdasarkan efek yang dihasilkan oleh sulfonamid dibagi menjadi 2, yaitu: Efek sistemik contoh: kontrimoksazol dan trisulfa Efek lokal contoh: sulfacetami

10

Kotrimoksazol
Kotrimoksazol adalah suatu kombinasi dari sulfametoxazol + trimetoprim dalam perbandingan 5:1 (400mg+80mg). Sulfamethoxazole termasuk golongan sulfonamida, bekerja secara kompetitif dengan PABA, dimana PABA dibutuhkan oleh bakteri dalam hidupnya. Dengan adanya sulfonamida, pertumbuhan bakteri dihambat, karena masuknya PABA ke dalam molekul, sehingga pembentukan asam dihidrofolat terhambat. Trimethoprim menghambat tahap berikutnya dari metabolisme asam folat yaitu konversi asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat, dengan jalan menghambat kerja enzim dihidrofolat reduktase.

11

Lanjutan.
Walaupun kedua komponen masing-masing hanya bersifat bakteriostatik, kombinasinya dapat berkhasiat bakterisid terhadap bakteri yang sama, juga terhadap salmonella, proteus, H.Influinzae. Kotrimoksazol biasa digunakan terutama untuk pengobatan infeksi saluran napas karena dapat memperkuat khasiatnya dan juga menurunkan resiko resistennya.
12

Struktur obatnya
Sulfametoksazol Trimetoprim

13

Mekanisme kerja kotrimoksazol

14

Efek Samping Kotrimoksazol


Gangguan darah Mual Muntah Ruam (termasuk sindrom Stevens Johnson) reaksi allergi Diare

15

Trisulfa
Trisulfa adalah kombinasi dari tiga sulfonamida, biasanya sulfadiazin, sulfamerazin, dan sulfametazin dalam perbandingan yang sama. Karena dosis obat hanya sepertiga dari dosis biasa dan daya larutnya masingmasing tidak saling mempengaruhi, maka bahaya kristaluria sangat diperkecil. Pemberian bikarbonat tidak diberikan lagi, cukup dengan minum lebih dari 1,5 liter air sehari selama pengobatan. Mekanisme kerjanya berdasarkan pencegahan sintesis (dehidro)Folat dalam kuman dengan cara antagonisme saingan dengan PABA.
16

Trisulfa
Trisulfa adalah kombinasi dari tiga sulfonamida yaitu :

sulfadiazin

sulfamerazin

sulfamezatin

17

Tujuan Kombinasi Sulfonamida


Tujuan kombinasi campuran sulfonamida adalah untuk menurunkan terbentuknya kristal asetilsulfa di ginjal. Keuntungan lain kombinasi ini adalah dapat digunakan terhadap bakteri yang sudah kebal terhadap sediaan tunggal sulfonamid.

18

Efek Samping Trisulfa


Gangguan kulit Muntah Diare Kristal urin Gangguan darah

19

Thank You!
L/O/G/O

20