Anda di halaman 1dari 41

KESEHATAN LINGKUNGAN PERUMAHAN

1. 2. 3. 4.

Disusun Oleh: Nelson Reynaldo Harahap (07083) Hanover Budianto (07095) Lita Afrianty Puspitasari (07098) Miftakhul Huda (08072)

PENDAHULUAN
Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian yang digunakan untuk berlindung dari gangguan iklim dan mahluk hidup lainnya, serta menjadi tempat untuk pengembangan kehidupan keluarga. Oleh karena itu keberadaan rumah yang sehat, aman, serasi, teratur, sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik.

Setiap manusia, dimana saja berada, membutuhkan tempat untuk tinggal yang layak : disebut rumah Rumah yang layak untuk tempat tinggal harus memenuhi syarat kesehatan, sehingga penghuninya tidak sakit;
Faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan rumah : - Faktor lingkungan fisik, biologis dan sosial - Faktor tingkat sosial ekonomi masyarakat - Faktor tingkat kemajuan teknologi - Faktor kebijaksanaan pemerintah tentang tata-guna tanah, program pembangunan perumahan (RumahSederhana (RS), Rumah Susun (Rusun), Rumah Toko (Ruko), Rumah Kantor (Rukan), dsb.)

Pengertian
Rumah :
Bangunan yg berfungsi sbg tempat tinggal
atau hunian dan sarana pembinaan keluarga

Perumahan :
Kelompok rumah yg berfungsi sebagai lingkungan
tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (UU No. 4 tahun 1992)

Permukiman :
Bagian dari lingkungan hidup di luar
kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian & tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan

Prasarana Lingkungan :
Kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 1. Jaringan jalan utk mobilitas manusia, angkutan barang, mencegah perambatan kebakaran, menciptakan ruang & bangunan yg teratur ; 2. Jaringan saluran pembuangan air limbah & tempat pembuangan sampah utk kesehatan lingkungan ; 3. Jaringan saluran air hujan utk pematusan (drainase) dan pencegahan banjir setempat. 4. Jaringan air bersih, bila daerah tsb tdk terdpt air tanah

Sarana Lingkungan :
Fasilitas penunjang, yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial dan budaya.
Bangunan perniagaan/perbelanjaan, pelayanan umum dan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, peribadatan, rekreasi dan olah raga, pemakaman, dan pertamanan.

Kesehatan Perumahan :
adalah kondisi fisik, kimia, dan biologik di dlm rumah, di lingkungan rumah, dan perumahan, sehingga memungkinkan penghuni mendapatkan derajat kesehatan yang optimal

Persyaratan Kesehatan Perumahan :


adalah ketentuan teknis kesehatan yg wajib dipenuhi dlm rangka melindungi penghuni dan masyarakat yg bermukim di perumahan dan/atau masyarakat sekitar dari bahaya atau gangguan kesehatan

Fungsi Rumah :
1. 2.
3. 4. 5.

6.

Tempat melepaskan lelah (istirahat); Tempat bergaul dengan keluarga atau membina rasa kekeluargaan; Tempat untuk berlindung; Sebagai lambang status sosial; Tempat penyimpanan barang berharga dan dapat dianggap sebagai modal / investasi Dan sebagainya.

Rumah sehat :
sebagai tempat berlindung, bernaung, dan tempat untuk beristirahat, sehingga menumbuhkan kehidupan yang sempurna baik fisik, rohani, maupun sosial

Syarat Rumah Sehat (Winslow) :


1. Harus dapat memenuhi kebutuhan fisiologis 2. Harus dapat memenuhi kebutuhan psikologis

3. Harus dapat menghindarkan terjadinya kecelakaan


4. Harus dapat menghindarkan terjadinya penularan penyakit

Komponen rumah sehat


1. Bahan Bangunan - Lantai : Bahan disesuaikan dg fungsi ruangan lantai kering, lantai basah - Dinding : Bahan disesuaikan dg fungsi ruangan dinding kering, dinding kedap air, dinding kamar mandi - Atap : genteng/seng (diperkotaan), daun rumbia /kelapa (dipedesaan) - Lain lain : tiang, kaso dan reng (kayu/bambu)

2. Ventilasi : aliran udara tetap segar/keseimbangan oksigen 3. Cahaya : pencahayaan cukup (alamiah/buatan), jendelan minimal 15-20 % luas lantai 4. Luas bangunan : hindari over crowded (2,5 3 M2 per anggota keluarga)

5. Fasilitas lainnya : sarana sanitasi lingkungan cukup tersedia

Syarat Fisik Dasar Rumah Sehat


Temp kamar dapat dipelihara (Lebih rendah dari temp luar); Kebutuhan penerangan dari cahaya alami atau buatan mencukupi (tgt dari aktivitas); Punya ventilasi yg sempurna (pantai : 10-20 % luas lantai); Terlindung dari kebisingan (< 50 dB.A.)

Syarat Psikologis Dasar

Rumah Sehat

Terjamin privacy penghuninya; Terjamin keserasian hubungan antar anggota keluarga; Memiliki sarana memadai shg tidak menimbulkan kelelahan fisik dan mental; Terjamin kepuasan estetika; Dan sebagainya.

Syarat Kemungkinan Penularan Penyakit

Tersedia cukup air bersih dan memenuhi syarat kes; Terdapat tempat sampah dan jamban yg memenuhi syarat kes; Tidak menjadi tempat bersarangnya serangga atau vektor penyakit lain;

Terlindung dr kontaminasi makanan; Tersedia kamar ruang dlm jml cukup dan terpisah untuk menhgindari kontak terhadap penyakit infeksi; Terhindar dari kondisi yg tdk saniter dr lingk sekitar;

Syarat Melindungi Terhadap Kemungkinan Bahaya/Kecelakaan


Fondasi dan konstruksi kokoh; Bahan bangunan terbuat dari bahan yg tak mudah terbakar; Terhindar bahaya kebakaran; Terlindung dari bahaya keracunan gas; Terlindung dari kecelakaan lalu lintas dan tanah longsor; Terlindung dari serangan binatang buas; Dan lain-lain.

Ruang Kediaman
Ruang kediaman adalah setiap ruang yg dipakai untuk aktivitas : makan, tidur, duduk-duduk, dan kegiatan rumah tangga lainnya yang lazim; Tidak termasuk ruang kediaman : - Kakus / WC - Kamar mandi - Dapur - Kandang

Standard Ruang Kediaman


Luas lantai > 6 m2 Tinggi ruang > 2,40 m Volume per orang > 8,50 m3 Pintu Dalam (antar kamar) : - lebar 70 Cm - tinggi > 2 m Pintu Luar (dgn kamar tamu) : - lebar 80 Cm - tinggi > 2 m Pintu Utama (masuk dr luar) : - lebar 90 Cm - tinggi > 2 m

Ventilasi

(Aliran Udara)
Rumah yang tidak memiliki ventilasi yang memadai akan menyebabkan gangguan kesehatan, karena : - Kadar O2 menurun - Kadar CO2 naik - Kelembaban naik - Ruangan jadi berbau - Mikroorganisme berbiak Penyakit yang sering terjadi adalah Influenza, ISPA dan Tuberkulosis

Ventilasi Alamiah
Ventilasi alamiah : lubang angin, pintu, jendela. Ventilasi buatan : kipas angin, exhauster dan AC, Perasaan nyaman selain dipengaruhi oleh gerak angin dan pergantian udara bersih, juga dipengaruhi oleh temperatur dan kelembaban ruangan. Lubang ventilasi yg dibutuhkan tgt iklim - gunung : 5-10 % Luas lantai - pantai : 10-20 % luas lantai Posisi lubang ventilasi diatur sedemikian rupa shg efisien (cross ventilation)

Temperatur Ruangan
Temperatur ruangan harus sedemikian rupa shg tubuh tdk banyak kehilangan panas atau sebaliknya kepanasan; Kehilangan banyak panas menimbulkan : chilblains, trench foot, frosbite; Kepanasan (heat stress) menimbulkan : heat cramps, heat exhaustion, dan heat stroke.

Kelembaban Udara
(Humidity)
Kelembaban udara diukur dgn hygrometer Jenis kelembaban udara : - absolut ; dan - relatif;

Mengukur temperatur dan kelembaban sekaligus pakai psychrometer (Whirsling, August, Arsmann, dll)
Di tempat kerja memakai Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) : Permenaker 51 tahun 1999.

Penerangan
Penerangan adalah banyaknya cahaya yg diterima oleh suatu benda atau objek; Ukuran yg dipakai adalah : Lux 1 Lux adalah kuat penerangan suatu bidang seluas 1 m2 yg menerima cahaya dari sb cahaya berkekuatan 1 lilin; Alat dipakai mengukur kuat penerangan adalah Luxmeter.

Pengaturan Penerangan
Untuk mencegah kelelahan mental : Perbaiki kontras Sb cahaya hrs kuat Tidak boleh menyilaukan - pengaturan letak sb cahaya - benda tidak boleh mengkilat - k.p. buat penghalang Hindari sb yg timbul bayangan Sb cahaya tidak timbul panas Jarak sb cahaya perlu diatur

Kebisingan
Rumah sehat adalah rumah yang tidak bising < 50 dB.A. Kebisingan dpt mrnimbulkan ketulian dan ggn ketenangan psikis (annoyance) Tk kebisingan ditentukan oleh : - Frekuensi (Hz) tinggi nada - Intensitas (dB) kuat nada Frek yg dpt didengar telinga manusia 16 20.000 Hz. Intensitas yg dpt didengar telinga manusia 0 dB.A.

Pengaruh Kebisingan Terhadap Kesehatan


Pajanan thd kebisingan thd pendengaran : Adaptasi : proses fisiologis Kenaikan ambang sementara (temporary threshold shift) : proses patologis, krn terjadi kelelahan akibat perubahan metabolik; dapat pulih kembali Kenaikan ambang menetap (permanent threshold shift) : Telah terjadi kerusakan organ corti, tidak dapat ke ambang semula Trauma akustik (acoustic trauma) : pajanan thd bising dgn intensitas tinggi dan mendadak (ledakan) : Terjadi robekan membrana tymfani, dislokasi osikulae dan kerusakan cochlea.

Permenkes RI No. 718/MENKES/Per/XI/1987 tentang Kebisingan yg Berhub Dgn Kesehatan

Dep Kes RI menetapkan pembagian daerah terpajan dgn kebisingan menjadi 4 zona :

Zona A
Diperuntukkan bagi penelitian, rumah sakit, tempat perawatan kesehatan atau sosial dan sejenisnya

Zona B
Diperuntukkan bagi perumahan, tempat pendidikan, rekreasi dan sejenisnya

Zona C
Diperuntukkan bagi perkantoran, pertokoan, perdagangan, pasar atau sejenisnya

Zona D
Diperuntukkan bagi industri, pabrik, statsion, terminal bis dan sejenisnya

Permenkes RI No. 718/MENKES/Per/XI/1987

Tingkat Kebisingan (dB.A.) No 1 2 3 4 Zona A B C D Maksimum yg dianjurkan 35 45 50 60 Maksimum yg diperbolehkan 45 55 60 70

Persyaratan Kesehatan Perumahan


(Kepmenkes 829/Menkes/SK/VII/1999)
Pembangunan perumahan berpengaruh sangat besar terhadap peningkatan derajat kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat; Oleh karena itu diperlukan persyaratan kesehatan dalam pembangunan perumahan, meliputi : - Persyaratan lingkungan perumahan - Persyaratan rumah itu sendiri

Persyaratan Lingk Perumahan


meliputi

Lokasi Kualitas udara Kebisingan dan getaran Kualitas tanah Kualitas air tanah Prasarana dan sarana lingk Vektor penyakit Penghijauan

PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN PERUMAHAN


A. Lokasi
1. Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam spt bantaran sungai, aliran lahar, gelombang Tsunami, tanah longsor, dlsbg. 2. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah atau bekas tambang 3. Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran spt jalur pendaratan penerbangan

B.

Kualitas Udara, Kebisingan dan Getaran


Kualitas udara ambien di lingkungan perumahan harus bebas gangguan gas beracun dan memenuhi syarat Baku Mutu Lingkungan (BML) sbb : 1. Kebisingan : 45 55 dB.A. 2. H2S dan NH3 scr biologis tak terdeteksi 3. Debu diameter < 10 dibawah 150 m/m3 4. Gas SO2 < 0,10 ppm 5. Debu < 350 mm3 / m2 per hari 6. Tingkat getaran < 10 mm/detik

C.

Kualitas Air Tanah


Kualitas air tanah daerah perumahan minimal memenuhi syarat air baku air minum (Gol. B).

D.

Kualitas Tanah
Kualitas tanah pada daerah perumahan harus memenuhi syarat sbb : 1. Kadar Pb maks = 300 mg/Kg 2. Arsenik total maks = 100 mg/Kg 3. Cadmium (Cd) maks = 20 mg/Kg 4. Benzo(a)pyrene maks = 1 mg/Kg

E.

Sarana Lingkungan
1. Memiliki taman bermain untuk anak, sarana rekreasi keluarga dgn konstruksi yang aman dr kecelakaan 2. Memiliki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukan vektor penyakit 3. Memiliki sarana jalan lingk dgn ketentuan sbb : - konstruksi jalan tak ganggu kesehatan - konstruksi trotoar tak membahayakan pejalan kaki dan penyandang cacat - jembatan hrs ada pagar pengaman - Lampu penerangan tak menyilaukan mata

4. Tersedia cukup air bersih sepanjang waktu dgn kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan 5. Pengelolaan pembuangan tinja dan limbah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan 6. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi syarat kesehatan 7. Memiliki akses thd sarana pelayanan kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dlsbg. 8. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan 9. Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadi kontaminasi makanan yg menimbulkan keracunan

F.

Vektor Penyakit
1. Indeks lalat harus memenuhi syarat 2. Indeks jentik nyamuk (ABJ) < 5%

G. Penghijauan
Pepohonan untuk penghijauan di lingkungan perumahan merupakan pelindung dan juga berfungsi untuk kesejukan, keindahan dan kelestarian alam

PELAKSANAAN
Pelaksanaan ketentuan mengenai persyaratan kesehatan perumahan menjadi tanggung jawab : a. Pengembang atau penyelenggara pembangunan untuk perumahan; b. Pemilik atau penghuni rumah tinggal untuk rumah Persyaratan tsb diatas berlaku juga thd rusun, kondominium, ruko, rukan pada zona pemukiman.

Penyelenggara pembangunan perumahan (pengembang) yg tidak memenuhi ketentuan tentang persyaratan kesehatan perumahan dapat dikenai sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi, sesuai dgn :

- UU No. 4 Th 1992 tentang perumahan dan pemukiman - UU No. 23 Th 1992 tentang kesehatan dan peraturan pelaksanaannya.

Bagi pemilik rumah yang belum memenuhi ketentuan tsb diatas tidak dikenai sanksi, tetapi dibina agar segera dapat memenuhi persyaratan kesehatan rumah.

Sekian Terima kasih atas perhatian anda