Anda di halaman 1dari 13

BAB II DASAR TEORI 2.

1 Tinjauan Pustaka Bahan teknik secara global dapat dibagi menjadi dua yaitu bahan logam dan bahan bukan logam. Bahan logam dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu logam besi (fero) dan logam bukan besi (non fero). Logam fero yaitu suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsure karbon dengan besi, misalnya besi tuang, besi tempa dan baja. Logam non fero yaitu logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe) misalnya tembaga, aluminium, timah dan lainnya. Bahan bukan logam antara lain asbes, karet, plastik dan lainnya. Untuk saat ini penggunaan logam ferro seperti besi dan baja masih mendominasi dalam perencanaan-perencanaan mesin maupun dalam bidang konstruksi. (Abdillah F., (2010), Tesis : Perlakuan Panas Paduan Al-Si Pada Prototipe Piston erbasis !aterial Piston ekas, Se"aran# : $%&'P) edangkan penggunaan logam non ferro yang terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu logam aluminium ( mith, !""# $%&&). 'al ini terlihat dari urutan pengunaan logam paduan alumunium yang menempati urutan kedua setelah pengunaan logam besi atau baja, dan diurutan pertama untuk logam non ferro ( mith, !""#). ekarang ini kebutuhan (ndonesia pada aluminium per tahun mencapai )&&.&&& hingga *&&.&&& ton dengan harga U + *.*&# per ton (,oorsy, )&&-). .luminium merupakan unsur kimia golongan (((. dalam sistim periodik unsur, dengan nomor atom !* dan berat atom )/,"0 gram per mol (sma). 1i dalam udara bebas aluminium mudah teroksidasi membentuk lapisan tipis oksida (.l )2*) yang tahan terhadap korosi. .luminium juga bersifat a"foter yang mampu bereaksi dengan larutan asam maupun basa. truktur kristal aluminium adalah struktur kristal F33, sehingga aluminium tetap ulet meskipun pada temperatur yang sangat rendah. .luminium (.l) mempunyai massa atom )- (hanya ada satu isotop natural), nomor atom !*, densitas ),g4cm*, titik lebur //& o3 (!))& &F). .luminium adalah logam ber5arna putih sil6er. 7emiliki potensi redoks -!,// 8, bilangan oksidasi 9*, dan jari-jari atom yang kecil yaitu #- pm untuk stabilitas dari senya5a aluminium. Berat jenisnya hanya ),- sehingga 5alaupun kekuatannya rendah tetapi stren#th to (ei#ht rationya masih lebih tinggi

daripada baja, oleh karena itu banyak komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium :emakaian aluminium khusus pada industri otomotif juga terus meningkat ejak tahun !"0& (Budinski, )&&!), dan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di indonesia. Banyak komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium, diantaranya adalah piston, blok mesin, cylinder head, 6al6e dan lain sebagainya. :enggunaan paduan aluminium untuk komponen otomotif dituntut memiliki kekuatan yang baik. .gar aluminium mempunyai kekuatan yang baik biasanya logam aluminium dipadukan dengan dengan unsur-unsur seperti$ 3u, i, 7g, ;n, 7n, ,i, dan sebagainya. 7engolah bijih aluminium menjadi logam aluminium (.l) memerlukan energi yang besar dan biaya yang mahal untuk mendapatkan logam aluminium masalah yang utama sebetulnya pada keterbatasan 2.2 Pengertian Aluminium .luminium ditemukan oleh ir 'umphrey 1a6y dalam tahun !0&" sebagai suatu unsur dan pertama kali direduksi sebagai logam oleh ' . 3. 2ersted, tahun !0)#. ecara industri tahun !00/, :aul 'eroult di :erancis dan 3 . 7. 'all di .merika erikat secara terpisah telah memperoleh logam aluminium dari alumina dengan cara elektrolisasi dari garam yang terfusi. ampai sekarang proses 'eroult 'all masih dipakai untuk memproduksi aluminium. :enggunaan aluminium sebagai logam setiap tahunnya adalah urutan yang kedua setelah besi dan baja, yang tertinggi di antara logam non ferro < urdia, =., hinroku ., (!""#), Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita? .luminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan korosi yang baik dan hantaran listrik yang baik dan sifat @ sifat yang baik lainnya sebagai sifat logam. ebagai tambahan terhadap, kekuatan mekaniknya yang sangat meningkat dengan penambahan 3u, 7g, i, 7n, ;n, ,i, dsb. ecara satu persatu atau bersamasama, memberikan juga sifat-sifat baik lainnya seperti ketahanan korosi, ketahanan aus, koefisien pemuaian rendah. 7aterial ini dipergunakan di dalam bidang yang luas bukan saja untuk peralatan rumah tangga tapi juga dipakai untuk keperluan material pesa5at terbang, mobil, kapal laut, konstruksi.

2.3 Sifat Aluminium .luminium memiliki ketahanan terhadap korosi yang baik pada beberapa kondisi lingkungan karena permukaan .luminium mampu membentuk lapisan alumina (.l)2*) bila bereaksi dengan oksigen. truktur kristal yang dimiliki .luminium adalah struktur kristal F33 (Fa)e *entered *ubi)), sehingga .luminium tetap ulet meskipun pada temperatur yang sangat rendah. eperti logam murni lainnya, .luminium memiliki kekuatan yang rendah dan tidak dapat langsung diaplikasikan karena ketahanan deformasi dan patahnya kurang tinggi. 2leh karena itu perlu adanya penambahan elemen lain ke dalam .luminium. ifat .luminium tergantung dari interaksi komposisi kimia dan struktur mikro yang berkembang selama solidifikasi, perlakukan panas, dan proses deformasi (untuk produk tempa). <=otten, Aeorge. B, !""", +andbook of Alu"iniu", 8ol. !, 7arcel 1ekker, ,e5 Cork, Bassel.? elain sifat-sifat tersebut .luminium mempunyai sifat-sifat yang sangat baik dan bila dipadu dengan logam lain bisa mendapatkan sifat-sifat yang tidak bisa ditemui pada logam lain. .dapun sifat-sifat dari aluminium antara lain $ ringan, tahan korosi, penghantar panas dan listrik yang baik. ifat tahan korosi pada aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan oksida aluminium pada permukaaan aluminium. <Utama. ()&&"), Tu#as Akhir : Pen#aruh Pena"bahan *u (1 ,, - ,, dan .,) Pada Alu"iniu" &en#an Solution +eat Treat"ent &an %atural A#in# Terhadap Sifat Fisis &an !ekanis, urakarta$ U7 ? ifat mekanik dan fisik aluminium dapat dilihat pada tabel ).! dan ).) berikut $ Tabel 2.1. ifat-sifat fisik aluminium < urdia, =., hinroku ., (!""#), Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita? Sifat-Sifat emurnian Aluminium !"# $$%$$& 7assa jenis ()&&3) =itik cair :anas jenis (cal4g . &3) (!&&&3) =ahanan listrik (D) ),/"/0 //&,) &,)))/ /%,"% '$$%( ),-! /#*-/#&,))" #"

'antaran listrik koefisien temperature (4&3) Eoefisien pemuaian ()& - !&&&3) >enis Eristal, konstanta kisi

&,&&%)" )*,0/F!&-/

&,&!!# )*,#F!&-/ f)),aG%,&% kH

f)),aG%,&!* kH

Tabel 2.2.

ifat-sifat mekanik aluminium < urdia, =.,

hinroku

., (!""#),

Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita? Sifat-sifat emurnian Aluminium !"# $$%$$& '$$.( Dianil )*" +ir,l +ingin Dianil -1. %," !,* %0,0 !!!,/ !!,& #,# )",* *,# *# )* !/," !%,0 # %%

Eekuatan tarik (kg4mm)) Eekutan mulur (&,)D) (kg4mm)) :erpanjangan (D) Eekerasan

=abel ).! menunjukkan sifat-sifat fisik .l dan =abel ).) menunjukkan sifat-sifat mekaniknya. Eetahan korosi berubah menurut kemurnian, pada umumnya untuk kemurnian "",& D atau diatasnya dapat dipergunakan di udara tahan dalam bertahuntahun. 'antaran listrik .l, kira-kira /# D dari hantaran listrik tembaga, tetapi masa jenisnya kira-kira sepertiganya sehingga memungkinkan untuk memperluas hinroku ., penampangnya. .luminium juga dapat dipergunakan untuk kabel tenaga dan dalam berbagai bentuk umpamanya sebagai lembaran tipis (foil). < urdia, =., (!""#), Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita?

2./ Pa+uan Aluminium .luminium dipakai sebagai paduan berbagai logam murni, sebab tidak kehilangan sifat ringan, sifat @ sifat mekanisnya, sifat mampu cornya yang dapat

diperbaiki dengan menambah unsur@unsur lain. Unsur@unsur paduan itu adalah tembaga, silisium, magnesium, mangan, nikel, dan sebagainya yang dapat merubah sifat paduan aluminium. 7acam@macam Unsur paduan aluminium dapat diklasifikasikan sebagai berikut $ a. :aduan .l- i :aduan .l- i ditemukan oleh .. :acI tahun !")!. paduan .l- i yang telah diperlakukan panas dinamakan Silu"in. ifat @ sifat silumin sangat diperbaiki oleh perlakuan panas dan sedikit diperbaiki oleh unsur paduan. :aduan .l- i umumnya dipakai dengan &,!#D @ &,%D7n dan &,# D 7g. :aduan yang diberi perlakuan pelarutan (solution heat treat"ent), /uen)hin#, dan a#in# dinamakan silu"in , dan yang hanya mendapat perlakuan aging saja dinamakan silu"in . :aduan .l- i yang memerlukan perlakuan panas ditambah dengan 7g juga 3u serta ,i untuk memberikan kekerasan pada saat panas. Bahan paduan ini biasa dipakai untuk torak motor. (=ata J aito, !"")). b. :aduan .l-3u dan .l-3u-7g :aduan .l-3u-7g adalah paduan yang mengandung %D 3u dan &,#D 7g serta dapat mengeras dalam beberapa hari oleh penuaan, dalam temperatur biasa atau natural a#in# setalah solution heat treat"ent dan /uen)hin#. tudi tentang logam paduan ini telah banyak dilakukan salah satunya adalah ,ishimura yang telah berhasil dalam menemukan senya5a terner yang berada dalam keseimbangan dengan .l, yang kemudian dinamakan senya5a =ernyata senya5a dan =. (.L)3u7g) mempunyai kemampuan penuaan pada

temperatur biasa. :aduan .l-3u dan .l-3u-7g dipakai sebagai bahan dalam industri pesa5at terbang (=ata J aito, !"")). c. :aduan .l-7n 7angan (7n) adalah unsur yang memperkuat .lumunium tanpa mengurangi ketahanan korosi dan dipakai untuk membuat paduan yang tahan terhadap korosi. :aduan .l-7n dalam penamaan standar AA adalah paduan .l *&&* dan .l *&&%. Eomposisi standar dari paduan .l *&&* adalah .l, !,) D 7n, sedangkan komposisi standar .l *&&% adalah .l, !,) D 7n, !,& D 7g.

"

:aduan .l *&&* dan .l *&&% digunakan sebagai paduan tahan korosi tanpa perlakuan panas. d. :aduan .l-7g :aduan dengan ) @ * D 7g dapat mudah ditempa, dirol dan diekstrusi, paduan .l #&#) adalah paduan yang biasa dipakai sebagai bahan tempaan. :aduan .l #&#) adalah paduan yang paling kuat dalam sistem ini, dipakai setelah dikeraskan oleh pengerasan regangan apabila diperlukan kekerasan tinggi. :aduan .l #&0* yang dianil adalah paduan antara ( %,# D 7g ) kuat dan mudah dilas oleh karena itu sekarang dipakai sebagai bahan untuk tangki L,A (=ata J aito, !"")). e. :aduan .l-7g- i ebagai paduan .l-7g- i dalam sistem klasifikasi AA dapat diperoleh paduan .l /&/* dan .l /&/!. :aduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan kurang sebagai bahan tempaan dibandingkan dengan paduan @ paduan lainnya, tetapi sangat liat, sangat baik mampu bentuknya untuk penempaan, ekstrusi dan sebagainya. :aduan /&/* dipergunakan untuk rangka @ rangka konstruksi, karena paduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan yang cukup baik tanpa mengurangi hantaran listrik, maka selain dipergunakan untuk rangka konstruksi juga digunakan untuk kabel tenaga (=ata J aito, !"")). f. :aduan .l-7n-;n 1i >epang pada permulaan tahun !"%& (ragashi dan ka5an-ka5an mengadakan studi dan berhasil dalam pengembangan suatu paduan dengan penambahan kira @ kira &,* D 7n atau 3r dimana butir kristal padat diperhalus dan mengubah bentuk presipitasi serta retakan korosi tegangan tidak terjadi. :ada saat itu paduan tersebut dinamakan 0S& atau duralu"in super ekstra. elama perang dunia ke dua di .merika serikat dengan maksud yang hampir sama telah dikembangkan pula suatu paduan yaitu suatu paduan yang terdiri dari$ .l, #,# D ;n, ),# D 7n, !,#D 3u, &,* D 3r, &,) D 7n sekarang dinamakan paduan .l--&-#. :aduan ini mempunyai kekuatan tertinggi diantara paduan-paduan lainnya. :engggunaan paduan ini paling besar adalah untuk

!&

bahan konstruksi pesa5at udara, disamping itu juga digunakan dalam bidang konstruksi (=ata J aito, !"")). 2.* 0imba1 2e,t1ermal (ndonesia merupakan suatu negara yang berlokasi dalam KLing of FireM dengan banyak gunung berapi yang merupakan sumber panas bumi. (ndonesia telah membangun :embangkit Listrik =enaga :anas Bumi ( :L=:B ) di beberapa daerah, salah satunya :L=:B 1ieng. :L=:B merupakan pembangkit listrik energi terbarukan yang memberikan dampak positif pada pembangunan dan ekonomi nasional. ,amun dihasilkannya #eother"al brine ( limbah cair ) pada operasinya selain menimbulkan masalah kerak silika pada perpipaan, juga menyebabkan pencemaran pada lingkungan akibat air limbahnya. >ika air limbah tersebut dibiarkan maka akan terbentuk endapan yang mengeras, dimana endapan tersebut banyak mengandung silika. ( 1urniati, 0., 2002, 0kstrasi Sili)a 3hite Po(der &ari 4i"bah Padat Pe"ban#kit 4istrik Tena#a Panas u"i &ien#, $P% Press : Suraba5a ) Limbah geothermal dari :embangkit Listrik =enaga :anas bumi berupa padatan keras, dimana padatan tersebut terbentuk karena air limbah yang ditampung mengalami pengendapan sehingga membentuk padatan yang keras ,o. ! ) * % :arameter i2) Fe)2* ,a)2 E)2 Eonsentrasi ( D berat ) ##,)** !",#&# !%,"## 0,*&-

( 1urniati, 0., 2002, 0kstrasi Sili)a 3hite Po(der &ari 4i"bah Padat Pe"ban#kit 4istrik Tena#a Panas u"i &ien#, $P% Press : Suraba5a ) 7enurut tabel diatas diketahui bah5a konsentrasi ilica ( i2) ) sebesar ##,)**D berat, sedangkan impuritis seperti Fe)2*, ,a)2, E)2 sebesar %#,-/- berat. 1an berdasarkan data tersebut maka kami mengambil sampel limbah #eother"al ini untuk

!!

diolah yang nantinya bisa menghasilkan sili)a po(der yang kandungan i N ##,)) D dan bisa digunakan sebagai bahan penguat aluminium. 2.*.1 Silika ilika atau silicon oksida mempunyai rumus kimia i2 ) dengan berat molekul /&,&0 dan terdiri dari #*,)/D 2 dengan %/,-%D i. ecara alami silika terdapat dalam pasir kuarsa ( /uart6 ), batuan opal, batu api, dan batuan permata ( a"eth5st, a#are ) ilika atau i2) mempunyai sifat @ sifat sebagai berikut $ !. 7erupakan kristal jenuh tidak ber5arna ). 7empunyai spesific gra6ity ),) @ ),/ *. =idak larut dalam air dan asam asam, kecuali asam fluorine ('F) dengan membentuk gas sili)on tetra fluoride ( iF%) %. Larut dalam leburan alkali #. 7empunyai titik leleh antara !/&& &3 @ !-#& &3 dan akan menyublim pada suhu !-#& &3 ilika ini tidak pernah terdapat bebas di alam, tetapi umumnya bersenya5a dengan Iat lain. enya5a sili)on yang melimpah jumlahnya adalah sili)on oksida ( i2) ) atau biasa disebut dengan silika. ilika murni terdapat di OuartI ( ro)k )r5stal ), tr5di"ite, dan )r5stobalite. ebagai silika yang tidak murni misalnya pasir, a6artIite, PuartIase dll ( Elug dan Brasted, !"#0 ) 2.*.1.1 Silika 2el
ilika gel adalah butiran seperti kaca dengan bentuk yang sangat berpori, silika dibuat secara sintetis dari natrium silikat. Qalaupun namanya, gel silika padat. Ael silika adalah mineral alami yang dimurnikan dan diolah menjadi salah satu bentuk butiran atau manik-manik. ebagai pengering, ia memiliki ukuran pori rata-rata ),% nanometer dan memiliki afinitas yang kuat untuk molekul air. ilika gel merupakan suatu bentuk dari silika yang dihasilkan melalui penggumpalan sol natrium silikat (,a i2)). ol mirip agar @ agar ini dapat didehidrasi sehingga berubah menjadi padatan atau butiran mirip kaca yang bersifat tidak elastis. ifat ini menjadikan silika gel dimanfaatkan sebagai Iat penyerap, pengering dan penopang katalis. Aaram @ garam kobalt dapat diabsorpsi oleh gel ini.

!)

ilica gel mencegah terbentuknya kelembapan yang berlebihan sebelum terjadi. :ara pabrikan mengetahui hal ini, karena itu mereka selalu memakai silica gel dalam setiap pengiriman barang-barang mereka yang disimpan dalam kotak. sensitif, elektronik dan film sekalipun. ilica gel merupakan produk yang aman digunakan untuk menjaga kelembapan makanan, obat-obatan, bahan

ilika gel banyak sekali digunakan pada industri pasta gigi, pera5atan kulit, pemrosesan bir, pelapisan kertas, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai desikant, pendukung katalis, katalis pol5olefin, antiblokin# a#ent, dan dalam bidang farmasi. :ada umumnya, silika berbentuk po5der, flake, ataupun gel. ilika yang berbentuk po5der, berupa partikel kecil dan berpori dengan ukuran submicron hingga beberapa micrometer memiliki aplikasi yang penting sebagai katalis, mikroelektronik, pemba5a dan pengontrol terlepasnya Iat obat, lo( ele)tri) )onstant fillers, sensor, dan ele)troopti)s. ( 'TS Silika 7el ) 2.*.1.2 Caustic Digestion 7etode yang dikembangkan untuk mengolah limbah padat ( #eother"al slud#e) menjadi produk silika amorf diantaranya dengan ekstraksi menggunakan basa dan pengolahan secara biokimia diikuti pengeringan pada rentang temperatur )# o3 @ *&&
o

3. 7orfologi produk (surface area, diameter, dan 6olume pori) ber6ariasi tergantung

temperatur pengeringan dalam rentang tersebut (misalnya$ Bagsha5 et al, )&&!R :remurIic et al, )&&*R 'iro5atari et al, )&&%R >ohnston, et al, )&&%R ,ishi, et al, )&&-R outham, et al, )&&0). edangkan penelitian-penelitian untuk reco6ery silika dari bahan biomass sudah banyak dilakukan dengan dua cara yaitu dengan proses kering dan proses basah. :roses kering dilakukan dengan melelehkan sodium karbonat dan abu biomass dalam furnace untuk mendapatkan solid glass. olid glass ini kemudian dilarutkan dalam air untuk membentuk larutan silikat yang kemudian diasamkan untuk mendapatkan silika. :ada proses basah (metode )austi) di#estion), abu biomass diekstrak dengan larutan alkali pada suhu didihnya hingga didapat larutan sodium silikat. 1ilihat dari segi konsumsi energi, proses basah lebih ekonomis karena tidak memerlukan energi yang tinggi. ( 'TS Silika 7el ).

!*

(ka dan Qahyu ()&&/) meneliti pengaruh kondisi pengasaman terhadap karakteristik partikel silika dari abu bagasse dengan metode )austi) di#estion yaitu ekstraksi silika dari abu bagasse dengan menggunakan larutan ,a2' pada suhu didihnya. 'asil ekstraksi kemudian dititrasi dengan '3l hingga p' akhir yang telah ditentukan. Ael yang terbentuk kemudian diaging selama !0 jam, disaring, dicuci, dan dikeringkan dalam o6en pada suhu !&& o3 selama satu jam. ilika yang telah kering, dihancurkan, dicuci, dan dikeringkan kembali sehingga didapatkan silika kering dalam bentuk po5der. 2.*.2 S3ektr,metri Sera3an At,m !AAS# 7etode spektroskopi serapan atom (.. ) berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. .tom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung sifat unsurnya. 3ahaya pada panjang gelombang ini mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat energinya ke tingkat elektronik suatu atom yang bersifat spesifik. 1engan absorpsi energi, atom pada keadaan dasar dari tingkat energinya berpindah ke tingkat eksitasi. =eknik .. merupakan perangkat yang canggih dalam analisis, hal itu i dan .l dengan .. ini

disebabkan oleh kecepatan analisisnya. Eondisi analisis

adalah silikon dianalisis pada panjang gelombang )!&,/ nm, tipe nyala ,)2-asetilen, sedangkan untuk .l pada panjang gelombang *&",* nm, tipe nyala ,)2-asetilen <))?. :ada alat .. terdapat dua bagian utama yaitu suatu sel atom yang menghasilkan atom-atom gas bebas dalam keadaaan dasarnya dan suatu sistem optik untuk pengukuran sinyal. uatu skema umum dari alat .. adalah sebagai berikut $

!%

Aambar ).!) kema umum komponen pada alat .. <))?. 2.*.3 S3ektr,sk,3i +ifraksi sinar-4 !4-Ra5 Difra6ti,n74RD# pektroskopi difraksi sinar-H merupakan salah satu metoda karakterisasi material yang paling tua dan paling sering digunakan hingga sekarang. =eknik ini digunakan untuk mengidentifikasi fasa kristalin dalam material dengan cara menentukan parameter struktur kisi serta untuk mendapatkan ukuran partikel. 1ifraksi sinar-H terjadi pada hamburan elastis foton-foton sinar-H oleh atom dalam sebuah kisi periodik. 'amburan monokromatis sinar-H dalam fasa tersebut memberikan interferensi yang konstruktif. 1asar dari penggunaan difraksi sinar-H untuk mempelajari kisi kristal adalah berdasarkan persamaan Bragg <)%?$ n.S G ).d.sin T R n G !, ), ............. () - #)

1engan S adalah panjang gelombang sinar-H yang digunakan, d adalah jarak antara dua bidang kisi, T adalah sudut antara sinar datang dengan bidang normal, dan n adalah bilangan bulat yang disebut sebagai orde pembiasan. 3ara kerja alat ini adalah dengan meletakkan material uji pada sampel holder difrakto"eter sinar H. :roses difraksi sinar H dimulai dengan menyalakan difraktometer sehingga diperoleh hasil difraksi berupa difraktogram yang menyatakan hubungan antara sudut difraksi )T dengan intensitas sinar H yang dipantulkan. >ika seberkas sinarH dijatuhkan pada sampel kristal, maka bidang kristal itu akan membiaskan sinar-H yang memiliki panjang gelombang sama dengan jarak antar kisi dalam kristal tersebut. inar yang dibiaskan akan ditangkap oleh detektor kemudian diterjemahkan sebagai sebuah puncak difraksi. 7akin banyak bidang kristal yang terdapat dalam sampel, makin kuat intensitas pembiasan yang dihasilkannya. =iap puncak yang muncul pada pola HL1 me5akili satu bidang kristal yang memiliki orientasi tertentu dalam sumbu tiga dimensi. :uncak-puncak yang didapatkan

!#

dari data pengukuran ini kemudian dicocokkan dengan standar difraksi sinar-H untuk hampir semua jenis material. tandar ini disebut >3:1 . 1alam pembuatan limbah #eother"al menjadi silika gel perlu dilakukan karakterisasi dengan HL1 dengan tujuan untuk mengetahui struktur kristal. =eknik difraksi sinar H juga digunakan untuk menentukan ukuran kristal, regangan kisi, komposisi kimia dan keadaan lain yang memiliki orde yang sama <)#?. 2.& Diagram 8ase Al 9 Si :aduan .l- i memiliki sifat mampu cor yang baik, tahan korosi, dapat diproses dengan permesinan dan dapat dilas. 1iagram fasa dari .l- i ditunjukkan pada Aambar ).*, diagram ini digunakan sebagai pedoman umum untuk menganalisa perubahan fasa pada proses pengecoran paduan .l- i.

2.) :aterial 2.).1

,m3,sit

,m3,sit :atriks 0,gam ,m3,sit :atriks Aluminium

2.. :et,+e Pembentukan 2...1 :i;ing 2...2 ,m3aksi 2...3 Sintering

!/

2.$

arakterisasi AMC ( Alumunium Matrix Composit ) ekerasan

2.$.1 <ji Densitas 2.$.2 <ji 2.$.3 <ji Ben+ing 2.$./ <ji Struktur :ikr,

Alkalinit5 !3-# .lkalinitas sebagai media yang memainkan peran penting dalam pertumbuhan kristal, sintesis4persiapan bahan, dan pengolahan secara keseluruhan. 1erajat keasaman (p') mempengaruhi kejenuhan larutan, kinetika, morfologi, ukuran, dan kristalinitas. 1erajat keasaman (p') dipengaruhi oleh reaktan dan konsentrasi4rasio, diikuti oleh suhu dan 5aktu. Lebih lanjut, dengan penambahan bahan organik, p' berubah dengan cepat dalam sistem, maka p' sebagai salah satu parameter kunci dalam menentukan tingkat kristalisasi. :eningkatan konsentrasi ion 2'- umumnya akan memba5a pertumbuhan kristal menjadi lebih cepat dan 5aktu penahanan lebih singkat <!-?. :eningkatan p' akan mempercepat pertumbuhan kristal dan memperpendek 5aktu. 1erajat keasaman (p') yang tinggi menyebabkan larutan jenuh dari silikat dan aluminat dan pembentukan inti dalam jumlah besar <!-?.