Anda di halaman 1dari 4

Kami Setuju Bahwa Peran Account Representative Dapat Meningkatkan Penerimaan Pajak di Indonesia

Account Representative adalah pegawai yang diangkat pada setiap Seksi Pengawasan dan Konsultasi di Kantor Pelayanan Pajak yang telah mengimplementasikan Organisasi Modern. Account Representative mempunyai tugas : a. melakukan pengawasan kepatuhan perpajakan Wajib pajak; b. bimbingan/himbauan dan kunsultasi teknis perpajakan kepada wajib pajak; c. penyusunan profil Wajib Pajak; d. analisis kinerja Wajib Pajak, rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka intensifikasi; dan e. melakukan evaluasi hasil banding berdasarkan ketentuan yang berlaku. AR adalah penghubung antara KPP WP Besar dan Wajib Pajak, yang bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi perpajakan secara efektif dan profesional. Mereka terlatih untuk memberikan respon yang efektif atas pertanyaan dan permasalahan yang diajukan Wajib Pajak sesegera mungkin. AR juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Wajib Pajak memperoleh hak -haknya secara transparan. AR memiliki pemahaman tentang bisnis serta kebutuhan Wajib Pajak dalam hubungannya dengan kewajiban perpajakan. Untuk itu AR secara berkala mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari berbagai nara sumber. Reformasi birokrasi di Direktorat Jenderal Pajak atau yang lebih dikenal dengan istilah penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern telah melahirkan jabatan baru di kantor pajak yaitu Account Representative, dimana Account Representative ini merupakan mitra penghubung antara DJP dengan Wajib Pajak. Setiap Account Representative mempunyai beberapa Wajib Pajak yang harus ditanganinya, dimana terhadap Wajib Pajak tersebut Account Representative berkewajiban untuk memberikan bimbingan/konsultasi dan melakukan pengawasan terhadap kepatuhan kewajiban perpajakan. Jika sebelum sistem administrasi perpajakan modern seorang Wajib Pajak harus menghubungi

banyak bagian di kantor pajak untuk menyelesaikan urusan perpajakannya, maka saat ini cukup menghubungi Account Representative yang telah diberi tugas menangani Wajib Pajak tersebut. Peluang korupsi yang dapat dilakukan oleh Account Representative adalah pada kewenangan yang dimilikinya untuk merekomendasikan laporan pajak yang mencurigakan, dimana jika Wajib Pajak tidak ingin laporan pajak tersebut ditindak lanjuti maka dia dapat menegosiasikannya dengan AR yang bersangkutan dan tentunya dengan sejumlah imbalan tertentu. Account Representative (AR) berperan penting dalam peningkatan tingkat kepatuhan WP dalam menyampaikan SPT. Hal ini karena AR sebagai penghubung antara WP dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karanganyar, yang bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi perpajakan secara efektif dan professional. AR juga berperan sebagai pengawas terhadap penyampaian SPT dengan menerbitkan Surat Teguran. Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan KPP Madya Surabaya M. Primbang Aprilianto yang menjadi pemateri dalam kesempatan itu menambahkan, kini dalam proses modernisasi layanan itu juga ada seorang account representative (AR). Oleh kantor pajak dia ditugasi sebagai penghubung antara WP dan KPP Pratama. "Nanti ditunjuk siapa AR dari masing-masing WP. Keduanya bisa memosisikan diri sebagai teman diskusi," katanya. Dengan adanya AR itu diharapkan bisa meminimalkan distorsi informasi yang terjadi. Dalam tugasnya, AR berkewajiban menjawab pertanyaan WP atas permasalahan perpajakan. Tersedianya Account Representatives (AR) sebagai ujung tombak pelayanan dan perantaran antara DJP dengan WP yang mengemban tugas melayani setiap Wajib Pajak dalam hal antara lain pertama membimbing/menghimbau WP dan memberikan konsultasi teknis perpajakan. Kedua, memonitor penyelesaian pemeriksaan pajak, proses keberatan, serta mengevaluasi hasil banding. Ketiga, melakukan pemuktahiran data WP dan menyusun profil WP. Keempat, menginformasikan ketentuan perpajakan terbaru, Kelima, memonitor kepatuhan WP melalui pemanfaatan data & SAPT (Sistem Administrasi Perpajakan Terpadu). Keenam, menyelesaian permohonan surat keterangan yang diperlukan WP. Ketujuh,menganalisis kinerja wajib pajak. Kedelapan, merekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka intensifikasi.

Inilah kiat Direktorat Jenderal Pajak menambal kekurangan aparat pemeriksa pajak. Direktur Jenderal Pajak Darmin Nasution memerintahkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama di seluruh daerah membentuk tim pemeriksa "dadakan" yang beranggotakan bukan pemeriksa pajak, dan diketuai minimal seorang account representative (AR). Selama ini, AR merupakan penghubung antara wajib pajak yang ada di satu wilayah, dengan KPP. AR juga bertugas membuat profil dari wajib pajak. Penerimaan Negara JAKARTAKantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Jakarta mengakui kesulitan mencapai target penerimaan pajak yang ditetapkan sebesar 93,4 triliun rupiah. Sulitnya mencapai target tersebut karena jumlah wajib pajaknya yang masih kurang dan beberapa di antara wajib pajaknya memiliki tingkat kepatuhan yang rendah. Kalau melihat hasil yang dicapai dibanding target, sangat sulit, tetapi kami berusaha terus, kata Riza. Wajib pajak khusus merupakan perusahaan-perusahaan multinasional. Mereka pada umumnya patuh menyelesaikan kewajibannya, tetapi terkadang sering terlambat membayar karena aliran kasnya. Untuk mencapai target ke depan, dia akan terus memperluas basis wajib pajak khusus tersebut.

Selama ini, yang sudah terdaftar hanya penanaman modal asing, badan, dan orang asing serta perusahaan masuk bursa, sehingga penambahannya sejalan dengan penambahan investasi di BKPM. Dalam penetapan target, Riza mengatakan, mereka hanya melaksanakan target yang ditetapkan Ditjen Pajak Pusat. Kami memberikan masukan tetapi penentunya kantor pusat, katanya. Untuk memaksimalkan penerimaan pajak khusus, dia mengatakan, menugaskan satu tenaga account representative pada setiap wajib pajak yang menangani setiap perusahaan. Pegawai tersebut akan menggali potensi pajak dan mengikuti perkembangan bisnis perusahaan, katanya. Dia menambahkan dibandingkan dengan 2009, penerimaan pajak Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Khusus naik 23 persen.

Kanwil Khusus memberikan kontribusi sekitar 18 sampai 19 persen terhadap penerimaan pajak nasional, sedangkan kanwil pajak besar memberikan kontribusi sebesar 42 persen.

Dirjen Pajak akui ada 3 titik rawan

JAKARTA: Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo mengakui tiga divisi di Ditjen Pajak-yang berperan dalam empat kegiatan utama-rawan sebagai tempat kongkalikong antara petugas pajak dan wajib pajak.

Tiga divisi tersebut adalah account representative (AR) yang berada di bawah Seksi Pengawasan dan Konsultasi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan (tempat pemeriksa dan juru sita berada), serta Direktorat Keberatan dan Banding.

"Titik rawan di Ditjen Pajak adalah pekerjaan menyangkut pemeriksaan pajak, account representative di KPP, lalu penelaah keberatan seperti Gayus [Tambunan] dan ini tidak hanya di pusat, tetapi di 31 kanwil, serta juru sita," kata Dirjen Pajak, kemarin.

Beri Nilai