Anda di halaman 1dari 55

(acuan program KB nasional)

Lady Keshia 205.311.120 Aprilia Lewanna 205.311.121 Maryati 205.311.122

Submodul KB

Pendahuluan
Ledakan

jmlh penduduk / baby booming smkn tajam. Pemerintah mperkirakan pd 2015 jmlh pendu2k Indonesia akan btambah mjd 247,5 jt jiwa Program KB garda tdepan untk mengendalikan kelahiran & bagian strategis dlm pbangunan nasional

tingginya pertumbuhan angkatan kerja baru

Tingginya angka pengangguran


instabilitas sosial meningkatnya angka kejahatan

Sejarah KB

Kb telah mulai diperaktekkan sejak berabad-abad yg lalu. Ttp pd wkt itu cara2 yg dipakai msh kuno & primitif. zaman Yunani kuno (Soranus dan Ephenu) tulisan ilmiah ttg cr mjrngkan kelahiran. Cara wkt itu adlh mengeluarkan semen (air mani) dgn mbersihkan vagina dgn kain & minyak serta memasukkan rumput, daun-daunan, atau sepotong kain perca ke dlm vagina. zaman Mesir kuno relief dan manuskrip berhuruf hiroglif dijumpai keterangan mengenai cr orang Mesir kuno mjarangkan kelahiran. zaman Tiongkok kuno dan India kuno telah ada obat dan jamu yang maksudnya untuk mencegah kehamilan.

ahli sejarah Avicena (Ibnu Sina), seorang tabib dan filsuf Arab zaman Persia telah menganjurkan cara-cara menjarangkan kelahiran. Plato (427-347) pranata sosial dan pemerintah sebaiknya direncanakan keseimbangan antara kebutuhan & jumlah penduduk Malthus (1766-1834) stlh zaman industri di Eropa sebuah buku an easy on the princple of population (1798) yang prinsipnya menyatakan bahwa manusia jgn tlalu bnyk mhayal dgn kemampuan ilmu & teknologi dihrpkan dpt memenuhi kebutuhan manusia yang pertumbuhannya sangat cepat.

Di Indonesia sjk zaman dahulu dipakai obat & jamu yg mksdnya u/ mcegah kehamilan.

Di Irian jaya tlh lm diknl ramuan dr dedaunan yg khasiatnya dpt mcegah kehamilan.
masyarakat Hindu Bali sjk dhlu hny ada nama u/ 4 orang anak, mungkin suatu cara u/ manjurkan spy pasangan suami istri matur kelahiran anaknya smp 4. Di Indonesia KB modern thn 1953 sekelompok ahli kesehatan, kebidanan, & tokoh masyarakat tlh mulai membantu masyarakat u/ mcegah kehamilan.
23 Desember 1957 mdirikan wadah dgn nama perkumpulan keluarga berencana Indonesia (PKBI) & bgerak scr silent operation mbantu masyarakat yg memerlukan bantuan scr sukarela, PKBI adlh pelopor pergerakan keluarga berencana nasional.

sejak

pelita I (1969) bdasarkan Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1968 PKBI yg dinamai Lembaga Keluarga Berencana Nasional (LKBN) sbg lembaga semi pemerintah. 1970 ditingkatkan mjd Badan Pemerintah melalui Keppres No. 08 Tahun 1970 & diberi nama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) btgng jwb kpd Presiden & btugas mkoordinasikan perencanaan, pengawasan, & penilaian pelaksanaan program KB No. 23 Tahun 1972 penyempurnaan struktur organisasi, tugas pokok dan tata kerja BKKBN.

tahun

Keppres

Keppres

No. 38 tahun 1978 organisasi dan struktur BKKBN disempurnakan lagi, dmn fungsinya diperluas tdk hny masalah KB ttp jg kegiatan2 lain, yaitu kependudukan yg mdukung KB (beyond family planning).

Keppes

No. 25 Tahun 1983 ditetapkan adanya Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH) bergerak langsung dalam bidang kependudukan
No. 64 Tahun 1983 BKKBN dgn tugas pokok adlh menyiapkan kebijakan umum & mkoordinasikan penyelenggaraan program scr menyeluruh & terpadu.

Keppres

Pengertian Program KB
Keluarga

Berencana (KB) : matur serta mukur jmlh & jrk anak yg diinginkan & menentukan sendiri kapan ingin hamil. menurut UU No.10 Tahun 1992 (tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) : upaya peningkatan kepedulian & peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

KB

Tujuan Program KB

Scr umum tujuan 5 thn kdepan yg ingin dicapai dlm rangka mewujudkan visi & misi program KB mbangun kembali & melestarikan pondasi yg kokoh bg pelaksana program KB nasional yg kuat di masa mdatang, shg visi u/ mewujudkan keluarga berkualitas 2015 dpt terwujud.

Tujuan utama program KB nasional u/ memenuhi perintah masyarakat akan pelayanan KB & kesehatan reproduksi yg bkualitas, menurunkan tingkat/angka kematian ibu bayi, & anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi dlm rangka mbangun keluarga kecil berkualitas.

Sasaran Program Keluarga Berencana


sasaran program KB nasional lima tahun kedepan seperti tercantum dalam RPJM 2004-2009 adalah sebagai berikut:
1. 2.

3.
4. 5.

6.
7.

Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP) secara nasional menjadi 1,14% per tahun. Menurunnya angka kelahiran total fertility rate (TFR) menjadi 2,2% per perempuan. Meningkatnya peserta KB pria menjadi 4,5% Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang efektif dan efisien. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera 1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

Visi Program Keluarga Berencana Nasional


Yaitu

mewujudkan Keluarga Berkualitas Tahun 2015. Definisi keluarga berkualitas menurut BKKBN adlh keluarga yg bertaqwa kpd Tuhan Yang Maha Esa, sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak ideal, bertanggung jawab, harmonis, dan berwawasan ke depan.

Misi Program Keluarga Berencana Nasional


1. 2. 3. 4. 5.

6.

7.

Memberdayakan masyarakat membangun keluarga kecil berkualitas Menggalang kemitraan dan upaya peningkatan kesejahteraan, kemandirian dan ketahanan keluarga Meningkatkan kualitas pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Meningkatkan upaya-upaya promosi, perlindungan dan pemenuhan hak-hak reproduksi Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam program KB Mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai dengan usia lanjut Menyediakan data dan informasi keluarga berbasis data mikro untuk pengelolaan pembangunan khususnya menyangkut upaya pemberdayaan keluarga miskin

Manfaat-manfaat Keluarga Berencana


KB

dapat mencegah munculnya bahaya-bahaya akibat : 1. Kehamilan terlalu dini hamil < 17 thn 2. Kehamilan terlalu telat (usia > 35 thn) 3. Kehamilan-kehamilan terlalu berdesakan jaraknya 4. Terlalu sering hamil dan melahirkan (> 4 anak)

Manfaat lain: dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu Mberi keuntungan ekonomi pd pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, Mbantu remaja mambil keputusan u memilih kehidupan yg lbh baik dgn merencanakan proses reproduksinya. meningkatkan pria u/ ikut bertanggung jawab dlm kesehatan reproduksi mrk & keluarganya.

Macam-Macam Kontrasepsi Yang Digunakan Dalam KB


Berdasarkan cara kontrasepsi dibagi menjadi 5 corak metode KB, yaitu:

Metode perintang, dgn cr mhalangi sperma dr pertemuan dgn sel telur (merintangi pembuahan). 2. Metode hormonal, mencegah indung telur mengeluarkan sel2 telur, mpersulit pembuahan, & menjaga agar dinding2 rahim tak menyokong terjadinya kehamilan yg tak dikehendaki. 3. Metode yg melibatkan alat-alat yg dimasukkan ke dalam rahim (IUD), u/ mencegah pembuahan sel telur oleh sperma. 4. Metode alamiah, membantu u/ mengetahui kpn ms subur, shg dpt menghindari hubungan seks pada masa itu. 5. Metode permanen, atau metoda yg mjadikan seseorang & pasangannya tidak bisa lagi memiliki anak u/ selamanya; lewat suatu operasi.
1.

Berdasarkan daya guna / kemanjuran dlm mencegah kehamilan, kontrasepsi dibagi menjadi dua metode, yaitu:
a. Metode Sederhana Tanpa Alat, seperti KB alamiah (coitus interuptus, teknik pantang berkala, metoda kalender, metode amenore laktasi, metode suhu basal, metode lendir serviks, metode simtomtermal). Dengan Alat, seperti mekanis / barier ( kondom, barier intra vaginal / diagfrahma); kimiawi (spermisida). b. Metode Modern Kontrasepsi Hormonal (oral kontrasepsi, suntikan, implant) Intra Uterine Devices (AKDR dengan progestin) Sterilisasi / Permanen ( tubektomi, vasektomi)

Seberapa Ampukah Masing-Masing metoda?


Tiap 100 perempuan yang memakai metoda ini selama 1 tahun Kondom untuk laki-laki kondom untuk perempuan Diafragma Spermisida Pil terpadu Yang tetap hamil sejumlah 12 20 18 20 3 Tingkat perlindungan terhadap penyakit yang menular lewat hubungan seks bagus bagus hanya menangkal beberapa jenis penyakit saja hanya menangkal beberapa jenis penyakit saja Tidak melindungi

Pil Progestin saja


Susuk Suntik Spiral

5
Kurang dari 1 Kurang dari 1 1

Tidak melindungi
Tidak melindungi Tidak melindungi Tidak melindungi

Memberi ASI sampai bayi berusia 6 bulan


KB alamiah Sterilisasi lelaki dan Perempuan Tidak ber-KB

2
20 Kurang dari 1 85

Tidak melindungi
Tidak melindungi Tidak melindungi Tidak melindungi

KB Alamiah

Yang dapat menggunakan KB alamiah yaitu:


Semua wanita semasa reproduksi, baik siklus haid teratur maupun tidak teratur tidak haid krn menyusui maupun premenopouse Semua wanita dgn paritas berapapun termasuk nulipara Wanita kurus atau gemuk Wanita yg merokok Wanita dgn alasan kesehatan tertentu antara lain hipertensi sedang, varises, dismenore, sakit kepala sedang atau berat, mioma uteri, endometriosis, kista ovarii, anemia defisiensi besi, hepatitis virus, malaria, trombosis vena dalam, emboli paru. Pasangan dgn alasan agama atau filosofi untuk tidak menggunakan metode lain. Pasangan yg ingin pantang senggama lebih dari seminggu pada setiap siklus haid. Pasangan yg ingin dan termotivasi u/ mengobservasi, mencatat, dan menilai tanda dan gejala kesuburan.

Yang seharusnya tidak menggunakan KB alamiah yaitu:


Wanita

dr segi umur, paritas, atau masalah kesehatannya membuat kehamilan mjd satu kondisi resiko tinggi Wanita sblm mendapat haid (menyusui, segara setelah abortus) Wanita dgn siklus haid yg tidak teratur Wanita yg pasangannya tidak mau bekerja sama (berpantang) slm waktu tertentu dlm siklus haid Wanita yg tidak suka menyentuh daerah genitalianya

1.

Macam-macam KB alamiah Coitus Interuptus (senggama terputus) penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi kontrasepsi yg tertua & cr yg bnyk dilakukan smp skrg Keuntungan tdk membutuhkan biaya, alat2 maupun persiapan kekurangan dibutuhkan pengendalian diri yg besar dr pihak pria. Beberapa pria krn faktor jasmani & emosional tdk dpt mempergunakan cara ini Efektivitas kurang

2. Pantang Berkala dan Kalender (rhythm method) diperkenalkan o/ Kyusaku Ogino dr Jepang & Hermann Knaus dr Jerman, kira2 pd wkt yg sm, yaitu sktr thn 1931.disebut cara Ogino-Knaus. Senggama dihindari pd ms subur yaitu dkt ptengahan siklus haid atau tdpt tanda2 adanya kesuburan yaitu keluarnya lendir encer dr vulva vagina U/ phitungan ms subur dipakai rumus siklus tpanjang dikurangi 11, siklus tpendek dikurangi 18, antara kedua waktu senggama dihindari tdk akurat krn pnjg siklus menstruasi setiap wanita tdklah sm

Keuntungan

mhindari kehamilan, tdk ada resiko kesehatan yg bhub dgn kontrasepsi, tdk ada efek samping sistemik, murah/tnp biaya, meningkatkan keterlibatan suami dlm KB, menambah pengetahuan ttg sistem reproduksi pd suami istri, & mengeratkan hub melalui peningkatan komunikasi antara suami istri. Kekurangan perlu pantang slm ms subur; perlu pencatatan setiap hari; infeksi vagina membuat lendir serviks sulit dinilai; termometer basal diperlukan u/ metode tertentu; tidak terlindung dari IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS.

3. Pembilasan Pasca Senggama ( Postcoital Douche)


Pembilasan

vagina dgn air biasa dgn / tnp tmbhan lar. obat (cuka atau obat lain) sgr stlh koitus. u/ mengeluarkan sperma scr mekanik dr vagina. Penambahan cuka u/ memperoleh efek spermisida serta menjaga asiditas vagina. Efektivitas. Cara ini mengurangi terjadinya konsepsi hny dlm batas2 tertentu krn sblm pembilasan dpt dilakukan, spermatozoa dlm jmlh besar sdh memasuki serviks uteri.

4. Masa Menyusui Anak (Prolonged Lactation) memperpanjang ms laktasi srg dilakukan u/ mcegah kehamilan. Laktasi dikaitkan dgn adanya prolaktinemi prolaktin menekan adanya ovulasi. Efektivitas Menyusui anak mcegah ovulasi mperpanjang amenore postpartum. Akan ttp, ovulasi pd suatu saat akn tjd lg, & akn mdahului haid pertama stlh partus. Bila hal ini tjd selagi wanita tsbt msh dlm keadaan amenore (membumbung = hamil kembali setelah melahirkan sblm mdpt haid).

5. Metode Suhu Basal

Bdasarkan kenaikan suhu tubuh stlh ovulasi smp sehari sblm menstruasi berikutnya. diukur dgn termometer yg sm & pd tmpt yg sm (di mulut, anus atau vagina) setiap pagi stlh bangun tidur sblm mengerjakan pekerjaan apapun & dicatat pada tabel. Syarat tidur mlm plng sdkt slm 5 sampai 6 jam/hari, scr bturut2 suhu rendah (36,4oC-36,7oC) kemudian 3 hari bturut2 suhu lbh tinggi (36,9oC-37,5oC), maka stlh itu dpt dilakukan senggama tnp mgunakan alat kontrasepsi. Efektivitas tingkat keamanan yg tinggi jk suhu diukur scr rutin & senggama sblm ovulasi dilakukan dgn mgunakan alat kontrasepsi lain.

Kesalahan jk sdg malami sakit, mis. demam, mengukur suhu tdk pd wkt yg biasanya, tidur mlm terlalu sedikit, ganti termometer, ganti tmpt mengukur suhu.
hrs diperhatikan pd kasus2 tertentu, spt ibu yg sdg menyusui, krn siklus yg sgt tdk teratur.

6. Metode Lendir Serviks


Pamatan dilakukan pd lendir yg melindungi serviks dr bakteri2 penyebab penyakit & sperma sblm ms subur. Mjelang ovulasi lendir ini akan mengandung lbh bnyk air (mjd encer) mudah dilalui o/ sperma. Stlh ovulasi lendir kmbl mjd lbh padat. Perubahan bntk lendir ini bvariasi bg setiap wanita & pd setiap siklus.

Dgn cr mamati lendir yg berada di vulva vagina, ttp bg wanita lain mungkin hrs mambil lendir dr mulut rahim.

Jk lendir mulai keluar atau bg wanita yg malami keputihan lendir mengencer, bergumpal-gumpal dan lengket akn tjd ovulasi senggama hrs dihindari / mgunakan alat kontrasepsi. puncak ms subur (menjelang ovulasi) lendir akn keluar dgn jmlh yg lbh bnyk, mjd transparan, encer & bening spt putih telur & dpt ditarik diantara dua jari seperti benang. Tiga hari stlh puncak masa subur dapat dilakukan senggama tanpa alat kontrasepsi.

Kontrasepsi Mekanis / Barier


1}. Kondom (pria dan wanita) metode yg mengumpulkan air mani & sperma di dlm kantung kondom & mencegahnya memasuki saluran reproduksi wanita. dibuat dr karet yg sgt tipis & relatif kuat terbuat dr berbagai bhn diantaranya lateks (karet), plastik (vinil) Kondom dibuat setipis mungkin agar tdk terlalu mganggu persenggamaan & dibuat sgt kuat, shg tdk akan koyak akibat gesekan penis atau ejakulasi. pd umumnya standar ketebalan adlh 0,02 mm. dilengkapi dgn jnis cairan pelumas yg memudahkan dlm pemakaiannya serta spermisida u/ meningkatkan efektivitasnya. dipakai stlh ereksi & sblm penetrasi ke dlm vagina yg meliputi separuh bagian penis yang ereksi. Tidak boleh terlalu ketat (ada tempat kosong di ujung u/ menampung sperma). pd ujung kondom tdpt sebuah kantung kecil menyerupai puting susu u/ menampung sperma apabila ejakulasi. Kondom hrs dilepas stlh ejakulasi.

Tipe kondom terdiri dari kondom biasa, kondom berkontur (bergerigi), kondom beraroma, kondom tidak beraroma. Efektivitas : ckp efektif bila dipakai scr bnr pd setiap x bhub seksual. Pd bbrp pasangan pemakaian kondom tdk efektif krn tdk dipakai scr konsisten. angka kegagalan kondom yaitu 2-12 per 100 wanita/ thn.

Efektivitas : kondom cukup efektif bila dipakai secara benar pada setiap kali berhubungan seksual. Pada beberapa pasangan pemakaian kondom tidak efektif karena tidak tipakai secara konsisten. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom yaitu 2-12 per 100 wanita per tahun. Kehamilan terjadi pada 3-14 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama
Keuntungan : Mudah dipakai, efektif bila digunakan dengan benar Tidak mengganggu produksi ASI Tidak mengganggu kesehatan, tidak mempunyai pengaruh sistemik Murah dan dapat dibeli secara umum. Tidak perlu resep dokter ataupun pemeriksaan kesehatan khusus Dapat mencegah penularan penyakit kelamin, infeksi GO, klamidia Efek samping hampir tak ada Membantu mencegah kanker leher rahim Dapat digunakan untuk penangkal menularnya HIV, yakni virus penyebab AIDS. Memberi dorongan kepada suami untuk ikut ber KB Kerugian : kegagalan tinggi bila tidak digunakan dengan benar; alergi lateks pada orang yang sensitif akan menyebabkan iritasi seperti merasa panas, gatal bahkan lecet-lecet.; kondom dianggap tidak praktis, harus selalu diganti setiap kali bersenggama. Jika ini terjadi, sebaiknya pemakaian kondom dihentikan dan beralih ke metode kontrasepsi lain.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Saat

ini tlh dikembangkan sejenis kondom yg digunakan perempuan atau biasa disebut femidom. Memang masih agak jarang dijual dipasaran & harganya pun relatif masih mahal. Secara teknik penggunaannya sama dengan kondom, demikian juga fungsinya. Kelebihan dan kekurangan dari femidom relatif sama dengan kondom. Demikian juga persentase keberhasilan atau kegagalannya. Dengan cara penggunaan yang tepat alat ini sama efektifnya dengan kondom.

Diafragma dan Cervical Cap

Kontrasepsi penghalang berbentuk cembung yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum senggama dan mencegah sperma masuk ke dalam saluran reproduksi. Diafragma terbuat dari lateks atau karet dengan cincin yang fleksibel. Diafragma diletakkan posterior dari simfisis pubis sehingga serviks (leher rahim) tertutupi semuanya. Diafragma harus diletakkan minimal 6 jam setelah senggama. Cervical cap (penutup serviks) adalah kop bulat yang diletakkan menutupi leher rahim dengan perlekatan di bagian forniks. Terbuat dari karet dan harus tetap di tempatnya lebih dari 48 jam. Jenis diafragma seperti Flat Spring ( Flat Metal Band), Coil Spring (Coiled Wire), Arching Spring (kombinasi Metal Spring).

Efektivitas : sedang, kehamilan terjadi pada 6-40 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama. Keuntungan : dapat digunakan selama menyusui; tidak ada risiko gangguan kesehatan; tidak mempunyai pengaruh sistemik; melindungi dari IMS, HIV/AIDS; bila digunakan pada saat haid dapat menampung darah menstruasi. Kerugian : angka kegagalan tinggi; peningkatan risiko infeksi; terjadi reaksi alergi; terjadi rasa nyeri pada tekanan terhadap kandung kemih/ rectum jika digunakan tidak tepat; membutuhkan evaluasi dari tenaga kesehatan; ketidaknyamanan; pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi saluran uretra; timbul cairan vagina dan berbau jika dibiarkan lebih dari 24 jam.

Spermisida (kimiawi)
Agen

yang menghancurkan membran sel sperma & menurunkan motilitas (pergerakan sperma). Tipe spermisida mencakup foam aerosol, krim, vagina suposituria, jeli, sponge (busa) yang dimasukkan sebelum melakukan hubungan seksual. Terutama mengandung non-oxynol-9. Spermisida harus dioleskan kedalam liang senggama sekitar 10 menit sblm senggama. Sebelumnya jangan lupa mencuci tangan bersihbersih dan mengeringkan dengan sempurna. Oleskan spermisida sedalam mungkin (disekitar mulut rahim). Sebaiknya pemakaiannya diulang setiap kali hendak bersenggama.

efektivitas : kurang, kehamilan terjadi pada 18-29 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama Keuntungan : tidak mengganggu kesehatan; berfungsi sebagai pelumas; dapat mencegah IMS bakterial, termasuk HBV dan HIV/AIDS; tidak menggangu produksi ASI; mudah digunakan; murah; tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus; mencegah kanker leher rahim. Kerugian : angka kegagalan tinggi; dapat meningkatkan transmisi virus HIV; hanya efektif 1-2 jam setelah dioleskan; pemakaian yang senantiasa harus diulang sering membuat orang merasa repot; terjadi alergi pada orangorang yang sensitif terhadap zat aktif dalam spermisida mengakibatkan rasa panas, nyeri, dan bahkan lecet-lecet.

Tisu KB
Tisu

KB kertas tipis yg mdh hancur apabila dimasukkan ke dalam vulva vagina. Biasanya tisu ini dikemas dalam bungkus kertas melamin yang kedap air dan udara luar. Tisu KB mengandung zat aktif yang dpt menetralisir sperma laki2 yang masuk ke dlm vagina perempuan. Zat inilah yg mpengaruhi sperma sehingga tidak lagi mampu membuahi. Dgn cr ini tisu KB mencegah terjadinya kehamilan

Kelebihan metode tisu KB Tisu KB mudah didapat di apotek tanpa resep dokter. Dan, seperti juga kondom, tisu KB mudah dipakai sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain. Selain itu juga tisu KB juga sama sekali tidak akan mengganggu, karena ia hancur tak lama setelah dimasukkan ke dalam liang senggama. Kekurangan metode tisu KB Selalu harus memakai tisu baru pada saat hendak bersenggama membuat beberapa pasangan merasa repot dan terganggu. Selain itu pasangan yang memilih metode KB ini juga harus selalu menyimpan persediaan dirumah. Ada sementara pasangan yang alergi dengan zat yang terkandung dalam tisu KB ini. Biasanya yang dikeluhkan adalah rasa panas dan gatal. Apabila ini terjadi, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya agar diganti dengan kontrasepsi lain yang lebih cocok.

Kontrasepsi oral kombinasi (pil)

Mengandung sintetik estrogen & preparat progestin yg mcegah kehamilan dgn cr mhambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH & FSH, mpertebal lendir mukosa servikal (leher rahim), & menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Pil kombinasi ada yg memiliki estrogen dosis rendah & ada yg mengandung estrogen dosis tinggi. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kpd wanita yg mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsy).

Jenis pil kombinasi: a. Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen/ progesteron (E/P) dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. b. Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen / progesteron (E/P) dengan 2 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif. c. Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen / progesteron (E/P) dengan 3 dosis yang berbeda, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif.

Efektivitas : Tinggi, kehamilan terjadi pada 0,1 5 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama

Keuntungan : sangat efektif; menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi; siklus haid menjadi teratur; menghaluskan kulit dengan jerawat sedang; dapat digunakan sejak usia remaja hingga menepouse; mudah dihentikan setiap saat; kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan; membantu mencegah kehamilan ektopik, kanker ovatium, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak payudara, dismenore.
Kerugian : tidak direkomendasikan untuk menyusui (mengurangi ASI; tidak melindungi dari Penyakit Menular Seksual (PMS); mahal dan membosankan karena harus diminum setiap hari; membutuhkan resep dokter; mual dan bercak perdarahan terutama pada 3 bulan pertama (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian); pusing; nyeri payudara; berat badan naik sedikit; dapat meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila oral kombinasi dihentikan) dan retensi cairan sehingga resiko stroke dan gangguan pembekuan darah pada vena dalam sedikit meningkat (34 kali pada pil KB dosis tinggi); meningkatkan faktor risiko penyakit jantung (pada wanita usia > 35 tahun).

Kontrasepsi oral progestin (minipil)


Mhambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur), mpertebal lendir mukosa leher rahim, mganggu pergerakan silia saluran tuba, & menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium.

Keefektifan berkurang bila pil tdk diminum di wkt yg sama setiap harinya. Kontrasepsi ini diberikan pd wanita yang menginginkan kontrasepsi oral namun tidak bisa mgunakan oral kombinasi krn pengaruh estrogen dpt mbahayakan, misalnya pada wanita yg sdg menyusui. Efektivitas: sgt efektif 98,5%, kehamilan tjd pd 0,5 5 per 100 wanita pd 1 thn penggunaan pertama
Keuntungan: mula kerja cepat (24 jam setelah pemakaian pil); menurunkan kejadian menoragia dan anemia; dpt digunakan pada wanita menyusui; mcegah terjadinya kanker endometrium; tidak memiliki efek samping yang berkaitan dgn estrogen (bekuan darah di vena tungkai); tdk mengganggu hubungan seksual; kesuburan cepat kembali; dapat mengurangi keluhan premenstrual sindrom. Kerugian: hrs diminum di wkt yg sm setiap hr; krg efektif dibandingkan oral kombinasi; membutuhkan resep dokter; efektivitasnya rendah bila digunakan dgn obat TBC atau epilepsy; tdk melindungi diri dari IMS; hirsutisme; penambahan berat badan; jerawat; kecemasan; angka kejadian terjadinya perdarahan tidak teratur tinggi.

Kontrasepsi suntikan progestin

Mgunakan suntikan intramuskular (dalam otot <bokong atau lengan atas>). Yg sering digunakan adlh medroxyprogesterone asetat (DepoProvera), 150 mg yang diberikan setiap 3 bln. Efektivitas: tinggi, kehamilan terjadi pada 0,3 per 100 wanita pada 1 tahun penggunaan pertama Keuntungan: mula kerja cepat & sangat efektif; bekerja dlm wkt lama; tidak mganggu menyusui; dpt dipakai segera stlh keguguran atau stlh masa nifas; tdk mengandung estrogen shg tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung & gangguan pembekuan darah; dpt digunakan pd wanita >35 tahun smp perimenpouse; mencegah kanker endometrium & kehamilan ektopik, penyakit radang panggul; menurunkan krisis sickle cell anemia. Kerugian: suntikan hrs dilakukan o/ tenaga kesehatan scr teratur, tdk melindungi dr PMS, gangguan haid, peningkatan berat badan, rambut rontok, tulang menjadi keropos, kelainan metabolisme lemak, ketidakteraturan menstruasi termasuk menometroragi (umumnya beberapa bulan pertama) dan amenorea ( 1 tahun pertama), jika pemakaian suntikan KB dihentikan, siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun, tdk dpt dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya

Kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron


Suntikan ini diberikan scr intramuskular setiap bln, mengandung 25 mg depo medroxyprogesteron asetat & 5 mg estradiol cypionat. Mekanisme kerja, efek samping, kriteria, & keamanan sama spt kontrasepsi oral kombinasi. Siklus menstruasi terjadi lebih stabil setiap bulan. Pengembalian kesuburan tidak selama kontrasepsi suntikan progestin.

Implant progestin

Kapsul plastik, tipis, fleksibel, yg mengandung 36mg levonorgestrel yg dimasukkan ke dlm kulit lengan wanita. Setelah diberi obat bius, dibuat sayatan & dgn bantuan jarum dimasukkan kapsul implan. Tdk perlu dilakukan penjahitan. Kapsul ini melepaskan progestin ke dlm aliran darah scr plahan & biasanya dipasang slm 5 thn. Mcegah kehamilan dgn cr mhambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur o/ indung telur), mpertebal lendir mukosa leher rahim, mganggu pergerakan saluran tuba, & menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. efektif dlm wkt 48 jam stlh diimplan & efektif slm 5-7 thn. Jenis kontrasepsi implant seperti: Norplant. Terdiri dr 6 batang silastik lembut berongga dgn pnjg 3,4 cm, dgn diameter 2,4 mm, yg diisi dgn 36 mg Levonogestrel & lama kerjanya 5 thn. Implanon. Terdiri dr 1 batang putih lentur dgn pnjg kira2 40 mm dan diameter 2 mm, yg diisi dgn 68 mg 3-keto-desogestrel & lama kerjanya 3 thn. Jadena & Indoplant. Terdiri dr 2 batang yg diisi dgn 75 mg Levonogestrel dgn lama kerja 3 thn.

Efektivitas: sgt efektif, kehamilan tjd pd 0,05 per 100 wanita pd 1 thn penggunaan pertama
b. Keuntungan: bekerja u/ jangka wkt lama; pengembalian tingkat kesuburan yg cepat stlh pencabutan; tdk memerlukan pemeriksaan dlm; bebas dari pengaruh estrogen; tdk mganggu kegiatan senggama; tdk mganggu ASI; dpt dicabut setiap saat sesuai dgn kebutuhan; mengurangi nyeri haid; mengurangi jumlah darah haid; mengurangi anemia; melindungi terjadinya kanker endometrium; menurunkan angka kejadian kelainan jinak payudara; menurunkan angka kejadian endometriosis; melindungi diri dari penyebab penyakit radang panggul. c. Kerugian: membutuhkan prosedur operasi kecil u/ pemakaian dan pelepasan; tdk melindungi dr PMS termasuk HIV/AIDS; sakit kepala; payudara menjadi keras; peningkatan berat badan; kerontokan rambut; jerawat; perubahan mood; gangguan metabolisme lemak; hirsutisme; gangguan menstruasi (memanjang, tidak teratur); efektivitasnya menurun bila mengunakan obat TBC dan epilepsy. Kesuburan baru kembali 1 bulan setelah

Kontrasepsi Patch
Patch

ini didesain u/ melepaskan 20g ethinyl estradiol & 150 g norelgestromin. Mcegah kehamilan dgn cr yg sm spt kontrasepsi oral (pil). Digunakan slm 3 ming, & 1 ming bebas patch u/ siklus menstruasi.

IUD (spiral) / AKDR

IUD (intra uterine device), atau dlm bhs Indonesia alat kontrasepsi dlm rahim (AKDR) adlh alat kontrasepsi yg o/ masyarakat awam biasa disebut spiral.
Fleksibel, terbuat dr plastik yg dimasukkan ke dlm rahim & mcegah kehamilan dgn cr mganggu lingkungan rahim, yg mhalangi tjdnya pembuahan maupun implantasi. Pengguna alat kontrasepsi ini tdk perlu mengulang pemakaiannya setiap kali, shg tdk merepotkan. AKDR tdk mengandung zat2 hormonal yg dpt mpengaruhi keseimbangan tubuh. Spiral jenis copper T (melepaskan tembaga) mcegah kehamilan dgn cr mganggu pgerakan sperma u/ mencapai rongga rahim & dpt dipakai slm 10 thn. Progestasert IUD (melepaskan progesteron) hanya efektif u/ 1 thn & dpt digunakan u/ kontrasepsi darurat.

Jenis IUD antara lain:

AKDR Cu T-380 A. Kecil, kerangka dr plastik yg fleksibel, berbentuk huruf T diselubungi o/ kawat halus yg terbuat dr tembaga (Cu). AKDR lain yg beredar di Indonesia adlh NOVA T (Schering).

Kondisi dimana seorang wanita tidak seharusnya menggunakan IUD adalah : Kehamilan 2. Sepsis 3. Aborsi postseptik dalam waktu dekat 4. Abnormalitas anatomi yang mengganggu rongga rahim 5. Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya 6. Penyakit tropoblastik ganas 7. Kanker leher rahim, kanker payudara, kanker endometrium 8. penyakit radang panggul 9. PMS (premenstrual syndrome) 3 bulan terakhir dan imunokompromise penurunan kekebalan tubuh) TBC panggul
1.

Efektivitas: tinggi, kehamilan tjd pd 0,3-0,8 per 100 wanita pd 1 tahun penggunaan pertama
Keuntungan: sgt efektif, bekerja cpt stlh dimasukkan ke dlm rahim; bekerja dlm jangka wkt lama; pengembalian kesuburan cpt stlh dilepaskan; sangat efektif krn tdk perlu mengingat2; tdk ada efek samping hormonal; tdk mpengaruhi kualitas dan volume ASI; dpt dipasang stlh melahirkan atau stlh abortus (apabila tidak terjadi infeksi),; dpt digunakan sampai menepouse (1 thn atau lbh stlh haid terakhir); tdk ada interaksi dgn obat2; mbantu mcegah kehamilan ektopik. Kerugian: risiko infeksi panggul, dismenorea (nyeri saat haid), menoragia pd bulan2 pertama, peningkatan risiko perforasi (robek) rahim, risiko kehamilan ektopik, IUD dpt lepas dgn sendirinya, nyeri, perdarahan, peningkatan jmlh darah menstruasi & lebih lama, perubahan siklus haid ( umumnya dlm 3 bln pertama & akan berkurang stlh 3 bln), tdk mcegah IMS atau HIV/AIDS, tdk dpt melepas AKDR o/ dirinya sendiri ( petugas yg terlatih yg hrs melepas AKDR). Komplikasi: terasa sakit & kejang slm 3-5 hr stlh pemasangan, perdarahan berat pd wkt haid atau diantaranya yg memungkinkan penyebab anemia, perforasi dinding uterus ( sangat jarang apabila pemasangannya benar).

Kontrasepsi darurat
A.

Kontrasepsi darurat hormonal Adlh estrogen dosis tinggi atau progestin diberikan dlm wkt 72 jam stlh senggama tdk terproteksi, dgn cr krj mcegah ovulasi & menyebabkan perubahan di endometrium. 4 pil kombinasi yg mengandung 30-35g ethinyl estradiol, diulangi 12 jam kemudian. 2 pil kombinasi mengandung 50g levonorgestrel, diulangi 12 jam kemudian. Tdk boleh digunakan pd wanita yg alergi kontrasepsi pil hormonal. Tdk boleh digunakan sbg kontrasepsi rutin. Efektivitas: kehamilan terjadi pada 2 / 100 wanita bila digunakan dlm wkt 72 jam Keuntungan : sgt efektif u/ situasi darurat Kerugian : mual hebat & perdarahan

B. Kontrasepsi darurat IUD

Adlh dimasukkan 5 hari stlh senggama tdk tproteksi u/ mengganggu implantasi, kehamilan terjadi kurang dari 1 per 100 wanita bila dimasukkan dlm wkt 5 hari

Sterilisasi Vasektomi

pemotongan vas deferens (saluran yg mbawa sperma dr testis). Vasektomi dilakukan o/ ahli bedah urolog & memerlukan wkt sktr 20 menit. Pria yg mjalani vasektomi sebaiknya tdk sgr mhentikan pemakaian kontrasepsi biasanya kesuburan msh tetap ada smp sktr 15-20 x ejakulasi. Stlh pemeriksaan laboratorium terhadap 2 x ejakulasi menunjukkan tdk ada sperma, maka dikatakan bahwa pria tsbt tlh mandul.

Komplikasi dari vasektomi adalah: - Perdarahan - Respon peradangan terhadap sperma yang merembes - Pembukaan spontan

2.] Tubektomi / Ligasi tuba

pemotongan & pengikatan / penyumbatan tuba falopii (saluran telur dr ovarium ke rahim).

Pd ligasi tuba dibuat sayatan pd perut & dilakukan pembiusan total.


bs dilakukan sgr stlh melahirkan atau dijadwalkan di kemudian hari. Sterilisasi pd wanita melalui laparoskopi. Bs jg kauterisasi (pemakaian arus listrik) u/ menutup saluran tuba. U/ menyumbat tuba bs digunakan pita plastik & klip berpegas. efektivitas: sangat efektif, ( 0,5 kehamilan / 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan) keuntungan: tdk mpengaruhi proses menyususi; tdk bgantung pd faktor senggama; bg klien apabila kehamilan akan mjd resiko kesehatan yg serius; pbedahan yg sederhana, dpt dilakukan dgn anastesi lokal; tdk ada efek samping dlm jangka panjang; tdk ada perubahan dlm fungsi seksual (tdk ada efek pada produksi hormon ovarium); bkurangnya resiko kanker ovarium. Kerugian: hrs dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini tdk dapat dipulihkan kmbl, kecuali dgn operasi rekanalisasi; dpt menyesal di kemudian hari; resiko komplikasi kecil meningkat apabila digunakan anastesi umum; rasa sakit/ ketidaknyamanan dlm jangka pndk stlh tindakan; dilakukan o/ dokter yg terlatih dibutuhkan dokter spesialis ginekologi atau dokter spesialis bedah u/ proses laparoskopi, tdk melindungi diri dari IMS ermasuk HBV dan HIV/AIDS.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Baziad, Kontrasepsi Hormonal, PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 2008. Dyah Noviawati, S.Si.T, Panduan Lengkap Pelayanan KB Terkini, Peenerbit Buku Kesehatan, 2008. EGC, Obstetri Williams Edisi 21,2006 Prof.dr. Hanifa Winkjosastro,SpOG, Ilmu Kandungan, PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, 2007. http://www.klikdokter.com/userfiles/kb1.JPG http://www.garudasentramedika.co.id/?q=content/keluarga-berencana http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/331/331/1/1/ http://www.yakita.or.id/images/sperma.jpg http://dkknnk.com/www/index.php?option=com_content&task=view&i d=40&Itemid=1