Anda di halaman 1dari 11

Penatalaksanaan

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan keselamatan pasien harus didahulukan diagnosis harus ditegakkan dengan benar rencana terapi tidak hanya menghilangkan gejala, juga memperhatikan aspek pemulihan kedepan Penatalaksaan gangguan depresi meliputi perawatan di rumah sakit, terapi psikososial, dan farmakoterapi. Pengambilan keputusan apakah seorang pasien depresi harus mendapatkan perawatan dirumah sakit atau dapat menjalani rawat jalan merupakan hal yang paling kritis. Perawatan Rumah sakit Indikasi dilakukannya rawat inap pada pasien depresi adalah perlu dilakukannya prosedur diagnostik, ada resiko melakukan pembunuhan, berkurangnya kemampuan untuk mengurus keperluan primer diri sendiri (sandang, pangan, dan papan). Adanya riwayat gejala depresi yang dialami berkembang secara cepat, selain itu tidak adanya lingkungan yang dapat mendukung pasien. epresi ringan mungkin aman menjalani rawat jalan, bila psikiater secara rutin menge!aluasi perkembangan pasien. "ejala berkurangnya kemampuan pertimbangan, penurunan berat badan, dan insomnia harus minimal. #ingkungan pasien yang dapat memberi dukungan harus kuat, namun tidak turut campur maupun menjauhi pasien. Pasien dengan gangguan depresi seringnya tidak mempunyai keinginan untuk berobat secara sukarela, sehingga keluarga pasien harus berkomitmen. Pasien dengan gangguan depresif, biasanya tidak mampu mengambil keputusan, karena mereka mengalami keterlambatan berpikir, dan perasaan putus asa. Psikoterapi Psikoterapi merupakan terapi yang digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan$keluhan dan mencegah kambuhnya gangguan psikologik atau pola perilaku maladaptif. %erapi dilakukan dengan jalan pembentukan hubungan profesional antara terapis dengan penderita.

Psikoterapi pada penderita gangguan depresif dapat diberikan secara indi!idu, kelompok, atau pasangan disesuaikan dengan gangguan psikologik yang mendasarinya. Psikoterapi dilakukan dengan memberikan kehangatan, empati, pengertian dan optimisme. dokter atau penderitanya. Psikoterapi yang dijalankan bersamaan dengan pemberian anti$depresi memberikan hasil yang lebihbaik. alam pengambilan keputusan untuk melakukan psikoterapi sangat dipengaruhi oleh penilaian dari

Psikoterapi yaitu terapi yang digunakan untuk menghilangkan keluhan$keluhan dan mencegah kambuhnya gangguan psikologik atau pola perilaku maladaptif. 1. Terapi kognitif (TK) %erapi ini bertujuan untuk menghilangkan simptom depresi melalui usaha yang sistematis yaitu mengubah cara pikir maladaptif dan otomatik pada pasien$pasien depresi. asar pendekatannya adalah suatu asumsi bahwa kepercayaan$kepercayaan yang mengalami distorsi tentang diri sendiri, dunia, dan masa depan dapat menyebabkan depresi. Pasien harus menyadari cara berpikirnya yang salah. &emudian ia harus belajar cara merespons cara pikir yang salah tersebut dengan cara yang lebih adaptif. ari perspektif kognitif, pasien dilatih untuk mengenal dan menghilangkan pikiran$pikiran negatif dan harapan$harapan negatif. %erapi ini berlangsung lebih kurang '($') sesi dengan tiga fase yaitu* '. +ase awal (sesi '$,) membentuk hubungan terapeutik dengan pasien. -engajarkan pasien tentang bentuk kognitif yang salah dan pengaruhnya terhadap emosi dan fisik. -enentukan tujuan dan goal terapi. -engajarkan pasien untuk menge!aluasi pikiran$pikirannya yang otomatis. (. +ase pertengahan (sesi .$'() mengubah secara berangsur$angsur kepercayaan yang salah. -embantu pasien mengenal akar kepercayaan diri. Pasien diminta mempraktekkan ketrampilan berespons terhadap hal$hal yang depresogenik dan memodifikasinya. 3. +ase akhir (sesi '3$')) menyiapkan pasien untuk terminasi dan memprediksi situasi berisiko tinggi yang rele!an untuk kekambuhan dan mengkonsolidasikan pembelajaran melalui tugas$tugas terapi sendiri.

2. Terapi perilaku Inter!ensi perilaku terutama efektif untuk pasien yang menarik diri dari lingkungan sosial dan anhedonia. %erapi ini sering digunakan bersama$sama terapi kognitif. %ujuannya adalah meningkatkan akti!itas pasien, mengikutkan pasien dalam tugas$tugas yang dapat meningkatkan perasaan yang menyenangkan. +ase awal pasien diminta memantau akti!itasnya, menilai derajat kesulitan akti!itasnya, kepuasannya terhadap akti!itasnya. Pasien diminta melakukan sejumlah akti!itas yang menyenangkan. #atihan ketrampilan sosial, asertif, dapat me$ningkatkan hubungan interpersonal dan dapat menurunkan interaksi submisif. +ase akhir fokus berpindah ke latihan mengontrol diri dan pemecahan masalah. pasien sendiri . 3. Psikoterapi suportif Psikoterapi ini hampir selalu diindikasikan. -emberikan kehangatan, empati, pengertian dan optimisme. /antu pasien mengidentifikasi dan mengekspresikan emosinya dan bantu untuk !entilasi. -engidentifikasi faktor$faktor presipitasi dan membantu mengoreksi. /antu memecahkan problem eksternal (misalnya masalah pekerjaan, rumah tangga). #atih pasien untuk mengenal tanda$tanda dekompensasi yang akan datang. %emui pasien sesering mungkin (mula$mula '$3 kali per minggu) dan secara teratur, tetapi jangan sampai tidak berakhir atau selamanya. &enalilah bahwa beberapa pasien depresi dapat mempro!okasi kemarahan terapis (melalui kemarahan, hostilitas, tuntutan yang tak masuk akal, dan lain$ lain). iharapkan

ilmu yang didapat dalam terapi dapat digeneralisasi dan dipertahankan dalam lingkungan

4. Psikoterapi psikodinamik asar terapi ini adalah teori psikodinamik yaitu kerentanan psikologik terjadi akibat konflik perkembangan yang tak selesai. %erapi ini dilakukan dalam periode jangka panjang. Perhatian pada terapi ini adalah defisit psikologik yang menyeluruh yang diduga mendasari gangguan depresi. -isalnya, problem yang berkaitan dengan rasa bersalah, rasa rendah diri,

berkaitan dengan pengalaman yang memalukan, peng$aturan emosi yang buruk, defisit interpersonal akibat tak adekuatnya hubungan dengan keluarga. 5. Psikoterapi dinamik singkat (brief dynamic psychotherapy) 0esinya lebih pendek. %ujuannya menciptakan lingkungan yang aman buat pasien. Pasien dapat mengenal materi konfliknya dan dapat mengekspresikannya. . Terapi kelompok %idak ada bentuk terapi kelompok yang spesifik. Ada beberapa keuntungan terapi kelompok. '. /iaya lebih murah (. Ada destigmatisasi dalam memandang orang lain dengan problem yang sama 3. -emberikan kesempatan untuk memainkan peran dan mempraktekkan ketrampilan perilaku interpersonal yang baru ,. -embantu pasien mengaplikasikan ketrampilan baru %erapi kelompok sangat efektif untuk terapi jangka pendek pasien rawat jalan juga lebih efektif untuk depresi ringan. 1ntuk depresi lebih berat terapi indi!idu lebih efektif !armakoterapi 0aat merencanakan inter!ensi pengobatan, penting untuk menekankan kepada penderita bahwa ada beberapa fase pengobatan sesuai dengan perjalanan gangguan depresif * +ase akut bertujuan untuk meredakan gejala +ase kelanjutan untuk mencegah relaps +ase pemeliharaan2rumatan untuk mencegah rekuren

&riteria pemilihan obat


Pertimbangan untuk pemilihan obat ada di tangan dokter yang akan membicarakannya pada penderita. &onseling diperkuat oleh apoteker. Pertimbangan tersebut meliputi * 3fek samping dan respon tubuh terhadap obat

Penyakit dan terapi lain yang dialami penderita &erja obat dalam tubuh ketika dibarengi obat lain. Penderita perlu mengatakan pada dokter bahwa ia sedang menelan obat tertentu. okter akan memperhatikan interaksi obat yang diketahuinya.

#anjut usia, dimana fungsi absorbsi obat melambat. 3fekti!itas obat atas penderita. 0eringkali pengobatan awal memberi hasil baik. 4ika ini tak terjadi beritahu dokter agar dipikirkan obat lain atau kombinasi. 5bat harus dipertahankan selama 6$'. bulan atau lebih panjang untuk menghadang episode gangguan depresif berikutnya /eberapa orang memerlukan terapi rumatan antidepresan, terutama mereka yang seringkali mengalami pengulangan gejala episode gangguan depresif atau gangguan depresif mayor.

0ecara garis besar obat 7 obat antidepresan ini memiliki efek samping berupa * '. (. 3. ,. 3fek sedasi ditandai dengan rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotor menurun, dan kemampuan kognitif yang menurun. 3fek antikolinergik seperti mulut kering, retensi urin, penglihatan kabur,konstipasi, dan sinus takikardia. 3fek anti$adrenergik a ditandai dengan terjadinya hipotensi dan perubahan pada gambaran 3&" 3fek 8eurotoksis seperti terjadinya tremor halus, gelisah, agitasi, insomnia.

0ecara umum digolongkan menjadi beberapa kelas,yaitu * '. Antidepresan %risisklik 9ang termasuk golongan ini adalah Amitriptilin, Imipramin, :lomipramin, %ianeptin, dan 5piramol. (. 3. ,. Antidepresan %etrasiklik 9ang termasuk obat golongan ini adalah -aproptiline, -ianserine, dan Amo;apine. Antidepresan -A5I$re!ersibel 9ang termasuk obat golongan ini adalah -oclobemide Antidepresan atypical 9ang termasuk obat golongan ini adalah %ra<odone, %ianeptine dan -irta<apine.

..

Antidepresan 00=I 9ang termasuk obat golongan ini adalah 0ertaline, Paro;etine, +lu!o;amine, +luo;etine, dan :itolopram.

Pemilihan jenis obat antidepresan disesuaikan dengan toleransi pasien terhadap efek samping dan penyesuaian efek samping terhadap kondisi apsien seperti usia, adanya penyakit tertentu, dan jenis depresi yang diderita. -engingat profil efek sampingnya, pertama$tama sebaiknya digunakan obat golongan 00=Iyang efek sampingnya sangat minimal, spectrum efek antidepresannya luas dan gejala putus obat sangat minimal, serta lethal dose yang tinggi sehingga relatif aman digunakan. /ila telah diberikan dengan dosis yang adekuat dalam jangka waktu yang cukup (sekitar 3 bulan) tidak efektif, dapat beralih ke pilihan lain, yaitu golongan trisiklik dan golongan -A5I re!ersibel. Perlu juga diperhatikan bahwa pergantian 00=I ke -A5I membutuhkan waktu ( 7 , minggu untuk mencegah timbulnya >serotonin malignant sindrom?. 1. "ntidepresan Klasik (Trisiklik # Tetrasiklik)

$ekanisme ker%a * 5bat7obat ini menghambat resorpsi dari serotonin dan noradrenalin dari sela sinaps di ujung$ujung saraf. &fek samping * 3fek jantung @ dapat menimbulkan gangguan penerusan impuls jantung dengan perubahan 3:", pada o!erdosis dapat terjadi aritmia berbahaya. 3fek anti kolinergik @ akibat blokade reseptor muskarin dengan menimbulkan antara lain mulut kering, obstipasi, retensi urin, tachycardia, serta gangguan potensi dan akomodasi, keringat berlebihan. 0edasi Aipotensi ortostatis dan pusing serta mudah jatuh merupakan akibat efek antinoradrenalin, hal ini sering terjadi pada penderita lansia, mengakibatkan gangguan fungsi seksual. 3fek antiserotonin@ akibat blokade reseptor .A% postsinaptis dengan bertambahnya nafsu makan dan berat badan. &elainan darah@ seperti agranulactose dan leucopenia, gangguan kulit

"ejala penarikan@ pada penghentian terapi dengan mendadak dapat timbul antara lain gangguan lambung$usus, agitasi, sukar tidur, serta nyeri kepala dan otot.

5bat$obat yang termasuk antidepresan klasik * 'mipramin (osis la)im * (.$.B mg 3; sehari bila perlu dinaikkan sampai maksimum (.B$3BB mg sehari. Kontra 'ndikasi * Infark miokard akut 'nteraksi *+at * anti hipertensi, obat simpatomimetik, alkohol, obat penekan 00P Perhatian , kombinasi dengan -A5, gangguan kardio!askular, hipotensi, gangguan untuk mengemudi, ibu hamil dan menyusui. Klomipramin (osis la)im * 'B mg dapat ditingkatkan sampai dengan maksimum dosis (.B mg sehari. Kontra 'ndikasi * Infark miokard, pemberian bersamaan dengan -A5, gagal jantung, kerusakan hati yang berat, glaukoma sudut sempit. 'nteraksi *+at * dapat menurunkan efek antihipertensi penghambat neuro adrenergik, dapat meningkatkan efek kardio!askular dari noradrenalin atau adrenalin, meningkatkan akti!itas dari obat penekan 00P, alkohol. Perhatian , terapi bersama dengan preparat tiroid, konstipasi kronik, kombinasi dengan beberapa obat antihipertensi, simpatomimetik, penekan 00P, anti kolinergik, penghambat reseptor serotonin selektif, antikoagulan, simetidin. -onitoring hitung darah dan fungsi hati, gangguan untuk mengemudi. "mitriptilin (osis la)im * (. mg dapat dinaikan secara bertahap sampai dosis maksimum '.B$3BB mg sehari. Kontra 'ndikasi * penderita koma, diskrasia darah, gangguan depresif sumsum tulang, kerusakan hati, penggunaan bersama dengan -A5. 'nteraksi *+at * bersama guanetidin meniadakan efek antihipertensi, bersama depresan 00P seperti alkohol, barbiturate, hipnotik atau analgetik opiate mempotensiasi efek gangguan depresif 00P termasuk gangguan depresif saluran napas, bersama reserpin meniadakan efek antihipertensi. Perhatian , ganguan kardio!askular, kanker payudara, fungsi ginjal menurun, glakuoma, kecenderungan untuk bunuh diri, kehamilan, menyusui, epilepsi. -ithium kar+onat

(osis la)im * ,BB$'(BB mg dosis tunggal pada pagi hari atau sebelum tidur malam. Kontra 'ndikasi * kehamilan, laktasi, gagal ginjal, hati dan jantung. 'nteraksi *+at * diuretik, steroid, psikotropik, AI80, dia<epam, metildopa, tetrasiklin, fenitoin, carbama<epin, indometasin. Perhatian * -onitor asupan diet dan cairan, penyakit infeksi, demam, influen<a, gastroentritis.

2. "ntidepresan .enerasi ke/2 $ekanisme ker%a , 00=I ( Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor ) * 5bat$obat ini menghambat resorpsi dari serotonin. 8a0A ( Noradrenalin and Serotonin Antidepressants )* 5bat$obat ini tidak berkhasiat selektif, menghambat re$uptake dari serotonin dan noradrenalin. %erdapat beberapa indikasi bahwa obat$obat ini lebih efektif daripada 00=I. &fek samping , 3fek seretogenik@ berupa mual ,muntah, malaise umum, nyeri kepala, gangguan tidur dan ner!ositas, agitasi atau kegelisahan yang sementara, disfungsi seksual dengan ejakulasi dan orgasme terlambat. 0indroma serotonin@ berupa antara lain kegelisahan, demam, dan menggigil, kon!ulsi, dan kekakuan hebat, tremor, diare, gangguan koordinasi. &ebanyakan terjadi pada penggunaan kombinasi obat$obat generasi ke$( bersama obat$obat klasik, -A5, litium atau triptofan, la<imnya dalam waktu beberapa jam sampai ($3 minggu. "ejala ini dilawan dengan antagonis serotonin (metisergida, propanolol). 3fek antikolinergik, antiadrenergik, dan efek jantung sangat kurang atau sama sekali tidak ada. 5bat$obat yang termasuk antidepresan generasi ke$( * !luo0etin (osis la)im * (B mg sehari pada pagi hari, maksimum CB mg2hari dalam dosis tunggal atau terbagi. Kontra 'ndikasi * hipersensitif terhadap fluo;etin, gagal ginjal yang berat, penggunaan bersama -A5.

'nteraksi *+at * -A5, #ithium, obat yang merangsang akti!itas 00P, anti depresan, triptofan, karbama<epin, obat yang terkait dengan protein plasma. Perhatian * penderita epilepsi yang terkendali, penderita kerusakan hati dan ginjal, gagal jantung, jangan mengemudi 2 menjalankan mesin. 1ertralin (osis la)im * .B mg2hari bila perlu dinaikkan maksimum (BB mg2hr. Kontra 'ndikasi * Aipersensitif terhadap sertralin. 'nteraksi *+at * -A5, Alkohol, #ithium, obat seretogenik. Perhatian * pada gangguan hati, terapi elektrokon!ulsi, hamil, menyusui, mengurangi kemampuan mengemudi dan mengoperasikan mesin. 2italopram (osis la)im * (B mg2hari, maksimum )B mg 2hari. Kontra indikasi * hipersensitif terhadap obat ini. 'nteraksi *+at * -A5, sumatripan, simetidin. Perhatian * kehamilan, menyusui, gangguan mania, kecenderungan bunuh diri. !lu3o0amine (osis la)im * .Bmg dapat diberikan ';2hari sebaiknya pada malam hari, maksimum dosis 3BB mg 'nteraksi *+at * warfarin, fenitoin, teofilin, propanolol, litium. Perhatian * %idak untuk digunakan dalam ( minggu penghentian terapi -A5, insufiensi hati, tidak direkomendasikan untuk anak dan epilepsi, hamil dan laktasi. $ianserin (osis la)im * 3B$,B mg malam hari, dosis maksimum DB mg2 hari Kontra 'ndikasi * mania, gangguan fungsi hati. 'nteraksi *+at * mempotensiasi aksi depresan 00P, tidak boleh diberikan dengan atau dalam ( minggu penghentian terapi. Perhatian , dapat menganggu psikomotor selama hari pertama terapi, diabetes, insufiensi hati, ginjal, jantung. $irta)apin (osis la)im * '.$,. mg 2 hari menjelang tidur. Kontra 'ndikasi * Aipersensitif terhadap mitra<apin. 'nteraksi *+at * dapat memperkuat aksi pengurangan 00P dari alkohol, memperkuat efek sedatif dari ben<odia<epine, -A5.

Perhatian * pada epilepsi sindroma otak organic, insufiensi hati, ginjal, jantung, tekanan darah rendah, penderita ski<ofrenia atau gangguan psikotik lain, penghentian terapi secara mendadak, lansia, hamil, laktasi, mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin. 4enlafa0ine (osis la)im * 6. mg2hari bila perlu dapat ditingkatkan menjadi '.B$(.B mg ';2hari. Kontra 'ndikasi * penggunaan bersama -A5, hamil dan laktasi, anak E 'C tahun. 'nteraksi *+at * -A5, obat yang mengakti!asi 00P lain. Perhatian , riwayat kejang dan penyalahgunaan obat, gangguan ginjal atau sirosis hati, penyakit jantung tidak stabil, monitor tekanan darah jika penderita mendapat dosis harian F (BB mg. 3. "ntidepresan $"*. Inhibitor -onoamin 5ksidase (-onoamine 5;idase Inhibitor, -A5I) 'ndikasi epresi* 0ecara umum, -A5I diindikasikan pada penderita dengan depresi atipikal (eksogen) dan pada beberapa penderita yang tidak berespon terhadap terapi antidpresif lainnya. -A5I jarang dipakai sebagai obat pilihan. Kontraindikasi Aipersensitif terhadap senyawa ini@ feokromositoma@ gagal jantung kongestif@ riwayat penyakit li!er atau fungsi li!er abnormal@ gangguan ginjal parah@ gangguan serebro!askular@ penyakit kardio!askular@ hipertensi@ riwayat sakit kepala@ pemberian bersama dengan -A5I lainnya@ senyawa yang terkait diben<a<epin termasuk antidepresan trisiklik, karbama<epin, dan sikloben<aprin@ bupropion@ 0==I@ buspiron@ simpatomimetik@ meperidin@ dekstrometorfan@ senyawa anestetik@ depresan 00P@ antihipertensif@ kafein@ keju atau makanan lain dengan kandungan tiramin tinggi. $o5lo+emid (osis la)im * 3BB mg2 hari terbagi dalam ($3 dosis dapat dinaikkan sampai dengan )BB mg2 hari . Kontra 'ndikasi * hipersensitif terhadap moclobemid 'nteraksi *+at * simetidin dapat memperpanjang metabolisme moclobemid, memperkuat efek opium.

Perhatian * Aamil, laktasi,anak. Penderita gangguan depresif dengan agitasi dan eksitasi harus diobati dengan kombinasi sedatif.

&le5tro 2on3ulsi3e Therap6 ( &2T ) 3:% adalah terapi dengan melewatkan arus listrik ke otak. -etode terapi semacam ini sering digunakan pada kasus depresif berat atau mempunyai risiko bunuh diri yang besar dan respon terapi dengan obat antidepresan kurang baik. Pada penderita dengan risiko bunuh diri, 3:% menjadi sangat penting karena 3:% akan menurunkan risiko bunuh diri dan dengan 3:% lama rawat di rumah sakit menjadi lebih pendek. Pada keadaan tertentu tidak dianjurkan 3:%, bahkan pada beberapa kondisi tindakan 3:% merupakan kontra indikasi. 3:% tidak dianjurkan pada keadaan * 1sia yang masih terlalu muda ( kurang dari '. tahun ) -asih sekolah atau kuliah -empunyai riwayat kejang Psikosis kronik &ondisi fisik kurang baik Ganita hamil dan menyusui

0elain itu, 3:% dikontraindikasikan pada * penderita yang menderita epilepsi, %/: milier, tekanan tinggi intra kracial dan kelainan infark jantung. epresif berisiko kambuh manakala penderita tidak patuh, ketidaktahuan, pengaruh tradisi yang tidak percaya dokter, dan tidak nyaman dengan efek samping obat. %erapi 3:% dapat menjadi pilihan yang paling efektif dan efek samping kecil. %erapi perubahan perilaku meliputi penghapusan perilaku yang mendorong terjadinya depresi dan pembiasaan perilaku baru yang lebih sehat. /erbagai metode dapat dilakukan seperti :/% (:ogniti!e /eha!iour %herapy) yang biasanya dilakukan oleh konselor, psikolog dan psikiater.