Anda di halaman 1dari 54

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang CV. Raket dan Olahraga Abadi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang olahraga, yang produksi utamanya adalah raket badminton. Semakin pesatnya permintaan alat olahraga terutama raket yang dibutuhkan oleh konsumen, hal ini mendorong perusahaan-perusahaan saling berpacu agar dapat memuaskan kebutuhan konsumen dengan cara menghasilkan raket berkualitas sesuai dengan keinginan konsumen. Hal tersebut membuat perusahaan raket abadi perlu meningkatkan performansi sistem supaya alur proses produksi bisa berrjalan tepat waktu sesuai dengan pesananan. Salah satu cara untuk memperbaiki performansi sistem adalah dengan menggunakan simulasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan sistem secara nyata dan terperinci. Software yang digunakan adalah Promodel yang merupakan high-level program dan specify-purpose

simulation. ProModel adalah perangkat simulasi untuk memodelkan berbagai


macam sistem manufaktur dan jasa. Penggunaan simulasi diharapkan dapat memperbaiki sistem agar dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Pemilihan proses pembuatan raket pada CV. Abadi yang berada di Sukun sebagai studi kasus pada praktikum simulasi karena prosesnya yang cukup kompleks. Proses pembuatan raket adalah proses pemotongan, pelubangan, dan rolling pada besi. Pada kayu dilakukan proses pemotongan, pengeboran, dan penirusan. Setelah itu dilakukan proses assembly dan finishing. Analisis mengenai sistem pembuatan raket diperlukan untuk mengetahui apakah sistem sudah berjalan dengan efektif dan efisien, maka perlu adanya suatu simulasi pada sistem tersebut. Hal Selain itu dengan peberbaikan sistem yang ada ini diharapkan proses pembuatan raket ini bisa berjalan dengan cepat karena raket ini merupakan alat yang digunakan sebagai alat permainan bulu tangkis dan bulu tangkis merupakan salah satu olah raga favorit di indonesia. Apalagi bila ada event tahunan seperti tomas cup dan uber cup maka permintaaan akan raket akan meningkat.
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini antara lain: 1. Untuk memodelkan sistem nyata dengan menggunakan petrinet. 2. Untuk memodelkan sistem nyata pada sofware promodel dan mensimulasikannya. 3. Agar dapat melakukan verifikasi dan validasi model. 4. Untuk dapat menganalisis hasil simulasi.

1.3 Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan praktikum ini antara lain: 1. Dapat memodelkan sistem nyata menggunakan petrinet. 2. Dapat memodelkan sistem nyata pada sofware promodel dan mensimulasikannya. 3. Dapat melakukan verifikasi dan validasikan sistem. 4. Dapat menganalisis hasil simulasi.

1.4 Batasan Batasan dari praktikum ini antara lain 1. Sistem yang digunakan berupa Single Line Single Server untuk work station 1 sampai 9 dan Single Line Multi Server work station 10. 2. Obyek yang diamati adalah sistem pembuat raket. 3. Replikasi yang dilakukan sebanyak 5 kali. 4. Proses pembuatan raket sehari selama jam.

1.5 Asumsi Asumsi dari praktikum ini antara lain 1. Tidak ada pekerja menganggur dan dalam kondisi sehat. 2. Tidak ada kerusakan mesin.

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

3. Data yang digunakanadalah data waktu awal proses pembuatan sampai barang jadi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Sistem Sistem didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang secara bersama-sama menjalankan fungsinya untuk mencapai sebuah tujuan tertentu(Blanchard, 1991).Sedangkan menurut Raymond Mcload (2001), sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuksuatu kesatuan yang utuh dan tepadu. Karakteristik atau ciri-ciri sistem sebagai berikut Sistem terdiri dari berbagai elemen yang membentuk satu kesatuan. Adanya interaksi, saling ketergantungan dan kerjasama antar elemen. Sebuah sistem ada untuk mencapai tujuan tertentu. Memiliki mekanisme / transformasi. Memiliki lingkungan yang mengakibatkan dinamika sistem 2.1.1 Karakteristik Sistem Sistem memiliki beberapa karakteristik antara lain : 1. Kejadian(event), merupakan suatu peristiwa yang dapat merubah keadaan sistem.Contohnya adalah kedatangan, kerusakan mesin. 2. Aktivitas (activity), merupakan suatu proses yang menyebabkan perubahan dalam sistem yang dapat mengubah atribut maupun entity. Contohnya seperti proses pengeboran, welding, assembly, milling, tapping, dll. 3. Hubungan (relationship), merupakan kesinambungan interaksi antara dua objek atau lebih yang memudahkan proses pengenalan satu akan yang lain. Contoh Budi dan Ali adalah anak pak Agus. 4. Antarmuka penghubung (interface), merupakan media penghubung antar subsistem. Cotoh interface widows 7. 5. Elemen-elemen, merupakan komponen bagian dari sistem yang berupa entitas atau subsistem:
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

a. Entitas Entitas adalah objek yang diproses dan diamati dalam suatu sistem. Contoh dari entitas adalah material awal yang diproses di dalam sistem, custoomer pada antrian bank, pasien pada sistem rumah sakit, dsb. b. Subsitem Subsistem sebenarnya hanyalah sistem di dalam suatu sistem, ini berarti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemisalan lainnya, mobil adalah suatu sistem yang terdiri dari sistem-sistem bawahan seperti sistem mesin, sistem badan mobil dan sistem rangka. Masing-masing sistem ini terdiri dari sistem tingkat yang lebih rendah lagi. 6. Atribut, merupakan sebutan, sifat atau karakteristik yang memiliki elemen sistem. Terdapat dua macam atribut, yaitu: a. Parameter Besaran yang nilainya akan memberi sifat (karakteristik) tertentu dari suatu sistem. Parameter adalah atribut sejati dari suatu objek dalam sistem. Nilai parameter dapat tetap (time invariant) berupa konstanta atau berubah dengan waktu (time variant).Contohnya tanda-tanda tsunami adalah surutnya laut secara tiba-tiba sampai daerah tepi pantai dapat dilihat. b. Variable Berfungsi untuk menghitung entity yang melewati suatu lokasi maupun waktu tunggu pada satu interval waktu tertentu. Selain itu, variable juga dapat digunakan untuk mendefinisikan pemanggilan dari suatu distribusi waktu tertentu. Contohnya banyaknya antrian tunggu ketika ingin menabung di bank. 7. Batas sistem (boundary), merupakan daerah yang membatasi antar sistem atau lingkungan luarnya. Contohnya batas provinsi Jawa Timur sebelah timur adalah selat bali. 8. Lingkungan luar (environment), merupakan apapun diluar dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Contohnya aplikasi komputer mempengaruhi jalannya windows 7.
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

9.

Masukan sistem (input), merupakan suatu energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Contohnya BBM merupakan bahan bakar penggerak sepeda motor. (disturbance/noise), merupakan faktor-faktor yang

10. Pengganggu

menyebabkan terjadinya kesalahan pada sistem. Contoh virus komputer. 11. Keluaran sistem (output), merupakan hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran. Contoh asap kendaraan, kotoran ternak. 12. Umpan balik (feedback), merupakan reaksi dan respon stakeholder atas sistem yang lakukan. Contohnya bunga dari bank yang akankita terima pabila menabung. 13. Ukuran performansi sistem dibagi menjadi dua: a. Transient state Suatu tipikal kelakuan sistem yang tergantung pada kondisi inisial.Misalnya

recovering dari suatu kegagalan komponen.


b. Steady state Kelakuan operasi normal dari sistem independent terhadap kondisi inisial.Contohnya lancarnya sistem pencernaan karena sering makanan yang berserat. 14. Proses penolahan (transformation process), merupakan suatu proses yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Contohnya menjahit merupakan proses merubah kain menjadi pakaian. 15. Perilaku sistem (behavior), merupakan perilaku dari sistem yang melibatkan masukan, pengolahan, dan keluaran. Contohnya sistem pada komputer akan berjalan lancar pabila sering di update, discan dan membuang aplikasi atau dokumen yang tidak penting.

2.1.2 Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapasudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini: 1. Sistem abstrak (abstract sistem) dan sistem fisik (physicalsistem). Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contohnya seperti sistem teologis, yaitu sistem yang
6

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

berupa pemikiran-pemikiran hubungan manusia dengan tuhan. Sedangkan sistem fisik adalah sistem yang nampak secara fisik, contohnya adalah sistem komputer, sistem produksi, dll. 2. Sistem alamiah (naturalsistem) dan sistem buatan manusia (human made

sistem).
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat oleh manusia, contohnya sistem perputaran bumi. . Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi anatara manusia dengan mesin disebut dengan human machine sistem atau ada yang menyebut dengan man-machine sistem. Sistem informasi merupakan contoh man-machine sistem, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia. Contohnya seperti sistem komputer. 3. Sistem tertentu (deterministic sistem) dan sistem tak tentu (probabilistik

sistem).
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi, interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan. Contohnya sistem komputer melalui program. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi jarena mengandung unsur probabilitas, contohnya seperti sistem antrian pada bank. 4. Sistem tertutup (closed sistem) dan sistem terbuka (open sistem). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem ini ada, namun kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, hanya relatif tertutup saja. Contoh sistem tertutup adalah Apple Inc. Perusahaan ini selalau berinovasi tanpa adanya campur tangan dari luar, ataupun survey terhadap konsumen, mereka hanya berinovasi, kemudian menyerahkan penilaian produk pada konsumen. Sistem terbuka adalah sistem yang terbuka dan terpengaruh dengan lingkungan luaratau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifat terbuka dan terpengaruh oleh sistem yang lain, maka suatu sistem terbuka harus memiliki sistem
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

pengendali yang baik. Contoh sistem terbuka adalah Microsoft coorperationm yang selalu mengikuti kebutuhan para konsumen yang sudah disurvey oleh pihak perusahaan, sehingga dapat berinovasi dan menciptakan produk sesuai kebutuhan konsumen. (referensi: pengenalan komputer, pengarang prof. Dr. Jogiyanto h.m, MBA.,Akt.)

Gambar 2.1 Gambaran sistem terbuka dan tertutup Sumber: Budi (2007)

2.2 Model Model adalah adalah rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek, sistem, atau konsep, yang seringkali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototipe), model citra (gambar, komputerisasi,grafis dll), atau rumusan matematis. Ciri-ciri model adalah merupakan pendekatan, yang dianggap perlu dan cukup, dan dibuat berdasarkan (sejauh mungkin) pengetahuan yang telah dimiliki

2.2.1 Stakeholder dari Pemodelan Stakeholder sering dinyatakan sebagai para pihak, lintas pelaku, atau pihakpihak yang terkait dengan suatu issu atau suatu rencana. Beberapa defenisi yang penting dikemukakan seperti Freeman (1984) yang mendefenisikan stakeholder sebagai kelompok atau individu yang dapat memengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Macam-macam stakeholder antara lain : 1. Problem Owner, merupakan individu atau sekelompok orang yang memiliki kewenangan mengendalikan permasalahan. Contoh dari problem owner adalah pemilik perusahaan, atau dalam sistem yang lebih kecil yaitu supervisor.

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2. Problem User, merupakan individu atau kelompok orang yang menggunakan solusi model untuk memecahkan masalah, meningkatkan kinerja dan mengeksekusinya. Contohnya adalah para pekerja dalam sistem. 3. Problem Customer, merupakan pihak yang mendapatkan manfaat atau menjadi objek akibat penerapan solusi. Contohnya adalah konsumen. 4. Problem

Analyst, merupakan pihak yang menganalisis masalah dan

mendapatkan solusi kemudian disampaikan kepada problem owner untuk mendapatkan persetujuan. Contohnya misalnya manager sebagai decision maker dalam suatu permasalahan yang kemudian meminta persetujuan

problem owner dalam hal ini misalnya direkktur utama.


2.2.2 Prinsip Model Beberapa prinsip permodelan antara lain: 1. Elaborasi merupakan pengembangan model dimulai dengan yang sederhana dan secara bertahap dielaborasi hingga diperoleh model yang lebih representatif. Penyederhanaan dilakukan dengan menggunakan sistem asumsi yang ketat yang tercermin pada jumlah, sifat dan relasi variabel-variabelnya. Tetapi asumsi yang dibuat tetap harus memenuhi persyaratanya yakni konsistensi, independensi, ekuivalensi dan relevansi. 2. Iteraktif merupakan proses pengembangan dengan melakukan pengulangan atau peninjauan kembali (iteratif). Ada tiga komponen utama prinsip iteratif, yaitu pengembangan model awal atau dugaan, langkah-langkah atau aturan yang harus ditempuh supaya dapat diperoleh model yang memadai, ukuran kompleksitas model sebagai titik akhir di mana kita menghentikan proses iteratif. 3. Sintetik merupakan metode yang dibuat untuk mengembangkan pengenalan masalah-masalah secara analogis.Sinektik menuntut kemampuan kreatif yang tinggi dari seorang analis dalam membuat analogi yang tepat. Sinektik didasarkan pada asumsi bahwa kesadaran mengenai hubungan yang identik atau mirip di antara masalah sistem nyata dalam skala besar akan meningkatkan kapasitas pemecahan masalah dari seorang analis. Dalam
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

mengembangkan model dengan sinektik ini dapat dihasilkan empat tipe analogi, yaitu: a. Analogi Personifikasi Dalam hal ini, analis berusaha membayangkan dirinya mengalami masalah sistem nyata seperti yang dihadapi oleh pengambil keputusan dalam perusahaan. Contohnya simulator SIM, simulator mengemudikan pesawat terbang. b. Analogi Simbolik Analis berusaha menemukan hubungan yang serupa antara situasi problematic sistem nyata dengan proses simbolik. Contohnya adalah laju mengalirnya air pada suatu tingkat volume tertentu dalam bak dan laju pertumbuhan penduduk dari sejumlah penduduk suatu kota. c. Analogi Fantasi Dalam membuat analogi fantasi, analis sama sekali bebas mencari kesamaan antara situasi problematik yang dihadapi dan beberapa masalah perusahaan lain yang bersifat khayali. Untuk menaksir tepat tidaknya hasil suatu analogi, dapat ditempuh dengan menilai sampai tingkat seberapa jauh situasi masalah sistem nyata serupa dengan hal-hal lain yang dianalogikan.Contohnya adalah analogi antara perkembangan logika learning machine dan konsep berpikir manusia yang gradual dalam menghadapi situasi baru.

2.2.3 Klasifikasi model Beberapa klasifikasi model simulasi yang perlu diketahui sebagai berikut : 1. Model Menurut Fungsi a. Model Deskriptif Model deskriptif menggambarkan kondisi-kondisi atau aktivitas sekarang atau masa lalu, namun tidak untuk meramalkan atau memberikan rekomendasi. Contohnya adalah maket suatu bangunan. b. Model Prediktif

10

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Model ini memperkirakan atau memproyeksikan perilaku sistem dengan menghubungkan variable-variabel yang terkait atau berpengaruh.Contohnya adalah model program aplikasi fisika dalam menghitung suhu. c. Model Normative Model ini memberikan aturan dan rekomendasi untuk langkah-langkah atau tindakan yang dapat di ambil untuk pencapaian yang terbaik dari alternative yang ada terhadap suatu masalah. Contohnya adalah model budget advertensi, model economics, model marketing

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

11

3. Model menurut Acuan Waktu a. Model Statis Model Statis merupakan model yang tidak memperhitungkan perubahanperubahan karena pengaruh waktu. Contohnya adalah peta dunia. b. Model Dinamis Model Dinamis merupakan model yang memperhitungkan factor waktu dalam menggambarkan perilaku sistem nyata. Contoh sederhana adalah proyeksi rugi-laba 5 tahun di mana data input seperti biaya, harga, dan kuantitas berubah dari tahun ke tahun. 4. Model Menurut Tingkat Ketidak pastian a. Model Deterministik Model Deterministik merupakan model yang keluarannya dapat dilacak secara pasti berdasarkan masukannya. Tingkat ketidakpastian adalah didasarkan pada tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh pengambilkeputusan tantang sifat alamiah yang mempengaruhi sistem yang sedang dianalisis. Contohnya adalah pemodelan jumlah bensin yang digunakan dengan jarak yang ditempuh. b. Model Probabilistik Model Probabilistik merupakan model yang beresiko adanya kegagalan dimana keadaan yang akan terjadi diketahui nilai kemungkinannya dan digambarkan secara probabilistic. Contohnya adalah pemodelan antrian. c. Model Konflik Model Konflik merupakan model yang memiliki sifat alamiah pengambil keputusan berada dalam pengendalian lawan. Syarat utama untuk memodelkan ini adalah harus mampu memprediksi strategi lawan dengan kemungkinan alternative strategi yang diambil oleh lawan beserta kelemahannya. Contohnya strategi art of war dalam mengetahui arus pemasaran saat ini. d. Model Tak Pasti Model Tak Pasti merupakan model yang dikembangkan untuk menghadapi kondisi ketidak pastian mutlak. Kondisi yang akan datang dan peluang yang
12

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

berhubungan dengannya tidak diketahui. Contohnya metode forcasting dalam menentukan keadian masa depan pada perusahaan. 5. Model Menurut Derajad Generalisasi a. Model Umum Model Umum merupakan model yang bisa diterapkan pada berbagai bidang fungsional. Contohnya metode braindstroming dapat digunakan dalam memecahkan masalah pada perusahaan bagaiamanapun kondisinya. b. Model Spesifik Model Spesifik merupakan model yang dapat diterapkan pada masalahmasalah tertentu. Contohnya metode penanaman terasering cocok digunakan pada lahan yang miring. 6. Model Menurut Derajad Kuantifikasi a. Model Kualitatif Model Kualitatif merupakan model yang menggambarkan suatu mutu pada suatu realita. Contohnya mobil itu dapat berlari cepat dan stabil ketika digunakan. b. Model Kuantitatif Model Kuantitatif merupakan model yang variabel-variabelnya dapat dikualifikasi (berupa numeric). Contohnya lampu philps memiliki daya 5 watt dapat bertahan selama 2 tahun. c. Model Heuristik Model Heuristik merupakan pendekatan praktis (biasanya trial and error) terhadap pemecahan suatu persoalan. Model ini merupakan model yang digunakan untuk mencari jawaban yang baik tetapi bukan optimum. Contohnya Metode jejak pendapat yang digunakan untuk menentukan masa depan negara Timur Leste ketika memisahkan dari negara Indonesia. d. Model Simulasi Model simulasi merupakan model yang dipergunakan untuk mencari jawaban yang baik atau menguntungkan tetapi bukan hasil akhir yang optimum. Contohnya simulator sim.

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

13

7. Model Menurut Acuan Dimensi a. Model Dua Dimensi Model dua dimensi merupakan model yang terdiri dari dua factor atau dimensi penentu. Contohnya penjualan makanan delivery yang memperthitungan aspek waktu dan kecepatan pengiriman. b. Model Multi Dimensi Model Multi Dimensi merupakan model yang terdiri dari banyak faktor penentu. Contohnya metode kaizen yang berpatokan pada waktu, tempat dan biaya. 2.3 Simulasi Simulasi merupakan suatu metodologi untuk melaksanakan percobaan dengan menggunakan model dari suatu sistem nyata (Siagian, 1987). Simulasi adalah model dari suatu sistem nyata, dimana sistem tersebut dimodelkan dengan menggunakan sebuah software yang berfungsi untuk menirukan perilaku sistem nyata. 2.3.1 Elemen Simulasi Suatu sistem dalam simulasi mencakup entities, activities, resources, and

control. Elemen-elemen tersebut mendefinisikan siapa, apa, dimana, kapan, dan


bagaimana suatu entity diproses. Berikut merupakan penjelasan elemen dasar pemodelan: 1. Entities, adalah sesuatu yang menjadi objek dari suatu proses. Entity dapat berupa part , produk, manusia atau lembar kerja.. Entitas memiliki karakteristik seperti name dan speed. 2. Activity, yaitu kegiatan yang dilakukan di dalam sistem yang mempengaruhi entitas baik secara langsung atau tidak langsung. 3. Resources adalah manusia, sebuah peralatan atau perlengkapan lainnya yang digunakan / bertugas untuk mengantar sebuah entity. 4. Controls, yaitu segala sesuatu yang menentukan bagaimana, kapan, dan dimana aktivitas dijalankan.

14

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2.3.2 Software Simulasi Dalam pemodelan simulasi dikenal dua software yang paling umum digunakan, yaitu programming language dan simulation application. 2.3.2.1 Programming Language

Progamming language adalah suatu bahasa atupun tata cara yang dapat
digunakan oleh manusia (progammer) untuk berkomunikasi secara langsung dengan komputer. Secara umum progamming language dibagi menjadi dua, yaitu:

a.

High Level Languange , adalah bahasa pemrograman yang dekat dengan


bahasa manusia, kelebihan utama dari bahasa ini adalah mudah untuk di baca, tulis, maupun diperbaharui. Sama halnya dengan tata cara yang terdapat dalam bahasa low level language. penulisan program dalam high level language juga harus diterjemahkan kedalam bahasa mesin sebelum proses dilakukan. Program penterjemah disebuh compiler atau interpreter. Contohnya yaitu Arena.

b. Low level language, adalah suatu bahasa program atau suatu tatacara yang
dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer. Dalam hal ini tatacara yang digunakan masih berorientasi dengan mesin, dikarenakan itu

low level language juga disebut sebagai bahasa mesin. Contohnya yaitu kode
mesin dan bahasa assembly

2.3.2.2 Simulasi Application Simulation application adalah suatu progam (software) yang berfungsi untuk menirukan atau memodelkan suatu perilaku sistem nyata sehingga hasilnya dapat dianalisis dan dipelajari. Secara umum simulation application dibagi menjadi dua, yaitu: a. General Purposes Application yang dapat digunakan secara umum untuk berbagai macam tugas atau tujuan dan lebih umum dalam pemrosesan informasi. Biasanya digunakan untuk mendefinisikan, mengkonstruksi, memanipulasi berbagai aplikasi data. Contohnya yaitu spreadsheet Software yang digunakan untuk mengolah informasi keuangan atau data-data dalam

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

15

bentuk tabulasi.Word Processing merupakan Software yang digunakan untuk mengolah teks. b. Special Purposes Application yang memiliki tujuan atau tugas yang spesifik dan lebih lengkap biasanya hanya berupa satu masalah saja. Contoh: ProModel.

2.4 Pemodelan dengan Promodel

Tools atau software yang digunakan adalah ProModel yang digunakan untuk
memodelkan suatu sistem simulasi dimana simulasi digunakan sebagai tools untuk mempermudah pemodelan.

2.4.1 Definisi Promodel Promodel adalah sebuah software simulasi berbasis windows yang digunakan untuk mensimulasikan dan menganalisis suatu sistem. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memodelkan suatu sistem nyata, yaitu bagaimana sistem beroperasi, aliran bahan, logika operasi, kerja resources, dan lintasan kerjanya. Dalam promodel selama simulasi berlangsung dapat diamati animasi dari kegiatan yang sedang berlangsung dan hasilnya akan ditampilkan dalam bentuk tabel maupun grafik yang memudahkan unutuk penganalisaan. Kelebihan ProModel dibanding dengan perangkat lunak simulasi lainnyaa dalah:

- Tingkat ketelitian promodel sangat baik sehingga hasil yang diperoleh sangat
akurat.

- Promodel mempunyai berbagai macam kriteria-kriteria yang diperlukan dalam


menjalankan dan memecahkan masalah simulasi.

- User friendly - Pada akhir simulasi, ProModel membuat laporan dari data-data yang
disimulasikan.

- Output dari ProModel adalah animasi, sehingga sangat mudah dimengerti dan
dianalisa. Untuk Kekurangan ProModel adalah banyak menghabiskan memory dari
16

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

komputer.

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

17

2.4.2 Struktur Elemen Promodel Elemen dasar pemodelan yang ada dalam ProModel antara lain: 1. Locations

Locations merepresentasikan sebuah area tetap dimana bahan baku, bahan


setengah jadi ataupun bahan jadi mengalami atau menunggu proses, ataupun mencari aliran material atau proses selanjutnya. Data-data yang diperlukan untuk mendefinisikan adalah name, capacity, unit, downtimes, rules, dan notes.

- Name, yaitu nama masing-masing location. - Capacity, merupakan kapasitas location dalam memproses entity. - Unit, adalah jumlah location yang dimaksud. - Downtimes (DTs), menyatakan saat-saat location tidak befungsi, misal
karena kerusakan, waktu set-up, dan lain-lain.

- Rules, digunakan untuk merumuskan bagaimana aturan pemrosesan bagi


entity yang memasuki location, bagaimana entity yang selesai diproses mengantri, dan bagaimana location yang lebih dari satu unit untuk memproses entity yang akan datang.

- Notes, digunakan untuk memasukan catatan atau program-program lain.


2. Entities Entitas merupakan suatu objek yang akan diamati dari sistem. Data-data yang diperlukan untuk mendefinisikan entitas adalah name dan speed.Datadata yang diperlukan untuk mendefinisikan entity adalah:

- Name, yaitu nama dari entity. - Kemudian Speed, adalah kecepatan entity bergerak atau berpindah dari satu
lokasi ke lokasi berikutnya

- Stats, menyatakan level statistik dalam mengumpulkan hasil masing-masing


tipe entity. Terdapat tiga pilihan yaitu None, Basic, dan Time Series. 3. Stats Processing

Stats Processing mengambarkan apa yang dialami oleh suatu entitas mulai
dari saat entitas masuk sistem sampai keluar dari sistem. Data-data yang diperlukan untuk mendefinsikan processing adalah :

- Entity, menyatakan entity sebagai input yang akan diproses


18

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

- Location, adalah operasi yang dilakukan pada entity (input) termasuk waktu
operasinya.Block, maksudnya adalah jalur yang ditempuh entity. Yang diisikan dalam block adalah nomor. Jika nomor blocknya sama maka asal jalurnya sama.

- Output, menunjukkan entity sebagai output yang keluar dari proses. - Destination, menyatakan lokasi yang menjadi tujuan entity selanjutnya. - Rule, menyatakan aturan-aturan yang digunakan dalam processing, misalnya
proses perakitan (join), probabilitas, dan lain-lain

- Move Logic, digunakan untuk mendefinisikan metode pergerakan entity,


yaitu dengan menetapkan waktu pergerakan atau dengan apa entity dipindahkan. 4. Arrivals

Arrival menunjukkan mekanisme masuknya entitas kedalam sistem. Datadata yang diperlukan untuk mendefinisikan

arrival adalah entity, location,

quantity each, first time, occurrences, frequency, logic, dan disable. - Entity, menunjukan entity apa yang masuk kedalam sistem. - Location, menunjukaan lokasi pertama kali entity memasuki sistem. - Quantity Each (Qty Each), menyatakan jumlah entity yang datang setiap satu
kali kedatangan.

- First Time, menunjukkan waktu pertama kali entity masuk kedalam sistem. - Occurences, menyatakan banyaknya entity setiap satu kali kedatangan. - Frequency, menyatakan selang waktu antar dua kedatangan yang berurutan. - Logic, digunakan untuk menyatakan logika-logika lain untuk menyatakan
arrival.

- Disable, menyatakan apakah kedatangan entity yang bersangkutan ada atau


tidak. Default dalam Promodel adalah No, artinya ada kedatangan entity yang bersangkutan. 5. Variable Variabel terdiri atas dua jenis, antara lain: a. Variabel global, tempat pemegeang didefinisikan oleh pengguna untuk mewakili perubahan nilai numerik.
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

19

b. Variabel lokal, tempat pemegang yang tersedia hanya dalam logika yang menyatakan mereka. Variabel yang ada pada promodel antara lain Icon : pilihannya no atau yes, yes jika ingin dimunculkan pada model pada saat model sedangrun. ID : nama variabel (bebas) Type : tersedia pilihan integer (diskrit) dan continue (real). Initial Value : nilai variabel saat model mulai run (nilai awal variabel). 6. Resource

Resource merupakan sumber daya yang digunakan untuk melakukan


operasi tertentu dalam kinerja suatu sistem. Data-data yang diperlukan untuk mendefinisikan resource adalah name dan units.

- Name, menunjukan nama dari resources tersebut. - Units, menunjukan jumlah resource - Downtimes (DTs), adalah saat-saat location tidak berfungsi, misalnya karena
kerusakan, waktu set-up , dan lain-lain.

- Specs, menunjukan jaringan yang dilintasi dan lokasi yang pertamakali


dikunjungi. 7. Specs Path Network Digunakan untuk menentukan arah dan jalur yang ditempuh oleh resource ketika bergerak dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Data-data yang diperlukan untuk mendefinisikan path network adalah name, type, t/s, dan path.

- Name, yaitu nama lintasan bersangkutan. - Type, terdiri dari spilihannon passing artinya pergerakkan hanya berlaku
untuk satu arah, passing yang berarti pergerakan berlaku untuk dua arah, dan pergerakkan dengan bantuan Crane.

- T/S, menunjukan pilihan berdasarkan satuan waktu (Time) atau kecepatan


dan jarak (Speed and distance)

- Path, menunjukan jumlah dari lintasan dalam suatu jaringan. - Interfaces, menunjukan jumlah lokasi yang menghubungkan node dalam path network.
20

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

2.4.3 Konsep Pemodelan Promodel Konseptualisasi model yaitu membangun model yang masuk akal dan memahami sistem. 1. Pendekatan proses didasarkan pada tracking low dari entitas-entitas keseluruhan percabangan. 2. Pendekatan peristiwa (event) atau pendekatan perubahan keadaan (state sistem berikut titik pemrosesan dan aturan keputusan

change approach) didasarkan pada variabel keadaan internal dan events sistem
yang mengubahnya, diikuti oleh deskripsi operasi sistem ketika suatu event terjadi.

2.4.3.1 Batching Multiple Entities of Similar Type Batching multiple entities of similar type terdiri dari dua macam, yaitu Temporary Batching Using GROUP/UNGROUP dan Permanent Combine.

2.4.3.1.1 Temporary Batching using Group/UnGroup Proses pengelompokkan sementara dilambangkan dengan statemen Group dan untuk memisahkan dilakukan dengan statemen UnGroup. Satu kelompok entitas dengan tipe entitas individu mendefinisikan catatan untuk tipe group atau kelompok entitas yang bertipe tidak teratur dengan all proces. ProModel menjaga semua karakteristik dan properties dari setiap individu entitas sebelum dan sesudah dengan menggunakan perintah UnGroup. Sebagai catatan kapasitas lokasi dimana pengelompokkan terjadi harus sedikit lebih banyak dari ukuran kelompok. Contoh, suatu perusahaan mendistribusikan 1 dus PC Tab yang berisi 30 buah PC Tab (group), lalu ketika sampai di penjual si penjual menjual PC Tab tersebut kembali per satuan (ungroup)

Gambar 2.2 Process temporary batching using GROUPdan UNGROUP

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

21

2.4.3.1.2 Permanent Combine

ProModel menggunakan pernyataan COMBINE untuk mengumpulkan dan mengkonsolidasikan jumlah tertentu dari entitas menjadi satu kesatuan, operasional dengan nama yang berbeda. Ketika mendefinisikan lokasi, kapasitas lokasi di mana Anda menggunakan pernyataan COMBINE sama besar dengan jumlah gabungan. Berikut ini menunjukkan sintaks yang benar untuk menggabungkan 5 tuang ke dalam satu kesatuan yang disebut Pallet (lokasi, Out, harus memiliki kapasitas minimal 5).

Gambar 2.3Process temporary batching using COMBINE

2.4.3.2 Accumulation of Entities Terakumulasi, tanpa konsolidasi, jumlah tertentu dari entitas di lokasi. Accum bekerja seperti sebuah gerbang yang mencegah entitas dari pengolahan sampai jumlah tertentu tiba. Setelah jumlah tertentu dari entitas telah terkumpulkan, mereka akan pergi melalui pintu gerbang dan mulai memproses secara individual, independen satu sama lain.

Accum dapat digunakan untuk situasi model dengan beberapa entitas harus
diakumulasi sebelum mereka diproses. Misalnya, ketika sumber daya proses di order di sebuah stasiun kerja, mungkin lebih efisien untuk mengumpulkan beberapa perintah sebelum meminta sumber daya. Jika Anda menentukan operasi accum dalam proses untuk entitas individu, akumulasi akan terjadi dengan tipe entitas individu. Namun, jika Anda menentukan sebagai entitas pengolahan, jenis entitas semua pada lokasi yang akan berpartisipasi dalam akumulasi yang sama. Kolom pengoperasian proses mengedit tabel saja. Accum harus digunakan di lokasi dengan kapasitas yang cukup untuk mengumpulkan jumlah tertentu. Syntax: <expression>
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

22

Jumlah entitas menumpuk. Jika itu menghasilkan dalam jumlah yang lebih besar dari kapasitas lokasi atau angka negatif, simulasi akan berhenti dengan kesalahan. Ungkapan ini dievaluasi setiap kali suatu entitas untuk akumulasi tiba, sehingga kuantitas untuk dikumpulkan dapat bervariasi sebagai entitas yang harus akumulasi tiba. Contoh syntax : ACCUM <expression> ACCUM 10 ACCUM Var1

2.4.3.3 Splitting of One Entity Into Multiple Entities Pada saat entitas yang dapat satu dipisahkan menjadi beberapa entitas pada lokasi dan proses yang bersifat individual, maka dapat menggunakan statement

split. Statemen tersebut memisahkanentitas menjadi sejumlah entitas yang


spesifik dan sebagai pilihan menetapkan nama entitas yangbaru (hasil proses

split). Entitas hasil akan mempunyai nilai atribut yang sama sesuai dengan entitas
aslinya. Penggunaan split untuk memisahkan benda kerja menjadi komponen, seperti memotong batang besi menjadi 4 bagian yang sama panjang.

2.5 Teori Antrian Menurut Siagian (1987), antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi sistem yang berbeda beda di mana teori antrian dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hil ier dan Lieberman adalah sebagai berikut : 1. Sistem pelayanan komersial 2. Sistem pelayanan bisnis industri 3. Sistem pelayanan transportasi 4. Sistem pelayanan sosial

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

23

2.5.1 Komponen Dasar Antrian Komponen-komponen dasar proses antrian adalah sebagai berikut. 1. Kedatangan Setiap masalah antrian melibatkan kedatangan, misalnya orang, mobil, panggilan telepon untuk dilayani, dan lain lain. Unsur ini sering dinamakan proses input. Proses input meliputi sumber kedatangan atau biasa dinamakan calling population, dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya merupakan variabel acak. Menurut Levin, dkk (2002), variabel acak adalah suatu variabel yang nilainya bisa berapa saja sebagai hasil dari percobaan acak. Variabel acak dapat berupa diskrit atau kontinu. Bila variabel acak hanya dimungkinkan memiliki beberapa nilai saja, maka ia merupakan variabel acak diskrit. Sebaliknya bila nilainya dimungkinkan bervariasi pada rentang tertentu, ia dikenal sebagai variabel acak kontinu. Ada tiga jenis perilaku kedatangan yaitu a. Reneging, menggambarkan situasi dimana seseorang masuk dalam antrian, namun belum memperoleh pelayanan, kemudian meninggalkan antrian tersebut. b. Balking, menggambarkan orang yang tidak masuk dalam antrian dan langsung meninggalkan tempat antrian c. Jockeying, menggambarkan orang yang pindah-pindah antrian 2. Pelayanan Pelayan atau mekanisme pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayan, atau satu atau lebih fasilitas pelayanan. Tiap tiap fasilitas pelayanan kadang kadang disebut sebagai saluran (channel) (Schroeder, 1997). Contohnya, jalan tol dapat memiliki beberapa pintu tol. Mekanisme pelayanan dapat hanya terdiri dari satu pelayan dalam satu fasilitas pelayanan yang ditemui pada loket seperti pada penjualan tiket di gedung bioskop. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam mekanisme pelayanan, yaitu : a. Tersedianya pelayanan Mekanisme pelayanan tidak selalu tersedia untuk setiap saat. Misalnya dalam
24

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

pertunjukan bioskop, loket penjualan karcis masuk hanya dibuka pada waktu tertentu antara satu pertunjukan dengan pertunjukan berikutnya. Sehingga pada saat loket ditutup, mekanisme pelayanan terhenti dan petugas pelayanan (pelayan) istirahat. b. Kapasitas pelayanan Kapasitas dari mekanisme pelayanan diukur berdasarkan jumlah langganan yang dapat dilayani secara bersama sama. Kapasitas pelayanan tidak selalu sama untuk setiap saat; ada yang tetap, tapi ada juga yang berubah ubah. Karena itu, fasilitas pelayanan dapat memiliki satu atau lebih saluran. Fasilitas yang mempunyai satu saluran disebut saluran tunggal atau sistem pelayanan tunggal dan fasilitas yang mempunyai lebih dari satu saluran disebut saluran ganda atau pelayanan ganda. c. Lamanya pelayanan Lamanya pelayanan adalah waktu yang dibutuhkan untuk melayani seorang langganan atau satu satuan. Ini harus dinyatakan secara pasti. Oleh karena itu, waktu pelayanan boleh tetap dari waktu ke waktu untuk semua langganan atau boleh juga berupa variabel acak. Umumnya dan untuk keperluan analisis, waktu pelayanan dianggap sebagai variabel acak yang terpencar secara bebas dan sama serta tidak tergantung pada waktu pertibaan (Siagian, 1987). 3. Antri Inti dari analisa antrian adalah antri itu sendiri. Timbulnya antrian terutama tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. Jika tak ada antrian berarti terdapat pelayan yang menganggur atau kelebihan fasilitas pelayanan (Mulyono, 1991).

2.5.2 Disiplin Pelayanan Antrian Disiplin antrian adalah aturan keputusan yang menjelaskan cara melayani pengantri. Menurut Siagian (1987). Ada lima bentuk disiplin pelayanan yang biasa digunakan, yaitu:

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

25

1. First Come First Served (FCFS) atau First In Forst Out (FIFO) First Come First Served (FCFS) atau First In First Out (FIFO), di mana pelanggan yang terlebih dahulu datang akan dilayani terlebih dahulu. Misalnya, antrian pada loket pembelian tiket bioskop, antrian pada loket pembelian tiket kereta api. 2. Last Come First Served (LCFS) atau Last In First Out (LIFO) Last Come First Served (LCFS) atau Last In First Out (LIFO), di mana pelanggan yang datang paling akhir akan dilayani terlebih dahulu. Misalnya, sistem antrian pada elevator untuk lantai yang sama, sistem bongkar muat barang dalam truk. 3. Service In Random Order (SIRO) Service In Random Order (SIRO) atau Random Selection for Service (RSS), di mana panggilan didasarkan pada peluang secara random, jadi tidak menjadi permasalahan siapa yang lebih dahulu datang. Misalnya, pada arisan di mana penarikan berdasarkan nomor undian. 4. Priority Service (PS) Priority Service (PS), di mana prioritas pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan pelanggan yang mempunyai prioritas yang lebih rendah, meskipun mungkin yang dahulu tiba di garis tunggu adalah yang terakhir datang. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seseorang yang memiliki penyakit yang lebih berat dibandingkan orang lain pada suatu tempat praktek dokter, hubungan kekerabatan pelayan dan pelanggan potensial akan dilayani terlebih dahulu.

2.5.3 Model Antrian Ada empat model struktur antrian dasar yang umum yaitu: 1. Single Line Single Server (SLSS)

Single line berarti dalam sistem antrian tersebut hanya terdapat satu pemberi
pelayanan serta satu jenis layanan yang diberikan sehingga yang telah menerima pelayanan dapat langsung keluar dari sistem antrian. Contohnya pada antrian dokter.

26

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Gambar 2.4 Sistem Antrian Single Line -Single Server Sumber: Budi (2007)

2. Single Line Multi Server

Single Line Multi Server berarti terdapat satu jenis layanan dalam sistem
antrian tersebut, namun terdapat lebih dari satu pemberi layanan. Jadi pelanggan dapat memilih server yang kosong atau menganggur. Contohnya pada antrian di bank.

Gambar 2.5 Sistem Antrian Single Line-MultiServer Sumber: Budi (2007)

3. Multi Line Serial Server

Multi Line Serial Serverberarti dalam sistem antrian tersebut lebih dari satu
jenis pelayanan yang diberikan, tapi dalam setiap layanan hanya terdapat satu pemberi layanan. Contohnya pada posyandu.

Gambar 2.6 Sistem Antrian Multi Line-SinggleServer

4. Multi Line Multi Server

Multi Line Multi Server adalah sistem antrian di mana terdapat lebih dari satu
jenis layanan dan terdapat lebihdari satu pemberi layanan dalam setiap jenis layanan. Contohnya pada rumah sakit.

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

27

Gambar 2.7 Sistem Antrian MultiLine-Multi Server

2.6 Petri Net Petri Net dikembangkan Carl Adam Petri sejak tahun 1962 dimulai dengan disertasinya. Petri Net merupakan model bipartite graph yang memiliki dua tipe node yaitu place dan transition yang dipergunakan untuk menganalisa informasi penting mengenai struktur dan perilaku dinamis dari sistem yang dimodelkan. Simbol yang dipergunakan adalah sebagai berikut:
Simbol Tabel 2.1 Simbol pada Petri Net Deskripsi Mempresentasikan aktivitas (pasif/aktif) atau kondisi/status (pre/post). Mempresentasikan kejadian perubahan/transisi kondisi. atau saat

Lingkaran (location)

Segiempat(transition)

Panah (flow relation)

Mempresentasikan relasi urutan antar node yang menunjukkan bahwa node pendahulu berlanjut menjadi node berikutnya. Mempresentasikan pergerakan location atau perubahan kondisi yang dialami entitas.

Token (marking)

Beberapa model yang dapat terjadi dalam rancangan petrinet antara lain: 1. 2.

Firing, yaitu mengubah token (entitas) dari precondition ke postcondition. Deadlock, yaitu apabila salah satu transition tidak dapat melakukan firing
karena location berikutnya sedang dalam kondisi menjalankan aktivitas dengan kapasitas penuh atau karena kendala kapasitas

3.

Concurrent, yaitu ketika pada saat yang sama, location satu dengan location
lain dapat sama-sama melakukan aktivitas masing-masing.
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

28

4.

Synchronization, yaitu ketika saat aktivitas di location dengan kapasitas satu


entitas selesai, entitas yang menunggu dari location sebelumnya dapat masuk.

2.7 Verifikasi dan Validasi Verifikasi adalah suatu proses di mana kita mengecek apakah ada kesalahan dalam model yang dibuat atau apakah simulasi berjalan sesuai dengan yang diinginkan dan disinilah proses verifikasi dilakukan.Setelah kita membangun model konseptual, maka kita harus menguji apakah model konseptual tersebut merupakan representasi akurat dari sistem nyata. Inilah yang dinamakan dengan proses validasi.

2.7.1 Verifikasi Verifikasi adalah proses pemeriksaan apakah logika operasional model (program komputer)sesuaidengan logika diagram alur. Kalimat sederhananya, apakah ada kesalahan dalam program (Hoover dan Perry,1989); verifikasi adalah pemeriksaan apakah program komputer simulasi berjalan sesuai dengan yang diinginkan, dengan pemeriksaan program komputer. Verifikasi memeriksa penerjemahan model simulasi konseptualn (diagram alur dan asumsi) ke dalam bahasa pemrograman secara benar (Law dan Kelton, 1991). Cara verifikasi dapat diakukan dengan contoh sebagai berikut : ketika model sistem pelayanan SPBU selesai dibuat menggunakan software service model atau promodel maka dilakukan simulasi untuk memverifikasi dengan caramembandingkan antara input yang diberikan model dan animasi running simulasiyang dibangun sudah berjalan sesuai dengan yang dikonsepkan sejak awal maka proses verifikasi dapat diakhiri.

2.7.2 Validasi Validasi adalah proses penentuan apakah model, sebagai konseptualisasi atau abstraksi, merupakan representasi berarti dan akurat dari sistem nyata (Hoover dan Perry, 1989); validasi adalah penentuan apakah mode konseptual simulasi

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

29

(sebagai tandingan program komputer)adalah representasi akurat dari sistem nyata yang sedang dimodelkan (Law dan Kelton, 1991). Cara validasiasi dapat diakukan dengan contoh sebagai berikut : setelah model layanan SPBU berjalan sesuai dengan yang dikonsepkan diawal maka alngkah selanjutnya adalah memvalidasi model tersebut. Validasi dilakukan dengan membandingkan

output

hasil

simulasi

dengan

kondisi

aktual,

dengan

menggunakan uji kelayakan yang sudah ada.

BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM

30

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

3.1 Diagram Alir Praktikum


Mulai

stopwatch,alat tulis, lembar pengamatan

Studi Pustaka (Literatur)

Pengamatan di Cv Raket abadi Data Hasil Pengamatan

Pengolahan Data

Petri Net

Penentuan Distribusi

Pemodelan Sistem Pembuatan Raket dengan software Promodel

membuat petri net

simulasi promodel

Verifikasi Model

Apa model sesuai? Ya Validasi Model

Tidak

Apa model sesuai Ya Analisis dan Pembahasan

Tidak

Kesimpulan dan Saran

Selesai

Gambar 3.1 Diagram Alir Praktikum

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

31

3.2 Prosedur Praktikum Prosedur praktikum dari praktikum modul simulation and promodel software adalah sebagai berikut: 1. Melakukan studi Kepustakaan. Dalam studi kepustakaan dilakukan proses pencarian literature dan referensi mengenai materi praktikum. 2. Pengamatan di lapangan, yakni di CV raket abadi Pada proses ini yang diamati adalah adalah waktu kedatangan pelanggan, waktu proses dan waktu packaging. 3. Pengolahan Data Pengolahan data dibagi menjadi dua tahap, yaitu: a. Penentuan Distribusi Penentuan distribusi dilakukan dengan menggunakan Software Promodel. Data-data hasil pengamatan dimasukkan dalam tools Stat::fit dan diproses hingga muncul output distribusi data. Pilih distribusi dengan ranking tertinggi dengan status do not reject. b. Pemodelan Sistem Merupakan proses membangun atau membentuk sebuah model dari suatu sistem nyata yang diamati (proses pembuatan kaos perusahaan konveksi Hacker) yang diterapkan dengan menggunakan Software Promodel. 5. Membuat Petri net Sistem 6. Simulasi Sistem dalam Promodel 7. Verifikasi Proses ini digunakan untuk memeriksa apakah model telah sesuai dengan rancangan yang kita harapkan, apabila belum terverifikasi maka kembali ke langkah simulasi 8. Validasi Proses ini digunakan untuk memeriksa apakah model telah sesuai dengan sistem nyata, apabila tidak valid maka kembali ke langkah penentuan
32

memodelkan

sistem.

Verifikasi

dilakukan

dengan

dengan

caramembandingkan antara input yang diberikan model dan animasi running

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

distribusi. Validasi dilakukan dengan dengan membandingkan output hasil simulasi dengan kondisi aktual, dengan menggunakan uji kenormalan data terlebih dahulu. 9. Analisa dan Pembahasan Analisa dan pembahasan dari sebelum simulasi dan hasil setelah disimulasikan berupa input dan output data yang diperoleh. 10. Menyusun kesimpulan dan saran Kesimpulan dan saran memberikan rangkuman dari awal proses hingga akhir dan melengkapi apa yang kurang pada proses tersebut. 11. Selesai

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

33

BAB IV Hasil dan Pembahasan


4.1 Gambaran Sistem Sistem yang dibuat adalah sistem produksi raket setengah jadi pada home

industry Raket Abadi yang terdiri dari beberapa proses. Prosesnya dibedakan
menjadi dua aliran proses.Aliran proses pertama adalah pembutan pegangan raket yaitu proses pembentukan kayu segi 4 menjadi segi 6. Lalu kayu tersebut dibor. Setelah itu dibuat tirus kemudian menunggu proses asembely. Aliran proses ke 2 adalah proses pembentukan kepala raket dengan membentuk dengan pengerolan. Pengerolan alumunium ini dilakukan dengan 2 tahap. Setelah itu, pengeboran penggiran kepala raket. Kemudian pemberian mata ikan untuk pegangan tempat masukan senar. Apabila tahap itu sudah selesai maka masuk tahap asembely kepala raket dengan pegangannya. Proses asembly merupakan proses pembentukan raket menjadi setengah jadi karena ketika proses tersebut membutuhakan waktu yang lama yaitu 8 jam.

34

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

4.2 Flowchart Sistem


Mulai A

Q = antrian proses. E= Pengeboran sisi A =Gagang raket segi 4 kepala raket dibuat segi 6 F= Pemberian mata ikan B=Gagang raket di bor pada hasil pengeboran C=Gagang raket ditirus G= Asemmbly D=pengerolan alumunium

Pengerolan Alumunium

Pelayan Sibuk? Tidak D=D-1 Gagang raket dibuat mjd segi 6 Kepala raket dibor sisinya Pelayan Sibuk? Tidak Ya A=A+1

Ya

D=D+1

Pelayan Sibuk? Tidak

Ya E=E+1

A=A-1

Gagang raket dibor

E=E-1

Pelayan Sibuk? Tidak B= B - 1

Ya

B = B+ 1

Pemberian mata ikan

Pelayan Sibuk? Tidak

Ya F=F+1

Gagang raket ditirus

F=F-1

Pelayan Sibuk? Tidak C= C - 1

Ya

C=C+1

Asemmbly

Pelayan Sibuk? Tidak

Ya G =G + 1

A G=G-1

Raket Setengah jadi

Selesai

Gambar 4.1 Petri Net Proses pembuatan raket

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

35

4.3 Petri Net Perti Net pada proses pembuatan raket pada home industry Raket Abadi adalah sebagai berikut:
arrive begin end begin end begin end

Mengunggu Kayu segi 4 Pembentukan create untuk segi 6 Menunggu dibuat segi 6 diborl idle

Di bor

Menunggu Di tirus

Di tirus

begin

end

depart

idle

idle Asemble Menunggu Asemble idle

Persiapan depart

arrive

begin

end

begin

end

begin

end

begin

end

create

Menunggu Pengeboran Menunggu Pemberian Pengerolan Menunggu Mata ikan pengerolanaPengerolan 1 Menunggu tepi ke2 Pemberian Pengebora alumunium Pengerola Mata ikan n tepi n ke 2 idle idle idle idle

Gambar 4.2 Petri Net Proses pembuatan raket

4.4 Pengujian Distribusi Data Pembuatan distribusi data menggunakan software ProModel dapat dilakukan dengan mengklik Tools lalu Stat::Fit. Masukkan data yang ingin didistribusikan kedalam table. Pilih Fit kemudian Auto::Fit. Akan muncul hasilnya berupa banyak pilihan jenis distribusi.

Gambar 4.3 Data Table dan Automatic Fitting

4.5 Pembuatan Model Sistem Pembuatan Raket Langkah langkah pembuatan model sistem pembuatan raket adalah sebagai berikut : 1 Pembuatan model dimulasi dengan memilih Build-Location untuk membuat tempat-tempat dimana proses akan dilakukan. Berikut locations yang digunakan dalam sistem pembuatan raket

36

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Gambar 4.4 Membuat locations

2 Masukkan entitas yang akan diproses dengn kpilih Build-Entitas pada toolbar. Entitas yang ada didalam sistem ini adalah kayu dan alumunium.

Gambar 4.5 Masukkan entitas 3 Tambahkan jaringan aliran produksi dengan pilih build-parth network untuk

menentukan arah dan jalur yang ditempuh oleh entities ataupun resources yang mengiringi entities ketika bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

Gambar 4.6 Menambahkan jaringan aliran produksi

4 Tambahkan resources dengan klik Build- Resources yang dipergunakan untuk melaksanakan suatu operasi tertentu dalam suatu sistem. Dengan kata lain,resources adalah peralatan, perlengkapan, kendaraana taupun orang yang digunakan atau berfungsi untuk memindahkan entities, melakukan operasi,atau melakukan maintenance pada lokasi-lokasi.

Gambar 4.7 Memberikan resources

5 Untuk menyusun logika proses buka menu Build-Processing maka akan keluar

Process Layout dan Routing Layout.Processing digunakan untuk menentukan


rute yang dilalui oleh tiap-tiap enitities dan operasi yang dialami pada tiap

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

37

lokasi yang dilaluinya.Proses menggambarkan apa yang dialami entities mulai dari saat pertama entities memasuki sistem sampai keluar dari sistem.

Gambar 4.7 Menyusun logika proses

Gambar 4.8 Menyusun logika proses

6 Jadwalkan kedatangan produk dengan cara klik Build- Arrivals. Arrivals merupakan mekanisme untuk mendefinisikan bagaimana entities memasuki sistem. Jumlah entities yang tiba pada suatu waktu disebut batch size, tingkat kedatangan setiap entities disebut dengan frequency, jumlah total batch yang tiba disebut occourences, dan waktu pertama kali memulai pola kedatangan disebut first time.

Gambar 4.9 Menyusun logika proses


38

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

7 Untuk membuat variabel yang berfungsi mendifinisikan operasi dapat dilakukan dengan membuka menu Build-Variables. Variabel ini merupakan tahapan akhir dari modelpetrinet yang kami buat. Variabel yang dihasikan adalah raket setengah jadi.

Gambar 4.10 Membuat variabel 8 Jalankan simulasi mulai memilih Simulation pada Toolbar klik run. Sehingga kita bisa melihat jalannya sistem yang kita buat.

Gambar 4.11Menjalankan simulasi

4.6 Analisis Hasil Simulasi 1. Total Entities dan Total Exits Dari simulasi model dalam Promodel diperoleh Total Entries seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.12 Total Entries

Dari total entries yang ditunjukkan pada gambar di atas dapat diketahui bahwa total entries yang datang adalah 100 dan total entries yang keluar adalah 32 pada replikasi 1 dan 34, 29, 34, dan 27 untuk replikasi berikutnya. Terlihat adanya work in process disini karena jumlah out seharusnya sebesar 50 raket apabila semua entitas masuk terselesaikan. 2. Location

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

39

Pada location terlihat hasil output promodel seperti pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.13 Printscreen location

Setiap kolom yang tertera pada gambar diatas memberikan informasi yang berbeda. Name menunjukkan lokasi yang berada pada model. Scheduled time

(DAY) sebesar 0,08. Kapasitas disetiap lokasinya dijelaskan melalui kolom Capacity. Total Entries menginformasikan total produk yang masuk ke dalam
setiap lokasi. Avg Time Per Entry (HR), Avg Contents, Maximum Contents,

Current Contents menginformasikan mengenai rata-rata waktu per produk


memasuki lokasi serta konten yang mampu diterima disetiap lokasi pemodelan. Selain itu, %Utilization menggambarkan utilisasi lokasi pemodelan. Dari gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa utilisasi terbesar dalam sistem berada di meja proses pengerollan aluminium pertama sebesar 98,35 %. Sedangkan, pada utilitas terendah rata-rata ada pada mesin press. Utilisasi yang rendah ini disebabkan mesin yang terlalu sering menganggur. Diperlukan perbaikan untuk meningkatkan utilitas lokasi sehingga hasil proses dapat meningkat. 3. Location States Single Pada kolom ini menggambarkan %operation, %setup, %idle, %waiting,

%blocked dan %down. Kolom ini dapat digunakan untuk menganalisa

40

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

produktivitas yang terjadi pada setiap lokasi proses. Hasil output pada pemodelan sistem yang dibuat dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.14 Printscreen States Single Idle terlihat pada proses pengerollan kedua dan pada proses assembly hal ini terjadi karena waktu mesin bekerja dalam sistem sangat sedikit jika dibandingkan dengan waktu proses produksi dari awal. Selain itu, pada proses sebelumnya waktunya sangat lama, tidakk sebanding dengan kecepatan pekerjaan pada proses tersebut, sehingga terjadi bottleneck / starving.

5. Entity Activity Pada kolom ini menggambarkan rata-rata waktu pemodelan entitas mulai dari waktu operasi, waktu tunggu dan juga waktu dalam sistem.

Gambar 4.15 Printscreen Entity Activity LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

41

42

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

6. Entity States Pada kolom ini menggambarkan persentase pemodelan entitas mulai dari persentase operasi, persentase tunggu dan juga persentase berhenti. Kolom ini dapat digunakan untuk menganalisa persentase antrian dan operasi dari entitas yang ada. Berdasarkan data dibawah, diperoleh hasil bahwa akumulasi dari %in move logic, %waiting, %in operation dan %blocked bernilai 100%. Sehingga dapat diartikan bahwa, setiap proses pemodelan dalam suatu entitas akan diperkirakan untuk menentukan seberapa besar antrian dan proses yang dapat diperbaiki dari entitas tersebut. Dapat diketahui bahwa terjadi antrian pada pegangan pijitan, sehingga diperlukan penambahan lokasi pada lokasi pernis. Hasil output pada pemodelan sistem yang dibuat dapat dilihat seperti gambar dibawah ini.

Gambar 4.16 Printscreen Entity States LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

43

4.7 Verifikasi dan Validasi 4.7.1 Verifikasi Pada langkah verifikasi data ini untuk mengetahui apakah model simulasi telah dibuat berjalan sesuai dengan spesifikasi model yang diinginkan. Verifikasi data dilakukan dengan teknik animasi, yaitu dengan.dapat dilakukan dengan membandingkan model yang dibuat pada petri net dengan model yang dibuat pada ProModel. Berdasarkan model yang dibuat pada petri net pada Gambar 4.2 dibandingkan dengan model yang dibuat pada ProModel pada Gambar 4.5 diketahui bahwa data simulasi sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan sistem nyata yang dibuat.

4.7.2 Validasi Validasi pada sistem dilakukan dengan membandingkan output sistem nyata dengan output hasil simulasi. Sebelum dilakukan validasi, maka dilakukan uji kenormalan data terlebih dahulu. Validasi dalam laporan ini dilihat dari 3 hal, yaitu

output, waktu tunggu, dan proses yang memiliki waktu paling lama.
1.

Ouput.
Berikut adalah data perbandingan jumlah output pada sistem simulasi dan

output pada sistem nyata.


Tabel 4.1 Perbandingan output nyata dan simulasi.

No 1 2 3 4 5

Nyata 37 34 35 36 36

Simulasi 50 50 50 50 50

Tabel 4.2 Uji Kenormalan Data output raket


Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic Outputsimulasi .254 Df 10
a

Shapiro-Wilk Statistic .833 Df 10 Sig. .036

Sig. .067

Hipotesis: H0 = data total out berdistribusi normal H1 = data total out tidak berdistribusi normal
44

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Nilai taraf nyata () = 0.05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) H0 ditolak jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed)< Kesimpulan, untuk data total out karena nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,67 0,05 maka Ho diterima, artinya data total out berdistribusi normal. 2. Proses Mesin Roll 1 Proses yang memiliki waktu lama penyelesaian yaitu 3 menit pada mesin Roll.

Gambar 4.17 Proses pada mesin roll

Berikut adalah data perbandingan antara data simulasi dan data nyata pada mesin roll:
Tabel 4.3 Perbandingan output nyata dan simulasi.

No 1 2 3 4 5

Nyata 98,6 98,7 98 98,5 96,8

Simulasi 180 180 180 180 180

Selanjutnya data tersebut diuji menggunakan software SPSS. Sebelum melakukan validasi menggunakan SPSS, maka data harus diuji kenormalan terlebih dahulu dengan langkah-langkahnya sebagai berikut: 1. 2. Mengaktifkan Variable View dan mendefinisikan nama variabel, kemudian isikan data pada Data View. Pilih Analyze Descriptive Statistic, kemudian pilih Explore dan masukkan variabel total_out ke dalam Dependent List, maka akan muncul ouput seperti pada tabel 4.4.
Tabel 4.4 Tests of Normality
Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic Mesinrol ,416
Lilliefors Significance Correction
a

Shapiro-Wilk Sig. ,000 Statistic ,650 Df 10 Sig. ,000

Df 10

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

45

46

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Hipotesis: H0 = data total out berdistribusi normal H1 = data total out tidak berdistribusi normal Nilai taraf nyata () = 0.05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) H0 ditolak jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed)< Kesimpulan, untuk data mesin rol karena nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 0,05 maka Ho ditolak, artinya data mesin rol tidak berdistribusi normal. elanjutnya data tersebut diuji menggunakan software SPSS. Sebelum melakukan validasi menggunakan SPSS, maka data harus diuji kenormalan terlebih dahulu dengan langkah-langkahnya sebagai berikut: 3. 4. Mengaktifkan Variable View dan mendefinisikan nama variabel, kemudian isikan data pada Data View. Pilih Analyze Descriptive Statistic, kemudian pilih Explore dan masukkan variabel total_out ke dalam Dependent List, maka akan muncul ouput seperti pada tabel 4.10. Setelah dilakukan uji kenormalan pada data, maka diputuskan untuk menggunakan uji nonparametrik pada software SPSS, yaitu uji parametrik

Indepedent Sample T-Test untuk data total ouput. Langkah-langkah pengujian


validasi yang dilakukan pada software SPSS antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mengaktifkan Variable View dan mendefinisikan nama variabel, kemudian isikan data pada Data View. Pilih Analyze Compare Means, kemudian pilih Indepndent Sample T-Test. Masukkan variabel pada kotak Test Variable. Untuk menentukan grup, klik Define Groups. Selanjutnya pada kotak Dialog

Groups, tuliskan 1 untuk group 1 dan 2 untuk group 2 dan continue.


Pilih tombol options, kemudian centang Descriptive dan pilih Exclude cases by

analysis dan Continue.


Maka output yang didapatkan adalah

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

47

Tabel 4.5 Independent Samples Test


Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Sig. (2tailed) ,694 ,704 t-test for Equality of Means Std. Error 95% Confidence Interval of the Difference Mean Differenc Difference e Lower Upper ,20000 ,48990 -,92971 1,32971 ,20000 ,48990 -1,16017 1,56017

outp utsi mul asi

Equal variances assumed Equal variances not assumed

F 96,000

Sig. ,000

t ,408 ,408

Df 8 4,000

Hipotesis: H0 = tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (valid) H1 = terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (tidak valid) Nilai taraf nyata () = 0.05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) /2 H0 ditolak jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed)</2 7. Kesimpulan Berdasarkan hasil output pada tabel , didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed)) 0.05/2 yaitu 0.694 0.025, maka H0 diterima, berarti tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata yang menunjukkan model simulasi yang dijalankan sudah valid. Setelah melakukan uji kenormalan pada proses mesin rol dan mesin press, didapatkan bahwa data belum normal, sehingga dilakukan pengujian ManWhitney. Langkah-langkahnya sebagai berikut. a. Aktifkan variable view dan isikan nama variabel dengan Variabel dan Data, pada Variabel masukkan nilai value dengan 1= DataAktual dan 2= DataSimulasi, kemudian isikan data pada data view. b. Klik analyze, pilih Nonparametric Tests, kemudian pilih Legacy Dialogs dan klik

2 Independent Samples.
c. Masukkan Data pada kotak test variable list dan Variabel pada Grouping

Variable kemudian centang Mann-Whitney U pada kotak Test Type.


d. Untuk menentukan grup, klik define groups. Selanjutnya pada kotak dialog

groups, tuliskan 1 untuk group 1 dan 2 untuk group 2. Lalu klik continue.

48

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

e. Klik tombol options, kemudian centang descriptive dan pilih Exclude cases test-

by-test, lalu klik continue, kemudian klik OK.


f. Kemudian muncul output sebagai berikut:
Tabel 4.7 Test Statisticsb
Test Statistics
b

mesinrol Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: kriteria2 5,000 20,000 -1,936 ,053 a ,151

b. Hipotesis: c. H0 = tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (valid) d. H1 = terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (tidak valid) e. Nilai taraf nyata ( ) = 0.05 f. Kriteria pengujian: g. H0 diterima jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) h. H0 ditolak jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < /2 i. Berdasarkan hasil output mesin press, didapatkan nilai Asymp. Sig. (2tailed) > 0.025, yaitu 0.053, maka H0 diterima, berarti tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (valid). 3. Proses Mesin Saw Proses lainnya yang memiliki waktu lama adalah mesin saw. /2

Gambar 4.18 Proses pada mesin saw

Berikut merupakan perbandingan data nyata dan data simulasi pada proses mesin saw:

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

49

Tabel 4.2 Perbandingan output nyata dan simulasi mesin saw


No 1 2 3 4 5 Nyata 97,9 97,6 95,4 95,1 94 Simulasi 240 240 240 240 180

Selanjutnya data tersebut diuji menggunakan software SPSS. Sebelum melakukan validasi menggunakan SPSS, maka data harus diuji kenormalan terlebih dahulu dengan langkah-langkahnya sebagai berikut: 5. 6. Mengaktifkan Variable View dan mendefinisikan nama variabel, kemudian isikan data pada Data View. Pilih Analyze Descriptive Statistic, kemudian pilih Explore dan masukkan variabel total_out ke dalam Dependent List, maka akan muncul ouput seperti pada tabel 4.6
Tabel 4.6 Tests of Normality
a

Kolmogorov-Smirnov Statistic VAR00001 VAR00002 .239 .473 Df 5 5

Shapiro-Wilk Statistic
*

Sig. .200

Df 5 5

Sig. .412 .000

.900 .552

.001

a. Lilliefors Significance Correction *. This is a lower bound of the true significance.

Hipotesis:

H0 = data total out berdistribusi normal H1 = data total out tidak berdistribusi normal Nilai taraf nyata () = 0.05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) H0 ditolak jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed)< Kesimpulan, untuk data mesin press karena nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,001 < 0,05 maka Ho ditolak, artinya data mesin saw tidak berdistribusi normal.

50

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

7.

Kesimpulan Berdasarkan hasil output pada tabel , didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed)) 0.05/2 yaitu 0.001 0.025, maka H0 diterima, berarti tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata yang menunjukkan model simulasi yang dijalankan sudah valid. Setelah melakukan uji kenormalan pada proses mesin saw, didapatkan bahwa data belum normal, sehingga dilakukan pengujian Man-Whitney. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

a. Aktifkan variable view dan isikan nama variabel dengan Variabel dan Data, pada Variabel masukkan nilai value dengan 1= DataAktual dan 2= DataSimulasi, kemudian isikan data pada data view. b. Klik analyze, pilih Nonparametric Tests, kemudian pilih Legacy Dialogs dan klik

2 Independent Samples.
c. Masukkan Data pada kotak test variable list dan Variabel pada Grouping

Variable kemudian centang Mann-Whitney U pada kotak Test Type.


d. Untuk menentukan grup, klik define groups. Selanjutnya pada kotak dialog

groups, tuliskan 1 untuk group 1 dan 2 untuk group 2. Lalu klik continue.
e. Klik tombol options, kemudian centang descriptive dan pilih Exclude cases test-

by-test, lalu klik continue, kemudian klik OK.


f. Kemudian muncul output sebagai berikut:
Tabel 4.6 Test Statisticsb
Test Statistics
b

VAR00001 Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp. Sig. (2-tailed) Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] a. Not corrected for ties. b. Grouping Variable: VAR00002 4.000 19.000 -1.832 .067 .095
a

Hipotesis: H0 = tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (valid) H1 = terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (tidak valid)
LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

51

Nilai taraf nyata ( ) = 0.05 Kriteria pengujian: H0 diterima jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) H0 ditolak jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < /2 /2

Berdasarkan hasil output mesin press, didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) > 0.025, yaitu 0.067, maka H0 diterima, berarti tidak terdapat perbedaan antara data simulasi dengan data nyata (valid).

52

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BAB V Penutup
5.1 Kesimpulan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan terdapat berbagai kesimpulan sebagai berikut : 1. Hasil simulasi dengan menggunakan software promodel paling efektif menggambarkan sistem nyata karena bisa mengetahui jumlah produk jadi dan total biaya akhir yang didapatkan setelah proses tersebut. Sedangkan Petrinet dipergunakan untuk menganalisa informasi penting mengenai struktur dan perilaku dinamis dari sistem yang dimodelkan. 2. Proses pada pembuatan Raket dibedakan menjadi dua aliran proses. Aliran proses pertama adalah proses pembentukan kayu segi 4 menjadi segi 6, dibor kemudian menunggu proses asembely. Aliran proses ke 2 adalah proses pembentukan kepala raket denganpengerolan, pengeboran,penggiran kemudian pemberian mata ikan untuk pegangan tempat masukan senar dan tahap asembely antara kepala raket dengan pegangannya. 3. Dari simulasi didapatkan output sebesar 50 raket, hal ini berarti input telah seimbang dengan output, dan tidak terjadi work in process. Proses terlama terjadi pada proses mesin roll dan pada mesin press dengan waktu 3 menit. 4. Verifikasi dan validasi Dilakukan uji verifikasi dan validasi untuk melihat dan memastikan apakah model pada software promodel telah sesuai dengan petri net dan sistem nyata. Yaitu langkah untuk mengetahui apakah model simulasi raket yang telah dibangun dapat berjalan sesuai dengan spesifikasi model yang diinginkan. Verifikasi data dilakukan dengan teknik animasi, yaitu dengan cara melihat animasi pada model simulasi yang telah dibuat. 5.2 Saran 1. Ketika melakukan pengambilan data waktu pengamatan sebaiknya lebih teliti agar didapat data waktu yang akurat.

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA

53

2. Pelajari modul sebelum melakukan pembutan sistem supaya tidak terjadi kebingungan ketka membuat sistem simulasi. 3. Sebelum memulai pengamatan, hendaknya memastikan peralatan yang akan digunakan benar-benar siap agar tidak terjadi kesalahan teknis saat melakukan pengamatan berlangsung.

54

LABORATORIUM SIMULASI DAN APLIKASI INDUSTRI


JURUSAN TEKNIK INDUSTRI - UNIVERSITAS BRAWIJAYA