Anda di halaman 1dari 6

Definisi Bronkiektasis (BE) berasal dari kata Yunani, yaitu: bronkos, windipe dan ektasis, streching or extension.

rtinya dilatasi abnor!al proksi!al dari bronkus ukuran !ediu! (dia!eter " # !!) disebabkan oleh destruksi otot dan ko!ponen elastis dinding bronkus atau pelebaran bronkus yang disertai kerusakan dinding bronkus yang bersifat kronik dan !enetap. Biasanya ter$adi pada percabangan ke %&' dari bronkus yang pena!pangnya lebih dari # !!. (ecara klinis, bronkiektasis akan berarti ter$adi infeksi atau batuk darah. )erta!a kali dilaporkan oleh *eanec tahun +,#-, bahwa bronkiektasis lebih sering ter$adi pada paru kiri daripada paru kanan, !ungkin karena dia!eter bronkus uta!a kiri lebih kecil dari yang kanan. *ebih sering pada lobus bawah, khususnya seg!en basal. .lasifikasi /eid didasarkan atas beratnya pelebaran bronkus dan dera$at obstruksi dari bronkus dan bronkiolus, dikenal ada 0 !aca! bentuk, yaitu: +. Bentuk silindris #. Bentuk 1arikosa 0. Bentuk sakuler atau bentuk kistik Bronkiektasis !erupakan kelainan !orfologis yang terdiri dari pelebaran bronkus yang abnor!al dan !enetap disebabkan kerusakan ko!ponen elastis dan !uskular dinding bronkus. Bronkiektasis diklasifikasikan dala! bronkiektasis silindris, fusifor!, dan kistik atau sakular. .lasifikasi Berdasarkan atas bronkografi dan patologi bronkiektasis dapat dibagi !en$adi 0 yaitu: +. Bronkiektasis silindris #. Bronkiektasis fusifor! 0. Bronkiektasis kistik atau sakular. Etiologi dan )redisposisi Bronkiektasis biasanya didapat pada !asa anak2anak akibat infeksi berulang saluran pernafasan bagian bawah, yang ti!bul sebagai ko!plikasi penyakit ca!pak, batuk re$an, !aupun influen3a #. .erusakan bronkus pada penyakit ini ha!pir selalu disebabkan oleh infeksi. )enyebab infeksi tersering adalah 4. 5nfluen3a dan ). eruginosa. 5nfeksi oleh bakteri lain, seperti .lebsiela dan (taphylococus ureus disebabkan oleh absen atau terla!batnya pe!berian antibiotik pada pengobatan pneu!onia.

Bronkiektasis dite!ukan pula pada pasien dengan infeksi 456 atau 1irus lainnya, seperti adeno1irus atau 1irus influen3a. 7aktor penyebab noninfeksi yang dapat !enyebabkan penyakit ini adalah paparan substansi toksik, !isalnya terhirup gas toksik (a!onia, aspirasi asa! dari cairan la!bung dan lain2lain). .e!ungkinan adanya faktor i!un yang terlibat belu! diketahui dengan pasti karena bronkektasis dapat dite!ukan pula pada pasien kolitis ulseratif, reu!athoid artritis, dan sindro! ($orgen. 7aktor predisposisi ter$adinya bronkiektasis dapat dibagi !en$adi tiga, yaitu: .ekurangan !ekanis!e pertahanan yang didapat atau kongenital, biasanya kelainan i!unologi berupa kekurangan globulin ga!!a atau kelainan i!unitas selular atau kekurangan alfa2+antitripsin. .elainan struktur kongenital seperti fibrosis kistik, sindro! .artagener, kekurangan kartilago bronkus, dan kifoskoliosis kongenital. )enyakit paru pri!er seperti tu!or paru, benda asing, atau tuberkulosis paru. )atogenesis )atogenesis dari bronkiektasis sangat ko!pleks dan ada beberapa faktor yang !ungkin berperan, diantaranya: 2 5nfeksi 2 8angguan !ekanis!e bersihan 2 .elainan kongenital ((indro! .artagener: situs in1ersus, sinusitis, bronkiektasis) 2 5diopatik bronkiektasis 2 9bstruksi bronkus 2 8angguan i!unologi 8a!baran .linis 2 :anda dan ge$ala tergantung dari beratnya penyakit, penyebaran lokasi, ada tidaknya ko!plikasi dan penyakit yang !endasari. 2 )ada penderita BE sering dite!ukan batuk dengan dahak banyak, dahak bersifat purulen teruta!a ter$adi setelah istirahat la!a terlentang yaitu pada pagi hari. (ecara !akroskopis dapat kita $u!pai sputu! 0 lapis yaitu busa, lapisan purulen (hi$au, kuning), dna lapisan !ukoid. Bronkiektasis tidak selalu

berhubungan dengan ekspektorasi purulen, pada bentuk ini disebut dry bronchiectasis untuk !e!bedakan dengan bentuk tersering wet bronchiectasis atau yang bersifat produktif. 2 Batuk darah lebih $arang dite!ukan pada tipe wet BE dibandingkan dry BE. )erdarahan ti!bul dari arteri bronkial&anasto!osis pul!oner2bronkial. 2 8e$ala sesak napas banyak dite!ukan pada bronkiektasis yang luas. 2 (ering terdapat $ari tabuh dan sering terdapat ronki basah di basal paru. Dengan !enghitung $u!lah dahak setiap #% $a!, Ellis dkk !e!buat kategori: ;+< !l&#% $a!: bronkiektasis ringan +<2+'<!l&#% $a!: bronkiektasis sedang "+'< !l&#% $a!: bronkiektasis berat Diagnosis na!nesis /iwayat atau adanya faktor2faktor penun$ang: 2 =erokok produk te!bakau sebagai factor penyebab uta!a 2 :inggal atau beker$a daerah dengan polusi udara berat 2 /iwayat alergi pada keluarga 2 da riwayat as!a pada !asa anak2anak 2 /iwayat atau adanya faktor2faktor pencetus eksaserbasi seperti: sari atau $a!ur) 2 (ress e!osional 2 kti1itas fisik yang berlebihan 2 )olusi udara 2 5nfeksi saluran nafas 2 .egagalan progra! pengobatan yang dian$urkan 2 )e!eriksaan fisik berdasarkan fokus pada siste! pernafasan yang !eliputi: ka$i frekuensi dan ira!a pernafasan, inspeksi warna kulit dan warna !enbran !ukosa, auskultasi bunyi nafas, pastikan bila pasien !enggunakan otot2otot aksesori bila bernafas (!engangkat bahu pada saat bernafas, retraksi otot2otot abdo!en pada saat bernafas, pernafasan cuping hidung) 2 .a$i bila ekspansi dada si!etris atau asi!etris 2 .a$i bila nyeri dada pada pernafasan 2 .a$i batuk (apakah produktif atau nonproduktif). Bila produktif tentukan warna sputu!. 2 :entukan bila pasien !engala!i dispneu atau orthopneu 2 .a$i tingkat kesadaran. llergen (serbuk, debu, kulit, serbuk

2 .ultur sputu! positif bila ada infeksi 2 :es fungsi paru untuk !engetahui penyebab dispneu dan !enentukan apakah fungsi abnor!al paru (obstruksi atau restriksi). 2 :es he!oglobolin. 2 .a$i persepsi diri pasien 2 .a$i berat badan dan !asukan rata2rata cairan dan diet. )e!eriksaan penun$ang . )e!erisaan *aboratoriu! )e!eriksaan sputu! !eliputi 6olu!e sputu!, warna sputu!, sel2sel dan bakteri dala! sputu!. Bila terdapat infeksi 1olu!e sputu! akan !eningkat, dan !en$adi purulen dan !engandung lebih banyak leukosit dan bakteri. Biakan sputu! dapat !enghasilkan flora nor!al dari nasofaring, streptokokus pneu!oniae, he!ofilus influen3a, stapilokokus aereus,klebsiela, aerobakter,proteus, pseudo!onas aeroginosa. pabila dite!ukan sputu! berbau busuk !enun$ukkan adanya infeksi ku!an anaerob. B. )e!eriksaan Darah :epi Biasanya dite!ukan dala! batas nor!al. .adang dite!ukan adanya leukositosis !enun$ukkan adanya supurasi yang aktif dan ane!ia !enun$ukkan adanya infeksi yang !enahun. >. )e!eriksaan ?rine Dite!ukan dala! batas nor!al, kadang dite!ukan adanya proteinuria yang ber!akna yang disebabkan oleh a!iloidosis, @a!un 5!unoglobulin seru! biasanya dala! batas nor!al .adan bisa !eningkat atau !enurun. D. )e!eriksaan E.8 E.8 biasa dala! batas nor!al kecuali pada kasus lan$ut yang sudah ada ko!plikasi korpul!onal atau tanda pendorongan $antung. (piro!etri pada kasus ringan !ungkin nor!al tetapi pada kasus berat ada kelainan obstruksi dengan penurunan 1olu!e ekspirasi paksa + !enit atau penurunan kapasitas 1ital, biasanya disertai insufisiensi pernafasan yang dapat !engakibatkan: 2 .etidaksei!bangan 1entilasi dan perfusi 2 .enaikan perbedaan tekanan )9# al1eoli2arteri 2 4ipokse!ia 2 4iperkapnia E. )e!eriksaan ta!bahan untuk !engetahui faktor predisposisi dilakukan pe!erisaan :

2 )e!eriksaan i!unologi 2 )e!eriksaan sper!ato3oa 2 Biopsi bronkus dan !ukosa nasal (bronkopul!onal berulang) 2 )e!eriksaan /adiologi 7oto dada ) dan *ateral Biasanya dite!ukan corakan paru !en$adi lebih kasar dan batas2batas corakan !en$adi kabur, !engelo!pok,kadang2kadang ada ga!baran sarang tawon serta ga!baran kistik dan batas2batas per!ukaan udara cairan. )aling banyak !engenai lobus paru kiri, karena !e!punyai dia!eter yang lebih kecil kanan dan letaknya !enyilang !ediastinu!,seg!en lingual lobus atas kiri dan lobus !edius paru kanan. )ada foto thoraks ta!pak ga!baran corakan bronko1askular kasra yang u!u!nya terdapat dilapang bawah paru, atau ga!baran garis2garis tranlusen yang pan$ang !enu$u hilus dengan bayangan konsolidasi disekitarnya akibat peradangan sekunder, kadang $uga bisa berupa bulatan2 bulatan translusen yang khas sering disebut sebagai ga!baran sarang tawon (honey co!p appearance ) 0. 2 )e!eriksaan bronkografi Bronkografi tidak rutin diker$akan na!un bila ada indikasi di!ana untuk !enge1aluasi penderita yang akan dioperasi yaitu pendereita dengan pneu!oni yang terbatas pada suatu te!pat dan berulang yang tidak !enun$ukkan perbaikan klinis setelah !endapat pengobatan konser1atif atau penderita dengan he!optisis yang !asif. Bronkografi dilakukan sertalah keadaan stabil,setalah pe!berian antibiotik dan postural drainage yang adekuat sehingga bronkus bersih dari sekret. DD : )rognosis )rognosis pasien bronkiektasis tergantung pada berat ringannya serta luasnya penyakit waktu pasien berobat perta!a kali. )e!ilihan pengobatan secara tepat (konser1atif ataupun pe!bedahan) dapat !e!perbaiki prognosis penyakit. )ada kasus2kasus yang berat dan tidak diobati, prognosisnya $elek, sur1i1alnya tidak akan lebih dari '2+' tahun. .e!atian pasien tersebut biasanya karena pneu!onia, e!pie!a, payah $antung kanan, he!optisis, dan lain2lain. )ada kasus2kasus tanpa ko!plikasi bronchitis kronik berat dan difus biasanya disabilitasnya yang ringan. Daftar )ustaka: +. ru A. (udoyo dkk, #<<B. Buku a$ar 5l!u )enyakit Dala!. 7akultas .edokteran ?5. Cakarta #. )rice, ( dan Ailson, *=. #<<'. )atofisiologi, .onsep .linis )roses2proses )enyakit. Cakarta: E8>

0. /usdi 8ha3ali =alueka. #<<B. /adiologi Diagnostik. 7akultas .edokteran ?8=. )ustak >endekia )ress. Yogyakarta. %. (apandi, )D. 5nfeksi (aluran @apas non2:B. Bronkiektasis2..D #<<+. '. =urray2@adel. :extbook of /espiratory =edicine 0rd ed #<<<, @. Eng C =ed #<<#E 0%B: +0,02-0.