Anda di halaman 1dari 32

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

27

BAB III
ANALISIS STRUKTUR

3.1 Model Struktur


Gambar 3.1 Pembebanan pada salah satu portal Y-Z



Gambar 3.2 Pembebanan pada salah satu portal X-Z


TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

28


Gambar 3.3 Pembebanan pada salah satu balok



Gambar 3.4 Deformasi Akibat Comb1


TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

29


Gambar 3.4 Deformasi Akibat Comb2

3.2 Cek waktu getar alami fundamental

nilai waktu getar fundamental T1 dari struktur bangunan gedung harus dibatasi
berdasarkan koefisien untuk wilayah gempa dan jenis struktur bangunan, menurut
persamaan T1 <

dan T1 < . n . berdasarkan tabel 7 SNI 0317262003 untuk


wilayah gempa 4 dan jenis struktur nilai adalah 0.063 sementara berdasarkan SNI
0317262002 berdasarkan wilayah gempa nilai = 0.17

Untuk mengecek kekakuan struktur digunakan 2 cara yaitu sebagai berikut ;
a. Analisis Vibrasi bebas tiga dimensi
Berdasarkan vibrasi bebas tiga dimensi didapatkan nilai waktu getar T1 yaitu;
Nilai T1 (teoritis) = 0,06 H

= 0,32
Modal Mode 1 T = 0.7528 Pada sumbu X
Modal Mode 2 T = 0,7391 Pada sumbu Y
Modal Mode 3 T = 0,6816 Rotasi

b. Analisis menggunakan Rumus empirik
T = 0.06

= 0.32

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

30

Nilai T1 untuk pengecekan kekakuan dipakai nilai terbesar, maka nilai T diambil
Cek nilai T <

= 0.34 ok SNI 0317262003


Cek nilai T < . n = 0.51 ok SNI 0317262002
Setelah mengecek dan mendapatkan nilai T . berikut ini langkahlangkah
perhitungan untuk menentukan beban nominal static ekuivalen











3.3 Output

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

31


Gambar 3.6 Gaya aksial akibat Comb2



Gambar 3.7 Gaya lintang akibat Comb2

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

32


Gambar 3.8 Gaya momen akibat Comb2



























TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

33

BAB IV
PERENCANAAN ELEMEN STRUKTUR

4.1 Perencanaan balok


b = 200 mm, fy = 360 MPa
h = 400 mm fc = 25 MPa
No Kombinasi
Tump.Kiri Lapangan Tump.Kanan
Mu-(Kgm) Mu+ Mu- Mu+ (kgm) Mu-(Kgm) Mu+
1 1,2DL + 1,6LL

- - 5901.56

-
2 1,2DL + 0,5LL + 1,0Qx + 0,3Qy 8849.26 - - 3489.37 3755.17 -
3 1,2DL + 0,5LL + 0,3Qx + 1,0Qy 5935.95 - - 3412.43 6664.37 -
4 1,2DL + 0,5LL - 1,0Qx - 0,3Qy 6787.54 - - 3420.36 5766.27 -
5 1,2DL + 0,5LL -0,3Qx -1,0Qy 4081.87 - - 3428.28 8516.39 -

Asumsi sengkang 10 dan tulangan utama D16
d = h sb sk -

d = sb + sk +


= 400 25 10 -

= 25 + 10 +

= 43 mm
= 357 mm



TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

34

4.1.1 BALOK LENTUR TUMPUAN

- Luas tulangan 5D 16 dengan As = 1005.714 mm
2

- Luas tulangan 2D 16 dengan As = 402.286 mm
2


posisi garis netral
Asumsi tulangan tekan leleh
As.fy = 0.85 fc b 1 C + As fy
C =


= 60.134 mm
Periksa kelelehan tulangan tekan


Tulangan tekan belum leleh
Menghitung Momen Nominal Negatif
As.fy.c =


= 3612.5

-120685.714 c - 10378978.8
c1 = 72.847
c2 = -39.439
Tegangan tulangan tekan


= 245.835 Mpa

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

35

Momen nominal negative



Dengan menggunakan cara perhitungan tersebut maka didapat Mn = 116854365.9 Nmm
= 11685.43659 kgm
Periksa kekuatan penampang
uMn> Mu
0.85x 11685.43659 > 8849.26
9348.35 > 8849.26 * penampang memenuhi syarat

Menghitung Momen Nominal Positif
As.fy = 0.85 fc b 1 C + As fc
= 0.85 fc b 1 C + As E
= 0.85 fc b 1 C + As E


As.fy c =


= 3612.5

+ 241371.428 c - 25947428.571
c1 = 57.690
c2 = -124.505
Tegangan tulangan tekan


= 152.8 Mpa

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

36

Momen nominal positif



Dengan menggunakan cara perhitungan tersebut maka didapat nilai Mn = 45311179.43
Nmm = 4531.118 kgm

4.1.2 BALOK LENTUR LAPANGAN

- Luas tulangan 3D 16 dengan As = 603.429 mm
2

- Luas tulangan 2D 16 dengan As = 402.286 mm
2


posisi garis netral
Asumsi tulangan tekan leleh
As.fy = 0.85 fc b 1 C + As fy
C =



= 20.045 mm
Periksa kelelehan tulangan tekan


*Tulangan tekan belum leleh
As.fy.c =


217234.44 c = 3612.5

+ 241371.6 c -10378978.8
c1 = 50.364
c2 = -57.046
Tegangan tulangan tekan

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

37


= 87.72 Mpa
Momen nominal negative



Dengan menggunakan cara perhitungan tersebut maka didapat nilai Mn = 72140790.72
Nmm = 7214.079 kgm
Periksa kekuatan penampang
uMn> Mu
0.85x 7214.09> 5901.56
6131.976 > 5901.56* penampang memenuhi syarat
Mencari momen nominal positif
003 , 0 '. . . 003 , 0 . . . . . . ' . 85 , 0 . '.
2
d E As c E As c b c f c fy As + = |
144822.96 = 3612.5 c + 362057.4 -15568468.2
C
1
= 42.138
C2=-102.273
Momen nominal positif


Dengan menggunakan cara perhitungan tersebut maka didapat nilai Mn = 45311179.43
Nmm = 4531.118 kgm


TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

38

Persyaratan untuk tulangan lentur

Tumpuan

memenuhi syarat

Sepanjang balok






4.1.3 TUANGAN GESER
Vu = 74.134 kN Tumpuan
fy = 240 MPa
mm
Dtul
sb d 30
2
10
25
2
' = + = + =

d = h - d = 400-30 = 370 mm
Kombinasi
Tump. Kiri

Tump. Kanan
Vu-(KNm) Vu+(KNm) Vu-(KNm) Vu+(KNm)
1,2DL + 0.5LL + 2Qx + 0,6Qy 73.692

40.946
1,2DL + 0.5LL + 0,6Qx + 2,0Qy 64.004 50.635
1,2DL + 0.5LL - 2,0Qx - 0,6Qy 41.505 74.134
1,2DL + 0.5LL - 0,6Qx -2,0Qy

51.073 63.445

asumsi sengkang = 10 dengan tulangan utama D16

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

39

Menghitung S perlu pada daerah tumpuan kanan :




Asumsi sengkang 2 kaki :

Asv = 2. /4 D
2
= 2. /4.10
2
=157 mm
2









Maka diambil jarak antar sengkang 10-250
Menghitung S perlu pada daerah tumpuan kiri:




TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

40

Asumsi sengkang 2 kaki :

Asv = 2. /4 D
2
= 2. /4.10
2
=157 mm
2








Maka diambil jarak antar sengkang 10-250



















TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

41

4.2 Perencanaan Kolom
Dimensi kolom = 300 x 300
fc = 25 MPa
E balok =
= 35% x 23500 = 8225 MPa
E kolom =
= 70% x 23500 = 16450 MPa

Dari SAP di dapatkan total PU untuk Lantai 1 dengan menggunakan kombinasi 1,2 DL
+ 0.5 LL adalah 3548589.1 kgm
Vu = 207084.3 Kg

EL Zi
Berat Per
Lantai
wi.Zi Fi
9.5 11 231091.3 2542004.2 51819.8
6.5 8 459529.4 3676234.8 74941.5
3.5 5 724434.6 3622173.2 73839.4
0 1.5 212035.8 318053.67 6483.6
-1.5 0 0 0 0.0

TOTAL 1627091.1 10158466 207084.3
Unit kg.m
Bx1 Bx2
By2

Bkn
By1
Kolom yang
ditinjau
labels : 245

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

42

diambil dari kombinasi Ex + 0,3 Ey untuk arah x dan 0,3 Ex + Ey untuk arah y
= 0.0000185 m
= 0.0042608 m
1. Klasifikasi Portal



Pengecekan terhadap sumbu x









Pengecekan terhadap sumbu y









Nilai faktor panjang efektif
Dimensi Balok Bawah
By1b = By2b = b= 250 mm, h=300mm
Bx1b = Bx2b = b= 200 mm, h=350mm

Dimensi Balok Atas
By1a = By2a = b= 350 mm, h=450mm
Bx1a = Bx2a = b= 250 mm, h=500mm

Dimensi Kolom ;
Ka=Kt= b=300mm, h=300mm, t=350mm
Kb=b= 300mm, h= 300mm, t=1500mm


TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

43

Faktor Panjang Efektif Kolom (k)



Menghitung EI
Dimensi Kolom bawah =Kolom yang ditinjau = kolom atas


EI = 16450x 675000000 =


Balok bawah


EI = 8225 x =


EI = 8225 x =


Balok Atas


EI = 8225 x =


EI = 8225 x =




Lantai Atas




TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

44




Lantai bawah



TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

45











Klasifikasi Kolom
k arah x
k = 0.84


Kolom Langsing
k arah y
k = 1.416


kolom langsing



TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

28

Perbesaran Momen Rangka Bergoyang
M1ns didapat dengan menggunakan kombinasi pembebanan 1,2 DL+0.5 LL. M1ns dan
M2ns didapat dari Output SAP pada kolom yang ditinjau

- M1nsy = M2 terkecil pada ujung kolom
- M2nsy = M2 terbesar pada ujung kolom

M2nsy = 7.99 KNm M1nsy = 7.61 KNm

M1nsx = M3 terkecil pada ujung kolom
M2nsx = M3 terbesar pada ujung kolom

Dari diagram Momen diatas didapatkan :

M1nsx = 0.946 KNm M2nsx = 1.67 KNm
M1s didapat dengan menggunakan kombinasi pembebanan pembebanan 0.3Ex+Ey. M1s
dan M2s didapat dari Output SAP pada kolom yang ditinjau
M1sy = 213 KNm M2sy = 235.536 KNm
M1sx = 171.09 KNm M2sx = 171.243 KNm

Faktor Pembesaran Momen



Qy = Qx =




Perbesaran Momen
M1x = M1nsx + M1sx M1x = 946000 +(1 x171.09 ) = 172090252,7 N.mm
M2x = M2nsx + M2sx M2x = 1670000 + (1 x 171.243) = 172967301,2 N.mm

M1y = M1nsy + s. M1sy M1y = 7610000 + (1.32 x 213000000 ) = 289122741,09
M2y = M2nsy + s. M2sy M2y = 7990000 + (1.32 x 235536000) = 319287582,1


TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

29

DIAGRAM INTERAKSI KOLOM


12 D 16
f
y
= 360 Mpa
fc = 25 MPa
sb = 22 mm

Analisa penampang kolom 4 muka.
Luas penampang kolom


Total luas penampang total tulangan




Langkah-langkah pembuatan diagram interaksi
1. Hitung kapasitas beban aksial Po

868,9371 kN

! 08 , 0 01 , 0 OK < <
( )
y st st g o
f A A A f P
c
. . . 85 , 0
'
+ =
300
30
0
22

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

30

2. Kondisi balanced
Hitung garis netral cb







Hitung tinggi a, tinggi luas ekivalen tegangan beton



Hitung regangan tulangan baja untuk setiap baris i = 1,2,3,....


d1


d2


d3


d4
cb
=
168
,75
d4
=
270
62
2
2
d2
=
110
d3
=
190
d1
=
30

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

31

untuk

untuk

= 0,0018

d1


d2


d3


d4



Hitung gaya-gaya pada beton dan baja

Gaya tekan beton


Gaya pada tulangan baja


- F
1
(Cs)


- F
2
(Cs)
a b f Cc
c
. . . 85 , 0
'
=

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

32


- F
3
(Ts)


- F
4
(Ts)


3. Hitung kapasitas aksial nominal Pnb





4. Hitung kapasitas momen Mnb




TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

33

ASUMSI C > Cb
C = Cb *1,2 = 202,5 mm
a = 0,85 C = 172,125 mm
Hitung tegangan tulangan baja setiap baris
d1





d2





d3





d4

untuk

untuk

= 0,0018
d1


d2


d3


d4



TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

34

Hitung gaya-gaya pada beton dan baja

Gaya tekan beton


Gaya pada tulangan baja


- F
1
(Cs)


- F
2
(Cs)


- F
3
(Cs)


- F
4
(Ts)



5. Hitung kapasitas aksial nominal Pn1


=
6. Hitung kapasitas momen Mnb



a b f Cc
c
. . . 85 , 0
'
=

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

35

ASUMSI C < Cb
C = Cb . 0,8 = 135 mm
a = 0,85 C = 114,75
Hitung tegangan tulangan baja setiap baris
d1


d2


d3


d4

untuk

untuk

= 0,0018
d1


d2


d3


d4



TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

36

Hitung gaya-gaya pada beton dan baja

Gaya tekan beton



Gaya pada tulangan baja


- F
1
(Cs)


- F
2
(Cs)


- F
3
(Ts)


- F
4
(Ts)



7. Hitung kapasitas aksial nominal Pnb


=
8. Hitung kapasitas momen Mnb


a b f Cc
c
. . . 85 , 0
'
=

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

37



Diagram Interaksi


0, -868.9
107.6, 677.9
139.3, 968.1
109.3, 1351.2
0, 2730.1
-1500.0
-1000.0
-500.0
0.0
500.0
1000.0
1500.0
2000.0
2500.0
3000.0
0 20 40 60 80 100 120 140 160
P
n

Mn
DIAGRAM INTERAKSI Pn-Mn

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

38

Diagram Interaksi Pn e
Pu :
Comb 1 = 755,565 kN Comb 4 = 776,652 kN
Comb 2 = 759,594 kN Comb 5 = 767,745 kN
Comb 3 = 739,922 kN

Pn dan Mn
Mnb = 139,1 kNm Pt = 868,937 kN
Mn1 = 109,3 kNm P0 = 2730,15 kN
Mn2 = 107,6 kNm Pn1 = 1351,2 kN
Pnb = 968,1 kN Pn2 = 667,2 kN

Mu
Mc3 = 34,594 kNm M1x = 172,09 kNm
Mc2 = 63,857 kNm M1y = 289,123 kNm

Pn terhadap eksentrisitas Sumbu 2 = sumbu 3
0,P0 e = 0 e3 = 0 mm
Mn1,Pn1 e = Mn1/Pn1 e3 = 80,891 mm
Mn2,Pn2 e = Mn2/Pn2 e3 = 161,102 mm
0,Pt e = 0 e3 = 0 mm


TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

39


e3* =

= 80,264
Px = 1600
e2* =

= 43,481
Py = 1400

= 0,00063 + 0,00071 0,00037


= 0,00097
Pn = 1027,74
Pn = 822,195 kN > 795,594 kN . OKE!


0
500
1000
1500
2000
2500
3000
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180
P
n

e

TUGAS PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

40

Tulangan sengkang kolom
Kombinasi Vu2 (N) Vu3 (N)
1.2 DL + 2(0.5 LL + Ex + 0.3 Ey ) 196595.27 51497.43
1.2 DL + 2(0.5 LL -Ex + 0.3 Ey ) 78114.61 251981
1.2 DL + 2(0.5 LL + 0.3 Ex + Ey) -195209.79 -60155.83
1.2 DL + 2(0.5 LL - 0.3 Ex + Ey) -76729.13 -260639.4

Vu = 260639.4 N
Diameter sengkang 16 As= 201 mm Astot = 402 mm

64750 N
Vs= Vu/ Vc = 260639.4/0.75 64750 = 282769.2 N