Anda di halaman 1dari 18

A.

Pendahuluan Teori belajar Humanisme memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor internal dirinya dan bukan oleh kondisi lingkungan ataupun pengetahuan. Menurut teori belajar humanisme, aktualisasi diri merupakan puncak perkembangan individu. ebermaknaan perwujudan dirinya itu bahkan bukan saja dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh lingkungan sekitarnya. Menurut Teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. !iswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik" baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. #agi penganut teori humanistik, proses belajar harus berhulu dan bermuara pada manusia itu sendiri. Teori ini sangat menekankan pentingnya $isi% dari proses belajar. &alam kenyataannya teori ini lebih banyak berbicara tentang pendidikan dan proses belajar dalam bentuknya yang paling ideal. &engan kata lain teori ini lebih tertarik pada ide belajar dalam bentuknya yang paling ideal daripada belajar apa adanya, seperti apa yang biasa kita amati dalam keseharian. Teori apapun dapat dimanfaatkan asal tujuannya untuk $memanusiakan manusia% mencapai aktualisasi diri dan sebagainya dapat tercapai 'Hamzah B. Uno, 2006) . &ari penjelasan di atas maka tujuan utama para pendidik adalah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing"masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi"potensi yang ada dalam diri mereka. Para ahli humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar, ialah ( ). Proses pemerolehan informasi baru, *. Personalia informasi ini pada individu. Tokoh penting dalam teori belajar humanistik secara teoritik antara lain adalah( Arthur +. ,ombs, Abraham Maslow dan ,arl -ogers. Adapun dalam makalah ini akan lebih fokus membahas teori belajar humanistik dalam pandangan ,arl -ogers yang meliputi( a. #iografi ,arls -ogers b. Pandangan ,arls -ogers )

c. onsep Prinsip Pandangan ,arls -ogers d. Teori ,arl -ogers e. Peran Teori ,arl -ogers Terhadap Pengembangan f. Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran !iswa #. Pembahasan a. #iografi ,arls -ogers ,arl -ogers lahir pada tanggal . januari )/0*, di oak park, 1llionis, sebuah daerah pinggiran ,hicago. 1a anak keempat dari enam bersaudara. Ayahnya adalah insinyur teknik sipil yang sukses. 1bunya adalah seorang ibu rumah tangga pemeluk risten yang taat. !emenjak kecil, -ogers nampak cerdas ia sudah bisa membaca sebelum usia T , maka dari itu ia tidak perlu masuk T lagi namun langsung masuk !&. !aat berusia )* tahun, keluarganya pindah ke sebuah daerah pertanian 20 mil sebelah timur ,hicago. -ogers masuk 3niversity of +isconsin mengambil jurusan pertanian. emudian ia beralih mempelajari agama dan bercita"cita onferensi Mahasiswa risten sedunia di menjadi pendeta. &ia pernah dipilih menjadi salah satu dari )0 mahasiswa yang mendapat kesempatan menghadiri #eijing 4 bulan lamanya. Atas keikutsertaanya dan berdasarkan pengalamannya yang baru ini bisa memperluas pemikirannya, akhirnya ia mulai meragukan beberapa pandangan yang menjadi dasar agama. !elama kuliah ia mengenal gadis bernama Helen 5lliot. Meski pertemanannya sempat ditentang oleh orangtuanya, setelah lulus -ogers tetap tetap menikahi Helen. emudian mereka pindah ke kota 6ew 7ork dan mengajar di 3nion Theological !eminary, sebuah institusi keagamaan liberal yang cukup terkenal. Pada saat memberikan kuliah, -ogers menyarankan agar mahasiswanya membuat diskusi kelas dengan tema $ enapa saya mau jadi pendeta8% dia menyatakan, $kalau anda sebagai mahasiswa tidak ingin kehilangan pekerjaan, jangan ambil kelas dengan pembahasan seperti ini.% Ternyata hasilnya mereka menganggap alasan mereka sudah berdasarkan teks"teks keagamaan.!ungguh dramatis, ternyata -ogers sempat kehilangan keyakinan terhadap agama, ini

tentu saja merupakan persoalan psikologis pada dirinya. 9leh karena itu -ogers kemudian masuk ke program Psikologi linis di ,olumbia 3niversity dan menerima gelar Ph.& tahun )/2). :alu melakukan praktik di :embaga Masyarakat -ochester untuk mencegah kekerasan terhadap anak"anak. Pada tahun )/;0 dia menjabat profesor penuh di 6egara bagian 9hio. Tahun )/;* ia menulis buku pertamanya, berjudul counseling and psychoterapy. Tahun )/;< ia diundang untuk mendirikan pusat konseling di 3niversity of ,hicago. !aat bekerja disinilah bukunya yang sangat terkenal ,lient"centered Therapy diterbitkan, yang memuat garis besar teori terapinya. #entuk terapi ini sangat terkenal di Amerika !erikat, dan digunakan dalam usaha memperbaiki kepribadian manusia dalam berbagai situasi. Tahun )/<= ia kembali mengajar di 3niversity of +isconsin. Pada saat itu terjadi konflik internal dalam fakultas psikologi, dan -ogers merasa sangat kecewa dengan sistem pendidikan tinggi yang dia tangani. Tahun )/4= dengan senang hati ia menerima posisi sebagai peneliti di :a >olla, ,alifornia. &i sini dia memberikan terapi, ceramah"ceramah, dan menulis karya"karya ilmiah sampai akhir hayatnya ditahun )/.=. Titik balik kehidupan -ogers, pada tahun )/*0, saat -ogers berusia ). tahun, ia singgah di Peking ,ina, sebagai seorang delegasi untuk konferensi mahasiswa kristen 1nternasioanal. !elama persinggahan kurang lebih 4 bulan, terjadi perubahan"perubahan penting pada dirinya. &i sana, ia mengalami sesuatu yang akan menentukan bentuk dan hakikat dari pendekatannya terhadap kepribadian. !ebelumnya, pendidikan -ogers bercirikan agama risten fundamentalis yang ketat dan tak suka berkompromi dengan suatu tekanan pada tingkah laku moral yang tepat dan kebajikan kerja keras. Ajaran"ajaran agama dari orangtuanya sangat mempengaruhinya sepanjang kanak"kanak dan masa remajaan tidak goyah ketika ia memasuki perguruan tinggi. kedua untuk mengabdikan kehidupannya bagi ?karya"karya menjadi seorang pendeta. Tahun )/*), -ogers dipilih lagi untuk mengahadiri Mahasiswa dalam risten !edunia di ,ina. aspek. &ia banyak menemukan suatu onferensi Aederasi penting dalam onferensi itu membuka wawasannya bagian arena itu, meski risten@ dengan awalnya ia kuliah di bidang pertanian, lalu akhirnya memutuskan dalam tahun

perjalanannya ke sisi lain dari dunia. -ogers yang pada masa !MA"nya agak

terisolasi, kini berubah secara drastis menjadi terbuka kepada orang"orang dari bermacam latar belakang intelektual dan kultural yang ide"ide dan penampilan serta bahasa mereka yang semula asing baginya. &i ,ina, ketika ia berbicara delegasi"delegasi mahasiswa lain, dia mulai terpengaruh oleh ide"ide mereka. epercayaan"kepercayaan fundamentalisnya yang kuat serasa ditembus, dilemahkan, dan akhirnya dibuang. -ogers mencatat pikiran"pikiran dan perasaan"perasaannya pada waktu itu dalam suatu catatan harian. &ia mengirim salah satu salinannya kepada kekasihnya, Helen dan salinan lainnya kepada orangtuanya. &ari hari ke hari, dia terus mencatat dan mengirim pikirannya itu yang bertambah lama bertambah banyak. &i rumah, orangtuanya menjadi sangat khawatir terhadap isi suratnya yang panjang., tetapi -ogers tidak mengetahui apa"apa akan bahaya yang disebabkannya. Hal ini karena jawaban surat dari orangtuanya di Amerika !erikat terlambat dia terima. eterlambatan itu lamanya dua bulan, sebelum reaksi orangtuanya terhadap surat yang pertama sampai kepadanya. !alah satu akibat dari pengalaman -ogers mengikuti konferensi di ,ina adalah putusnya ikatan" ikatan agama dan intelektual dengan orangtuanya, dan munculnya kesadaran bahwa ia merasa merdeka. &i dalam tulisannya $Autobiography% -ogers mengatakan, $saya dapat berpikir menurut pikiran"pikiran saya sendiri, sampai kepada kesimpulan"kesimpulan saya sendiri, dan menjadi saksi terhadap kepercayaan saya sendiri.% ebebasan yang baru diperoleh ini, serta perasaan epercayaan dan keyakinan dan arah yang diberikannya menyebabkan ia sadar bahwa akhirnya seseorang harus berdasar pada pengalamannya sendiri. terhadap kepribadian. b. Pandangan -ogers Pandangan rogers secara esensial disusun oleh persepsi. #agi rogers objek utama dari kajian psikologi adalah manusia dan dunia yang dipandang oleh manusia itu. 9leh karena itu, menueurt -ogers kerangka fenomenologis internal dari referensi individual akan membentuk dasar psikologi yang tepat. 7ang dapat dikaji terutama oleh hukum"hukum yang mengatur persepsi. -ogers memandang manusia sebagai bentuk"bentuk dari konsep dirinya 'self conceptB dan pengalaman di satu sisi, dan interpretasinya tentang stimulus lingkungan pada keyakinan akan pengalaman diri sendiri menjadi sendi pendekatan -ogers

sisi yang lain. 1nilah tingkatan kongruensi antara faktor"faktor tersebut mempengaruhi perluasan aktualisasi diri yang terjadi.

yang

-ogers beragumentasi bahwa perubahan"perubahan dalam persepsi diri dan persepsi atas realitas menghasilkan perubahan yang serentak dalam perilaku dan hal itu memberikan kondisi psikologis tertentu bagi seseorang sehingga mempunyai kapasitas untuk mereorganisasi bidang persepsinya., termasuk bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri. Hal yang sangat penting adalah ancaman terhadap konsep diri, sebab diri biasanya menolak memasukkan pengalaman yang tidak konsisten dengan fungsinya. Maka -ogers berpendapat bahwa ketika diri dipandang bebas dari ancaman serangan, maka diri mungkin akan menjawab persepsi yang bertolak dan mengintegrasikannya kembali diri dalam cara yang sedemikian rupa hingga menjadi bagian darinya. 1a menganggap terapi sebagai suatu proses yang di dalam individu memiliki kesempatan untuk mengorganisasi kembali dunia subjektifnya ' the subjective worldB, dan untuk mengintegrasikan dan mengaktualisasikan diri. &engan demikian, ia memandang proses utama dari terapi adalah memfasilitasi pengalaman individu untuk menjadi individu yang lebih otonom, spontan, percaya diri. Meskipun demikian, ketika desakan potensi aktualisasi diri, ada dalam diri seseorang, -ogers menyatakan bahwa kondisi"kondisi yang dapat memfasilitasi perkembangannya terdapat pada hubungan seseorang dengan ahli terapi, dan terjadi melalui hubungan yang dekat, hangat secara emosional dan saling pengertian dimana individu bebas dari ancaman dan memiliki kebebasan untuk menjadi $diri yang sesungguhnya%. !aya sapat menetapkan keseluruhan hipotesis dalam satu kalimat, sebagai berikut( >ika saya dapat melakukakan suatu jenis hubungan tertentu, orang lain akan menemukan dalam dirinya kapasitas untuk tumbuh, dan berubah, serta perkembangan pribadi akan terjadi. '-ogers, )/4), hlm.22B. >enis hubungan yang dimaksud oleh rogers ini memiliki tiga kualitas khusus yang penting, pertama adalah antusias atau kemurnian dari para ahli terapi. 3ntuk mencapai hal itu ahli terapi harus sadar perasaanya sendiri, sejauh yang mungkin dilakukan, dan tidak menunjukkan sikap kepura"puraan, jika mungkin dapat mengekspresikan berbagai sikap dan perasaan. ondisi kedua dari hubungan terapeutik adalah memandang positif kondisi yang tidak sama 'unconditional positiv regardB kepada klien, memberi harga dan nilai kepada

<

seseorang sebagai seorang individu yang terlepas dari kondisinya, perilaku dan perasaan, respek terhadap seseorang, dan penerimaan terhadap seseorang karena kebenaran yang dimilikinya. ondisi ketiga dari hubungan itu adalah pengertian empatis atau mendengarkan secara tulus keinginan yang terus meenerus untuk memahami perasaan dan makna pribadi yang dialami seseorang. >adi hubungan bermanfaat ini dicirikan sikap keterbukaan saya, dalam hal ini perasaan saya adalah tampak jelas, karena penerimaan terhadap orang lain ini sebagai orang yang terpisah dengan nilai kebenaran miliknya sendiri dan dengan pengertian empatis yang mendalam yag memungkinkan saya melihat dunia pribadinya melalui tatapan matanya. Pada saat kondisi"kondisi ini tercapai, saya menjadi kawan bagi klien saya, menemaninya dalam ketakutan mencari dirinya sendiri, kini dia merasakan bebas melakukannya. c. onsep prinsip Pemikiran -ogers Adapun penjelasan konsep masing"masing prinsip tersebut adalah sebagai berikut(a. ). Hasrat untuk #elajar Menurut -ogers, manusia mempunyai hasrat alami untuk belajar. Hal ini terbukti dengan tingginya rasa ingin tahu anak apabila diberi kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan. &orongan ingin tahu untuk belajar ini merupakan asumsi dasar pendidikan humanistik. &i dalam kelas yang humanistik anak"anak diberi kesempatan dan kebebasan untuk memuaskan dorongan ingin tahunya, untuk memenuhi minatnya dan untuk menemukan apa yang penting dan berarti tentang dunia di sekitarnya. *. #elajar yang #erarti #elajar akan mempunyai arti atau makna, apabila apa yang dipelajari relevan dengan kebutuhan dan maksud anak. Artinya, anak akan belajar dengan cepat apabila yang dipelajari mempunyai arti baginya. 2. #elajar Tanpa Ancaman #elajar mudah dilakukan dan hasilnya dapat disimpan dengan baik apabila berlangsung dalam lingkungan yang bebas ancaman. Proses belajar akan berjalan lancar manakala murid dapat menguji

kemampuannya, dapat mencoba pengalaman"pengalaman baru atau membuat kesalahan"kesalahan tanpa mendapat kecaman yang bisaanya menyinggung perasaan ;. #elajar atas 1nisiatif !endiri #elajar akan paling bermakna apabila hal itu dilakukan atas inisiatif sendiri dan melibatkan perasaan dan pikiran si pelajar. Mampu memilih arah belajarnya sendiri sangatlah memberikan motivasi dan mengulurkan kesempatan kepada murid untuk $belajar bagaimana caranya belajar% 'to learn how to learn B. Tidaklah perlu diragukan bahwa menguasai bahan pelajaran itu penting, akan tetapi tidak lebih penting daripada memperoleh kecakapan untuk mencari sumber, merumuskan masalah, menguji hipotesis atau asumsi, dan menilai hasil. #elajar atas inisiatif sendiri memusatkan perhatian murid baik pada proses maupun hasil belajar. #elajar atas inisiatif sendiri juga mengajar murid menjadi bebas, tidak bergantung, dan percaya pada diri sendiri. Apabila murid belajar atas inisiatif sendiri, ia memiliki kesempatan untuk menimbang"nimbang dan membuat keputusan, menentukan pilihan dan melakukan penilaian. &ia menjadi lebih bergantung pada dirinya sendiri dan kurang bersandar pada penilaian pihak lain.&i samping atas inisiatif sendiri, belajar juga harus melibatkan semua aspek pribadi, kognitif maupun afektif. -ogers dan para ahli humanistik yang lain menamakan jenis belajar ini sebagai whole"person"learning belajar dengan seluruh pribadi, belajar dengan pribadi yang utuh. Para ahli humanistik percaya, bahwa belajar dengan tipe ini akan menghasilkan perasaan memiliki 'feeling of belonging B pada diri murid. &engan demikian, murid akan merasa terlibat dalam belajar, lebih bersemangat menangani tugas"tugas dan yang terpenting adalah senantiasa bergairah untuk terus belajar. <. #elajar dan Perubahan Prinsip terakhir yang dikemukakan oleh -ogers ialah bahwa belajar yang paling bermanfaat ialah belajar tentang proses belajar. Menurut -ogers, di waktu"waktu yang lampau murid belajar mengenai

fakta"fakta dan gagasan"gagasan yang statis. +aktu itu dunia lambat brerubah, dan apa yang diperoleh di sekolah sudah dipandang cukup untuk memenuhi tuntutan Caman. !aat ini perubahan merupakan fakta hidup yang sentral. 1lmu Pengetahuan dan Teknologi selalu maju dan melaju. Apa yang dipelajari di masa lalu tidak dapat membekali orang untuk hidup dan berfungsi baik di masa kini dan masa yang akan dating. &engan demikian, yang dibutuhkan saat ini adalah orang yang mampu belajar di lingkungan yang sedang berubah dan akan terus berubah d. Teori ,arl -ogers Teori -ogers didasarkan pada prinsip humanistik bahwa jika orang diberi kebebasan dan dukungan emosional untuk bertumbuh, mereka bisa berkembang menjadi manusia yang berfungsi secara penuh. Tanpa kesamaaan atau pengarahan, tetapi didorong dengan lingkungan yang menerima dan memahami situasi terapeutik, orang akan memecahkan masalahnya sendiri dan berkembang menjadi jenis individu yang mereka inginkan. -ogers mengatakan bahwa tiap"tiap dari individu memiliki dua selfDdiri. &iri yang kita rasakan sendiri '$1% atau $me% yang merupakan persepsi kita tentang diri kita sesungguhnya $real self%B dan diri kita yang idealDdiinginkan $ideal self% 'yang kita inginkanB. -ogers ')/4)B megajarkan bahwa masing"masing dari kita adalah korban dari conditional positive regard 'memberikan cinta, pujian, dan penerimaan jika individu mematuhi norma orang tua atau norma sosialB yang orang lain tunjukkan kepada kita. aturan orang tua yang keras. ita diperintahkan untuk melakukan apa yang harus kita lakukan dan kita pikirkan. ita dicela, disebutkan nama, ditolak, atau dihukum jika kita tidak menjalani norma dari orang lain. !ering kali kita gagal, dengan akibat kita mengembangkan penghargaan diri yang rendah, menilai rendah diri sendiri, dan melupakan siapa diri kita sebenarnya. -ogers mengatakan bahwa jika kita memiliki citra diri yang sangat buruk atau berperilaku buruk, kita memerlukan cinta, persetujuan, persahabatan, dan dukungan orang lain. ita memerlukan unconditional positive regard 'memberi dukungan dan apresiasi individu tanpa menghiraukan perilaku yang tak pantas ita tidak bisa mendapatkan cinta dan persetujuan orang tua atau orang lain kecuali bila mematuhi norma sosial dan

secara sosialB, bukan karena kita pantas mendapatkannya, tapi karena kita adalah manusia yang berharga dan mulia. &engan itu semua, kita bisa menemukan harga diri dan kemampuan mencapai ideal self kita sendiri. Tanpa unconditional positive regard kita tidak dapat mengatasi kekurangan kita dan tak dapat menjadi orng yang berfungsi sepenuhnya. -ogers mengajarkan bahwa individu yang sehat adalah individu yang berfungsi sepenuhnya, yaitu yang telah mencapai keselarasan antara diri yang nyata 'real selfB dan diri yang dicita"citakan 'ideal selfB. >ika ada penggabungan antara apa yang orang rasakan tentang bagaimana dirinya dan apa yang mereka inginkan, mereka mampu menerima dirinya menjadi diri sendiri dan hidup sebagai diri sendiri tanpa konflik. ). Pendekatan -ogers Terhadap epribadian Tema pokok pemikiran -ogers adalah suatu refleksi tentang apa yang dipelajarinyan mengenai dirinya pada rentang usia )."*0 tahun( bahwa seseorang harus bersandar pada pengalamannya sendiri tentang dunia, karena hanya itulah kenyataan yang dapat diketahui oleh seorang individu. Harus dipahami bahwa -ogers bekerja dengan individu"individu yang terganggu yang mencari bantuan untuk mengubah kepribadian mereka. 3ntuk merawat pasien"pasien ini 'yang selanjutnya disebut -ogers sebagai klienB, dia mengembangkan suatu metode trapi yang menempatkan tanggung jawab utama terhadap perubahan kepribadian pada klien, bukan pada ahli terapi 'seperti biasa dilakukan oleh penganut AreudB. 9leh karena itu, pendekatannya disebut $terapi yang berpusat pada klien% 'client"centered therapyB. Metode ini menganggap bahwa individu yang terganggu memiliki suatu tingkat kemampuan kesadaran tertentu, dan mengatakan kepada kita banyak hal tentang pandangan -ogers mengenai kodrat manusia. Menurut -oger, manusia yang rasional dan sadar, tidak terkontrol oleh peristiwa"peristiwa masa kanak"kanak karena masa itu sudah lewat seperti pembiasaan akan kebersihan buang air kecil atau buang air besar, penyapihan yang lebih cepat atau pengalaman"pengalaman seks sebelum waktunya. Hal"hal ini tidak menghukum atau membelenggu kita untuk hidup dalam konflik dan kecemasan yang tidak dapat dikontrol. Masa sekarang

dan bagaimana kita memandangnya bagi kepribadian yang sehat adalah jauh lebih penting daripada berlarut"larut mengingat masa lampau. Akan tetapi -ogers mengemukakan bahwa pengalaman"pengalaman masa lampau dapat mempengaruhi cara bagaimana kita memandang masa sekarang yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat kesehatan psikologis kita. >adi, pengalaman"pengalaman masa kanak"kanak adalah penting, tetapi fokus -ogers tetap pada apa yang terjadi terhadap seseorang hari ini, saat sekarang, bukan pada apa yang terjadi waktu lampau *. Motivasi 9rang yang !ehat adalah Aktualisasi Menurut -ogers dorongan adalah ?satu kebutuhan fundamental@. -ogers menempatkan suatu meliputi dorongan dalam sistemnya tentang dan kepribadian, pemeliharaan, mengaktualisasikan,

meningkatkan semua segi individu.

ecenderungan ini dibawa sejak lahir

dan meliputi komponen"komponen pertumbuhan fisiologis danpsikologis, meskipun selama tahun"tahun awal kehidupan, kecenderungan tersebut lebih terarah kepada segi"segi fisiologis. #aginya tidak ada segi pertumbuhan dan perkembangan manusia beroperasi secara terlepas dari kecenderungan aktualisasi ini. Aktualisasi mempertahankan bisa berbuat jauh lebih juga banyak daripada dan organisme, aktualisasi memudahkan

meningkatkan pematangan dan pertumbuhan. ,ontohnya jika bayi bertambah besar, organ"organ tubuh dan proses"proses fisiologis menjadi semakin kompleks dan berdiferensiasi karena bayi tersebut fisiknya mulai berfungsi dalam arah"arah yang kompleks. Proses pematangan ini mulai dengan perubahan"perubahan dalam ukuran dan bentuk dari bayi yang baru lahir sampai pada perkembangan sifat"sifat jenis kelamin sekunder pada masa remaja. -ogers berpendapat, bahwa kecenderungan untuk aktualisasi sebagai suatu tenaga pendorong adalah jauh lebih kuat daripada rasa sakit dan perjuangan, serta setiap dorongan yang ikut menghentikan usaha untuk beerkembang. -ogers percaya bahwa segi kecenderungan aktualisasi ini dapat ditemukan dalam semua makhluk yang hidup.

)0

#inatang"binatang, pohon"pohon, dan bahkan ganggang laut memilikinya, sebagaimana dilukiskan -ogers dalam gaya puitis( $&i sini dalam ganggang laut yang serupa pohon palm, terdapat kegigihan hidup, dorongan hidup untuk maju, kemampuan untuk masuk ke dalam suatu lingkunagn yang benar" benar bermusuhan dan tidak hanya mempertahankan 1ntinya, aktualisasi dirinya, tetapi juga menyesuaikan atau dihalangi diri, oleh berkembang, dan menjadi dirinya sendiri.% diri akan dibantu pengalaman dan belajar, khususnya dalam masa kanak"kanak. Agaknya, ?konvergensi@ merupakan ?potret@ yang perkembangan ini, karena individu dapat mewakili tumbuh tidak gambaran semata"mata

?berselimutkan tabula rasa@, tetapi dalam perkembangannya faktor ?lingkungan@ 'environmentB juga memiliki andil yang besar. 2. Perkembangan &iri -ogers mengilustrasikan perkembangan diri manusia seperti berikut( etika individu masih kecil, sebagai anak"anak ia mulai membedakan atau memisahkan salah satu segi pengalamannya dari pengalaman yang lain. !egi ini adalah ?diri@ dan itu digambarkan dengan bertambahnya penggunaan kata ?aku@ dan ?kepunyaanku@. Anak itu mengembangkan kemampuan untuk membedakan antara apa yang menjadi milik atau bagian dari dirinya dan semua benda lain yang dilihat, didengar, diraba, dan diciumnya ketika dia mulai membentuk suatu lukisan dan gambar tentang siapa dia. &engan kata lain, anak itu mengembangkan suatu ?pengertian diri@ atau self concept. !ebagai bagian dari self concept, anak itu juga menggambarkan dia akan menjadi siapa atau ingin menjadi siapa. ,ara"cara khusus bagaimana ?diri@ itu berkembang dan apakah dia akan menjadi sehat atau tidak, tergantung pada cinta dan kasih sayang yang diterima anak itu di masa kecil. Penerimaan cinta ini utamanya dari ibu, dan dari bapak, tetapi bisa juga dari pengasuhan orang dewasa lain, misalnya pengasuh bayi, kakek nenek, atau pembantu. Pada waktu ?diri@ itu berkembang, anak itu juga belajar membutuhkan cinta. -ogers menyebut kebutuhan ini sebagai ?penghargaan positif@ atau positive

))

regard. Positive regard merupakan suatu kebutuhan yang bisa memaksa dan merembes, dimiliki oleh semua manusia, setiap anak terdorong untuk mencari ?penghargaan positif@. ;. arakteristik aktualisasi"diri Ada 2 hal penting menurut -ogers jika seseorang ingin memahamin aktualisasi"diri. 7aitu ( ). Aktualisasi"diri berlangsung terus menerus *. Aktualisasi"diri merupakan suatu proses yang sukar 2. Aktualisasi"diri menjadikan orang menjadi diri mereka sendiri Hal pertama, -ogers meyakini bahwa kepribadian yang sehat itu bukan merupakan suatu keadaan dari ada, melainkan suatu peroses, atau ?suatu arah bukan suatu tujuan@. Aktualisasi diri berlangsung terus, meruoakan suatu kondisi yang selesai atau statis. Tujuannya yakni orientasi ke masa depan, atau menarik individu ke depan, yang selanjutnya mendiferensasikan dan mengembangkan segala segi dari ?diri@. Hal kedua, aktualisasi"diri itu merupakan suatu proses yang sukar dan kadang kadang menyakitkan. Aktualisasi"diri merupakan suatu ujian, rintangan, dan cambuk yang muncul terus menerus terhadap semua kemampuan seseorang. Menurut -ogers, $aktualisasi"diri merupakan keberanian untuk ada%. hal ini berarti, $seseorang meluncurkan diri sendiri sepenuhnya kedalam arus kehidupan%. Hal ketiga, bahwa orang orang yang mengaktualisasikan diri, mereka benar"benar menjadi diri mereka sendiri. Mereka tidak bersembunyi di belakang topeng"topeng , yang berpura pura menjadi sesuatu yang bukan diri mereka, atau menyembunyikan sebagian diri mereka. Mereka mengetahui bahwa mereka dapat berfungsi sebagai individu"individu dalam sanksi"sanksi dan garis"garis pedoman yang jelas dari masyarakat. <. 9rang yang berfungsi sepenuhnya Menurut rogers ada < sifat orang yang berfungsi sepenuhnya. 7aitu (

)*

a. Adanya keterbukaan pada pengalaman !eseorang yang tidak terhambat oleh syarat"syarat penghargaan, bebas untuk mengalami semua perasaan dan sikap. Tidak satu pun yang harus dilawan karna tidak ada satupun yang mengancam. >adi, keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensif. !etiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan dari luar disampaikan ke sistem syaraf organisme tanpa rintangan. b. #erada dalam kehidupan eksistensial 9rang yang berfungsi sepenuhnya, senantiasa hidup dalam momen kehidupan. !etiap pengalaman dirasakan segar dan baru. !esuatu yang dialami seperti sebelumnya belum pernah ada, kemudian direspon dengan cara yang tidak persis sama. Maka dalam setiap momen kehidupan selalu ada kegembiraan, karena setiap pengalaman dapat tersingkap secara segar. c. Adanya kepercayaan terhadap organisme diri sendiri Prinsip ini mungkin paling baik dipahami dengan menunjuk pada pengalaman rogers sendiri . &ia menyatakan $ Apabila aktivitas seakan" akan berharga maka aktivitas itu perlu dilakukan. !ebaliknya , jika suatu aktivitas dirasa tidak berharga maka aktivitas itu tidak perlu dilakukan. !aya telah belajar bahwa seluruh perasaan organisme saya terhadap suatu situasi lebih dapat dipercaya dari pada pikiran saya $ d. Memiliki perasaan bebas -ogers percaya semakin seseorang sehat secara psikologis, maka semakin ia mengalami kebebasan untuk memilih dan bertindak. 9rang yang sehat dapat memilih dengan bebas tanpa adanya paksaan atau rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. e. !enantiasa kreatif !emua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Mengingat sifat"sifat yang mereka miliki, sukar untuk melihat bagaimana seandainya kalau orang ini tidak demikian kreatif. Menurut rogers orang" orang yang terbuka sepenuhnya kepada semua pengalaman, yang percaya akan organisme mereka sendiri, yang fleksibel dalam keputusan dan tindakannya, ialah orang"orang yang akan mengungkapkan diri mereka dalam produk"produk yang kreatif ,serta kehidupan yang kreatif

)2

dalam semua bidang kehidupannya. Mereka bertingkah laku spontan, senantiasa berubah ,bertumbuh dan berkembang sebagai respons atas stimulus E stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitar mereka. 5. Peran Teori Terhadap Pengembangan Teori ini mengajarkan orang untuk percaya pada diri sendiri dan menerima tanggungjawab untuk pengembangan potensi penuhnya. Humanis juga menekankan bahwa orang memiliki kebutuhan manusia ysng nyata yang harus terpenuhi untuk pertumbuhan dan perkembangan. -ogers membedakan dua tipe belajar yaitu( ). ognitif 'kebermaknaanB *. 5Fperiential 'pengalaman atau signifikansiB Menurut -ogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu( ). Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. !iswa tidak harus belajar tentang hal"hal yang tidak ada artinya. *. !iswa akan mempelajari hal"hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa. 2. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa. ;. #elajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses. &alam bukunya Areedom To :earn, ia menunjukkan sejumlah prinsip" prinsip dasar humanistic yang penting diantaranya ialah( aB Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami bB #elajar yang signifikan terjadi apbila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud"maksud sendiri. cB #elajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri dianggap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. dB Tugas"tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimiliasikan apabila ancaman"ancaman dari luar itu semakin kecil.

);

eB Apabila ancaman terhadap diri siswa redah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda"beda dan terjadilah proses belajar. fB #elajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya. dan ikut bertanggungjawab terhadap proses belajar itu. hB #elajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari. iB epercayaan terhadap diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengeritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting. j) #elajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar, suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam diri sendiri mengenai proses perubahan itu 'Tadjab, 1994) !alah satu model pendidikan terbuka mencakup konsep mengajar guru yang fasilitatif yang dikembangkan -ogers diteliti oleh Aspy dan -oebuck ')/=<B, mereka meneliti kemampuan para guru untuk menciptakan kondisi yang mendukung yaitu empati, penghargaan dan umpan balik positif. ,iri"ciri guru yang fasilitatif adalah( )B Merespon perasaan siswa *B Menggunakan ide"ide siswa untuk melaksanakan interaksi sudah dirancang 2B #erdialog dan berdiskusi dengan siswa ;B Menghargai siswa <B esesuaian antara perilaku dan perbuatan isi kerangka berpikir siswa 'penjelasan untuk memantapkan kebutuhan segera dari siswaB =B Tersenyum pada siswa f. Aplikasi Teori Humanistik Terhadap Pembelajaran !iswa Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metode"metode yang diterapkan. Peran )< 4B Menyesuaikan yang gB #elajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar

guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para siswa sedangkan guru memberikan motivasi kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran. !iswa berperan sebagai pelaku utama 'student centerB yang memaknai proses pengalaman belajarnya sendiri. &iharapkan siswa memahami potensi diri, mengembngkan potensi dirinya secara positif dan meminimalkan potensi diri yang bersifat negatif.Tujuan pembelajaran lebih kepada proses belajarnya daripada hasil belajar. Adapun proses yang umumnya dilalui adalah( ). Merumuskan tujuan belajar yang jelas. *. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas, jujur dan positif. 2. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri. ;. Mendorong siswa untuk peka, berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri. <. !iswa didorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang diinginkannnya dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukkan. 4. Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normative tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya =. Memberikan kecepatannya .. 5valuasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa. Pembelajaran berdasarkan teori humanistic ini cocok untuk diterapkan untuk materi"materi pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial. 1ndikator dari keberhasilan aplikasi iini adalah siswa merasa senang bergairah, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. !iswa diharapkan menjadi manusia yang bebas, berani, tidak terikat oleh pendapat orang lain dan mengatur pribadinya sendiri secara bertanggungjawab kesempatan murid untuk maju sesuai dengan

)4

tanpa mengurangi hak"hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin, atau etika yang berlaku. ,. esimpulan ,arl -ansom -ogers '. >anuari )/0* " ; Aebruari )/.=B adalah seorang psikolog Amerika yang berpengaruh di antara para pendiri psikologi dengan pendekatan humanistik. -ogers secara luas dianggap sebagai salah satu pendiri penelitian psikoterapi. ,arl -ogers adalah seorang psikolog yang terkenal dengan pendekatan terapi klinis yang berpusat pada klien 'client centeredB. -ogers kemudian menyusun teorinya dengan pengalamannya sebagai terapis selama bertahun"tahun. Teori -ogers mirip dengan pendekatan Areud, namun pada hakikatnya -ogers berbeda dengan Areud karena -ogers menganggap bahwa manusia pada dasarnya baik atau sehat. &engan kata lain, -ogers memandang kesehatan mental sebagai proses perkembangan hidup alamiah, sementara penyakit jiwa, kejahatan, dan persoalan kemanusiaan lain dipandang sebagai penyimpangan dari kecenderungan alamiah.Teori -ogers didasarkan pada suatu Hdaya hidupH yang disebut kecenderungan aktualisasi. ecenderungan aktualisasi tersebut diartikan sebagai motivasi yang menyatu dalam setiap diri makhluk hidup dan bertujuan mengembangkan seluruh potensinya semaksimal mungkin. >adi, makhluk hidup bukan hanya bertujuan bertahan hidup saja, tetapi ingin memperoleh apa yang terbaik bagi keberadaannya. &ari dorongan tunggal inilah, muncul keinginan"keinginan atau dorongan"dorongan lain yang disebutkan oleh psikolog lain, seperti kebutuhan untuk udara, air, dan makanan, kebutuhan akan rasa aman dan rasa cinta, dan sebagainya. !elain itu, ,arl -. -ogers adalah seorang ahli psikologi humanistik yang gagasan"gagasannya berpengaruh terhadap pikiran dan praktek psikologi di semua bidang, baik klinis, pendidikan, dan lain"lain. :ebih khusus dalam bidang pendidikan, -ogers mengutarakan pendapat tentang prinsip"prinsip belajar yang humanistik, yang meliputi hasrat untuk belajar, belajar yang berarti, belajar tanpa ancaman yang humanistik, yang meliputi hasrat untuk belajar, belajar yang berarti, belajar tanpa ancaman, belajar atas inisiatif sendiri, dan belajar untuk perubahan.

)=

&aftar Pustaka #. 3no, HamCah. *004. 9rientasi #aru dalam Psikologi Pendidikan. >akarta ( PT. #umi Aksara. Palmer, >.A. 'editorB. *002. <0 Pemikir Pendidikan. &ari Piaget !ampai Masa !ekarang. 'terjemahan ( Aarid AssifaB. 7ogyakarta ( Penerbit >endela. !oemanto, +asty. )//.. Psikologi Pendidikan, :andasan Pendidikan. >akarta( -ieneka ,ipta. erja Pemimpin

Aus 6asiban, :adisi. *00;. Para Psikolog Terkemuka &unia. >akarta( Grassindo.M1A #aihaIi. *00.. Psikologi Pertumbuhan. #andung( PT. -emaja -osdakarya. George #oeree. *00.. Personality Theories( Melacak epribadian Anda #ersama Psikolog &unia. 7ogyakarta( Prismasophie. http(DDrohman"makalah.blogspot.comD*00.D0=Dteori"belajar"akhmad"sudrajat" m.html

).