Anda di halaman 1dari 11

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi kian berkembang pesat, namun di sisi lain turut menjadi penyebab masalah pada keselamatan dan kesehatan kerja. Masalah ini harus sesegera mungkin diatasi, karena cepat atau lambat dapat menurunkan kinerja dan produktivitas suatu perusahaan baik pada sumber daya maupun elemen lainnya. Oleh karena itu sangat penting bagi suatu perusahaan untuk menerapkan.Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) seperti yang diatur dalam enerapan ditanggung Sistem setiap eraturan emerintah !o "# $ahun %#&% tentang Keselamatan karena Kerja (SMK3). sudah Manajemen perusahaan. Kesehatan Ke'ajiban

ersyaratan ini sebenarnya sebuah ke'ajiban biasa, bukan beban yang harus seharusnya diperhitungkan sebagai investasi perusahaan. (ianggap sebagai beban karena belum seluruh perusahaan melakukannya. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka penulis membuat tugas makalah yang berisi tentang Kesehatan Keselamatan Kerja di )alangan Kapal. 1.2 Tujuan (engan membuat makalah ini diharapkan dapat berman*aat dan menjadi masukan bagi Mahasis'a (iploma +++ $eknik erkapalan ,niversitas (iponegoro, khususnya untuk materi yang terkait tentang manajemen kesehatan keselamatan kerja di galangan kapal. Sedangkan untuk instansi kampus, diharapkan dapat berman*aat sebagai sumbangan literature atau bahan untuk penelitian selanjutnya. (an untuk diri sendiri diharapkan dapat menambah 'a'asan. -dapun tujuan dari pembuatan makalah ini . &. ,ntuk menyampaikan tentang bagaimana kinerja dan *ungsi sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja di galangan kapal. %. ,ntuk menyampaikan pentingnya menerapkan SMK3 pada diri sendiri dan perusahaan kapal. 1.3 Pembahasan Masalah 1

(alam makalah ini kami akan membahas tentang propeller kapal yaitu meliputi . &. %. 3. engertian sistem manajemen kesehatan keselamatan kerja engembangan sistem manajemen kesehatan keselatan kerja enerapan sistem kesehatan keselamatan kerja

/. Sistem kesehatan keselamatan kerja di galangan kapal

BAB II PEMBAHA AN
2

2. 1 Pengert!an !stem "esehatan "eselamata "erja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja disebut SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung ja'ab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan pencapaian , pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman ( ermenaker !o . 01. #"2M0!2&334). (alam praktek keseharian perlu adanya suatu sistem yang mengatur hal5hal seputar K3. Maka dari itu dengan mengacu pada eraturan Menteri $enaga Kerja !omor . 01 #"2M0!2&334 mengenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja , setiap perusahaan yang memperkejakan sama dengan atau lebih besar daripada seratus orang dan atau jikaalau peruasaaan itu memiliki potensi bahaya yang dditimbulkan oleh karakteristik proses atau bahan produksi yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, pencemaran, kebakaran dan penyakit akibat kerja serta 'ajib menerapkan Sistem Manajemen K3 ( eraturan Menteri $enaga Kerja !omor . 01 #"2M0!2&334 menegenai Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ). (alam lampiran peraturan tersebut diuraikan mengenai edoman enerapan Sistem Manajemen K3 6ang terdiri dari. Komitmen dan kebijakan, erencanaan, enerapan, serta engukuran dan 0valuasi. 2.2 Pengembangan #an Penera$an !stem "esehatan "eselamatan "erja (alam tahapan ini berisi langkah5langkah yang harus dilakukan oleh organisasi2perusahaan keselamatan kerja, dengan melibatkan banyak personel, mulai dari menyelenggarakan pelatihan tetanng SMK3, 1isk -ssessment terkait kesehatan eraturan perundang5undangan yang relevan dengan kesehatan dan keselamatan kerja, $eknik (okumentasi. &. Menetapkan $im SMK3 (alam membangun Sistem Manajmenen Kesehatan Keselamatan kerja 2 SMK3 maka perusahaan harus membentuk tim karena tidak mungkin sistem ini di bangun dan di jalankan sedirian namun harus melibatkan banyak personel yang terdiri dari berbagai departemen sehingga sebaiknya anggota $im tersebut terdiri atas seorang 'akil dari setiap unit kerja. 7iasanya 3

manajer unit kerja,hal ini penting karena merekalah yang tentunya paling bertanggung ja'ab terhadap unit kerja yang bersangkutan. %.

eran anggota $im. Memberikan masukan dalam pengembangan SMK3 Menjadi agen perubahan sekaligus *asilisator dalam unit kerjanya. Merekalah yang pertama5tama menerapkan Sistem Manajemen K3 ini di unit5unit kerjanya termasuk merubah cara dan kebiasaan lama yang tidak menunjang penerapan sistem ini.

Selain itu mereka juga akan melatih dan menjelaskan tentang standar ini termasuk man*aat dan konsekuensinya. Menjaga konsistensi dari penerapan Sistem Manajemen K3,baik melalui tinjauan sehari5hari maupun berkala. Menjadi penghubung antara manajemen dan unti kerjanya. Mengikuti pelatihan lengkap dengan standar Sistem Manajemen K3. Melatih sta* dalam unit kerjanya sesuai kebutuhan. Melakukan latihan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan sistem standar Sistem Manajemen K3. Melakukan tinjauan terhadap sistem yang berlangsung dibandingkan dengan sistem standar Sistem Manajemen K3. Membuat bagan alir yang menjelaskan tentang keterlibatan unit kerjanya dengan elemen yang ada dalam standar Sistem Manajemen K3. 7ertanggung ja'ab untuk mengembangkan system sesuai dengan elemen yang terkait dalam unit kerjanya. Sebagai contoh,anggota kelompok kerja 'akil dari divisi suber daya manusia bertanggung ja'ab untuk pelatihan dan seterusnya. Melakukan apa yang telah ditulis dalam dokumen baik diunit kerjanya sendiri maupun perusahaan. +kut serta sebagai anggota tim audit internal. 7ertanggung ja'ab untuk mempromosikan standar Sistem Manajemen K3 secara menerus baik di unit kerjanya sendiri maupun di unit kerja lain secara konsisten serta bersama5sama memelihara penerapan sistemnya.$im SMK3 akan diketuai dan dikoordinir oleh seorang ketua tim biasanya seorang sa*ety o**icer atau coordinator. (i smaping 4

3. $anggung ja'ab dan tugas anggota $im.


menetapkan ketua tim juga menunjuk seorang Manajement 1epresentati* yang merupakan bagian dari manajemen dan di tinjuk oleh Manajemen uncak. (i samping itu untuk menga'al dan mengarahkan $im maka sebaiknya dibentuk panitia pengarah (Steering 8ommittee),yang biasanya terdari dari para anggota manajemen. -dapun tugas S8 ini adalah memberikan arahan, menetapkan kebijakan, sasaran dan lain5lain yang menyangkut kepentingan organisasi secara keseluruhan. (alam proses penerapan ini maka $im penerapan akan bertanggung ja'ab dan melaporkan S8. /. $im penunjang. 9ika diperlukan, perusahaan yang berskala besar ada yang membentuk $im penunjang dengan tugas membantu untuk kelancaran yang kerja kelompok teknis kerja penerapan, khususnya pekerjaan bersi*at

administrative. Misalnya mengumpulkan catatan5catatan K3 dan *ungsi administrative yang lain seperti pengetikan, penggandaan dan lain5lain. ". Menyediakan Sumber daya 6ang dibutuhkan Sumber daya disini mencakup .

personel, perlengkapan, 'aktu dan dana.

ersonel yang dimaksud adalah beberapa orang yang diangkat secara resmi diluar tugas5tugas pokoknya dan terlibat penuh dalam proses penerapan. erlengkapan adalah perlunya mempersiapkan kemungkinan ruangan tambahan untuk menyimpan dokumen atau komputer tambahan untuk mengolah dan menyimpan data. $idak kalah pentingnya adalah 'aktu. :aktu yang diperlukan tidaklah sedikit terutama bagi orang yang terlibat dalam penerapan,mulai pustaka,menulis mengikuti dokumen rapat, mutu pelatihan,mempelajari sampai menghadapi bahan5bahan audit kegiatan

assessment. enerapan Sistem Manajemen K3 bukan sekedar kegiatan yang dapat berlangsung dalam satu atau dua bulan saja. ,ntuk itu selama kurang lebih satu tahun perusahaan harus siap menghadapi gangguan arus kas karena 'aktu yang seharusnya dikonsentrasikan untuk memproduksikan atau beroperasi banyak terserap ke proses penerapan ini. Keadaan seperti ini 5

sebetulnya dapat dihindari dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik. Sementara dana yang di perlukan adalah dengan membayar konsultan (bila menggunakan konsultan), lembaga serti*ikasi,dan biaya untuk pelatihan karya'an diluar perusahaan. (isamping itu juga perlu dilihat apakah dalam penerapan Sistem Manajemen K3 ini perusahaan harus menyediakan peralatan khusus yang selama ini belum dimiliki. Sebagai contoh adalah.apabila perusahaan memiliki kompresor dengan kebisingan diatas rata5rata, karena sesuai dengan persyaratan Sistem Manajemen K3 yang mengharuskan adanya pengendalian resiko dan bahaya yang ditimbulkan, perusahaan tentu harus menyediakan peralatan yang dapat menghilangkan2mengurangi tingkat kebisingan tersebut. -lat pengukur tingkat kebisingan juga harus disediakan,dan alat ini harus dikalibrasi. Oleh karena itu besarnya dana yang dikeluarkan untuk peralatan ini tergantung pada masing5 masing perusahaan. 4. )ap analisis $im penerapan yang telah dibentuk kemudian mulai bekerja untuk meninjau sistem yang sedang berlangsung dan kemudian dibandingkan dengan persyaratan yang ada dalam Sistem Manajemen K3. meninjau pelaksanaan . -pakah perusahaan sudah mengikuti dan melaksanakan secara konsisten prosedur atau instruksi kerja dari SMK32 O;S-S &<##& atau %#&%.

eninjauan ini dapat

dilakukan melalui dua cara yaitu dengan meninjau dokumen prosedur dan

!o "# $ahun

erusahaan belum memiliki dokumen, tetapi sudah menerapkan sebagian atau seluruh persyaratan dalam standar Sistem Manajemen K3. erusahaan belum memiliki dokumen dan belum menerapkan persyaratan standar Sistem Manajemen K3 yang dipilih. engembangan sistem

=.

$im SMK3 bersama dengan embuatan kebijakan K3

%K3 melakukan

pengembangan Sistem

Manajemen K3 antara lain dokumentasi sistem yang mencakup.


embuatan Objective dan target embuatan dokumen 1isk -ssessment 6

Melakukan identi*ikasi dan evaluasi pertauran dan perundangan terkait dengan kesehatan keselamatan kerja embuatan prosedur, *ormulir dan +nstruksi kerja

<. Sosialisasi dan penerapan sistem (engan terbangunnya Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja2 SMK3 di tandai semua dokumen selesai dibuat, maka setiap anggota $im kembali ke masing5masing bagian untuk melakukan sosialisasi dan menerapkan sistem yang telah di tetapkan. -dapun cara penerapannya adalah.

-nggota $im mengumpulkan seluruh sta*nya dan menjelaskan mengenai isi dokumen tersebut. Kesempatan ini dapat juga digunakan untuk mendapatkan masukan5masukan dari lapangan yang bersi*at teknis operasional. 7ekerja bersama5sama sta* unit kerjanya mulai mencoba menerapkan hal5 hal yang telah ditulis. Setiap kekurangan atau hambatan yang dijumpai harus dicatat sebagai masukan untuk menyempurnakan system. Mengumpulkan semua catatan K3 dan rekaman tercatat yang merupakan bukti pelaksanaan hal5hal yang telah ditulis. 1entang 'aktu untuk menerapkan system ini sebaiknya tidak kurang dari tiga bulan sehingga cukup memadai untuk menilai e*ekti* tidaknya system yang telah dikembangkan tadi. $iga bulan ini sudah termasuk 'aktu yang digunakan untuk menyempurnakan system dan memodi*ikasi tidak harus dokumen.(alam praktek pelaksanaannya, maka tim

menunggu seluruh dokumen selesai. 7egitu satu dokumen selesai sudah mencakup salah satu elemen standar maka penerapan sudah dapat dimulai dikerjakan. Sementara proses penerapan sistem berlangsung, kelompok kerja dapat tetap melakukan pertemuan berkala untuk memantau kelancaran proses penerapan system ini. -pabila langkah5 langkah yang terdahulu telah dapat dijalankan dengan baik maka proses system ini relative lebih mudah dilaksanakan. enerapan sistem ini harus dilaksanakan sedikitnya tiga bulan sebelum pelaksanaan audit internal. :aktu tiga bulan ini diperlukan untuk mengumpulkan bukti5bukti (dalam bentuk rekaman tercatat) secara memadai dan untuk melaksanakan penyempurnaan sistem serta modi*ikasi dokumen.

2.3

Pr%se#ur M"3 #! &alangan "a$al rosedur k3 pada galangan kapal merupakan aspek yang sangat penting dari pro*il seluruh pekerjaan seorang karya'an galangan kapal. Kondisi kesehatan keselamatan para pekerja galangan kapal juga mempunyai berbagai resiko bahaya dengan berbagi potensi *atal jika prosedur keselamatan dan kesehatan tidak di perhatikan . ,ntuk memastikan keselamatan pekerja pada galangan kapal sudah menjadi tanggung ja'ab semua orang yang bekerja di daerah tersebut dan Metode atau pedoman yang dapat diterima untuk menyelesaikan prosedur dan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja ini di lakukan sesuai pedoman OS;- dan standar maritim secara umum. 7eberapa prosedur yang dapat digunakan untuk membantu memastikan keselamatan dan kesehatan kerja pada galangan kapal antara lain adalah. 1. Medical Qualifications Menetapkan prosedur dan inspeksi keselamatan yang dirancang untuk memastikan personel atau karya'an secara *isik sebagai persyaratan terhadap karya'an dengan berbagai perlindungan dari berbagai paparan bahaya di daerah galangan kapal. Metode pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan catatan tenaga medis. emeriksa harus menentukan apakah evaluasi medis periodik telah dilakukan dengan benar, Kemudian memberikan pengarahan sepenuhnya terhadap bahaya kesehatan yang berhubungan dengan tugas5tugas mereka. 2. Worksite Safety (alam galangan kapal, ada beberapa lingkungan kerja berbahaya yang dapat karya'an hadapi. +nspeksi keselamatan harus menentukan apakah karya'an dilatih mengenai bahaya spesi*ik yang terkait dengan pekerjaan mereka. 7ahaya tersebut antara lain adalah bekerja di ketinggian, bahaya jatuh, bahaya lingkungan dan bahaya menggunakan alat. emeriksa harus melalui prosedur catatan pelatihan, memastikan jika pekerja memiliki masalah keamanan, dan pemeriksaan onsite lengkap dari situs kerja. 3. Hazard Elimination +nspeksi protokol harus memeriksa prosedur mitigasi tentang bahaya galangan. )alangan kapal harus memiliki prosedur yang jelas untuk 8 rosedur ini dipastikan harus sesuai dengan peraturan k3 yang telah diberlakukan.

mengidenti*ikasi pekerja terhadap berbagai bahaya yang ada, dan bagaimana bahaya tersebut ditanggulangi dan dikendalikan. engendalian bahaya tersebut melalui perencanaan *ormal dan prosedur mitigasi atau penghapusan kondisi berbahaya. Karya'an harus benar5benar dilatih tentang prosedur pelaporan keselamatan bahaya resmi. 4. Subcontractors rosedur ini diperlukan untuk memastikan subkontraktor yang bekerja di galangan kapal dapat memenuhi persyaratan keselamatan yang sama. Karya'an Subkontraktor harus dilatih dan memiliki pemahaman tentang bahaya yang terkait dengan tempat kerja. Meskipun tidak dipekerjakan oleh galangan kapal, subkontraktor juga mempunyai hak yang sama terhadap pemahaman bahaya keselamatan dan kesehatan pada lingkup galangan kapal seperti karya'an resmi lainnya. rosedur ini harus memastikan subkontraktor telah memiliki catatan tertulis terhadap standar keselamatan kesehatan kerja pada galangan tersebut . (okumentasi yang dibutuhkan meliputi pelatihan keamanankarya'an, catatan medis dan, dan penggunaan alat pelindung diri.

BAB III PENUTUP


3.1"es!m$ulan Seperti yang telah diuraikan diatas dengan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang melibatkan unsur manajernent dan lingkungan kerja yang terpadu, diharapkan akan mengurangi jumlah kecelakaan kerja di tiap 5tiap unit kerja. Maka dari itu komitmen penerapan langkah5langkah K3 harus dilakukan oleh semua elemen yang terlibat di galangan kapal termasuk atasan ataupun pekerja perusahaan. 3.2 aran (engan dibuat nya makalah ini kami mengharapkan kepada pembaca agar bisa memahami dan dapat menerangkan tentang perihal propeller yang kompleks dan diharapkan pembaca mencari sumber yang lain. -khir kata semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca pada umumnya dan bagi kami pada khususnya.

10

DA'TA( PU TA"A
http.22choinisah5surgaituadadalamdirikita.blogspot.com2%#&%2#<2contoh5 penerapan5sistem5manajemen5k35di.html http.22e5putra#&.blogspot.com2%#&&2&#2komitmen5langkah5penerapan5k3.html http.22gsconsultindonesia.com2%#&32#%2%/2strategi5pengembangan5penerapan5dan5 serti*ikasi5smk35sistem5manajemen5kesehatan5dan5keselamatan5kerja5sesuai5pp5 no5"#5tahun5%#&%2 http.22'''.konsultank3.com2prosedur5k35galangan5kapal5<"".html

11