Anda di halaman 1dari 1

Besi Bekas Jadi Bahan Baku Industri Pengecoran Logam, Omset Capai Rp300 Juta/Bulan

Posted in Ekonomi & Keuangan by Redaksi on April 25th, 2007 Medan (SIB) Masih banyak barang-barang bekas baik berasal dari limbah rumah tangga, maupun yang lainnya dapat diolah kembali dan dimanfaatkan. Seperti halnya besi-besi bekas dapat diolah kembali untuk menjadi salah satu bahan baku industri pengecoran logam. Seperti usaha industri cor logam yang dikelola Bambang Hariadi selaku pimpinan Operasional CV Dua Sarana sejak tahun 1995. Dengan mengandalkan besi-besi bekas yang diperolehnya dari pedagang botot, kini mampu memproduksi berbagai produk seperti cas iron (besi tuang), komponen broiler, Men Hole, roda timbangan dan lainnya. Jumlah produk yang dihasilkan bisa mencapai 50 macam. Sementara itu kapasitas produksi untuk produk cast iron (besi tuang) per minggunya mencapai 7 ton. Omset yang diperolehnya Rp 300 Juta Dengan besi tua bekas yang dijadikan bahan baku utama, kemudian dilebur jadi cairan, lalu dituang ke dalam cetakan. Selain itu bahan baku lainnya arang, batu api, silicon, arangkayu dan lainnya. Sementara itu alat pendukung lainnya yang dipergunakan seperti mesin bubut, mesin scraft, bor, mesin grenda dan lainnya ada sebanyak 8 unit. Selain menggunakan bahan baku yang berasal dari lokal, ada juga bahan baku yang diimpor seperti cocast. Jumlah tenaga kerja ada sekitar 28 orang. Yang menjadi permasalahan saat ini adalah masalah permodalan. Menyangkut bahan baku, belum ada permasalahan mengingat banyak besi-besi tua bekas baik dari mesin-mesin dan alat-alat kendaraan seperti mobil dan bus, yang banyak diperoleh di kota Medan dan sekitarnya. Hasil produksi juga ada berasal dari pesanan perkebunan kelapa sawit sekitar 30 persen. Seperti roster, great, as-as roster dan roda lori untuk muntik dan lainnya. Namun pengerjaan di usaha yang dikelolannya sekitar 70 persen berdasarkan pesanan, dan 30 persen lainnya merupakan produksi masa. Dalam peninjauan ke industri logam Rabu (25/4), turut didampingi Kepala Dinas Perindag Kota Medan diwakili Kasubdis IDKM Jonggi Lubis, Kepala Seksi Dagang Industri Informal Karya Darma, Rosnani Barus Kasie Industri Kecil Menegah dan Muchtar Sibarani Kasie Iklim Usaha. Menurut Kasubdis IDKM Jonggi Lubis Pemko Medan melalui Disperindag Kota Medan melakukan pembinaan teknis design, terhadap industri pengecoran logam di kota Medan yang jumlahnya sekitar 15. Industri pengecoran logam merupakan industri kecil yang produknya sangat dibutuhkan oleh industri lainnya. Pemasarannya cukup bagus namun membutuhkan modal yang cukup besar. Untuk mengatasi permodalan tersebut, pihaknya mengupayakan dukungan perkuatan modal melalui dana bergulir. (B11/p)