Anda di halaman 1dari 5

I.

PENDAHULUAN
MONOGRAFI DAN POTENSI WILAYAH
A. Wilayah kerja Desa Sikkuale meliputi : Desa Sikkuale meliputi 3 (tiga) Dusun,yaitu : 1. Dusun Sikkuale 2. Dusun Sikkuledeng 3. Dusun Bakkoko Desa Sikkuale mempunyai batas wilayah yaitu : - Sebelah utara - Sebelah timur - Sebelah barat Luas Desa Sikkuale : 13,27 km2 Jarak dari Ibu Kota Kabupaten Jarak dari Ibu Kota Kecamatan Tinggi dari permukaan laut : Desa Mangki : Desa Mattunru-tunruE : Desa Salipolo

: 14 km : 3 km : 6m

B. Keadaan Penduduk a. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin : Laki-laki : 1.245 jiwa Perempuan : 1.195 jiwa Jumlah : 2.440 jiwa b. Jumlah kepala keluarga / rumah tangga : Kepala keluarga : 532 orang Kepala keluarga tani : 495 orang c. Agribisnis : Pemilik lahan menggarap : 129 orang Pemilik lahan tidak menggarap : 102 orang Penggarap : 500 orang Buruh tani : 27 orang Pengolahan hasil : 36 orang Pemasaran hasil : 9 orang C. Luas lahan Desa Sikkuale sebagai berikut : a. Luas Sawah Irigasi tekhnis : 1.096 ha

Irigasi tekhnis Irigasi Desa Tadah hujan b. Luas tanah kering Kebun Kebun jagung Tegalan Pekarangan D. Data Usaha Tani a. Padi Luas tanam Realisasi panen b. Palawija Luas tanaman jagung Luas tanaman kacang ijo Luas tanaman tomat Luas tanaman cabe besar Luas tanaman cabe kecil c. Hortikultura Mangga Pisang Pepaya Jambu air Nangka d. Perkebunan Kakao Kelapa dalam e. Peternakan Ternak besar ( sapi ) Ternak unggas Ayam buras Itik Manila/entok Angsa f. Perikanan Kolam ikan mas/nila Kolam ikan lele dumbo

: : : : : : :

ha ha ha

156,70 ha 200 ha 90,1 ha 23,6 ha

: 1.096 ha : 1.096 ha : 200 ha : 1,87 ha : 0,42 ha : 0,37 ha : 0,65 ha : : : : : 1.22 ha 20,50 ha 0,22 ha 0,45 ha 0,26 ha

: 47,33 ha : 12,21 ha : : : : : : 75 ekor 13.720 ekor 5.748 ekor 277 kor 36 ekor

: 7,38 ha : 0,36 ha

E. Kelembagaan petani Jumlah Gapoktan Jumlah kelompok tani F. Sarana dan prasarana Hand traktor Hand sprayer Power treser Chandue (alat panen padi ) Dros Mesin panen padi Combine Pompa air Sabit Penggilingan besar Penggilingan kecil Penggilingan berjalan Mobil Sepeda motor Sepeda motor taxi Sepeda taxi Gerobak Tempat ibadah ( Masjid ) Pasar tradisional

: 1 kelompok : 17 kelompok : 142 unit : 943 unit : 6 unit : 7 unit : 6 unit : 2 unit : 29 unit : 1.376 buah : 1 unit : 7 unit : 4 unit : 27 buah : 287 buah : 87 buah : 27 buah : 23 buah : 4 buah : 1 buah

II. PERMASALAHAN
a. Permasalahan petani / kelompok tani Jadwal tanam sering tidak sesuai anjuran akibat tidak sinkron dengan jadwal pengairan. Pengolahan tanah yang tidak sempurna. Petani belum mengetahui tekhnologi pengairan basah kering. Pemilihan varietas yang sesuai dengan musim tanam belum sepenuhnya sesuai anjuran. Penggunaan benih berlabel/bersertifikat masih kurang. Tenaga tanam kurang sehingga sering terjadi bibit padi terlambat tanam. Kesadaran petani untuk memelihara saluran tersier masih rendah. Masih banyak petani yang enggan melaksanakan tekhnologi tanam jajar legowo dan tanam pola SRI. Pemupukan berimbang dengan Sistem Hara Spesifik Lokasi belum sepenuhnya dilaksanakan. Penggunaan pupuk organik masih sangat kurang. Pengamatan OPT belum maksimal. Petani belum sepenuhnya memahami cara penggunaan pestisida yang benar dan sesuai anjuran serta rekomendasi. Pengendalian hama tikus masih dilakukan secara sendiri-sendiri. Pengetahuan petani akan Organisme Pengganggu Tanaman ( OPT ) Masih kurang. Penanganan pasca panen yang belum sempurna sehingga mengakibatkan banyak kehilangan hasil. Daya jual petani mengikuti harga jual pedagang. Petani masih sedikit yang menjadi petani penangkar benih. Masih banyak pengurus kelompok tani yang tidak melaksanakan tugas dan fungsinya dengan benar. Kesadaran anggota kelompok tani untuk mengikuti kegiatan kelompok masih kurang. Pertemuan rutin kelompok belum dilaksanakan. Administrasi kelompok belum lengkap. Fasilitas kelompok masih kurang. Modal kelompok tidak ada. Koordinasi pengurus kelompok dengan anggotanya masih kurang. Kemampuan kelompok dalam bermitra masih kurang.

Kebanyakan kelompok masih mengandalkan bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah. b. Permasalahan pengembangan komoditi pertanian ( spesifik lokasi ) Petani belum berminat menanam padi hibrida. Masih banyak petani belum menanam varietas jagung hibrida yang dianjurkan. Pencurian ternak sapi masih marak sehingga petani ternak ragu-ragu memelihara ternak. Peternak tidak mengandangkan sapinya. III. PEMECAHAN MASALAH a. Pemecahan masalah petani/kelompok tani melalui metode penyuluhan dan peran THL-TBPP Rapat Posko untuk penentuan jadwal tanam. Mengadakan SL-PTT untuk memandu dan mendampingi petani dan kelompok tani dalam menerapkan tekhnologi yang direkomendasikan. Mengadakan pengendalian hama tikus secara missal di wilayah yang dianggap sarang tikus.

Anda mungkin juga menyukai