Anda di halaman 1dari 17

MINYAK ATSIRI KAYU MANIS

Kelompok 5: 1. Julfan (NIM. 1006121744) 2. Fauzi Afrizal (NIM. 1006121756) 3. Widia Fitri (NIM. 1006121844)

Pendahuluan

Kayu manis merupakan salah satu tanaman yang kulit batang, cabang dan dahannya digunakan sebagai bahan rempah-rempah dan merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Kulit kayu manis merupakan salah satu produk ekspor Indonesia khususnya daerah Sumatera Barat dan Jambi. Harga kulit kayu manis ini relatif murah sehingga diperlukan adanya hasil alternatif lain yang lebih menguntungkan, contohnya ekstrak minyak atsiri.

Jenis Tanaman
1.

2.

3.

Cinnamomum burmanii Rendemen minyak atsirinya 1-4 %, berwarna kuning kecoklatan Cinnamomum cassia Rendemen minyaknya sama dengan C. burmanii Cinnamomum loureirii Rendemen minyaknya mencapai 7%, warnanya kuning kecoklatan hingga coklat pucat.

Kegunaan
Kayu manis digunakan untuk berbagai keperluan seperti Bahan pemberi aroma dan citarasa pada makanan dan minuman, industri farmasi, kosmetik, rokok, dan sebagainya.

Komposisi

Komposisi Minyak Atsiri

Komposisi minyak kayu manis cassia dibangun oleh komponen sinamaldehid (8095%) dan komponen lain seperti sinamil asetat, cinnamic acid, benzaldehid, metal salisilaldehid, metal o-komuraldehid dan koumarin. Sinamaldehid biasa disebut dengan sinamat aldehid (3-fenil akrolein), mempunyai berat molekul 132.15 dengan rumus molekul (C6H5CH=CHCHO)

Proses Ekstraksi
Kulit kayu manis (kering) Minyak atsiri kayu manis

Dirajang

Di ukur volumenya

Diekstrak dengan metode destilasi uap selama 6 jam

Dipisahkan dari air dengan Na2SO4 anhidrat

Di analisis

Gambar 2. Alat destilasi uap dengan bahan bakar minyak Ket: A (ketel), B (pemanas), C (kondensor), D (penampung minyak, E (air balik)

Pengujian
1.

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Rendemen Bobot jenis dengan piknometer Indeks bias dengan refraktometer Putaran optik dengan polarimeter Uji warna Uji bilangan asam Kelarutan dalam alkohol 95%

Pemasaran
Sampai saat ini Indonesia sebagian besar hanya mengekspor produk kayu manis dalam bentuk kulit yang merupakan komoditas ekspor penting bagi daerah tertentu seperti Sumatera Barat. Negara pengimpor kayu manis Indonesia antara lain adalah amerika, Kanada dan Jerman.

Analisis Usaha Industri Penyulingan Minyak Atsiri Kayu Manis


1. 2. 3.

4.
5. 6. 7.

8.

Asumsi Bahan baku (kayu manis kering) yang digunakan (Rp 5000/Kg) Kapasitas ketel suling 300 kg Rendemen minyak 4% Lama penyulingan 6 jam Dalam 1 bulan melakukan 40 kali penyulingan Harga jual minyak Rp 300.000/kg Tanah milik sendiri Satu set alat penyulingan, perlengkapan dan bangunan dapat digunakan selama 5 tahun (biaya investasi dihitung untuk 5 tahun)

Biaya 1. Biaya Investasi (alat, perlengkapan, dan bangunan) di perkirakan Rp 100.000.000 2. Biaya operasional/bulan di perkirakan Rp 94.200.000 Pendapatan Dalam sekali proses suling didapatkan 12 kg minyak kayu manis. Jika harga jual Rp 300.000/kg, diperoleh pendapatan Rp 3.600.000/penyulingan. Selama 1bulan dilakukan penyulingan sebanyak 40 kali. Maka, pendapatan 1 bulan=Rp 144.000.000

Keuntungan Keuntungan/ bulan=pendapatan-biaya operasional = 144.000.000 - 94.200.000 =Rp 49.800.000

Break even point (BEP) BEP harga produksi =total biaya : total produksi dalam 1 bulan =94.200.000 : (12 kg x 40 penyulingan) =Rp 94.200.000 : 480 kg =Rp196.250/kg Artinya, titik impas usaha tercapai pada tingkat harga jual produk mencapai Rp 196.250/kg

BEP volume produksi = total biaya : harga jual minyak kayu manis =Rp 94.200.000 : Rp 300.000/ kg = 314 kg Artinya, titik impas usaha tercapai pada saat hasil produksi minyak kayu manis mencapai 314 kg

Pay back period =total biaya investasi : keuntungan/bulan =Rp 100.000.000 : Rp 49.800.000 =2,008 bulan Artinya, biaya investasi akan kembali setelah 2 bulan 1 hari