Anda di halaman 1dari 12

KELOMPOK IV

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Evi Arifiana Fajril Haqqi Nety Kurnia Rahayuning Tyas Saputri Ririn Endah Sukmawati Zahratun Nisa

SOLUSIO PLASENTA

SOLUSIO PLASENTA

Solusio plasenta atau disebut juga abruptio placenta atau ablasio placenta adalah separasi prematur plasenta dengan implantasi normalnya di uterus (korpus uteri) dalam masa kehamilan lebih dari 20 minggu dan sebelum janin lahir.

Klasifikasi dan Macam Solutio Plasenta


Solusio plasenta ringan.
Solusio plasenta sedang. Solusio plasenta berat.

Solusio plasenta ringan


Perdarahan kurang 500 cc dengan lepasnya plasenta kurang dari 1/5 bagian. Perut ibu masih lemas sehingga bagian janin mudah diraba. Tanda fetal distres belum tampak. Perdarahan hitam pervaginam. Tanpa gangguan pembekuan darah fibrinogen di atas 250 mg%.

Solusio plasenta sedang


Lepasnya plasenta antara 1/4-2/3 bagian dengan perdarahan sekitar 1000 cc. Perut mulai tegang dan bagian janin sulit diraba. Janin sudah fetal distres berat sampai IUFD. Pemeriksaan dalam ketuban tegang. Tanda persalinan telah ada dan dapat berlangsung cepat sekitar 2 jam

Solusio plasenta berat


Lepasnya plasenta sudah melebihi 2/3 bagian. Perut nyeri dan tegang, bagian janin sulit diraba seperti papan. Janin sudah fetal distres berat sampai IUFD. Pemeriksaan dalam ketuban tegang. Darah dapat masuk otot rahim, uterus couvelaire yang menyebabkan atonia uteri serta perdarahan pascapartus. Terdapat gangguan pembekuan darah fibrinogen kurang dari 100 mg %-150 mg% Ganggan ginjal sudah mulai tampak

Penyebab Solusio Plasenta

Trauma langsung Abdomen Umbilicus pendek atau lilitan tali pusat Janin terlalu aktiv sehingga plasenta dapat terlepas Tekanan pada vena kafa inferior Tindakan memecah ketuban

Patofisiologi
ETIOLOGI
Arteri yang mengalir ke inteviler mengalami spasme

TD tibatiba menurun

Faktor resiko : Trauma Paritas ibu Usia ibu Leiomiona uteri Riwayat merokok Riwayat sulosio plasenta

Iskemia dan Hipoksia jaringan setempat

Kematian sejumlah sel

Terjadi pendarahan didesidua basalis Desidua terkelupas dan membuat lapisan tipis

Terjadi pendarahan terus menerus di belakang plasenta

Hematoma retoplasenta

Akibat hematoma retroplsenter akan bertambah besar

Sehingga sebagian dan plasenta terlepas dari dinding uterus Apabila ekstravasasi berlangsung hebat,permukaan uterus akan menjadi bercak biru

Sebagian darah menyelundup dibawah selaput ketuban yang keluar dari vagina dan masuk kedalam kantong ketuban Darah yang keluar menembus antara cairan ketuban dan miometrium

Keluar melalui servik

Sebagian besar persedian fibrinogen habis

Hipofibriogenemi

Trejadi perdarahan
Terjadilah gangguan pembekuan darah uterus

Akibatnya : Kerusakan jaringan miometrium dan pembekuan retroplasenta Banyak tromboplastin yang masuk ke dalam peredaran darah

Diagnosa yang muncul : Nyeri b.d trauma jaringan Ansietas b.d ancaman yang dirasakan pada klien/janin Resiko tinggi infeksi

Komplikasi
Syok perdarahan Gagal ginjal Kelainan pembekuan darah

ASUHAN KEPERAWATAN
Dx 1 : Nyeri (akut) berhubungan dengan trauma jaringan Dx 2 : Ansietas berhubungan dengan ancaman yang dirasakan pada klien/janin. Dx 3 : Infeksi, resiko tinggi terhadap prosedur invasive.