Anda di halaman 1dari 12

JURNAL READING A Meta-analysis of Controlled Clinical Studies With Diacerein in the Treatment of Osteoarthritis

Disusun oleh : Prasojo Nugroho 08711223

DEPAR E!EN PEN"A#I DALA! R$UD %ARU&AN 'A#UL A$ #ED(# ERAN UNI)ER$I A$ I$LA! IND(NE$IA 2013

La*ar &ela+ang : metaanalisis sistematis pada percobaan acak terkontrol (RCT) dengan diacerein dilakukan untuk memberikan suatu penilaian berbasis bukti (EBM) keberhasilan dalam pengobatan osteoarthritis. !e*o,e : percobaan acak terkontrol dengan diacerein dicari dari suatu database elektronik. Review dari suatu literatur abstrak dan poster. !an"a penelitian "ang meneliti osteoartritis pada lutut dan atau pinggul sa#a "ang diambil sebagai ulasan. $tudi inklusi kualitas penilaian dan ekstraksi data dilakukan oleh % orang penin#au "ang independen. &b#ek dari analisis ini terdiri dari n"eri 'ungsi penghentian obat keberhasilan men"eluruh dan tingkat keamanan obat oleh pasien dan peneliti. (eriode studi spesi'ik seperti periode pengobatan akti' dan 'ollow up bebas pengobatan (bila ada) dianalisis. )nalisis statistik berdasarkan prinsip intention*to*treat dan acknowledged*test digunakan untuk analisis data. -asil : seban"ak %+ penelitian telah diidenti'ikasi ,- diantaran"a dimasukkan. .iacerein secara signi'ikan lebih superior dibandingkan dengan placebo selama 'ase pengobatan akti'. /eduan"a baik diacerein dan 0$)1.s hampir sama khasiatn"a selama masa pengobatan namun diacerein menun#ukkan e'ek akumulasi bertahan hingga + bulan setelah masa pengobatan dengan e'ek analgesik secara signi'ikan selama periode 'ollow up. (enilaian tolerabilitas antara diacerein dan 0$)1.s menun#ukkan tidak ada perbedaan meskipun "ang terakhir menun#ukkan e'ek "ang lebih parah. #esi./ulan : metaanalisis ini menun#ukkan bukti keberhasilan diacerein dalam pengobatan osteoartritis lutut dan atau pinggul dengan wa#ar dan tolerabel.

&steoartritis adalah pen"ebab penderitaan pada sendi sinovial di sebagian besar populasi Barat "aitu pada persendian "ang menahan beban besar seperti sendi pinggul dan sendi lutut adalah sendi "ang sering terkena. Mani'estasi klinis dari osteoartritis "aitu n"eri sendi "ang ber'luktuasi bengkak kaku dan pen"empitan ruang gerak. &b#ek utama dari mana#emen osteoartritis adalah mengurangi ge#ala dan mengembalikan 'ungsi sendi. $elain itu adalah menghambat progresi'itas perubahan struktur dari persendian. 2angkah terapi dari osteoartritis terdiri dari non*'armakologi (edukasi dan terapi 'isik) 'armakologi (menggunakan analgesik "aitu 0$)1.s dan symptomatic slow-acting drugs in osteoartritis 3$4$).&)5 dan pembedahan. &bat golongan $4$).&) lebih diminati karena telah menun#ukkan kee'ekti'an dalam mengurangi ge#ala dan #uga mengurangi degradasi kartilago pada osteoartritis dengan pro'il keamanan "ang wa#ar. &bat ini memiliki onset lambat tapi e'ekti' dan memiliki e'ek prolong #ika pengobatan berhenti. Tetapi kee'ekti'an obat ini harus dibuktikan dengan RCT dengan periode "ang lebih lama dan #umlah pasien "ang lebih ban"ak pula. $elain itu untuk men#aga golongan obat $4$).&) "ang memiliki carryover effect harus dinilai beberapa

waktu setelah penghentian obat. !ampir semua penelitian "ang men"elidiki $4$).&)s masih dianggap sebagai u#i coba "ang kurang baik dari sudut pandang statistik karena pasien "ang dilibatkan #umlahn"a han"a sedikit sehingga men"ebabkan kesimpulan "ang ambigu. &leh karena itu kita melakukan metaanalisis RCT dengan diacerein sebuah $4$).&)s interleukin ,6 inhibitor pada osteoartritis untuk memberikan evidence based assesment "ang potensial dengan RCT dalam #umlah besar dan memadai. Tu#uan dari sistematis meta*analisis RCT dengan diacerein adalah untuk membandingkan e'ikasi dan keamanan diacerein vs plasebo atau perawatan akti' pada pasien dengan osteoarthritis pinggul dan atau lutut. .ua periode "ang dianalisis 'ase pengobatan akti' dan 'ase bebas pengobatan tindak lan#ut #ika ada. !E (DE (encarian 2iteratur /ita mengambil dari pencarian literatur RCT "ang dipublikasikan dari tahun ,-78 9 %::;. .atabase elektronik ((ubmed medline EMB)$E google 4ahoo )ltavista) "ang dipakai menggunakan ke"word diacerein, diacerhein, diacetylrhein,dan rhein. (emilihan /ita mengambil penelitian dengan osteoartritis pinggul dan atau lutut metode acak terkontrol (RCT) pengobatan komparati' data "ang diekstrak dengan hasil "ang relevan untuk meningkatkan homogenitas analisis. !an"a studi <erman (erancis dan 1nggris "ang dipilih.

(E012)1)0 /=)21T)$ .)0 .)T) )B$TR)/$1 Rencana analisis statistik prospekti' menggunakan validasi dari <adad $cale. <ika nilai >8 maka penelitian dianggap masuk kategori.

(arameter berikut #uga dicatat : .urasi se#ak pengobatan akti' pertama setelah pengacakan (bulan) .urasi periode 'ollow up bebas pengobatan (bulan) Tahun publikasi <enis publikasi <enis penelitian Rekrutmen pasien

)0)21$1$ $T)T1$T1/ ?lass $core (perbedaan rata*rata standar) dihitung untuk variabel penelitian dan dikoreksi untuk ukuran sampel kecil bias menggunakan metode "ang tepat. Metode normal terbalik digunakan untuk penilaian statistik (signi'ikan level (@: :8) hasil dikumpulkan dengan menggunakan teknik pembobotan "ang tepat. !asiln"a dinilai untuk ketahanan (analisis sensitivitas) berdasarkan % metode pembobotan "ang berbeda untuk ?lass score. Bobot didasarkan pada metode <adad secara prospekti' dide'inisikan sebagai primar" metode untuk pengambilan keputusan. $emua penelitian dinilai untuk homogenisitas variabel primer pada awaln"a. Tidak ada pengu#ian untuk heterogenisitas. !eterogenitas penilaian didasarkan pada nonoverlapping %*sided -8A C1.

-A$IL .ua puluh tiga RCT diidenti'ikasi (%: diterbitkan sebagai artikel penuh abstrak atau poster dan + tidak dipublikasikan) memenuhi kriteria inklusi. .ari #umlah tersebut % penelitian merupakan duplikasi dan han"a , penelitian "ang dipertahankan karena lebih sesuai untuk ekstraksi data. $atu penelitian dikeluarkan karena masalah utama pada metodologi sementara lainn"a dikeluarkan karena tidak memiliki ekstraksi data pada diacerein. /eempat penelitian "ang dieksklusi karena han"a melaporkan perubahan pada pasienn"a sa#a. <adi pasien pada ,- penelitian total %.B+C direkrut (,+%7 pasien "ang diobati diacerein dan ,.+:- pasien di kelompok pembanding) dimasukkan dalam meta*analisis.

.ari #umlah tersebut 7 (;%A) adalah plasebo terkontrol dan ,, (87A) "ang akti' (terutama 0$)1.) terkontrol ;%A dari penelitian dilakukan pada pasien dengan osteoartritis

lutut ,,A pada mereka dengan osteoarthritis pinggul dan ;CA dengan kedua lokasi osteoartritis. Rincian desain penelitian karakteristik peserta intervensi pengobatan durasi durasi masa tindak lan#ut variabel dianalisis dan <adad skor diberikan pada Tabel ,.

<adad*weighted (<D) sampel siEe*weighted (n*wtd) ?lass score (-8A C1) diberikan pada tabel %. ?lass score lebih besar dari : 7 dianggap sebagai klinis "ang relevan.

E'E# DIA%EREIN PADA N"ERI (ada akhir periode pengobatan akti' vs placebo <D ?lass skor untuk e'ek diacerein pada n"eri adalah ,.8: (-8A C1 :.7: to %.%:) dan n*wtd ,.+, (-8A C1 :.;- to %.,;). kedua metode ini menun#ukkan superioritas signi'ikan secara statistik dari diacerein dibandingkan placebo pada titik waktu ini. (ada akhir periode 'ollow up <D ?lass skor untuk e'ek diacerein pada n"eri %.BC (-8A C1 ,.%C to ;.:C) sedangkan skor n*wtd %.C, (-8A C1 ,.+% to ;.,:). (ada titik waktu ini e'ek diacerein ditemukan secara signi'ikan lebih baik daripada plasebo terlepas dari metode pembobotan diterapakan "ang menun#ukkan e'ek carr"over setelah pengobatan dihentikan. Tidak ada perbedaan secara signi'ikan antara diacerein dengan pengobatan standar (0$)1.s) untuk e'ek pada n"eri pada akhir pengobatan akti'. <D ?lass skor *:.+8 (-8A C1 *,.,, to :.;,) hasil n*wtd *:.:, (-8A C1 *:.CB to :.C;). (ada akhir periode 'ollow up meskipun dibandingkan dengan pengobatan akti' <D ?lass skor %.,+ (-8A C1 ,.+% to %.-+) dan n*wtd skor %.%C (-8A C1 ,.;% to +.,,). (ada titik waktu ini diacerein secara signi'ikan lebih baik daripada pengobatan akti' (0$)1.s) terlepas dari metode pembobotan hal ini #uga menun#ukkan indikasi e'ek carr"over.

E'E# DIA%EREIN PADA 'UNG$I $ENDI <D ?lass $kor untuk perubahan gangguan 'ungsional sendi pada akhir periode pengobatan akti' vs plasebo ,.;- (-8A C1 :.C7 to %.,-) sedangkan n*wtd ?lass $kor ,.:7 (-8AC1 :.%B to ,.-,) mengindikasikan secara statistik relevan superioritas dari diacerein. (erbandingan antara diacerein vs plasebo pada akhir periode 'ollow up tidak memungkinkan karena kurangn"a data. Baik <D (: ,% 3-8A C1 *: B7 to : -+5) dan n*wtd (: C+ 3-8A C1 *:.,: to , 885) (?ambar ;B) skor menun#ukkan e'ek "ang sebanding diacerein dan 0$)1. pada 'ungsi sendi. 0amun pada akhir periode 'ollow up diacerein lebih unggul terhadap perlakuan pembanding (<D ?lass skor %.87 3-8A C1 ,.C, to +.;85 dan n*DT. ?lass $kor %.78 3-8A C1 ,.-: to +.7,5). A$UPAN !EDI#A$I 0ANALGE$I# A AU N$AID1 /edua metode pembobotan menun#ukkan tidak ada perbedaan antara plasebo dan diacerein sehubungan dengan konsumsi obat selama pengobatan akti' mungkin karena ditandai heterogenisitas untuk parameter ini. <D skor /aca pada akhir periode 'ollow up dibandingkan dengan plasebo adalah %.:B (-8A C1 :.BB to +.;B) menun#ukkan keunggulan signi'ikan secara statistik dari diacerein. Tidak ada perbedaan secara signi'ikan antara diacerein dan 0$)1. tentang antin"eri selama masa pengobatan akti' (Tabel %). 0amun pada akhir masa 'ollow up diacerein ditemukan secara signi'ikan lebih unggul (<D ?lass skor +.%B 3-8A C1 ,.-C*;.885). PERING#A #E&ER-A$ILAN GL(&AL (LE- PA$IEN 1nterpretasi untuk parameter ini harus dipertimbangkan dengan hati*hati karena heterogenitas utama "ang diamati dalam penelitian ini. <D ?lass $kor untuk pasien dengan peringkat keberhasilan global pada akhir periode pengobatan akti' ,.;+ (-8A C1 :.C+ 9 %.,+) untuk diacerein dibandingkan plasebo sedangkan n*wtd skor ,.%: (-8A C1 :.+7 9 %.:%) ini menun#ukkan indikasi superioritas dari diacerein. .ibandingkan dengan pengobatan akti' <D ?lass $kor untuk peringkat keberhasilan global pada akhir periode pengobatan akti' ,.;+ (-8A C1 :.B% 9 %.%;) sedangkan n*wtd skor %.%+ (-8A C1 ,.;+ 9 +.:+) gambar ;. $ecara menge#utkan kedua metode menun#ukkan secara statistik signi'ikan lebih baik diacerein pada akhir pengobatan akti' pada peringkat keberhasilan global.

PERING#A

(LERA&ILI A$ PA$IEN

<D (*,.8, 3-8A C1 *%.%, to *:.7,) dan n*DT. (*%.,B 3-8A C1 *%.-- sampai *,.+;5) ?lass $kor untuk tolerabilitas peringkat menun#ukkan in'erioritas signi'ikan secara statistik dari diacerein vs plasebo sedangkan tidak ada statistik perbedaan "ang signi'ikan antara diacerein dan 0$)1. meskipun "ang terakhir menun#ukkan peristiwa "ang lebih parah. /esimpulan dari hasil tolerabilitas kewa#aran keamanan dari pro'il diacerein dapat diamati bahkan setelah pemakaian + tahun dengan percobaan Evaluation of the Chondromodullating Effect of Diacerein in Osteoarthritis of the Hip (EC!&.1)!). $ebagian besar e'ek "ang tidak diinginkan "aitu diare ringan biasan"a muncul selama awal pengobatan dan membaik #ika pengobatan diteruskan. (ada sebagian besar pasien ini tidak mengakibatkan penghentian pengobatan. Rata*rata sekitar +-A pasien pada grup diacerein dan ,%A pada grup plasebo setidakn"a mengalami , kali episode diare sementara ,7A dengan pengobatan diacerein dan ,%A dengan plasebo mengalami n"eri perut dengan % CA menghentikan pengobatan pada dosis ,::mgFd dari diacerein karena diare. E'ek buruk lainn"a "ang sering adalah warna urin men#adi gelap. ?atal dan kemerahan ter#adi han"a sedikit kasus. $edangkan e'ek merugikan dari 0$)1. "aitu gangguan dari saluran pencernaan bagian atas. #(!EN AR (enggunaan diacerein untuk pengobatan osteoartritis masih kontroversial. .ari postulasi cara ker#a dari diacerein "aitu 12*,6 antagonis membuat obat ini men#adi pilihan menarik untuk pengobatan osteoartritis "ang tidak han"a mengurangi ge#ala namun #uga memodi'ikasi dari struktur. (enelitian pada hewan menun#ukkan diacerein secara konsisten menghambat kehilangan tulang rawan pada osteoartritis. (ada manusia diacerein dibandingka dengan grup plasebo. $ecara keseluruhan metaanalisis ini menun#ukkan bukti statistik "ang signi'ikan dan keberhasilan klinis "ang relevan dari diacerein untuk n"eri dan 'ungsi pada pasien osteoartritits pinggul maupun lutut. Mengingat hasil dari menghilangkan n"eri kita harus mempertimbangkan e'ek withdrawl pada 0$)1. namun tidak ter#adi pada grup diacerein selama bebas pengobatan masa 'ollow up. penelitian EC!&.1)! menun#ukan pengurangnan progresi'itas osteoartritis pinggul pada pengobatan

$etelah pengobatan berakhir $4$).&)s menun#ukkan e'ek carr"over. .alam meta* analisis kami menemukan bukti untuk e'ek carr"over sehubungan dengan rasa sakit dan semua subanal"ses dilakukan tidak han"a dalam percobaan individu tetapi #uga di mengumpulkan penduduk dan tidak han"a dibandingkan dengan placebo tetapi #uga dibandingkan dengan pengobatan akti' menggunakan 0a diklo'enak tenoG"cam piroG"cam dan naproGen. .ari semua RCT tersebut menun#ukkan diacerein memiliki dampak positi' pada osteoartritis. Rasio resiko*bene'it dari pemakaian 0$)1.s ban"ak di#elaskan di literatur. $elain itu 0$)1.s seperti C&H*% inhibitor memberikan resiko tromboembolik seperti in'ark miokard dan stroke. 0amun pada diacerein lebih tolerabel dan pada pemakaian #angka pan#ang #ika dibandingkan dengan 0$)1.s. #E$I!PULAN =ntuk diacerein pada metaanalisis in menun#ukkan bukti untuk keunggulan pada diacerein dibandingkan plasebo dan kesetaraan dengan 0$)1.s sehubungan dengan penurunan rasa n"eri dan 'ungsi selama masa pengobatan akti' pada pasien dengan osteoartritis pinggul dan atau lutut. $elain itu diacerein memiliki e'ek lebih unggul pada masa 'ollow up dibandingkan dengan plasebo dan 0$)1. karena memiliki e'ek carr"over. $edangkan untuk tolerabilitas pada pasien osteoartritis plasebo masih lebih unggul sedangkan diacerein dan 0$)1. memiliki kesetaraan.