Anda di halaman 1dari 28

IDHA IHAR DEWI PRATAMI 405090155 TRANSPLANTASI HATI

Istilah asing
Hepatitis c :penyakit hati yang disebabkan

oleh virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya. Sirosis :Sirosis adalah proses lanjutan penyakit hati yang berdampak pada terganggunya struktur dan fungsi hati, karena susunan jaringan yang progresif tak terkendali.

Lo 1 definisi transplantasi
Transplantasi tumbuh-tumbuhan
merujuk pada proses pencabutan tanaman dari satu tempat dan ditanam di tempat lain. Biasanya ini dilakukan di sawah untuk mengurangi jumlah air dan sumber lain yang diperlukan dalam tahap awal, dan menyiangi tanaman sakit lebih awal, kemudian menambah bibit.

Transplantasi organ
Transplantasi adalah pemindahan suatu jaringan atau organ manusia tertentu dari suatu tempat ke tempat lain pada tubuhnya sendiri atau tubuh orang lain dengan persyaratan dan kondisi tertentu.

Ada dua komponen penting yang

mendasari tindakan transplantasi, yaitu :


1. Eksplantasi, yaitu usaha mengambil jaringan atau organ manusia yang hidup atau yang sudah meninggal.

2. Implantasi, yaitu usaha menempatkan

jaringan atau organ tubuh tersebut kepada bagian tubuh sendiri atau tubuh orang lain. Disamping itu, ada dua komponen penting yang menunjang keberhasilan tindakan transplantasi, yaitu: 1. Adaptasi donasi, yaitu usaha dan kemampuan menyesuaikan diri orang hidup yang diambil jaringan atau organ tubuhnya, secara biologis dan psikis, untuk hidup dengan kekurangan jaringan / organ.

2. Adaptasi resepien, yaitu usaha dan

kemampuan diri dari penerima jaringan / organ tubuh baru sehingga tubuhnya dapat menerima atau menolak jaringan / organ tersebut, untuk berfungsi baik, mengganti yang sudah tidak dapat berfungsi lagi.

Lo 2
pembagian jenis & tujuan transplantasi
Transplantasi ditinjau dari sudut si

penerima, dapat dibedakan menjadi: 1. Autotransplantasi, yaitu pemindahan suatu jaringan atau organ ke tempat lain dalam tubuh orang itu sendiri.
2. Homotransplantasi, yaitu pemindahan suatu jaringan atau organ dari tubuh seseorang ke tubuh orang lain.

3. Heterotransplantasi, yaitu pemindahan suatu jaringan atau organ dari suatu spesies ke tubuh spesies lainnya.

Berdasarkan jenis
Transplantasi jaringan
Co. Pencangkokan kornea mata

Transplantasi organ
Co. Pencangkokan ginjal,hati,dsb.

Kini telah dikenal beberapa jenis transplantasi atau pencangkokan

,baik berupa cel,jaringan maupun organ tubuh yaitu sebagai berikut: 1.TRANSPLANTASI AUTOLOGUS Yaitu perpindahan dari satu tempat ketempat lain dalam tubuh itu sendiri,yang dikumpulkan sebelum pemberian kemoterapi, 2.TRANSPLANTASI ALOGENIK Yaitu perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang sama spesiesnya,baik dengan hubungan keluarga atau tanpa hubungan keluarga, 3.TRANSPLANTASI SINGENIK Yaitu perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang identik,misalnya pada gambar identik, 4.TRANSPLANTASI XENOGRAFT Yaitu perpindahan dari satu tubuh ketubuh lain yang tidak sama spesiesnya.

Tujuan transplantasi
Kesembuhan dari suatu penyakit,misalnya buta, rusaknya jantung, ginjal, hati, dsb. Pemulihan kembali fungsi suatu organ, jaringan atau sel yang telah rusak atau mengalami kelainan tetapi tidak sama sekali terjadi kesakitan biologis. Mempertahankan kualitas hidup pasien penyakit kronik tahap akhir Memperpanjang usia harapan hidup tanpa tergantung pada tindakan hemodialis kronik Mengurangi biaya pengobatan jangka panjang

Beberapa pihak yang ikut terlibat dalam usaha transplantasi adalah donor hidup jenazah dan donor mati keluarga dan ahli waris Resepien
orang yang menerima jaringan / organ orang lain. Pada dasarnya, seorang penderita mempunyai hak untuk mendapatkan perawatan yang dapat memperpanjang hidup atau meringankan penderitaannya. Seorang resepien harus benar benar mengerti semua hal yang dijelaskan oleh tim pelaksana transplantasi

dokter dan pelaksana lain MasyarakSecara tidak sengaja masyarakat turut menentukan perkembangan transplantasi. Kerjasama tim pelaksana dengan cara cendekiawan, pemuka masyarakat, atau pemuka agama diperlukan unutk mendidik masyarakat agar lebih memahami maksud dan tujuan luhur usaha transplantasia.

L0 3 pandangan agama
1. Transplantasi Organ Dari Donor

Yang Masih Hidup : Syara membolehkan seseorang pada saat hidupnya dengan sukarela tanpa ada paksaan siapa pun untuk menyumbangkan sebuah organ tubuhnya atau lebih kepada orang lain yang membutuhkan organ yang disumbangkan itu, seperti tangan atau ginjal.

Maka barangsiapa yang mendapat suatu

pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kalian dan suatu rahmat. (QS. Al Baqarah : 178)

kemubahan menyumbangkan organ tubuh

pada saat seseorang masih hidup, ialah bahwa organ yang disumbangkan bukan merupakan organ vital yang menentukan kelangsungan hidup pihak penyumbang, seperti jantung, hati, dan kedua paru-paru. Hal ini dikarenakan penyumbangan organ-organ tersebut akan mengakibatkan kematian pihak penyumbang, yang berarti dia telah membunuh dirinya sendiri. Padahal seseorang tidak dibolehkan membunuh dirinya sendiri atau meminta dengan sukarela kepada orang lain untuk membunuh dirinya.

Allah SWT berfirman :


Dan janganlah kalian membunuh diri-diri

kalian. (QS. An Nisaa : 29) Keharaman membunuh orang yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) ini mencakup membunuh orang lain dan membunuh diri sendiri. Siapa saja yang menjatuhkan diri dari sebuah gunung dan membunuh dirinya sendiri, maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam.

2. Hukum Transplantasi Dari Donor

Yang Telah Meninggal :


tubuh orang tersebut tidak lagi dimiliki oleh

seorang pun. Sebab dengan sekedar meninggalnya seseorang, sebenarnya dia tidak lagi memiliki atau berkuasa terhadap sesuatu apapun, entah itu hartanya, tubuhnya, ataupun isterinya. Oleh karena itu dia tidak lagi berhak memanfaatkan tubuhnya, sehingga dia tidak berhak pula untuk menyumbangkan salah satu organ tubuhnya atau mewasiatkan penyumbangan organ tubuhnya

Berdasarkan hal ini, maka seseorang yang

sudah mati tidak dibolehkan menyumbangkan organ tubuhnya dan tidak dibenarkan pula berwasiat untuk menyumbangkannya. syarat sah menyumbangkan sesuatu benda, adalah bahwa pihak penyumbang berstatus sebagai pemilik dari benda yang akan disumbangkan, dan bahwa dia mempunyai hak untuk memanfaatkan benda tersebut.

Dan selama hak mewarisi tubuh si mayit tidak dimiliki oleh para ahli waris, maka hak pemanfaatan tubuh si mayit lebih-lebih lagi tidak dimiliki oleh selain ahli waris, bagaimanapun

juga posisi atau status mereka. Karena itu, seorang dokter atau seorang penguasa tidak berhak memanfaatkan salah satu organ tubuh seseorang yang sudah meninggal untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkannya. Allah telah mengharamkan pelanggaran terhadap kehormatan mayat sebagaimana pelanggaran terhadap kehormatan orang hidup. Allah menetapkan pula bahwa menganiaya mayat sama saja dosanya dengan menganiaya orang hidup.

Diriwayatkan dari Aisyah Ummul

Muminin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : Memecahkan tulang mayat itu sama dengan memecahkan tulang orang hidup. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban). mayat mempunyai kehormatan sebagaimana orang hidup. Begitu pula melanggar kehormatan dan menganiaya mayat adalah sama dengan melanggar kehormatan dan menganiaya orang hidup

Organ bkn vital

Mengenai organ yang tidak menjadi

tumpuan harapan penyelamatan kehidupan dan ketiadaannya tidak akan membawa kematian. Atas dasar itu, maka menurut syara tidak dibolehkan mentransplantasikan organ yang tidak vital.

Organ vital
pada transplantasi jantung, hati, dua paru-

paru, atau dua ginjal, tidak secara pasti akan menyelamatkan kehidupan orang penerima organ. Kadang-kadang jiwanya dapat diselamatkan dan kadang-kadang tidak. Ini dapat dibuktikan dengan banyak fakta yang terjadi pada orang-orang yang telah menerima transplantasi organ.

Berdasarkan dua hal di atas, maka tidak

dibolehkan mentransplantasikan organ tubuh yang menjadi tumpuan harapan penyelamatan kehidupan seperti jantung, hati, dua ginjal, dua paru-paru dari orang yang sudah mati yang terpelihara darahnya

Pandangan yang menentang

pencangkokan organ diajukan atas dasar setidaknya tiga alasan: 1. Kesucian hidup/tubuh manusia : setiap bentuk agresi terhadap tubuh manusia dilarang, karena ada beberapa perintah yang jelas mengenai ini dalam AlQuran. Dalam kaitan ini ada satu hadis (ucapan) Nabi Muhammad yang terkenal yang sering dikutip untuk menunjukkan dilarangnya manipulasi atas tubuh manusia, meskipun sudah menjadi mayat:

2.

Tubuh manusia adalah amanah : hidup, diri, dan tubuh manusia pada dasarnya adalah bukan miliknya sendiri, tapi pinjaman dari Tuhan dengan syarat untuk dijaga, karena itu manusia tak memiliki hak mendonorkannya pada orang lain. 3. Tubuh tak boleh diperlakukan sebagai benda material semata: pencangkokan dilakukan dengan mengerat organ tubuh seseorang untuk dicangkokkan pada tubuh orang lain; di sini tubuh dianggap sebagai benda material semata yang bagian-bagiannya bisa dipindah-pindah tanpa mengurangi ketubuh-an seseorang.

Lo 4 tinjauan dari segi manfaat dan mudharatnya


Manfaatnya
Hati baru akan bekerja seperti halnya hati normal Penderita akan merasa lebih sehat Penderita tidak perlu melakukan dialisis Penderita mempunyai usia harapan hidup yang lebih besar Dapat menghemat uang untuk berobat

Bahaya
tubuh menolak hati yang dicangkokan Orang dapat dengan mudah terinfeksi selama 6 minggu pertama setelah transplantasi; Extra tindakan pencegahan perlu diambil untuk menghindari risiko demam, yang merupakan tanda infeksi

Lo 5 solusi
Pak philbi harus bersabar dalam mengobati

penyakit. Insya allah , Allah tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hambanya. Tidak ada yang harus di takuti, karena mati berarti kembali kepada-Nya yang suci.