Anda di halaman 1dari 23

SISTEM PENCERNAAN HEWAN DAN NUTRISI A.

Pendahuluan Untuk memenuhi kebutuhan energi agar dapat mempertahankan hidupnya hewan memerlukan makanan yang diperolehnya di alam. Setiap jenis hewan dapat memperoleh makanannya dengan beberapa cara seperti dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu) yang dilakukan amoeba, dengan menelan medium sekelilingnya seperti pada cacing, dengan cara menusuk dan menghisap seperti pada nyamuk atau dengan cara yang lain misalnya menangkap dan mengunyah yang selanjutnya ditelan seperti pada hewan-hewan vertebrata. Makanan yang dibutuhkan dapat terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin. i dalam tubuh makanan ini mengalami proses pencernaan baik secara mekanis maupun en!imatis. Selanjutnya hasil pemecahan dari molekul besar menjadi molekul yang lebih halus ini akan diabsorpsi melalui dinding saluran pencemaan untuk dapat diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. "agi semua hewan, makanan yang secara nutrisi memadai sangat diperlukan untuk homeostasis, yaitu keseimbangan yang tunak (steady-state,) dalam #ungsi#ungsi tubuh. $omposisi makanan yang seimbang menyediakan bahan bakar untuk kerja seluler, dan juga semua bahan-bahan yang diperlukan oleh tubuh untuk membangun molekul organiknya sendiri. "erikut ini akan dikaji kebutuhan nutrisi hewan dan melihat beberapa keanekaragaman adaptasi untuk memperoleh dan mengolah makanan. B. KEBUTUHAN NUTRISI %ewan adalah organisme heterotro# yang memerlu-kan makanan untuk bahan bakar, kerangka karbon, dan nutrien esensial. Makanan yang secara nutrisi memadai harus memenuhi tiga kebutuhan& bahan bakar (energi kimia) untuk semua kerja seluler tubuh' bahan mentah organik yang dipakai hewan dalam bio-sintesis (kerangka karbon untuk membuat banyak molekulnya sendiri)' dan nutrien esensial, bahan-bahan yang tidak dapat dibuat oleh hewan itu sendiri dari bahan mentah apapun dan dengan demikian harus didapatkan dari makanan dalam bentuk siap pakai. 1. Mekanisme homeos asis men!elola "ahan "aka# seeko# he$an (ema bioenergetika sangat penting bagi kajian nutrisi kita. %ewan mendapatkan bahan bakar (energi kimia) yang memberi energi bagi kerja sel-sel

tubuhnya dari oksidasi molekul organik karbohidrat, protein, dan lemak. Monomer setiap bahan-bahan ini dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk menghasilkan )(* melalui respirasi seluler, meskipun umumnya karbohidrat dan lemak merupakan penghasil bahan bakar utama. +emak sangat kaya akan energi' oksidasi lemak membebaskan energi sekitar dua kali jumlah energi yang dibebaskan dari karbohidrat atau protein dalam jumlah yang sama.
%AMBAR &1.1 Pen!a u#an "ahan "aka# selule# den!an homeos asis. *enggunaan dan penyimpanan yang dilakukan tubuh terhadap glukosa, yang merupakan bahan bakar seluler utama, diatur dengan sangat ketat. Setelah makanan dicerna, glukosa dan monomer lain diserap ke dalam darah dari saluran pencemaan. (,) -ika kadar glukosa dalam darah meningkat di atas kadar yang ditentukan (titik pasang, set point), (.) pankreas akan mensekresikan insulin, suatu hormon, ke dalam darah. (/) 0nsulin akan meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel-sel tubuh dan merangsang sel-sel hati dan sel-sel otot untuk menyimpan dan menimbun glukosa dalam bentuk glikogen. Sebagai akibatnya, kadar glukosa darah menjadi turun. (1) $etika kadar glukosa turun di bawah titik pasang, (2) pankreas akan mensekresikan hormon glukagon, yang melawan pengaruh insulin. (3) 4lukagon menggalang perombakan glikogen dan pembebasan glukosa ke dalam darah, yang meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

%ewan memiliki kebutuhan energi basal yang harus dipenuhi untuk memelihara #ungsi metabolisme sehingga dapat mempertahankan dan meoopang kehidupannya. $etika seekor hewan mengambil lebih banyak kalori dibandingkan jumlah kalori yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energinya, tubuh cenderung akan menimbun kelebihan kalori itu. *ada manusia, misalnya, sel-sel hati dan otot menimbun energi dalam bentuk glikogen (suatu polimer yang tersusun dari banyak unit glukosa). 4lukosa adalah molekul bahan bakar utama bagi sel, dan metabolismenya, yang diatur oleh kerja hormon, merupakan aspek penting dalam homeostasis (4)M")5 1,.,). -ika timbunan atau simpanan glikogen telah penuh dan konsumsi kalori masih melebihi pengeluaran kalori, kelebihannya mungkin disimpan sebagai lemak. i antara waktu-waktu makan atau ketika kalori yang dimakan lebih sedikit dibandingkan dengan kalori yang dikeluarkan (saat olahraga berat, misalnya), bahan bakar akan diambil dari tempat penyimpanan dan dioksidasi, dan bisa terjadi penurunan bobot tubuh. (ubuh manusia umumnya memakai glikogen dalam hati dulu, dan kemudian diikuti oleh penggunaan glikogen dan lemak otot. Seseorang atau seekor hewan lain yang ku#an! makan 'undernourished) adalah individu yang makanannya de#isien (kekurangan) akan kalori. $etika jumlah kalori sangat berkurang dalam jangka waktu yang lama, tubuh mulai merombak proteinnya untuk menjadi bahan bakar, otot mulai mengecil, dan otak dapat menjadi de#isien akan protein. -ika seseorang yang kurang makan masih dapat bertahan hidup, beberapa kerusakan dalam sistem tubuhnya kemungkinan tidak dapat dipulihkan. "ahkan makanan dengan bahan tunggal seperti nasi dan jagung menyediakan kalori'

dengan demikian, kurang makan biasanya hanya terjadi ketika kemarau panjang, perang, atau bentuk krisis lain yang dengan demikian hebatnya mengganggu atau merusak persediaan makanan. *enyebab lain kekurangan makanan adalah anorexia nervosa, kelainan pola makan yang berkaitan dengan penolakan kompulsi# terhadap lemak tubuh. $elebihan makan (over-nourished), atau obesitas, jauh lebih banyak didapatkan dibandingkan dengan kurang makan. (ubuh manusia cenderung menimbun lemak, menyimpan setiap kelebihan molekul lemak yang diperoleh dari makanan dengan segera, dan bukannya menggunakannya untuk bahan bakar atau untuk biosintesis. Sebaliknya, ketika kita memakan karbohidrat dalam jumlah berlebihan, tubuh akan cenderung meningkatkan laju konsumsi karbohidratnya. engan demikian, jumlah lemak dalam makanan yang dikonsumsi dapat memiliki pengaruh yang lebih langsung dalam penambahan bobot dibandingkan dengan karbohidrat. "ahkan orang yang tidak gemuk umumnya memiliki cukup lemak untuk menopang kebutuhannya selama beberapa minggu. *enimbunan lemak dapat dianggap sebagai suatu kekurangan pada masa sekarang ini, tetapi hal ini bisa memberikan tingkat kebugaran dan daya tahan hidup yang baik bagi nenek moyang atau leluhur kita yang merupakan pemburu dan pengumpul makanan. 0ndividu dengan gen yang menggalang penimbunan molekul berenergi tinggi selama konsumsi makanan berlimpah kemungkinan adalah individu yang bisa bertahan hidup jika mengalami kelaparan. Meskipun ada kecenderungan untuk menimbun lemak, tampaknya tubuh manusia memiliki batasan dalam penambahan (dan penurunan) bobot tubuh. "eberapa orang mempertahankan bobot tubuh yang kurang lebih konstan terlepas dari berapa banyak makanan yang mereka makan. "ahkan orang gemuk biasanya mencapai bobot yang relati# stabil, umumnya tidak terpengaruh oleh berapa banyak yang mereka makan, dan sebagian besar orang yang sedang diet atau melakukan pengaturan makanan akan kembali ke bobotnya semula segera setelah mereka berhenti membatasi makanannya. "eberapa penemuan terbaru menjelaskan bahwa mekanisme umpan-balik yang kompleks mengatur penyimpanan dan penggunaan lemak pada mamalia, termasuk manusia. Sejenis hormon yang disebut leptin, yang dihasilkan oleh sel-sel adiposa, merupakan #aktor utama. *eningkatan jumlah jaringan adiposa akan meningkatkan kadar leptin dalam darah. $adar leptin yang tinggi akan memberikan petunjuk bagi otak untuk menekan selera makan dan meningkatkan aktivitas otot yang mengkonsumsi energi dan produksi panas tubuh. Sebaliknya, kehilangan lemak tubuh menurunkan kadar leptin dalam darah, yang mengirimkan sinyal ke otak untuk

meningkatkan selera makan dan bobot tubuh. Sesungguhnya mekanisme umpan-balik ini mengatur bobot tubuh sekitar titik bobot tubuh (titik pasang, set point) yang cukup ketat pada beberapa individu dan pada kisaran bobot yang lebih lebar pada individu lain. *ara peneliti juga telah mengidenti#ikasi beberapa gen yang terlibat dalam homeostasis lemak dan beberapa sinyal kimiawi yang mendasari peranan pengaturan (regulasi) yang dimiliki oleh otak. "eberapa di antara sinyal dan antagonis sinyal itu sedang dikembangkan menjadi pengobatan yang sangat potensial untuk obesitas. (. Makanan seeko# he$an ha#us men)ediakan nu #ien esensial dan ke#an!ka ka#"on un uk "iosin esis Selain menyediakan bahan bakar seluler, makanan seekor hewan juga harus menyediakan semua bahan mentah yang diperlukan untuk biosintesis. Sebagai organisme heterotro#, hewan tidak dapat membuat molekul organik dari bahan mentah yang seluruhnya anorganik, Untuk mensintesis molekul yang diperlukan untuk tumbuh dan memulihkan dirinya sendiri, seekor hewan harus mendapatkan prekursor organik (kerangka karbon) dari makanannya. engan memperoleh suatu sumber karbon organik (seperti gula), dan suatu sumber nitrogen organik (seperti asam amino dari pemecahan protein), hewan itu dapat membuat berbagai ragam molekul organik. Sebagai contoh, satu jenis asam amino dapat menyediakan nitrogen untuk sintesis beberapa jenis asam amino lain yang kemungkinan tidak ada dalam makanan yang dikonsumsi. i samping sebagai sumber bahan bakar dan kerangka karbon, makanan seekor hewan juga harus menyediakan nu #ien esensial 'essential nutrient), bahanbahan yang harus diperoleh atau didapatkan dalam bentuk siap pakai karena sel-sel hewan tidak dapat membuatnya dari bahan mentah apapun. Suatu nutrien esensial untuk satu spesies hewan tidak harus diperlukan juga oleh hewan lain. Sebagai contoh, asam askorbat (vitamin 6) adalah nutrien esensial bagi manusia, primata lain, marmut, dan beberapa burung serta ular, tetapi tidak diperlukan oleh sebagian besar hewan lain. Seekor hewan yang komposisi makanannya tidak mengandung satu atau lebih nutrien esensial dikatakan menjadi salah makan 'malnourished)7(ingat bahwa kurang makan atau undernourished mengacu pada de#isiensi kalori). Sebagai contoh, sapi dan hewan lain yang hanya memakan tumbuhan dapat menderita de#isiensi mineral jika memakan rumput yang tumbuh di atas tanah yang de#isien akan mineral penting (4)M")5 .). Salah gi!i atau malnutrisi (malnutrition) jauh lebih umum ditemukan dibandingkan dengan kurang gi!i (undernutrition) dalam populasi

manusia, dan bahkan mungkin saja seorang individu yang kelebihan makan (overnourished) ternyata mengalami salah makan. (erdapat empat kelas nutrien esensial& asam amino esensial, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral. %ewan memerlukan .8 asam amino untuk membentuk protein, dan sebagian besar spesies hewan dapat mensintesis sekitar separuh di antaranya, selama makanannya mengandung nitrogen organik. )sam amino sisanya, asam amino esensial 'essentialamino acid), harus diperoleh dari makanan dalam bentuk siap pakai. elapan asam amino bersi#at esensial dan harus terdapat dalam makanan manusia dewasa (asam amino yang kesembilan, histidin, esensial bagi bayi). $omposisi makanan yang tidak mengandung satu atau lebih asam amino esensial akan mengakibatkan suatu bentuk salah gi!i yang dikenal sebagai de#isiensi protein. e#isiensi protein merupakan jenis salah gi!i yang paling umum pada manusia. e#isiensi itu terdapat paling banyak pada daerah geogra#is di mana terdapat kesenjangan yang besar antara persediaan makanan dan ukuran populasi. $orbannya umumnya adalah anak-anak. -ika anak-anak ini bisa bertahan hidup melewati masa bayi, kemungkinan mereka akan mengalami hambatan pertumbuhan #isik dan barangkali mental.
%am"a# (. P#oses menda*a kan nu #ien esensial. Seekor jerapah, hewan pemakan tumbuhan dari )#rika (imur, mengunyah tulang-belulang tua dari seekor mamalia yang telah mati. (ulang mengandung kalsium #os#at, dan osteo#agia (pemakan tulang) umum ditemukan di antara hewanhewan herbivora yang hidup di mana tanah dan tumbuhannya de#isien akan unsur #os#or, nutrien mineral yang diperlukan untuk membuat )(*, asam nukleat, #os#olipid, dan tulang.

Sumber asam amino esensial yang paling penting adalah daging, telur, keju, dan produk hewan lainnya. *rotein dalam produk hewani adalah lengkap, yang berarti bahwa produk hewani menyediakan semua asam amino esensial dalam perbandingan yang tepat. Sebaliknya, sebagian besar protein tumbuhan adalah tidak lengkap, yang de#isien akan satu atau lebih asam amino esensial. -agung, misalnya, de#isien akan asam amino lisin. 9rang-orang yang karena desakan ekonomi terpaksa mendapatkan hampir semua kalorinya dari jagung akan memperlihatkan gejala-gejala de#isiensi protein, seperti halnya juga yang akan terjadi pada orang-orang yang hanya memakan nasi, kentang, atau gandum. )kan tetapi, seorang vegetarian dapat memperoleh semua asam amino esensial dalam jumlah yang mencukupi dengan cara memakan kombinasi makanan tumbuhan yang saling melengkapi satu sama lain. "uncis, misalnya, menyediakan lisin yang tidak terkandung dalam jagung' dan sementara buncis de#isien dalam metionin, asam amino ini terdapat dalam jagung. engan demikian, makanan yang terdiri atas buncis dan jagung dapat menyediakan semua asam amino esensial (4)M")5./). $ombinasi sayur-sayuran hrus dikonsumsi pada

satu hari yang sama. $arena tubuh tidak dapat menyimpan asam amino, maka de#isiensi suatu asam i!iino esensial akan menghambat sintesis protein dan membatasi penggunaan asam amino lainnya. Sebagian besar kebudayaan, melalui cara mencoba-coba, telah mengembangkan komposisi makanan yang seimbang sehingga mencegah de#isiensi protein. %ewan dapat mensintesis sebagian besar asam lemak yang memerlukannya. )sam lemak esensial (essential fatty acid), asam emak yang tidak dapat disintesis oleh hewan, adalah asam lemak tak jenuh jenis tertentu (asam lemak yang memiliki ikatan rangkap). *ada manusia, misalnya, asam linoleat harus ada dalam makanan dalam bentuk siap pakai. )sam lemak esensial ini diperlukan untuk membuat beberapa #os#olipid yang ditemukan dalam membran sel. Sebagian besar komposisi makanan menyediakan asam lemak esensial dalam jumlah yang mencukupi, sehingga de#isiensi sangat jarang terjadi.
$: :+)*); )S)M )M0;9 :S:;S0)+ ")40 M);US0) :<)S)

biji-bijian lain

"uncis dan polong-polongan lain

%am"a# +. Asam amino esensial da#i kom*osisi makanan )an! dikonsumsi seo#an! ,e!e a#ian. -agung memiliki sedikit soteusin dan lisin. "uncis memiliki banyak sekali isoleusin dan lisin, tetapi sedikit tripto#an dan metionin. Seorang manusia dewasa dapat memperoleh kedelapan asam amino esensial yang dibutuhkan dengan cara memakan makanan yang terbuat dari jagung dan buncis.

-i amin adalah molekul organik yang diperlukan dalam makanan dalam jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah asam amino esensial dan asam lemak yang diperlukan oleh hewan dalam jumlah yang sangat besar. -umlah vitamin yang sangat kecil sudah mencukupi, sekitar 8,8, hingga ,88 mg per hari, bergantung pada jenis vitaminnya. )kan tetapi, de#isiensi vitamin dapat menyebabkan permasalahan berat. Sejauh ini, terdapat ,/ vitamin yang esensial bagi manusia yang telah diidenti#ikasi. Senyawa-senyawa tersebut dikelompokkan ke dalam dua kategori& vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak (()":+ .,). =itamin

yang larut dalam air meliputi vitamin " kompleks, yang terdiri atas beberapa senyawa yang umumnya ber#ungsi sebagai koen!im dalam proses metabolik penting. =itamin 6, juga larut dalam air, diperlukan untuk sintesis jaringan ikat. $elebihan vitamin yang larut dalam air diekskresikan dalam urin, dan kelebihan jenis vitamin ini dalam jumlah sedang kemungkinan tidak membahayakan. =itamin yang larut dalam lemak adalah ), , :, dan $. =itamin ) membantu

digabungkan dengan pigmen penglihatan pada mata. =itamin

penyerapan kalsium dan pembentukan tulang. >ungsi vitamin : masih belum diketahui sepenuhnya, akan tetapi bersama-sama dengan vitamin 6 kelihatannya vitamin ini melindungi #os#olipid dalam membran dari oksidasi. =itamin $ diperlukan untuk penggumpalan darah. $elebihan vitamin yang larut dalam lemak tidak diekskresikan, tetapi didepositkan dalam lemak tubuh, sehingga kelebihan dosis bisa mengakibatkan akumulasi senyawa ini hingga mencapai kadar yang toksik. (opik mengenai dosis vitamin telah menimbulkan perdebatan yang cukup sengit. "eberapa kalangan yakin bahwa asupan nutrien yang diusulkan oleh ahli nutrisi untuk memelihara kesehatan sudah cukup memenuhi kebutuhan harian yang direkomendasikan. $alangan yang lain memberikan alasan bahwa kebutuhan harian yang direkomendasikan bagi beberapa vitamin terlalu rendah. *enelitian masih jauh dari sempurna, dan perdebatan terus berlangsung' khususnya mengenai dosis vitamin : dan 6 yang optimum. Semua yang dapat dikatakan dengan pasti pada saat ini adalah bahwa orang yang memakan makanan yang seimbang tidak mungkin memperlihatkan gejala-gejala de#isiensi vitamin. Mine#al adalah nutrien anorganik, yang umumnya diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, mulai kurang dari , mg hingga sekitar .288 mg per hari, bergantung pada jenis mineralnya (()":+ 1,..). Seperti juga vitamin, kebutuhan mineral bervariasi sesuai dengan spesies hewan. Manusia dan vertebrata lain memerlukan kalsium dan fosfor dalam jumlah yang relati# besar untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang. Kalsium juga diperlukan untuk #ungsi normal sara# dan otot, dan #os#or juga merupakan unsur pembentuk )(* dan asam nukleat. Besi merupakan komponen sitokrom yang ber#ungsi dalam respirasi seluler dan komponen hemoglobin, yaitu protein pengikat oksigen dalam sel darah merah. Magnesium, besi, seng, tembaga, mangan, selenium, dan molibdenum adalah ko#aktor yang merupakan bagian dari struktur en!im-en!im tertentu' magnesium, misalnya, ditemukan dalam en!im-en!im yang memecahkan )(*.

=ertebrata memerlukan iodin untuk membuat hormon tiroid, yang mengatur laju metabolisme. ;atrium, kalium, dan klor adalah penting bagi #ungsi sara# dan juga memiliki pengaruh besar pada keseimbangan osmotik antara sel dengan cairan interstisial. Sebagian besar orang mengkonsumsi lebih banyak garam (natrium klorida) dibandingkan dengan yang mereka perlukan. 5ata-rata penduduk )merika Serikat memakan garam yang cukup untuk menyediakan sekitar .8 kali dari jumlah natrium yang diperlukan. $onsumsi garam yang berlebihan dan beberapa mineral lain dapat mengganggu keseimbangan homeostasis dan menyebabkan e#ek samping yang bersi#at toksik. Sebagai contoh, terlalu banyak natrium dikaitkan dengan tekanan darah tinggi' kelebihan besi dapat menyebabkan kerusakan hati. C. 1. .ENIS MAKANAN DAN MEKANISME PEN%AMBI/AN Makanan Sebagian besar hewan adalah pemakan yang oportunis yaitu memakan organisme lain, mati atau hidup, utuh atau secara sepotong-sepotong. (?ang merupakan pengecualian adalah hewan parasitik tertentu, seperti cacing pita, yang menyerap molekul organik melalui permukaan tubuhnya.) Secara umum, hewan digolongkan ke dalam salah satu dari tiga kategori berdasarkan makanannya& a. He#"i,o#a0 termasuk gorila, sapi, kelinci, dan banyak keong, memakan organisme autotro# (tum-buhan, alga atau ganggang). b. Ka#ni,o#a0 seperti hiu, burung elang, laba-laba, dan ular, memakan hewan lain. c. 1mni,o#a secara reguler mengkonsumsi hewan dan juga tumbuhan atau alga. %ewan omnivora meliputi kecoak, burung gagak, rakun, dan manusia, yang berkembang sebagai pemburu, pemakan bangkai, dan pengumpul makanan. 0stilah herbivora, karnivora, dan omnivora menggambarkan jenis makanan yang umum dimakan oleh seekor hewan dan adaptasi yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan dan mengolah makanan tersebut. )kan tetapi, sebagian besar hewan adalah oportunistik, yang memakan makanan yang berada di luar kategori makanan utamanya ketika makanan ini tersedia. Sebagai contoh, sapi dan rusa, yang termasuk ke dalam kelompok herbivora, kadang-kadang bisa memakan hewan kecil atau telur burung bersama-sama dengan rumput dan tumbuhan lain. Sebagian besar karnivora mendapatkan beberapa nutrien dari bahan tumbuhan yang masih berada

dalam saluran pencernaan mangsa yang mereka makan. Semua hewan juga mengkonsumsi beberapa bakteri bersama-sama dengan jenis makanan lain.
%am"a# &. He$an *emakan sus*ensi2 seeko# *aus baleen. *aus berpunggung bengkok dan paus baleen lainnya menggunakan lempengan seperti sisir yang menggantung pada rahang atas (baleen) untuk menyaring invertebrata kecil dari volume air yang sangat besar. *aus itu membuka mulutnya dan mengisi kantung mulut yang digelembungkannya dengan air, kemudian menutupnya dan mengkontraksikan kantung itu. %al tersebut akan memaksa air keluar dari mulut melalui baleen tersebut, dan mulut paus tersebut kini penuh dengan makanan yang terjerat. %am"a# 3. He$an *emakan su"s #a 2 seeko# *en!!ali daun. +arva ngengat memakan daun sambil menggali jalannya melalui meso#il daun ek, meninggalkan jejak #eses hitam di belakangnya. %am"a# 4. He$an *emakan 5ai#an2 seeko# n)amuk. *arasit ini telah menusuk kulit manusia inangnya dengan bagian mulut yang berbentuk seperti jarum yang bersaluran dan mengisi saluran pencernaannya dengan darah.

(.

Ada* asi *en!am"ilan makanan )an! "e#aneka #a!am elah die,olusikan oleh he$an Mekanisme hewan menelan makanan sangat beragam, tetapi semuanya

digolongkan ke dalam empat kelompok utama. "anyak di antara hewan akuatik adalah *emakan sus*ensi (suspension-feeder) yang menyaring partikel makanan kecil dari air. 5emis dan tiram, misalnya, menggunakan insangnya untuk menjerat potongan-potongan kecil, yang kemudian disapu bersama-sama dengan suatu lapisan tipis mukus ke mulut oleh silia yang ber-denyut atau bergerak. *aus baleen, hewan terbesar di antara semua hewan yang pernah hidup, adalah juga pemakan suspensi. Mereka berenang dengan mulut ternganga, yang menapis jutaan hewan kecil dari volume air yang begitu besar, yang dipaksa masuk melalui lempengan serupa saringan yang bertaut dengan rahangnya (4ambar 1).
%am"a# 6. He$an *emakan *o on!an "esa#2 Seeko# Ula# Pi on. Sebagian besar hewan menelan potongan makanan yang reiati# besar, meskipun jarang sekali yang sebesar mangsa dalam gambar ini. alam pemandangan yang menakjubkan ini, seekor ular piton batu sedang memulai menelan seekor gazelle (sejenis antelop dari genus azella sp). Ular itu akan menghabiskan waktu sekitar dua minggu atau lebih berdiam di tempat yang sepi untuk mencema makanannya.

Pemakan su"s #a 'substrate-feeder) hidup dalam atau pada makanannya. %ewan jenis ini makan sambil menggali saluran pembuat jalan di dalam makanannya. 6ontohnya adalah menggali daun, yang merupakan larva berbagai serangga yang membuat terowongan melalui bagian dalam daun (4ambar 2). 6acing tanah, adalah juga pemakan substrat atau, lebih spesi#ik, Pemakan de*osi 'deposit-feeder). Memakan sambil membuat jalannya melalui kotoran, cacing tanah menyelamatkan bahan organik yang telah busuk sebagian, yang dikonsumsi bersama-sama dengan tanah. Pemakan 5ai#an 'fluid-feeder) memperoleh makanannya dengan cara menyedot cairan yang kaya nutrien dari inang hidup (4ambar 3). ;yamuk dan lintah menyedot darah dari hewan. )phid menampung getah #loem tumbuhan. $arena hewan pemakan cairan ini membahayakan inangnya, maka mereka dianggap sebagai parasit. Sebaliknya, burung kolibri dan lebah menguntungkan tumbuhan inangnya, dengan memindahkan serbuk sari ketika mereka berpindah dari satu bunga ke bunga lain untuk mencari nektar. Sebagian besar hewan adalah *emakan *o on!an "esa# (bulk-feeder) yang memakan potongan makanan dalam ukuran yang relati# besar (4ambar @). )daptasinya berupa anggota tubuh seperti tentakel, sepit, kuku, gigi taring beracun, dan rahang dan geligi yang membunuh mangsanya atau memotong-motong daging atau vegetasi.

D. 1.

%AMBARAN UMUM PEN%1/AHAN MAKANAN Em*a aha*an u ama dalam *en!olahan makanan adalah *enelanan0

*en5e#naan0 *en)e#a*an0 dan *em"uan!an. 1.1. Penelanan !ingestion" *enelanan adalah tindakan memakan, merupakan tahapan pertama pengolahan makanan. Secara kasar dengan rnembedakan mekanisme memakannya, kita dapat menggolongkan hewan hewan ke dalam / kelompok yaitu& a. He$an mik#o7a!, kelompok hewan ini memakan partikel-partikel dengan ukuran yang halus dengan cara& - Menggunakan pseudopodia, contohnya amoeba, radiolaria, #oramini#era.

10

- Menggunakan silia, contohnya ciliata, sponge, cacing, moluska bivalvia. - Menggunakan saringan (#ilter), contohnya gastropoda dan tunicata - Menggunakan setae, contohnya copepoda, 6rustacea, paus, beberapa teleostei. b. He$an mak#o7a!, kelompok hewan ini memakan partikel-partikel dengan ukuran yang cukup besar dengan cara& - Menelan medium sekelilingnya, contohnya cacing tanah - Menangkap mangsanya, contohnya coelenterata, polychaeta, vertebrata non mamalia. - Menggigit dan mengunyah' contohnya gastropoda. 6ephalopoda, 6rustacea, insekta, mamalia. c. He$an *emakan 5ai#an, hewan ini mengambil makanan yang berupa cairan engan cara menghisap, contohnya trematoda, nematoda, lintah, dan insekta engan mengabsorbsi, contohnya hewan-hewan parasit dan beberapa invertebrta akuatik. 1.(. Pen5e#naan !digestion" Pen5e#naan adalah proses perombakan makanan menjadi molekul-molekul yang cukup kecil sehingga dapat diserap oleh tubuh. Sebagian besar bahan organik dalam makanan terdiri atas protein, lemak, dan karbohidrat dalam bentuk pati dan polisakarida lainnya. Meskipun semua makromolekul tersebut adalah bahan mentah yang sesuai, hewan tidak dapat menggunakan molekul-molekul itu secara langsung, dengan dua alasan. #ertama, makromolekul terlalu besar untuk dapat melewati membran dan memasuki sel hewan. Kedua, makromolekul yang menyusun hewan tidak identik dengan makromolekul yang menyusun makanannya. )kan tetapi, dalam pembuatan makromolekulnya semua organisme menggunakan monomer yang sama. Sebagai contoh, kacang kedelai, sapi, dan manusia semuanya merakit proteinnya dari .8 asam amino yang sama. *encernaan akan memotong-motong makromolekul menjadi monomer penyusunnya, yang kemudian digunakan oleh hewan untuk membuat molekulnya sendiri. *olisakarida dan disakarida dipecah menjadi gula sederhana, lemak dicerna menjadi gliserol dan asam lemak, protein dirombak menjadi asam amino-asam amino, dan asam nukleat diuraikan menjadi nukleotida.

11

Sebuah sel membuat makromolekul dengan cara mengikatkan bersama monomer-monomer, sel tersebut melakukan hal itu dengan cara melepaskan satu molekul air untuk setiap pembentukan satu ikatan kovalen. *encernaan membalik proses itu dengan cara memutuskan ikatan dengan penambahan molekul air secara en!imatik. *roses pemutusan ini disebut hid#olisis en8ima ik. %idrolisis en!imatik mengkatalisis pencernaan dari masing-masing kelas makromolekul yang ditemukan dalam makanan. *encernaan kimiawi ini umumnya didahului oleh #ragmentasi makanan secara mekanis7dengan cara mengunyah, misalnya. *emecahan makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil akan meningkatkan luas permukaan yang akan terpapar ke getah pencernaan yang mengandung en!im-en!im hidrolitik. 1.+. Pen)e#a*an {absorpstion} *enyerapan terjadi setelah makanan di telan, sel-sel hewan akan mengambil (menyerap) molekul kecil seperti asam amino dan gula sederhana dari kompartemen pencernaan.

1.&.

Pem"uan!an (eliminosi) *embuangan terjadi ketika bahan yang tidak tercerna keluar dari saluran

pencernaan yaitu proses eliminasi sisa produksi dari tubuh. Saluran pencemaan dan kelenjar-kelenjar pencemaan mengekskresikan sisa produksi dan sekresi ke lumen saluran pencemaan, kebanyakan dari sisa !at buangan ini bercampur dengan residu yang tak tercerna untuk dibuang. (. a. Pen5e#naan Te#9adi Dalam Kom*a# emen Khusus Pen5e#naan In #aselule# =akuola makanan, organel seluler dimana en!im hidrolitik merombak makanan tanpa mencerna sitoplasma sel sendiri, adalah kompartemen yang paling sederhana. *rotista heterotro#ik mencerna makanannya dalam vakuola makanan, umumnya setelah menelan makanan melalui #agositosis atau pinositosis. =akuola makanan menyatu dengan lisosom, yang merupakan organel yang mengandung en!im hidrolitik. $eadaan ini akan memungkinkan makanan bercampur dengan en!im, sehingga pencernaan terjadi secara aman di dalam suatu kompartemen yang terbungkus oleh membran. Mekanisme pencernaan ini disebut pencernaan intraseluler

12

!intracellular digestion) (4)M")5 .A). Spons berbeda dari hewan-hewan lain karena pencernaan makanannya (seperti halnya protista) secara keseluruhan berlangsung melalui mekanisme intraseluler (lihat 4)M")5 //..).

%AMBAR :. Pen5e#naan in #aselule# *ada Paramecium. #aramecium memiliki suatu struktur pengambilan makanan khusus yang disebut lekukan mulut, yang bermuara di BmulutB sel (sitostom). Silia yang melapisi lekukan mulut itu akan menarik air dan partikel makanan yang tersuspensi, yang sebagian besar adalah bakteri, menuju ke mulut di mana makanan itu dibungkus ke dalam vakuola makanan yang ber#ungsi sebagai kompartemen pencernaan miniatur. )liran sitoplasmik akan membawa vakuola makanan mengelilingi sel, sementara en!im-en!im hidrolitik disekresikan ke dalam vakuola tersebut. Sementara molekul dalam makanan itu dicerna, nutrien (gula, asam amino, dan molekul kecil lainnya, yang digambarkan di sini dengan tanda panah kecil berwana hitam) diangkut melewati membran vakuola tersebut ke dalam sitoplasma. $emudian, vakuola itu akan menyatu dengan lubang anus, yaitu suatu daerah khusus pada membran plasma di mana bahan-bahan yang tidak tercerna dapat dikeluarkan.

".

Pen5e#naan Eks #aselule# *ada sebagian besar hewan, paling tidak beberapa hidrolisis terjadi melalui

pencernaan ekstraseluler !extracellular digestion), yaitu perombakan makanan di luar sel. *encernaan ekstraseluler terjadi di dalam kompartemen yang bersambungan, melalui saluran-saluran, dengan bagian luar tubuh hewan. "anyak hewan dengan bangun tubuh yang relati# sederhana memiliki kantung pencernaan dengan pembukaan tunggal. $antung ini, yang disebut rongga gastrovaskuler (gastrovascular cavity), ber#ungsi dalam pencernaan dan distribusi nutrien ke seluruh tubuh (yang merupakan alasan mengapa ada kata vaskuler dalam istilah tersebut). %idra yang termasuk hewan cnidaria, merupakan contoh yang baik mengenai bagaimana suatu rongga gastrovaskuler bekerja. %idra adalah karnivora yang menyengat mangsa dengan organel khusus yang disebut nematosis dan kemudian menggunakan tentakel untuk memasuk-kan makanan melalui mulut ke dalam rongga gastrovaskuler (4)M")5 C). engan adanya makanan di dalam rongga

13

itu, sel-sel khusus gastrodermis, lapisan jaringan yang melapisi rongga itu, mensekresikan en!im pencernaan yang merusak atau merombak jaringan lunak pada mangsanya menjadi potongan-potongan kecil. Sel-sel gastrodermal kemudian akan menelan partikel makanan, dan sebagian besar hidrolisis makromolekul yang sesungguhnya terjadi secara intraseluler seperti pada #aramecium dan spons. Setelah hidra selesai mencerna makanannya, bahan-bahan yang tidak tercerna yang masih tetap berada di dalam rongga gastrovaskuler, seperti eksoskeleton krustase kecil, dikeluarkan melalui sebuah pembukaan tunggal, yang ber#ungsi ganda sebagai mulut sekaligus anus.

%AMBAR 1;. Salu#an Pen5e#naan. 'a< Saluran pencernaan seekor cacing tanah meliputi sebuah #aring berotot yang menyedot makanan masuk melalui mulut. Makanan lewat melalui eso#agus, lalu disimpan dan dilembutkan di dalam tembolok. 5empela berotot, yang mengandung sedikit butiran pasir dan kerikil, menggerus makanan itu, *encernaan dan penyerapan terjadi dalam usus halus, yang memiliki lipatan dorsal, disebut $osol, yang meningkatkan luas permukaan untuk penyerapan nutrien. '"< Seekor belalang memiliki beberapa ruangan pencernaan yang dikelompokkan ke dalam tiga daerah utama& perut depan, dengan eso#agus dan tembolok' perut tengah' dan perut belakang. Makanan dilembutkan dan disimpan dalam tembolok, tetapi sebagian besar pencernaan terjadi dalam perut belakang. Sekum lambung, kantung yang memanjang dari perut tengah, ber#ungsi untuk menyerap makanan. '5< Seekor burung memiliki tiga ruangan terpisah7tembolok, lambung, dan rempela7di mana makanan digerus dan dicincang sebelum masuk ke dalam usus halus. *ada sebagian besar burung, pencernaan kimiawi dan penyerapan nutrien terjadi dalam usus halus.

Sama dengan hidra, banyak di antara cacing pipih memiliki rongga gastrovaskuler dengan pembukaan tunggal (lihat 4)M")5 .C). -uga seperti hidra, pencernaan dimulai dalam rongga dan diselesaikan secara intraseluler. Memiliki rongga ekstraseluler untuk pencernaan merupakan suatu adaptasi yang memungkinkan seekor hewan melahap mangsa yang lebih besar dari yang dapat di#agositosis dan yang dapat dicerna secara intraseluler. "erlawanan dengan hewan cnidaria dan cacing pipih, sebagian besar hewan' termasuk nematoda, anelida, moluska, artropoda, ekinodermata, dan kordata' memiliki pipa atau tabung pencernaan yang memanjang antara dua pembukaan, mulut dan anus. *ipa atau tabung ini disebut salu#an *en5e#naan len!ka* (complete

14

digestive tract) atau salu#an *en5e#naan (alimentary canal). $arena makanan bergerak sepanjang saluran itu dalam satu arah, pipa itu dapat diorganisasikan menjadi daerah terspesialisasi yang melaksanakan pencernaan dan penyerapan nutrien secara bertahap (4)M")5 ,8). Makanan yang ditelan melalui mulut dan #aring akan lewat melalui eso#agus yang menuju ke tembolok, rempela, atau lambung, bergantung pada spesies. (embolok dan lambung adalah organ yang umumnya ber#ungsi untuk penyimpanan dan penumpukan makanan, sementara rempela akan menggerusnya. Makanan kemudian akan memasuki usus halus, di mana en!im-en!im pencernaan menghidrolisis molekul makanan, dan nutrien diserap melewati lapisan pipa pencernaan tersebut ke dalam darah. "ahan buangan yang tidak tercerna akan dikeluarkan melalui anus. E. SISTEM PENCERNAAN MAMA/IA Sistem pencernaan mamalia terdiri atas saluran pencernaan dan berbagai kelenjar aksesoris yang mensekresikan getah pencernaan ke dalam saluran itu melalui duktus (saluran). Pe#is alsis0 gelombang kontraksi berirama oleh otot polos pada dinding saluran pencernaan, akan mendorong makanan di sepanjang saluran tersebut. *ada beberapa persambungan antara segmen-segmen terspesialisasi (khusus) pada pipa pencernaan, lapisan otot dimodi#ikasi menjadi katup berbentuk cincin yang disebut s7in! e# (sphincter), yang menutup pipa pencernaan tersebut seperti tali pengikat, dan mengatur aliran materi di antara ruangan-ruangan dalam saluran itu. $elenjar aksesoris sistem pencernaan mamalia adalah tiga pasang kelen9a# ludah (salivary gland), *ank#eas0 ha i (liver), dan organ penyimpanannya, kan un! em*edu (gallbladder). engan menggunakan manusia sebagai contoh, sekarang kita akan mengikuti makanan melalui saluran pencernaan, dan melihat lebih rinci apa yang terjadi pada makanan di masing-masing stasiun pengolahan di sepanjang saluran pencernaan (4)M")5 ,,). 1. a. Ron!!a Mulu =a#in!0 Dan Eso7a!us Men!a$ali Pen!olahan Makanan Ron!!a Mulu *encernaan makanan secara #isik dan kimiawi dimulai dalam mulut. Selama pengunyahan, geligi dengan berbagai ragam bentuk akan memotong, melumat, dan menggerus makanan, yang membuat makanan tersebut lebih mudah ditelan dan meningkatkan luas permukaannya. $ehadiran makanan dalam rongga mulut (oral cavity) akan memicu re#leks sara# yang menyebabkan kelenjar ludah mengeluarkan ludah melalui duktus (saluran) ke rongga mulut. "ahkan sebelum makanan

15

sesungguhnya berada dalam mulut, ludah bisa dihasilkan sebagai antisipasi karena adanya hubungan yang telah diketahui antara makan dan waktu dalam satu hari, aroma masakan atau rangsangan lain. *ada manusia, lebih dari satu liter ludah disekresikan ke dalam rongga mulut setiap hari. (erlarut dalam ludah adalah glikoprotein licin (kompleks karbohidratprotein) yang disebut musin, yang melindungi lapisan lunak rongga mulut dari kerusakan akibat gesekan dan melumasi makanan supaya lebih mudah ditelan. +udah mengandung buffer (dapat atau penyangga) yang membantu mencegah pembusukan geligi dengan cara menetralkan asam dalam mulut. Dat antibakteri dalam ludah juga akan membunuh banyak bakteri yang memasuki mulut melalui makanan. ?ang terakhir, pencernaan karbohidrat, sumber energi kimia utama tubuh, dimulai dalam rongga mulut. +udah mengandung amilase ludah (salivary amylase), en!im pencernaan yang menghidrolisis pati (polimer glukosa dari tumbuhan) dan glikogen (polimer glukosa dari hewan). *roduk utama dari pencernaan oleh en!im ini adalah polisakarida yang lebih kecil dan disakarida maltosa. +idah akan mengecap makanan, memanipulasinya selama pengunyahan dan membantu membentuk makanan menjadi sebuah pola yang disebut bolus. Selama penelanan, lidah akan mendorong bolus ke bagian belakang rongga mulut dan akhirnya ke dalam #aring.

". =a#in! aerah yang kita sebut kerongkongan adalah #aring (pharynE),

persimpangan yang menuju ke eso#agus dan trakea (batang tenggorokan). $etika kita menelan, bagian atas batang tenggorokan akan bergerak ke atas sehingga lubang pembukaannya, glotis, tertutup oleh penutup dari tulang rawan yaitu epiglotis. *enutupan lubang batang tenggorokan akan melindungi sistem respirasi terhadap masukannya makanan atau cairan selama penelanan. 5. Eso7a!us :so#agus (esophagus) mengalirkan makanan dari #aring turun ke lambung. *eristalsis akan mendorong bolus sepanjang eso#agus yang sempit. 9tot pada bagian paling atas eso#agus adalah otot lurik (otot sadar). engan demikian, tindakan

16

penelanan dimulai secara sadar, tetapi kemudian gelombang kontraksi tak sadar oleh otot polos pada sisa eso#agus selanjutnya akan menggantikannya. )milase ludah terus menghidrolisis pati dan glikogen sementara bolus makanan lewat melalui eso#agus. (. /am"un! Menim"un Makanan Dan Melaksanakan Pen5e#naan

Pendahuluan +ambung (stomach) berada pada sisi kiri rongga abdomen, persis di bawah dia#ragma. $arena organ besar ini dapat menyimpan keseluruhan makanan yang dimakan dalam satu waktu, maka kita tidak perlu makan terus menerus. untuk menampung atau mengakomodasi sekitar . liter mkanan dan air. +ambung terdiri empat bagian yaitu bagian kardiak, #undus, badan lambung dan pilorus. *ada kedua ujung lambung terdapat klep (s#ingter). $lep pertama terletak pada ujung yang berbatasan dengan kerongkongan disebut s#ingter eso#ageal. >ungsi s#ingter eso#ageal adalah untuk menjaga makanan masuk atau pada saat muntah. $lep kedua terdapat pada ujung yang berbatasan dengan duodenum disebut s#ingter pilorus. :pitelium yang melapisi ceruk-ceruk dalam (deep pits) pada dinding lambung mensekresikan getah pencernaan (gastric juice), cairan pencernaan yang bercampur dengan makanan. engan konsentrasi asam klorida yang tinggi, getah lambung mempunyai p% sekitar .- cukup asam untuk melarutkan paku besi. Satu #ungsi asam tersebut adalah memecahkan matriks ekstraseluler yang mengikatkan sel satu sama lain pada materi daging dan tumbuhan. )sam itu juga membunuh sebagian besar bakteri yang tertelan bersama dengan makanan. ?ang juga ditemukan dalam getah lambung adalah pepsin, en!im yang memulai hidrolisis protein. *epsin memecahkan ikatan peptida yang berdekatan dengan asam amino tertentu, sehingga memotong-motong protein menjadi polipeptida yang lebih kecil. *epsin merupakan salah satu di antara sedikit en!im yang berkerja paling baik dalam lingkungan yang sangat asam. Sesungguhnya, p% getah lambung yang rendah mendenaturasi protein dalam makanan, yang meningkatkan pemaparan ikatan peptidanya ke pepsin. Sel-sel terspesialisasi (disebut sel chie#) yang berlokasi di ceruk-ceruk lambung mensintesis dan mensekresikan pepsin dalam bentuk inakti# yang disebut pepsinogen. Sel-sel yang berbeda (sel parietal, juga di ceruk) mensekresikan asam klorida, yang mengubah pepsinogen menjadi pepsin akti# dengan cara mengeluarkan engan dinding yang sangat elastis dan lipatan yang mirip akordon, lambung dapat meregang

17

atau membuang sebagian kecil molekul tersebut dan memaparkan sisi akti#nya. )ktivitas pepsinogen dalam lambung merupakan contoh umpan balik positi#. $etika sudah banyak pepsinogen yang diakti#kan oleh asam, terjadi suatu rentetan reaksi kimia karena pepsin itu sendiri dapat mengakti#kan molekul pepsinogen yang lain. Sekitar setiap .8 detik, isi lambung dicampur melalui kerja kontraksi otot polos. $ita bisa merasakan lapar ketika lambung kosong kita berkontraksi. (sensasi lapar, juga dikaitkan dengan pusat otak yang memonitor status nutrisi darah). Sebagai akibat pencampuran dan kerja en!im, makanan yang baru ditelan akan menjadi bubur nutrien yang dikenal dengan nama kim asam (acid chyme). +. Usus halus me#u*akan o#!an u ama *en5e#naan dan *en)e#a*an Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong) dan ileum (usus penyerapan). *ada duodenum bermuara dua saluran, yaitu dari pankreas dan kantung empedu. i dalam jejunum, makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh en!im yang dihasilkan didinding usus, sehingga makanan semakin halus dan cenderung encer. :n!im yang dihasilkan antara lain & :nterokinase, ber#ungsi mengakti#kan tripsinogen yang dihasilkan pankreas +aktase, ber#ungsi mengubah laktosa menjadi glukosa :repsin atau dipeptidase, ber#ungsi mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino Maltase, ber#ungsi mengubah maltosa menjadi glukosa isakarase, ber#ungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida *eptidase, ber#ungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino Sukrase, ber#ungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan #ruktosa +ipase, ber#ungsi mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak. Usus halus adalah organ di mana sebagian besar hidrolisis en!imatik makromolekul dalam makanan. 9rgan ini juga bertanggung jawab dalam penyerapan sebagian besar nutrien ke dalam darah. "erikut ini kerja en!imatik dalam usus halus a. Pen5e#naan Ka#"ohid#a . *encernaan karbohidart, yaitu pati dan glikogen, dimulai oleh amilase ludah dalam rongga mulut yang terus berlanjut dalam usus halus. )milase pankreas menghidrolisis pati, glikogen dan polisakarida yang lebih kecil menjadi disakarida, termasuk maltosa. :n!im maltase menyempurnakan dan menyelesaikan pencernaan

18

maltosa dan memecahnya menjadi dua molekul glukosa, suatu gula sederhana. Maltase merupakan salah satu anggota keluarga disakaridase, dan masing-masing en!im adalah spesi#ik untuk menghidrolisis disakarida yang berbeda. isakaridase itu dibuat dan berada dalam membran dan matriks ekstraseluler yang menutupi epitelium usus halus yang juga merupakan tempat penyerapan gula. engan demikian, tahapan akhir dalam pencernaan karbohidrat adalah tahapan yang menghasilkan monomer yang kaya energi dan terjadi dimana monomer-monomer ini sesungguhnya diserap ke dalam darah. ". Pen5e#naan P#o ein *encernaan protein dalam usus halus melibatkan penyelesaian perkerjaan yang dimula oleh pepsin dalam lambung. :n!im dalam duodenum membongkar polipeptida menjadi komponen asam aminonya atau menjadi peptida kecil (#ragmen yang panjangnya hanya dua atau tiga asam amino). (ripsin dan kimotripsin bersi#at spesi#ik untuk ikatan pepida yang berdekatan dengan asam amino tertentu. $arboksipeptidase akan memecah asam amino satu per satu, yang dimulai pada ujung polipeptida yang memiliki gugus karboksil yang bebas. )minopeptidase bekerja dalam arah sebaliknya. )minopeptidase atau karboksipeptidase sendiri dapat menyempurnakan pencernaan protein. )kan tetapi, kerjasama di antara en!im-en!im tersebut. :n!im lainnya yang disebut dipeptidase, yang melekat pada dinding usus, selanjutnya akan mempercepat pencernaan dengan cara memecah peptida-peptida kecil. 5. Pen5e#naan Asam Nuklea pencernaan asam nukleat melibatkan serangan hidrolitik yang mirip dengan yang terjadi pada protein. Sekelompok en!im yang disebut nuklease menghidrolisis ;) dan 5;) dalam makanan menjadi nukleotida komponennya. :n!im hidrolitik lainnya kemudian akan merombak nukleotida menjadi nukleosida, basa nitrogen, gula dan #os#at. d. Pen5e#naan /emak %ampir semua lemak dalam suatu hidangan mencapai usus halus dalam kondisi sepenuhnya belum tercerna. %idrolisis lemak adalah permasalahan khusus, karena molekul lemak tidak larut dalam air. 4aram empedu dari kantung empedu yang disekresikan ke dalam lapisan duodenum akan melapisi droplet-droplet lemak yang sangat kecil dan mencegahnya agar tidak menyatu, suatu proses yang disebut

19

emulsi#ikasi. $arena droplet itu kecil maka luas permukaan lemak yang besar menjadi terpapar ke lipase, en!im yang menghidrolisis molekul lemak. engan demikian, makromolekul dari makanan secara sempurna dihidrolisis menjadi monomer komponen penyusunnya ketika peristalsis menggerakkan campuran kim dan getah di sepanjang usus halus. Sebagian besar pencernaan diselesaikan lebih awal dalam perjalanan ini, sementara kim masih berada di dalam duodenum. aerah dalam usus halus sisanya, jejunum dan ileum, terutama ber#ungsi dalam penyerapan nutrien dan air. i dalam ileum terdapat banyak lapisan atau lekukan yang disebut vili atau jojot usus. =ili ber#ungsi memperluas permukaan usus sehingga proses terjadinya penyerapan nutrien dan air akan lebih sempurna. ;utrien berupa glukosa, asam amino, vitamin, mineral dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam vili, kemudian diangkut menuju hati melalui pembuluh darah (vena porta). i dalam hati, sebagian !at makanan berupa asam lemak dan gliserol yang terdiri dari molekul berukuran lebih besar, akan diangkut melalui pembuluh kil, yaitu pembuluh getah bening atau pembuluh lim#e. &. Ho#mon Mem"an u Men!a u# Pen5e#naan %ormon yang dibebaskan oleh dinding lambung dan duodenum membantu menjamin bahwa sekresi pencernaan hanya terjadi ketika diperlukan. $etika kita melihat, mencium atau mengecap makanan, implus dari otak ke lambung akan mengawali sekresi getah lambung. $emudian !at-!at tertentu dalam makanan akan merangsang dinding lambung untuk membebaskan hormon gastrin ke dalam sistem sirkulasi. Sementara gastrin secara perlahan-lahan bersirkulasi ulang dalam aliran darah kembali ke dinding lambung, hormon itu akan merangsang sekresi getah lambung lebih lanjut. engan demikian, semburan awal sekresi lambung pada waktu makan akan diikuti oleh sekresi berkelanjutan untuk terus menambahkan getah lambung ke makanan selama beberapa waktu. Sejumlah hormon lain, yang secara kolekti# disebut enterogastron, disekresi oleh dinding duodenum. p% yang asam dari kim yang memasuki duodenum merangsang sel-sel dalam dinding itu untuk membebaskan hormon sekretin. :nterogastron ini mengirimkan sinyal ke pankreas untuk membebaskan bikarbonat, yang menetralkan kim asam itu. :nterogastron kedua, kolesistokinin (66$), disekresikan sebagai respons terhadap kehadiran adam amino atau asam lemak. 66$

20

akan menyebabkan kantung empedu berkontraksi dan membebaskan empedu ke dalam usus halus. 66$ juga memicu pembebasan en!im pankreas. 3. Pen)e#a*an Kem"ali Ai# Adalah =un!si Usus Besa# ari Usus besar (kolon) merupakan kelanjutan dari usus halus. $olon terdiri dari tiga bagian yaitu kolon naik, kolon datar dan kolon turun. $olon memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing ini belum diketahui #ungsinya secara pasti, karena jika ada orang yang dihilangkan umbai cacingnya ternyata tidak mengalami gangguan sistem pencernaan. *eradangan yang terjadi pada umbai cacing disebut apendisitis. *ada pertemuan antara usus halus dan usus besar terdapat suatu penyempitan yang disebut klep ileosekum. $lep ini ber#ungsi untuk menjaga makanan yang sudah masuk ke dalam usus besar, tidak dapat kembali ke usus halus. Makanan yang masuk ke usus besar sebetulnya merupakan sisa penyerapan dari usus halus. ;amun demikian, kandungan airnya msih cukup tinggi. -ika sisa makanan masih mengandung kadar air yang tinggi, usus besar akan menyerapnya. )kan tetapi, jika sisa makanan mengandung sedikit air, usus besar akan menambahkan air. *enyerapan dan penambahan air bertujuan agar #eses (kotoran) dalam keadaan tidak cair dan juga tidak padat. *embentukan #eses pada usus besar dibantu oleh bakteri :scherichia coli. "agian akhir dari saluran pencernaan merupakan bagian menggelembung yang disebut rektum. *enyerapan air tidak lagi terjadi pada rektum. 5ektum dapat berkontraksi yang aktivitas kontraksinya dapat menimbulkan terjadinya de#ekasi, yaitu proses pengeluaran !at-!at sisa hasil pencernaan makanan melalui anus. )nus terdiri dari dua lapisan otot, yaitu otot polos dan otot lurik. =. ADAPTASI E-1/USI1NER PADA SISTEM PENCERNAAN

-ERTEBRATA

1.

Ada* asi S #uk u#al Sis em Pen5e#naan Se#in!kali Be#kai an Den!an .enis Makanan Sistem pencernaan mamalia dan vertebrata lainmerupakan variasi dari sebuah

rancang bangun yang sama, tetapi terdapat banyak adapatasi yang sangat menarik, yang seringkali berkaitan dengan jenis makanan hewan itu.

21

entisi (pergigian), susunan geligi hewan, merupakan salah satu contoh variasi struktural yang mencerminkan jenis makanan. "andingkan denitisi mamalia karnivora, herbivora dan omnivora pada gambar 1,.,3. vertebarata nonmamalia umumnya memiliki dentisi yang kurang terspesialisasi, namun terdapat pengecualian yang sangat menarik. Sebagai contoh, ular berbisa seperti rattle snake (ular derik), memiliki gigi taring, yaitu gigti termodi#ikasi yang menyuntikkan bisa ke dalam tubuh mangsanya. "eberapa gigi taring itu berlubang, seperti alat suntik, sementara yang lain meneteskan racunnya di sepanjang lekukan pada permukaan gigi itu. Ular secara umum memiliki adaptasi anatomis penting lain yang dikaitkan dengan pengambilan makanan. 5ahang bawah tertaut secara longgar dengan sangat lebar untuk menelan mangsa yang besar. *anjang sistem pencernaan vertebrata juga berkolelasi dengan jenis makanan. Secara umum, herbivora dan omnivora memiliki saluran pencernaan yang lebih besar, relati# terhadap ukuran tubuhnya, dibandingkan dengan karnivora (gambar 1,.,@). vegetasi (tumbuhan) lebih sulit dicerna dibandingkan dengan daging karena mengandung dinding sel. Saluran pencernaan yang lebih panjang akan menyediakan lebih banyak waktu untuk pencernaan dan lebih banyak luas permukaan untuk penyerapan nutrien. Satu model kasus adalah katak, yang mengubah jenis makanan yang dikonsumsi setelah mengalami metamor#osis. $ecebong (larva katak) yang memakan alga memiliki usus melilit yang sangat penjang relati# terhadap ukuran tubuhnya. Selama metamor#osis, sisa tubuhnya tumbuh lebih cepat dibandingkan ususnya, sehingga katak dewasa karnivora memiliki usus yang lebih pendek relati# terhadap ukutan tubuhnya. *ada beberapa vertebrata, panjang #ungsional saluran pencernaan tengkorak melalui ligamen elastis yang memungkinkan mulut dan kerongkongan membuka

sesungguhnya lebih panjang dibandingkan dengan yang terlihat dari penampakan super#isial. Sebagai contoh, sebagian besar hiu adalah karnivora, dengan usus yang relati# pendek dan tidak memiliki FswitchbackG yang memperpanjang usus manusia. ;amun demikian, lapisan usus hiu memiliki pelipatan yang membentuk katup spiral, perangkat yang mirip pembuka gabus sumber botol dan meningkatkan luas permukaan serta menyediakan jalur perjalanan yang jauh lebih panjang dibandingkan dengan jika makanan itu bergerak melewati pipa yang betul-betul halus. (. Mik#oo#!anisme Sim"io ik Mem"an u Men)ediakan %i8i Ba!i Ban)ak -e# e"#a a

22

Selain sangat panjang, saluran pencernaan banyak vertebrata herbivora memiliki ruangan #ermentasi khusus di mana bakteri dan protista simbiotik hidup. Mikroorganisme tersebut memiliki en!im yang dapat mencerna selulosa, yang tidak dapat dicerna hewan itu sendiri. Mikroorganisme tersebut tidak saja mencerna selulosa menjadi gula sederhana, tetapi juga mengubah gula menjadi berbagai nutrien yang esensial bagi hewan itu. %oat!in, burung herbivora yang hidup di hutan tropis )merika Selatan, memiliki tembolok berotot yang besar, sebuah kantung eso#agus yang menampung mikroorganisme simbiotik. Ujung-ujung keras yang pada dinding tembolok itu akan menggerus daun tumbuhan dan mikroorganisme akan merombak selulosa. "anyak herbivora termasuk kuda memiliki mikroorganisme simbiotik dalam sekum besar, kantung dimana usus besar dan usus halus menyatu. "akteri simbiotik pada kelinci dan beberapa hewan pengerat hidup dalam usus besar dan juga dalam sekum. ;amun demikian, karena sebagian besar nutrien diserap dalam usus halus, hasil sampingan #ermentasi oleh bakteri dalam usus besar yang berpotensi sebagai nutrien hilang terikut dalam #eses. $elinci dan rodensia mendapat nutrien ini kembali dengan cara memakan sebagian #esesnya dan melewatkan makanan itu melalui saluran pencernaannya untuk kedua kalinya. $oala, hewan marsupial )ustralia, juga mempunyai sekum yang membesar, di mana bakteri simbiotik mem#ermantasi daun-daun eukaliptus yang dirajang halus (gambar 1,.,@). )daptasi paling rumit untuk makanan herbivora telah berkembang pada ruminansia, termasuk sapi dan domba (gambar 1,.,A).

23