Anda di halaman 1dari 5

BUDAYA PEPONGOTEN DALAM ACARA PENIKAHAN

DI BLANG KEUJEREN, GAYO LUES.


Masyarakat, mahkluk yang hidup dan terikat oleh suatu kebudayaan di miliki
secara kolektif , kebudayaan menjadi sebuah alat untuk menyatakan integritas sosial
masyarakat . kebudayaan , tradisi , dan kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
,akan membentuk dalam masyarakat.
Aceh dalam sejarah zaman sejak penjajahan belanda sampai masa pasca
kemerdekaan ini , ternyata tidak pernah lepas dari budaya / adat istiadat yang sangat
kuat . bukankah aceh terkenal dengan budaya / adat istiadatnya ?
Semua masyarakat didunia memiliki budaya , sehingga setiap kebudayaan berbedaan
wujudnya dengan kebudayaan yang lain . Aceh pun mempunyai kebudayaan sendiri ,
memiliki beragam macam kebudayaan setiap daerah , salah satu nya daerah Blang
keejren , Gayo lues , yang baru memisahkan diri dari Kuta cane , Aceh Tenggara , lebih
kurang lima tahun dengan begitu banyak perjuangan dan pengorbanan . blang keejren ,
Gayo lues tepatnya makan waktu lebih kurang 12 jam perjalanan dari kota Banda Aceh ,
dengan melewati Takengong , Aceh Tengah . Dengan biaya transportasi lebih kurang
Rp 180,000 00,- (Seratus delapan puluh ribu) per orang dengan mengunakan jasa L300..
Gayo Lues memiliki kebudayaan yang sangat unik, salah satu kebudayaan yang
terdapat di sana yakni budaya pepongoten, awak kata pongot yang artinya tangis .
pepongoten dilaksanakanpada acara tertentu , yakni acara festival kesenian Gayo dan
pernikahan . pernikahan merupakan hal yang begitui dalam kehidupan , karena setiap
manusia mengingkan kebutuhan birahi yang harus di penuhi. Dengan ini masyarakat
Gayo Lues mempunyanyi acara atau adat tersendiri dalam melangsung kan resepsi
pernikahan , yang di sebut pepongoten.
Pepongoten adat yang di sepakati oleh masyarakat Gayo Lues yang sudah turun
temurun adanya, pepongoten menggunakan bahasa yang halus dengan istilah teersirat
dalam hati , sehingga yang mendengarkan akan ikut tertarik kedalam nya . masyarakat
Gayo Lues mengistilahkan bemacam-macam pepongoten ini dengan beberapa nama ,
keadaan yang berbeda , dan urutan yang lazim dilakukanPongot man pasir awal dari

adat resepsi pernikahan ,sebelum pelaksanakan pongotv terlebih dulu didahului dengan
acara perpisahan (man Pasir) dengan teman-teman para pemuda- pemudi di desa tempat
tinggal yang mengadakan resepsi penikahan.
Setelah bercengkrama panjang lebar , sambil membuka cerita lama di sertai
permintaan maaf selama bergaul bersama-sama , tidak pula para undangan , man pasir di
suguhi dengan hidangan malam, calon pengantin wanita diharapkan mengambil sedikit
demi sedikit nasi yang ada di piring teman-temannya sambil menangis (pongot) ini biasa
di adakan malam hari dari jam 20 22 Wib, inilah yang di sebut pongot man pasir.
Selanjutnya di beri nama Pongot beguru pongot ini biasa diadakan sebelum akat
nikah , calon pengatin wanita sebelum melangsungkan akat nikat , di harapkan untuk
pongot terlebih dahulu, dengan duduk diatas nampang (tikar kecil) yang di kelilingi para
saudara . pongot yang ketiga disebut pongot mah bayi
Sebelum pongot terlebih dahulu pengatin laki-laki yang baru datang kerumah
penganting wanita di tepung tawari ,setelah itu melanjutkan dengasn akat nikah yang
diadakan di rumah, setelah akat nikah pengating laki-laki dan wanita di beri nasehat oleh
orang tua namun jika akat nikah di lakukan di mesjid pengating laki-laki dan wanita yang
sudah melansungkan akat nikah baru di tepung tawari, jika ingin masuk ke dalam rumah,
nasehat agama dadn adat istiadat terus di berikan , sampai kemudian pengatin laki-laki
pulang ketika pengantin laki-laki sudah pulang , barulah pengatin wanita menangis
(pongot) , yang di lakukan sambil berpelukan dan terus menangis (pongot)
Pongot Besine diartikan dengan pamitan , di harapkan pengatin wanita , untuk
pergi pamitan atau meminta izin, ketempat saudara dekat , sambil menangis , dengan
bermodalkan kain kerawang atau kain panjang , dan yang terakhrir masyarakat Gayo
Lues biasanya menyebutkannya dengan Pongot Mahberu \ tangon pongot yang terakhir
ini , pongot dimana pengatin wanita akan di antarkan kerumah pengantin laki-laki setelah
pesta diadakan di rumah wanita . pengatin wnita terus pongot (menangis) sambil
memeluk orang tua dan saudara dekatnya.
Inilah sedikit gambaran tentang adat pepongoten yang di laksanakan pada resepsi
pernikahan di Gayo Lues, kemudian selain pepongoten pada acara pernikahan
pepongoten juga diadakan pada festival kesenian Gayo, dan ini biasanya di
perlombakan .kesenian yang lain muisalnya, tari saman , bines dan didong.

Dengan begitu indahnya , kesenian dan adat istiadat kita ., akankah kita rela orang
lain mengambilnya ? Budyakan kebudayaan daerah, karena yang seperti kita
ketahui, demikian derasnya arus budaya asing yang masuk ke Aceh , sehingga tanopa kita
sadari banyak genarasi muda sekarang ini kurang mengenal apa lagi mengerti dan
memahami khasanah kesenian tradisional.

Penulis ;
Jumarayani.

Pepongoten MAN PASIR ( dilaksanakan sebelum akat nikah)


Biasanya , dilakukan saat berpisah dengan teman-teman.
Teks
Hana ken die
Lon si sara lon ini
Penjematan
Katinge ikamulen ama urum ine, ruesku.
Tubuh sibatang ruang ini
Mangan sisara pangan
Minum sisara labu
Pujematan si jeroh ke die
Ketike sibise ke die
Senaro lo ini sika mulen pong ku
Urum reje ini sikumulen pongku sisara alih
Urum reje ni denganene, kugergel teteni
Berkerutkening lenye ama urum ine
Kini ken jelen musirang ke die
Ken jelen teken cere ke die.
Artinya
Apa itu
Hari apa hari ini maka bagus
Sudah di kumpulkan ayah dan ibu
Teman-teman ku
Makan satu piring
Minum satu cangkir
Hari apa yang bagus
Hari ini
Mungkin hari yang bagus, maka
Teman-teman sudah di kumpulkan
Laki-laki dan perempuan dan perempuan kerumah ini
Tak bisa lagi di pandang
Wajah ayah dan ibu
Kerena hari yang bagus ini
Akan berpisah dengan anak nya.

Pepongoten Mah beru biasanya , dilakukan saat hendak mengantar, pengatin wanita
ketempat pentin laki-laki.
Teks
Wo ine ineku
Lo si serloni nge sunguh sareh I turuni ine brus putus ku
Wo ine ine ku
Lo si serloni nge sunguh sareh I turuni ine pecah belah ku
Sikarna ine nge nungeren kiset taluku ruesku
Ine kase nge sunguh sareh nge berubah pinah kain baju ku
Pentalunme le pedihne nti berubah pinah ku rues ku
Kati nti terjauh tu kekireku ine ku.
Artinya.
Oh. Ibu. Ibuku
Sekarang sudah nyata aku berpisah
Oh . Ibu ibuku
Sekarang sudah nyata kau berikan
Peralatan rumah tangga kepada ku
Kerena, perasaan i9bu sudah malas
Memanggil anak kepadaku
Ibu sungguh sudah berpindah kehidupan ku.
Ibu sungguh sudah berpindah tempat tinggal ku
Panggilan mu jangan pernah berubah untuk ku
Biar tidak jauh pikiranku kepada mu .