Anda di halaman 1dari 23

DERMATITIS STASIS

Pembimbing : dr. Linda Yulianti Wijayadi, Sp.KK Priscilla Sari 406127014 Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin RS. Sumber Waras Periode 13 Januari 15 Februari 2014 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Definisi Dermatitis Stasis


Dermatitis : peradangan epidermis dan

dermis menimbulkan efloresensi polimorfik (eritema, edema, papul, vesikel, skuama, likenifikasi) dan keluhan gatal Stasis : terhambat atau terhentinya sirkulasi darah di dalam tubuh

Definisi dermatitis stasis


Penyakit vaskuler kulit karena insufisiensi dan hipertensi vena dermatitis akut atau kronik dan perubahan pigmen dari tungkai bawah bagian distal

Epidemiologi Dermatitis Stasis


Umumnya menyerang pada usia

pertengahan dan usia lanjut Kecuali pada keadaan dimana insufisiensi vena disebabkan oleh pembedahan, trauma, atau trombosis Wanita > pria

Kondisi terkait penyakit ini : obesitas, gagal jantung kongestif, deep vein thrombosis, riwayat fraktur tungkai bawah, hipertensi vena, dan kelainan kongenital pada katup vena

Etiopatogenesis Dermatitis Stasis


Peningkatan tekanan hidrostatik dalam

sistem vena Hipoksia dalam hubungan arteri-vena Growth factor trapping hypothesis White cell trapping hypothesis

Gejala Klinis Dermatitis Stasis


Varises dan edema

Kulit berwarna kehitaman dan timbul

purpura Dimulai dari permukaan tungkai bawah sisi medial/lateral di atas maleolus, meluas hingga ke bawah lutut dan bagian dorsal kaki Tanda-tanda dermatitis yaitu eritema, skuama, gatal dan terkadang ada eksudasi cairan

Diagnosis Dermatitis Stasis


Gambaran klinis

Pemeriksaan radiologi/doppler

perubahan : dilatasi, trombosis atau gangguan katup pada vena dalam Pemeriksaan histopatologis tandatanda inflamasi, agregasi hemosiderin di dermis atau penebalan arteriol/venula

Diagnosis Banding Dermatitis Stasis


Schambergs disease

Dermatitis numularis
Selulitis Dermatitis kontak Dermatitis autosentisasi

Schambergs disease

Dermatitis stasis

Dermatitis stasis

Dermatitis numularis

DD/ Dermatitis kontak

DD/ Dermatitis auto-sentisisasi

Penatalaksanaan Dermatitis Stasis


Medikamentosa : Emolien Eksudat : dikompres terbuka setelah kering : salep/krim kortikosteroid potensi rendah (dexametasone, hidrokortison) sampai potensi sedang (triamcinolone, mometasone, fluocinolone) dipakai 2x sehari Infeksi sekunder : antibiotika oral

Penatalaksanaan Dermatitis Stasis


Non-Medikamentosa : Mengangkat kaki dalam posisi 15-20cm lebih tinggi dari dada selama 30 menit dilakukan 3-4x sehari Menggunakan stoking elastik Pembalut gips unna boots

Unna boots

Pencegahan Dermatitis Stasis


Kompresi dengan stoking elastik untuk

mengurangi resiko terjadi post-trombotic syndrome Dianjurkan dipakai selama kehamilan

Stoking elastik

Komplikasi Dermatitis Stasis


Lipodermatosklerosis

Ulkus varikosum
Infeksi sekunder, contohnya : selulitis Dapat diperberat dengan dermatitis

kontak ataupun dermatitis autosensitisasi

Lipodermatosklerosis

Ulkus Varikosum / Ulkus Venosum

Dermatitis stasis + Selulitis

Prognosis Dermatitis Stasis


Sering residif

Jika faktor penyumbat dapat

dihilangkan, prognosa baik

TERIMA KASIH