Anda di halaman 1dari 3

TINJAUAN KLINIS PADA TRAUMA KEPALA LATAR BELAKANG MASALAH Trauma kepala menjadi salah satu permasalahan besar

bagi ilmu kesehatan moderen saat ini. Di Amerika Serikat trauma menjadi penyebab kematian terbanyak dimana 80% mengalami trauma kepala. Pada kasus trauma kepala hampir 5% meninggal di tempat kejadian kecelakaan dan 5 !0% membutuhkan pera"atan jangka panjang. Sekitar #5 80% mengalami trauma kepala ringan dan sisanya terbagi rata $!0 !%&5%' mengalami trauma kepala sedang dan berat. (ampir !00% pasien dengan trauma kepala berat dan #5% pasien dengan trauma kepala sedang mengalami kecacatan permanen. Anak anak lebih sering mengalami cedera kepala akibat akselerasi deselerasi dibandingkan de"asa karena komponen air pada otak anak anak $88%' lebih banyak dibandingkan pada de"asa $##%'. Tekanan tinggi intrakranial lebih sering terjadi pada de"asa dibandingkan pada anak anak akibat pengaruh suturae pada de"asa yang sudah mengeras sehingga tidak dapat mentoleransi peningkatan tekanan intrakranial $Shepard and Stock& %00)'. ETIOLOGI Penyebab terbanyak trauma kepala adalah kecelakaan lalu lintas dimana lebih dari setengah kasus terjadi lebih sering pada daerah perkotaan. Penyebab lainnya adalah jatuh dari tempat tinggi& korban kekerasan& trauma akibat olahraga& dan trauma penetrasi. Trauma kepala dua sampai empat kali lebih sering terjadi pada laki laki dibandingkan pada perempuan& dan lebih sering terjadi pada umur kurang dari *5 tahun. PATOFISIOLOGI +tak terlindungi oleh lapisan tulang yang bersi,at rigid. Peningkatan -olume ringan pada kompartemen intrakranial dapat ditoleransi& "alaupun pada akhirnya akan meningkat secara dramatis. Terdapat persamaan

yang menggambarkan keadaan -olume intrakranial& yaitu persamaan Monro-Kellie. / $intrakranial' 0 / $otak' 1 / $cairan serebrospinal' 1 / $darah' Pada de"asa normal& -olume intrakranial adalah !500 m2 yang terdiri dari komponen otak $85 30%'& -olume darah intra-askular serebral $!0%'& dan sisanya adalah cairan serebrospinal $4*%'. Pada trauma kepala& edema serebral sering terjadi yang mengakibatkan peningkatan relati, dari -olume otak. Tekanan intrakranial akan meningkat kecuali terjadi kompensasi& seperti terjadi penurunan -olume dari salah satu komponen -olume intrakranial lainnya. (al ini berkaitan dengan konsep intracranial compliance. Compliance = Change in volume / change in pressure 5ompliance bergantung pada inde6 tekanan -olume& pressure volume index (PVI) & yang terjadi pada kompartemen intrakranial. P/7 adalah perubahan tekanan intrakranial yang terjadi saat sedikit cairan ditambahkan ke atau ditarik dari kompartemen intrakranial. Singkatnya& otak tidak dapat mentoleransi peninmgkatan -olume intrakranial yang signi,ikan yang dapat disebabkan oleh suatu keadaan edema serebral di,us ataupun adanya massa seperti hematom. 8onsep pato,isiologi trauma kepala kedua adalah konsep tekanan per,usi serebral& cerebral per usion pressure $5PP'. 5PP adalah perbedaan antara tekanan rerata arterial& mean arterial pressure $9AP' dengan tekanan intrakranial& Intracranial Pressure $75P'. 5PP 0 9AP 75P Aliran darah serebral $5:;' orang de"asa normal adalah konstan berkisar pada nilai 9AP 50 !50 mm(g. (al ini karena adanya otoregulasi dari arteriol yang akan berkontriksi ataupun berdilatasi. :ila 9AP kurang dari 50 mm(g atau lebih dari !50 mm(g& arteriol tak dapat melakukan otoregulasi. (al ini menyebabkan 5:; menjadi tidak konstan& tetapi bergantung pada 5PP. :ila

9AP 4 50 mm(g berlangsung lama dapat menyebabkan keadaan iskemia karena insu,isiensi aliran darah ke otak& sedangkan bila 9AP < !=0 mm(g dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. 75P pada de"asa normal adalah berkisar 0 !5 mm(g& sedangkan pada anak anak adalah 0 !0 mm(g. Peningkatan 75P dapat menyebabkan penurunan 5PP dan 5:; yang pada akhirnya dapat menyebabkan iskemia serebral dan 75P yang tidak terkontrol dapat menyebabkan herniasi otak. KLASIFIKASI TRAUMA KEPALA 8lasi,ikasi trauma kepala dibagi berdasarkan mekanisme trauma& beratnya trauma& dan mor,ologi trauma. !. 9ekanisme. Tumpul . kecepatan tinggi $kecelakaan lalu lintas' dan kecepatan rendah $jatuh& dipukul' Tembus>penetrasi . cedera peluru dan cedera tembus lainnya.

%. :eratnya. ?ingan $@5S !) !5' Sedang $@5S 3 !*' :erat $@5S * 8'

*. 9or,ologinya. ;raktur tengkorak . kal-aria $linier>steleate& depresi>nondepresi& terbuka>tertutup'& basis kranii$dengan>tanpa kebocoran 25S& dengan>tanpa parese 5A /77'. 2esi intrakranial . ,okal $epidural& subdural& intraserebral'& di,us $komosio ringan& komosio klasik& cedera akson di,us'

$AT2S& !333' ( KLINIS Tingkat kesadaran pasien adalah hal terpenting dalam menge-aluasi pasien trauma kepala. !lasco" Coma #cale $@5S' merupakan alat bantu yang dipakai untuk menentukan derajat trauma kepala. @5S dibagi menjadi tiga kategori& yaitu e$e opening $B'& motor response $9'& dan verbal response $/'. !lasgo" Coma #cale Eye Opening Score % & ( ) 1 Year #pontaneousl$ 'o verbal command 'o pain *o response Best Motor Response Score + % 1 Year ,be$s command .ocali/es pain 0lexion "ithdra"al .ocali/es pain 0lexion "ithdra"al 0lexion abnormal (decorticate) 0-1 Year 0-1 Year #pontaneousl$ & 'o shout 'o pain *o response ( ) % ,riented and converses 3isoriented and converses Inappropriate "ords4 cries Incomprehensib le sounds *o response 2ppropriate "ords Inappropria te "ords ) *o response 1xtension (decerebrate)

1xtension (decerebrate) *o response

succedaneum ditandai adanya penonjolan kulit kepala neonatus yang menyilang garis sutura& sedangkan se,alhematom ditandai adanya perdarahan subperiosteal dan dibatasi secara tegas oleh garis sutura. Cntuk mengetahui adanya ,raktur cranii& perlu ditanyakan saat kejadian trauma& mekanisme cedera& progresi-itas gejala yang terjadi akibat cedera tersebut. ;raktur tulang tengkorak dapat bersi,at linier& comminuted& depressed& dan steleate.

Best Verbal Response Score >5 Years 2-5 Years 0-2 Years Cries appropriatel$ Cries Inappropriate cr$ing/screamin g !runts *o response

Pada ,raktur basis kranii& pasien memiliki ri"ayat terbentur pada belakang kepala& penurunan kesadaran& kejang& mual& muntah dan de,isit neurologis. Tanda patognomonis trauma basis cranii adalah adanya 6attle sign7 raccoon e$es7 dan C#0 otorrhea dan rhinorrhea8 Terjepitnya sara, kranial optikus terjadi pada ! !0% pasien ,raktur basis kranii. 8ontusio terjadi akibat cedera kepala primer pada lobus temporalis dan ,rontalis. (al ini karena pada daerah tersebut terdapat protuberantia kal-aria. Terdapat gejala penyimpangan neurologis progresi, sekunder akibat edema serebral lokal& in,ark& dan>atau pembentukan lambat hematom. (ematom epidural terjadi akibat adanya laserasi pada arteri atau -ena pada daerah antara tulang tengkorak dan lapisan duramater. (ematom terbentuk = 8 jam bila lesi berasal dari arteri atau lebih dari %) jam bila berasal dari -ena setelah cedera kepala. 2okasi hematom biasanya pada lobus temporalis& ,rontalis& dan oksipitalis. Pasien biasanya mengalami lucid interval& yaitu suatu periode dimana pasien dalam keadaan sadar yang terjadi antara penurunan kesadaran dengan adanya de,isit neurologis. .ucid interval lebih sering terjadi pada de"asa dibandingkan pada anak anak. De,isit neurologis terjadi akibat adanya kompresi& akibat ekspansi hematom& pada lobus temporalis dan>atau pada batang otak. (ematom subdural terjadi pada daerah antara lapisan duramater dan korteks serebrii. 2esi ini terjadi akibat robekan pada bridging vein atau adanya laserasi pada

#creams

!runts *o response

Pasien trauma kepala memiliki ri"ayat satu ataupun kombinasi dari cedera kepala primer& bergantung pada derajat dan mekanisme trauma yang terjadi. Tipe cedera kepala primer adalah cedera kulit kepala& ,raktur tengkorak& ,raktur basis cranii& kontusio& perdarahan intrakranial& perdarahan subarachnoid& perdarahan intra-entrikuler& hematom epidural& hematom subdural& cedera penetrasi& dan cedera akson di,us. Pada neonatus& perlu ditanyakan adanya ri"ayat caput succedaneum dan se,alhematom untuk mengetahui adanya scalp in5ur$ yang terjadi saat persalinan. 5aput

&

0lexion abnormal (decorticate)

arteri korteks akibat cedera akselerasi deselerasi. 2esi ini juga dapat disebabkan trauma akibat persalinan& biasanya terjadi pada !% jam kehidupan yang ditandai adanya kejang $sha9en bab$ s$ndromes'& ,ontanel yang menonjol& peningkatan lingkar kepala& anisokor& dan gagal na,as. Perdarahan intra-entrikuler biasanya terjadi pada trauma minor dan dapat sembuh spontan. Perdarahan masi, dapat menyebabkan hidrose,alus obstrukti,& terutama bila terjadi pada le-el ,oramen 9onroe dan aDuaduktus Syl-ii. Perdarahan subarachnoid adalah bentuk perdarahan yang umum terjadi pada trauma kepala. Perdarahan disebabkan adanya gangguan pada pembuluh darah kecil pada korteks serebrii. 2okasi lesi biasanya pada sepanjang ,al6 serebrii atau tentorium dan lapisan luar korteks. @ejala klinis yang biasanya terjadi adalah mual& muntah& sakit kepala& gelisah& demam& dan kaku kuduk. 5edera akson di,us terjadi akibat gaya akselerasi deselerasi yang tejadi secara terus menerus yang mengakibatkan gangguan pada jalur akson akson kecil. Area yang umumnya terganggu adalah ganglia basalis& talamus& nukleus hemis,er pro,unda& dan korpus kolosum. Pasien biasanya memberikan gejala klinis berupa perubahan status mental dan adanya perpanjangan status -egetati,. Pada pemeriksaan 5T scan biasanya didapatkan adanya petekie.