Anda di halaman 1dari 1

Visum Et Repetum Menurut lokakarya visum et repetum, Jakarta pada tahun 1986.

Visum et Repetum adalah laporan tertulis yang dibuat dokter atas sumpah jabatan, tentang apa yang dilihat dn ditemukan pada barnag bukti tubuh manusia, atas permintaan tertulis dari pihak yang berwenang, untuk kepentingan peradilan. Visum et Repetum memiliki beberapa bagian: 1. Pembukaan 2. Pendahuluan 3. Pemberitaan 4. Kesimpulan 5. Penutup Pada visum et repetum, dokter yang menjadi saksi ahli hanya akan memberikan penilaian atau pendapat mengenai suatu proses yang telah terjadi. Misalnya, terjadi luka selebar ...cm di lutut. Visum et repetum tidak menyatakan "ada pembunuhan, ada perkosaan, ada penganiayaan" . Bagian-bagian visum et repetum Pendahuluan Pada bagian pendahuluan berisi identitas peminta (berdasarkan surat permintaan visum) korban yang diperiksa dan identitas pemeriksa. surat permintaan visum harus diperiksa juga keabsahannya. Pemberitaan Pemberitaan berisi tentang fakta,fakta yang dilihat dan diketahui pada saat pemeriksaan medik. Pemberiaan bersifat sebagai pengganti barang bukti. Pemeriksaan harus sesuai standard dan diuraikan secara rinci dan objektif. Yaitu deskripsi luka yang akurat Contoh bagian pemberitaan: Pada dahi sisi kanan, 2cm GPD, tepat di atas alis, terdapat sebuah benjolan lunak sewarna kulit, berukuran 2.5 cm x 1,5 cm, nyeri pada penekanan Kesimpulan Bagian kesimpulan dibuat bergantung pada kasus dan berhubungan dengna pasal-pasal ataupun undang-undang yang terkait.