Anda di halaman 1dari 16

Makalah Bakteriologi Patogenesis BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Bakteri merupakan salah satu makhluk hidup yang jumlahnya banyak disekitar kita. Bakteri pun berada di mana-mana. Di tempat yang paling dekat dengan kita pun juga terdapat bakteri !nt!hnya saja tas" buku" pakaian" dan banyak hal lainnya. #aka dari itu bakteri merupakan penyebab penyakit yang ukup sering terjadi. $arena banyaknya manusia yang mengabaikan penyakit tersebut karena terkadang gejala a%al yang diberikan ada gelaja a%al yang biasa saja. #aka dari itu alangkah baiknya jika kita masyarakat dapat mengetahui bagaimana ara bakteri itu mengin&eksi dan gejala-gejala apa yang akan dberikannya. Banyaknya manusia yang mulai tidak begitu peduli dengan gejala a%al terjangkitnya bakteri salah satunya adalah pada saluran pen ernaan. 'aluran pen ernaan adalah saluran yang sangat berperan dalam tubuh. (ika saluran pen ernaan terganggu akan ukup mengganggu akti)itas tubuh saat itu. *api banyak masyarakat yang tidak peduli dengan penyakit yang ditimbulkan. #isalnya saja penyakit yang dapat ditimbulkan !leh bakteri ada diare" gejala a%alnya ada k!ndisi perut yang tidak enak gejala a%alnya ukup biasa tetapi jika terlalu didiamkan akan membuat k!ndisi itu menjadi akut dan &atal. #aka dari itu" bakteri merupakan penyebab penyakit yang ukup banyak pada saat ini. Pada dasarnya dari seluruh mikr!!rganisme yang ada di alam" hanya sebagian ke il saja yang merupakan pat!gen. Pat!gen adalah !rganism atau mikr!!rganisme yang menyebabkan penyakit pada !rganism lain. $emampuan path!gen untuk menyebabkan penyakit disebut dengan pat!genisitas. Dan pat!genesis disini adalah mekanisme in&eksi dan mekanisme perkembangan penyakit. In&eksi adalah in)asi inang !leh mikr!ba yang memperbanyak dan beras!siasi dengan jaringan inang. In&eksi berbeda dengan penyakit. 'ebagaimana kita ketahui sebelumnya mikr!!rganisme adalah !rganisme hidup yang berukuran mikr!sk!pis sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. #ikr!!rganisme dapat ditemukan disemua tempat yang memungkinkan terjadinya kehidupan" disegala lingkungan hidup manusia. #ereka ada di dalam tanah" di lingkungan akuatik" dan atm!s&er + udara , serta makanan" dan karena beberapa hal mikr!!rganisme tersebut dapat masuk se ara alami ke dalam tubuh manusia" tinggal menetap dalam tubuh manusia atau hanya bertempat tinggal sementara. #ikr!!rganisme ini dapat menguntungkan inangnya tetapi dalam k!ndisi tertentu dapat juga menimbulkan penyakit. B. Rumusan Masalah -. Apa De&inisi Pat!genesis Bakteri Pat!gen.

/. Bagaimana Pr!ses Bakteri Dalam #enimbulkan Penyakit . 0. Apa 'aja 1!nt!h 2 !nt!h Pat!genesis Dari Beberapa bakteri . C. Tujuan Penulisan

*ujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui3 -. De&inisi Pat!genesis Pada Bakteri /. Pr!ses Bakteri #enimbulkan Penyakit 0. 1!nt!h 2 !nt!h Pat!genesis Dari Beberapa bakteri BAB II PE#BAHA'AN A. Definisi Patogenesis

Pat!gen adalah materi atau !rganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada inang misalnya bakteri. Bakteri dapat merusak sistem pertahanan inang dimulai dari permukaan kulit" saluran pen ernaan" saluran respirasi" saluran ur!genitalia. 'edangkan Pat!genesis sendiri adalah mekanisme in&eksi dan mekanisme perkembangan penyakit. In&eksi merupakan in)asi inang !leh mikr!ba yang memperbanyak dan beras!siasi dengan jaringan inang. In&eksi berbeda dengan penyakit. $apasitas bakteri menyebabkan penyakit tergantung pada pat!genitasnya. Dengan kriteria ini" bakteri dikel!mp!kan menjadi 0" yaitu agen penyebab penyakit" pat!gen !p!rtunistik" n!npat!gen. Agen penyebab penyakit adalah bakteri pat!gen yang menyebabkan suatu penyakit +Salmonella spp.,. Pat!gen !p!rtunistik adalah bakteri yang berkemampuan sebagai pat!gen ketika mekanisme pertahanan inang diperlemah + !nt!h E. !li mengin&eksi saluran urin ketika sistem pertahanan inang dik!mpr!mikan +diperlemah,. N!npat!gen adalah bakteri yang tidak pernah menjadi pat!gen. Namun bakteri n!npat!gen dapat menjadi pat!gen karena kemampuan adaptasi terhadap e&ek mematikan terapi m!dern seperti kem!terapi" imun!terapi" dan mekanisme resistensi. Bakteri tanah 'erratia mar es ens yang semula n!npat!gen" berubah menjadi pat!gen yang menyebabkan pneum!nia" in&eksi saluran urin" dan bakteremia pada inang terk!mpr!mi. 4irulensi adalah ukuran pat!genitas !rganisme. *ingkat )irulensi berbanding lurus dengan kemampuan !rganisme menyebabkan penyakit. *ingkat )irulensi dipengaruhi !leh jumlah bakteri" jalur masuk ke tubuh inang" mekanisme pertahanan inang" dan &akt!r )irulensi bakteri. 'e ara eksperimental )irulensi diukur dengan menentukan jumlah bakteri yang menyebabkan kematian" sakit" atau lesi dalam %aktu yang ditentukan setelah intr!duksi. #ikr!ba pat!gen diketahui memasuki inang melalui !rgan-!rgan tubuh antara lain 3

-. 'aluran pernapasan" melalui hidung dan mulut yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan seperti salesma" pneum!nia" tuber ul!sis. /. 'aluran pen ernaan melalui mulut yang dapat menyebabkan penyakit ti&us" para ti&us" disesntri" dll. 0. $ulit dan selaput lendir. Adanya luka mesekipun ke il dapat memungkinkan mikr!ba seperti staphyli ! us yang menyebabkan bisul. 5. 'aluran ur!genital 6. Darah B. Proses Bakteri Dalam Menimbulkan Penyakit alan Masuk Mikroorganisme !e Tubuh "nang #ikr!!rganisme pat!gen dapat memasuki tubuh inang melalui berbagai ma am jalan" misalnya melalui membran muk!sa" kulit ataupun rute parental. Banyak bakteri dan )irus memiliki akses memasuki tubuh inang melalui membran muk!sa saluran pernapasan" gastr!intestinal" saluran genit!urinari" k!njungti)a" serta membran penting yang menutupi b!la mata dan kel!pak mata.

'aluran pernapasan

'aluran pernapasan merupakan jalan termudah bagi mikr!!rganisme in&eksius. #ikr!!rganisme terhirup melalui hidung atau mulut dalam bentuk partikel debu. Penyakit yang mun ul umumnya adalah pneum!nia" ampak" tuber ul!sis" dan a ar air.

'aluran pen ernaan

#ikr!!rganisme dapat memasuki saluran pen ernaan melalui bahan makanan atau minuman dan melalui jari 2 jari tangan yang terk!ntaminasi mikr!!rganisme path!gen. #ay!ritas mikr!!rganisme tersebut akan dihan urkan !leh asam kl!rida+ H1L , dan en7im 2 en7im di lambung" atau !leh empedu dan en7im di usus halus. #ikr!!rganisme yang bertahan dapat menimbulkan penyakit. #isalnya" demam ti&!id" disentri am!eba" hepatitis A" dan k!lera. Pat!gen ini selanjutnya dikeluarkan malalui &eses dan dapat ditransmisikan ke inang lainnya melalui air" makanan" atau jari 2 jari tangan yang terk!ntaminasi. $ulit $ulit sangat penting sebagai pertahanan terhadap penyakit. $ulit yang tidak mengalami perlukaan tidak dapat dipenetrasi !leh may!ritas mikr!!rganisme. Beberapa mikr!!rganisme memasuki tubuh melalui daerah terbuka pada kulit" &!likel rambut" maupun kantung kelenjar keringat. #ikr!!rganisme lain memasuki tubuh inang pada saat berada di jaringan ba%ah kulit atau melalui penetrasi atau perlukaan membran muk!sa. 8ute ini disebut rute parenteral. 'untikan" gigitan" p!t!ngan" luka" atau pembedahan dapat membuka rute in&eksi parenteral.

8!ngga mulut

Pada permukaan r!ngga mulut terdapat banyak k!l!ni mikr!!rganisme. 'alah satu penyakit yang umum pada r!ngga mulut akibat k!l!nisasi mikr!!rganisme adalah karies gigi. $aries gigi dia%ali akibat pertumbuhan 'trept! ! us mutans dan spesies 'trept! ! us lainnya pada permukaan gigi. Hasil &ermentasi metab!lisme" menghidr!lisis sukr!sa menjadi k!mp!nen m!n!sakarida" &rukt!sa" dan gluk!sa. En7im gluk!siltrans&erasi selanjutnya merakit gluk!sa menjadi dekstran. 8esidu &rukt!sa adalah gula utama yang di&ermentasi menjadi asam laktat. Akumulasi bakteri dan dekstran menempel pada permukaan gigi dan membentuk plak gigi. P!pulasi bakteri plak did!minasi !leh 'trept! ! us dan angg!ta A tin!my es. $arena plak sangat tidak permeable terhadap sali)a" maka asam laktat yang dipr!duksi !leh bakteri tidak dilarutkan atau dinetralisasi dan se ara perlahan akan melunakkan enamel gigi tepat plak tersebut melekat. b. !olonisasi *ahap pertama dari in&eksi mikr!ba adalah k!l!nisasi3 pembentukan pat!gen di p!rtal masuk yang tepat. Pat!gen biasanya menjajah jaringan inang yang berhubungan dengan lingkungan eksternal. #. !e$atuhan s$esifik Bakteri to Cell %an aringan Permukaan Beberapa jenis pengamatan memberikan bukti tidak langsung untuk spesi&isitas kepatuhan bakteri ke inang atau jaringan. -. *issue tr!pisme3 bakteri tertentu diketahui memiliki pre&erensi yang jelas untuk jaringan tertentu atas !rang lain. /. 'pesi&isitas 'pesies3 bakteri pat!gen tertentu hanya mengin&eksi spesies tertentu. 0. 9enetik kekhususan dalam suatu spesies3 strain tertentu atau ras dalam suatu spesies se ara genetik kebal terhadap path!gen. %. Mekanisme !e$atuhan to Cell atau aringan Permukaan

#ekanisme untuk kepatuhan mungkin melibatkan dua langkah3 -. N!nspesi&ik kepatuhan 3 lampiran re)ersibel bakteri untuk eukari!tik permukaan +kadang-kadang disebut: d! king, /. kepatuhan *ertentu3 lampiran permanen re)ersibel mikr!!rganisme ke permukaan +kadang-kadang disebut ;penahan:,. 'ituasi umum adalah bah%a lampiran lampiran re)ersibel mendahului ire)ersibel tetapi dalam beberapa kasus" situasi sebaliknya terjadi atau kepatuhan tertentu mungkin tidak akan pernah terjadi. $epatuhan n!nspesi&ik melibatkan pasukan menarik spesi&ik yang memungkinkan pendekatan bakteri ke permukaan sel eukari!tik. $emungkinan interaksi dan pasukan yang terlibat adalah3 -, Interaksi hidr!&!bik

/, Atraksi elektr!statik 0, At!m dan m!lekul getaran yang dihasilkan dari dip!l ber&luktuasi &rekuensi yang sama 5, Br!%n 6, Perekrutan dan menyaring !leh p!limer bi!&ilm berinteraksi dengan gly ! aly< bakteri +kapsul, =akt!r yang mendasari #ekanisme Pat!genisitas Bakteri adalah sebagai berikut 3 -. In)asi)eness adalah kemampuan untuk menyerang jaringan. Ini meliputi mekanisme untuk k!l!nisasi +kepatuhan dan multiplikasi a%al," pr!duksi 7at ekstraselular yang mem&asilitasi in)asi +in)asins, dan kemampuan untuk mem!t!ng atau mengatasi mekanisme pertahanan inang. /. *!<igenesis adalah kemampuan bakteri untuk menghasilkan ra un. Bakteri dapat menghasilkan dua jenis ra un disebut e<!t!<ins dan end!t!ksin.
o

E<!t!<ins adalah ra un yang dilepaskan dari sel bakteri dan dapat bertindak di bagian jaringan yang menghapus situs pertumbuhan bakteri. End!t!ksin dapat dilepaskan dari pertumbuhan sel-sel bakteri hasil dari pertahanan inang e&ekti& +misalnya lis!7im, atau kegiatan antibi!tik tertentu.

&. !erentanan "nang $erentanan terhadap in&eksi bakteri tergantung pada k!ndisi &isi!l!gis dan imun!l!gis inang dan )irulensi bakteri. Pertahanan inang terhadap in&eksi bakteri adalah mekanisme n!nspesi&ik dan spesi&ik +antib!di,. #ekanisme n!nspesi&ik dilakukan !leh sel-sel neutr!&il dan makr!&ag. Perkembangan imunitas spesi&ik seperti resp!ns antib!di memerlukan %aktu beberapa minggu. bakteri &l!ra n!rmal kulit dan permukaan muk!sa juga memberi perlindungan terhadap k!l!nisasi bakteri pat!gen. Pada indi)idu sehat" bakteri &l!ra n!rmal yang menembus ke tubuh dapat dimusnahkan !leh mekanisme hum!ral dan seluler inang. 1!nt!h terbaik tentang kerentanan adalah AID'" di mana lim&!sit helper 1D5> se ara pr!gresi& berkurang -?-@ !leh )irus imun!de&isiensi +HI4,. #ekanisme resistensi dipengaruhi !leh umur" de&isiensi" dan genetik. 'istem pertahanan +baik spesi&ik maupun n!nspesi&ik, !rang lanjut usia berkurang. 'istem imun bayi belum berkembang" sehingga rentan terhadap in&eksi bakteri pat!gen. Beberapa indi)idu memiliki kelainan genetik dalam sistem pertahanan. 8esistensi inang dapat terk!mpr!mi !leh trauma dan penyakit lain yang diderita. Indi)idu menjadi rentan terhadap in&eksi !leh berbagai bakteri jika kulit atau muk!sa mel!nggar atau rusak +terluka,. Abn!rmalitas &ungsi silia sel perna&asan mempermudah in&eksi Pseud!m!nas aerugin!sa galur muk!id. Pr!sedur medis seperti kateterisasi dan intubasi trakeal menyebabkan bakteri n!rmal &l!ra dapat masuk ke dalam tubuh melalui plastik. Aleh karena itu" pr!sedur pengantian plastik kateter rutin dilakukan setiap beberapa jam +B/ jam untuk kateter intra)ena,.

Banyak !bat dipr!duksi dan dikembangkan untuk mengatasi in&eksi bakteri. Agen antimikr!ba e&ekti& mela%an in&eksi bakteri jika sistem imun dan &ag!sit inang turut bekerja. Namun terdapat e&ek samping penggunaan antibi!tik" yaitu kemampuan di&usi antibi!tik ke !rgan n!nsasaran +dapat mengganggu &ungsi !rgan tersebut," kemampuan bertahan bakteri terhadap d!sis rendah +meningkatkan resistensi," dan kapasitas beberapa !rganisme resisten terhadap multi-antibi!tik. C. Contoh $atogenesis bakteri $atogen a. Bakteri $a%a 'aluran Pen#ernaan saluran pen ernaan terdapat berbagai penyakit yang dapat terjadi. 'alah satu penyebabnya adalah bakteri. Begitu banyak bakteri yang dapat menjangkit saluran pen ernaan. #aka dari itu akan diperkenalkan bakteri-bakteri yang terdapat pada saluran pen ernaan. (. a,

Escherichia coli Ciri)#iri* Berbentuk batang Bakteri gram negati& *idak memiliki sp!ra #emiliki pili Anaer!bik &akultati& 'uhu !ptimum 0B@1 =lagella peritrikus Dapat mem&ermentasi karb!hidrat dan menghasilkan gas Pat!genik" menyebabkan in&eksi saluran kemih ,abitat

b+

Habitat utama Escherichia coli adalah dalam saluran pen ernaan manusia tepatnya di saluran gastr!intestinal dan juga pada he%an berdarah hangat. Bakteri ini termasuk umumnya hidup pada rentang /@-5@ derajat 1" !ptimum pada 0B derajat. *!tal bakteri ini sekitar @"-C dari t!tal bakteri dalam saluran usus de%asa. #+ -irulensi %an "nfeksi

Penyebab diare dan 9astr!enteritis +suatu peradangan pada saluran usus,. In&eksi melalui k!nsumsi air atau makanan yang tidak bersih. 8a unnya dapat menghan urkan sel-sel yang melapisi saluran pen ernaan dan dapat memasuki aliran darah dan berpindah ke ginjal dan hati. #enyebabkan perdarahan pada usus" yang dapat mematikan anak-anak dan !rang tua. E. coli dapat menyebar ke makanan melalui k!nsumsi makanan dengan tangan k!t!r" khususnya

setelah menggunakan kamar mandi. '!lusi untuk penyebaran bakteri ini adalah men u i tangan dengan sabun. %+ Patogenesis Untuk Escherichia coli" penyakit yang sering ditimbulkan adalah diare. E. coli sendiri diklasi&ikasikan berdasarkan si&at )irulensinya dan setiap grup klasi&ikasinya memiliki mekanisme penularan yang berbeda-beda. 1!nt!hnya 3

ED Coli Enteropatogenik +EPE1,

E. coli ini menyerang manusia khususnya pada bayi. EPE1 melekatkan diri pada sel muk!sa ke il. =akt!r yang diperantarai !leh kr!m!s!m akan menimbulkan pelekatan yang kuat. Pada usus halus" bakteri ini akan membentuk k!l!ni dan menyerang pili sehingga penyerapannya terganggu. Akibatnya adalah adanya diare air yang biasanya sembuh diri tetapi dapat juga menjadi kr!nik. EPE1 sedikit &imbria" '* dan L* t!ksin" tetapi EPE1 menggunakan adhesin yang dikenal sebagai intimin untuk mengikat inang sel usus. 'el EPE1 in)asi)e +jika memasuki sel inang, dan menyebabkan radang.

ED Coli Enter!agregati& +EAE1,

#enyebabkan diare akut dan kr!nik pada masyarakat di Negara berkembang. Bakeri ini ditandai dengan p!la khas pelekatannya pada sel manusia. EAE1 menpr!duksi hem!lisin dan '* enter!t!ksin yang sama dengan E*E1. e+ $enularan

Penularan pada bakteri ini adalah dengan k!ntak dengan tinja yang terin&eksi se ara langsung" seperti 3

makanan dan minuman yang sudah terk!ntaminasi" baik yang sudah di emari !leh serangga atau k!ntaminasi !leh tangan yang k!t!r *idak men u i tangan dengna bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja yang terin&eksi" sehingga k!ntaminasi perab!tan dan alat-alat yang dipegang.

2. Salmonella sp. (+ Ciri)#iri*


Batang gram negati& *erdapat tunggal *idak berkapsul *idak membentuk sp!ra Peritrikus

Aer!bik" anaer!bik &akultati& Pat!genik" menyebabkan gastr!enteritis

b+ ,abitat *erdapat pada k!lam renang yang belum dikl!rin" jika terk!ntaminasi melalui kulit"akan tumbuh dan berkembang pada saluran pen ernaan manusia.

#+ "nfeksi #asuk ke tubuh !rang melalui makanan atau minuman yang ter emar bakteri ini. Akibat yang ditimbulkan adalah peradangan pada saluran pen ernaan sampai rusaknya dinding usus. Penderita akan mengalami diare" sari makanan yang masuk dalam tubuh tidak dapat terserap dengan baik sehingga penderita akan tampak lemah dan kurus. 8a un yang dihasilkan bakteri salmonella menyebabkan kerusakan !tak" !rgan repr!duksi %anita" bahkan yang sedang hamilpun dapat mengalami keguguran. 'at%a yang bisa menularkan bakteri salmonella ini antara lain primata" iguana" ular" dan burung. %+ Patogenesis 2 2 2 #enghasilkan t!ksin L*. In)asi ke sel muk!sa usus halus. *anpa berpr!li&erasi dan tidak menghan urkan sel epitel.

2 Bakteri ini langsung masuk ke lamina pr!pria yang kemudian menyebabkan in&iltrasi sel-sel radang. e+ Penularan

#elalui makanan yang erat kaitannya dengan perjamuan makanan. *erjadi sakit perut yang mendadak. (adi" melalui k!ntar makanan yang terjangkit atau terk!ntaminasi bakteri. 3. Clostridium perfringens a+ Ciri)#iri*

Batang gram p!siti& *erdapat tunggal" barpasangan" dan dalam rantai Berkapsul 'p!ranya !)!id +mel!nj!ng," sentral sampai eksentrik

Anaer!bik #enghasilkan eks!t!ksin" menyebabkan kelemayuh +suatu in&eksi jaringan disertai gelembung gas dan keluarnya nanah,

'pesies bakteri ini dibagi menjadi enam tipe" A sampai =" berdasarkan pada t!ksin-t!ksin yang se ara antigenik berbeda" yang dihasilkan !leh setiap galur. *ipe A adalah galur yang menyebabkan kera unan makanan !leh per&ingens. Pera unan disebabkan !leh sel-sel )egetati& pada %aktu membentuk sp!ra di r!ngga usus. 'p!ra akan menghasilkan eks!t!ksin yang enter!statik sehingga menyebabkan penyakit. b+ ,abitat Bakteri ini tersebar luas di lingkungan dan sering terdapat di dalam usus manusia" he%an peliharaan dan he%an liar. 'p!ra !rganisme ini dapat bertahan di tanah" endapan" dan tempattempat yang ter emar k!t!ran manusia atau he%an. #+ "nfeksi %an .irulensi Bakteri ini dapat menyebabkan kera unan makanan Eper&ringensE yang merupakan istilah yang digunakan untuk kera unan makanan yang disebabkan !leh C. perfringens . $era unan per&ringens se ara umum di irikan dengan kram perut dan diare yang mulai terjadi F-// jam setelah mengk!nsumsi makanan yang mengandung banyak C. perfringens penghasil t!<in penyebab kera unan makanan. $era unan per&ringens didiagn!sis dari gejala-gejalanya dan %aktu dimulainya gejala yang agak lama setelah in&eksi. Lamanya %aktu antara in&eksi dan timbulnya gejala merupakan iri khas penyakit ini. Diagn!sis dipastikan dengan memeriksa adanya ra un dalam k!t!ran pasien. $!n&irmasi se ara bakteri!l!gis juga dapat dilakukan apabila ditemukan sangat banyak bakteri penyebab penyakit di dalam makanan atau di dalam k!t!ran pasien. Dalam sebagian besar kasus" penyebab sebenarnya dari kera unan !leh C. perfringens adalah perlakuan temperatur yang salah pada makanan yang telah disiapkan. 'ejumlah ke il !rganisme ini seringkali mun ul setelah makanan dimasak" dan berlipat ganda hingga tingkat yang dapat menyebabkan kera unan selama pr!ses pendinginan dan penyimpanan makanan. Daging" pr!duk daging" dan kaldu merupakan makanan-makanan yang paling sering terk!ntaminasi. $era unan per&ringens paling sering terjadi dalam k!ndisi pemberian makan bersama +misalnya di sek!lah" kantin" rumah sakit" rumah-rumah pera%atan" penjara" dll., di mana sejumlah besar makanan disiapkan beberapa jam sebelum disajikan. %+ Patogenesis

#enghasilkan t!ksin L* *!ksin merangsang en7im adenilat siklase pada dinding usus yang mengakibatkan bertambahnya k!nsentrasi A#P sehingga hipersekresi air dan kl!rida dalam usus. Hal ini mengakibatkan reabs!rpsi Na terhambat dan menyebabkan diare.

Pera unan disebabkan !leh sel-sel )egetati& pada %aktu membentuk sp!ra di r!ngga usus. Peng!batannya hanya menghilangkan gejala karena tidak ada peng!batan lain yang khusus. e+ Penularan

#enelan makanan yang terk!ntaminasi !leh tanah dan tinja dimana makanan tersebut sebelumnya disimpan dengan ara yang memungkinkan kuman berkembangbiak. b. Bakteri Patogen 'aluran /rogenital 1. a, Treponema pallidum

!arakteristik

mikr!!rganisme ini halus" berpilin ketat dengan ujung merun ing dan terdiri dari G sampai -5 spiralH berukuran lebar @"/6 sampai @"0 um dan panjang G sampat -6 um. Arganisme ini dapat dikenali paling jelas pada suatu spesimen klinis yang berasal dari luka si&ilitik stadium primer dan sekunder diba%ah mikr!sk!p medan gelap H ini jelas terlihat dari bentuk spiral dan pergerakannya yang seperti putaran pembuka sumbat. Treponema pallidum mempunyai membran luar" atau sel!ngs!ng yang disebut periplas yang melingkungi k!mp!nen-k!mp!nen dalam sel +keseluruhannya disebut silinder pr!t!plasma,. 'uatu &ilamen aksial" yang terdiri dari tiga sampai enam &ibril" terletak diantara periplas dan silinder pr!t!plasma. T. pallidum yang )irulen belum berhasil di biakkan se ara in )itr!. 9alur-galur T.pallidum yang n!n )irulen +tidak pat!genik," seperti galur 8eiter dan N!gu hi" telah berhasil dibiakkan in)itr! dan menjadi sumber antigen untuk uji-uji diagn!stik lab!rat!ris. b, Patogenitas 'i&ilis disebabkan !leh bakteri yang disebut spir!keta. Penyebarannya tidak seluas g!n!rea" tetapi lebih menakutkan karena kerusakan yang mungkin ditimbulkannya lebih besar. 'eperti g!n!rea" penyakit ini disebarkan melalui k!ntak langsung dengan luka-luka pada !rang yang ada pada stadium menular. 'pir!keta" seperti g!n!k!kus" adalah mikr!be yang tidak tahan berada di luar tubuh manusia" sehingga kemungkinan tertulari dari benda mati sangat ke il. *rep!nema pallidum masuk ke dalam tubuh se%aktu terjadi hubungan kelamin melalui luka-luka g!resan yang amat ke il pada epitel" dengan ara menembus selaput lendir yang utuh ataupun mungkin melalui kulit yang utuh le%at kantung rambut. #asa inkubasi si&ilis berkisar -@-I@ hari +rata-rata /- hari, setelah in&eksi. Bila tidak di!bati" si&ilis dapat timbul dalam beberapa stadium penyakit. 'i&ilis berjangkit se ara alamiah hanya pada manusia dan terutama ditularkan le%at hubungan kelamin atau dari ibu yang terin&eksi kepada janinnya +si&ilis ba%aan atau sebelum lahir, le%at ari-ari. Pada kasus yang tidak di!bati /6C di antara janin meninggal meninggal sebelum lahir

/6-0@C meninggal segera setela dilahirkan yang lain menunjukkan gejala k!mplikasi lanjut +misalnya menjadi tuli,.'ejumlah besar trep!nema dalarn darah dan jaringan musnah selama si&ilis sekunder. Penisilin adalah adalah antibi!tik yang dipilih untuk peng!batan si&ilis. , Diagnosa Diagn!sa si&ilis biasanya dapat ditentukan dari gabungan in&!rmasi mengenai gejala" sejarah eksp!si" dan uji darah yang p!siti& atau dengan pemeriksaan mikr!sk!p medan gelap. Hasil p!siti& pengamatan luka dengan mikr!sk!p medan gelap +untuk si&at m!r&!l!gis dan pergerakan spir!keta, adalah ara satu-satunya untuk membuat diagn!sis si&ilis primer yang pasti. Untuk si&ilis sekunder juga" diagn!sis yang pasti bergantung kepada pemeriksaan dengan mikr!sk!p medan gelap terhadap eksudat dari luka basah pada kulit dan bukan pada mulut. +8!ngga mulut mungkin banyak mengandung spir!keta yang bukan penyebab si&ilis,. Uji-uji ser!l!gis si&ilis reakti& atau dapat diandalkan pada stadium kedua penyakit ini. d, 0$i%imologi 'ejak -IG/" kasus-kasus si&ilis di Amerika 'erikat yang dilap!rkan bertambah setiap tahunnya sekurang-kurangnya 5"BC. 'eperti g!n!rae" jumlah si&ilis dini +kasus primer" sekunder dan laten dini, yang dilap!rkan tidak merupakan indikasi insiden yang sebenamya" karena kebanyakan kasus tidak dilap!rkan. e, Pen#egahan

*idak ada )aksin terhadap si&ilis. Untuk perse!rangan penggunaan k!nd!m sangat e&ekti&. Untuk masyarakat" ara utama pen egahan si&ilis ialah melalui pengendalian yang meliputi pemeriksaan ser!l!gis dan peng!batan penderita. 'i&ilis ba%aan dapat di egah dengan pera%atan prenatal +sebelum kelahiran, yang semestinya. 1. 2. Leptospira interoogans

a, !lasifikasi $ingd!m 3 #!nera Phylum 1lass Arder =amily 9enus 'pe ies 3 'pir! haetes 3 'pir! haetes 3 'pir! haetales 3 Lept!spira eae 3 Lept!spira : Leptospira interoogans

b+

!arakteristik

1iri- iri bakteri Lept!spira antara lain berbentuk spiral" dapat hidup di air ta%ar selama satu bulan" bersi&at pat!gen dan sapr!&itik. 'pesies Lept!spira yang mampu menyebabkan penyakit +pat!gen, bagi manusia adalah Lept!spira interr!gans. Lept!spir!sis disebabkan bakteri path!gen berbentuk spiral termasuk genus Lept!spira" &amili lept!spira eae dan !rd! spir! haetales. 'pir!seta berbentuk bergulung-gulung tipis" m!til" !bligat" dan berkembang pelan se ara anaer!b. 'etiap spesies lept!spira terbagi menjadi puluhan ser!grup dan terbagi lagi menjadi puluhan" bahkan ratusan ser!)ar. 'aat ini" Lept!spira interr!gans yang bersi&at pat!gen telah dikenal lebih dari /@@ ser!)ar. (asad renik ini biasanya hidup di dalam ginjal h!st dan dikeluarkan melalui air ken ing +urin, saat berkemih. H!st tersebut antara lain tikus" babi" kambing" d!mba" kuda" anjing" ku ing" kelela%ar" tupai dan landak. *ikus sering menjadi h!st bagi berbagai ser!)ar lept!spira. Akan tetapi" Lept!spir!sis akan mati apabila masuk ke air laut" sel!kan" dan air kemih manusia. Lept!spira dapat mengin&eksi sekurangnya -G@ spesies mamalia diantaranya adalah tikus" babi" anjing" ku ing" rakun" lembu" dan mamalia lainnya. 8ese)!ar paling utama adalah binatang pengerat dan tikus adalah yang paling sering ditemukan di seluruh belahan dunia. Di Amerika yang paling utama adalah anjing" ternak" tikus" binatang buas dan ku ing. #+ Penularan

Penularan penyakit ini bisa melalui tikus" babi" sapi" kambing" kuda" anjing" serangga" burung" landak" kelela%ar dan tupai. Di Ind!nesia" penularan paling sering melalui binatang tikus. Air ken ing tikus terba%a banjir kemudian masuk ke dalam tubuh manusia melalui3 permukaan kulit yang terluka" selaput lender mata dan hidung. Bisa juga melalui makanan atau minuman yang terk!ntaminasi setitik urine tikus yang terin&eksi lept!spira" kemudian dimakan dan diminum manusia. Urine tikus yang mengandung bibit penyakit lept!spir!sis dapat men emari air di kamar mandi atau makanan yang tidak disimpan pada tempat yang aman. 'ejauh ini tikus merupakan reser)!ir dan sekaligus penyebar utama penyebab lept!spir!sis. Beberapa jenis he%an lain seperti sapi" kambing" d!mba" kuda" babi" anjing dapat terserang lept!spir!sis" tetapi p!tensi he%an-he%an ini menularkan lept!spir!sis ke manusia tidak sehebat tikus. Lept!spir!sis tidak menular langsung dari pasien ke pasien. #asa inkubasi lept!spir!sis adalah dua hingga /G hari. 'ekali berada di aliran darah" bakteri ini bisa menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan gangguan khususnya hati dan ginjal. 'aat kuman masuk ke ginjal akan melakukan migrasi ke interstitium" tubulus renal" dan tubular lumen menyebabkan ne&ritis interstitial dan nekr!sis tubular. $etika berlanjut menjadi gagal ginjal biasanya disebabkan karena kerusakan tubulus" hip!)!lemia karena dehidrasi dan peningkatan permeabilitas kapiler. 9angguan hati tampak nekr!sis sentril!bular dengan pr!li&erasi sel $up&&er" ikterus terjadi karena dis&unsi hepat! ellular. Lept!spira juga dapat mengin)asi !t!t skletal menyebabkan

edema" )a u!lisasi mi!&ibril" dan nekr!sis &! al. #us ular 9angguan sirkulasi mikr! muskular dan peningkatan permeabilitas kapiler dapat menyebabkan keb! !ran airan dan hip!)!lemi sirkulasi. Dalam kasus berat ;disseminated )as uliti syndr!me: akan menyebabkan kerusakan end!telium kapiler. 9angguan paru adalah meknisme sekunder kerusakan pada al)e!lar and )askular interstitial yang mengakibatkan hem!ptu. Lept!spira juga dapat mengin)asi hum!r aku!s mata yang dapat menetap dalam beberapa bulan" seringkali mengakibatkan u)eitus kr!nis dan berulang. #eskipun kemungkinan dapat terjadi k!mplikasi yang berat tettapi lebih sering terjadi sel& limiting disease dan tidak &atal. 'ejauh ini" resp!n imun si!stemik dapat mengeliminasi kuman dari tubuh" tetapi dapat memi u reaksi gejala in&lamasi yang dapat mengakibatkan ;se !ndary end-!rgan injury:.

%+

1ejala

In&eksi lept!spir!sis mempunyai mani&estasi yang sangat ber)ariasi dan kadang asimt!matis +tanpa gejala," sehingga sering terjadi misdiagn!sis. Hampir -6-5@C penderita yang terpapar in&eksi tidak mengalami gejala tetapi menunjukkan. ser!l!gi p!siti&. Pada lept!spir!sis umumnya terdapat ri%ayat terpapar he%an terin&eksi" baik se ara langsung maupun tidak langsung. #asa inkubasi berlangsung selama B--/ hari" disusul &ase lept!spiremia selama 5-B hari. Pada &ase ini dijumpai gejala mirip &lu +=lu Like 'yndr!me, berupa demam" menggigil" sakit kepala hebat" mual" muntah" nyeri !t!t +terutama betis" pinggang" atau punggung belakang,. $adang-kadang nyeri tengg!r!kan dan terdapat gejala paru berupa batuk" nyeri dada" maupun hem!ptisis +batuk darah,. $emudian setelah &ase ini" pasien masuk kedalam &ase bebas ? asimpt!matik +gejala hilang, selama / hari. Lalu kemudian gejala akan mun ul kembali" dan penderita masuk ke dalam &ase imun" dimana telah timbul antib!dy" dan lept!spira tidak ada di darah tetapi ada di ginjal" urine" dan aJue!us hum!r. =ase ini biasanya berlangsung selama 5-0@ hari" dimana gejalanya mirip &ase a%al" namun biasanya demam tidak setinggi &ase a%al" juga nyeri !t!t tak seberat &ase pertama. Pada &ase ini dapat dijumpai meningitis" u)eitis" gangguan &ungsi hati dan ginjal" serta kelainan di paru-paru. *erdapat )arian lept!spir!sis yang lebih berat" yang biasanya disebut Keil 'yndr!me. 9ejalanya adalah lept!spir!sis ditambah ikterus +mata kuning," perdarahan" gangguan jantung" paru" dan neur!l!gik" serta mempunyai angka m!rtalitas yang tinggi. Penyebabnya adalah in&eksi lept!spira serovarian icterohemoragika / copenhagoni. Pada permulaan" penyakit berjalan seperti biasa" namun setelah 5-I hari timbul ikterus" dis&ungsi hati dan ginjal" ikterus ber%arna kemerahan +rubini jaundi e, dan memberi %arna !ranye pada kulit" ken ing %arna gelap" hepat!megali +pembesaran hati," peningkatan bilirubin dan alkali &!s&atase" serta peningkatan ringan '9A* dan '9P*. 9angguan &ungsi ginjal biasanya berlangsung pada minggu kedua" yang timbul sebagian akibat hip!)!lemia" dan penurunan per&usi ginjal yang kadang-kadang sampai memerlukan dialisis + u i darah,. Namun bila penyebab sudah teratasi" &ungsi ginjal dapat pulih kembali.

e,

Diagnosis

Pemeriksaan lab!rat!rium digunakan untuk k!n&irmasi diagn!sis dan mengetahui sejauh mana gangguan !rgan tubuh dan k!mplikasi yang terjadi. -. Is!lasi +pengambilan, kuman lept!spira dari jaringan lunak atau airan tubuh penderita adalah standar kriteria baku. Urin adalah airan tubuh yang palih baik untuk diperiksa karena kuman lept!spira terdapat dalam urin sejak gejala a%al penyakit dan akan menetap hingga minggu ke-0. 1airan tubuh lainnya yang mengandung lept!spira adalah darah" erebr!spinal &luid +1'=, tetapi rentang peluang untuk ditemukan is!lasi kuman sangat pendek /. (aringan hati" !t!t" kulit dan mata adalah sumber identi&ikasi penemuan kuman lept!spira. Is!lasi lept!spira enderung lebih sulit dan membutuhkan %aktu diantaranya dalam hal re&erensi lab!rat!rium dan membutuhkan %aktu beberapa bulan untuk melengkapi identi&ikasi tersebut. 0. 'pesimen serum akut dan serum k!n)alesen dapat digunakan untuk k!n&irmasi diagn!sis. *etapi" k!n&irmasi diagn!sis ini lambat karena serum akut diambil saat --/ minggu setelah gejala a%al timbul dan serum k!n)alesen diambil / minggu setelah itu. Antib!di antilept!spira diperiksa menggunakan mi r!s !pi agglutinati!n test+#A*,. 5. #et!da lab!rat!rium epat dapat merupakan diagn!sis yang ukup baik. *iter #A* tunggal sebesar -3F@@ pada sera atau identi&ikasi spir!seta pada mikr!sk!pi lapang gelap bila dikaitkan dengan mani&estasi klinis yang khas akan ukup bermakna. f+ Pengobatan Peng!batan a%al memegang peranan pentingH penggunaan pen ilin dan strept!misin dianjurkan. Peng!batan tidak berguna bila terjadi kerusakan pada ginjal. 'trept!misin pada d!sis yang tinggi dapat men egah ; arrier:. g+ Pen#egahan Bila lept!spir!sis merupakan %abah maka pen egahan utama yang dilakukan adalah pengendalian tikus dan pen emaran air. Lept!spira dapat bertahan dalam air yang bersi&at basa selama beberapa hari" namun hanya dapat bertahan dalam sampah selama -/ jamH mikr!!rganisme ini sangat peka terhadap kering dan panas. Pen egahan juga dapat dilakukan dengan ara )aksinasi. Perlindungan yang ditimbulkan kirakira satu tahun.

BAB III PENU*UP A. !esim$ulan -. Pat!genesis adalah mekanisme in&eksi dan mekanisme perkembangan penyakit. In&eksi merupakan in)asi inang !leh mikr!ba yang memperbanyak dan beras!siasi dengan jaringan inang /. Bakteri dapat merusak sistem pertahanan inang dimulai dari permukaan kulit" saluran pen ernaan" saluran respirasi" saluran ur!genitalia. #ikr!!rganisme pat!gen dapat memasuki tubuh inang melalui berbagai ma am jalan" misalnya melalui membran muk!sa" kulit ataupun rute parental. Banyak bakteri dan )irus memiliki akses memasuki tubuh inang melalui membran muk!sa saluran pernapasan" gastr!intestinal" saluran genit!urinari" k!njungti)a" serta membran penting yang menutupi b!la mata dan kel!pak mata. 0. Untuk Escherichia coli" penyakit yang sering ditimbulkan adalah diare. E. coli sendiri diklasi&ikasikan berdasarkan si&at )irulensinya dan setiap grup klasi&ikasinya memiliki mekanisme penularan yang berbeda-beda. 1!nt!hnya Coli Enteropatogenik +EPE1,. E. coli ini menyerang manusia khususnya pada bayi. EPE1 melekatkan diri pada sel muk!sa ke il. =akt!r yang diperantarai !leh kr!m!s!m akan menimbulkan pelekatan yang kuat. Pada usus halus" bakteri ini akan membentuk k!l!ni dan menyerang pili sehingga penyerapannya terganggu. Akibatnya adalah adanya diare air yang biasanya sembuh diri tetapi dapat juga menjadi kr!nik. EPE1 sedikit &imbria" '* dan L* t!ksin" tetapi EPE1 menggunakan adhesin yang dikenal sebagai intimin untuk mengikat inang sel usus. 'el EPE1 in)asi)e +jika memasuki sel inang, dan menyebabkan radang. B. 'aran

Bakteri makhluk ke il yang jarang kita sadari keberadaanya. #aka jika terjangkit salah satu penyakit dari bakteri kita jangan meremehkan gejala a%al yang dialami karena umumnya gejala a%alnya sangat biasa. $arena jika diremehkan bisa saja menjadi akut. Harus mengikuti tahaptahap pen egahan yaitu dengan menjaga kebersihan diri. DA=*A8 PU'*A$A An!nim. /@@I. (enis dan pat!genesis #ikr!!rganisme penyebab diare. http3??%%%.s ribd. !m. +diakses tanggal /- April /@-/" Pkl. -0.@@, Pel 7ar (r" #i hael (. -IFF. Dasar-dasar mikr!bi!l!gi jilid / terjemahan. (akarta 3 Uni)ersitas Ind!nesia. http3??id.sh)!!ng. !m?e<a t-s ien es?bi!l!gy?/@B5G66-pat!genesis? http3??%anen!!r.bl!gsp!t. !m?/@--?@G?pengertian-pat!genesis.html