Anda di halaman 1dari 74

ambyfirul

MINGGU, 01 NOVEMBER 2009

askep nyeri
BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN N ERI Menurut International Association For Study Of Pain ( IASP ) dalam situs wikipedia. Nyeri adalah sensori su !ecti"e dan emosional yan# tidak menyenan#kan yan# didapat terkait den#an kerusakan !arin#an aktual maupun potensial$ atu men##m arkan kondisi ter!adinya kerusakan. Sedan#kan secara umum keperawatan mendefinisikan nyeri se a#ai apapun yan# menyakitkan tu uh yan# dikatakan indi"idu yan# men#alaminya$ yan# ada kapanpun indi"idu men#atakannya. ( %ikipedia$ &esem er '(() ) Nyeri merupakan kondisi erupa perasaan tidak menyenan#kan ersifat san#at su !ecti"e karena perasaan nyeri er eda pada setiap oran# dalam hal skala dan tin#katannya dan hanya oran# terse utlah yan# dapat men!elaskan atau men#e"aluasi rasa nyeri yan# dialaminya ( A. Alimul A*is$ '((+ ) Menurut Arthur , ,urton ( -./0 ) dalam uku 1&M Aplikasi 1onsep dan Proses 1eperawatan men#atakan ahwa nyeri merupakan suatu mekanisme produksi a#i tu uh$ tim ul ketika !arin#an sudah rusak dan menye a kan indi"idu terse ut ereaksi untuk men#hilan#kan ran#san#an nyeri. B. SI!AT"SI!AT N ERI Menurut 2etno P dalam situs wikipedia menye utkan sifat3sifat nyeri se a#ai erikut 4 Nyeri melemahakan dan mem utuhkan anyak ener#i Nyeri ersifat indi"idual dan su !ecti"e. Nyeri tidak dapat dinilai secara o !ecti"e. Pen#ka!ian nyeri hanya dapat dilihat dari peru ahan fisiolo#is tin#kah laku dan dari pernyataan klien. 5anya klien yan# men#erti kapan nyeri datan# dan seperti apa rasanya. Nyeri merupakan pertahanan fisiolo#is. Nyeri merupakan tanda perin#atan adanya kerusakan !arin#an. Nyeri men#awali ketidakmampuan.

Persepsi nyeri yan# salah menye a kan mana!emen nyeri !adi tidak optimal. Menurut mahon dalam situs wikipedia$ men#emukakan atri ut nyeri adalah se a#ai erikut 4 Nyeri ersifat indi"idu. Nyeri tidak menyenan#kan. Merupakan suatu kemampuan yan# mendominasi. 6ersifat tidak erkesudahan. #. !ISIO$OGI N ERI Proses nyeri mulai stimulus hin##a ter!adinya pen#alaman su !ecti"e nyeri adalah suatu seri ke!adian elektrik dan kimia yan# isa dikelompokkan men!adi 7 proses 4 a. 8randuksi &imulai dari stimulus nociceptor ( reseptor nyeri ) oleh stimulus nyeri di!arin#an$ yan# akan men#aki atkan stimulus nosiceptor dimana akan diru ah men!adi pote sial aksi. . 8ransmisi &imulai dari pen#iriman potensial aksi kepada susunan saraf pusat yan# erhu un#an den#an nyeri. 1emudian impul terse ut dikirim dari neuron aferen primer kepada kornu dorsalis. Pada kornu dorsalis neuro aferen akan ersinaps den#an neuron susunan syaraf pusat. &ari susunan !arin#an neuron terse ut akan naik ke medula spinalis menu!u ke atan# otak dan talamus$ selan!utnya dari atan# otak dan talamus akan dikirimkan kepusat otak yan# le ih tin##i yan# erfun#si se a#ai respon persepsi nyeri. c. Modulasi 8ermasuk dalam proses transmisi yan# erfun#si se a#ai proses pen#aktifan sinyal. 8empat modulasi sinyal yan# palin# diketahui adalah ca"um dorsalis. d. Persepsi &imana pesan nyeri di relai menu!u otak dan men#hasilkan pen#alaman yan# tidak menyenan#kan. 8erdapat dua sera ut syaraf aferen primer nosiseptif yaitu sera ut A dan sera ut ,.

%. RESPON TERHA%AP N ERI. 2espon perilaku terhadap nyeri ada 7 macam yaitu 4 -. Pernyataan 9er al 2espon nyeri yan# diun#kapkan den#an "er al ( men#aduh$ menan#is$ suara nafas$ menden#kur ) '. :kspresi %a!ah 2espon nyeri yan# diun#kapkan den#an mimik wa!ah ( merin#is$ men##aletukkan #i#i$ men##it i ir ) 0. ;erakan 8u uh ,ontohnya adalah #elisah$ imo ilisasi$ kete#an#an otot$ penin#katan !ari dan tan#an. 7. 1ontak &en#an Oran# <ain = Interaksi Sosial. ,ontoh tindakannya adalah men#hindari percakapan$ men#hindari kontak sosial$ penurunan rentan# perhatian$ erfokus pada pen#hilan#an rasa nyeri. E. &$ASI!I&ASI N ERI Secara umum di edakan men!adi ' macam$ yaitu 4 -. Nyeri Akut merupakan nyeri secara umum yan# tim ul secara mendadak dan cepat men#hilan# yan# tidak mele ihi + ulan. 6iasanya dise a kan oleh penyakit dan merupakan reaksi iolo#is yan# merupakan suatu perin#atan a#i pasien untuk mencari pertolon#an. Nyeri ini merupakan suatu ran#san#an yan# serin# men#aki atkan #erakan yan# tak terkendali ( refleks ) se#era setelah respon dari corteks sere ri. '. Nyeri 1ronik nyeri kronik merupakan nyeri yan# tim ul secara perlahan iasanya erlan#sun# dalam waktu yan# cukup lama$ yaitu le ih dari + ulan$ contohnya nyeri aki at ,a$ nyeri psikomatis. Nyeri !u#a dapat diklasifikasikan erdasarkan sifat ter!adinya$ antara lain 4 -) Nyeri 8ertusuk ') Nyeri 8er akar &ari uku lain dise utkan klasifikasi nyeri itu erdasarkan penye a nya 4 -) Nyeri Nosiseptif 4 Nyeri somatik$ dan nyeri fiseral ') Nyeri Non Nosiseptif 4Nyeri neuropatik$ nyeri psiko#enik. Nyeri nosiseptif adalah nyeri yan# tim ul se a#ai aki at ran#san#an nosiseptor oleh ran#san#an mekanik$ kimia atau termal. Nyeri somatik adalah nyeri yan# tim ul pada or#an non "isera ( eron##a )

Nyeri "isera adalah nyeri yan# erasal dari or#an eron##a iasanya aki at distensi or#an yan# eron##a. Misalnya usus$ kandun# empedu$ pankreas$ !antun#. Nyeri neuropatik adalah nyeri aki at iritasi atau trauma pada syaraf. Nyeri serin# kali persisten walaupun penye a nya sudah tidak ada. Nyeri psiko#enik adalah nyeri yan# tidak memenuhi kriteria nyeri somatik dan nyeri neurolo#ik$ dan memenuhi kriteria untuk depresi atau kelainan psikosomatik. 6e erapa entuk nyeri yan# tidak dikelompokkan dalam klasifikasi diatas adalah se a#ai erikut 4 -) Nyeri Fantom Nyeri yan# dirasakan a#ian tu uh yan# aru diamputasi> pasien merasa ahwa a#ian yan# diamputasi itu masih ada. ') Nyeri Pindah Nyeri yan# dirasakan ditempat lain$ ukan ditempat kerusakan !arin#an yan# menye a kan nyeri. Misalnya nyeri pada infark miokard yan# dirasakan di ahu kiri. 0) Nyeri Sentral ?aitu nyeri yan# didu#a erasal dari otak atau medulla spinalis$ misalnya pada pasien stroke. 7) Nyeri 8a etik Nyeri neuropatik yan# tim ul se a#ai komplikasi dari sifilis. @) Alodinia Nyeri ini iasanya ditemukan pada nyeri neuropatik$ misalnya neural#ia pasca herpetic$ sindrom nyeri re#ional kronik dan neuropati perifer lainnya. +) 5iperpatia Nyeri yan# erle ihan yan# ditim ulkan ran#san#an erulan#. 1ulit pada daerah hiperpatia iasanya tidak sensiti"e terhadap ran#san#an yan# rin#an. )) &istensi 1eadaan ini adalah parastesi yan# nyeri$ misalnya distensi aki at kompresi ner"us femoralis lateralis akan mem erikan dampak nyeri pada sisi lateral tun#kai. /) Parestesi Nyeri seperti ditusuk !arum. .) 5iporstesia 8urunnya sensisifitas nyeri. -() Anal#esia

5ilan#nya ran#san#an nyeri --) Anaestesia &olorosa Nyeri yan# tim ul didaerah hipoestasia atau didesensitisasi. -') Neural#ia Nyeri yan# tim ul disepan!an# distri usi suatu persyarafan. -0) Nyeri Inflamasi Misalnya pada penderita artritis$ proses nyeri ter!adi karena pelepasan er a#ai iokimiawi selama proses ter!adi. -7) Nyeri Psiko#enik Nyeri merupakan kelainan psikiatrik$ psikosomatis dan depresi terselu un#. Misalnya kecelakaan$ serin# kali menun!ukkan perilaku posttraumatil stres disorder$ dimana pasien selalu merasa dirinya sakit$ walaupun secara medis kelainan fisiknya sudah sem uh. !. PENATA$A&SANAAN -. Farmakolo#is a. Anal#esik Sederhana ,ontohnya parasetamol dan aspirin . O at AINS O at ini serin# di#unakan untuk nyeri semacam artritis dan nyeri muskuloskeletal serta nyeri lain yan# diaki atkan oleh peradan#an. ,ontoh o at asam fenamat dan i uprofen. c. Anal#esik Opioid ,ontoh kodein$ oksi3kodon$ morfin dan lain3lain. O at ini iasanya tidak di#unakan untuk terapi usia lan!ut karena memiliki efek sampin# sentral$ keter#antun#an dan efektifitasnya tidak le ih dari parasetamol. d. Anti 1on"ulsan Pada usia lan!ut di#unakan untuk nyeri pasca herpatica$ nyeri pasca stroke dan nyeri neuropati perifer. :fek sampin# erupa penurunan konsentrasi dan se!enisnya. O atnya antara lain kar amasepin$ "alproat sodium$ dan fenitonin. e. Anti &epresan Anti depresan ukan pilihan alternatif untuk depresi pada lansia karena efek koliner#iknya. ,ontohnya adalah amiltripin. f. O at3O at ?an# <ain 1apasin ( *at aktif dari ca e = lom ok ) di#unakan untuk nyeri neuropatik. Meksiletin fun#sinya sama den#an kapasin tetapi memilih efek pada !antun#$ klonidin memilih efek le ih rendah dari kapasin dan meksiletin.

'. Non Farmakolo#is a. 6lock Syaraf ?aitu den#an anastesi lokal !an#ka pan!an# ditam ahkan den#an steroid dapat merin#ankan nyeri ahu$ dada dan paha. . In!eksi Pada Sendi In!eksi pada sendi den#an anastesi lokal dan steroid dapat mempen#aruhi nyeri dan radan# pada sendi spinal. Prosedur ini dilakukan den#an im in#an stroke. c. 8erapi Stimulasi :NS yaitu den#an men##unakan antal khusus yan# dihu un#kan den#an mesin kecil yan# men#hantarkan aliran listrik lemah kepermukaan kulit dari area nyeri. Akupuntur d. Pro#ram Mana!eman Nyeri &an 6antuan Psikolo#is Merupakan pro#ram reha ilitasi erdasarkan psikolo#is untuk pasien den#an nyeri kronis yan# tidak pulih den#an metode terapi. Pro#ram ini ertu!uan untuk men#uran#i disa ilitas dan disstres yan# dise a kan oleh nyeri kronik melalui pen#a!aran fisik$ psikolo#is dan tekhnik praktis untuk men#uran#i nyeri. 5al yan# dapat dilakukan antara lain edukasi tentan# nyeri dan aki atnya konselin#$ relaksasi$ tekhnik pen#alihan$ meditasi !u#a ermanfaat dalam pen#uran#an rasa nyeri. e. Pem edahan 8erapi ini merupakan lini terakhir yan# dilakukan ila semua usaha untuk men#uran# nyeri #a#al. &ari sum er lain yan# dikemukakan oleh mel*ack dan wall ( -..- ) dalam uku nyeri persalinan yan# disusun oleh Mander$ menye utkan ada ' macam terapi non farmakolo#is 4 -. Modulasi Psikolo#is Nyeri yan# termasukdalam kate#ori ini adalah 4 a. 2elaksasi ( pen#uran#an kete#an#an ) . 5ipnoterapi ( pen##unaan hipnosis untuk suatu kepatuhan dan kondisi seperti tidur dalam terapi kondisi) c. Ima!inasi$ den#an cara menciptakan ayan#an yan# men#uran#i keparahan nyeri atau yan# terdiri dari pen##anti yan# le ih dapat diterima dan tidak nyeri.

d. Ampan alik psikolo#is$ sama den#an relaksasi tetapi di#unakan untuk sakit kepala$ tetapi dalam perkem an#an selan!utnya dapt di#unakan pada persalinan untuk men#uran#i nyeri. e. Psikoprofilaksis Merupakan pence#ahan nyeri den#an metode psikolo#i$ meliputi e erapa aspek yatu pem erian informasi$ latihan relaksasi$ strate#i kopin# dan latihan pernafasan. '. Modulasi Sensorik Nyeri ?an# termasuk dalam kate#ori ini adalah 4 a. 8erapi Manual Masase yaitu melakukan tekanan tan#an ( lunak ) iasanya otot$ tendon atau li#amentum. 8anpa menye a kan per#erakan atau peru ahan sendi. Sentuhan 8erapeutik Suatu entuk masase yan# le ih khusus$ yan# dapat di#unakan untuk meredakan nyeri dan men#adopsi keran#ka ker!a teorinya dari timur ( kekeluar#aan ). 8erapi Buasi3manual merupakan entuk terapi manual dan tekhnolo#is. Akupuntur pen#endalian nyeri den#an penusukan !arum didaerah tertentu. Akupresure yaitu masase di atas daerah akupuntur. . Inter"ensi 6ukan Manual o 8:NS ker!a utama adalah menutup #er an# nyeri a#i per!alanan impuls nyeri. Ada !u#a yan# di#unakan untuk pelepasan endorfia. o Musikdi#unakan untuk terapi keadaan kronis yan# men##am arkan #an##uan emosional. o 5idroterapi$ air di#unakan untuk menyamankan atau menyem uhkan. o Posisi$ postur dan am ulasi$ hal ini dapat merin#ankan nyeri. o <in#kun#an yan# mendukun#. G. ME%ITASI -. Pen#ertian Meditasi adalah se a#ai suatu penin#katan konsentrasi dan kesadaran$ suatu proses untuk men!ernihkan pikiran dan hanyut dalam momen yan# sedan# erlan#sun# ( palupi$'((0 ) 1ata lain atau manfaat meditasi adalah menenan#kan pikiran den#an mendiamkan tu uh dan meredakan se#ala pikiran serta perasaan yan# menye a kan stress. '. Cenis Meditasi a. Meditasi :ksklusif

Meditasi eksklusif !u#a dise ut se a#ai meditasi konsentrasi. Ada lima metode untuk mem antu memusatkan perhatian pada satu pikiran$ antara lain 4 Pen#ulan#an Mental pen#ulan#an mental merupakan pikiran yan# diulan# erkali3kali$ misalnya den#an men#ucapkan D OM D secara terus menerus. 1onsentrasi Pen#lihatan 8ekhnik ini meli atakan penatapan terhadap suatu enda atau en#unan. Misalnya den#an melihat lilin$ pemandan#an dan lain3lain. 6unyi 6erulan# ,ontoh unyi erulan# antara lain el$ loncen#$ atau kenthon#an udha. ;erakan Fisik 6erulan# ;erakan yan# erulan# seperti ernafas dan entuk olahra#a aero ik ritmik ( misalnya 4 erlari$ erenan# atau er!alan ) ;erakan 8aktil ( Sentuhan ) meme#an# atau memanipulasi o !ek kecil seperti atu$ keran# atau kuncup mawar. . Meditasi <uklusif Meditasi !enis ini san#at mirip den#an asosiasi e as yaitu pikiran menerawan# tanpa tu!uan$ pikiran menerawan# tanpa tu!uan den#an le ih ter uka terhadap ide3ide yan# mun#kin dapat mem antu menyelesaikan masalah. 0. 2espon 2elaksasi &r. 5ar ert 6enson dalam uku mana!emen stress menye utkan 7 komponen 4 a. <in#kun#an ?an# 8enan# <in#kun#an yan# tenan#a adalah lin#kun#an dimanapun yan# dapat mem uat relaE tanpa ter#an##u. Mun#kin diperlukan suara yan# lem ut untuk menyeim an#kan lin#kun#an. . Posisi ?an# Nyaman ,arilah posisi yan# nyaman den#an pun##un# te#ak$ tu uh harus rileks. Posisi dapat dilakukan den#an duduk atau tidur. c. Peralatan Mental Peralatan mental adalah metode yan# di#unakan untuk men##anti semua pikiran lain. Peralatan mental antara lain 4 pem acaan mantra$ pernafasan diafra#ma dan lain3lain. d. Sikap Pasif ?aitu sikap reseptif atau keadaan fisik yan# tenan# tidak dalam! keadaan

te#an#. 7. Ima!inasi Ima!inasi mental merupakan suatu tekhnik untuk men#ka!i kekuatan pikiran saat sadar maupun tidak sadar untuk dapat menciptakan ayan#an #am ar yan# mem awa ketenan#an dan kehenin#an$ sama saat seperti erli ur. 8ekhnik ini sekaran# !u#a dipakai se a#ai sarana penyem uh untuk memulihkan kesehatan or#an3or#an tu uh yan# men#alami kelainan atau penyakit ( seperti kanker ). &en#an mem ayna#kan or#an terse ut dalam kondisi sehat keterampilan erima!inasi ini memerlukan pem entukan ayan#an$ pemandan#an$ atau impresi yan# dapat menarik ima!inasi anda erdasarkan indra pen#lihatan$ penden#aran$ pen#ecapan$ penciuman$ ahkan indra sentuhan. @. Pelaksanaan Meditasi no tindakan ' ' 0 ' 0 7

) ' ' A. Persiapan a(a) *an (in+k,n+an 8empat meditasi yan# tenan# Media ima!inasi B. Persiapan (ansia 6eritahu pada lansia tentan# manfaat meditasi Celaskan prosedur pelaksanaan Celaskan posisi yan# sesuai #. Pe(aksanaan Posisikan klien sesuai kein#inan ( duduk atau er arin# ) Minta klien menutup mata Minta klien untuk memfokuskan perhatian pada pernafasan Minta klien untuk mem ayan#kan udara yan# dihirup adalah udara yan# ersih $ murni dan mem erikan kekuatan untuk mem ersihkan dan memulihkan tu uh lansia. Minta klien untuk men#hirup udara$ ayan#kan dan rasakan udara memasuki hidun# melewati ron##a hidun# sampai ke a#ian atas kepala kemudain pun##un# dan ersikulasi di daerah a#ian awah perut. Minta klien untuk men#eluarkan nafas dan ayan#kan udara yan# keluar adalah racun atau nyeri. Alan#i siklus pernafasan ini selama @3-( menit. %. E-a(,asi 1lien merasa rileE 1lien men#atakan nyeri erkuran# :kspresi wa!ah ( #rimis (3 ) )

ASUHAN &EPERA.ATAN PA%A MASA$AH N ERI. A. Pen+ka/ian &epera0a)an Pen#ka!ian pada masalah nyeri yan# dapat dilakukan adlah adanya riwayat nyeri$ keluhan nyeri seperti lokasi nyeri$ intensitas nyeri$ kualitas dan waktu seran#an dapat dilakukan den#an cara PF2S8. G P ( Pro"okatif ) yaitu faktor yan# mempen#aruhi #awat atau rin#annya nyeri G F ( Fuality ) dari nyeri$ seperti apakah rasa ta!am$ tumpul atau tersayat. G 2 ( 2e#ion ) yaitu daerah per!alanan nyeri G S ( se"erity ) adalah keparahan atau insensitas nyeri. G 8 ( time ) adalah lama = waktu seran#an nyeri. Intensitas nyeri dapat diketahui den#an ertanya kepada pasien melalui skala nyeri erikut 4 8idak nyeri 4 ( 4 tidak nyeri - 4 nyeri rin#an ' 4 tidak nyaman 0 4 men##an##u 7 4 san#at men##an##u Sedikit nyeri 4 ( 4 tidak nyeri - 4 nyeri rin#an ' 4 nyeri sedan# 0 4 nyeri parah 7 4 nyeri san#at parah Parah = erat 4 4 tidak nyeri ( 4 tidak nyeri - 4 sedikit nyeri ' 4 nyeri sedan# 0 4 nyeri parah B. %ia+n1sis &epera0a)an 8erdapat e erapa dia#nosis yan# erhu un#an den#an masalah nyeri$ diantaranya 4 -. Nyeri akut aki at fraktur pan##ul '. Nyeri kronis aki at artrhitis

0. ;an##uan mo ilitas aki at nyeri pada ekstremitas. 7. 1uran#nya perawatan diri aki at ketidakmampuan men##erakkan tan#an yan# dise a kan oleh nyeri persendian. @. ,emas aki at ancaman penin#katan nyeri. #. Peren2anaan &epera0a)an -. Men#uran#i dan mem atasi faktor3faktor yan# menam ah nyeri. '. Men##unakan er a#ai tekhnik nonin"asif untuk memodifikasi nyeri yan# dialami. 0. Men##unakan cara3cara untuk men#uran#i nyeri yan# optimal$ seperti mem erikan anal#esik sesuai den#an pro#ram yan# ditentukan.

%. Pe(aksanaan 3 Tin*akan 4 &epera0a)an -. Men#uran#i faktor yan# dapat menam ah nyeri$ misalnya ketidakpercayaan$ kesalahpahaman$ ketakutan$ kelelahan$ dan ke osanan. 1etidakpercayaan. Pen#akuan perawat akan rasa nyeri yan# diderita pasien dapat men#uran#i nyeri. 5al ini dapat dilakukan melalui pernyataan "er al$ menden#arkan den#an penuh perhatian men#enai keluhan nyeri pasien$ dan men#atakan pada pasien ahwa perawat men#ka!i rasa nyeri pasien a#ar dapat le ih memahami tentan# nyerinya. 1esalahpahaman. Men#uran#i kesalahpahaman pasien tentan# nyerinya akan men#uran#i nyeri. 5al ini dapat dilakukan den#an mem eritahu pasien ahwa nyeri yan# dialami san#at indi"idual dan hanya pasien yan# tahu secara pasti tentan# nyerinya. 1etakutan. Mem erikan informasi yan# tepat dapat men#uran#i ketakutan pasien den#an men#an!urkan pasien untuk men#ekspresikan a#aimana mereka menan#ani nyeri. 1elelahan. 1elelahan dapat memper erat nyeri. Antuk men#atasinya$ kem an#kan pola aktifitas yan# dapat mem erikan istirahat yan# cukup. 1e osanan. 1e osanan dapat menin#katkan rasa nyeri. Antuk men#uran#i nyeri dapat di#unakan pen#alih perhatian yan# ersifat terapeutik. 6e erapa tekhnik pen#alih perhatian adalah ernapas pelan dan erirama$ memi!at secara perlahan$ menyanyi erirama$ aktif menden#arkan musik$ mem ayan#kan hal3hal yan# menyenan#kan$ dan se a#inya. '. Memodifikasi stilmulus nyeri den#an men##unakan tekhnik3tekhnik seperti 4 8ekhnik latihan pen#alihan

G Menonton tele"isi G 6er incan#3 incan# den#an oran#lain G Menden#arkan musik. 8ekhnik relaksasi. o Men#an!urkan pasien untuk menarin nafas dalam dan men#isi paru3paru den#an udara$ men#hem uskannya secara perlahan$ melemaskan otot3otot tan#an$ kaki$ perut$ dan pun##un#$ serta men#ulan#i hal yan# sama sam il terus erkonsentrasi hin##a didapat rasa nyaman$ tenan# dan rileks. Stimulasi kulit. o Men##osok den#an halus didaerah nyeri. o Men##osok pun##un#. o Men##unakan air han#at dan din#in. o Memi!at den#an air men#alir. 0. Pem erian o at anal#esik$ yan# dilakukan #una men##an##u atau mem lok transmisi stimulus a#ar ter!adi peru ahan persepsi den#an cara men#uran#i kortikal terhadap nyeri. Cenis anal#esiknya adalah narkotika dan uakan narkotika. Cenis narkotika di#unakan untuk menurunkan tekanan darah dan menim ulkan depresi pada fun#si "ital$ seperti respirasi. Cenis ukan narkotika yan# palin# anyak dikenal dimasyarakat adalah aspirin$ asetaminofen$ dan ahan antiinflamasi nonsteroid. ;olon#an aspirin ( asetysalicylic acid ) di#unakan untuk mem lok ran#san#an pada sentral dan perifer$ kemun#kinan men#ham at prosta#landin yan# memiliki khasiat setelah -@ sampai '( menit den#an efek puncak o at sekitar -3' !am. Aspirin !u#a men#ham at a#re#rasi trom osit dan anta#onis lemah terhadap "itamin 1$ sehin##a dapat menin#katkan waktu perdarahan dan protom in ila di erikan dalam dosis yan# tin##i. ;olon#an asetaminofen sama seperti aspirin$ akan tetapi tidak menim ulkan peru ahan kadar protom in dan !enis nonsteroid anti inflamatori dru# ( NSI& )$ !u#a dapat men#ham at prosta#landin dan dosis rendah dapat erfun#si se a#ai anal#esik. 1elompok o at ini meliputi i uprofen$ mefenamid acid$ fenoprofen$ naprofen$ *omepirac$dan lain3lain. 7. Pem erian stimulator listrik$ yaitu den#an mem lok dan men#u ah stimulus nyeri den#an stimulus yan# kuran# dirasakan. 6entuk stimulator metode stimulus listrik meliputi 4 G 8ranscutaneus electrical stimulator ( 8:NS )$ di#unakan untuk men#endalikan stimulus manual daerah nyeri tertentu den#an menempatkan e erapa elektrode diluar. G Percutaneus implanted spinal cord epidural stimulator merupakan alat

stimulator sum3sum tulan# elakan# dan epidural yan# diimplan di awah kulit den#an transistor timah penerima yan# dimasukkan kedalam kulit pada daerah epidural dan columna "erte rae. G Stimulator columna "erte rae$ se uah stimulator den#an stimulus alat penerima transister dican#kok melalui kanton# kulit intracla"icula atau a domen$ yaitu elektrode ditanam melalui pem edahan pada dorsum sum3 sum tulan# elakan#. :. :"aluasi keperawatan :"aluasi terhadap masalah nyeri dilakukan den#an menilai kemampua dalam memproses ran#san#an nyeri$ diantaranya hilan#nya perasaan nyeri$ menurunnya intensitas nyeri$ adanya respon fisiolo#is yan# aik$ dan pasien mampu melakukan aktifitas sehari3hari tanpa keluhan nyeri.

BAB III PENUTUP A. &esi5p,(an Sifat3sifat nyeri se a#ai erikut 4 Nyeri melemahakan dan mem utuhkan anyak ener#i Nyeri ersifat indi"idual dan su !ecti"e. Nyeri tidak dapat dinilai secara o !ecti"e. Pen#ka!ian nyeri hanya dapat dilihat dari peru ahan fisiolo#is tin#kah laku dan dari pernyataan klien. 5anya klien yan# men#erti kapan nyeri datan# dan seperti apa rasanya. Nyeri merupakan pertahanan fisiolo#is. Nyeri merupakan tanda perin#atan adanya kerusakan !arin#an. Nyeri men#awali ketidakmampuan. Persepsi nyeri yan# salah menye a kan mana!emen nyeri !adi tidak optimal. Meditasi adalah se a#ai suatu penin#katan konsentrasi dan kesadaran$ suatu proses untuk men!ernihkan pikiran dan hanyut dalam momen yan# sedan# erlan#sun# 6. Saran &alam makalah yan# kami uat ini mem ahas tentan# asuahan keperawatn pada lansia den#an nyeri ( meditasi )$ sehin##a diharapkan nyeri klien dapat teratasi den#an tekhnik meditasi.

%A!TAR PUSTA&A Alimul$ A A*is. '((+. 1&M Aplikasi 1onsep &an &asar 1eperawatan. Cakarta 4 Salem a Medika &armo!o$ 6oedhi &an 5adi Martono. '((+. 6uku A!ar ;eriatri ( Ilmu 1esehatan Asia <an!ut ). Cakarta 4 6alai Pener it F1AI. Mander$ 2osemary. '((0. Nyeri Persalinan. Cakarta 4 :;, Sudoyo$ Aru %. '((). Ilmu Penyakit &alam. Cakarta 4 &epartemen Ilmu Penyakit &alam F1AI %idyastuti$ Palupi. '((0 Mana!emen Stress. Cakarta 4 :;, %%%. %ikipedia. ,OM &iakses 6ulan &esem er '(()

Konsep Nyeri
Oleh: irman October 20, 2007 DEFINISI Nyeri merupakan Perasaan tidak nyaman, baik ringan maupun berat.yang hanya dapat dirasakan oleh individu tersebut tanpa dapat dirasakan oleh orang lain, mencakup pola fikir, aktifitas seseorang secara langsung, dan perubahan hidup seseorang. Nyeri merupakan tanda dan ge ala penting yang dapat menun ukkan telah ter adinya gangguan fisiologikal. PENYEBAB NYERI !. "rauma a. #ekanik $asa nyeri timbul akibat u ung%u ung saraf bebas mengalami kerusakan, misalnya akibat benturan, gesekan, luka dan lain%lain. b. "hermis Nyeri timbul karena u ung saraf reseptor mendapat rangsangan akibat panas, dingin, misal karena api dan air. c. &hemis "imbul karena kontak dengan 'at kimia yang bersifat asam atau basa kuat d. (lektrik "imbul karena pengaruh aliran listrik yang kuat mengenai reseptor rasa nyeri yang menimbulkan keke angan otot dan luka bakar. 2. Neoplasma a. )inak b. *anas +. Peradangan Nyeri ter adi karena kerusakan u ung%u ung saraf reseptor akibat adanya peradangan atau ter epit oleh pembengkakan. #isalnya : abses ,. *angguan sirkulasi darah dan kelainan pembuluh darah -. "rauma psikologis KLASIFIKASI NYERI!. #enurut "empat a. Periferal Pain !. /uperfisial Pain 0Nyeri Permukaan. 2. 1eep Pain 0Nyeri 1alam. +. $effered Pain 0Nyeri 2lihan. nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya. b. 3entral Pain "er adi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak dll c. Psychogenic Pain Nyeri dirasakan tanpa penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis. d. Phantom Pain Phantom Pain merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat. e. $adiating Pain

Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke aringan sekitar. 2. #enurut /ifat a. 4nsidentil : timbul se5aktu%5aktu dan kemudian menghilang b. /teady : nyeri timbul menetap dan dirasakan dalam 5aktu yang lama c. Paro6ysmal : nyeri dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap !0 7 !- menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali. d. 4ntractable Pain : nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. 3ontoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan. +. #enurut 8erat $ingannya a. Nyeri ringan : dalam intensitas rendah b. Nyeri sedang : menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan psikologis c. Nyeri 8erat : dalam intensitas tinggi ,. #enurut 9aktu /erangan "erdapat beberapa cara untuk mengklasifikasikan tipe nyeri. Pada tahun !:;<, "he National 4nstitutes of =ealth 3oncencus 3onference of Pain mengkategorikan nyeri menurut penyebabnya. Partisipan dari konferensi tersebut mengidentifikasi + 0tiga. tipe dari nyeri : akut, &ronik #alignan dan &ronik Nonmalignan. Nyeri akut timbul akibat dari cedera akut, penyakit atau pembedahan. Nyeri &ronik Nonmalignan diasosiasikan dengan cedera aringan yang tidak progresif atau yang menyembuh. Nyeri yang berhubungan dengan kanker atau penyakit progresif disebut 3hronic #alignant Pain. #eskipun demikian, pera5at biasanya berpegangan terhadap dua tipe nyeri dalam prakteknya yaitu akut dan kronis : !. Nyeri 2kut Nyeri akut biasanya berlangsung singkat, misalnya nyeri pada fraktur. &lien yang mengalami nyeri akut baisanya menun ukkan ge ala%ge ala antara lain : perspirasi meningkat, 1enyut antung dan "ekanan darah meningkat, dan pallor 2. Nyeri &ronis Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan ter adi dalam 5aktu lebih lama dan klien sering sulit mengingat se ak kapan nyeri mulai dirasakan. PENGKAJIAN NYERI 1ikarenakan nyeri merupakan pengalaman interpersonal, pera5at harus menanyakannya secara langsung kepada klien &arakteristik a. >okasi Pengka ian lokasi nyeri mencakup 2 dimensi : ? "ingkat nyeri, nyeri dalam atau superfisial ? Posisi atau lokasi nyeri Nyeri superfisial biasanya dapat secara akurat ditun ukkan oleh klien@ sedangkan nyeri yang timbul dari bagian dalam 0viscera. lebih dirasakan secara umum. Nyeri dapat pula di elaskan men adi empat kategori, yang berhubungan dengan lokasi : ? Nyeri terlokalisir : nyeri dapat elas terlihat pada area asalnya ? Nyeri "erproyeksi : nyeri sepan ang saraf atau serabut saraf spesifik ? Nyeri $adiasi : penyebaran nyeri sepan ang area asal yang tidak dapat dilokalisir ? $effered Pain 0Nyeri alih. : nyeri dipersepsikan pada area yang auh dari area rangsang nyeri. b. 4ntensitas 8eberapa faktor yang mempengaruhi nyeri : 1istraksi atau konsentrasi dari klien pada suatu ke adian

/tatus kesadaran klien =arapan klien Nyeri dapat berupa : ringan, sedang, berat atau tak tertahankan. Perubahan dari intensitas nyeri dapat menandakan adanya perubahan kondisi patologis dari klien. c. 9aktu dan >ama 0"ime A 1uration. Pera5at perlu mengetahuiBmencatat kapan nyeri mulai timbul@ berapa lama@ bagaimana timbulnya dan uga interval tanpa nyeri dan kapan nyeri terakhir timbul. d. &ualitas 1eskripsi menolong orang mengkomunikasikan kualitas dari nyeri. 2n urkan pasien menggunakan bahasa yang dia ketahui: nyeri kepala mungkin dikatakan Cada yang membentur kepalanyaD, nyeri abdominal dikatakan Cseperti teriris pisauD. e. Perilaku Non Eerbal 8eberapa perilaku nonverbal yang dapat kita amati antara lain : ekspresi 5a ah, gemeretak gigi, menggigit bibir ba5ah dan lain%lain. f. Faktor Presipitasi 8eberapa faktor presipitasi yang akan meningkatkan nyeri : lingkungan, suhu ekstrim, kegiatan yang tiba%tiba, stressor fisik dan emosi. g. 2lat Pengukur Nyeri

Intervensi /ecara umum intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri dibagi men adi 2 bagian besar, yaitu : !. Non Farmakologik intervention : 1istraksi, $elaksasi, /timulasi &utaneus 2. Farmakologi 4ntervention Distraksi 8eberapa teknik distraksi, antara lain : !. Nafas lambat, berirama 2. #assage and /lo5, $hythmic 8reathing +. $hytmic /inging and "apping ,. 2ctive >istening -. *uide 4magery Relaksasi "eknik relaksasi terutama efektif untuk nyeri kronik dan memberikan beberapa keuntungan, antara lain : !. $elaksasi akan menurunkan ansietas yang berhubungan dengan nyeri atau stres

2. #enurunkan nyeri otot +. #enolong individu untuk melupakan nyeri ,. #eningkatkan periode istirahat dan tidur -. #eningkatkan keefektifan terapi nyeri lain <. #enurunkan perasaan tak berdaya dan depresi yang timbul akibat nyeri /te5art 0!:7<: :-:., mengan urkan beberapa teknik relaksasi berikut : !. &lien menarik nafas dalam dan menahannya di dalam paru 2. /ecara perlahan%lahan keluarkan udara dan rasakan tubuh men adi kendor dan rasakan betapa nyaman hal tersebut +. &lien bernafas dengan irama normal dalam beberapa 5aktu ,. &lien mengambil nafas dalam kembali dan keluarkan secara perlahan%lahan, pada saat ini biarkan telapak kaki relaks. Pera5at minta kepada klien untuk mengkonsentrasikan fikiran pada kakinya yang terasa ringan dan hangat. -. Glangi langkah , dan konsentrasikan fikiran pada lengan, perut, punggung dan kelompok otot%otot lain <. /etelah klien merasa relaks, klien dian urkan bernafas secara perlahan. 8ila nyeri men adi hebat klien dapat bernafas secara dangkal dan cepat. Stimulasi Kulit !utaneus" 8eberapa teknik untuk stimulasi kulit antara lain : a. &ompres dingin b. 2nalgesics ointments c. 3ounteriritan, seperti plester hangat. d. 3ontralateral /timulation, yaitu massage kulit pada area yang berla5anan dengan area yang nyeri. Farmakolo#ik A#ent !. 2nalgesics Obat golongan analgesik akan merubah persepsi dan interpretasi nyeri dengan alan mendepresi /istem /araf Pusat pada "halamus dan &orteks 3erebri. 2nalgesik akan lebih efektif diberikan sebelum klien merasakan nyeri yang berat dibandingkan setelah mengeluh nyeri. Gntuk alasan ini maka analgesik dian urkan untuk diberikan secara teratur dengan interval, seperti setiap , am 0H ,h. setelah pembedahan. "erdapat dua klasifikasi mayor dari analgesik, yaitu : a. Narcotic 0/trong analgesics. "ermasuk didalamnya adalah : derivat opiate seperti morphine dan codein. Narkotik menghilangkan nyeri dengan merubah aspek emosional dari pengalaman nyeri 0misal : persepsi nyeri.. Perubahan mood dan perilaku dan perasaan sehat membuat seseorang merasa lebih nyaman meskipun nyerinya masih timbul. b. Nonnarcotics 0#ild analgesics. #encakup derivat dari : 2sam /alisilat 0aspirin.@ Para%aminophenols 0phenacetin.@ Pyra'olon 0Phenylbuta'one.. #eskipun begitu terdapat pula obat analgesik kombinasi, seperti kombinasi dari analgesik kuat 0strong analgesics. dengan analgesik ringan 0mild analgesics., contohnya : "ylenol I+, merupakan kombinasi dari acetaminophen sebagai obat analgesik nonnarkotik dengan codein, +0mg. 2. Plasebo Plasebo merupakan enis dari tindakan, seperti pada intervensi kepera5atan yang menghasilkan efek pada klien dikarenakan adanya suatu kepercayaan daripada kandungan

fisik atau kimianya 0#c3affery, !:;2:22.. Pengobatannya tidak mengandung komponen obat analgesik 0seperti : gula, larutan garamBnormal saline, atau air. tetapi hal ini dapat menurunkan nyeri. Gntuk memberikan plasebo ini pera5at harus mempunyai i'in dari dokter. $e%i&al Interventions !. 8lok /araf 0Nerve 8lock. 2. (lectric /timulation +. 2cupunture ,. =ypnosis -. /urgeryBPembedahan <. 8iofeedback

FISIOLOGI NYERI
Posted March 6th, 2008 by Argapay

Nyeri 0rasa sakit. sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan badan. Nyeri akan timbul bila mana akan ter adi kerusakan a ringan. Nyeri menyebabkan individu bereaksi atau menanggapinya dengan maksud menghilangkan stimulus yang menyebabkan rasa nyeri. &ebanyakan penyakit yang diderita manusia menimbulkan nyeri, namun demikian lokasi suatu penyakit sering tidak sesuai dengan letak rasa nyeri yang dikeluhkan J!K.

konsep dasar nyeri


Pen#ertian nyeri

Nyeri didefinisikan se a#ai suatu keadaan yan# mempen#aruhi seseoran# dan ekstensinya diketahui ila seseoran# pernah men#alaminya (8amsuri$ '(()).

Menurut International Association for Study of Pain (IASP)$ nyeri adalah sensori su yektif dan emosional yan# tidak menyenan#kan yan# didapat terkait den#an kerusakan !arin#an aktual maupun potensial$ atau men##am arkan kondisi ter!adinya kerusakan

Fisiolo#i nyeri

2eseptor nyeri adalah or#an tu uh yan# erfun#si untuk menerima ran#san# nyeri. Or#an tu uh yan# erperan se a#ai reseptor nyeri adalah u!un# syaraf e as dalam kulit yan# erespon hanya terhadap stimulus kuat yan# secara potensial merusak. 2eseptor nyeri dise ut !u#a nosireceptor, secara anatomis reseptor nyeri (nosireceptor) ada yan# ermielien dan ada !u#a yan# tidak ermielin dari syaraf perifer.

6erdasarkan letaknya$ nosireseptor dapat dikelompokkan dalam e erapa a#aian tu uh yaitu pada kulit (Kutaneus)$ somatik dalam (deep somatic)$ dan pada daerah "iseral$ karena letaknya yan# er eda3 eda inilah$ nyeri yan# tim ul !u#a memiliki sensasi yan# er eda.

Nosireceptor kutaneus erasal dari kulit dan su kutan$ nyeri yan# erasal dari daerah ini iasanya mudah untuk dialokasi dan didefinisikan. 2eseptor !arin#an kulit ( kutaneus) ter a#i dalam dua komponen yaitu 4

a. 2eseptor A delta

Merupakan sera ut komponen cepat (kecepatan tranmisi +30( m=det) yan# memun#kinkan tim ulnya nyeri ta!am yan# akan cepat hilan# apa ila penye a nyeri dihilan#kan

. Sera ut ,

Merupakan sera ut komponen lam at (kecepatan tranmisi ($@ m=det) yan# terdapat pada daerah yan# le ih dalam$ nyeri iasanya ersifat tumpul dan sulit dilokalisasi

Struktur reseptor nyeri somatik dalam meliputi reseptor nyeri yan# terdapat pada tulan#$ pem uluh darah$ syaraf$ otot$ dan !arin#an penyan##a lainnya. 1arena struktur reseptornya komplek$ nyeri yan# tim ul merupakan nyeri yan# tumpul dan sulit dilokalisasi.

2eseptor nyeri !enis keti#a adalah reseptor "iseral$ reseptor ini meliputi or#an3or#an "iseral seperti !antun#$ hati$ usus$ #in!al dan se a#ainya. Nyeri yan# tim ul pada reseptor ini iasanya tidak sensitif terhadap pemoton#an or#an$ tetapi san#at sensitif terhadap penekanan$ iskemia dan inflamasi.

8eori Pen#ontrolan nyeri (Gate control theory)

8erdapat er a#ai teori yan# erusaha men##am arkan a#aimana nosireseptor dapat men#hasilkan ran#san# nyeri. Sampai saat ini dikenal er a#ai teori yan# menco a men!elaskan a#aimana nyeri dapat tim ul$ namun teori #er an# kendali nyeri dian##ap palin# rele"an (8amsuri$ '(())

8eori gate control dari Mel*ack dan %all (-.+@) men#usulkan ahwa impuls nyeri dapat diatur atau diham at oleh mekanisme pertahanan di sepan!an# sistem saraf pusat. 8eori ini men#atakan ahwa impuls nyeri dihantarkan saat se uah pertahanan di uka dan impuls diham at saat se uah pertahanan tertutup. Apaya menutup pertahanan terse ut merupakan dasar teori men#hilan#kan nyeri.

Suatu keseim an#an akti"itas dari neuron sensori dan sera ut kontrol desenden dari otak men#atur proses pertahanan. Neuron delta3A dan , melepaskan su stansi , melepaskan su stansi P untuk mentranmisi impuls melalui mekanisme pertahanan. Selain itu$ terdapat mekanoreseptor$ neuron eta3A yan# le ih te al$ yan# le ih cepat yan# melepaskan neurotransmiter pen#ham at. Apa ila masukan yan# dominan erasal dari sera ut eta3A$ maka akan menutup mekanisme pertahanan. &iyakini mekanisme penutupan ini dapat terlihat saat seoran# perawat men##osok pun##un# klien den#an lem ut. Pesan yan# dihasilkan akan menstimulasi mekanoreseptor, apa ila masukan yan# dominan erasal dari sera ut delta A dan sera ut ,$ maka akan mem uka pertahanan terse ut dan klien mempersepsikan sensasi nyeri. 6ahkan !ika impuls nyeri dihantarkan ke otak$ terdapat pusat kortek yan# le ih tin##i di otak yan# memodifikasi nyeri. Alur saraf desenden melepaskan opiat endo#en$ seperti endorfin dan dinorfin$ suatu pem unuh nyeri alami yan# erasal dari tu uh. Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan den#an men#ham at pelepasan su stansi P. tehnik distraksi$ konselin# dan pem erian plase o merupakan upaya untuk melepaskan endorfin (Potter$ '((@)

2espon Psikolo#is

respon psikolo#is san#at erkaitan den#an pemahaman klien terhadap nyeri yan# ter!adi atau arti nyeri a#i klien.

Arti nyeri a#i setiap indi"idu er eda3 eda antara lain 4

-) 6ahaya atau merusak

') 1omplikasi seperti infeksi

0) Penyakit yan# erulan#

7) Penyakit aru

@) Penyakit yan# fatal

+) Penin#katan ketidakmampuan

)) 1ehilan#an mo ilitas

/) Men!adi tua

.) Sem uh

-() Perlu untuk penyem uhan

--) 5ukuman untuk erdosa

-') 8antan#an

-0) Pen#har#aan terhadap penderitaan oran# lain

-7) Sesuatu yan# harus ditoleransi

-@) 6e as dari tan##un# !awa yan# tidak dikehendaki

Pemahaman dan pem erian arti nyeri san#at dipen#aruhi tin#kat pen#etahuan$ persepsi$ pen#alaman masa lalu dan !u#a faktor sosial udaya

2espon fisiolo#is terhadap nyeri

-) Stimulasi Simpatik4(nyeri rin#an$ moderat$ dan superficial)

a) &ilatasi saluran ronkhial dan penin#katan respirasi rate

) Penin#katan heart rate

c) 9asokonstriksi perifer$ penin#katan 6P

d) Penin#katan nilai #ula darah

e) &iaphoresis

f) Penin#katan kekuatan otot

#) &ilatasi pupil

h) Penurunan motilitas ;I

') Stimulus Parasimpatik (nyeri erat dan dalam)

a) Muka pucat

) Otot men#eras

c) Penurunan 52 dan 6P

d) Nafas cepat dan irre#uler

e) Nausea dan "omitus

f) 1elelahan dan keletihan

2espon tin#kah laku terhadap nyeri

-) 2espon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup4

') Pernyataan "er al (Men#aduh$ Menan#is$ Sesak Nafas$ Menden#kur)

0) :kspresi wa!ah (Merin#is$ Men##eletukkan #i#i$ Men##i#it i ir)

7) ;erakan tu uh (;elisah$ Imo ilisasi$ 1ete#an#an otot$ penin#katan #erakan !ari H tan#an

@) 1ontak den#an oran# lain=interaksi sosial (Men#hindari percakapan$ Men#hindari kontak sosial$ Penurunan rentan# perhatian$ Fokus pd akti"itas men#hilan#kan nyeri)

Indi"idu yan# men#alami nyeri den#an awitan mendadak dapat ereaksi san#at er eda terhadap nyeri yan# erlan#sun# selama e erapa menit atau men!adi kronis. Nyeri dapat menye a kan keletihan dan mem uat indi"idu terlalu letih untuk merintih atau menan#is. Pasien dapat tidur$ ahkan den#an nyeri he at. Pasien dapat tampak rileks dan terli at dalam akti"itas karena men!adi mahir dalam men#alihkan perhatian terhadap nyeri.

Meinhart H Mc,affery mendiskripsikan 0 fase pen#alaman nyeri4

-) Fase antisipasi (ter!adi se elum nyeri diterima)

Fase ini mun#kin ukan merupakan fase y# palin# pentin#$ karena fase ini isa mempen#aruhi dua fase lain. Pada fase ini memun#kinkan seseoran# ela!ar tentan# nyeri dan upaya untuk men#hilan#kan nyeri terse ut. Peran perawat dalam fase ini san#at pentin#$ terutama dalam mem erikan informasi pada klien.

') Fase sensasi (ter!adi saat nyeri terasa)

Fase ini ter!adi ketika klien merasakan nyeri. karena nyeri itu ersifat su yektif$ maka tiap oran# dalam menyikapi nyeri !u#a er eda3 eda. 8oleraransi terhadap nyeri !u#a akan er eda antara satu oran# den#an oran# lain. oran# yan# mempunyai tin#kat toleransi tin##i terhadap nyeri tidak akan men#eluh nyeri den#an stimulus kecil$ se aliknya oran# yan# toleransi terhadap nyerinya rendah akan mudah merasa nyeri den#an stimulus nyeri kecil. 1lien den#an tin#kat toleransi tin##i terhadap nyeri mampu menahan nyeri tanpa antuan$ se aliknya oran# yan# toleransi terhadap nyerinya rendah sudah mencari upaya mence#ah nyeri$ se elum nyeri datan#.

1e eradaan enkefalin dan endorfin mem antu men!elaskan a#aimana oran# yan# er eda merasakan tin#kat nyeri dari stimulus yan# sama. 1adar endorfin er eda tiap indi"idu$ indi"idu den#an endorfin tin##i sedikit merasakan nyeri dan indi"idu den#an sedikit endorfin merasakan nyeri le ih esar.

1lien isa men#un#kapkan nyerinya den#an er a#ai !alan$ mulai dari ekspresi wa!ah$ "okalisasi dan #erakan tu uh. :kspresi yan# ditun!ukan klien itulah yan# di#unakan perawat untuk men#enali pola perilaku yan# menun!ukkan nyeri. Perawat harus melakukan pen#ka!ian secara teliti apa ila klien sedikit men#ekspresikan nyerinya$ karena elum tentu oran# yan# tidak men#ekspresikan nyeri itu tidak men#alami nyeri. 1asus3kasus seperti itu tentunya mem utuhkan antuan perawat untuk mem antu klien men#komunikasikan nyeri secara efektif.

0) Fase aki at (ter!adi ketika nyeri erkuran# atau erhenti)

Fase ini ter!adi saat nyeri sudah erkuran# atau hilan#. Pada fase ini klien masih mem utuhkan kontrol dari perawat$ karena nyeri ersifat krisis$ sehin##a dimun#kinkan klien men#alami #e!ala sisa pasca nyeri. Apa ila klien men#alami episode nyeri erulan#$ maka respon aki at (aftermath) dapat men!adi masalah kesehatan yan# erat. Perawat erperan dalam mem antu memperoleh kontrol diri untuk meminimalkan rasa takut akan kemun#kinan nyeri erulan#.

Faktor yan# mempen#aruhi respon nyeri

-) Asia

Anak elum isa men#un#kapkan nyeri$ sehin##a perawat harus men#ka!i respon nyeri pada anak. Pada oran# dewasa kadan# melaporkan nyeri !ika sudah patolo#is dan men#alami kerusakan fun#si. Pada lansia cenderun# memendam nyeri yan# dialami$ karena mereka men#an#n##ap nyeri adalah hal alamiah yan# harus di!alani dan mereka takut kalau men#alami penyakit erat atau menin##al !ika nyeri diperiksakan.

') Cenis kelamin

;ill (-..() men#un#kapkan laki3laki dan wnita tidak er eda secara si#nifikan dalam merespon nyeri$ !ustru le ih dipen#aruhi faktor udaya (eE4 tidak pantas kalo laki3laki men#eluh nyeri$ wanita oleh men#eluh nyeri).

0) 1ultur

Oran# ela!ar dari udayanya$ a#aimana seharusnya mereka erespon terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah men#anut kepercayaan ahwa nyeri adalah aki at yan# harus diterima karena mereka melakukan kesalahan$ !adi mereka tidak men#eluh !ika ada nyeri.

7) Makna nyeri

6erhu un#an den#an a#aimana pen#alaman seseoran# terhadap nyeri dan dan a#aimana men#atasinya.

@) Perhatian

8in#kat seoran# klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempen#aruhi persepsi nyeri. Menurut ;ill (-..()$ perhatian yan# menin#kat dihu un#kan den#an nyeri yan# menin#kat$ sedan#kan upaya distraksi dihu un#kan den#an respon nyeri yan# menurun. 8ehnik relaksasi$ #uided ima#ery merupakan tehnik untuk men#atasi nyeri.

+) Ansietas

,emas menin#katkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri isa menye a kan seseoran# cemas.

)) Pen#alaman masa lalu

Seseoran# yan# pernah erhasil men#atasi nyeri dimasa lampau$ dan saat ini nyeri yan# sama tim ul$ maka ia akan le ih mudah men#atasi nyerinya. Mudah tidaknya seseoran# men#atasi nyeri ter#antun# pen#alaman di masa lalu dalam men#atasi nyeri.

/) Pola kopin#

Pola kopin# adaptif akan mempermudah seseoran# men#atasi nyeri dan se aliknya pola kopin# yan# maladapti"e akan menyulitkan seseoran# men#atasi nyeri.

.) Support keluar#a dan sosial

Indi"idu yan# men#alami nyeri serin#kali er#antun# kepada an##ota keluar#a atau teman dekat untuk memperoleh dukun#an dan perlindun#an

Intensitas Nyeri

Intensitas nyeri adalah #am aran tentan# se erapa parah nyeri dirasakan oleh indi"idu$ pen#ukuran intensitas nyeri san#at su !ektif dan indi"idual dan kemun#kinan nyeri dalam intensitas yan# sama dirasakan san#at er eda oleh dua oran# yan# er eda oleh dua oran# yan# er eda. Pen#ukuran nyeri den#an pendekatan o !ektif yan# palin# mun#kin adalah men##unakan respon fisiolo#ik tu uh terhadap nyeri itu sendiri. Namun$ pen#ukuran den#an tehnik ini !u#a tidak dapat mem erikan #am aran pasti tentan# nyeri itu sendiri (8amsuri$ '(()).

Menurut smelt*er$ S., are 6.; ('((') adalah se a#ai erikut 4

-) skala intensitas nyeri deskritif IJ33Kif J"mlL33M IJ33KendifL33M

') Skala identitas nyeri numerik

IJ33Kif J"mlL33M IJ33KendifL33M

0) Skala analo# "isual

IJ33Kif J"mlL33M IJ33KendifL33M

7) Skala nyeri menurut our anis

IJ33Kif J"mlL33M IJ33KendifL33M

1eteran#an 4

( 48idak nyeri

-30 4 Nyeri rin#an 4 secara o yektif klien dapat erkomunikasi

den#an aik.

73+ 4 Nyeri sedan# 4 Secara o yektif klien mendesis$

menyerin#ai$ dapat menun!ukkan lokasi nyeri$ dapat mendeskripsikannya$ dapat men#ikuti perintah den#an aik.

)3. 4 Nyeri erat 4 secara o yektif klien terkadan# tidak dapat

men#ikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan$ dapat menun!ukkan lokasi nyeri$ tidak dapat mendeskripsikannya$ tidak dapat diatasi den#an alih posisi nafas pan!an# dan distraksi

-( 4 Nyeri san#at erat 4 Pasien sudah tidak mampu la#i

erkomunikasi$ memukul.

1arakteristik palin# su yektif pada nyeri adlah tin#kat keparahan atau intensitas nyeri terse ut. 1lien serin#kali diminta untuk mendeskripsikan nyeri se a#ai yan# rin#an$ sedan# atau parah. Namun$ makna istilah3istilah ini er eda a#i perawat dan klien. &ari waktu ke waktu informasi !enis ini !u#a sulit untuk dipastikan.

Skala deskritif merupakan alat pen#ukuran tin#kat keparahan nyeri yan# le ih o yektif. Skala pendeskripsi "er al (Ver al !escriptor Scale, 9&S) merupakan se uah #aris yan# terdiri dari ti#a sampai lima kata pendeskripsi yan# tersusun den#an !arak yan# sama di sepan!an# #aris. Pendeskripsi ini dirankin# dari Dtidak terasa nyeriN sampai Dnyeri yan# tidak tertahankanN. Perawat menun!ukkan klien skala terse ut dan meminta klien untuk memilih intensitas nyeri tr aru yan# ia rasakan. Perawat !u#a menanyakan se erapa !auh nyeri terasa palin# menyakitkan dan se erapa !auh nyeri terasa palin# tidak menyakitkan. Alat 9&S ini memun#kinkan klien memilih se uah kate#ori untuk mendeskripsikan nyeri. Skala penilaian numerik (Numerical rating scales$ N2S) le ih di#unakan se a#ai pen##anti alat pendeskripsi kata. &alam hal ini$ klien menilai nyeri den#an men##unakan skala (3-(. Skala palin# efektif di#unakan saat men#ka!i intensitas nyeri se elum dan setelah inter"ensi terapeutik. Apa ila di#unakan skala untuk menilai nyeri$ maka direkomendasikan patokan -( cm (A5,P2$ -..').

Skala analo# "isual (Visual analog scale, 9AS) tidak mele el su di"isi. 9AS adalah suatu #aris lurus$ yan# mewakili intensitas nyeri yan# terus menerus dan pendeskripsi "er al pada setiap u!un#nya. Skala ini mem eri klien ke e asan penuh untuk men#identifikasi keparahan nyeri. 9AS dapat merupakan pen#ukuran keparahan nyeri yan# le ih sensitif karena klien dapat men#identifikasi setiap titik pada ran#kaian dari pada dipaksa memilih satu kata atau satu an#ka (Potter$ '((@).

Skala nyeri harus dirancan# sehin##a skala terse ut mudah di#unakan dan tidak men#komsumsi anyak waktu saat klien melen#kapinya. Apa ila klien dapat mem aca dan memahami skala$ maka deskripsi nyeri akan le ih akurat. Skala deskritif ermanfaat ukan sa!a dalam upaya men#ka!i tin#kat keparahan nyeri$ tapi !u#a$ men#e"aluasi peru ahan kondisi klien. Perawat dapat men##unakan setelah terapi atau saat #e!ala men!adi le ih mem uruk atau menilai apakah nyeri men#alami penurunan atau penin#katan (Potter$ '((@).

sumber

Prihar!o$ 2 (-..0). Pera"atan Nyeri, pemenuhan akti#itas istirahat$ Cakarta 4 :;, hal 4 /).

Shone$ N. (-..@). %erhasil &engatasi Nyeri$ Cakarta 4 Arcan. 5lm 4 )+3/(

2amali. A. ('(((). Kamus Kedokteran ' Arti dan Keterangan Istilah . Cakarta 4 &!am atan.

Syaifuddin. (-..)). Anatomi fisiologi untuk sis"a pera"at$edisi3'. Cakarta 4 :;,. 5lm 4 -'03-0+.

8amsuri$ A. ('(()). Konsep dan penatalaksanaan nyeri$ Cakarta 4 :;,. 5lm -3+0

Potter. ('((@). (undamental Kepera"atan Konsep, Proses dan Praktik$ Cakarta4 :;,. 5lm -@('3-@00.

Ke'utu(an Rasa Nyaman ) Nyeri


Posted on Desember 20, 2008 by nursecerdas

2. &onsep 1asar Nyeri !. Pengertian Nyeri Nyeri merupakan tanda terhadap adanya gangguan fisiologis atau aringan. 1imana seseorang dalam hal penanganannya disesuaikan pasien dan patologinya. Oleh karena itu pengertian nyeri meliputi : a. /ecara khusus 0!. #enurut #c. 3offery 0!:7:. Nyeri adalah suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dimana eksistensinya diketahui ika seseorang pernah mengalaminya. 02. #enurut 9olf, Firest 0!:7,. Nyeri adalah suatu perasaan menderita secara fisik dan mental atau perasaan nyeri yang bisda menimbulkan ketegangan. 0+. #enurut 2rthur 3. 3uvton 0!:;+. Nyeri adalah suatu mekanisme produksi bagi tubuh, timbul bila mana aringan yang sedang

dirusak dean menyebabkan individu tersebut bereaksi atau menghilangkan rangsang nyeri. )adi nyeri merupakan tanda penting terhadap adanya gangguan fisiologis atau aringan.

KLASIFIKASI NYERI
20 )anuari 200: oleh P$O%=(2>"= KLASIFIKASI NYERI
A. Berdasarkan sumbernya Cutaneus/ superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan !iasanya bersi"at burning #seperti terbakar$ ex: terkena ujung pisau atau gunting Deep somatic/ nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pemb Darah, tendon dan syara", nyeri menyebar % lbh lama daripada cutaneus ex: sprain sendi Visceral #pada organ dalam$, stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak !iasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan

B.

Berdasarkan penyebab: &isik !isa terjadi karena stimulus "isik (Ex: fraktur femur) Psycogenic 'erjadi karena sebab yang kurang jelas/susah diidenti"ikasi, bersumber dari emosi/psikis dan biasanya tidak disadari #Ex: oran yan mara!"mara!# tiba" tiba merasa nyeri pada dadanya)
Biasanya nyeri terjadi karena perpaduan 2 sebab tersebut

C. Berdasarkan lama/durasinya

$yeri akut
Nyeri yang terjadi segera setelah tubuh terkena cidera, atau intervensi bedah dan memiliki awitan yan cepat, dengan intensitas bervariasi dari berat sampai ringan . Fungsi nyeri ini adalah sebagai pemberi peringatan akan adanya cidera atau penyakit yang akan datang. Nyeri ini terkadang bisa hilang sendiri tanpa adanya intervensi medis, setelah keadaan pulih pada area yang rusak. Apabila nyeri akut ini muncul, biasanya tenaga kesehatan sangat agresif untuk segera menghilangkan nyeri. Nyeri akut secara serius mengancam proses penyembuhan klien, untuk itu harus menjadi prioritas perawatan. Rehabilitasi bisa tertunda dan hospitalisasi bisa memanjang dengan adanya nyeri akut yang tidak terkontrol.

$yeri kronik
Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode tertentu, berlangsung lama, intensitas bervariasi, dan biasanya berlangsung lebih dari enam bulan. Nyeri ini disebabkan oleh kanker yang tidak terkontrol, karena pengobatan kanker tersebut atau karena gangguan progresif lain. Nyeri ini bisa berlangsung terus sampai kematian. Pada nyeri kronik, tenaga kesehatan tidak seagresif pada nyeri akut. lien yang mengalami nyeri kronik akan mengalami periode remisi !gejala hilang sebagian atau keseluruhan" dan eksaserbasi (keparahan meningkat". Nyeri ini biasanya tidak memberikan respon terhadap pengobatan yang diarahkan pada penyebabnya. Nyeri ini merupakan penyebab utama ketidakmampunan fisik dan psikologis. #ifat nyeri kronik yang tidak dapat diprediksi membuat klien menjadi frustasi dan seringkali mengarah pada depresi psikologis. $ndividu yang mengalami nyeri kronik akan timbul perasaan yan gtidak aman, karena ia tidak pernah tahu apa yang akan dirasakannya dari hari ke hari.

Perbedaan karakteristik nyeri akut dan kronik

$yeri akut (amanya dalam hitungan menit Ditandai peningkatan !P, nadi, dan respirasi )espon pasien*&okus pada nyeri, menyetakan nyeri menangis dan mengerang 'ingkah laku menggosok bagian yang nyeri

$yeri kronik (amanyna sampai hitungan bulan, + 6bln &ungsi "isiologi bersi"at normal 'idak ada keluhan nyeri 'idak ada akti"itas "isik sebagai respon terhadap nyeri

D Berdasarkan lokasi/letak )adiating pain ,yeri menyebar dr sumber nyeri ke jaringan di dekatnya #ex: cardiac pain$ )e"erred pain ,yeri dirasakan pada bagian tubuh tertentu yg diperkirakan berasal dari jaringan penyebab -ntractable pain ,yeri yg sangat susah dihilangkan #ex: nyeri kanker mali na) Phantom pain .ensasi nyeri dirasakan pada bagian 'ubuh yg hilang # ex: ba ian tubu! yan diamputasi) atau bagian tubuh yang lumpuh karena injuri medulla spinalis

FAK*+R YANG $E$PENGAR,-I RESP+N NYERI ,sia

2nak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga pera5at harus mengka i respon nyeri pada anak. Pada orang de5asa kadang melaporkan nyeri ika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus di alani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal ika nyeri diperiksakan. Jenis kelamin *ill 0!::0. mengungkapkan laki%laki dan 5nita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, ustru lebih dipengaruhi faktor budaya 0e.: tidak pantas kalo laki%laki mengeluh nyeri, 5anita boleh mengeluh nyeri. Kultur Orang bela ar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri. 0e6: suatu daerah menganut kepercayaan bah5a nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, adi mereka tidak mengeluh ika ada nyeri. $akna nyeri 8erhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya. Per(atian "ingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. #enurut *ill 0!::0., perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. "ehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. Ansietas 3emas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas. Pen#alaman masa lalu /eseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. #udah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri. Pola kopin# Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. Support keluar#a %an so&ial 4ndividu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan, bantuan dan perlindungan.

Defenisi Nyeri

Oleh IASP international Asso&iation /or t(e Stu%y o/ Pain"0 nyeri di definisikan sebagai Can unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage or described in term of such damage. 1ari defenisi ini dapat di tarik dua kesimpulan. Lang pertama bah5a persepsi nyeri merupakan sensasi yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional menyusul adanya kerusakan aringan yang nyata. )adi nyeri ter adi karena adanya kerusakan aringan yang nyata 0pain 5ith nociception.. Lang kedua, perasaan yang sama uga dapat timbul tanpa adanya kerusakan aringan yang nyata. )adi nyeri dapat ter adi tanpa adanya kerusakan aringan yang nyata 0pain 5ithout nociception.. baca selengkapnyaM.1engan kata lain, nyeri pada umumnya ter adi akibat adanya kerusakan aringan yang nyata, keadaan mana disebut sebagai nyeri akut misalnya nyeri pasca bedah. Namun terdapat uga suatu keadaan dimana timbul keluhan nyeri tanpa adanya kerusakan aringan yang nyata atau nyeri timbul setelah proses penyembuhan usai, keadaan mana disebut sebagai nyeri kronik misalnya nyeri postherpetic, nyeri phantom atau nyeri trigeminal. Perjalanan Nyeri (Nociceptive Pathway). 2ntara kerusakan aringan 0sebagai sumber stimuli nyeri. sampai dirasakan sebagai persepsi nyeri terdapat suatu rangkaian proses elektro/isiolo#ik yang secara kolektif disebut sebagai nosisepsi no&i&eption"1 2da empat proses yang elas yang ter adi pada suatu nosisepsi, yakni @ !. Proses Transduksi (Transduction), merupakan proses dimana suatu stimuli nyeri 0no6ious stimuli. di rubah men adi suatu aktifitas listrik yang akan diterima u ung%u ung saraf 0nerve ending.. /timuli ini dapat berupa stimuli fisik 0tekanan., suhu 0panas. atau kimia 0substansi nyeri.. 2. Proses Transmisi (Transmison), dimaksudkan sebagai penyaluran impuls melalui saraf sensoris menyusul proses transduksi. 4mpuls ini akan disalurkan oleh serabut saraf 2 delta dan serabut 3 sebagai neuron pertama, dari perifer ke medulla spinalis dimana impuls tersebut mengalami modulasi sebelum diteruskan ke thalamus oleh traktus sphinotalamikus sebagai neuron kedua. 1ari thalamus selan utnya impuls disalurkan ke daerah somato sensoris di korteks serebri melalui neuron ketiga, dimana impuls tersebut diter emahkan dan dirasakan sebagai persepsi nyeri. +. Proses Modulasi (Modulation), adalah proses dimana ter adi interaksi antara sistem analgesik endogen yang dihasilkan oleh tubuh kita dengan imput nyeri yang masuk ke kornu posterior medulla spinalis. )adi merupakan proses acendern yang di kontrol oleh otak. /istem analgesik endogen ini meliputi enke/alin0 en%or/in0 serotonin0 dan nora%renalin memiliki efek yang dapat menekan impuls nyeri pada kornu posterior medulla spinalis. &ornu posterior ini dapat diiabaratkan sebagai pintu yang dapat tertetutup atau terbukanya pintu nyeri tersebut diperankan oleh sistem analgesik endogen tersebut di atas. Proses modulasi inilah yang menyebabkan persepsi nyeri men adi sangat subyektif orang per orang. ,. Persepsi (perception), adalah hasil akhir dari proses interaksi yang kompleks dan unik yang dimulai dari proses transduksi, transmisi, dan modulasi yang pada gilirannya menghasilkan suatu perasaan yang subyektif yang dikenal sebagai persepsi nyeri.

espons !tress (!tress esponds) $espons tubuh terhadap suatu pembedahan atau nyeri akan menghasilkan reaksi endokrin dan immonologik, yang secara umum disebut sebagai respons stress1 $espons stress ini sangat merugikan penderita karena selain akan menurunkan cadangan dan daya tahan tubuh, meningkatkan kebutuhan oksigen otot antung, mengganggu fungsi respirasi dengan segala konsekuensinya, uga akan mengundang resiko ter adinya tromboemboli yang pada gilirannya meningkatkan mor'i%itas dan mortalitas1 #eskipun berbagai tehnik pengelolaan nyeri telah banyak dikembangkan, namun mengontrol nyeri pascabedah per%se, tidak selalu men adi aminan untuk tidak ter adinya respons stress yang turut berperan dalam prognosis penderita pasca bedah. "ipersensitifitas dan plastisitas !usunan !araf. Penelitian laboratorium menun ukkan bah5a menyusul suatu trauma atau operasi maka input nyeri dari perifer ke sentral akan mengubah am'an# reseptor nyeri baik di peri/er maupun di sentral 0kornu posterior medulla spinalis.. &edua reseptor nyeri tersebut di atas akan menurunkan ambang nyerinya, sesaat setelah ter adi input nyeri. Perubahan ini akan menghasilkan suatu keadaan yang disebut sebagai (ipersensiti/itas baik perifer maupun sentral. Perubahan ini dalam klinik dapat dilihat, dimana daerah perlukaan dan sekitarnya akan berubah men adi (iperal#esia1 1aerah tepat pada perlukaan akan berubah men adi allo%ini, artinya dengan stimulasi lemah, yang normal tidak menimbulkan rasa nyeri, kini dapat menimbulkan rasa nyeri, daerah ini disebut uga sebagai (iperal#esia primer1 1i lain pihak daerah di sekitar perlukaan yang masih nampak normal uga berubah men adi hiperalgesia, artinya dengan suatu stimuli yang kuat, untuk cukup menimbulkan rasa nyeri, kini dirasakan sebagai nyeri yang lebih hebat dan berlangsung lebih lama, daerah ini uga disebut sebagai (iperal#esia sekun%er1 &edua perubahan tersebut di atas, baik (iperal#esia primer maupun (iperal#esia sekun%er merupakan konsekuensi ter adinya (ipersensiti/itas peri/er dan sentral menyusul suatu input nyeri akibat suatu trauma atau operasi. 4ni berarti bah5a susunan saraf kita, baik susunan saraf perifer maupun susunan saraf sentral dapat berubah sifatnya menyusul suatu input nyeri yang kontinyu. 1engan kata lain, susunan saraf kita dapat disamakan sebagai suatu kabel yang kaku ri#i% 2ire"0 tapi mampu berubah sesuai dengan fungsinya sebagai alat proteksi. &emampuan sususnan saraf kita yang dapat berubah mirip dengan plastik disebut sebagia plastisitas susunan saraf plasti&ity o/ t(e nervous system"1 #nalgesia Preemptif (Preemptive analgesia) /ekali susunan saraf mengalami plastisitas, berarti akan men adi

hipersensitif terhadap suatu stimuli dan penderita akan mengeluh dengan nyeri yang lebih hebat sehingga dibutuhkan dosis obat analgesik yang tinggi untuk mengontrolnya. 2tas dasar itulah maka untuk mengurangi keluhan nyeri pasca bedah, dilakukan upaya%upaya untuk mencegah ter adinya plastisitas susunan saraf. /alah satu cara untuk mengurangi plastisitas tersebut pada suatu pembedahan elektif adalah dengan menggunakan blok saraf 0epiduralBspinal., sebab dengan demikian input nyeri dari perifer akan terblok untuk masuk ke kornu posterior medulla spinal. 1ilain pihak ika trauma ter adi sebelum operasi, maka pemberian opioid secara sistemik dapat mengembalikan perubahan plastisitas susunan saraf kembali men adi normal. Gpaya%upaya mencegah ter adinya plastisitas ini disebut sebagai anal#esia preempti/ preemptive anal#esia"0 artinya mengobati nyeri sebelum ter adi to treat pain 'e/ore it o&&urs"1 1engan cara demikian keluhan nyeri pascabedah akan sangat menurun dibandingkan dengan keluhan nyeri pascabedah penderita yang dioperasi dengan fasilitas anastesi umum. =al ini telah banyak dibuktikan melalui penelitian%penelitian klinik. #nalgesia $alans ($alanced #nalgesia) /ebagaimana telah diterangkan sebelumnya bah5a konsep analgesia balans adalah upaya mengintervensi nyeri pada proses per alanannya yakni pada proses transduksi, transmisi dan proses modulasi. )adi merupakan intervensi nyeri yang bersifat terpadu dan berkelan utan, yang diilhami oleh konsep plastisitas dan analgesia preemptif seperti disebutkan di atas.Pengalaman menun ukkan bah5a dengan menggunakan analgesia preemptif, pada a5alnya akan diperoleh hasil yang cukup baik, tapi cara ini mempunyai keterbatasan 5aktu. "idak mungkin analgesia preemptif dapat dipertahankan beberapa hari sampai proses penyembuhan usai. /elain iti epidural kontinyu dengan menggunakan anastesi lokal, uga memiliki keterbatasan seperti disebutkan sebelumnya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bah5a analgesia preemptif, 5alaupun hasilnya sangat baik terutama dalam mencegah ter adinya plastisitas pada kornu posterior, namun memiliki keterbatasan, yakni sulitnya dipertahankan selama proses penyembuhan pascabedah. 1isinilah keunggulan dari analgesia balans dimana intervensi nyeri dilakukan secara multimodal dan berkelan utan. #ultimodal, dimaksudkan bah5a intervensi dilakukan pada ketiga proses per alanan nyeri yakni pada proses trans%uksi dengan menggunakan NSAID, pada proses transmisi dengan anastetik lokal0 dan pada proses mo%ulasi dengan opioi%1 1engan cara ini ter adi penekanan pada proses transduksi dan peningkatan proses modulasi, guna mencegah ter adinya proses hipersensitivitas baik di perifer maupun di central. 1engan kata lain, analgesia balans dapat menghasilkan selain pain free uga stress responses free. 1engan regimen analgesia balans ini akan menghasilkan suatu analgesia pascabedah yang secara rasional akan menghasilkan analgesia yang optimal bukan sa a 5aktu istirahat, tapi uga dalam keadaan mobilisasi.
Pen#ertian nyeri Nyeri didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang dan ekstensinya diketahui bila seseorang pernah mengalaminya 0"amsuri, 2007.. #enurut %nternational #ssociation for !tudy of Pain 042/P., nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan aringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi ter adinya kerusakan Fisiolo#i nyeri

$eseptor nyeri adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menerima rangsang nyeri. Organ tubuh yang berperan sebagai reseptor nyeri adalah u ung syaraf bebas dalam kulit yang berespon hanya terhadap stimulus kuat yang secara potensial merusak. $eseptor nyeri disebut uga nosireceptor& secara anatomis reseptor nyeri 0nosireceptor. ada yang bermielien dan ada uga yang tidak bermielin dari syaraf perifer. 8erdasarkan letaknya, nosireseptor dapat dikelompokkan dalam beberapa bagaian tubuh yaitu pada kulit ('utaneus), somatik dalam 0deep somatic., dan pada daerah viseral, karena letaknya yang berbeda%beda inilah, nyeri yang timbul uga memiliki sensasi yang berbeda. Nosireceptor (utaneus berasal dari kulit dan sub kutan, nyeri yang berasal dari daerah ini biasanya mudah untuk dialokasi dan didefinisikan. $eseptor aringan kulit 0(utaneus. terbagi dalam dua komponen yaitu : a. $eseptor 2 delta #erupakan serabut komponen cepat 0kecepatan tranmisi <%+0 mBdet. yang memungkinkan timbulnya nyeri ta am yang akan cepat hilang apabila penyebab nyeri dihilangkan b. /erabut 3 #erupakan serabut komponen lambat 0kecepatan tranmisi 0,- mBdet. yang terdapat pada daerah yang lebih dalam, nyeri biasanya bersifat tumpul dan sulit dilokalisasi /truktur reseptor nyeri somatik dalam meliputi reseptor nyeri yang terdapat pada tulang, pembuluh darah, syaraf, otot, dan aringan penyangga lainnya. &arena struktur reseptornya komplek, nyeri yang timbul merupakan nyeri yang tumpul dan sulit dilokalisasi. $eseptor nyeri enis ketiga adalah reseptor viseral, reseptor ini meliputi organ%organ viseral seperti antung, hati, usus, gin al dan sebagainya. Nyeri yang timbul pada reseptor ini biasanya tidak sensitif terhadap pemotongan organ, tetapi sangat sensitif terhadap penekanan, iskemia dan inflamasi. *eori Pen#ontrolan nyeri Gate control theory" "erdapat berbagai teori yang berusaha menggambarkan bagaimana nosireseptor dapat menghasilkan rangsang nyeri. /ampai saat ini dikenal berbagai teori yang mencoba men elaskan bagaimana nyeri dapat timbul, namun teori gerbang kendali nyeri dianggap paling relevan 0"amsuri, 2007. "eori gate control dari #el'ack dan 9all 0!:<-. mengusulkan bah5a impuls nyeri dapat diatur atau dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepan ang sistem saraf pusat. "eori ini mengatakan bah5a impuls nyeri dihantarkan saat sebuah pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat sebuah pertahanan tertutup. Gpaya menutup pertahanan tersebut merupakan dasar teori menghilangkan nyeri. /uatu keseimbangan aktivitas dari neuron sensori dan serabut kontrol desenden dari otak mengatur proses pertahanan. Neuron delta%2 dan 3 melepaskan substansi 3 melepaskan substansi P untuk mentranmisi impuls melalui mekanisme pertahanan. /elain itu, terdapat me(anoreseptor, neuron beta% 2 yang lebih tebal, yang lebih cepat yang melepaskan neurotransmiter penghambat. 2pabila masukan

yang dominan berasal dari serabut beta%2, maka akan menutup mekanisme pertahanan. 1iyakini mekanisme penutupan ini dapat terlihat saat seorang pera5at menggosok punggung klien dengan lembut. Pesan yang dihasilkan akan menstimulasi me(anoreseptor& apabila masukan yang dominan berasal dari serabut delta 2 dan serabut 3, maka akan membuka pertahanan tersebut dan klien mempersepsikan sensasi nyeri. 8ahkan ika impuls nyeri dihantarkan ke otak, terdapat pusat kortek yang lebih tinggi di otak yang memodifikasi nyeri. 2lur saraf desenden melepaskan opiat endogen, seperti endorfin dan dinorfin, suatu pembunuh nyeri alami yang berasal dari tubuh. Neuromedulator ini menutup mekanisme pertahanan dengan menghambat pelepasan substansi P. tehnik distraksi, konseling dan pemberian plasebo merupakan upaya untuk melepaskan endorfin 0Potter, 200-. Respon Psikolo#is respon psikologis sangat berkaitan dengan pemahaman klien terhadap nyeri yang ter adi atau arti nyeri bagi klien. 2rti nyeri bagi setiap individu berbeda%beda antara lain : !. 8ahaya atau merusak 2. &omplikasi seperti infeksi +. Penyakit yang berulang ,. Penyakit baru -. Penyakit yang fatal <. Peningkatan ketidakmampuan 7. &ehilangan mobilitas ;. #en adi tua :. /embuh !0. Perlu untuk penyembuhan !!. =ukuman untuk berdosa !2. "antangan !+. Penghargaan terhadap penderitaan orang lain !,. /esuatu yang harus ditoleransi !-. 8ebas dari tanggung a5ab yang tidak dikehendaki Pemahaman dan pemberian arti nyeri sangat dipengaruhi tingkat pengetahuan, persepsi, pengalaman masa lalu dan uga faktor sosial budaya Respon /isiolo#is ter(a%ap nyeri 3" Stimulasi Simpatik) nyeri rin#an0 moderat0 %an superficial"

a. 1ilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate b. Peningkatan heart rate c. Easokonstriksi perifer, peningkatan 8P d. Peningkatan nilai gula darah e. 1iaphoresis f. Peningkatan kekuatan otot g. 1ilatasi pupil h. Penurunan motilitas *4 4" Stimulus Parasimpatik nyeri 'erat %an %alam" a. #uka pucat b. Otot mengeras c. Penurunan =$ dan 8P d. Nafas cepat dan irreguler e. Nausea dan vomitus f. &elelahan dan keletihan Respon tin#ka( laku ter(a%ap nyeri !. $espon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup: 2. Pernyataan verbal 0#engaduh, #enangis, /esak Nafas, #endengkur. +. (kspresi 5a ah 0#eringis, #enggeletukkan gigi, #enggigit bibir. ,. *erakan tubuh 0*elisah, 4mobilisasi, &etegangan otot, peningkatan gerakan ari A tangan -. &ontak dengan orang lainBinteraksi sosial 0#enghindari percakapan, #enghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri. 4ndividu yang mengalami nyeri dengan a5itan mendadak dapat bereaksi sangat berbeda terhadap nyeri yang berlangsung selama beberapa menit atau men adi kronis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau menangis. Pasien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas karena men adi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri. #einhart A #c3affery mendiskripsikan + fase pengalaman nyeri: !. Fase antisipasi 0ter adi sebelum nyeri diterima. Fase ini mungkin bukan merupakan fase yg paling penting, karena fase ini bisa mempengaruhi dua fase lain. Pada fase ini memungkinkan seseorang bela ar tentang nyeri dan upaya untuk

menghilangkan nyeri tersebut. Peran pera5at dalam fase ini sangat penting, terutama dalam memberikan informasi pada klien. 2. Fase sensasi 0ter adi saat nyeri terasa. Fase ini ter adi ketika klien merasakan nyeri. karena nyeri itu bersifat subyektif, maka tiap orang dalam menyikapi nyeri uga berbeda%beda. "oleraransi terhadap nyeri uga akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. orang yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri tidak akan mengeluh nyeri dengan stimulus kecil, sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah akan mudah merasa nyeri dengan stimulus nyeri kecil. &lien dengan tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri mampu menahan nyeri tanpa bantuan, sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah sudah mencari upaya mencegah nyeri, sebelum nyeri datang. &eberadaan enkefalin dan endorfin membantu men elaskan bagaimana orang yang berbeda merasakan tingkat nyeri dari stimulus yang sama. &adar endorfin berbeda tiap individu, individu dengan endorfin tinggi sedikit merasakan nyeri dan individu dengan sedikit endorfin merasakan nyeri lebih besar. &lien bisa mengungkapkan nyerinya dengan berbagai alan, mulai dari ekspresi 5a ah, vokalisasi dan gerakan tubuh. (kspresi yang ditun ukan klien itulah yang digunakan pera5at untuk mengenali pola perilaku yang menun ukkan nyeri. Pera5at harus melakukan pengka ian secara teliti apabila klien sedikit mengekspresikan nyerinya, karena belum tentu orang yang tidak mengekspresikan nyeri itu tidak mengalami nyeri. &asus%kasus seperti itu tentunya membutuhkan bantuan pera5at untuk membantu klien mengkomunikasikan nyeri secara efektif. +. Fase akibat 0ter adi ketika nyeri berkurang atau berhenti. Fase ini ter adi saat nyeri sudah berkurang atau hilang. Pada fase ini klien masih membutuhkan kontrol dari pera5at, karena nyeri bersifat krisis, sehingga dimungkinkan klien mengalami ge ala sisa pasca nyeri. 2pabila klien mengalami episode nyeri berulang, maka respon akibat (aftermath) dapat men adi masalah kesehatan yang berat. Pera5at berperan dalam membantu memperoleh kontrol diri untuk meminimalkan rasa takut akan kemungkinan nyeri berulang. Faktor yan# mempen#aru(i respon nyeri !. Gsia 2nak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga pera5at harus mengka i respon nyeri pada anak. Pada orang de5asa kadang melaporkan nyeri ika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus di alani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal ika nyeri diperiksakan. 2. )enis kelamin

*ill 0!::0. mengungkapkan laki%laki dan 5nita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, ustru lebih dipengaruhi faktor budaya 0e6: tidak pantas kalo laki%laki mengeluh nyeri, 5anita boleh mengeluh nyeri.. +. &ultur Orang bela ar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut kepercayaan bah5a nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, adi mereka tidak mengeluh ika ada nyeri. ,. #akna nyeri 8erhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya. -. Perhatian "ingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. #enurut *ill 0!::0., perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. "ehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. <. 2nsietas 3emas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas. 7. Pengalaman masa lalu /eseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. #udah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri. ;. Pola koping Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. :. /upport keluarga dan sosial 4ndividu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan Intensitas Nyeri 4ntensitas nyeri adalah gambaran tentang seberapa parah nyeri dirasakan oleh individu, pengukuran intensitas nyeri sangat sub ektif dan individual dan kemungkinan nyeri dalam intensitas yang sama dirasakan sangat berbeda oleh dua orang yang berbeda oleh dua orang yang berbeda. Pengukuran nyeri dengan pendekatan ob ektif yang paling mungkin adalah menggunakan respon fisiologik tubuh terhadap nyeri itu sendiri. Namun, pengukuran dengan tehnik ini uga tidak dapat memberikan gambaran pasti tentang nyeri itu sendiri 0"amsuri, 2007..

#enurut smelt'er, /.3 bare 8.* 02002. adalah sebagai berikut : 3" skala intensitas nyeri %eskriti/ 4" Skala i%entitas nyeri numerik

5" Skala analo# visual

6" Skala nyeri menurut 'our'anis

Keteran#an ) 0 :"idak nyeri !%+ : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. ,%< : Nyeri sedang : /ecara obyektif klien mendesis, menyeringai, dapat menun ukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti perintah dengan baik. 7%: : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat menun ukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas pan ang dan distraksi !0 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul. &arakteristik paling subyektif pada nyeri adlah tingkat keparahan atau intensitas nyeri tersebut. &lien seringkali diminta untuk mendeskripsikan nyeri sebagai yang ringan, sedang atau parah. Namun, makna istilah%istilah ini berbeda bagi pera5at dan klien. 1ari 5aktu ke 5aktu informasi enis ini uga sulit untuk dipastikan. /kala deskritif merupakan alat pengukuran tingkat keparahan nyeri yang lebih obyektif. /kala pendeskripsi verbal 0)erbal *escriptor !cale& E1/. merupakan sebuah garis yang terdiri dari tiga

sampai lima kata pendeskripsi yang tersusun dengan arak yang sama di sepan ang garis. Pendeskripsi ini diranking dari Ctidak terasa nyeriD sampai Cnyeri yang tidak tertahankanD. Pera5at menun ukkan klien skala tersebut dan meminta klien untuk memilih intensitas nyeri trbaru yang ia rasakan. Pera5at uga menanyakan seberapa auh nyeri terasa paling menyakitkan dan seberapa auh nyeri terasa paling tidak menyakitkan. 2lat E1/ ini memungkinkan klien memilih sebuah kategori untuk mendeskripsikan nyeri. /kala penilaian numerik 0 Numerical rating scales, N$/. lebih digunakan sebagai pengganti alat pendeskripsi kata. 1alam hal ini, klien menilai nyeri dengan menggunakan skala 0%!0. /kala paling efektif digunakan saat mengka i intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi terapeutik. 2pabila digunakan skala untuk menilai nyeri, maka direkomendasikan patokan !0 cm 02=3P$, !::2.. /kala analog visual 0)isual analog scale& E2/. tidak melebel subdivisi. E2/ adalah suatu garis lurus, yang me5akili intensitas nyeri yang terus menerus dan pendeskripsi verbal pada setiap u ungnya. /kala ini memberi klien kebebasan penuh untuk mengidentifikasi keparahan nyeri. E2/ dapat merupakan pengukuran keparahan nyeri yang lebih sensitif karena klien dapat mengidentifikasi setiap titik pada rangkaian dari pada dipaksa memilih satu kata atau satu angka 0Potter, 200-.. /kala nyeri harus dirancang sehingga skala tersebut mudah digunakan dan tidak mengkomsumsi banyak 5aktu saat klien melengkapinya. 2pabila klien dapat membaca dan memahami skala, maka deskripsi nyeri akan lebih akurat. /kala deskritif bermanfaat bukan sa a dalam upaya mengka i tingkat keparahan nyeri, tapi uga, mengevaluasi perubahan kondisi klien. Pera5at dapat menggunakan setelah terapi atau saat ge ala men adi lebih memburuk atau menilai apakah nyeri mengalami penurunan atau peningkatan 0Potter, 200-..

sum'er Prihar o, $ 0!::+.. Perawatan Nyeri& pemenuhan a(tivitas istirahat. )akarta : (*3 hal : ;7. /hone, N. 0!::-.. $erhasil +engatasi Nyeri. )akarta : 2rcan. =lm : 7<%;0 $amali. 2. 02000.. 'amus 'edo(teran , #rti dan 'eterangan %stilah. )akarta : 1 ambatan. /yaifuddin. 0!::7.. #natomi fisiologi untu( siswa perawat.edisi%2. )akarta : (*3. =lm : !2+%!+<. "amsuri, 2. 02007.. 'onsep dan penatala(sanaan nyeri. )akarta : (*3. =lm !%<+ Potter. 0200-.. -undamental 'eperawatan 'onsep& Proses dan Pra(ti(. )akarta: (*3. =lm !-02% !-++.

KONSEP NYERI
DEFENISI :

Nyeri adalah sensasi subjektif, rasa yang tidak nyaman biasanya berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial (Cor in !"E" #" $etika suatu jaringan mengalami %edera, atau kerusakan mengakibatkan dilepasnya bahan & bahan yang dapat menstimulus reseptor nyeri seperti serotonin, histamin, ion kalium, bradikinin, prostaglandin, dan substansi ' yang akan mengakibatkan respon nyeri ($o(ier dkk#" Nyeri juga dapat disebabkan stimulus mekanik seperti pembengkakan jaringan yang menekan pada reseptor nyeri" ()aylor C" dkk# *anong, (+,,-#, mengemukakan proses penghantaran transmisi nyeri yang disalurkan ke susunan syaraf pusat oleh . (dua# sistem serat (serabut# antara lain: (+#"Serabut / & delta (/0# 1ermielin dengan garis tengah . & 2 (m yang menghantar dengan ke%epatan +. & 34 m5detik yang disebut juga nyeri %epat (test pain# dan dirasakan dalam aktu kurang dari satu detik, serta memiliki lokalisasi yang dijelas dirasakan seperti ditusuk, tajam berada dekat permukaan kulit" (.#"Serabut C, merupakan serabut yang tidak bermielin dengan garis tengah 4,6 &+,. m5detik disebut juga nyeri lambat di rasakan selama + (satu# detik atau lebih, bersifat nyeri tumpul, berdenyut atau terbakar" FISI787*I N9E:I :

)ransduksi adalah proses dimana stimulus noksius ;akti<itas elektrik reseptor terkait" )ransmisi, dalam proses ini terlibat tiga komponen saraf yaitu saraf sensorik perifer yang meneruskan impuls ke medulla spinalis, kemudian jaringan saraf yang meneruskan impuls yang menuju ke atas (as%endens#, dari medulla spinalis ke batang otak dan thalamus" 9ang terakhir hubungan timbal balik antara thalamus dan %orte="

>odulasi yaitu akti<itas saraf utk mengontrol transmisi nyeri" Suatu jaras tertentu telah diteruskan di sistem saran pusat yang se%ara selektif menghambat transmisi nyeri di medulla spinalis" !aras ini diaktifkan oleh stress atau obat analgetika seperti morfin (De anto#"

'ersepsi, 'roses impuls nyeri yang ditransmisikan hingga menimbulkan perasaan subyektif dari nyeri sama sekali belum jelas" bahkan struktur otak yang menimbulkan persepsi tersebut juga tidak jelas" Sangat disayangkan karena nyeri se%ara mendasar merupakan pengalaman subyektif sehingga tidak terhindarkan keterbatasan untuk memahaminya (De anto#"

1ila kita %oba pelajari skema peristi a nyeri dalam no%i%eptor (no=ious re%eptor ? reseptor nyeri# nampak bah a Ca.@ dan %y%li% />' besar sekali peranannya dalam menimbulkan rasa nyeri" 'eningkatan kadar Ca.@ dan %/>' intrasel menimbulkan hiperalgesia (keadaan dimana ambang nyeri menurun sehingga mudah timbul rasa nyeri, sekalipun rangsang nyeri masih di ba ah intensitas rangsang yang biasa#" E%%les dan >%*eer memberikan penjelasan tentang no%i%eptor sbb" /da dua jenis transmisi saraf : +" Ionotropik dimana mediator bekerja langsung pada pintu ion ke dalam sel" Ciri jenis transmisi itu adalah (i# proses berlangsung %epat dan (ii# masa proses singkat" ." >etabotropik dimana mediator bekerja le at perubahan biokimia pada membran postAsinaps" Ciri transmisi %ara ini adalah (i# lambat dan (ii# berlangsung lama" 'rostaglandin E . termasuk dalam golongan metabotropikB Ciperalgesia karena prostaglandin E . terjadi lambat tapi berlangsung lama" >orfin dan obatAopiat lainnya juga masuk golongan metabotropik, tetapi obatAobat ini menghambat hiperalgesia D bekerjanya juga lambat dan berlangsung lama" )rauma mekanik (dan juga trauma fisika dan kimiaE # rupaArupanya langsung merusak integritas membran dan tergolong ionotropik , bersama bradykinin" :asa nyeri timbul %epat dan berlangsung singkat, ke%uali bila kerusakan yang ditimbulkannya hebat tentu rasa nyeri dapat berlangsung lama" Selengkapnya""" (ppt#, $lik disini untuk Fersi do%

Konsep Umum Nyeri 1. Pengertian Nyeri merupakan sesasi tidak enak, nyeri merupakan tanda penting terhadap adanya gangguan fisiologis, nyeri secara umum didefinisikan sebagai suatu rasa tidak nyaman baik ringan maupun berat (Priharjo,1998: !. Nyeri dapat dibedakan menjadi nyeri akut dan kronis, nyeri akut biasanya berlangsung secara singkat, misalnya nyeri pada patah tulang atau pembedahan abdomen. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam "aktu lebih lama. Nyeri juga dinyatakan sebagai nyeri somatogenik atau psikogenik, nyeri somatogenik merupakan nyeri secara fisik, sedangkan nyeri psikogenik merupakan nyeri psikis atau mental. #. $eori a. $eori kekhususan ($eori %pecifity! &jung saraf spesifik berkorelasi dengan sensasi yang spesifik seperti sentuhan, hangat, dingin atau nyeri. %ensasi nyeri berhubungan dengan pengaktifan ujung'ujung saraf bebas oleh mekanikal, rangsangan nyeri. b. $eori intensitas

(asil dari rangsangan yang berlebihan pada reseptor setiap rangsagn sensasi punya potensi untuk menimbulkan nyeri jika menggunakan intensitas yang cukup. c. $eori )ontrol pintu (the gate control theory! %erabut saraf tebal dan tipis membentuk sinar pada cornus sebagai pintu gerbang rangsangan yang mencapai otak. . *isiologi %uatu teori yang menjelaskan nyeri sebagai suatu mekanisme relatif sederhana yang menjelaskan bah"a respon nyeri timbul apabila suatu stimulus nyeri mengakti+asi reseptor nyeri (Priharjo, 1998: ,!. -eseptor nyeri merupakan ujung'ujung saraf yang bebas tidak bermyelin dan neuron aferen. .nformasi dari reseptor nyeri mencapai sistem saraf sentral melalui serabut saraf asandan, bila informasi telah sampai dithalamus maka seseorang akan merasakan adanya suatu sensasi serta mempelajari tentang lokasi dan kekuatan stimulus. /ila informasi telah sampai pada kortek serebri maka seseorang menjadi lebih terlibat dengan sensasi nyeri, mencoba menginterpretasikan arti nyeri dan mencari cara untuk menghindari sensasi lebih lanjut. %erabut saraf yang menghantarkan nyeri : a. %erabut saraf tipe delta 0engirimkan sinyal relatif cepat 1#' 1 m2s, bermyelin halus #,3 mm, memba"a rangsangan nyeri menusuk, serabut berakhir dicornu dorsalis dilamina ..

b. %erabut tipe c 0emba"a rangsang nyeri terbakar dan tumpul, relatif lebih lambat 1,3'# m2s, tidak bermyelin 1,,'1,# mm, serabut berakhir dilamina .4 dan 4. ,. %timulus -eseptor nyeri memberi respon terhadap stimulus yang membahayakan seperti stimulus kimia termal, listrik atau mekanis, maupun mikroorganisme baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh (Priharjo,1998: 3!.%timulus kimia terhadap nyeri yaitu histamin, bradikinin, prostaglandin, bermacam'macam asam. 3. *aktor'faktor yang mempengaruhi &jung saraf spesifik berkorelasi dengan sensasi yang spesifik seperti sentuhan, hangat, dingin atau nyeri. %ensasi nyeri berhubungan dengan pengaktifan ujung'ujung saraf bebas oleh mekanikal, rangsangan nyeri.

a. 5ingkungan Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsangan dari lingkungan yang berlebihan misalnya, kebisingan, cahaya yang sangat terang dan kesendirian. b. &mur $oleransi terhadap nyeri meningkat sesuai dengan pertumbuhan usia, misalnya semakin bertambah usia seseorang maka semakin bertambah pula pemahaman terhadap nyeri dan usaha mengatasinya.

c. )elelahan )elelahan juga dapat meningkatkan nyeri dan usaha banyak orang merasa lebih nyaman setelah tidur. d. -i"ayat sebelumnya dan mekanisme pemecahan masalah -i"ayat sebelumnya dan mekanisme pemecahan masalah berpengaruh pula terhadap seseorang dalam mengatasi nyeri. 0isalnya, ada beberapa kalangan yang menganggap nyeri sebagai kutukan. e. $ersedianya orang'orang yang memberi dukungan $ersedianya orang'orang yang memberi dukungan sangat berguna bagi seseorang dalam menghadapi nyeri, misalnya anak'anak akan merasa lebih nyaman bila dekat dengan orang tuanya. 6. -espon perilaku terhadap nyeri 7kspresi "ajah mengatupkan geraham, menggigit bibir, meringis, aphasia, bingung dan disorentasi.

$ANAJE$EN NYERI DALA$ S,A*, *A*ANAN *I$ $EDIS $,L*I DISIPLIN 2. P(N12=G>G2N &eluhan nyeri merupakan keluahan yang paling umum kita temukanBdapatkan ketika kita sedang melakukan tugas kita sebagai bagian dari tim kesehatan, baik itu di tataran pelayanan ra5at alan maupun ra5at inap, yang karena seringnya keluhan itu kita temukan kadang kala kita sering menganggap hal itu sebagai hal yang biasa sehingga perhatian yang kita berikan tidak cukup memberikan hasil yang memuaskan di mata pasien. Nyeri sesunggguhnya tidak hanya melibatkan persepsi dari suatu sensasi, tetapi berkaitan uga dengan respon fisiologis, psikologis, sosial, kognitif, emosi dan perilaku, sehingga dalam penangananyapun memerlukan perhatian yang serius dari semua unsur yang terlibat di dalam pelayanan kesehatan, untuk itu pemahaman tentang nyeri dan penanganannya sudah men adi keharusan bagi setiap tenaga kesehatan, terutama pera5at yang dalam rentang 5aktu 2, am sehari berinteraksi dengan pasien.

8. 1(F4N4/4 #enurut 42/P !:7: 04nternational 2ssociation for the /tudy of Pain. nyeri adalah C suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, yang berkaitan dengan kerusakan aringan yang nyata atau yang berpotensi untuk menimbulkan kerusakan aringan C, dari definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bah5a nyeri bersifat subyektif dimana individu mempela ari apa itu nyeri, melalui pengalaman yang langsung berhubungan dengan luka 0in uri., yang dimulai dari a5al masa kehidupannya. Pada tahun !:::, the EeteranNs =ealth 2dministration mengeluarkan kebi akan untuk memasukan nyeri sebagai tanda vital ke lima, adi pera5at tidak hanya mengka i suhu tubuh, nadi, tekanan darah dan respirasi tetapi uga harus mengka i tentang nyeri. /ternbach 0!:<;. mengatakan nyeri sebagai Ckonsep yang abstrakD yang meru uk kepada sensasi pribadi tentang sakit, suatu stimulus berbahaya yang menggambarkan akan ter adinya kerusakan aringan, suatu pola respon untuk melindungi organisme dari bahaya. #c3affery 0!:7:. mengatakan nyeri sebagai pen elasan pribadi tentang nyeri ketika dia mengatakan tentang nyeri C apapun yang dikatakan tentang nyeri dan ada dimanapun ketika dia mengatakan hal itu ada C. 3. "4P( NL($4 Pada tahun !:;<, the National 4nstitutes of =ealth 3onsensus 3onference on Pain mengkategorisasikan nyeri men adi tiga tipe yaitu Nyeri akut merupakan hasil dari in uri akut, penyakit atau pembedahan, Nyeri kronik non keganasan dihubungkan dengan kerusakan aringan yang dalam masa penyembuhan atau tidak progresif dan Nyeri kronik keganasan adalah nyeri yang dihubungkan dengan kanker atau proses penyakit lain yang progresif. 1. $(/PON "($=212P NL($4 $espon terhadap nyeri meliputi respon fisiologis dan respon perilaku. Gntuk nyeri akut repon fisiologisnya adalah adanya peningkatan tekanan darah 0a5al., peningkatan denyut nadi, peningkatan pernapasan, dilatasi pupil, dan keringat dingin, respon perilakunya adalah gelisah, ketidakmampuan berkonsentrasi, ketakutan dan disstress. /edangkan pada nyeri kronis respon fisiologisnya adalah tekanan darah normal, denyut nadi normal, respirasi normal, pupil normal, kulit kering, dan respon perilakunya berupa imobilisasi atau ketidak aktifan fisik, menarik diri, dan putus asa, karena tidak ditemukan ge ala dan tanda yang mencolok dari nyeri kronis ini maka tugas tim kesehatan, pera5at khususnya men adi tidak mudah untuk dapat mengidentifikasinya.. (. =2#82"2N 12>2# #(#8($4&2N #2N2)(#(N NL($4 L2N* "(P2" #enurut 8lumenfield 0200+., secara garis besar ada 2 hambatan dalam mana emen nyeri yaitu : !. &etakutan akan timbulnya adiksi /eringkali pasien, keluarga, bahkan tenaga kesehatanpun mempunyai asumsi akan ter adinya adiksi terhadap penggunaan analgetik bagi pasien yang mengalami nyeri, adiksi sering persepsikan sama dengan pengertian toleransi dan ketergantungan fisik. &etergantungan fisik adalah munculnya sindrom putus 'at akibat penurunan dosis 'at psikoaktif atau penghentian 'at psikoaktif secara mendadak. "oleransi adalah kebutuhan untuk terus meningkatkan dosis 'at psikoaktif guna mendapatkan efek yang sama, sedangkan adiksi adalah suatu perilaku yang meru uk kepada penggunaan yang berulang dari suatu 'at psikoaktif, meskipun telah diketahui adanya efek yang merugikan. &etakutan tersebut akan lebih nyata pada pasien atau keluarga dengan ri5ayat penyalahgunaan alkohol atau 'at psikoaktif lainnya, mereka biasanya takut untuk mendapatkan pengobatan nyeri dengan menggunakan analgetik apalagi bila obat itu

merupakan golongan narkotika. =al ini salah satunya disebabkan oleh minimnya informasi yang mereka dapatkan mengenai hal itu, sebagai bagian dari tim yang terlibat dalam pelayanan kesehatan pera5at semestinya mempunyai kapasitas yang cukup hal tersebut diatas. 2. Pengetahuan yang tidak adekuat dalam mana emen nyeri Pengetahuan yang tidak memadai tentang mana emen nyeri merupakan alasan yang paling umum yang memicu ter adinya man emen nyeri yang tidak memadai tersebut, untuk itu perbaikan kualitas pendidikan sangat diperlukan sehingga tercipta tenaga kesehatan yang handal, salah satu terobosan yang sudah dilakukan adalah dengan masuknya topik nyeri dalam modul P8> dalam pendidikan kepera5atan, hal ini diharapkan dapat men adi percepatan dalam pendidikan profesi kepera5atan menu u kepada pera5at yang profesional. 1alam penanganan nyeri, pengka ian merupakan hal yang mendasar yang menentukan dalam kualitas penanganan nyeri, pengka ian yang terus menerus harus dilakukan baik pada saat a5al mulai teridentifikasi nyeri sampai saat setelah intervensi, mengingat nyeri adalah suatu proses yang bersifat dinamik, sehingga perlu dinilai secara berulang%ulang dan berkesinambungan. 2da beberapa perangkat yang dapat digunakan untuk menilai nyeri yaitu /imple 1escriptive Pain 1istress /cale, Eisual 2nalog /cale 0E2/., Pain $elief Eisual 2nalog /cale, Percent $elief /cale serta 0 7 !0 Numeric Pain 1istress /cale , diantara kelima metode tersebut diatas 0 7 !0 Numeric Pain 1istress /cale yang paling sering digunakan, dimana pasien diminta untuk CmeratingD rasa nyeri tersebut berdasarkan skala penilaian numerik mulai angka 0 yang berarti tidak da nyeri sampai angka !0 yang berarti puncak dari rasa nyeri, sedangkan - adalah nyeri yang dirasakan sudah bertaraf sedang. F. P(N2N*2N2N NL($4 !. #ana emen nyeri non farmakologik. Pendekatan non farmakologik biasanya menggunakan terapi perilaku 0hipnotis, biofeedback., pelemas ototBrelaksasi,akupuntur, terapi kognitif 0distraksi., restrukturisasi kognisi, ima inasi dan terapi fisik. Nyeri bukan hanya unik karena sangat berbeda satu dengan yang lainnya mengingat sifatnya yang individual, termasuk dalam penanganannya pun kita seringkali menemukan keunikan tersebut, baik itu yang memang dapat kita terima dengan ka ian logika maupun yang sama sekali tidak bisa kita nalar 5alaupun kita telah berusaha memaksakan untuk menalarkannya. /ebuah kasus @ pernah suatu ketika saya dinas di ruang pera5atan penyakit kanker pada sistem reproduksiB11/, dimana pasien dengan ca serviks stadium 444a merasa nyeri pada kuadran kiri ba5ah abdomennya, dan dia merasa nyerinya berkurang hanya dengan menggenggam erat%erat sebuah kerikil 5arna kelabu OO. =al tersebut elas menggambarkan bah5a kadang%kadang, nyeri itu dapat diselesaikan tanpa dengan medikasi sama sekali, berikut ini adalah faktor%faktor yang mungkin dapat menerangkan mengapa nyeri tidak mendapatkan medikasi sama sekali: a. Faktor%faktor yang berhubungan dengan staf medis Petugas kesehatan 0dokter, pera5at, dsb. seringkali cenderung berpikiran bah5a pasien seharusnya dapat menahan terlebih dahulu nyerinya selama yang mereka bisa, sebelum meminta obat atau penangannya, hal ini mungkin dapat dibenarkan ketika kita telah mengetahui dengan pasti bah5a nyeri itu adalah nyeri ringan, dan itupun harus kita evaluasi secara komprehensif, karena bisa sa a nyeri itu men adi nyeri sedang atau bahkan nyeri yang berat, apakah kondisi seperti ini dapat terus dibiarkan tanpa penangananP 2pakah ketakutan untuk ter adinya adiksi apabila mendapatkan analgetik dapat menyelesaikan masalah P b. Faktor%faktor yang berhubungan dengan pasien

Pasien adalah manusia yang mempunyai kemampuan adaptif, yang dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, sosial, kultural dan spiritual. &etika pasien masuk ke dunia rumah sakit sebenarnya ia telah CsiapD untuk menerima aturan dan konsekuensi di dunia tersebut, sehingga kadang%kadang, karena CtakutD dianggap tidak menyenangkan oleh CpetugasD atau biar dapat menyenangkan dimata CpetugasD maka ia akan CmenahanD informasi yang menyatakan bah5a ia sekarang sedang mengalami nyeri, atau karena kondisi fisiknya yang menyebabkan ia tidak mampu untuk mengatakan bah5a ia nyeri, pada kondisi 3&8 misalnya. Pada beberapa kasus seringkali nyeri ini uga merupakan suatu cara agar ia mendapatkan perhatian yang lebih dari petugas kesehatan, apalagi apabila ia merasa sudah melakukan apa yang men adi ke5a ibannya sebagai seorang pasien, pada kondisi ini mungkin ada perbedaan yang mencolok antara pasien kelas 444 dengan pasien yang di ra5at di EE4P pada kondisi eis nyeri yang sama. c. Faktor%faktor yang berhubungan dengan sistem /ebagian pasien di rumah sakit adalah pasien dengan asuransi, yang telah mempunyai standart tertentu di dalam paket pelayanan mereka, terkadang pasien membutuhkan obat yang tidak termasuk dalam paket yang telah ditentukan, sehingga ia harus mengeluarkan dana ekstra untuk itu, ceritanya men adi lain ketika ia tidak mempunyai dana ekstra yang dibutuhkan. 2. #ana emen nyeri dengan pendekatan farmakologik 2da tiga kelompok utama obat yang digunakan untuk menangani rasa nyeri : a. 2nalgetika golongan non narkotika b. 2nalgetika golongan narkotika c. 2d uvan +. Prosedur invasif Prosedur invasif yang biasanya dilakukan adalah dengan memasukan opioid ke dalam ruang epidural atau subarakhnoid melalui intraspinal, cra ini dapat memberikan efek analgesik yang kuat tetapi dosisnya lebih sedikit. Prosedur invasif yang lain adalah blok saraf, stimulasi spinal, pembedahan 0rhi'otomy,cordotomy. teknik stimulasi, stimulasi columna dorsalis. *. &esimpulan #ana emen nyeri harus menggunakan pendekatan yang holistikB menyeluruh, hal ini karena nyeri mempengaruhi keseluruhan aspek kehidupan manusia, oleh karena itu kita tidak boleh hanya terpaku hanya pada satu pendekatan sa a tetapi uga menggunakan pendekatan% pendekatan yang lain yang mengacu kepada aspek kehidupan manusia yaitu biopsikososialkultural dan spiritual, pendekatan non farmakologik dan pendekatan farmakologik tidak akan ber alan efektif bila digunakan sendiri%sendiri, keduanya harus dipadukan dan saling mengisi dalam rangka mengatasiB penanganan nyeri pasien. Pasien adalah individu%individu yang berbeda yang berrespon secara berbeda terhadap nyeri, sehingga penangananyapun tidak bisa disamakan antar individu yang satu dengan yang lainnya. Pengka ian yang tepat, akurat tentang nyeri sangat diperlukan sebagai upaya untuk mencari solusi yang tepat untuk menanganinya, untuk itu pengka ian harus selalu dilakukan secara berkesinambungan, sebagai upaya mencari gambaran yang terbaru dari nyeri yang dirasakan oleh pasien. =. 4mplikasi kepera5atan !. Pera5at dituntut untuk mempunyai kapasitas yang memadai sebagai upaya untuk memberikan asuhan kepera5atan yang adekuat terhadap nyeri yang dirasakan oleh pasien,

untuk itu diperlukan suatu pendidikan khusus mengenai nyeri dan penangannya dimana hal ini bisa dilakukan dalam masa pendidikan maupun dalam bentuk pelatihan%pelatihan secara terpadu. 2. #engingat kompleknya aspek nyeri, dan banyaknya keluhan ini ditemukan pada pasien maka sudah saatnya pera5at membentuk suatu tim kepera5atan yang khusus yang menangani nyeri baik di tatanan ra5at alan maupun ra5at inap. +. Pera5at dituntut untuk mampu men embatani kepentingan pasien terkait dengan nyeri dan penanganannya sesuai dengan kebutuhan pasien. ,. Pengetahuan dan ketrampilan mengenai penanganan nyeri baik pendekatan non farmakologis maupun farmakologis serta tindakan yang lainnya mutlak diperlukan dan dikuasai oleh pera5at.

NYERI.. (0) %aturday, *ebruary #1, #119 by Primanileda , under A P7N89(&5&9N Nyeri merupakan alasan yang paling umum seseorang mencari bantuan pera"atan kesehatan. Nyeri terjadi bersama proses penyakit, pemeriksaan diagnostik dan proses pengobatan. Nyeri sangat mengganggu dan menyulitkan banyak orang. Pera"at tidak bisa melihat dan merasakan nyeri yang dialami oleh klien, karena nyeri bersifat subyektif (antara satu indi+idu dengan indi+idu lainnya berbeda dalam menyikapi nyeri!. Pera"at memberi asuhan kepera"atan kepada klien di berbagai situasi dan keadaan, yang memberikan inter+ensi untuk meningkatkan kenyamanan. 0enurut beberapa teori kepera"atan, kenyamanan adalah kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan kepera"atan. Pernyataan tersebut didukung oleh )olcaba yang mengatakan bah"a kenyamanan adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. /. 87*.N.%. 0enurut .nternational 9ssociation for %tudy of Pain (.9%P!, nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan $eori %pecificity :suggest; menyatakan bah"a nyeri adalah sensori spesifik yang muncul karena adanya injury dan informasi ini didapat melalui sistem saraf perifer dan sentral melalui reseptor nyeri di saraf nyeri perifer dan spesifik di spinal cord %ecara umum kepera"atan mendefinisikan nyeri sebagai apapun yg menyakitkan tubuh yg dikatakan indi+idu yg mengalaminya, yg ada kapanpun indi+idu mengatakannya <. .%$.59( 89590 N=7-. Nosiseptor : serabut syaraf yang mentransmisikan nyeri Non'nosiseptor : serabut syaraf yang biasanya tidak mentransmisikan nyeri %ystem nosiseptif : system yang teribat dalam transmisi dan persepsi terhadap nyeri 9mbang nyeri : stimulus yg paling kecil yg akan menimbulkan nyeri

$oleransi nyeri : intensitas maksimum2durasi nyeri yg indi+idu ingin untuk dpt ditahan 8. %.*9$'%.*9$ N=7-. Nyeri melelahkan dan membutuhkan banyak energi Nyeri bersifat subyektif dan indi+idual Nyeri tak dapat dinilai secara objektif seperti sinar > atau lab darah Pera"at hanya dapat mengkaji nyeri pasien dengan melihat perubahan fisiologis tingkah laku dan dari pernyataan klien (anya klien yang mengetahui kapan nyeri timbul dan seperti apa rasanya Nyeri merupakan mekanisme pertahanan fisiologis Nyeri merupakan tanda peringatan adanya kerusakan jaringan Nyeri menga"ali ketidakmampuan Persepsi yang salah tentang nyeri menyebabkan manajemen nyeri jadi tidak optimal %ecara ringkas, 0ahon mengemukakan atribut nyeri sebagai berikut: Nyeri bersifat indi+idu Nyeri tidak menyenangkan 0erupakan suatu kekuatan yg mendominasi /ersifat tidak berkesudahan 7. *.%.?5?@. N=7-. /anyak teori berusaha untuk menjelaskan dasar neurologis dari nyeri, meskipun tidak ada satu teori yang menjelaskan secara sempurna bagaimana nyeri ditransmisikan atau diserap. &ntuk memudahkan memahami fisiologi nyeri, maka perlu mempelajari (tiga! komponen fisiologis berikut ini: -esepsi : proses perjalanan nyeri Persepsi : kesadaran seseorang terhadap nyeri -eaksi : respon fisiologis A perilaku setelah mempersepsikan nyeri -7%7P%. 9danya stimulus yang mengenai tubuh (mekanik, termal, kimia! akan menyebabkan pelepasan substansi kimia seperti histamin, bradikinin, kalium. %ubstansi tersebut menyebabkan nosiseptor bereaksi, apabila nosiseptor mencapai ambang nyeri, maka akan timbul impuls syaraf yang akan diba"a oleh serabut saraf perifer. %erabut syaraf perifer yang akan memba"a impuls syaraf ada dua jenis, yaitu serabut 9'delta dan serabut <. impuls syaraf akan di ba"a sepanjang serabut syaraf sampai ke kornu dorsalis medulla spinalis. .mpuls syaraf tersebut akan menyebabkan kornu dorsalis melepaskan neurotrasmiter (substansi P!. %ubstansi P ini menyebabkan transmisi sinapis dari saraf perifer ke saraf traktus spinotalamus. (al ini memungkinkan impuls syaraf ditransmisikan lebih jauh ke dalam system saraf pusat. %etelah impuls syaraf sampai di otak, otak mengolah impuls syaraf kemudian akan timbul respon reflek protektif. <ontoh: 9pabila tangan terkena setrika, maka akan merasakan sensasi terbakar, tangan juga melakukan reflek dengan menarik tangan dari permukaan setrika.

Proses ini akan berjalan jika system saraf perifer dan medulla spinalis utuh atau berfungsi normal. 9da beberapa factor yang menggangu proses resepsi nyeri, diantaranya sebagai berikut: $rauma ?bat'obatan Pertumbuhan tumor @angguan metabolic (penyakit diabetes mellitus! $ipe serabut saraf perifer %erabut saraf 9'delta : 0erupakan serabut bermyelin 0engirimkan pesan secara cepat 0enghantarkan sensasi yang tajam, jelas sumber dan lokasi nyerinya -eseptor berupa ujung'ujung saraf bebas di kulit dan struktur dalam seperti , otot tendon dll /iasanya sering ada pada injury akut 8iameternya besar %erabut saraf < $idak bermyelin 8iameternya sangat kecil 5ambat dalam menghantarkan impuls 5okasinya jarang, biasanya dipermukaan dan impulsnya bersifat persisten 0enghantarkan sensasi berupa sentuhan, getaran, suhu hangat, dan tekanan halus -eseptor terletak distruktur permukaan. N7&-?-7@&59$?%ubstansi yang memberikan efek pada transmisi stimulus saraf, berperan penting pada pengalaman nyeri %ubstansi ini titemukan pada nocicepBtor yaitu pada akhir saraf dalam kornu dorsalis medula spinalis dan pada tempat reseptor dalam saluran spinotalamik Neuroregulator ada dua macam yaitu neurotransmitter dan neuromodulator Neurotransmitter mengirimkan impuls elektrik mele"ati celah synaptik antara dua serabut saraf contoh: substansi P, serotonin, prostaglandin Neuromodulator memodifikasi akti+itas saraf dan mengatur transmisi stimulus saraf tanpa mentrasfer secara langsung sinyal saraf yang melalui synaps. <ontoh: endorphin, bradikinin Neuromodulator diyakini aktifitasnya secara tidak langsung bisa meningkatkan atau menurunkan efek sebagian neurotransmitter $eori gate control 8ikemukanan oleh 0elCack dan "all pada tahun 1963 $eori ini mengusulkan bah"a impuls nyeri dapat diatur atau bahkan dihambat oleh mekanisme pertahanan di sepanjang sistem saraf pusat. 8alam teori ini dijelaskan bah"a %ubstansi gelatinosa (%@! yg ada pada bagian

ujung dorsal serabut saraf spinal cord mempunyai peran sebagai pintu gerbang (gating 0echanism!, mekanisme gate control ini dapat memodifikasi dan merubah sensasi nyeri yang datang sebelum mereka sampai di korteks serebri dan menimbulkan nyeri. .mpuls nyeri bisa le"at jika pintu gerbang terbuka dan impuls akan di blok ketika pintu gerbang tertutup 0enutupnya pintu gerbang merupakan dasar terapi mengatasi nyeri /erdasarkan teori ini pera"at bisa menggunakannya untuk memanage nyeri pasien Neuromodulator bisa menutup pintu gerbang dengan cara menghambat pembentukan substansi P. 0enurut teori ini, tindakan massase diyakini bisa menutup gerbang nyeri. P7-%7P%. *ase ini merupakan titik kesadaran seseorang terhadap nyeri, pada saat indi+idu menjadi sadar akan nyeri, maka akan terjadi reaksi yang komplek. Persepsi menyadarkan indi+idu dan mengartikan nyeri itu sehingga kemudian indi+idu dapat bereaksi %timulus nyeri ditransmisikan ke medula spinalis, naik ke talamus, selanjutnya serabut mentrasmisikan nyeri ke seluruh bagian otak, termasuk area limbik. 9rea ini mengandung sel'sel yang yang bisa mengontrol emosi (khususnya ansietas!. 9rea limbik yang akan berperan dalam memproses reaksi emosi terhadap nyeri. %etelah transmisi syaraf berakhir di pusat otak, maka indi+idu akan mempersepsikan nyeri. -79)%. -eaksi terhadap nyeri merupakan respon fisioligis dan perilaku yang terjadi setelah mempersepsikan nyeri. Nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang dan nyeri yang superfisial menimbulkan reaksi ;flight atau fight;, yang merupakan sindrom adaptasi umum %timulasi pada cabang simpatis pada saraf otonom menghasilkan respon fisiologis, apabila nyeri berlangsung terus menerus, maka sistem parasimpatis akan bereaksi .mpuls nyeri ditransmisikan ke medula spinalis menutju ke batang otak dan talamus. %istem saraf otonom menjadi terstimulasi, saraf simpatis dan parasimpatis bereaksi, maka akan timbul respon fisiologis dan akan muncul perilaku. *. -7%P?N *.%.?5?@.% $7-(989P N=7-. 9. %timulasi %impatik:(nyeri ringan, moderat, dan superficial! 8ilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate Peningkatan heart rate 4asokonstriksi perifer, peningkatan /P Peningkatan nilai gula darah 8iaphoresis Peningkatan kekuatan otot 8ilatasi pupil Penurunan motilitas @.

/. %timulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam! 0uka pucat ?tot mengeras Penurunan (- dan /P Nafas cepat dan irreguler Nausea dan +omitus )elelahan dan keletihan -7%P?N $.N@)9( 59)& $7-(989P N=7-. -espon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup: Pernyataan +erbal (0engaduh, 0enangis, %esak Nafas, 0endengkur! 7kspresi "ajah (0eringis, 0enggeletukkan gigi, 0enggigit bibir! @erakan tubuh (@elisah, .mobilisasi, )etegangan otot, peningkatan gerakan jari A tangan )ontak dengan orang lain2interaksi sosial (0enghindari percakapan, 0enghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, *okus pd akti+itas menghilangkan nyeri! .ndi+idu yang mengalami nyeri dengan a"itan mendadak dapat bereaksi sangat berbeda terhadap nyeri yang berlangsung selama beberapa menit atau menjadi kronis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat indi+idu terlalu letih untuk merintih atau menangis. Pasien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam akti+itas karena menjadi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri. 0einhart A 0c<affery mendiskripsikan fase pengalaman nyeri: *ase antisipasi'''''terjadi sebelum nyeri diterima. *ase ini mungkin bukan merupakan fase yg paling penting, karena fase ini bisa mempengaruhi dua fase lain. Pada fase ini memungkinnkan seseorang belajar tentang nyeri dan upaya untuk menghilangkan nyeri tersebut. Peran pera"at dalam fase ini sangat penting, terutama dalam memberikan informasi pada klien. <ontoh: sebelum dilakukan tindakan bedah, pera"at menjelaskan tentang nyeri yang nantinya akan dialami oleh klien pasca pembedahan, dengan begitu klien akan menjadi lebih siap dengan nyeri yang nanti akan dihadapi. *ase sensasi'''''terjadi saat nyeri terasa. *ase ini terjadi ketika klien merasakan nyeri. karena nyeri itu bersifat subyektif, maka tiap orang dalam menyikapi nyeri juga berbeda'beda. $oleraransi terhadap nyeri juga akan berbeda antara satu orang dengan orang lain. orang yang mempunyai tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri tidak akan mengeluh nyeri dengan stimulus kecil, sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah akan mudah merasa nyeri dengan stimulus nyeri kecil. )lien dengan tingkat toleransi tinggi terhadap nyeri mampu menahan nyeri tanpa bantuan, sebaliknya orang yang toleransi terhadap nyerinya rendah sudah mencari upay pencegah nyeri, sebelum nyeri datang. )eberadaan enkefalin dan endorfin membantu menjelaskan bagaimana orang yang berbeda merasakan tingkat nyeri dari stimulus yang sama. )adar endorfin berbeda tiap indi+idu, indi+idu dengan endorfin tinggi sedikit merasakan nyeri dan indi+idu dengan sedikit endorfin merasakan nyeri lebih besar. )lien bisa mengungkapkan nyerinya dengan berbagai jalan, mulai dari ekspresi "ajah, +okalisasi dan gerakan tubuh. 7kspresi yang ditunjukan klien itulah yang

digunakan pera"at untuk mengenali pola perilaku yang menunjukkan nyeri. Pera"at harus melakukan pengkajian secara teliti apabila klien sedikit mengekspresikan nyerinya, karena belum tentu orang yang tidak mengekspresikan nyeri itu tidak mengalami nyeri. )asus'kasus seperti itu tentunya membutuhkan bantuan pera"at untuk membantu klien mengkomunikasikan nyeri secara efektif.

*ase akibat (aftermath!''''''terjadi ketika nyeri berkurang atau berhenti *ase ini terjadi saat nyeri sudah berkurang atau hilang. Pada fase ini klien masih membutuhkan kontrol dari pera"at, karena nyeri bersifat krisis, sehingga dimungkinkan klien mengalami gejala sisa pasca nyeri. 9pabila klien mengalami episode nyeri berulang, maka respon akibat ((aftermath! dapat menjadi masalah kesehatan yang berat. Pera"at berperan dalam membantu memperoleh kontrol diri untuk meminimalkan rasa takut akan kemungkinan nyeri berulang. @. )59%.*.)9%. N=7-. 9. /erdasarkan sumbernya <utaneus2 superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit2 jaringan subkutan. /iasanya bersifat burning (seperti terbakar! eD: terkena ujung pisau atau gunting 8eep somatic2 nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pemb. 8arah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar A lbh lama daripada cutaneus eD: sprain sendi 4isceral (pada organ dalam!, stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak. /iasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan /. /erdasarkan penyebab: *isik /isa terjadi karena stimulus fisik (7D: fraktur femur! Psycogenic $erjadi karena sebab yang kurang jelas2susah diidentifikasi, bersumber dari emosi2psikis dan biasanya tidak disadari. (7D: orang yang marah'marah, tiba'tiba merasa nyeri pada dadanya! /iasanya nyeri terjadi karena perpaduan # sebab tersebut <. /erdasarkan lama2durasinya Nyeri akut Nyeri yang terjadi segera setelah tubuh terkena cidera, atau inter+ensi bedah dan memiliki a"itan yan cepat, dengan intensitas ber+ariasi dari berat sampai ringan . *ungsi nyeri ini adalah sebagai pemberi peringatan akan adanya cidera atau penyakit yang akan datang. Nyeri ini terkadang bisa hilang sendiri tanpa adanya inter+ensi medis, setelah keadaan pulih pada area yang rusak. 9pabila nyeri akut ini muncul, biasanya tenaga kesehatan sangat agresif untuk segera menghilangkan nyeri. Nyeri akut secara serius mengancam proses penyembuhan klien, untuk itu harus menjadi prioritas pera"atan. -ehabilitasi bisa tertunda dan hospitalisasi bisa memanjang dengan adanya nyeri akut yang tidak terkontrol.

Nyeri kronik Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau intermiten yang menetap sepanjang suatu periode tertentu, berlangsung lama, intensitas ber+ariasi, dan biasanya berlangsung lebih dari enam bulan. Nyeri ini disebabkan oleh kanker yang tidak terkontrol, karena pengobatan kanker tersebut atau karena gangguan progresif lain. Nyeri ini bisa berlangsung terus sampai kematian. Pada nyeri kronik, tenaga kesehatan tidak seagresif pada nyeri akut. )lien yang mengalami nyeri kronik akan mengalami periode remisi (gejala hilang sebagian atau keseluruhan! dan eksaserbasi (keparahan meningkat!. Nyeri ini biasanya tidak memberikan respon terhadap pengobatan yang diarahkan pada penyebabnya. Nyeri ini merupakan penyebab utama ketidakmampunan fisik dan psikologis. %ifat nyeri kronik yang tidak dapat diprediksi membuat klien menjadi frustasi dan seringkali mengarah pada depresi psikologis. .ndi+idu yang mengalami nyeri kronik akan timbul perasaan yan gtidak aman, karena ia tidak pernah tahu apa yang akan dirasakannya dari hari ke hari. 8. /erdasarkan lokasi2letak -adiating pain Nyeri menyebar dr sumber nyeri ke jaringan di dekatnya (eD: cardiac pain! -eferred pain Nyeri dirasakan pada bagian tubuh tertentu yg diperkirakan berasal dari jaringan penyebab .ntractable pain Nyeri yg sangat susah dihilangkan (eD: nyeri kanker maligna! Phantom pain %ensasi nyeri dirasakan pada bagian.$ubuh yg hilang (eD: bagian tubuh yang diamputasi! atau bagian tubuh yang lumpuh karena injuri medulla spinalis (. *9)$?- =9N@ 070P7N@9-&(. -7%P?N N=7-. &sia 9nak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga pera"at harus mengkaji respon nyeri pada anak. Pada orang de"asa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan. Eenis kelamin @ill (1991! mengungkapkan laki'laki dan "nita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (eD: tidak pantas kalo laki'laki mengeluh nyeri, "anita boleh mengeluh nyeri! )ultur ?rang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri. (eD: suatu daerah menganut kepercayaan bah"a nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri! 0akna nyeri

/erhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya. Perhatian $ingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. 0enurut @ill (1991!, perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. $ehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. 9nsietas <emas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas. Pengalaman masa lalu %eseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. 0udah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri.

Pola koping Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladapti+e akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. %upport keluarga dan social .ndi+idu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan, bantuan dan perlindungan. .. P-?%7% )7P7-9F9$9N Pengkajian Pengkajian nyeri yang factual dan akurat dibutuhkan untuk: 0enetapkan data dasar 0enegakkan diagnosa kepera"atan yang tepat 0enyeleksi terapi yang cocok 0enge+aluasi respon klien terhadap terapi yang diberikan Pera"at harus menggali pengalaman nyeri dari sudut pandang klien. )euntungan pengkajian nyeri bagi klien adalah bah"a nyeri diidentifikasi, dikenali sebagai sesuatu yang nyata, dapat diukur, dapat djelaskan, serta digunakan untuk menge+aluasi pera"atan. (al'hal yang perlu dikaji adalah sebagai berikut: 1.7kspresi klien terhadap nyeri /anyak klien tidak melaporkan2mendiskusikan kondisi ketidaknyamanan. &ntuk itulah pera"at harus mempelajari cara +erbal dan non+erbal klien dalam mengkomunikasikan rasa ketidaknyamanan. )lien yang tidak mampu berkomunikasi efektif seringkali membutuhkan perhatian khusus ketika pengkajian. #.)lasifikasi pengalaman nyeri Pera"at mengkaji apakah nyeri yang dirasakan klien akut atau kronik. 9pabila akut, maka dibutuhkan pengkajian yang rinci tentang karakteristik nyeri dan apabila nyeri

bersifat kronik, maka pera"at menentukan apakah nyeri berlangsung intermiten, persisten atau terbatas. .)arakteristik nyeri ?nset dan durasi Pera"at mengkaji sudah berapa lama nyeri dirasakan, seberapa sering nyeri kambuh, dan apakah munculnya nyeri itu pada "aktu yang sama. 5okasi Pera"at meminta klien untuk menunjukkan dimana nyeri terasa, menetap atau terasa pada menyebar )eparahan Pera"at meminta klien menggambarkan seberapa parah nyeri yang dirasakan. &ntuk memperoleh data ini pera"t bias menggunakan alat /antu, skala ukur. )lien ditunjukkan skala ukur, kemudian disuruh memilih yang sesuai dengan kondisinya saat ini yang mana. %kala ukur bis berupa skala numeric, deskriptif, analog +isual. &ntuk anak'anak skala yan digunakan adalah skala oucher yang dikembangkan oleh /eyer dan skala "ajah yang diembangkan oleh Fong A /aker. Pada skala oucher terdiri dari skala dengan nilai 1'111 pada sisi sebelah kiri untuk anak'anak yang lebih besar dan skala fotografik enam gambar pada sisi kanan untuk anak yang lebih kecil. *oto "ajah seorang anak dengan peningkatan rasa ketidaknyamanan dirancang sebagai petunjuk untuk memberi anak'anak pengertian sehingga dapat memahami makna dan keparahan nyeri. 9nak bisa diminta untuk mendiskripsikan nyeri yang dirasakan dengan memilih gambar yang ada. %kala "ajah terdiri dari enam "ajah dengan profil kartun yang menggambarkan "ajah dari "ajah yang sedang tersenyum (tidak merasa nyeri!, kemudian secara bertahap meningkat sampai "ajah yang sangat ketakutan (nyeri yang sangat!. )ualitas 0inta klien menggambarkan nyeri yang dirasakan, biarkan klien mendiskripsikan apa yang dirasakan sesuai dengan kata'katanya sendiri. Pera"at boleh memberikan deskripsi pada klien, bila klien tidak mampu menggambarkan nyeri yang dirasakan. Pola nyeri Pera"at meminta klien untuk mendiskripsikan ati+itas yang menyebabkan nyeri dan meminta lien untuk mendemontrasikan akti+itas yang bisa menimbulkan nyeri. <ara mengatasi $anyakan pada klien tindakan yang dilakukan apabila nyerinya muncul dan kaji juga apakah tindakan yang dilakukan klien itu bisa efektif untuk mengurangi nyeri. $anda lain yang menyertai )aji adanya penyerta nyeri, seperti mual, muntah, konstipasi, gelisah, keinginan untuk miksi dll. @ejala penyerta memerlukan prioritas penanganan yang sama dengan nyeri itu sendiri. ,. 7fek nyeri pada klien Nyeri merupakan kejadian yang menekan atau stress dan dapat mengubah gaya hidup dan kesejahteraan psikologis indi+idu. Pera"at harus mengkaji hal'hal berikut ini untuk mengetahui efek nyeri pada klien:

a. $anda dan gejala fisik Pera"at mengkaji tanda'tanda fisiologis, karena adanya nyeri yang dirasakan klien bisa berpengaruh pada fungsi normal tubuh. b. 7fek tingkah laku Pera"at mengkaji respon +erbal, gerakan tubuh, ekspresi "ajah, dan interaksi sosial. 5aporan +erbal tentang nyeri merupakan bagian +ital dari pengkajian, pera"at harus bersedia mendengarkan dan berusaha memahami klien. $idak semua klien mampu mengungkapkan nyeri yang dirasakan, untuk hal yang seperti itu pera"at harus me"aspadai perilaku klien yang mengindikasikan nyeri. c. 7fek pada 985 )lien yang mengalami nyeri kurang mampu berpartisipasi secara rutin dalam akti+itas sehari'hari. Pengkajian ini menunjukkan sejauh mana kemampuan dan proses penyesuaian klien berpartisipasi dalam pera"atan diri. Penting juga untuk mengkaji efek nyeri pada akti+itas sosial klien. 3. %tatus neurologis *ungsi neurologis lebih mudah mempengaruhi pengalaman nyeri. %etiap faktor yang mengganggu atau mempengaruhi resepsi dan persepsi nyeri yang normal akan mempengaruhi respon dan kesadaran klien tentang nyeri. Penting bagi pera"at untuk mengkaji status neurologis klien, karena klien yang mengalami gangguan neurologis tidak sensitif terhadap nyeri. $indakan pre+entif perlu dilakukan pada klien dengan kelainan neurologis yang mudah mengalami cidera. o 8iagnosa Nyeri akut b.d injuri fisik, pengurangan suplai darah, proses melahirkan Nyeri kronik b.d proses keganasan <emas b.d nyeri yang dirasakan )oping indi+idu tidak efektif b.d nyeri kronik )erusakan mobilitas fisik b.d nyeri muskuloskeletal -esiko injuri b.d kekurangan persepsi terhadap nyeri Perubahan pola tidur b.d lo" back pain o Perencanaan Pera"at mengembangkan perencanaan kepera"atan dario diagnosa yang telah dibuat. Pera"at dan klien secara bersama'sama mendiskusikan harapan yang realistis dari tindakan mengatasi nyeri, derajat pemulihan nyeri yang diharapkan, dan efek'efek yang harus diantisipasi pada gaya hidup dan fungsi klien. (asil akhir yang diharapkan dan tujuan kepera"atan diseleksi berdasarkan diagnosa kepera"atan dan kondisi klien. %ecara umum tujuan asuhan kepera"atan klien dengan nyeri adalah sebagai berikut: )lien merasakan sehat dan nyaman )lien mempertahankan kemampuan untuk melakukan pera"atan diri )lien mempertahankan fungsi fisik dan psikologis yang dimiliki saat ini )lien menjelaskan faktor'faktor yang menyebabkan nyeri )lien menggunakan terapi yang diberikan dengan aman di rumah

0anajemen nyeri terdiri dari: a.*armakologis (kolaborasi!'''''''penggunaan analgetik 0engganggu penerimaan2stimuli nyeri dan interpretasinya dengan menekan fungsi talamus A kortek serebri. b. Non farmakologi (mandiri! %entuhan terapeutik $eori ini mengatakan bah"a indi+idu yang sehat mempunyai keseimbangan energi antara tubuh dengan lingkuGngan luar. ?rang sakit berarti ada ketidakseimbangan energi, dengan memberikan sentuhan pada klien, diharapkan ada transfer energi dari pera"at ke klien. 9kupresur Pemberian penekanan pada pusat'pusat nyeri @uided imagery 0eminta klien berimajinasi membayangkan hal'hal yang menyenangkan, tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan yang tenang serta konsentrasi dari klien. 9pabila klien mengalami kegelisahan, tindakan harus dihentikan. $indakan ini dilakukan pada saat klien merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut. 8istraksi 0engalihkan perhatian terhadap nyeri, efektif untuk nyeri ringan sampai sedang. 8istraksi +isual (melihat $4 atau pertandingan bola!, distraksi audio (mendengar musik!, distraksi sentuhan (massase, memegang mainan!, distraksi intelektual (merangkai puCCle, main catur! 9nticipatory guidence 0emodifikasi secara langsung cemas yang berhubungan dengan nyeri. <ontoh tindakan: sebelum klien menjalani prosedur pembedahan, pera"at memberikan penjelasan2informasi pada klien tentang pembedahan, dengan begitu klien sudah punya gambaran dan akan lebih siap menghadapi nyeri. (ipnotis 0embantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif. /iofeedback $erapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan indi+idu informasi tentang respon nyeri fisiologis dan cara untuk melatih kontrol +olunter terhadap respon tersebut. $erapi ini efektif untuk mengatasi ketegangan otot dan migren, dengan cara memasang elektroda pada pelipis. %timulasi kutaneus <ara kerja dari sistem ini masih belum jelas, salah satu pemikiran adalah cara ini bisa melepaskan endorfin, sehingga bisa memblok stimulasi nyeri. /isa dilakukan dengan massase, mandi air hangat, kompres dengan kantong es dan stimulasi saraf elektrik transkutan ($7N%2 transcutaneus electrical ner+e stimulation!. $7N% merupakan stimulasi pada kulit dengan menggunakan arus listrik ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar. E. Peran pera"at dalam mengatasi nyeri: 0engidentifikasi penyebab nyeri )olaborasi dengan tim kes lain untuk pengobatan nyeri 0emberikan inter+ensi pereda nyeri

0enge+aluasi efekti+itas pereda nyeri /ertindak sebagai ad+okat jika pereda nyeri tidak efektif %ebagai pendidik keluarga A pasien tentang manajemen nyeri

Nyeri0 penye'a' terserin# kun7un#an ke %okter


/ &ebruary 2000 mangsholeh (ea1e a comment 2o to comments

Pen%a(uluan Nyeri merupakan mekanisme pertahanan tubuh terhadap bermacam gangguan yang merusak tubuh ika dibiarkan. Nyeri yang tidak diatasi segera dapat mempengaruhi produktifitas seseorang bahkan pada nyeri%nyeri yang berlangsung lama dapat menyebabkan seseorang men adi depresi. /ehingga nyeri yang terus dibiarkan dapat mengurangi kualitas hidup seseorang. Klasi/ikasi Nyeri 8erdasarkan durasi:

2kut : Paska operasi, trauma &ronis : Neuropati diabetik, post herpeti( neuralgia& neuralgia trigeminal, nyeri

pinggang, osteoartritis dll $ekanisme Nyeri "ubuh mengetahui adanya nyeri melalui sinyal dari serabut saraf sensorik. &emudian akan diteruskan sinyal tersebut melalui sumsum tulang belakang yang akhirnya oleh otak sinyal tersebut diterima melalui bagian otak yang disebut talamus untuk di proyeksikan pada permukaan otak yang berfungsi sebagai area sensorik. $a&am8ma&am nyeri Nyeri dapat disebabkan bermacam gangguan pada tubuh, namun demikian nyeri yang sering di umpai sehari%hari antara lain:

Nyeri tengkuk A pinggang Nyeri kepala Nyeri otot Nyeri sendi

Nyeri tengkuk dan pinggang =ampir ;0%:0Q orang pernah mengalami nyeri ini. 8ermacam hal yang menyebabkan nyeri ini adalah posisi tubuh saat ker a tidak benar, kelemahan otot%otot punggungBpinggang, kegemukan, stress,tumor, trauma dan epitan saraf. 8eberapa keadaan yang men adi perhatian penting adalah:

Nyeri berlangsung lebih dari seminggu Nyeri dirasakan hebat dan disertai demam 1isertaai penurunan berat badan 1isertai kelemahan tubuh dan semutan "idak dapat nenahan kencing dan buang air besar.

Nyeri kepala Nyeri kepala dibagi men adi neyri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. &lasifikasi yang disebut pertama termasuk migren, nyeri kepala tipe tegang dan nyeri kepala cluster. /edangkan nyeri kepala yang disebabkan penyakit lain seperti infeksi, tumor, paska cedera kepala dll, masuk dalam klasifikasi kedua.

#igren *e ala: Nyeri biasanya pada satu sisi kepala 8erdenyut 8erlangsung +%72 am &adang disertai mual muntah

Nyeri kepala tipe tegang *e ala: Nyeri dapat ter adi pada satu sisi kepala "erutama pada sisi belakang kepala Nyeri dirasakan tegangBkaku &adang merasa berkurang dengan pi atan

Nyeri kepala cluster *e ala: Nyeri sebagian besar pada satu sisi kepala Nyeri dirasakan intensitas berat "idak disertai ge ala lain seperti mual dll

Nyeri otot Fibromyalgia merupakan nyeri pada otot dengan karakter nyeri seperti tegang, kencang dan pegal%pegal. /ering kali keluhan disebabkan faktor psikis. Nyeri otot ini disertai adanya titik% titik nyeri pada beberapa lokasi seperti belakang kepala, 5a ah, leher, punggung. Nyeri sendi Osteoartritis atau nyeri sendi sering kali dialami oleh 5anita usia ,-tahun atau lebih kadang dapat disertai kegemukan. 2ktifitas ker a yang berulang%ulang dapat uga men adi pencetus nyeri sendi. Nyeri sendi yang disebabkan radang ini dirasakan pada sendi tangan,lutut, panggul dan kaki. *erapi Pemeriksaan yang seksama dilakukan untuk menentukan modalitas terapai yang digunakan. Pada kasus%kasus nyeri kronis kadangkala diperlukan evaluasi pada pengobatan yang diberikan. 9=O memberikan acuan pengobatan pada nyeri yang dikenal dengan . step ladder, penggunaan obat%obatan disesuaikan dera at nyeri. /elain terapi dengan obat%obatan, modalitas terapi alternatif seperti yang dilakukan pada bidang rehabilitasi medik dan akupuntur uga dapat digunakan

PAIN ( NYERI )
H1#:19 I 1 komentar J

PAIN ( NYERI )
-ohmat %aputro Fibo"o

Definisi / Pengertian Nyeri .9%P ( .nternational 9ssociation for %tudy of Pain! mendefinisikan : :Pain is unpleasant senssory and emotional eDperience usually associated "ith actual or potential tissue damage, or described in term of such damage; 8alam bahasa .ndonesiaG

:Nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan;

%edangkan menurut 9lbert %ch"eittCer seperi dkuti oleh KuhriG :Nyeri merupakan suatu penderitaan yang seringkali lebih mengerikan dari kematian itu sendiri.;

Nyeri sering dilukiskan sebagai suatu keadaan yang berbahaya atau tidak berbahaya seperti sentuhan ringan, kehangatan, tekanan ringan. Nyeri akan dirasakan apabila reseptor'reseptor nyeri spesifik terakti+asi. Nyeri dapat dijelaskan secara subjektif dan objektif berdasarkan lama atau durasi, kecepatan sensasi dan letak.

Sifat Nyeri 9ntara lain sebagai berikutG L Nyeri melelahkan dan membutuhkan banyak energi L Nyeri bersifat subyektif dan indi+idual L Nyeri tak dapat dinilai secara objektif seperti sinar > atau lab darah L (anya klien yang mengetahui kapan nyeri timbul dan seperti apa rasanya L Nyeri merupakan mekanisme pertahanan fisiologis L Nyeri merupakan tanda peringatan adanya kerusakan jaringan L Nyeri menga"ali ketidakmampuan L Persepsi yang salah tentang nyeri menyebabkan manajemen nyeri jadi tidak optimal

%ecara ringkas, 0ahon mengemukakan atribut nyeri sebagai berikut: L Nyeri bersifat indi+idu L Nyeri tidak menyenangkan L 0erupakan suatu kekuatan yg mendominasi L /ersifat tidak berkesudahan Klasifi asi Nyeri 1. 0enurut $empat a. Periferal Pain 1! %uperfisial Pain (Nyeri Permukaan! #! 8eep Pain (Nyeri 8alam!

! -effered Pain (Nyeri 9lihan! nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya.

b. <entral Pain $erjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak dll

c. Psychogenic Pain Nyeri dirasakan tanpa penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis.

d. Phantom Pain Phantom Pain merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. ?leh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat.

e. -adiating Pain Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar.

#. 0enurut %ifat a. .nsidentil : timbul se"aktu'"aktu dan kemudian menghilang

b. %teady : nyeri timbul menetap dan dirasakan dalam "aktu yang lama

c. ParoDysmal : nyeri dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap 11 M 13 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali.

d. .ntractable Pain : nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. <ontoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan. . 0enurut /erat -ingannya a. Nyeri ringan : dalam intensitas rendah b. Nyeri sedang : menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan psikologis c. Nyeri /erat : dalam intensitas tinggi ,. /erdasarkan lama 2 durasi :

L 9kut : kurang dari 1 bulan L %ub akut : 1'# bulan L )ronis : lebih dari #' bulan Proses te!a"inya Nyeri / #e anisme Nyeri 9da empat tahapan terjadinya nyeriG $ %rans"u si 0erupakan proses dimana suatu stimuli nyeri (noDious stimuli! dirubah menjadi suatu aktifitas listrik yang akan diterima ujung'ujung saraf. %timuli ini dapat berupa stimuli fisik (tekanan!, suhu (panas! atau kimia (substansi nyeri!. $erjadi perubahan patofisiologis karena mediator'mediator nyeri mempengaruhi juga nosiseptor diluar daerah trauma sehingga lingkaran nyeri meluas. %elanjutnya terjadi proses sensitisasi perifer yaitu menurunnya nilai ambang rangsang nosiseptor karena pengaruh mediator'mediator tersebut di atas dan penurunan p( jaringan. 9kibatnya nyeri dapat timbul karena rangsang yang sebelumnya tidak menimbulkan nyeri misalnya rabaan. %ensitisasi perifer ini mengakibatkan pula terjadinya sensitisasi sentral yaitu hipereksitabilitas neuron pada spinalis, terpengaruhnya neuron simpatis dan perubahan intraseluler yang menyebabkan nyeri dirasakan lebih lama. -angsangan nyeri diubah menjadi depolarisasi membrane reseptor yang kemudian menjadi impuls syaraf. $ %ransmisi 0erupakan proses penyampaian impuls nyeri dari nosiseptor saraf perifer mele"ati kornu dorsalis, dari spinalis menuju korteks serebri. $ransmisi sepanjang akson berlangsung karena proses polarisasi, sedangkan dari neuron presinaps ke pasca sinaps mele"ati neurotransmitter. $ #o"ulasi 9dalah proses pengendalian internal oleh sistem saraf, dapat meningkatkan atau mengurangi penerusan impuls nyeri. (ambatan terjadi melalui sistem analgesia endogen yang melibatkan bermacam'macam neurotansmiter antara lain endorphin yang dikeluarkan oleh sel otak dan neuron di spinalis. .mpuls ini bermula dari area periaNuaductuagrey (P9@! dan menghambat transmisi impuls pre maupun pasca sinaps di tingkat spinalis. 0odulasi nyeri dapat timbul di nosiseptor perifer medula spinalis atau supraspinalis. $ Persepsi Persepsi adalah hasil rekonstruksi susunan saraf pusat tentang impuls nyeri yang diterima. -ekonstruksi merupakan hasil interaksi sistem saraf sensoris, informasi kognitif (korteks serebri! dan pengalaman emosional (hipokampus dan amigdala!. Persepsi menentukan berat ringannya nyeri yang dirasakan.

Respon %er&a"ap Nyeri %timulus %impatik (nyeri ringan, moderat, dan superficial! L 8ilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate L Peningkatan heart rate L 4asokonstriksi perifer, peningkatan /P L Peningkatan nilai gula darah L 8iaphoresis L Peningkatan kekuatan otot L 8ilatasi pupil L Penurunan motilitas @.

%timulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam! L 0uka pucat L ?tot mengeras L Penurunan (- dan /P L Nafas cepat dan irreguler L Nausea dan +omitus L )elelahan dan keletihan 'a tor(fa tor yang #empengaru&i Respon Nyeri $ Usia 9nak belum bisa mengungkapkan nyeri. Pada orang de"asa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka mengangnggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan. $ )enis elamin @ill (1991! mengungkapkan laki'laki dan "nita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (eD: tidak pantas kalo laki'laki mengeluh nyeri, "anita boleh mengeluh nyeri! $ Kultur ?rang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri. (eD: suatu daerah menganut kepercayaan bah"a nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri!

$ #a na nyeri /erhubungan dengan bagaimana pengalaman seseorang terhadap nyeri dan dan bagaimana mengatasinya. $ Per&atian $ingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. 0enurut @ill (1991!, perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. $ehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri. $ Ansietas <emas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas.

$ Pengalaman masa lalu %eseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. 0udah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri. $ Pola oping Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladapti+e akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri. $ Support eluarga "an so*ial .ndi+idu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan, bantuan dan perlindungan. #e anisme Pengurangan Nyeri 9da berbagai pendapat tentang mekanisme pengurangan nyeri, antara lainG L mekanisme gerbang kontrol (@ate <ontrol $eory! 2 mekanisme segmental (0elCack dan Fall, 1981! L mekanisme antidromik 2 mekanisme perifer, secara langsung maupuntak langsung (Eohnson, #111! L mekanisme ekstrasegmental 2 mekanisme opiat endogen dan neurotransmiter (<hung dkk, 198,! L mekanisme Plasebo (-enie, 1991! L mekanisme neuro+egetatif, menekankan pada akti+asi simpatis 2 sistem otonom L mekanisme penyembuhan jaringan cedera #ana!emen Pengurangan Nyeri 'arma ologi + O 9nalgesics

?bat golongan analgesik akan merubah persepsi dan interpretasi nyeri dengan jalan mendepresi sistem saraf pusat pada $halamus dan )orteks <erebri. 9nalgesik akan lebih efektif diberikan sebelum klien merasakan nyeri yang berat dibandingkan setelah mengeluh nyeri. &ntuk alasan ini maka analgesik dianjurkan untuk diberikan secara teratur dengan inter+al, seperti setiap , jam setelah pembedahan. $erdapat dua klasifikasi mayor dari analgesik, yaitu : a. Narcotic (%trong analgesics! $ermasuk didalamnya adalah : deri+at opiate seperti morphine dan codein. Narkotik menghilangkan nyeri dengan merubah aspek emosional dari pengalaman nyeri (misal : persepsi nyeri!. Perubahan mood dan perilaku dan perasaan sehat membuat seseorang merasa lebih nyaman meskipun nyerinya masih timbul.

b. Nonnarcotics (0ild analgesics! 0encakup deri+at dari : 9sam %alisilat (aspirin!G Para'aminophenols (phenacetin!G PyraColon (PhenylbutaCone!. c. analgesik kombinasi seperti kombinasi dari analgesik kuat (strong analgesics! dengan analgesik ringan (mild analgesics!, contohnya : $ylenol P , merupakan kombinasi dari acetaminophen sebagai obat analgesik nonnarkotik dengan codein, 1mg. O Plasebo Plasebo merupakan obat yang tidak mengandung komponen obat analgesik (seperti : gula, larutan garam2normal saline, atau air! tetapi hal ini dapat menurunkan nyeri. (al itu karena faktor persepsi kepercayan klien. Non farma ologi + O %entuhan terapeutik $eori ini mengatakan bah"a indi+idu yang sehat mempunyai keseimbangan energi antara tubuh dengan lingkuGngan luar. ?rang sakit berarti ada ketidakseimbangan energi, dengan memberikan sentuhan pada klien, diharapkan ada transfer energi ke klien. O 9kupresur Pemberian penekanan pada pusat'pusat nyeri O @uided imagery 0eminta klien berimajinasi membayangkan hal'hal yang menyenangkan, tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan yang tenang serta konsentrasi dari klien. 9pabila klien mengalami kegelisahan, tindakan

harus dihentikan. $indakan ini dilakukan pada saat klien merasa nyaman dan tidak sedang nyeri akut. O 8istraksi 0engalihkan perhatian terhadap nyeri, efektif untuk nyeri ringan sampai sedang. 8istraksi +isual (melihat $4 atau pertandingan bola!, distraksi audio (mendengar musik!, distraksi sentuhan (massase, memegang mainan!, distraksi intelektual (merangkai puCCle, main catur! O 9nticipatory guidence 0emodifikasi secara langsung cemas yang berhubungan dengan nyeri. O (ipnotis 0embantu mengubah persepsi nyeri melalui pengaruh sugesti positif. O /iofeedback $erapi perilaku yang dilakukan dengan memberikan indi+idu informasi tentang respon nyeri fisiologis dan cara untuk melatih kontrol +olunter terhadap respon tersebut. $erapi ini efektif untuk mengatasi ketegangan otot dan migren, dengan cara memasang elektroda pada pelipis. O %timulasi cutaneus <ara kerja dari sistem ini masih belum jelas, salah satu pemikiran adalah cara ini bisa melepaskan endorfin, sehingga bisa memblok stimulasi nyeri. /isa dilakukan dengan massase, mandi air hangat, kompres dingin dan stimulasi saraf elektrik misalkan dengan $7N% (transcutaneus electrical ner+e stimulation!. $7N% merupakan stimulasi pada kulit dengan menggunakan arus listrik ringan yang dihantarkan melalui elektroda luar. Refensi+ 9dmin. *entanyl. http:22medlinuD.blogspot.com2#11Q2192fentanyl.html 5 @una"an, Puji. 9pakah Nyeri .tu....R http:22""".dentafm.com29rtikel29rtikelS#1apakahS#1nyeri.htm Pur"andari, -etno. Nyeri. http:22elearning.unej.ac.id2courses2.)&1 # 6c,92document2N=7-.Thandout.docRcid-eNU.)&1 # 9dc# %omantri. .rman. )onsep Nyeri. http:22irmanthea.blogspot.com2#11Q2112konsep'nyeri.html Kuhri, %aifudin. (and ?ut: %timulasi 5istrik dengan 9rus 8iadinamik. #118

%ugas Kulia& %entang Konsep Nyeri


Posted on 19: # No <omments 5abel: )epera"atan 0edikal /edah

Nyeri adalah perasaan yang bersifat subjektif, dimana tidak akan ada dua orang merasakan dengan cara yang sama. -asa nyeri ini bisa langsung merusak kesehatan dan memperpanjangkan masa penyembuhan dari operasi2 pembedahan, penyakit dan luka berat.

Nyeri bisa dikategorikan menurut sumber2 asal, dari kulit tubuh, somatic dan +isceral. 9tau menurut lamanya seperti nyeri akut dan nyeri kronis. Permulaan nyeri biasanya sama untuk semua orang, tetapi daya tahan tehadap nyeri dan reaksi terhadap nyeri itu sendiri sangat berbeda'beda. 9gar nyeri dapat dirasakan, nociceptors harus dirangsang. 9da merangsang nyeri, yaitu mekanik, panas dan kimia. macam yang dapat

Nociception terdiri dari proses fisologi yang berhubungan dengan persepsi terhadap nyeri. (al ini meliputi mekenisme sensorik tubuh (transduksi!, penularan2 penyebaran (transmisi!, tanggapan (perception! dan menurunkan intensitas (modulasi!. 0enurut teori gate control (pintu perbatasan!, sekeliling urat syaraf memba"a nyeri sampai urat syaraf tulang belakang. 8imana nyeri yang diba"a oleh sekeliling urat syaraf itu dikurangi le+elnya di urat syaraf tulang belakang, sebelum diteruskan ke otak. $eori ini adalah dasar dari kebanyakan tindakan strategi nyeri. /anyak faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang dan reaksi terhadap nyeri, diantaranya adalah suku dan nilai'nilai budaya, tingkat pembangunan, lingkungan, dukungan orang lain, pengalaman dari nyerinya kurang2 sedikit, kegelisahan dan stres. Nyeri adalah perasaan yang bersifat subjektif, dan banyak petunjuk yang dapat dipercaya dari adanya atau kehebatan dari nyeri, yaitu tindakan diri dari klien'klien. Penilaian terhadap semua pengalaman nyeri klien termasuk keseluruhan sejarah tentang nyeri. Falaupun diagnosa'diagnosa yang diberikan pera"at kepada pasien'pasien penderita nyeri, yaitu nyeri akut dan nyeri kronis, nyeri itu sendiri mungkin berhubungan dengan diagnosa' diagnosa pera"at kebanyakan lainnya. %ecara keseluruhan tujuan klien termasuk mencegah, mengurangi atau menghilangkan nyeri agar klien dapat sebagian atau seluruhnya melanjutkan kebiasaan akti+itas sehari'harinya dan untuk menguasai hasil dengan baik dengan pengalaman nyeri. )etika membuat perencanaan, pera"at harus memilih tindakan pertolongan yang tepat untuk klien. Pengelolaan nyeri dimasukkan ke dalam # macam dasar tindakan kepera"atan, yaitu dengan pemberian obat (pharmacologic! dan bukan dengan pemberian obat (nonpharmacologic!.