Anda di halaman 1dari 37

PROPOSAL LENGKAP INTENSIVE-STUDENT TECHNOPRENEURSIP PROGRAM 2011 (i-STEP 2011) RECOGNITION AND MENTORING PROGRAMINSTITUT PERTANIAN BOGOR (RAMP-IPB)

Judul Invensi/Inovasi Teknologi:


Teknologi Pembuatan Nano-Chitosan dari Limbah Kulit Udang sebagai Penghantar Obat dan Pengawet Alami

Bidang Invensi/Inovasi Teknologi: Pertanian Diajukan untuk mengikuti Pre-Mentoring Program RAMP-IPB Disusun oleh:
Mochammad Iqbal Ardi Wibowo Muhammad Gufron Rama Andhita Setiawan F34070119 C34070091 G84070041

Insutitut Pertanian Bogor Bogor 2011

Halaman 1 dari 37

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL LENGKAP PROPOSAL INTENSIVE-STUDENT TECHNOPRENEURSIP PROGRAM 2011 (i-STEP 2011) RECOGNITION AND MENTORING PROGRAMINSTITUT PERTANIAN BOGOR (RAMP-IPB) Judul Invensi/Inovasi Teknologi:
Teknologi Pembuatan Nano-Chitosan dari Limbah Kulit Udang sebagai Penghantar Obat dan Pengawet Alami

Bidang Invensi/Inovasi Teknologi: Pertanian Nama pengaju proposal:


Mochammad Iqbal Ardi Wibowo Muhammad Gufron Rama Andhita Setiawan F34070119 C34070091 G84070041

Bogor, 23 Juli 2011 Pengusul, Nama: Mochammad Iqbal Ardi Wibowo Nama: Muhammad Gufron Nama: Rama Andhita Setiawan NIM: F34070119 Tanda tangan : NIM: C34070091 Tanda tangan: NIM: G84070041Tanda tangan :

Dosen Pendamping,

Dra. Pipih Suptijah, MBA 19531020 198503 2 001

Halaman 2 dari 37

No. Reg :

Tanggal Penerimaan :

(diisi oleh RAMP)

PROPOSAL AWAL
A. JUDUL USULAN INVENSI/INOVASI Teknologi Pembuatan Nano-Chitosan dari Limbah Kulit Udang sebagai Penghantar Obat dan Pengawet Alami ______________________________________________________________________ B. BIDANG INVENSI/INOVASI TEKNOLOGI (Beri tanda yang sesuai dan bisa lebih dari satu)

Water (Air): teknologi pengadaan air bersih untuk air minum, rumah tangga dan untuk kegiatan produktif. Energy (Energi): teknologi energi alternatif (terbarukan dan atau ramah lingkungan) yang terjangkau, efisien, dan berkelanjutan. Health (Kesehatan): teknologi pengobatan/pencegahan terhadap penyakit spesifik lokal, obat-obatan alternatif yang terjangkau terutama untuk penyakit yang lazim dijumpai di masyarakat tidak mampu. Agriculture (Pertanian): teknologi yang dapat diterapkan dalam bidang pertanian, perikanan, dan peternakan rakyat untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah. Biodiversity (Keanekaragaman Hayati): teknologi pengolahan yang memanfaatkan dan memberi nilai tambah keanekaragaman hayati Indonesia dengan tetap mempertahankan kelestariannya.

Halaman 3 dari 37

DAFTAR ISI
Halaman I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I. 1. I. 2. I. 3. I. 4. Gambaran Umum Perusahaan. Sejarah Umum Perusahaan. Visi Perusahaan. Misi Perusahaan. 15 15 15 15

II. PRODUK DAN LAYANAN


II. 1. II. 2. II. 3. II. 4. Deskripsi Produk. Proses Produksi. Kapasitas Produksi. Instalasi Sarana Penunjang. 16 18 23 23

III. ASPEK PEMASARAN


III. 1. III. 2. III. 3. III. 4. III. 5. III. 6. Gambaran Umum Pasar.. Analisis Pasar... Mitra Kerjasama. Strategi Pemasaran Perusahaan. SWOT Analysis... Produk Pesaing... 26 26 26 27 28 29

IV. ASPEK FINANSIAL


IV. 1. Asumsi.. .. 31 IV. 2. Total Kebutuhan Investasi .. 32 IV. 3. Perhitungan Biaya Pemeliharaan dan Penyusutan . 33 IV. 4. Kebutuhan Biaya Produksi . 34 IV. 5. Biaya Administrasi .. 35 IV. 6. Kebutuhan Proses Produksi ...36 IV. 7. Biaya Operasional ... 37 IV. 8. Perhitungan Harga Jual Produk . 38 IV. 9. Kebutuhan Investasi. . 39 IV. 10. Laporan Laba-Rugi . 40 IV. 11. Aliran Kas .. 41 IV. 12. Kelayakan Investasi ... 42 IV. 13. Analisis BEP.. ... 43

DAFTAR PUSTAKA..

44

Halaman 4 dari 37

I. RINGKASAN EKSEKUTIF
I. 1. Gambaran Umum Perusahaan Perusahaan I-Nano merupakan industri yang memanfaatkan limbah kulit udang menjadi chitosan nano partikel yang memiliki derajat deasetilasi tinggi, memiliki stabilitas pertikel nano yang tinggi, yaitu berukuran 40-200 nm, dengan harga yang terjangkau serta produksi berbasis zero waste. Perusahaan I-Nano memiliki beberapa target dalam memasarkan produk yaitu Industri Makanan Olahan khususnya daging olahan untuk

produksi ekspor, industri farmasi sebagai penghantar obat, antikanker, antitumor, dan antibakteri dan industri pertanian khususnya pertanian organik. Tahun Pertama, kapasitas produksi sebesar 60% dari total 900 kg, yaitu sebesar 540 kg nano chitosan. Dengan harga jual produk sebesar Rp 10.000.000/kg, maka pemasukan sebesar Rp 5.400.000.000, dikurangi pengeluaran sebesar Rp 4.139.399.150 dan pembayaran bunga Rp 536.411.151 Profit tahun pertama sebesar Rp 739.035.547 I. 2. Sejarah Berdirinya Usaha Usaha nano kitosan I-Nano dimulai sejak tanggal 11 Juli 2011, berawal dari ketertarikan kami terhadap enterpreneurship dan penelitian tentang nano kitosan yang kami lakukan sehingga kami lolos pada program sosial enterpreunership dan memulai pendirian perusahaan I-Nano. Pembelajaran nano kitosan yang kami lakukan telah mendatangkan sebuah ide dalam pembuatan nano kitosan yang lebih berkualitas namun memiliki proses yang lebih sederhana dan murah dalam biaya produksinya. Produk nano kitosan I-Nano ini memiliki peranan dalam pengawetan, antibakteri, dunia farmasi dan kesehatan. Perusahaan I-Nano memiliki dukungan dalam hal bahan baku yang berupa limbah udang dari PT Kelola Mina Laut sehingga efisien dalam produksinya. I. 3. Visi Perusahaan : Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan berbasis teknologi nano. I. 4. Misi Perusahaan : Meningkatkan nilai tambah produk pertanian Support health and clean environment through healthy food Membuat produk nano chitosan yang berkualitas tinggi dan dengan harga yang terjangkau Mengaplikasikan teknologi nano chitosan ke berbagai aspek dalam kehidupan

Halaman 5 dari 37

II. PRODUK DAN LAYANAN


II. 1. Deskripsi Produk

A. Dimensi Produk Kitosan adalah biopolimer nontoksik alami, diproses dari kitin pada Crustacea (kulit udang, kepiting, dll). Kitosan juga merupakan polimer alami yang bersifat biokompatibel dan biodegradable, merupakan turunan kitin dengan berat molekul 100 - 1000 kDa. Kitosan bersifat tidak larut air, tetapi larut dalam asam lemah seperti asam asetat. Kitosan tersebut diubah menjadi nano kitosan dengan proses gelasi ionik. Nano kitosan merupakan nanopartikel yang berukuran 50-200 nm.

Gambar Partikel i-Nano Chitosan

Gambar. Partikel nano chitosan ultrasonikasi

Gambar. Partikel nano chitosan homogenizer

Gambar. Ilustrasi Kemasan Produk

Halaman 6 dari 37

B. Nilai/Manfaat Produk Manfaat yang ditawarkan oleh produk dapat terbagi dalam beberapa bidang, yaitu: - Indutri farmasi : Anti kanker, anti virus, anti bakteri, meningkatkan daya imun, penyembuhan luka dan tulang, pengontrol kolesterol darah, kontak lensa, penghambat plak gigi, dll. - Industri makanan olahan : Pengawet, penstabil makanan, penstabil warna, bahan pengental, dll. - Pertanian : Pupuk, pelindung biji, buah, dll. - Kosmetik : Pelembab (moisturizer), krem wajah, tangan, dan badan dll. - Bioteknologi : Dapat immobilisasi enzim, penyembuh sel dll. C. Kegunaan/Fungsi Produk Nano kitosan merupakan produk yang biasa dibeli oleh pelaku usaha produksi lainnya. Umumnya pelaku usaha yang menggunakan adalah industri makanan, industri farmasi, pertanian, kosmetik, dan bioteknologi. Nano kitosan termasuk dalam produk bahan baku yang berasal dari limbah udang yang digunakan untuk proses lanjutan. Produk ini dalam pemakainnya lebih sedikit dibandingkan kitosan berukuran mikro sehingga lebih efisien penggunaannya. Hal ini lah yang menjadi kelebihan produk nano kitosan yang ditawarkan.

D. Manfaat dan Keunggulan: Manfaat inti (core benefit): chitosan sebagai polimer alami yang bersifat biokompatibel, biodegradable, antibakteri, antikanker, antitumor,serta keunggulan lainnya. Manfaat dasar (basic benefit): chitosan nano partikel mampu mengoptimalkan segala fungsi dan manfaat chitosan karena berukuran 50200 nm, sehingga lebih mudah mendegradasi enzim pembusuk pada bakteri Manfaat yang diharapkan (expected benefit): nano chitosan yang berkualitas dengan derajat deasetilasi tinggi dan stabil, serta harganya terjangkau. Manfaat di atas harapan (augmented benefit): dapat diaplikasikan ke berbagai aspek kehidupan, terutama yang rawan aktivitas bakteri, virus penyakit, serta penguasaan teknologi nano.

Halaman 7 dari 37

Manfaat potensial (potential benefit): nano chitosan yang berfungsi sebagai anti bakteri serta penghantar obat, dan dapat diaplikasikan dalam bidang optimalisasi pertanian .

Keunggulan i-Nano Chitosan Ukuran partikel dan karakteristik permukaan nanopartikel dapat dengan mudah dimanipulasi sesuai dengan target pengobatan, Nanopartikel dapat mengatur dan memperpanjang pelepasan obat selama proses transpor obat ke sasaran, Obat dapat dimasukkan ke dalam sistem nanopartikel tanpa reaksi kimia (pemanfaatan lebih luas).

Sistem nanopartikel dapat diterapkan untuk berbagai sasaran pengobatan, karena nanopartikel masuk ke dalam sistem peredaran darah dan dibawa oleh darah menuju target pengobatan (Mohanraj 2006). Kitosan nanopartikel ini memiliki sifat biocompatible, biodegradable, mudah diabsorpsi tubuh, mempunyai efek farmakologi sinergis, memiliki aktivitas antimikroba, antifungi, dan antiinflamasi. E. Kelemahan Teknologi Sebelumnya Kurang efisien karena kuantitas pemakaian Chitosan relatif banyak Bentuk Mikrokapsul memiliki keterbatasan dalam kemampuan penetrasi ke dalam jaringan tubuh Kurang efisien karena kuantitas pemakaian Chitosan relatif banyak Bentuk Mikrokapsul memiliki keterbatasan dalam kemampuan penetrasi ke dalam jaringan tubuh Teknologi pembuatan Chitosan dengan metode konvensional menghasilkan limbah kimia yang mencemari lingkungan berupa NaOH dan HCl

II. 2. Proses Produksi A. Tahapan pembuatan nano chitosan dengan metode gelasi ionik Penelitian utama meliputi tahapan pembuatan nanopartikel kitosan dengan gelasi ionik dan perlakuan pengecilan ukuran (sizing) dengan metode magnetic stirer, metode homogenizer ultrasonik dan metode high speed. Kitosan yang telah dilarutkan dalam asam asetat, yang memiliki bentuk gel lunak berantai panjang lurus diambil sebanyak 1,44 mg/ml. Kemudian dilakukan pemotongan ikatan gel lunak menggunkan 3 metode yaitu magnetic stirer, homogenizer ultrasonik dan

Halaman 8 dari 37

high speed selama 30 menit. Kemudian tambahkan emulsifier yang dapat memisahkan gel antara gel satu dengan gel lainnya. Emulsifier diberikan dengan cara dropt to dropt ke dalam kitosan yang telah mengalami pemotongan, dan diamkan selama 60 menit. Setelah itu, tambahkan 0,6 mg/ml tripoliphospat 0,4% yang dimana dapat bertujuan agar ukuran partikel yang dihasilkan tetap stabil. Kemudian diamkan selama 60 menit. B. Tahapan pengujian dan menganalisis karakteristik nano kitosan Sampai tahap ini kemudian dilakukan uji stabilitas ukuran partikel dengan PSA (Partikel Size Analizer) untuk mengetahui potensial Zeta, distribusi partikel, dan diameter nano kitosan. Selanjutnya nano kitosan yang paling stabil dilakukan pengeringan dengan spray dryer dan oven. Tahap terakhir menganalisis karakterisasi nanopartikel yang dihasilkan melalui SEM untuk mengetahui karakteristik dan morfologi nanopartikel kitosan serta keadaan missel yang memiliki stabilitas yang konstan. Kemudian setiap harinya dilakukan uji stabilitas nano kitosan dengan menggunakan mikroskop. Setelah itu, dilakukan uji FTIR untuk mengetahui DD (derajat deasetilasi) nano kitosan tersebut.

Gambar 1 Diagram Alir Proses

Halaman 9 dari 37

Kitosan harus memiliki mutu yang baik, dan pengukurannya dapat dilihat dari pengukuran parameter parameter seperti warna, kadar abu, kadar air, ukuran partikel, dan derajat deasetilasi. Tahap pertama, yang dilakukan dalam penilaian mutu nano kitosan adalah parameter warna. Penilaian warna berdasarkan perbedaan metode yang digunakan, yaitu dengan alat magnetic stirrer menghasilkan kitosan berwarna putih kelabu, sedangkan menggunakan alat ultrasonik dan homogenizer menghasilkan warna kuning, agak keruh. Berdasarkan hasil yang didapatkan, warna dari nano kitosan terbaik dan sesuai dengan spesifikasi kitosan niaga (Jin et al., 2008 dalam Kencana 2009) yaitu berwarna putih kelabu, dilakukan menggunakan alat magnetic stirrer. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan rendemen kitosan nanopartikel yang dihasilkan dari berbagai metode alat yang berbeda antara lain magnetic stirrer, ultrasonik dan homogenizer. Rendemen kitosan nanopartikel ditentukan berdasarkan persentase berat kitosan nanopartikel yang dihasilkan terhadap berat serbuk kitosan yang digunakan. Rendemen yang diperoleh untuk setiap perlakuan berkisar antara 41,42% - 85%. Grafik hasil rendemen kitosan nanopartikel dengan perbedaan perlakuan metode dapat dilihat pada Gambar 2.
90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Rendemen Kitosan Nanopartikel (%)

Perlakuan Metode

Gambar 2 . Grafik hasil rendemen kitosan nanopartikel dengan perbedaan perlakuan metode pengecilan ukuran Penggunaan alat ultrasonik atau mekanik dengan waktu sonikasi 60 menit dan amplitudo 30% menghasilkan rendemen kitosan nano sebesar 47,5%. Rendemen kitosan nano menggunakan alat homogenizer dengan waktu homogenisasi 60 menit kecepatan 3000 rpm yaitu sebesar 41,42%. Sedangkan rendemen kitosan nano yang dihasilkan menggunakan alat magnetic stirrer dengan waktu 60 menit dan 6000 rpm yaitu sebesar 85%. Pada Tabel 1 menunjukkan bahwa rendemen kitosan nanopartikel tertinggi terdapat pada kitosan nanopartikel dengan perlakuan metode pengecilan ukuran menggunakan alat magnetic stirer yaitu sebesar 85%. Sedangkan rendemen terendah ditunjukkan oleh

Halaman 10 dari 37

kitosan nanopartikel dengan perlakuan metode menggunakan alat homogenizer yaitu sebesar 41,42%. Rendemen yang rendah ini dapat disebabkan oleh proses metode yang digunakan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, rendemen nano kitosan yang tertinggi yaitu menggunakan magnetic stirrer. Hal ini disebabkan karena dengan alat magnetic stirrer memiliki kelebihan yaitu proses homogenisasi antara kitosan serbuk awal dengan bahan pada gelasi ionik, dapat dikendalikan secara merata dengan kecepatan yang tinggi, dibanding dengan menggunakan alat lainnya sehingga lebih efektif menghasilkan nanopartikel (Wahyono 2010). Proses pengeringan semprot (spray drying) juga mempengaruhi rendemen hasil nano kitosan yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena dengan pengeringan semprot terjadi kontak antara semprotan dengan udara panas, pengeringan semprotan, dan pemisahan antara produk kering (aliran serbuk bebas) dan udara (Yundhana 2008). Tahap berikutnya, dari hasil rendemen yang tertinggi dilakukan proses karakteristik fisik dari kitosan nanopartikel dengan metode gelasi ionik menggunakan ketiga alat tersebut. Parameter yang diamati pada penelitian utama meliputi ukuran partikel melalui analisis SEM (Scanning Electron Microscopy) dan FTIR (Fourier Transform InfraRed). Setelah dilakukan pengukuran diameter berdasarkan foto SEM diperoleh data yang ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Ukuran partikel hasil deteksi SEM Perlakuan Metode Magnetic Stirrer Ultrasonik Homogenizer BPPT (2010) H1 (nm) 25,9 1,2 1,2 H2 (nm) 28 1,3 1,3 H1(nm) 400 1222 1375 Penelitian H2(nm) 450 1600 2000

Nanopartikel adalah butiran atau partikel padat dengan kisaran ukuran 10-1000 nm (Mohanraj 2006). Nano partikel yang dihasilkan oleh magnetic stirrer rata-rata

berukuran sekitar 400 nm. Berdasarkan teori kinetik molekul gas menyatakan bahwa molekul gas sering bertumbukan satu dengan lainnya. Jadi, sangat masuk akal jika kita menganggap, bahwa reaksi kimia berlangsung sebagai akibat dari tumbukan antara molekul-molekul yang bereaksi. Dari segi teori tumbukan dari kinetika kimia, maka laju reaksi akan berbanding lurus dengan banyaknya tumbukan molekul per detik, atau berbanding lurus dengan frekuensi tumbukan molekul. Semakin cepat putaran, memperbesar intensitas molekul pelarut untuk bersentuhan dengan kitosan, sehingga

Halaman 11 dari 37

semakin besarnya intensitas kecepatan putaran pada magnetic stirrer partikel yang dihasilkan semakin kecil (Chang 2005). Pada alat ultrasonik, semakin tingginya persen amplitudo serta lama waktu ultrasonik, maka semakin kecil ukuran partikel dan seragam. Hasil dari ultrasonik dan homogenizer masih berukuran lebih dari 1000 nm dan partikel masih menempel satu sama lain. Hal ini dapat dipengaruhi oleh proses emulsi yang kurang stabil sehingga saat proses ultrasonik dan homogenizer partikel yang terpecah membentuk partikel yang lebih kecil dan bergabung kembali. Faktor pengeringan dengan menggunakan pengering semprot juga dapat mempengaruhi ukuran partikel karena suhu yang terlibat di dalamnya cukup tinggi (180 C). Selain itu, sifat tween 80 juga mudah larut dalam air, sehingga kemungkinan dalam proses difusi tween 80 juga larut sebagian dalam air sehingga proses penggumpalan kembali terjadi. Pada dasarnya partikel yang dihasilkan oleh ultrasonik dan homogenizer lebih kecil dibandingkan menggunakan magnetic stirrer. Partikel yang lebih kecil mempunyai luas permukaan yang lebih besar. Konsentrasi penstabil yang diberikan tidak dapat mempertahankan polimer yang sudah tersalut sehingga membutuhkan penstabil yang lebih kuat agar tidak bergabung atau menyatu kembali (Latifah 2008). Berbeda dengan sampel yang menggunkan alat magnetic stirrer, penyebaran energi cenderung merata, sehingga seluruh molekul terkena energi yang sama dan molekul larutan emulsi akan terpecah dengan ukuran yang sama serta distrinbusi ukuran partikelnya cenderung labih homogen. Hal inilah yang menyebabkan nanopartikel yang terkungkung di dalamnya juga akan dapat terpisah satu sama lain sehingga didapatkan nanosfer dengan ukuran terkecil. Selain itu, penggunaan tripolipospat dalam proses gelasi juga besar pengaruhnya, yaitu dapat menstabilkan missel (emulsi homogen dan sangat kecil) sehingga missel tersebut menjadi lebih stabil. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian BPPT yang dilakukan dengan uji PSA (Particle Size Analyzer) (Tabel 1), bahwa ultrasonik dan homogenizer memiliki kestabilan rendah. Sedangkan dengan magnetic stirrer menghasilkan kestabilan tetap, yang bisa dilihat dalam waktu/hari. Magnetic stirrer lebih stabil dalam waktu 24 jam, sementara pada ultrasonik dan homogenizer bisa berubah kestabilannya mencapai 25 kali lebih meningkat (BPPT 2010). Surfaktan yang digunakan untuk obat secara farmakologi harus nontoksik. Oleh karena itu dalam penelitian ini digunakan surfaktan dari golongan nonionik yang bersifat tidak toksik, yaitu Tween 80. Surfaktan merupakan molekul yang diadsopsi oleh permukaan partikel untuk mencegah terjadinya gumpalan (Mustika et al. 2006 dalam Latifah 2008). Pengaruh surfaktan dapat menurunkan tegangan permukaan antar lapisan larutan bahan dengan kitosan semakin baik dengan terbentuknya misel misel, artinya bahan akan menyaluti permukaan matriks kitosan atau berada pada inti matriks. Halaman 12 dari 37

Penggunaan tripolipospat dikarenakan sifatnya yang nontoksik. Menurut Mi et al., (1999), penambahan TPP bertujuan untuk membentuk silang ionik antara molekul kitosan sehingga dapat digunakan sebagai bahan penjerap. Penambahan jumlah TPP akan menurunkan jumlah nanopartikel kitosan. Hal ini dapat disebabkan peran TPP sebagai zat pengikat silang akan memperkuat matriks nanopartikel kitosan. Dengan semakin banyaknya ikatan silang yang terbentuk antara kitosan dan TPP maka kekuatan mekanik matriks kitosan akan meningkat sehingga partikel kitosan menjadi semakin kuat dan keras, serta semakin sulit untuk terpecah menjadi bagianbagian yang lebih kecil. Nilai kadar air pada nano kitosan yang memiliki ukuran partikel terkecil ( magnetic stirrer) yaitu sebesar 3,69 % dan kadar abu sebesar 0,13 %. Hal ini sesuai dengan spesifikasi kitosan niaga yaitu kadar air 10 % dan kadar abu 2 % (Jin Li et al., 2008 dalam Wulandari 2010). Hasil analisis uji FTIR nanokitosan menunjukkan derajat deasetilasi sebesar 83 %. Dari nilai tersebut dapat diketahui bahwa kitosan tersebut telah sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan oleh laboratorium Protan diacu dalam Suptijah et al. (1992) yaitu 70 %. Derajat deasetilasi yang tinggi menunjukkan kemurnian dari kitosan yang dihasilkan (Bastaman 1989 dalam Wahyono 2010). Derajat deasetilasi dari kitosan menentukan banyaknya gugus asetil yang telah hilang selama proses deasetilasi kitin menjadi kitosan. Semakin besar derajat deasetilasi, maka kitosan akan semakin aktif karena semakin banyak gugus amina menggantikan gugus asetil (Muzzarelli dan Peter 1997 dalam Kencana 2009).

II.3.

Kapasitas Produksi Rencana produksi (Kg) 2,838 3,784 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 Harga Pokok Produksi (Rp/100g) 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 Harga Produk (Rp/Kg) 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000

Tahun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

II.4.

Instalasi Sarana Penunjang


Instalasi sarana penunjang berkaitan dengan tata letak (lay-out) yang termasuk

dalam anggaran investasi. Pemasangan sarana penunjang ini meliputi listrik, air, telepon, internet, dan lain-lain. Halaman 13 dari 37

Jenis Biaya Abonemen listrik Air Listrik Gas Total Biaya Pemasangan Sarana Penunjang :

Jumlah Biaya 80,000 195,000 2,500,000 80,000 2,865,000

NO

Deskripsi Retribusi Telekomunikasi Abonemen Telepon Promosi Biaya Lain-lain TOTAL

Jumlah paket paket paket paket unit

Biaya/Bulan (Rp) 25,000 50,000 57,600 500,000 100,000 732,600

II.5.

Mesin dan Peralatan Nama Mesin/Peralatan Pipa PVC Tangki Stainless Evaporator Smart Power Blender Destilator Wadah Penampung Spray Dryer Sealer Kompor Regulator Tabung Gas Total Pembelian Mesin/Peralatan Jumlah Unit 3 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 Harga 100,000 2,500,000 5,000,000 3,000,000 5,000,000 250,000 2,500,000 275,000 300,000 70,000 300,000 Jumlah Harga 300,000 5,000,000 5,000,000 3,000,000 5,000,000 500,000 2,500,000 275,000 300,000 70,000 300,000 22,245,000

II.6.

Bahan Baku dan Bahan Pembantu Bahan Baku Jumlah/bulan Harga 2,000 30,000 30,000 47,000 20,000 37,500 1,500 Biaya/Bulan 480,000 28,800,000 43,200,000 20,304,000 960,000 900,000 7,095,000 94,644,000 Biaya Per Tahun 5,760,000 345,600,000 518,400,000 243,648,000 11,520,000 10,800,000 85,140,000 1,135,728,000

Limbah Kulit Udang 240 Kg HCl 960 Liter NaOH 1,440 Liter Larutan A 432 Liter Larutan B 48 Kg Larutan C 24 gr Kemasan 4,730 unit Total Pembelian Bahan Baku/bulan

Halaman 14 dari 37

Bahan Pembantu Abonemen Listrik Air Listrik Gas Total

Jumlah/bulan 1 1 1 1

Harga 80000 195000 2500000 80000

Biaya/Bulan 80,000 195,000 2,500,000 80,000 2,855,000

Biaya Per Tahun 960,000 2,340,000 30,000,000 960,000 34,260,000

II.7.

Biaya Umum Usaha/Pabrik Sebagai komponen biaya modal kerja yang terakhir, perlu juga diren-canakan

biaya-biaya penunjang (sarana dan prasarana), misalnya sebagai berikut: Biaya/Bulan NO Deskripsi Retribusi Telekomunikasi Abonemen Telepon Promosi Biaya Lain-lain TOTAL II.8 Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan Pengembangan produk (Research & Development) ini sangat penting, pengembangan produk yang ada signifikansi sama karena preferensi konsumen terus berubah. Tugas penelitian dan pengembangan produk adalah untuk datang dengan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan besok. Dalam setiap perusahaan yang dikelola dengan baik, penelitian dan pengembangan memiliki fungsi ketat komersial untuk lebih tujuan bisnis perusahaan dengan menciptakan produk yang lebih baik, untuk memperbaiki proses operasional dan memberikan nasihat ahli ke seluruh perusahaan dan kepada pelanggan. Selanjutnya produk nano kitosan akan dikembangkan lebih lanjut agar mendapatkan produk yang lebih berkualitas, namun tetap menjaga tingkat harga yang dapat memuaskan pasar. Bahan kemasan juga akan dikembangkan lebih jauh untuk mendapatkan kemasan yang lebih baik dan lebih efisien sebagai pengemas produk manisan. Jumlah paket paket paket paket unit (Rp) 25,000 50,000 57,600 500,000 100,000 732,600 Biaya/Tahun (Rp) 300,000 600,000 691,200 6,000,000 1,200,000 8,791,200

Halaman 15 dari 37

III.
III.1 Gambaran Umum Pasar

ASPEK PEMASARAN

Segmentasi : Konsumen Industri Makanan Olahan, Industri Farmasi dan Pertanian. Target Pasar : Industri daging ikan segar dan olahan khrususnya untuk

produksi ekspor, industri farmasi sebagai antibakteri dan penghantar obat, antibakteri dan antitumor. Serta di pertanian sebagai bahan resistan untuk bibit / benih. Positioning : Partikel nano chitosan yang berukuran 40-200 nm dan memiliki

tingkat kestabilan tinggi dengan harga yang murah. III. 2 Analisis Pasar

Jumlah bahan baku Limbah Kulit Udang 10kg/hari, 300kg/bulan dan 3600kg/tahun HCl yang diperlukan dalam proses 40liter/hari, 1200liter/bulan dan

14400liter/bulan. NaOH yang diperlukan 60liter/hari, 1800liter/bulan dan 21600liter/tahun III. 3 Mitra Kerjasama

PT.Kelola Mina Laut, Kawasan Industri Gresik, sebagai penyuplai bahan baku Industri Ikan dan Daging olahan, sebagai alternative pengganti balok es, dan pengawet berbahaya seperti formalin, chlorine, dan sebagainya. Industri Farmasi sebagai bahan penghantar obat untuk penyakit tertentu. Dan sebagai antibakteri, antitumor, antikanker, dan sebagainya. Industri Pupuk dan Benih tanaman pertanian sebagai pencetak bibit unggul tahan penyatkit tanaman

Halaman 16 dari 37

III. 4. Strategi Pemasaran Perusahaan


i. Product Partikel nano chitosan yang berukuran 40-200 nm dan memiliki tingkat kestabilan tinggi dengan harga yang murah, nano partikel ini diproses dengan teknologi yang sederhana namun efektif,sehingga berbiaya relatif rendah. Pembuatan nano kitosan ini memakai proses berbasis Zero Waste sehingga tidak menghasilkan limbah dan tidak mencemari liingkungan. ii. Price Strategi mengenai bagaimana produk kita lebih menarik konsumen dari segi harga dibandingkan pesaing. Umumnya produk berbasis nano partikel memiliki harga yang tergolong tinggi, menurut segi harga kita dapat membedakan dengan kualitas yang tinggi, namun Harga produk i-Nano Chitosan Rp 10.000.000/kg. iii. Promotion Strategi mengenai bagaimana produk kita dapat dikenal oleh konsumen melalui beberapa cara yaitu, Sales Promotion dengan promosi melalui acara / pameran yang digelar di tempat keramaian dimana konsumen produk berada dan juga dilakukan penjualan ditempat. Personal Selling yaitu promosi melalui penawaran langsung ke konsumen produk yang berupa industri makanan, industri farmasi, dan pertanian. Kemudian menjalin Public Relation, promosi ini cenderung untuk membuat image perusahaan baik dimata konsumen bukan mempromosikan produk secara langsung. Umumnya dilakukan oleh perusahaan besar. iv. Placement Merupakan cara untuk mendistribusikan produk kita untuk sampai ke tangan konsumen terutama khususnya industri makanan olahan sebagai pengawet alami pengganti balok es dan pengawet berbahaya seperti formalin, chlorine dan sebagainya. Industri farmasi, sebagai bahan harganya terjangkau.

penghantar obat dan industri pupuk dan benih tanaman pertanian sebagai pencetak bibit unggul yang tahan terhadap penyakit tanaman.

Halaman 17 dari 37

III. 5. SWOT analysis A. Strength Ketersediaan bahan baku dan teknologi yang sederhana namun efektif, serta berbiaya rendah. Produk nano chitosan yang dihasilkan juga memiliki derajat deasetilasi tinggi, memiliki stabilitas ukuran yang tinggi, serta harganya bersaing. B. Weakness Teknologi nano belum terlalu dikenal masyarakat, Indonesia khususnya serta membutuhkan sumber daya manusia yang terlatih. C. Opportunity Pasar Nano Chitosan sangat luas, dapat diaplikasikan di berbagai industri. Konsumennya yaitu industri pengolahan makanan skala ekspor, industri farmasi, dan pertanian sebagai pencetak bibit unggul yang resisten terhadap penyakit, serta meningkatkan hasil panen. D. Threat Pesaing dalam industri chitosan cukup banyak, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun produsen nano chitosan belum banyak, tapi umumnya adalah perusahaan berskala besar.

Halaman 18 dari 37

Pasar Potensial untuk produk Kitin, Chitosan dan turunannya.


Industri Pasar Jepang 6 (10 US$/tahun) 21 2000 3 2.024 Pasar Dunia*) 6 (10 US$/tahun) 2,3 110 90 1250 45 140 1.915

Pertanian Pupuk hayati Makanan dan minuman Kosmetika Farmasi dan Biomedika Bioteknologi Tekstil Pengolahan limbah dan air minum Total

(sumber : E. Khor,2001)
Perkiraan Produksi Dunia dan Harga di Pasaran dari Produk Turunan Kitin dan Kitosan (Mustaparta 2006)
Produk Glukosamin Chitosan Oligosakarida N-Asetil glukosamin Produksi per th (ton) 4500 3000 500 100 Kebutuhan kitin (ton) 9000 4000 1000 200 Harga (USD/kg) 7-35 10-100 50-100
a

b c

20-140

a Produk dengan kualitas sangat murni dapat mencapai harga lebih dari 50.000 USD/ kg. b Produk dengan kualitas sangat murni dan dapat dikarakterusasi dengan baik, dapat mencapai harga lebih dari 10.000 USD/ kg. c Produk dengan proses kimia : 20 USD/kg, dengan enzimatis : 100-140 USD/ kg.

Halaman 19 dari 37

III. 6. Produk Pesaing

Halaman 20 dari 37

IV. ANALISIS FINANSIAL

Asumsi No 1 2 3 4 7 8 9 10 11 12 Umur proyek Hari kerja per bulan Bulan kerja per tahun Jumlah hari kerja per tahun Nilai sisa mesin dan peralatan dari nilai awal Umur ekonomis peralatan kantor Umur ekonomis mesin dan peralatan Biaya pemeliharaan mesin dan peralatan dari harga Kapasitas produksi : I-Nano Chitosan Target kapasitas produksi : a. Tahun 1 b. Tahun 3 c. Tahun 3 dan seterusnya 13 Kebutuhan dan harga bahan baku a. Limbah Kulit Udang (10kg/hari) b. HCl c. NaOH d. Larutan A e. Larutan B f. Larutan C g. Kemasan Alumunium foil 14 15 16 17 18 19 Harga jual I-Nano Chitosan Discount factor Kontingensi Jumlah kemasan yang dibutuhkan per hari Harga kemasan Pajak rupiah/kg % % Unit rupiah/unit % 10000000 18 10 900 1000 20 rupiah/kg rupiah/liter rupiah/liter rupiah/liter rupiah/20ml rupiah/kg rupiah/unit 2000 30000 30000 47000 20000 37500 4730 % % % 60 80 100 kg/hari 1.64 Variabel Asumsi Satuan Tahun Hari Bulan Hari % Tahun Tahun % Nilai 10 24 12 288 10 10 10 0.5

Total Kebutuhan Investasi

Halaman 21 dari 37

Harga/Unit Deskripsi A. Peralatan Produksi Pipa PVC Tangki Stainless Evaporator Smart Power Blender Destilator Wadah Penampung Spray Dryer Sealer Kompor Regulator Tabung Gas Sub Total B. Biaya Pengujian Uji PSA Uji SEM Uji FTIR Uji TPC Sub Total TOTAL Kontingensi 10% Total Investasi 1 1 1 1 paket paket paket paket 400000 400000 200000 100000 3 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit 100,000 2,500,000 5,000,000 3,000,000 5,000,000 250,000 2,500,000 275,000 300,000 70,000 300,000 Jumlah Satuan (Rp)

Total (Rp)

300,000 5,000,000 5,000,000 3,000,000 5,000,000 500,000 2,500,000 275,000 300,000 70,000 300,000 22,245,000

400,000 400,000 200,000 100,000 1,100,000 23,345,000 2,334,500 25,679,500

Halaman 22 dari 37

Perhitungan Biaya Penyusutan, dan Pemeliharaan


Harga Awal Deskripsi A. Peralatan Produksi Pipa Stainless Tangki Stainless Evaporator Smart Power Blender Destilator Wadah Penampung Spray Dryer Sealer Kompor Regulator Tabung Gas Sub Total B. Biaya Pengujian Uji PSA Uji SEM Uji FTIR Uji TPC Sub Total TOTAL 400,000 400,000 200,000 100,000 1,100,000 23,345,000 0 2,224,500 2,002,050 444,900 300,000 5,000,000 5,000,000 3,000,000 5,000,000 500,000 2,500,000 275,000 300,000 70,000 300,000 22,245,000 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10 30,000 500,000 500,000 300,000 500,000 50,000 250,000 27,500 30,000 7,000 30,000 2,224,500 27,000 450,000 450,000 270,000 450,000 45,000 225,000 24,750 27,000 6,300 27,000 2,002,050 6,000 100,000 100,000 60,000 100,000 10,000 50,000 5,500 6,000 1,400 6,000 444,900 (Rp) Umur Ekonomi (Tahun) Nilai Sisa (Rp) Biaya Penyusutan (Rp) Biaya Pemeliharaan (Rp)

Halaman 23 dari 37

Kebutuhan Biaya Produksi

A. Bahan Utama Satuan Limbah Kulit Udang HCl NaOH Larutan A Larutan B Larutan C Kemasan botol Sub Total B. Bahan Pembantu dan Utilitas Abonemen Listrik Air Listrik Gas Sub Total TOTAL bulan bulan bulan unit 80,000 195,000 2,500,000 80,000 1 1 1 1 kg liter liter liter kg gr unit (Rp) 2,000 30,000 30,000 47,000 20,000 37,500 1,500 (kg/bulan) 240 960 1,440 432 48 24 4,730 (Rp) 480,000 28,800,000 43,200,000 20,304,000 960,000 900,000 7,095,000 (Rp) 5,760,000 345,600,000 518,400,000 243,648,000 11,520,000 10,800,000 85,140,000

94,644,000 1,135,728,000

80,000 195,000 2,500,000 80,000 2,855,000

960,000 2,340,000 30,000,000 960,000 34,260,000

97,499,000 1,169,988,000

C. Biaya Administrasi

Biaya/Bulan NO Deskripsi Retribusi Telekomunikasi Abonemen Telepon Promosi Biaya Lain-lain TOTAL Jumlah paket paket paket paket unit (Rp) 25,000 50,000 57,600 500,000 100,000 732,600

Biaya/Tahun (Rp) 300,000 600,000 691,200 6,000,000 1,200,000 8,791,200

Halaman 24 dari 37

D Kebutuhan Produksi Proses

bahan baku (kg) 10 300 3600 produksi 2 1.64 39.36 472.32 4730

kemasan 100gr

waktu per hari per bulan per tahun kg/hari kg/hari kg/bulan kg/tahun bulan

Halaman 25 dari 37

Tahun ke- (Rp) Deskripsi A. Biaya Tetap Biaya Penyusutan Biaya Pemeliharaan Biaya Administrasi Sub Total 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 1 2 3 4 5 6 7

Tahun ke- (Rp) 8 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 9 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150 10 2,002,050 444,900 8,791,200 11,238,150

Tahun ke- (Rp) Deskripsi B. Biaya Variabel Biaya Bahan Mentah Biaya Pembantu dan Utilitas Sub Total TOTAL 1 2 3 4 5 6 7

Tahun ke- (Rp) 8 9 10

681,436,800 20,556,000 701,992,800 713,230,950

908,582,400 27,408,000 935,990,400 947,228,550

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

1,135,728,000 34,260,000 1,169,988,000 1,181,226,150

Halaman 26 dari 37

Perhitungan Harga Jual Produk Tahun ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 Tahun ke1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Biaya Tetap (Rp) 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 11,238,150 Harga jual per Kg (Rp) 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 2,000,000 Keuntungan (%) 87.43427 87.43425 87.43425 87.43425 87.43425 87.43425 87.43425 87.43425 87.43425 87.43425 Harga Pokok = Biaya tetap + Biaya Variabel Kapasitas Produksi Biaya Variabel (Rp) 701,992,800 935,990,400 1,169,988,000 1,169,988,000 1,169,988,000 1,169,988,000 1,169,988,000 1,169,988,000 1,169,988,000 1,169,988,000 Kapasitas Produksi % Kapasitas Produksi (100gram) 60 80 100 100 100 100 100 100 100 100 2,838 3,784 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 4,730 Harga Pokok Produk (Rp/100gr) 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315 251,315

Halaman 27 dari 37

Kebutuhan Investasi Kebutuhan Modal Kerja Kebutuhan Modal Tetap Total Kebutuhan 118,871,825 (modal kerja untuk 2 bulan pertama) 25,679,500 (investasi+kontingensi 10%) 144,551,325

Perhitungan Rencana Pembayaran Kredit Investasi Tetap Tahun ke0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Jumlah Kredit (Rp) 25,679,500 x 25,679,500 23,111,550 20,543,600 17,975,650 15,407,700 12,839,750 10,271,800 7,703,850 5,135,900 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 2,567,950 Angsuran Pokok (Rp) x 4,622,310 4,160,079 3,697,848 3,235,617 2,773,386 2,311,155 1,848,924 1,386,693 924,462 462,231 Bunga (Rp) x 7,190,260 6,728,029 6,265,798 5,803,567 5,341,336 4,879,105 4,416,874 3,954,643 3,492,412 3,030,181 Pembayaran (Rp) Sisa Kredit (Rp) 25,679,500 23,111,550 20,543,600 17,975,650 15,407,700 12,839,750 10,271,800 7,703,850 5,135,900 2,567,950 0

Halaman 28 dari 37

Perhitungan Rencana Pembayaran Kredit Modal Kerja Tahun keJumlah Kredit (Rp) 0 1 2 3 118,871,825 x 118,871,825 79,247,883 39,623,942 39,623,942 39,623,942 39,623,942 Angsuran Pokok (Rp) x 21,396,929 14,264,619 7,132,310 Bunga (Rp) x 61,020,870 53,888,561 46,756,251 Pembayaran (Rp) Sisa Kredit (Rp) 118,871,825 79,247,883 39,623,942 0

Tahun ke- (Rp) Deskripsi A. Penerimaan Tingkat Produksi Jumlah Produksi (Kg) Harga Produk Penjualan Produk (Rp) Penjualan Produk (Rp) B. Pengeluaran Biaya Tetap (Rp) Biaya Variabel (Rp) Sub Total (Rp) D. Laba Sebelum Pajak E. Pajak Penghasilan F. Laba Setelah Pajak 1 2 3 4 5 6 7

Tahun ke- (Rp) 8 9 10

60% 2,838 2,000,000 5,676,000,000 5,676,000,000

80% 3,784 2,000,000 7,568,000,000 7,568,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

100% 4,730 2,000,000 9,460,000,000 9,460,000,000

11,238,150 701,992,800 713,230,950 4,962,769,050 9,925,538 4,952,843,512

11,238,150 935,990,400 947,228,550 6,620,771,450 13,241,543 6,607,529,907

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

11,238,150 1,169,988,000 1,181,226,150 8,278,773,850 16,557,548 8,262,216,302

Halaman 29 dari 37

Tahun Deskripsi
A. Kas Masuk

Tahun 3 4 5 6 7 8 9

10 8,262,216,302 2,002,050 2,224,500

Laba Bersih Penyusutan Nilai Sisa Modal Pinjaman Sub Total


B. Kas Keluar

4,952,843,512 2,002,050

6,607,529,907 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

8,262,216,302 2,002,050

144,551,325 144,551,325 4,954,845,562 6,609,531,957 8,264,218,352 8,264,218,352 8,264,218,352 8,264,218,352 8,264,218,352 8,264,218,352 8,264,218,352

8,266,442,852

Modal Kerja Modal Tetap Angsuran Modal Tetap Angsuran Modal Kerja Sub Total
C. Aliran Kas Bersih D. Arus Kas Awal Tahun E. Arus Kas Akhir Tahun

118,871,825 25,679,500 7,190,260 61,020,870 144,551,325 0 68,211,130 4,886,634,432 0 4,886,634,432 6,728,029 53,888,561 60,616,590 6,548,915,367 4,886,634,432 11,435,549,799 6,265,798 46,756,251 53,022,049 8,211,196,303 11,435,549,799 19,646,746,102 5,803,567 8,258,414,785 19,646,746,102 27,905,160,888 5,341,336 8,258,877,016 27,905,160,888 36,164,037,904 4,879,105 8,259,339,247 36,164,037,904 44,423,377,151 4,416,874 8,259,801,478 44,423,377,151 52,683,178,630 3,954,643 8,260,263,709 52,683,178,630 60,943,442,339 3,492,412 8,260,725,940 60,943,442,339 69,204,168,279 5,803,567 5,341,336 4,879,105 4,416,874 3,954,643 3,492,412

3,030,181

3,030,181 8,263,412,671 69,204,168,279 77,467,580,950

Halaman 30 dari 37

Kriteria Kelayakan Investasi Bt-Ct Akumulasi DF 18% 1 0.8475 0.7182 0.6086 0.5158 0.4371 0.3704 0.3139 0.2660 0.2255 0.1369 TOTAL Kriteria NPV (Rp) PBP (Tahun) Net B/C Nilai 32,410,921,677 1.6387 1 tahun 7 bulan 225.217396 PV (Rp) -144,551,325 4,141,215,620 4,703,329,049 4,997,587,572 4,259,598,473 3,610,031,260 3,059,519,750 2,592,958,453 2,197,545,389 1,862,430,814 1,131,256,624 32,410,921,677 Tahun Ke- (Rp) (Rp) 0 -144,551,325 -144,551,325 1 4,886,634,432 4,742,083,107 2 6,548,915,367 11,290,998,474 3 8,211,196,303 19,502,194,777 4 8,258,414,785 27,760,609,563 5 8,258,877,016 36,019,486,579 6 8,259,339,247 44,278,825,826 7 8,259,801,478 52,538,627,305 8 8,260,263,709 60,798,891,014 9 8,260,725,940 69,059,616,954 10 8,263,412,671 77,323,029,625

Halaman 31 dari 37

Analisis BEP
Tahun Ke- (Rp) Deskripsi Biaya Tetap (Rp) Biaya Variabel (Rp) Harga jual Per Kg (Rp) Tingkat Produksi Kg Total Penerimaan Pembayaran Angsuran Modal Tetap (Rp) Pembayaran Angsuran Modal Kerja (Rp) Titik Impas Volume Penjualan per Tahun Biaya Variabel per Unit Margin Kontribusi Ratio Margin Kontribusi BEP Hasil Penjualan 1 11,238,150 701,992,800 2,000,000 2,838 5,676,000,000 7,190,260 61,020,870 2 11,238,150 935,990,400 2,000,000 3,784 7,568,000,000 6,728,029 53,888,561 60% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 80% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 100% 247,355 1,752,645 0.876322622 6.4121 12,824,215 3 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 6,265,798 46,756,251 4 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 5,803,567 5 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 5,341,336 6 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 4,879,105 7 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 4,416,874 Tahun Ke- (Rp) 8 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 3,954,643 9 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 3,492,412 10 11,238,150 1,169,988,000 2,000,000 4,730 9,460,000,000 3,030,181

Halaman 32 dari 37

Kas Masuk
9,000,000,000 8,000,000,000 7,000,000,000 6,000,000,000 5,000,000,000 4,000,000,000 3,000,000,000 2,000,000,000 1,000,000,000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 80,000,000 70,000,000 60,000,000 50,000,000 40,000,000 Kas Masuk 30,000,000 20,000,000 10,000,000 0

Kas Keluar

Kas Keluar

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

9,000,000,000 8,000,000,000 7,000,000,000 6,000,000,000 5,000,000,000 4,000,000,000 3,000,000,000 2,000,000,000 1,000,000,000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kas Masuk Kas Keluar 90,000,000,000 80,000,000,000 70,000,000,000 60,000,000,000 50,000,000,000

Akumulasi Arus Kas

40,000,000,000
30,000,000,000 20,000,000,000 10,000,000,000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Akumulasi Arus Kas

Halaman 33 dari 37

V. DAFTAR PUSTAKA Berger J. et al. 2004. Structure and interactions in covalently and ionically crosslinked chitosan hydrogels for biomedical applications. Eur J of Pharmaceutics and Biopharmaceutics 57: 19-34. Dhanikula AB, Pachagnula R. 2004. Development and characterization of biodegradable chitosan films for local delivery of paclitaxel. www.aapsj.org [10 Oktober 2010]. Kim Dong-Gon et al. 2006. Preparation and characterization of retinolencapsulated chitosan nanoparticle. Applied Chemistry, Vol 10, No.1, 65-68. Mardliyati E. 2010. Pengenalan Pemanfaatan Nanopartikel Kitosan sebagai Matriks Enkapsulasi. Jakarta: Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi. Mohanraj UJ and Y chen. 2006. Nanoparticles - A Review. Tropical Journal of Pharmaceutical Research 5(1): 561-573. Shu XZ and Zhu KJ. 2002. Controlled Drug Release Properties of Ionically Cross-Linked Chitosan beads: The Influence of Anion Structure. International Journal of Pharmaceutics 233: 217-225. Silva Catarina M. et al. 2006. Microencapsulation of Hemoglobin in Chitosan-coated Alginate Microspheres Prepared by Emulsification/Internal Gelation The AAPS Journal 17(4) Article 88. Sugita. 1992. Isolasi kitin dan komposisi senyawa kimia limbah udang windu ( Penaeus monodon) [tesis]. Bandung: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Sutriyo, Joshita D, Indah R. 2005. Perbandingan pelepasan propanol hidroklorida dari matriks kitosan, etil selulosa, dan hidroksipropil metal selulosa. Majalah Ilmu Kefarmasian 2: 145-153. Wahyono D. 2010. Ciri nanopartikel kitosan dan pengaruhnya pada ukuran partikel dan efisiensi penyaluran ketoprofen [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Widjhati R. 2010. Aplikasi Nanoteknologi pada Industri Farmasi. Jakarta: Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Wikimedia. 2010. Kitosan. http://www.commons.wikimedia.com [20 Oktober 2010].

Xu Yongmei and Du Yumin. 2003. Effect of moleculer structure of chitosan on protein delivery properties of chitosan nanoparticles. International Journal of Pharmaceutics 250: 215-226.

Halaman 34 dari 37

Pernyataan: Dengan menandatangani proposal untuk dapat berpartisipasi dalam Intensive-Student Technopreneurship Program 2011, maka kami menyatakan bahwa invensi/inovasi yang kami ajukan benar-benar merupakan hasil penelitian dan/atau pengembangan kami sendiri dan bukan merupakan invensi/inovasi orang lain atau hasil penjiplakan dari invensi/inovasi orang lain. Kami juga menyatakan bahwa semua informasi yang diberikan pada proposal ini adalah benar sejauh pengetahuan kami. Jika ternyata informasi yang saya berikan tidak benar dan secara sengaja bermaksud mengelabui untuk memperbesar peluang kami terpilih dalam i-STEP 2011, maka kami akan mentaati segala keputusan yang akan diambil RAMP IPB menyangkut keberlanjutan dukungan pendanaan dan mentoring program RAMP IPB, demikian juga yang berhubungan dengan aset yang timbul dari program ini dan apabila ada konsekuensi hukum akibat adanya tuntutan dari pihak lain yang merasa dijiplak, maka akan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya.

Tempat : Bogor Tanggal: 23 Juli 2011

Mochammad Iqbal Ardi Wibowo

Muhammad Gufron

Rama Andhita Setiawan

Halaman 35 dari 37

LEMBAR PERNYATAAN

Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : Mochammad Iqbal Ardi Wibowo Alamat : Balimatraman RT 03/02 No. 30, Manggarai Selatan, Tebet, DKI Jakarta 2. Nama : Muhammad Gufron Alamat : Jl. M1 no.42, Kebon baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 3. Nama : Rama Andhita Setiawan Alamat : Jl. Kenari No.2, Parakan Canggah, Banjarnegara, Jawa Tengah
dengan ini menyatakan bahwa kami adalah inventor dari invensi/inovasi yang berjudul:

Teknologi Pembuatan Nano-Chitosan dari Limbah Kulit Udang sebagai Penghantar Obat dan Pengawet Alami yang kami ajukan untuk dapat mengikuti Intensive-Student Technopreneurship Program 2011 dan menyatakan bahwa invensi/inovasi tersebut benar-benar merupakan hasil penelitian dan/atau pengembangan kami sendiri dan bukan merupakan invensi/inovasi orang lain atau hasil penjiplakan dari invensi/inovasi orang lain. Apabila ada konsekuensi hukum akibat adanya tuntutan dari pihak lain yang merasa dijiplak, maka akan menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya.

Bogor, 23 Juli 2011

Mochammad Iqbal Ardi Wibowo

Muhammad Gufron

Rama Andhita Setiawan

Halaman 36 dari 37

SURAT REFERENSI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama Pekerjaan/jabatan Institusi Alamat : Dra. Pipih Suptijah, MBA : Dosen Teknologi Hasil Perairan : Institut Pertanian Bogor : Jl. Sindang Barang KM 5 Kavling No.2, RT 01/01, Bogor

mengajukan dan memberikan dukungan kepada: Nama : Mochammad Iqbal Ardi Wibowo Alamat : Balimatraman RT 03/02 No. 30, Manggarai Selatan, Tebet, DKI Jakarta

untuk mengikuti Intensive-Student Technopreneurship Program 2011 RAMP Indonesia dengan judul proposal: Teknologi Pembuatan Nano-Chitosan dari Limbah Kulit Udang sebagai Penghantar Obat dan Pengawet Alami

Bogor, 23 Juli 2011

Dra. Pipih Suptijah, MBA 19531020 198503 2 001

Halaman 37 dari 37

Anda mungkin juga menyukai