Anda di halaman 1dari 10

Dinamika Keuangan dan Perbankan, Agustus 2009, Hal: 95 - 104 "##!

:19$9-4%$%

Vol 1 !o 2

&'(A) HA*A(D PADA )+&,A-A P+(,A!KA! 'le.: /as0an 1akultas +konomi 2ni3ersitas #tikubank #emarang Abstract
Moral hazard in banking institution correlated with stockholder interest in transferring wealth from bondholders. It can happened when first, there is losses insurer from the outside such as surety deposit. Second, lenders deviate from the agreement being approved before, so result in losses in banking institution. Third, moral hazard may also happen is there is ma ority ownership that result in high ownership concentration in stock value relatively low. Moral hazard can also happened when stock holders with managements do it together for the interest of stockholders. !owever, moral hazard will decrease when stock value is high , because of the stake holder do not bears cost of bankruptcy due to their own fault. Moral hazard in banking institution eliminated if stock holder and management perform control function tightly and taking action prudentially together. "ey words# moral hazard, stock holder, losses insurer and surety deposit.

Penda.uluan Bank sebagai lembaga yang berfungsi menjembatani antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki kelebihan dana sering dituntut untuk selalu berhati-hati dalam mengelola dana tersebut. Tuntutan tersebut tidak lepas dari kepentinganpemilik dana atau deposan yang harus dilindungi.Disisi Lain pemegang saham juga memiliki hasrat yang kuat untuk meningkatkan kekayaan atas beban deposan. Pada bank-bank yang patuh kepada regulasi umumnya akan menempatkan dananya pada proyek-proyek yang ber NPV positif. Namun pada bank-bank yang melakukan moral ha ard tinggi akan !enderung menempatkan dana dari deposan pada proyek-proyek berisiko tinggi" bentuknya adalah penempatan kredit pada pengusaha berisiko tinggi. Penempatan kredit berisiko tinggi dapat dipastikan memiliki yield yang tinggi. #emestinya Pemegang saham melalui manajemen bank yang berkepentingan untuk memperoleh pendapatan" sedapat mungkin menempatkan dana pada proyek yang berisiko rendah" bertindak hati-hati agar sehat" dan dapat memenuhi ke$ajiban sekiranya deposito jatuh tempo" namun seperti dikatakan sebelumnya bah$a perilaku penimjm pangan moral sangat mungkin terjadi dalam bisnis perbankan. Perlindungan dana nasabah dan pemeliharaan asset atau modal pemilik bank sangat tergantung kemampuan manajemen bank dalam mengelola dana tersebut. Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian" semestinya bank akan selamat dari kemungkinan risiko terburuk yaitu likuidasi. Tugas manajemen bank tidak hanya itu" namun yang utama adalah meningkatkan nilai kekayaan pemilik. Tentu saja tugas yang ketiga ini akan ter!apai kalau kedua tugas sebelumnya dapat dilakukan. %ntuk itu agar amanat dijalankan" perlu adanya kontrol. Persoalannya kontrol yang dilakukan pemegang saham tidak selalu sejalan dengan kepentingan manajer dan publik. Pada kondisi nilai saham rendah yang di!erminkan oleh !harter &alue yang rendah" perilaku manajemen sering tunduk kepada kemauan pemegang saham untuk melakukan moral ha ard. 'al ini akan semakin berpotensi bila dana deposan dijamin penuh oleh lembaga penjamin simpanan. $orporate control menyangkut siapa yang mengontrol" siapa yang dikontrol dan

/as0an

Dinamika Keuangan dan Perbankan

bagaimana mekanisme kontrol tersebut(. Persoalan ini bersentuhan dengan siapa pemiliknya" siapa yang bertindak selaku pembuat keputusan manajemen dan siapa penanggung risiko. Bisa jadi seorang pemilik bank langsung bertindak sebagai pembuat keputusan-keputusan strategis dibidang manajemen yang sekaligus menanggung risiko atas keputusan tersebut" namun pada era sekarang sangat ke!il kemungkinan pemilik langsung bertindak sendiri tanpa melibatkan para professional. Para pemilik bank umumnya akan menyerahkan amanat kepada pihak manajemen untuk mengelola bank. Penyerahan amanat kepada pihak manajemen untuk mengelola bank tentu ditentukan melalui )apat %mum pemegang saham. Dalam )%P# pemegang saham biasa yang mayoritas akan menentukan struktur manajemen. Pihak shareholder akan menentukan orang-orang yang menurutnya bisa diper!aya untuk melindungi kepentingan pemilik dan sekaligus meningkatkan nilai kekayaan pemilik. Problem moral ha ard menyangkut siapa yang akan menyimpang" mengapa menyimpang dan siapa yang dirugikan akibat tindakan tersebut. *isalnya dalam #truktur kepemilikan yang didominasi pemegang saham mayoritas akan dapat menekan konflik keagenan" namun dapat menjadi sumber malapetaka karena kepemilikan mayoritas dapat berpotensi menimbulkan moral hazard. Pemegang saham mayoritas menekan pemegang saham minoritas dan manajemen untuk bertindak atas kepentingannya atas beban pemegang saham minoritas atau penanggung risiko lembaga penjamin. Disamping itu akibat ulah peminjam yang menyimpang dari yang disepakati" maka bank dirugikan. Tulisan ini akan membahas dan menyajikan apa yang dimaksud moral ha ard dalam lembaga perbankan" tipe moral ha ard" dan mengapa terjadi moral ha ard serta solusinya untuk mengurangi moral ha ard dalam lembaga perbankan.

Dengan demikian tulisan ini akan memberikan pemahaman bagi publik maupun praktisi perbankan dalam mengelola lembaga perbankan. Pemba.asan 'ubungan antara pemilik modal dengan manajemen bank +pengurus, sering disebut hubungan keagenan. 'ubungan keagenan sebagai suatu kontrak yang mana satu atau lebih prin!ipal +pemilik, menggunakan orang lain atau agent +pengurus, untuk menjalankan akti&itas bank. Dengan kata lain dalam hubungan keagenan menjelaskan hubungan antara pemberi kerja dan penerima amanah untuk melaksanakan pekerjaan. Pemberi kerja yang disebut prinsipal akan memberikan hak kepada orang lain yang disebut sebagai agen untuk menjalankan haknya. -edua belah pihak terikat oleh kontrak yang menyatakan hak dan ke$ajiban masing-masing. %ntuk selanjutnya istilah pemberi kerja diasosiakan sebagai prinsipal" pemilik modal" shareholders" dan pemberi amanat. #edangkan agen dapat disamakan dengan penerima amanat" pengurus +direksi dan komisaris," pihak manajemen bank" pengelola" orang dalam atau insiders. Dalam me$ujudkan kontrak kerja yang dimaksudkan" prinsipal menyediakan fasilitas dan dana untuk kebutuhan operasi bank. Di lain pihak" agen sebagai pengelola bank berke$ajiban untuk mengelola bank sebagaimana diamanahkan oleh para pemegang saham +prinsipal," yaitu meningkatkan kemakmuran prinsipal melalui peningkatan nilai suatu bank +yang ter!ermin pada harga sahamnya,. #ebagai imbalannya agen akan memperoleh gaji" bonus dan berbagai ma!am kompensasi lainnya. Dalam praktiknya" tidak sedikit para professional atau manajer bank !enderung untuk meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Para pengurus bank mempunyai ke!enderungan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dengan

94

Vol 1 !o 2, Agustus 2009

Dinamika Keuangan dan Perbankan

biaya ditanggung oleh pihak lain +prinsipal,. Perilaku ini sering disebut sebagai keterbatasan rasional %bounded rationality& dan tidak suka menanggung risiko. -eterbatasan sifat manusia seperti inilah yang menyebabkan prinsipal dan agen saling men!ari peluang untuk menguntungkan diri sendiri atas biaya salah satu pihak. .pabila kondisi ini terjadi maka konflik antara agen dan prinsipal akan mun!ul dan perilaku moral ha ard manajer bank mulai mun!ul. *oral ha ard pada lembaga perbankan" sedikitnya ada / +tiga, tipe yang kemungkinan akan terjadi yaitu0 Tipe pertama adalah *oral ha ard yang mun!ul antara bank dengan debitur. Bank hanya mengetahui sedikit tentang kemampuan dan kemauan peminjam untuk membayar dibandingkan dengan pengetahuan dari peminjam itu sendiri. 1ni menyebabkan adverse selection dan moral hazard. Adverse selection mun!ul karena bank membebankan bunga didasarkan pada penilaian bank terhadap kemampuan dan kemauan peminjam untuk membayar kembali se!ara parsial. -etika penilaian tersebut didasarkan pada kemungkinan gagal +Probability of default, dari peminjam yang berkualitas rendah" maka tingkat bunga tersebut juga dibebankan oleh bank kepada peminjam yang berkualitas tinggi" oleh karena itu peminjam kualitas tinggi memilih modal sendiri daripada meminjam bank. -ondisi ini mengakibatkan adverse selection" terjadi ke!enderungan bah$a yang meminjam ke bank hanya peminjam yang berkualitas rendah. Moral hazard akan mun!ul ketika peminjam mungkin mengubah perilakunya setelah mendapatkan pinjaman bank dengan memilih kegiatan yang tidak disetujui oleh bank. *oral ha ard yang dilakukan peminjam umumnya disebabkan oleh asimetri informasi yang sangat tinggi. Pada kondisi asimetri informasi yang tinggi" maka bank tidak dapat mendesain kontrak yang dapat mengamankan se!ara penuh dana yang ditempatkan pada debitur. #e!ara prosedural

pemberian kredit memang telah melalui proses analisis yang !ermat dan dapat dipertanggung ja$abkan" bahkan untuk saat ini keputusan pemberian kredit tidak dapat dilakukan oleh orang seorang" namun harus melalui komite perkreditan. Namun tindakan moral ha ard tetap mungkin terjadi. Peminjam sebagai agen dari bank menyadari betul bah$a ku!uran dana yang digunakan untuk bisnis akan memberikan manfaat melebihi tingkat bunga yang dibayarkan" namun bila usahanya bangkrut maka bank yang ikut menanggungnya. 2leh karena itu peminjam sangat mungkin melakukan transfer kekekayaan dari pihak bank atas beban lembaga perbankan. .da beberapa faktor yang menyumbang terjadinya moral ha ard oleh peminjam. Pertama menyangkut karakter yang belum teruji dan tidak terpuji. -arakter ini memang sulit diketahui se!ara terukur" tapi paling tidak dari reputasi selama ini dalam hubungan dengan lembaga perbankan dapat ditentukan apakah orang tersebut layak mendapat kredit. 3aktor ini sering tidak terpotret dengan baik" karena kurangnya informasi. 2ffi!er hanya per!aya dengan informasi B1 dan referensi rekan bisnisnya. 3aktor kedua mun!ul akibat offi!er juga ditarget dalam perkreditan" sehingga sangat mungkin bertindak tidak hati-hati" bahkan penyusunan !ash flo$ sering hanya mempertimbangkan kelayakan kredit agar lolos saat komite perkreditan dilakukan sehingga sebagai offi!er akan men!apai target kredit. -etiga 1nformasi yang kurang &alid sering didapat offi!er berupa laporan keuangan yang belum diaudit se!ara independen. Laporan keuangan yang belum diauidit akan memberikan informasi menyesatkan bagi keputusan kredit. 2leh karena itu bisa menjadi sumber masalah dikemudian hari. -eputusan kredit yang didasarkan pada informasi yang tidak utuh" $alaupun sudah memperhatikan faktor capital, capacity, capability, collateral dan condition of economic" dapat dipastikan

9$

/as0an

Dinamika Keuangan dan Perbankan

akan memberikan peluang bagi pengguna atau peminjam untuk melakukan penyalahgunaan kredit +side streaming,. .kibatnya moral ha ard dalam penggunaan kredit terjadi. Tipe kedua adalah *oral ha ard yang mun!ul antara pemegang saham dan manager bank dengan deposan. Perilaku moral ha ard ini dimanifestasikan dalam bentuk penempatan dana pada proyekproyek yang berisiko tinggi dengan mengabaikan kepentingan deposan. Perilaku ini jelas mengka$atirkan deposan karena bila proyek gagal maka klaim deposan akan gagal terbayarkan" sedangkan bila proyek tersebut berhasil maka manager dan pemegang saham yang menikmati keuntungan paling besar. Dalam hal ini ada transfer kekayaan dari deposan ke pemegang saham. Trnsfer kekayaan dari deposan ke pemegang saham melalui pengambilan risiko yang tinggi sangat berpotensi terjadi bila ada konsentrasi kepemilikan. Penyebaran kepemilikan relatif rendah" dengan demikian keputusan-keputusan bisnis di bidang perbankan lebih banyak ditentukan oleh sedikit pemilik bank. Bentuk kepemilikan seperti ini sering disebut kepemilikan terkonsentrasi se!ara ekstrim" yaitu sedikit pemilik tapi mampu mengendalikan manajemen dalam mengambil tingkat risiko. Pada bentuk kepemilikan seperti ini dapat dipastikan konflik antara pemegang saham dengan manajer atau profesional sangat rendah. -eputusan bisnis akan sejalan dengan kepentingan pemegang saham. -epemilikan terkonsentrasi ini terjadi pada bank-bank yang belum terbuka atau belum go publik. Pada kepemilikan yang terkonsentrasi akan berpotensi menimbulkan moral ha ard karena manajer yang risk a&erse tak sanggup untuk mengindari tekanan kepemilikan yang terkonsentrasi yang begitu besar po$ernya dalam menjalankan operasional bank. Bila pemegang saham memiliki kepentingan

untuk transfer kekayaan dari deposan" maka dapat dipastikan bah$a moral ha ard terjadi. Bentuk kepemilikan yang tersebar se!ara ekstrim adalah kepemilikan pemerintah. Pada Bank pemerintah sebenarnya tidak jelas prinsipalnya. *enteri B%*N sebagai kepanjangan tangan pemerintah juga merupakan agen. *enteri B%*N menyerahkan pengelolaan Bank Pemerintah kepada profesional yang merupakan agen juga. 4adi pada kepemilikan pemerintah sebenarnya terjadi agent without principal. 2leh karena itu bentuk kepemilikan bank oleh pemerintah merupakan bentuk ekstrim dari kepemilikan yang menyebar +konsentrasi rendah,. Pada bank pemerintah" pihak manajemen bisa leluasa melakukan moral hazard dengan !ara mengambil tingkat risiko yang lebih tinggi" karena pemegang saham akan lemah dalam memonitor manajer" sehingga manajer akan !enderung melakukan tindakan-tindakan moral ha ard untuk kepentingan dirinya termasuk dalam hal pengambilan tingkat risiko. Disamping itu kegagalan bank akan ditanggung oleh pemerintah melalui beban .PBN" dengan demikian manajer pada yang memiliki konsentrasi kepemilikan rendah lebih berani melakukan moral ha ard. Tipe ketiga adalah *oral ha ard yang terjadi antara pemegang saham dan manager +bank, dengan penjamin simpanan. *oral ha ard ini ditunjukkan sebagai risiko rugi yang dihadapi lembaga penjamin simpanan ketika pro&isi asuransi deposito telah mendorong pihak yang dijamin +bank, mengambil tingkat risiko yang berlebihan +#aunders" 566/0 786,. Bank yang memiliki hutang sangat tinggi memiliki dorongan yang kuat untuk mengambil keputusan in&estasi pada aset yang berisiko tinggi karena tidak perlu lagi memonitor perilaku peminjam. Peran ini telah didelegasikan kepada lembaga penjamin. 4ika in&estasi yang berisiko tinggi itu gagal" maka lembaga penjamin yang paling besar menanggungnya.

9%

Vol 1 !o 2, Agustus 2009

Dinamika Keuangan dan Perbankan

*asalah *oral ha ard akan mun!ul ketika lembaga penjaminan menetapkan tingkat premi flat sepanjang periode penjaminan dan batas penjaminan semakin tinggi. Premi flat tidak membedakan tingkat risiko yang diambil bank" sehingga baik bank yang berisiko tinggi maupun bank berisiko rendah akan membayar premi yang sama. Premi yang flat kemudian ditunjang dengan semakin besarnya nilai deposito yang dijamin maka ini akan mendorong bank untuk melakukan moral ha ard" karena bank sadar betul dengan penjaminan semakin ebsar berarti semakin besar yang ditanggung lembaga penjamin bila bank mengalami kegagalan. Pemegang saham mempunyai insentif untuk meningkatkan risiko. *asalah moral ha ard terkait dengan penjaminan simpanan atau deposit insurance. 'al ini menga!u pada fakta bah$a deposan yang se!ara penuh dijamin dapat dipastikan dorongan untuk memonitor pemegang saham dan men!egah mereka dari peningkatan risiko adalah lemah +*erton" 9:;;,. 3ungsi monitoring bahkan jatuh ke penjamin deposito. -arena penjamin deposito sedang bertindak terhadap kepentingan pembayar pajak" maka yang akhirnya menanggung risiko kerugian bank adalah lembaga penjamin deposito. Pendekatan yang paling umum dalam menentukan premi asuransi deposito adalah pendekatan 2P*" yang telah memandang provision of deposit insurance sebagai gambaran identik dengan put option pada asset bank yang membeli asuransi deposito. Dalam kerangka ini" lembaga asuransi deposito mengenakan bank sejumlah premi sebesar 2P untuk menjamin simpanan +2D, di bank. 4ika lembaga perbankan adalah sehat dan nilai pasar asset bank tersebut lebih besar dari 2D" maka net $orth positif dan ini berarti dapat meneruskan bisnisnya. Lembaga asuransi deposito akan memastikan premi yang dibayar oleh lembaga perbankan sebesar 2P. 4ika lembaga perbankan bangkrut" kemungkinan

karena portofolio asset yang buruk atau risiko portofolio" sehingga nilai asset bank menurun diba$ah 2D +katakanlah menjadi 2.," dan ini berarti net worth menjadi negatif" maka pemilik bank akan meninggalkan bank dan mengembalikan ke lembaga penjaminan deposito. 4ika ini terjadi" maka lembaga asuransi atau penjamin deposito akan membayar kepada deposan yang diasuransikan sejumlah 2D dan akan melikuidasi asset bank sebesar 2.. .kibatnya" lembaga penjamin akan menghadapi biaya kebangkrutan +negati&e net $orth, sama dengan +2D 2., dikurangi premi asuransi yang dibayar oleh bank sebesar 2P. <ambar 9. .suransi Deposito sebagai 'ut (ption

P=Premi .

Kerugian

Dengan keberadaan deposit insurance yang dapat dipandang sebagai put option, maka moral ha ard tetap tidak dapat dihilangkan karena manager memperoleh insentif untuk melakukan pengambilan risiko tinggi karena merasa sudah ada yang menjamin simpanan nasabah. *anajer atau pemegang saham bank memiliki kebebasan untuk mengeksekusi opsi tersebut" dan akan mengeksekusinya ketika tidak mampu mengembalikan dana deposan. 1nti dari perilaku moral ha ard adalah pengambilan risiko yang berlebihan oleh bank yang dijamin lembaga asuransi deposito. Problem moral ha ard dan keagenan manajer-pemilik adalah tidak se!ara

99

/as0an

Dinamika Keuangan dan Perbankan

mutually e)clusive dalam lembaga perbankan. *eskipun demikian" literatur perbankan telah menunjukkan bukti bagi setiap problem keagenan se!ara terpisah. *ranchise value dapat bekerja untuk menurunkan masalah moral ha ard" dengan demikian tingkat risiko yang diinginkan pemegang saham menjadi rendah +-eely" 9::6" Demset dan #aidenberg dan #trahan" 9::=,. Demset " #aidenberg dan #trahan +9::=, menemukan hubungan terbalik antara franchise value dan risiko. *ar!us +9:87, dan .!harya +9::=, menyediakan diskusi teoritikal mengenai hubungan antara franchise value dan pengambilan risiko pada bank. -eeley +9::6, melihat hubungan se!ara empiris dan menemukan bah$a penurunan franchise value pada tahun 9:=6 an dan 9:;6 an dapat menjelaskan peningkatan risiko yang diambil bank selama 9:86 an. Dia berargumen bah$a risiko yang rendah untuk 7> tahun pertama karena regulasi membatasi masuknya bank ke pasar dan mengurangi kompetisi harga" sehinga franchise &alue tetap tinggi. Pada periode ini tidak terjadi moral ha ard. Namun Pada tahun 9:=6 an dan 9:;6 an" franchise value rendah karena meningkatnya kompetisi dari sumber non bank dan meningkatnya persaingan dengan industri perbankan +sebagai konsekuensi deregulasi,. -eeley +9::6, berpendapat bah$a penurunan dalam franchise value mengarahkan pada reduksi biaya kebangkrutan dan meningkatkan risiko yang diinginkan pemegang saham pada tahun 9:86 an. Dengan demikian dapat dikatakan bah$a sebenarnya ketika fran!hise &alue suatu bank itu tinggi dapat dipastikan fungsi kontrol oleh pemegangs aham berjalan sesuai kepentingan manajer yang risk averse" namun ketika fran!hise &alue suatu bank turun maka pemegang saham akan bertindak moral ha ard dan pihak manajer akan bekerja sama dengan pemegang saham untuk melakukan hal yang sama. #ejumlah kekuatan yang bisa men!egah ke!enderungan moral ha ard

adalah pertama jika outside ownership adalah se!ara !ukup terkonsentrasi" outsider mempunyai insentif kuat untuk memelihara perilaku risk averse managerial. -edua" jika para manajer mempunyai kepemilikan yang !ukup dalam perusahaan" kemudian insentif mereka dapat disejajarkan dengan outside shareholder dan problem keagenan dapat diminimumkan +Demset dan Lehn" 9:8>,. -etiga ada kontrol regulasi yang kuat dan tegas. Pro$se +9::5, dan #aunder ? @ornett" +566=,. menyatakan bah$a pendisiplinan bank bisa dilakukan melalui beberapa !ara misalnya melalui an!aman hostile takeover, merger" akuisisi" management turnover" penjaminan berbasis premi &ariabel" penegakan regulasi atau dilibatkannya manajer dalam kepemilikan bank. Namun Pro$se" +9::5, menyatakan ternyata kontrol yang paling efektif dalam industri perbankan adalah melalui regulasi daripada melalui kontrol berbasis pasar. 'al ini yang membedakan corporate control antara perusahaan manufaktur dengan perusahaan keuangan +bank,. .rtinya bah$a regulasi sebagai kontrol eksternal terhadap bank merepresentasikan kepentingan publik +deposan, Aksistensi regulasi menunjukkan faktor kekuatan eksternal yang independen dari kekuatan pasar dan berpengaruh terhadap pemilik dan manajer. )egulasi juga dapat dipandang sebagai representasi kepentingan publik yang akan mendisiplinkan pemilik dan manajer dalam bentuk yang berbeda dengan industri yang non regulatif. )egulasi dapat men!egah moral ha ard. )egulasi perbankan dilandasi oleh kepastian peraturan sehingga dimungkinkan &erifikasi setiap dampak regulasi dengan parameter terukur. )egulasi perbankan men!erminkan kepentingan diluar kepentingan bank" yaitu kepentingan untuk melindungi kepentingan publik" terutama kepentingan nasabah bank. Penerapan regulasi dilakukan oleh agen yang me$akili kepentingan publik yaitu regulator yang

100

Vol 1 !o 2, Agustus 2009

Dinamika Keuangan dan Perbankan

tidak memiliki hubungan kontrak dengan pemilik bank. -epentingan regulator atau publik ini tidak berkaitan langsung dengan tujuan maksimisasi laba bank" namun kalau kepentingan publik atau kepentingan eksternal ini tidak diperhatikan maka akan berdampak pada kepentingan internal. Dengan demikian kepentingan publik adalah bagian tidak terpisahkan dalam industri perbankan. 2leh karena itu tekanan regulasi menjadi faktor penting dalam mengendalikan moral ha ard suatu bank. Penga$asan eksternal. Pendekatan ini dilakukan melalui penggunaan hutang. 'utang disini bisa diartikan sebagai hutang obligasi" hutang jangka panjang lainnya atau dana masyarakat. Peningkatan penggunaan debt financing akan mempengaruhi pemindahan e+uity capital. 4ensen +9:8=," menyatakan bah$a dengan adanya hutang akan dapat mengendalikan penggunaan free cash flow se!ara berlebihan oleh manajemen" dengan demikian akan menghindari in&estasi yang sia-sia. 'utang tidak hanya menyamakan kepentingan pengurus dan pemegang saham tapi juga meningkatkan risiko kebangkrutan dan kerugian pekerjaan atau ob loss. )isikorisiko tersebut akan memaksa pengurus untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu sehingga dapat meningkatkan efisiensi bank. Penggunaan hutang akan meningkatkan nilai bank. Dalam bahasa perbankan dikenal disiplin pasar. Disiplin pasar adalah tindakan deposan berbasis pada biaya karena benk mengambil risiko yang eksesif. Dengan penga$asan oleh deposan" maka bank akan hati-hati. Bank yang mengambil risiko tinggi akan dikenakan persyaratan bunga tinggi oleh deposan atau akan ditarik depositonya" sehingga bank tidak akan melakukan moral ha ard. Kesim5ulan

penerima kredit perbankan. *oral ha ard yang dilakukan pemegang saham karena adanya keinginan tranfer kekayaan dari pihak deposan dan pemegang saham minoritas atas beban pemegang saham minoritas" deposan dan lembaga penjamin simpanan. *oral ha ard terjadi terutama pada bank-bank yang memiliki nilai pasar eBuitas rendah. #edangkan pihak manajer melakukan moral ha ard selain bukan penganggung risiko dan kurangnya penga$asan oleh pemegang saham" tapi juga tidak berdayanya manajer menghadapi tekanan pemegang saham mayoritas atau konsentrasi kepemilikan yang tinggi di lembaga perbankan. #edangkan moral ha ard yang dilakukan oleh peminjam dana perbankan dilakukan karena adanya perilaku untuk mentransfer kekayaan pemegang saham perbanka ke pihak peminjam melalui penyimpangan penggunaan kredit. Persoalan moral ha ard bisa di!egah melalui skema penjaminan simpanan dengan tarif premi berbasi risiko dan penjaminan terbatas" serta seluruh bank di$ajibkan mengikuti penjaminan simpanan. Pada skema seperti ini" bank akan bertindak hatihati" karena semakin buruk bank itu semakin besar premi yang harus dibayar. Disamping itu deposan yang tidak dijamin akan semakin kuat dalam mengontrol bank yang berisiko tinggi. Pen!egahan yang lain adalah melalui keterlibatan kepemilikan manajer yang sejajar dengan kepentingan outsider o$nership untuk menekan pemegang saham mayoritas dalam mengendalikan bank agar hati-hati. -ontrol regulasi menjadi faktor upaya men!egah moral ha ard" maka harus ada penegakan regulasi +termasuk regulasi perkreditan, se!ara seksama agar lembaga perbankan tidak mengambil moral ha ard. Da6tar Pustaka

*oral ha ard merupakan penyimpangan moral yang dilakukan oleh pihak pemegang saham" manajer dan

.sso!iation of #uper&isor of banks of the .meri!as +.#B.," 566=" Affe!ti&e Deposit 1nsuran!e #!hemes and

101

/as0an

Dinamika Keuangan dan Perbankan

Bank )esolution Pra!ti!es" Paper series" .#B.. .leCander" -ern." 566=" @orporate <o&ernan!e and Banks0 The )ole of )egulation in redu!ing the prin!ipalagent problem" 4ournal of Banking )egulation" Vol.;." no. D" p.9;-76 .nderson" )onald @ and Donald ). 3reser" 5666" @orporate @ontrol" Bank )isk Taking and The 'ealth of Banking 1ndustry" 4ournal of Banking and 3inan!e" p9/8/-9/:8 .nderson" @hristoper E. and .nil -. *akhija" 9:::" Deregulation" Disintermediation" and .gen!y @ost of debt0 A&iden!e from 4apan" 4ournal of 3inan!ial A!onomi!" Vol >9" p/6:-//: .ggar$al" )aj and -e&in T. 4a!Bues" 5669" The 1mpa!t of 3D1@1. and Prompt @orre!ti&e a!tion on bank !apital risk0 Astimates using a simulation eBuation model" 4ournal of banking and finan!e" p999:-99=6 .&ery" )obert B. and Terren!e *. Belton and *i!hael .. <oldberg" 9:88" *arket Di!ipline in )egulating Bank )isk0 Ne$ A&iden!e from the !apital market" 4ournal of money" @redit and banking" &ol 56. .mihud" F. and B. Le&" 9:89. )isk redu!tion as a managerial moti&e for !onglomerate mergers" Bell 4ournal of A!onomi!s 95" =6>-=9;. Beatty" )andolph and Ad$ard 4. Gaja!" 9::7" *anagerial 1n!enti&e" *onitoring and )isk bearing0 . #tudy of ACe!uti&e @ompensation" o$nership " and Board #tru!ture in 1nitial Publi! 2ffering" @ornel %ni&ersity. Bre$er 111" Alijah." Thomas #. *onds!hean ? Philip A. #trahan." 9::=" The )ole of *onitoring in )edu!ing the *oral
102

'a ard Problem .sso!iated $ith <o&ernment <uarantees0 A&iden!e 3rom The Life 1nsuran!e 1ndustry" The Eharton #!hool" %ni&ersity of Pennsyl&ania. @ald$ell" <reg "566;" Best 1nstrument for market Dis!ipline in Banking" Bank of @anada Eorking Paper 566;-:. @hen" @.)." T. #teiner" and ..*. Ehyte" 9::8. )isk,taking beha&ior and managerial o$nership in depository institutions" 4ournal of 3inan!ial )esear!h 9:" 9-9=. @ebenoyan" .. #inan." Ali abeth #. @ooperman and @harles .. )egister" 9::>" Deregulation" )eregulation" ABuity 2$nership" and #?L )iskTaking" 3inan!ial *anagement" Vol" 57. @ebenoyan" . #inan and Philip A. #trahan" 5669" )isk *anagement" @apital #tru!ture and Lending at banks" Eharton 3inan!ial 1nstitution @enter. @hen" .ndre$ '." Nengjiu 4u." #umon @. *a umbar ? .&inash Verma." 566=" @orrelated Default )isks and Bank )egulations" 4otnal of *oney" @redit and Banking" Vol /8" no.5. @hen" @.)." T. #teiner" and ..*. Ehyte" 9::8. )isk,taking beha&ior and managerial o$nership in depository institutions" 4ournal of 3inan!ial )esear!h 9:" 9-9=. @hen" @arl )" Thomas L. #teiner and .nn *arie Ehite" 5669" )isk-taking Beha&ior and management 2$nership in the %nited #tates Life 1nsuran!e 1ndustry" .pplied 3inan!ial A!onomi!s" p9=>-9;9 Deng" #aiying ? 4ingyi 4ia" 566;" 1nstitutional 2$nership" Di&ersifi!ation" and )isk Taking in

Vol 1 !o 2, Agustus 2009

Dinamika Keuangan dan Perbankan

B'@s" %ni&ersity of *innesotaDulluth. Demse t" )ebe!!a #" *ar! ). #aidenberg ? Philip A. #trahan" 9::;" .gen!y Problem and )isk Taking at banks" Banking #tudies Departement" 3ederal )eser&e Bank of Ne$ Fork. Damset " 'arold" 9:8=." @orporate @ontrol" insider trading and rates of return" American -conomic .eview" p. /9//9=. 3ree!e" Dianna @." 9::7" *onitoring by 3inan!ial 1ntermediaries banks &s Nonbanks" 4ournal of 3inan!ial #er&i!es )esear!h"p9:9-566 <on ales" 3ran!is!o" 566/" Bank )egulation and )isk Taking 1n!enti&e0 .n 1nternational @omparison of Bank )isk" Departement of Business" %ni&ersity of 2&iedo" .&enida del @risto. <alai" D. and ).E. *asulis" 9:;=. The option pri!ing model and the risk fa!tor of sto!k" 4ournal of 3inan!ial A!onomi!s /" >/-89. <adhoum" Foser" 5666" 2$nership #tru!ture and )isk0 . @anadian Ampiri!al .nalysis" 4ournal of Business and A!onomi!s 'asono" -aoru" 'iroko 1$aki dan -otaro Tsuru" 566>" Banking @rises" deposit 1nsuran!e and *arket Dis!iplineH Lesson from the asian !rises" )1AT1 Dis!ussion Paper #eries o>-A-65: 1oannidou" Vasso P dan 4an de Dreu +566=,. The Impact of -)plicit /eposit Insurance on Market /iscipline. Tilburg %ni&ersity" @enter Dis!ussion Paper No.566=-6>. 4ensen" *.@." ? E.'. *e!kling" 9:;=" ITheory of the 3irm0 *anagerial beha&ior" .gen!y @ost and

2$nership #tru!tureJ." 0ournal of *inancial -conomics p. /-57.

-$an" #imon. .nd )obert .. Aisenbeis" 9::=" Bank )isk" @apitali ation and 1neffi!ien!y." The Eharton #!hool" %ni&ersity of Pennsyl&ania. -obayashi" .yami" *ar! Bremer" 566>" The Depositor Dis!ipline 'ypothesis0 . )e&ie$ of The Ampiri!al A&iden!e in %# and 4apan" Nagoya %ni&ersity" Dis!ussion paper series. -unt" .sli Demirgu! dan Anri!a Detragia!he" 5665" Does Deposit 1nsuran!e 1n!rease Banking #ystem #tabilityH .n Ampiri!al 1n&estigation . 4ournal of *onetary A!onomi!s" P7:.

-unt" .sli Demirgu!" Ad$ard 4. -ane dan Lu! Lae&en" 566;" Determinant of Deposit 1nsuran!e .doption and design" National Bureau of A!onomi! )esear!h" Eorking Paper. -unt" .sli Demirgu!" Ad$ard 4. -ane dan Lu! Lae&en" 566;" Determinant of Deposit 1nsuran!e .doption and design" Poli!y Lesson from )esear!h and Pra!ti!e" Eord Bank Poli!y )esear!h Eorking Paper no. /:=:. -unt" .sli Demirgu! ? Lu! Lei&en and )oss Le&ine" 566/" The 1mpa!t of Bank )egulation" @on!entration and 1nstitution on Bank *argin" %ni&ersity of *innesota" Dulluth. Lee" #eok Eeon" 5667" )egulation" @orporate @ontrol and Bank )isk Taking" @orporate 2$nership and @ontrol" Vol 9.

*or!k" )andall and *asao Nakamura" 9:::" Bank and @orporate @ontrol in 4apan" 4ournal of 3inan!e.

107

/as0an

Dinamika Keuangan dan Perbankan

*!Leod" )oss '." 566>" 1ndonesiaKs Ne$ Deposit <uarantee La$ " 1ndonesia Proje!t" Di&ision of A!onomi!s )esear!h #!hool of Pa!ifi! and .sian #tudies .ustralian National %ni&ersity 2nder" Geynep dan #Luheyla L 2 yMldMrMm" 566/" IToo-Big-To-3ailJ or 3ull Deposit 1nsuran!e0A&iden!e from Turkey" Bilkent %ni&ersity" 3a!ulty of Business .dministration Pro$se" #" 9::>" .lternati&e *ethods of @orporate @ontrol in @ommer!ial Banks" *ederal .eserve 1ank of /allas -conomic .eview" Third Nuarter" p. 57-/=. Pro$se" #." 9::;" @orporate @ontrol in @ommer!ial Banks" The 0ournal of *inancial .esearch" Vol OO" p. >6:>5;. Park" #angkyun and #ta&ros Peristiani" 5666" .n Bank #hareholders Anemies of )egulators or a Potential #our!e of *arket Di!ipline(." 3ederal )eser&e Bank of Ne$ Fork. )it!hken" @.N.V. -rishnan and 4.B. Thomson" 566=" *onitoring and @ontrolling Bank )isk0 Does )isky Debt help" The 4ournal of 3inan!e" Vol LO

#hleifer" . ? ). Vishny" 9:8=" Large #hareholders and !orporate !ontrol" 0ournal of 'olitical -conomics 23" 4une" 7=9-788 #aunders" .." 3. #tro!k" and N. Tra&los" 9::6. 2$nership stru!ture" deregulation" and bank risk-taking" 4ournal of 3inan!e 7>" =7/-=>7. #aunder" .nthony dan *ar!ia *illon @ornett" 566=" 3inan!ial 1nstitutions *anagement0 . )isk *anagement .pproa!h" *!<ra$ 'ill" Toronto" 1nternational Adition. #ironi" .ndrea" 566/" Testing of *arket Di!ipline in Auropean Banking 1ndustry0 A&iden!e from #ubordinated Debt 1ssues" 4ournal of *oney" @redit and Banking" Vol />. #!hmukler " #ergio L ? *aria #oledad *artine Peria" 5669" Do depositors Punish Banks for bad beha&ior( *arket Dis!ipline" Deposit 1nsuran!e and Banking @rises" 4. #tor" P 965:-96>9 Ealker "Da&id -." dan Adgardo Demaestri dan 3a!undo *artin" 5667" Deposit 1nsuran!e and Po&erty )edu!tion" Eorking Paper #eries.

104