Anda di halaman 1dari 74

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

PERSAMAAN TERMOKIMIA

Persamaan Termokimia Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya ( DH ). Nilai DH yang dituliskan di persamaan termokimia, disesuaikan dengan stoikiometri reaksinya, artinya = jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi kimia = koefisien reaksinya; ( fase reaktan maupun produk

reaksinya harus dituliskan). Contoh : Pada pembentukan 1 mol air dari gas hidrogen dengan oksigen pada 298 K, 1 atm dilepaskan kalor sebesar 285, 5 kJ. Persamaan termokimianya : Jika koefisien dikalikan 2, maka harga DH reaksi juga harus dikalikan 2.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis persamaan termokimia: a) Koefisien reaksi menunjukkan jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi. b) Ketika persamaan reaksinya dibalik ( mengubah letak reaktan dengan produknya) maka nilai DH tetap sama tetapi tandanya berlawanan. c) Jika kita menggandakan kedua sisi persamaan termokimia dengan faktor y maka nilai DH juga harus dikalikan dengan faktor y tersebut. d) Ketika menuliskan persamaan reaksi termokimia, fase reaktan dan produknya harus dituliskan.

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Jenis-Jenis Perubahan Entalpi

Perubahan entalpi yang diukur pada suhu 25 oC dan tekanan 1 atm ( keadaan standar) disebut perubahan entalpi standar ( dinyatakan dengan tanda DHo atau DH298 ).

Perubahan entalpi yang tidak merujuk pada kondisi pengukurannya dinyatakan dengan lambang DH saja.

Entalpi molar = perubahan entalpi tiap mol zat ( kJ / mol ). Perubahan entalpi, meliputi :

1. a. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar ( DHf o ) = kalor pembentukan Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsurunsurnya pada suhu dan tekanan standar ( 25oC, 1 atm ). Entalpinya

bisa dilepaskan maupun diserap. Satuannya adalah kJ / mol. Bentuk standar dari suatu unsur adalah bentuk yang paling stabil dari unsur itu pada keadaan standar ( 298 K, 1 atm ). Jika perubahan entalpi pembentukan tidak diukur pada keadaan standar maka dinotasikan dengan DHf Contoh : Catatan :

DHf unsur bebas = nol Dalam entalpi pembentukan, jumlah zat yang dihasilkan adalah1 mol. Dibentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk standar.

1. b. Perubahan Entalpi Penguraian Standar ( DHd o )

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan DHd. Satuannya = kJ / mol. Perubahan entalpi penguraian standar merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar, maka nilainya pun akan berlawanan tanda. Menurut Marquis de Laplace, jumlah kalor yang dilepaskan pada

pembentukan senyawa dari unsur-unsur penyusunnya = jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsur penyusunnya. Pernyataan ini disebut Hukum Laplace. Contoh : Diketahui DHf o H2O(l) = -286 kJ/mol, maka entalpi penguraian H2O(l) menjadi gas hidrogen dan gas oksigen adalah +286 kJ/mol. 1. c. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar ( DHc o ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1 mol suatu zat secara sempurna pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan DHc. Satuannya = kJ / mol. Contoh : 1. d. Perubahan Entalpi Netralisasi Standar ( DHn o ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penetralan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan DHn. Satuannya = kJ / mol.

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Contoh : DHn reaksi = -200 kJ DHn NaOH = -200 kJ / 2 mol = -100 kJ/mol DHn H2SO4 = -200 kJ / 1 mol = -200 kJ/mol 1. e. Perubahan Entalpi Penguapan Standar ( DHovap) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1 mol zat dalam fase cair menjadi fase gas pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan

dengan DHvap. Satuannya = kJ / mol. Contoh : 1. f. Perubahan Entalpi Peleburan Standar ( DHofus ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada pencairan / peleburan 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase cair pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan

dengan DHfus. Satuannya = kJ / mol. Contoh : 1. g. Perubahan Entalpi Sublimasi Standar ( DHosub ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada sublimasi 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase gas pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan

dengan DHsub. Satuannya = kJ / mol.

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Contoh : 1. h. Perubahan Entalpi Pelarutan Standar ( DHosol ) Adalah perubahan entalpi yang terjadi ketika 1 mol zat melarut dalam suatu pelarut ( umumnya air ) pada keadaan standar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan

dengan DHsol. Satuannya = kJ / mol.

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

ELEKTROKIMIA Elektrokimia mempelajari semua reaksi kimia yang disebabkan oleh energi listrik sertasemua reaksi kimia yang menghasilkan listrik. Namun sel elektrokimia sering didefinisikan sebagai sel yang menghasilkan energi listrik akibat reaksi kimia dalam sel tersebut, seperti sel galvani atau sel volta. Sedangkan sel yang menghasilkan reaksi kimia akibat energi listrik disebut dengan sel elektolisis. Dalam hand out ini hanya akan dibahas sel elektrokimia. Sel elektrokimia dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari duaelektroda yang terpisah minimal oleh satu macam fasa elektrolit, seperti yang digambarkan pada gambar 1. Umumnya diantara kedua elektroda dalam sel elektrokimia tersebut

terdapatperbedaan potensial yang terukur. Contoh sel elektrokimia misalnya sel Galvani, sel Daniel, baterei. Penulisan notasi struktur suatu sel elektrokimia mengikuti beberapa kaidah berikut : : menunjukkan adanya perbedaan fasa : dipisahkan oleh suatu jembatan garam , : dua komponen yang berada dalam fasa yang sama Fasa teroksidasi dituliskan terlebih dulu, baru diikuti fasa tereduksi dengan notasi : elektrodelarutan larutan elektrode Contoh penulisan suatu sel elektrokimia : Zn (s)Zn2+(aq), Cl- (aq)AgCl (s)Ag (s) Artinya Zn dan Zn2+ berada dalam fasa yang berbeda yaitu Zn (s) dan Zn 2+ (aq) demikian pula untuk Cl- (aq), AgCl(s) dan Ag (s). Sedangkan tanda koma (, ) memperlihatkan bahwa kedua elektroda berada dalam satu elektrolit yang sama yaitu ZnCl2 (aq).

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Zn2+ ClZn Ag Gambar 1. Sel elektrokimia dengan elektroda logam Zn dan kawat Ag yang disalut AgCl dalam larutan ZnCl2 Ag Cl (s) Zn2+ ClNotasinya dapat dituliskan sebagai : Zn(s)Zn2+ (aq) Cu2+ (aq) Cu (s) Artinya Zn dan Zn2+ berada dalam fasa yang berbeda yaitu Zn (s) dan Zn 2+ (aq) demikian pula untuk Cu (s) dan Cu2+ (aq). Sedangkan tanda memperlihatkan bahwa kedua elektroda dipisahkan oleh jembatan garam. 2. Sel Galvani Sel Galvani terdiri dari dua buah elektroda dan elektrolit. Elektroda ini dihubungkan oleh penghantar yang dapat mengangkut elektron ke dalam sel maupun ke luar sel. Elektroda ada yang terlibat langsung dalam reaksi sel, namun ada pula yang tidak berperan dalam reaksi sel yang disebut dengan elektroda inert. Reaksi kimia berlangsung di permukaan elektroda. Anoda adalah elektroda di mana terjadi reaksi oksidasi, sedangkan elektroda di mana terjadi reaksi reduksi adalah Katoda. Setiap elektroda dan elektrolit dapat bereaksi membentuk setengah sel. Reaksi elektroda adalah setengah reaksi yang terjadi pada setengah sel. Yang termasuk setengah reaksi adalah reaksi yang memperlihatkan kehilangan elektron atau reaksi

yangmemperlihatkan perolehan elektron.

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Contoh : Oksidasi Zn : Zn (s) Zn2+ (aq) + 2 eCu (s)

Reduksi Cu 2+ : Cu 2+ (aq) + 2 e-

Kedua setengah sel bila dihubungkan akan membentuk sel elektrokimia lengkap. Reaksi kimia yang terjadi pada sel Galvani atau sel volta berlangsung secara spontan. 3. Pengukuran Daya Gerak Listrik (DGL) Sel Besarnya daya gerak listrik antara dua elektroda dapat diukur dengan voltmeter atau multimeter. Namun cara ini tidak teliti karena akan ada arus dari sel yang melalui voltmeter dan akan menyebabkan perubahan DGL yang diukur. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur DGL secara teliti adalah Potensiometer. (+) Jembatan garam (-) Cu Zn Cu2+ Zn2+ SO4 2- SO4 2Sel elektrokimia dengan elektroda logam Zn dalam larutan elektrolit ZnSO4 dan elektroda logam Cu dalam larutan CuSO4 yang dihubungkan dengan jembatan garam Menggunakan cara yang telah disebutkan di atas, yang dapat diukur adalah beda potensial antara dua buah elektroda. Tidak mungkin mengukur potensial suatu elektroda tunggal. Sehingga yang disebut dengan satu sistem sel pasti terdiri dari dua elektroda. Untuk mengukur potensial suatu elektroda tertentu maka diperlukan elektroda lain yang disebut sebagai elektroda pembanding. Dengan demikian beda potensial kedua elektroda dapat diukur, karena besarnya potensial elektroda
8

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


pembanding sudah diketahui dengan pasti, maka besarnya potensial elektroda yang ingin diketahui dapat dihitung. Sebagai elektroda pembanding dipilih elektroda hidrogen standar yang berdasarkan perjanjian potensialnya berharga nol volt ( 0 Volt). Suatu elektroda yang dicelupkan ke dalam larutan yang mengandung ionnya dengan keaktifan berharga satu (a= 1) dan diukur dengan elektroda pembanding elektroda hidrogen standar pada suhu 25 oC disebut potensial elektroda standar. Elektroda hidrogen standar Elektroda ini terdiri atas logam platina yang dicelupkan ke dalam suatu larutan asam ( yang mengandung ion H+) dengan konsentrasi 1,0 M (dan koefisien keaktifan a = 1) dan dialiri gas hidrogen pada tekanaan 1 atm seperti pada gambar 3. Reaksi yang terjadi pada elektroda platina adalah reduksi ion H+ menjadi gas hidrogen: 2H+ (aq) + 2 e H2 (g)

Elektroda platina digunakan hanya bila sistem setengah sel bukan logam. Fungsi elektroda platina adalah sebagai penghubung logam inert dengan sistem H2 H+, dan sebagai tempat gas H2 teradsorpsi di permukaan. 4. Potensial Elektroda Standar (E) Potensial elektroda standar dari suatu elektroda didefinisikan sebagai DGL (daya gerak listrik) suatu sel yang terdiri dari elektroda yang dicelupkan ke dalam suatu larutan yang mengandung ionnya dengan keaktifan berharga satu ( a = 1) dan elektroda hidrogen standar sebagai pembanding, pada tekanan hidrogen 1 atm dan suhu kamar. Sistem elektroda dalam sel tersebut harus reversibel secara termodinamika yaitu : Mn+ (a=1) + n e M

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Sebenarnya yang diukur bukanlah potensial elektroda, tetapi lebih tepat bila dikatakan sebagai beda potensial (terhadap hidrogen = 0 v). Yang umum dikenal adalah potensial reduksi standar.

5. Menghitung DGL sel menggunakan data potensial elektroda DGL standar suatu sel besarnya adalah selisih kedua potensial elektroda atau sama dengan potensial sel elektroda standar dari katoda dikurangi potensial standar anoda. Contoh : Tentukan E sel untuk sistem : Zn (s) Zn 2+ (aq) Cu2+ (aq) Cu (s) Jawab: Yang mengalami oksidasi adalah Zn berarti Zn merupakan anoda, sedangkan yang mengalami reduksi adalah Cu, atau Cu sebagai katoda, maka : E sel = E Cu2+ Cu - E Zn 2+ Zn ........................................................(1) = E katoda E anoda..........................................................................(2) = 0, 34 V (-0,76 V) = 1,1 Volt

10

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


6. Hubungan antara Potensial sel (E) dan Energi Bebas Gibbs ( G) Hubungan antara energi bebas Gibbs dan Potensial sel arus nol (E) dapat diturunkan dengan memeperhatikan perubahan G pada saat reaksi sel bertambah dengan kuantitas yang sangat kecil d pada beberapa komposisi. Maka G pada P,T tetap dan komposisi tertentu akan berubah sebesar : G = P,T G

..................................................................................(3) Kerana kerja maksimum yang dapat dilakukan reaksi itu ketikareaksi berlangsung sebesar d pada temperatur dan tekanan tetap adalah d we = G . d ...................................................................................(4) yang harganya sangat kecil dan komposisi sistem sebenarnya adalah tetap ketika reaksi ini berlangsung. Sehingga kerja yang dilakukan untuk muatan yang sangat kecil zF.d yang bergerak dari anoda ke katoda dengan beda potensial tertentu akan berharga dwe = - n F d .E .....................................................................................(5)

11

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


jika kita samakan persamaan (5 ) dan (6 ), maka didapat - nF E = G .....................................................................................(6) atau E = - nF G , n adalah jumlah elektron yang terlibat dalam setengah reaksi Berdasarkan harga energi bebas gibbs G, dapat diramalkan berlangsung tidaknya suatu sel . Suatu reaksi sel akan berlangsung spontan bila G < 0 atau harga E >0. Contoh : Menggunakan tabel 1, tentukan apakah reaksi berikut berlangsung atau tidak Fe 3+ (aq) + I (aq) Jawab : Dalam tabel 1. tertulis reaksi I2 (g) 2 I- (aq) Eo = 0,54 V, namun untuk reaksi sel yang Fe 2+ (aq) + I2 (g)

dibutuhkan dalam soal adalah reaksi oksidasi, sehingga reaksinya dibalik dan potensialnya : menjadi 0,54 V. Fe 3+ (aq) + eI (aq) Fe 2+ (aq) + 0,771 V

I2 (g) + e- - 0,54 V Fe 2+ (aq) + I2 (g) + 0,231 V

Fe 3+ (aq) + I (aq)

Karena harga Eo > 0, maka reaksi akan berlangsung spontan

12

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


7. Persamaan Nerst Hubungan antara potensial arus dengan aktivitas zat yang ikut serta dalam reaksi sel. Kaitan energi bebas gibbs dengan komposisi dapat dinyatakan sebagai : G = Go + RT ln Q ...........................................................................(7) bila semua suku dalam persamaan (7) dibagi dengan n F, maka nF G = nF G0 + nF 1 RT ln Q ...............................................................(8) dan Go = - n F Eo atau Eo = nF G0 ...........................................................(9) maka persaman (9) dapat dinyatakan sebagai persamaan (10) yang dikenal sebagai persamaan Nerst E = Eo

13

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


nF RT ln Q ................................................................................(10) Eo adalah potensial reduksi standar, R tetapan gas ideal, n jumlah elektron yang terlibat, F adalah bilangan Faraday dan Q adalah kuosien reaksi Untuk komposisi sebuah komportemen elektroda di dalam kuosien reaksi Q dengan harga keaktifan = a, untuk setengah reaksi dapat dinyatakan sebagai : Cu2+ (aq) + 2 ea (Cu ) 1 2 .......................................(11) Zn2+ (aq) + 2 e- Q = a. (Zn 2+) ........................................(12) Cu (s) Q =

Zn (s)

Harga keaktifan (a) merupakan fungsi dari koefisien keaktifan ( )dan konsentrasi larutan / ion. a = . [ion/ larutan] untuk larutan/ ion yang mempunyai harga = 1, maka keaktifan akan berharga = konsentrasi larutan / ion. Harga potensial standar (Eo ) hanya berlaku untuk keaktifan = 1, untuk harga keaktifan tidak sama dengan satu, potensial standar harus dikoreksi, yaitu sebesar Q Pada Reaksi redoks berikut : Cu2+ (aq) + Zn (s) Cu (s) + Zn2+ (aq)

serta menggunakan persamaan (11) dan (12) maka persamaan (10) dapat dinyatakan sebagai E = Eo
14

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


nF RT ln a.(Cu ) a.(Zn ) 2 2

......................................................................(13) Untuk harga = 1, maka persamaan (13) dapat diubah menjadi persamaan (14) berikut : E = Eo nF RT ln [Cu ] [Zn ] 2 2

.............................................................................(14)

15

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Dengan cara yang sama, maka harga E sel untuk reaksi redoks dengan persamaan : aA+bB cC+dD

dapat ditentukan menggunakan persamaan (15), yaitu : E sel = Eo sel nF RT ln a b cd [A] [B] [C] [D] .............................................................(15) Persamaan (14) dapat digunakan untuk menghitung E sel suatu sel elektrokimia yang keaktifan larutan elektrolitnya tidak berharga 1 (atau konsentrasinya 1M) Contoh : Suatu sel elektrokimia dengan reaksi Co (s) + Ni2+ (aq) larutan konsentrasi Co2+ adalah 0,01 M, tentukan harga E sel nya Jawab : Bila konsentrasi semua ion adalah 1 M, maka Eo sel adalah Eo sel = Eo katoda Eo anoda = Eo Ni2+/Ni Eo Co2+/Co = -0,25 V- (- 0,277 V) = 0,03 Volt Untuk konsentrasi [Co]2+ = 0,01 M
16

Co2+ (aq) + Ni (s) dalam

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


E sel = Eo sel nF RT ln [Ni ] [Co ] 2 2

= 0,03 volt1 log 0,01 2 0,059 volt = 0,03 volt + 0,059 volt = 0,08 volt Jadi untuk reaksi sel elektrokimia tersebut menghasilkan beda potensial sebesar 0,08 volt

17

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


8. Sel pada Kesetimbangan Pada saat reaksi dalam keadaan setimbang, maka harga Q = K, K adalah konstanta kesetimbangan reaksi sel. Pada kesetimbangan reaksi kimia tidak melakukan kerja sehingga besarnya beda potensial antara kedua elektroda adalah nol sehingga 0 = Eo nF RT ln K ln K = RT nFE0 .....................................................................................(16) contoh soal Besar beda potensial (DGL) untuk sel Zn Zn Cl2 (0,05 M) Ag Cl (s), Ag adalah 1,015 volt pada suhu 298 K. a. Tulislah reaksi selnya b. Hitung energi bebas gibbs nya c. Hitung tetapan kesetimbangan Jawab: Sel Zn Zn Cl2 (0,05 M) Ag Cl (s), Ag dapat dituliskan dalam bentuk persamaan reaksi :

18

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


a. Anoda : Zn Zn 2+ + 2e2 Ag (s) + 2Cl-

Katoda : 2 AgCl (s) + 2 eZn + 2 AgCl (s)

2 Ag + Zn2+ + 2 Clb.

Besarnya energi bebas Gibbs Go = - nFE = - 2 x 96500 x 1,015 volt = - 195900 joule/ mol n menunjukkan jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi setengah sel, yaitu 2 c. Penentuan tetapan kesetimbangan K ln K = RT nFE = 8,314. 298 1959000 = 790,69 jadi K = 2,4.10343

9. Hubungan antara potensial sel dan besaran termodinamika Energi bebas gibbs dari suatu sel elektrokimia dapat diukur menggunakan hubungan Go = - nFEo (persamaan 10). Sedangkan G sendiri mempunyai hubungan dengan besaran termodinamika yang lain misalnya entropi, entalpi.

19

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


S = PT G

karena Go = - zFEo maka S = zF PT E

(18) G = H -T S maka H dapat dinyatakan sebagai (19)

20

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

10. Hubungan antara Potensial Sel dan pH Untuk menentukan pH suatu larutan, maka elektroda standar yang digunakan dipasang sebagai katoda. Sebagai contoh bila menggunakan elektroda hidrogen standar sebagai katoda, maka reaksi yang terjadi pada : Anoda : H2 (g) + e H2 (g) H+ (dari larutan ) + H2 (g)

Katoda : H+ (standar) + e-

Reaksi sel : H2 (g) + H+ (standar) Sehingga E sel nya menjadi : E sel = Eo sel - 2,303 F RT log 1 / 2 H2 1/2 H2 [H ]std. P [H ].P

Untuk R = 8,314 J/ mol; T= 298K dan F= 96500 coulomb dan tekanan H2 = 1 atm serta [H+] std = 1, dan Eo sel = 0 (perjanjian) maka

21

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


E sel = 0 0,059 log [H+] atau E sel = 0,059 . pH..................................................................................(21) Contoh : Suatu elektroda hidrogen dengan p (H2) = 1 atm dihubungkan dengan elektroda kalomel standar yang setengah reaksinya : Hg2 Cl2 (s) + 2 e2 Hg (s) + 2 Cl- (aq) Eo = 0,242 volt

Dan dicelupkan dalam suatu larutan tertentu sehingga harga DGL sel nya 0,8 Volt, hitung pH larutan tersebut ! Jawab : Reaksi sel : Hg2 Cl2 (s) + 2 emaka E sel = Eo + 0,059 pH 0,08 = 0,242 + 0,059. pH pH = 9,5 2 Hg (s) + 2 Cl- (aq) Eo = 0,242 volt

22

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

KIMIA NUKLEAR

Isotop merupakan variasi sesuatu unsur kimia. Walaupun hampir semua isotop sesuatu unsur mempunyai bilangan proton yang sama, setiap isotop mempunyai bilangan neutron yang berbeza. Perkataan isotop berasal dari perkataan Yunani isos ( yang bermaksud persamaan) dan topos ( yang bermaksud tempat). Oleh itu, perkataan isotop bermaksud "persamaan dalam tempat yang sama" yang merujuk kepada isotop sesuatu unsur yang mempunyai posisi yang sama dalam jadual berkala. Bilangan proton dalam atom sesuatu nukleus digunakan untuk mengenal pasti sesuatu unsur, namun begitu sesuatu unsur secara prinsip boleh mempunyai bilangan neutron yang berbeza. Nombor neukleon atau nombor jisim (iaitu jumlah proton dan neutron) untuk setiap isotop turut berbeza. Walaupun bilangan proton dalam atom sesuatu unsur adalah tetap, tetapi kadangkala bilangan neutron mungkin berbeza. Unsur itu dapat wujud dalam lebih daripada satu jenis atom. Atom-atom berbeza bagi unsur yang sama itu dipanggil isotop. Isotop-isotop sesuatu unsur ialah atom-atom sesuatu unsur yang mempunyai bilangan proton yang sama, tetapi bilangan neutron yang berbeza. Ini bermakna isotopisotop itu mempunyai nombor atom yang sama, tetapi nombor jisim yang berlainan. Kebanyakan unsur menunjukkan keisotopan, iaitu boleh mempunyai lebih dari satu jenis isotop. Contoh: Hidrogen-1 dengan nama isotopnya ialah Protium Hidrogen-2 dengan nama isotopnya ialah Deuterium Hidrogen-3 dengan nama isotopnya ialah Tritium

23

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Isotop-isotop sesuatu unsur mempunyai bilangan proton per atom yang sama. Ini bermakna bilangan elektron per atom isotop-isoop itu juga adalah sama. Jadi konfigurasi elektron bagi semua isotop suatu unsur adalah sama dan oleh itu, isotopisotop suatu unsur akan mempunyai sifat-sifat fizik iaitu ketumpatan, takat lebur, takat didih, dan lain-lain yang berbeza.

Nombor Jisim Nombor jisim (A), juga dikenali dengan nama nombor jisim atom dan nombor nukleon, ialah jumlah proton dan neutron (dikenali secara jamak sebagai nukleon) di dalam nukleus atom. Kerana proton dan neutron kedua-duanya adalah baryon, nombor jisim A adalah sama dengan nombor baryon B nukleus keseluruhan atom atau ion. Nombor jisim adalah berbeza bagi setiap isotop sesuatu unsur kimia. Ia tidak seperti nombor atom (Z) yang menyatakan jumlah proton di dalam nukleus dan dapat mengenalpasti unsur-unsur berbeza. Oleh itu, perbezaan antara nombor jisim dan nombor atom bersamaan dengan jumlah neutron di dalam satu nukleus; yakni N=A-Z. [1] Nombor jisim biasanya ditulis selepas nama unsur atau sebagai superskrip di sebelah kiri simbol unsur. Sebagai contoh, isotop karbon yang paling biasa ialah karbon-12 atau 12C; ia mengandungi 6 proton dan 6 neutron. Simbol isotop penuh akan menyatakan sekali nombor atom (Z) sebagai subskrip di sebelah kiri simbol unsur di bawah nombor jisim, seperti berikut: 12 6 C.[2] Secara teknikal, pernyataan seperti berikut adalah berlebihan kerana setiap unsur ditakrifkan melalui nombor atomnya, jadi ia kerap tidak ditulis.

24

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Perubahan nombor jisim dalam pereputan radioaktif Pereputan radioaktif yang berbeza dikhaskan oleh perubahan dalam nombor jisim dan nombor atom, menurut hukum penggantian radioaktif Fajans dan Soddy. Sebagai contoh, uranium-238 biasanya mereput melalui pereputan alfa, di mana nukleus kehilangan dua proton dan neutron dalam bentuk partikel alfa. Oleh itu, nombor atom dan jumlah neutron atom tersebut menurun sebanyak 2 (Z: 92 90; N: 146144), jadi nombor jisim atom itu akan menurun sebanyak 4 (A: 238234). Hasil pereputan alfa ini ialah satu atom torium-234 dan satu partikel alfa ( 4 2 He):[3] 238 92 U 234 90 Th + 4 2 He2+

25

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Sebaliknya, karbon-14 mereput melalui pereputan beta, di mana satu neutron berubah menjadi satu proton dengan pelepasan elektron dan antineutrino. Oleh itu, nombor atom meningkat sebanyak 1 (Z: 67) dan nombor jisim kekal sama (A: 14), manakala nombor neutron menurun sebanyak 1 (N: 87).[4] Atom yang t erhasil di hujung proses ini ialah nitrogen-14, dengan 7 proton dan 7 neutron: 14 6 C 14 7 N + e + e Satu lagi jenis pereputan radioaktif yang tidak mengubah nombor jisim ialah pelepasan sinar gama daripada isomer nuklear atau keadaan terangsang metastabil satu nukleus atom. Kerana semua proton dan neutron kekal tidak terusik di dalam nukleus di dalam proses ini, nombor atom juga tidak berubah. Nombor jisim dan jisim isotop Nombor jisim memberikan anggaran jisim isotop yang diukur dalam unit jisim atom (u). Bagi 12C, jisim isotopnya adalah tepat 12, kerana unit jisim atom ditakrifkan sebagai 1/12 daripada jisim 12C. Bagi isotop lain, jisim isotop biasanya berbeza daripada nombor jisim sebanyak 0.1 u. Contohnya, 35Cl mempunyai nombor jisim sebanyak 35 dan jisim isotop sebanyak 34.96885. Terdapat dua sebab yang menjelaskan perbezaan jisim isotop dan nombor jisim, yang dikenali sebagai kecacatan jisim.

26

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Neutron adalah lebih berat sedikit berbanding proton. Ini meningkatkan jisim nukleus yang mempunyai lebih banyak neutron daripada proton berbanding kepada unit jisim atom yang berdasarkan 12C yang mempunyai jumlah proton dan neutron yang sama. Tenaga pengikatan nuklear berubah mengikut nukleus. Nukleus dengan tenaga pengikatan yang lebih besar mempunyai jumlah tenaga yang lebih rendah, yang bersamaan dengan jisim yang lebih rendah mengikut persamaan jisim-tenaga Einstein; E=mc2. Bagi 35Cl, jisim isotopnya adalah lebih rendah daripada nombor jisimnya, jadi ini sudah pasti puncanya.

Jisim atom satu unsur kimia

Nombor jisim tidak patut dikelirukan dengan jisim atom relatif (juga dipanggil berat atom) suatu unsur. Jisim atom relatif ialah nisbah jisim atom purata antara isotop-isotop berbeza suatu unsur (ditimbang melalui keterdapatan) kepada unit jisim atom bersepadu.[5] Purata ditimbang ini boleh jadi agak berbeza daripada nilai hampir integer (near-integer) jisim isotop bagi isotop-isotop tertentu. Contohnya, terdapat dua isotop utama klorin; klorin-35 dan klorin-37. Dalam manamana sampel klorin yang belum diasingkan mengikut berat, terdapat kira-kira 75% atom klorin-35 dan 25% atom klorin-37. Ini memberikan klorin jisim atom relatif sebanyak 35.5 (sebenarnya 35.4527 g/mol).

27

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Tenaga pengikatan nuklear Tenaga pengikatan nuklear ialah tenaga yang diperlukan untuk membelah satu nukleus atom kepada bahagian-bahagian tunggal, iaitu proton dan neutron, bersamasama dipanggil nukleon. Tenaga pengikatan suatu nukleus sentiasa bernombor positif kerana semua nukleus memerlukan tenaga bersih untuk dipisahkan menjadi protonproton dan neutron-neutron tunggal. Oleh itu, jisim nukleus atom biasanya kurang daripada jisim juzuk-juzuk proton dan neutron apabila dipisahkan. Perbezaan ini adalah ukuran tenaga pengikatan nuklear yang merupakan hasil daya-daya yang memegang nukleon-nukleon ini bersama-sama. Oleh kerana daya-daya ini menyebabkan pengeluaran tenaga apabila nukleus itu terbentuk, dan tenaga ini mempunyai jisim, jisim ini dikeluarkan daripada jumlah jisim zarah-zarah yang asal, dan jisim ini hilang daripada nukleus yang terbentuk. Jisim yang hilang ini dikenali sebagai kecacatan jisim, dan mewakili tenaga yang dilepaskan apabila nukleus terbentuk. Tenaga pengikatan nuklear boleh juga digunakan untuk keadaan apabila nukleus berpecah menjadi cebisan-cebisan yang terdiri daripada 2 nukleon atau lebih. Dalam keadaan ini, tenaga pengikatan bagi cebisan-cebisan ini boleh jadi positif atau negatif, bergantung kepada di mana letaknya nukleus induk dan cebisan hasil di dalam lengkung tenaga pengikatan nuklear (lihat di bawah). Jika tenaga pengikatan yang baru ada apabila nukleus ringan terlakur, atau apabila nukleus berat berpecah, kedua-dua hasil proses ini melepaskan tenaga pengikatan. Tenaga ini - yang terdapat dalam bentuk tenaga nuklear - boleh digunakan untuk menjana kuasa nuklear atau untuk membina senjata-senjata nuklear. Apabila satu nukleus berpecah menjadi lebih kecil, tenaga lebihan dilepaskan sebagai foton (sinar gama) dan tenaga kinetik beberapa zarah yang dilenting (hasil pembelahan, lihat pembelahan nuklear). Jumlah tenaga disimpan sepanjang proses-proses seperti ini, selagi mana sistem ini terasing. Ketika setiap transmutasi nuklear, jisim "kecacatan jisim" dipindah ke, atau dibawa pergi oleh zarah-zarah lain yang bukan lagi sebahagian daripada nukleus asal.
28

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Tenaga-tenaga dan daya-daya pengikatan nuklear adalah sejuta kali lebih kuat daripada tenaga pengikatan elektron bagi atom-atom yang ringan seperti hidrogen.[1] Kecacatan jisim suatu nukleus mewakili jisim tenaga pengikatan nukleus, dan adalah perbezaan antara jisim suatu nukleus dan jumlah jisim-jisim nukleon yang membentuknya. Menentukan tenaga pengikatan nuklear yang relevan merangkumi tiga langkah pengiraan, yang memerlukan penghasilan kecacatan jisim dengan

mengeluarkan jisim sebagai tenaga yang dilepaskan.

29

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Penggunaan Kimia Nuklear

Rawatan Perubatan
Banyak digunakan sebagai penyurih radioaktif yang diagnostik untukmengenal pasti sesuatu penyakit. Misalnya Iodine-123 digunakan bagi rawatan kanser tiroid

Industri
Untuk mengenal pasti kebocoran paip bawah tanah

Kaji Purba/Arkeologi
Untuk menetapkan bahan antik atau fosil. Contoh Karbon-14 digunakan untuk menentukan umur barang purba yang telah berusia beribu-ribu tahun yang lalu

Pengawetan Makanan
Digunakan untuk menstrilkan makanan untuk pengawetan supaya ianya tahan lebih lama

Pertanian
Sinaran Gama digunakan untuk menstrilkan haiwan peliharaan

Senjata Nuklear
Proses transmutasi nukleus bahan radioaktif secara pembelahan dan pelakuran digunakan untuk menyediakan bom atom dan bom hydrogen yang digunakan seebagai senjata nuklear

Kuasa Nuklear
Pembelahan nukleus secara berantai dengan kawalan terkawal dalam reaktor nuklear menghasilkan kuasa nuklear yang mampu memenuhi bekalan elektrik setiap sektor masyarakat

30

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

BIBLIOGRAFI

1. id.wikipedia.org/wiki/Elektrokimia 2. programspec.unimas.my/v1.5/outlinePDF.php?cc=STK1064 3. ms.wikipedia.org/wiki/Kategori:Kimia_nuklear 4.ms.wikipedia.org/wiki/Kimia 5.www.scribd.com/doc/.../Nota-Kimia-Nuklear-mind-m... 6. d.wikipedia.org/wiki/Elektrokimia 7.elechtrochem.blogspot.com/2010/05/elektrokimia.html 8. www.slideshare.net/imopriyanto/bab8-elektrokimia

31

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

REFLEKSI Syukur ke hadrat Allah S.W.T kerana dengan izinnya dapat juga saya menyiapkan tugasan SCE 3109 Tenaga Dalam Kimia Independent student learning (ISL) ini. Pelbagai dugaan dan halangan terpaksa ditempuhi ketika proses menyiapkan tugasan ISL ini. Namun, ia bukanlah alasan untuk saya mengatakan tidak mampu untuk menyiapkannya. Disini, saya ingin mengucapkan jutaan terima kasih kepada pensyarah Pn Zakiah Bt Mor kerana telah memberi penerangan yang jelas kepada kami dalam menyiapkan tugasan ini. Dalam menyiapkan tugasan ini, saya dikehendaki mencari maklumat berkenaan Elektrokimia, Termokimia dan Kimia Nuklear. Secara umumnya, elektrokimia merupakan ilmu yang mempelajari aspek elektronik dari reaksi kimia.Dalam topic ini saya dapat mengetahui lebih lanjut mengenai elemen yang digunakan dalam reaksi elektrokimia dikarakterisasikan dengan banyaknya elektron yang dimiliki. Elektrokimia secara umum terbagi dalam dua kelompok, yaitu sel galvani dan sel elektrolisis. Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit oleh arus listrik searah denganmenggunakan dua macam elektroda. Elektroda tersebut adalah katoda (elektroda yangdihubungkan dengan kutub negatif) dan anoda (elektroda yang dihubungkan dengan kutub positif). Dalam mengenali termokimia, saya memahami bahawa tujuan utama termokimia ialah pembentukan kriteria untuk ketentuan penentuan kemungkinan terjadi atau spontan dari transformasi yang diperlukan. Dengan cara ini, termokimia digunakan mengambil kira perubahan tenaga yang terjadi dalam proses-proses seperti reaksi kimia, perubahan fase dan larutan. Selain itu, termokimia juga berkaitan dengan fungsi keadaan berikut seperti Energi dalam (U) , Entalpi (H) ,Entropi (S), dan Energi bebas Gibbs (G).

32

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Berkenaan topik kimia nuklear pula, saya dapat mempelajari kimia merupakan cabang sains yang berkenaan dengan komposisi, struktur, dan ciri jirim, dan juga perubahan yang dialami oleh jirim tersebut apabila didedahkan kepada jirim yang lain ataupun ketika berlaku perubahan keadaan fizikal di sekeliling jirim tersebut. Kimia merupakan sains fizikal yang melibatkan kajian pelbagai atom, molekul, hablur dan bentuk jirim lain baik diasingkan atau disebatikan, yang membabitkan konsep tenaga dan entropi berkenaan dengan kespontanan proses kimia. Kimia dapat dibahagikan kepada beberapa bahagian iaitu kimia organik, kimia tak organik, kimia fizik, kimia analisis, biokimia dan kimia pengkomputan. Secara keseluruhannya, tugasan ini banyak menuntut pengorbanan masa dan proses penelitian yang tinggi bagi menjamin mutu tugasan. Sebagai seorang guru dan juga seorang pelajar, saya perlu memberi pemberatan yang lebih kepada tugas saya di sekolah dan perlu mengenepikan segala yang berkaitan dengan tugasan lain. Di sinilah, saya cuba mengagih masa dengan betul dan saya cuba siapkan sedikit demi sedikit dan akhirnya tugasan ini dapat diselesaikan mengikut tarikh yang dikehendaki. Syukur, semuanya dapat diselesaikan berkat kerjasama yang penuh bermakna daripada rakanrakan seperjuangan.

33

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


AMALI 1 HABA PENEUTRALAN

Tujuan

: Untuk menyiasat haba peneutralan a. Asid hidroklorik dengan natrium hidroksida b. Asid sulfurik dengan natrium hidroksida

Teori

Semua bahan kimia mempunyai ikatan di antara atom ataupun di antara molekul yang wujud di dalamnya. Pembinaan dan pemecahan ikatan-ikatan ini biasanya memerlukan tenaga. Tenaga umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang

berkemampuan untuk melakukan kerja, tidak boleh dicipta mahupun dimusnahkan tetapi boleh diubah daripada satu bentuk kepada bentuk yang lain. Tenaga yang terkandung di dalam bahan kimia dipanggil tenaga kimia. Tindak balas kimia biasanya disertai akan dengan perubahan tenaga. Perubahan haba akan wujud apabila suhu bahan kimia berubah setelah bertindak balas. Konsep perubahan tenaga haba ini disebabkan oleh pemecahan ikatan lama dan pembentukan ikatan baru. Pembentukan ikatan baru merupakan tindak balas eksotermik manakala pemecahan ikatan lama merupakan tindak balas endotermik. Apabila suatu tindak balas eksotermik berlaku, secara keseluruhannya tenaga haba akan dibebaskan. Ini menunjukkan bahawa jumlah tenaga yang dibebaskan semasa pembentukan ikatan kimia melebihi jumlah tenaga haba yang diserap semasa berlaku pemecahan ikatan kimia. Jika tindak balas endotermik yang berlaku, tenaga haba akan diserap.
34

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Senarai bahan :

EC1 ialah 1.0 mol dm-3 asid hidroklorik EC2 ialah 1.0 mol dm-3 natrium hidroksida (ak) EC3 ialah 1.0 mol dm-3 asid nitrik EC4 ialah 1.0 mol dm-3 potassium hidroksida (ak)

Senarai radas

Pipette Termometer Silinder penyukat Cawan plastik Air suling

35

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Prosedur :

1. 50cm3 larutan EC1 dimasukkan ke dalam cawan plastik dengan menggunakan pipette. Suhu larutan EC1 direkodkan sebagai suhu awal campuran R di dalam jadual.

2. 50cm3 larutan EC2 dimasukkan ke dalam cawan plastik yang mengandungi larutan EC1 dengan menggunakan silinder penyukat.

36

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

3. Campuran R dikacau dengan berhati-hati menggunakan termometer dan suhu tertinggi yang dicapai dicatatkan ke dalam jadual.

4. Campuran R dibuang daripada cawan plastik dan dibasuh dengan menggunakan air suling.

37

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

5. Langkah di atas diulang dgn menggunakan 50cm 3 larutan EC3 dan 50cm3 larutan EC4 untuk menggantikan larutan EC1 dan EC2 bagi memperolehi campuran T.

Data

Campuran R EC1 + EC2 Suhu Tertinggi, / C 36.0

Campuran T EC3 + EC4 37.0

Suhu Awal,

/ C / oC

31.0

32.0

Peningkatan Suhu ,

5.0

5.0

38

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Perbincangan :

1. Tuliskan persamaan ionik bagi tindak balas yang berlaku di dalam campuran R dan T.

Campuran R

Persamaan lengkap,

HCl (ak) + NaOH (ak)

NaCl (ak) + H2O (ce)

Persamaan ionik, Na+ + Cl H+ + OH-

NaCl H2O

Campuran T

Persamaan lengkap,

HNO3 (ak) + KOH (ak) Persamaan ionik, K+ + NO3H+ + OH-

KNO3 (ak) + H2O (ce)

KNO3 H2O

39

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


2. Bandingkan nilai bagi haba peneutralan yang diperolehi bagi campuran R dan T. Jelaskan mengapa terdapat perbezaan atau persamaan di antara kedua-dua nilai yang dibandingkan.

Campuran R

Persamaan kimia,

HCl (ak) + NaOH (ak)

NaCl (ak) +H2O (ce)

Bilangan mol,

i.

Bilangan mol HCI

)(

ii.

Bilangan mol NaOH

)(

0.05 mol HCI bertindak balas dengan 0.05 mol NaOH untuk membentuk 0.05 mol air, H2O.
40

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Jisim larutan campuran,

Haba yang dibebaskan,

= = = ( )( )

Haba peneutralan,

Tindak balas diatas merupakan tindak balas eksotermik yang menghasilkan haba peneutralan sebanyak 42 kJ mol-1.

41

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Campuran T

Persamaan kimia,

HNO3 (ak) + KOH (ak) Bilangan mol,

KNO3 (ak) + H2O(ce)

i.

Bilangan mol HNO3

)(

ii.

Bilangan mol KOH

)(

0.05 mol HNO3 bertindak balas dengan 0.05 mol KOH untuk membentuk 0.05 mol air, H2O.

42

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Jisim larutan campuran,

Haba yang dibebaskan,

= = = ( )( )

Haba peneutralan,

Tindak balas diatas merupakan tindak balas eksotermik yang menghasilkan haba peneutralan sebanyak 42 kJ mol-1.

43

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Campuran

Bahan tindak balas Haba peneutralan, H

HCl (ak) + NaOH (ak) - 42 kJ mol-1

HNO3 (ak) + KOH (ak) - 42 kJ mol-1

Haba peneutralan bagi kedua-dua campuran R dan T mempunyai nilai yang sama dengan kadar pembebesan haba, H = - 42 kJ mol-1. Hal ini berlaku kerana asid yang digunakan ialah asid monobes (HCI dan HNO3) yang menghasilkan 1 mol air, H2O selepas bertindak balas dengan alkali kuat (NaOH dan KOH).

44

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


3. Haba peneutralan bagi asid kuat dan alkali kuat ialah -57.3kJ mol-1. Nyatakan dua cara untuk menambah baik prosedur yang diberi agar haba peneutralan yang diperolehi bagi eksperimen ini adalah -57.3kJ mol-1.

a. Larutan alkali kuat hendaklah dituang dengan cepat ke dalam larutan asid kuat bagi mengelakkan suhu terbebas ke persekitaran. b. Campuran larutan di dalam cawan plastik perlu sentiasa dikacau dengan berhatihati sepanjang masa agar suhu larutan adalah sekata.

4. Adakah haba peneutralan bagi campuran asid kuat dengan alkali lemah akan menjadi lebih tinggi atau lebih rendah daripada -57.3kJ mol-1? Jelaskan.

Asid kuat mengion secara lengkap di dalam air, di mana kesemua ion hidrogen, H+ akan terion dan dapat dineutralkan oleh ion hidroksida, OH + tanpa menggunakan haba daripada proses tindak balas peneutralan.

Alkali lemah pula mengion secara separa di dalam air, di mana darjah penceraian yang rendah mengakibatkan hanya sebilangan kecil ion hidroksida, OH+ dihasilkan.

Kebanyakkan molekul alkali lemah masih wujud sebagai molekul tak terion. Apabila asid kuat bertindak balas dengan alkali lemah, haba peneutralan akan menjadi lebih rendah daripada -57.3kJ mol-1.

45

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Kesimpulan :

Haba peneutralan, bagi Asid hidroklorik(asid kuat,monobes) dan natrium hidroksida (alkalikuat) = - 42.84 kJ mol^(-1)

Asid sulfurik(asid kuat, dwibes) dan natrium hidroksida(alkali kuat) = - 114.24 kJ mol^(-1)

Asid nitrik(asid kuat,monobes) dan kalium hidroksida(alkali kuat) = - 42.84 kJ mol^(-1)

Dalam eksperimen ini, dapat dirumuskan bahawa haba peneutralan bagi asid dwibes (asid sulfurik) adalah 2 kali ganda lebih tinggi daripada haba peneutralan asid monobes (asid hidroklorik & asid nitrik).

46

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


AMALI 5 ELEKTROKIMIA - DAYA GERAK ELEKTRIK SEL

Tujuan

Untuk menyiasat kesan kepekatan terhadap daya gerak elektrik (d.g.e.) sel.

Teori

Sumber elektrik dari sel elektrik mampu mengubah tenaga kimia kepada tenaga keupayaan elektrik. Daya gerak elektrik (d.g.e) ialah keupayaan atau tenaga sesuatu punca elektrik untuk menggerakkan cas-cas elektrik dari satu terminal ke terminal yang lain. Daya gerak elektrik ditakrifkan sebagai jumlah tenaga yang dibekalkan oleh suatu sel untuk menggerakkan satu coulomb cas dari satu terminal ke terminal yang lain. Daya gerak elektrik juga boleh dilihat sebagai bezakeupayaan yang merentasi terminal sel ketika arus sifar (tiada beban). Bagi larutan 1M pada 25 C (keadaan piawai), EMF standard (sel potensi standard) dipanggil E sel. Bagi sel standard, terdapat tiga syarat perlu dipatuhi iaitu : kepekatan ion (1.0 mol dm -3), suhu (25 C) dan tekanan (1 atm). Dalam terma kepekatan sel, kepekatan komponen sel boleh mempengaruhi emf sel, sebuah sel boleh dibina dengan mempunyai ion logam yang sama untuk anod dan katod, tetapi pada kepekatan yang berbeza dalam kedua-dua bahagian sel.

Senarai bahan

KA1 ialah larutan kuprum(II) nitrat 1.0 mol dm-3 KA2 ialah larutan zink nitrat 2.0 mol dm-3 KA3 ialah larutan zink nitrat 1.0 mol dm-3 KA4 ialah larutan zink nitrat 0.1 mol dm-3 KA5 ialah larutan zink nitrat 0.01 mol dm-3 KA6 ialah larutan zink nitrat 0.001 mol dm-3 A ialah larutan tepu kalium klorida
47

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Senarai radas

Lima jalur kertas turas (20cm x 1cm) Kepingan zink Kepingan kuprum Voltmeter dengan senggatan 0.1V Wayar penyambung dan klip buaya 50cm3 silinder penyukat Bikar 100cm3 Kertas label Kertas pasir Air suling

Prosedur

1. Dengan menggunakan silinder penyukat, 50 cm 3 KA1 diisi ke dalam bikar A dan 50 cm3 KA2 ke dalam bikar B.

48

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


2. Sejalur kertas turas direndamkan ke dalam larutan kalium klorida tepu dan hujung kertas turas itu dimasukkan ke dalam kedua-dua bikar A dan B untuk membina titian garam.

3. Kepingan zink dan kuprum dibersihkan dengan menggunakan kertas pasir.

49

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

4. Kepingan logam diapitkan dengan klip buaya dan disambungkan ke voltmeter dengan menggunakan wayar penyambung.

5. Bacaan awal voltmeter sebaik sahaja kedua-dua kepingan logam tersebut direndamkan ke dalam larutan dicatat ke dalam Jadual1.

50

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

6. Langkah 1 hingga 5 diulang dengan menggantikan KA2 dengan larutan lain seperti di dalam Jadual 1.

Keputusan

: [Zn2+] mol dm
-3

Amali

Bikar A

Bikar B

Bacaan voltmeter cm3 0.80

Log [Zn2+]

50 KA1

cm3 50 KA2 cm3 50 KA3 cm3 50 KA4 cm3 50 KA5 cm3 50 KA6

2.0

0.3

50 KA1

cm3 0.90

1.0

50 KA1

cm3 1.00

0.1

-1.0

50 KA1

cm3 0.70

0.01

-2.0

50 KA1

cm3 0.90

0.001

-3.0

JADUAL 1

51

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Soalan :

1. Tuliskan gambar rajah sel bagi sistem sel kimia ini.

Zn(p) | Zn2+(ak) || Cu2+(ak) | Cu(p)

2. Tuliskan setengah persamaan tindak balas yang berlaku dalam bikar A dan B.

Bikar A, Cu2+(ak) + 2 e Cu(p) Tindak balas penurunan

Bikar B, Zn(p) Zn2+(ak) + 2 e Tindak balas pengoksidaan

3. Tuliskan persamaan keseluruhan sel. Persamaan keseluruhan sel ialah : Cu2+(ak) + Zn (p) Cu(p) + Zn2+(ak)

4. Tentukan arah pengaliran elektron dalam sel. Elektron mengalir daripada terminal Zn ke terminal Cu.

52

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


5. a) Plot graf bacaan voltmeter lawan log [Zn2+] dalam bikar B. Graf di lampiran 1. Kepekatan zink nitrat adalah berkadar terus dengan bacaan voltmeter.

b) Bagaimanakah daya gerak elektrik sel berubah dengan kepekatan ion zink dalam bikar B.

Berdasarkan graf yang dibina, dapat dilihat bahawa bacaan voltmeter adalah berkadar terus dengan nilai log [Zn2+]. Bacaan voltmeter meningkat apabila log [Zn2+] meningkat. Ini menunjukkan bahawa kepekatan log [Zn 2+] mempengaruhi bacaan voltmeter.

6. Apakah yang akan terjadi kepada bacaan voltmeter jika a) Larutan dalam bikar A digantikan dengan larutan kuprum (II) sulfat 0.1 mol dm-3?

Jika larutan dalam bikar A digantikan dengan larutan kuprum (II) sulfat, nilai bacaan voltmeter akan berkurangan.

b) Larutan dalam bikar B digantikan dengan larutan magnesium sulfat 1.0 mol dm-3 dan kepingan logam zink digantikan dengan kepingan logam magnesium?

Apabila larutan dalam bikar B digantikan dengan larutan magnesium sulfat 1.0 mol dm-3 dan kepingan logam zink digantikan dengan kepingan logam magnesium, nilai bacaan voltmeter juga akan berubah. Proses penurunan dalam katod kali ganda sebanyak tiga manakala proses pengoksidaan di anod berlaku sebanyak dua kali ganda. Nilai bacaan voltmeter adalah lebih besar sewaktu menggunakan logam magnesium kerana mempunyai

53

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


kecenderungan yang lebih tinggi untuk dioksidakan berbanding dengan zink yang berdasarkan keupayaan standard.

Kesimpulan : Kepekatan zink nitrat adalah berkadar terus dengan bacaan voltmeter. Ia juga akan memberi kesan kepada nilai daya gerak elektrik sel. Di mana daya gerak elektrik (dge) akan menurun apabila kepekatan produk meningkat berbanding bahan tindak balas.

54

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


AMALI 6 NILAI PEMALAR AVOGADRO

Tujuan

Untuk mengetahui nilai pemalar Avogadro dengan menggunakan prosedur elektrolisis.

Teori

Hukum Avogadro juga dikenali sebagai Teori Avogadro ataupun Hipotesis Avogadro. Prinsip ini merupakan satu hukum dimana gas-gas dengan isi padu yang sama, pada suhu dan tekanan yang sama, mempunyai bilangan zarah atau molekul yang sama. Bilangan molekul yang ada pada isi padu gas yang tertentu adalah bebas daripada saiz ataupun jisim molekul gas tersebut. Nilai teori bagi pemalar Avogadro merupakan 6.02 1023. Hukum ini boleh dinyatakan seperti berikut:

di mana,

ialah isipadu gas ialah kuantiti bahan dalam gas / bilangan mol gas itu ialah pemalar berkadar terus / pembolehubah tetap

Senarai Bahan

1 mol dm-3 larutan kupum(II) sulfat Larutan propana Dua kepingan kurpum

55

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Senarai Radas :

Bateri Bikar 250 cm3 Wayar penyambung dan klip buaya Ammeter Suis Reostat Jam randik

Prosedur

1. Dua kepingan kuprum ditimbang.

dicuci dengan menggunakan kertas pasir dan jisimnya

56

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


2. Bikar diisi dengan larutan 1 mol dm-3 kuprum(II) sulfat sehingga separuh penuh.

3. Radas disediakan seperti dalam rajah. Suis dihidupkan dan jam randik dimulakan.

57

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

4. Reostat diselaraskan untuk membenarkan arus kecil melaluinya.

5. Bacaan ammeter direkodkan ke dalam Jadual 1 bagi setiap selang masa satu minit.

58

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

6. Suis dimatikan selepas 30 minit.

7. Perubahan yang berlaku di anod dan di katod direkodkan.

59

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

8. Kepingan kuprum dibasuh dan dikeringkan dengan propanon. Kepingan tersebut ditimbang sekali lagi.

Langkah Berjaga-Jaga :

1. Propanon hendaklah dijauhkan dari muka atau hidung kerana propanon mudah mengewap dan menyebabkan kerengsaan. 2. Berhati-hati ketika membersihkan kepingan zink dan kuprum kerana bucu kepingan tersebut tajam dan boleh mencederakan jari. 3. Propanon perlu dikendalikan dengan berhati-hati kerana ia mudah terbakar dan ia harus dielakkan berhampiran dengan api.

60

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Keputusan

a. Hasil Pemerhatian

61

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


Katod (Kuprum 1) Anod (Kuprum 2) Elektrolid

Jisim Sebelum, g

22.0

22.9

Jisim Selepas, g

22.2

22.7

Berlaku tindak balas Berlaku Tindak Balas penurunan : Cu2+ Cu

tindak balas -

pengoksidaan. : Cu Cu2+

Menerima elektron Elektron

dua Membebaskan untuk elektron

dua Kepekatan dan kuantiti ion

dan Cu2+

membentuk ion Cu

membentuk ion Cu2+

dalam larutan akues berkurang dan warna biru pudar. larutan akan

Keadaan elektrod

fizikal Jisim logam kuprum Jisim / semakin disebabkan logam kuprum.

logam

kuprum

bertambah semakin bekurang dan enapan menjadi semakin nipis kerana terhakis.

Perubahan jisim

Persamaan Setengah

Persamaan setengah : Persamaan Cu2+ + 2e- Cu setengah : Cu Cu + 2e


2+ -

62

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


b. Nilai arus elektrik, sepanjang proses elektrolisis
Masa, / minit 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Arus Elektrik, / A 0.26 0.24 0.32 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.30 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.32 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 0.33 63

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Keputusan

Pengiraan

Jisim yang diperolehi di katod,

Purata bagi jumlah arus yang melalui litar, [ ( ) ( ) ( )]

Masa elektrolisis,

Cas bagi satu elektron,

64

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

LANGKAH 1 Kira jumlah cas yang melalui litar tersebut.

)(

)(

LANGKAH 2 Kira bilangan elektron di dalam elektrolisis ini. (Cas bagi satu elektron = 1.602 x 10-19 C)

)(

LANGKAH 3 Mengenalpasti bilangan atom kuprum yang terbentuk di katod.

)(

LANGKAH 4 Kira bilangan atom kuprum di dalam satu gram kuprum.

65

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

LANGKAH 5 Kira bilangan atom kuprum di dalam satu mol kuprum, 63.546 g. ( )( )

66

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Perbincangan

1. Secara teori, pertambahan jisim dalam satu elektrod kuprum sepatutnya sama dengan pengurangan jisim pada satu lagi elektrod. Jelaskan mengapa terdapat sedikit perubahan kecil bagi kedua-dua nilai ini di dalam eksperimen yang telah dijalankan. Perbezaan adalah disebabkan oleh kuantiti ion Cu2+ yang ditarik untuk dinyahcaskan di elektrod katod adalah lebih daripada kuantiti ion Cu dibebaskan untuk dibentuk oleh elektrod anod.
2+

yang

2. Tuliskan persamaan tindak balas yang seimbang untuk tindak balas yang berlaku di anod dan katod. Cu (pe) Cu2+ + 2eCu
2+

Anod : Katod :

[ Pengoksidaan ] [ Penurunan ]

+ 2e Cu (pe)

3. Apakah kesan ke atas pemalar Avogadro yang diperoleh jika bekalan kuasa dimatikan beberapa saat selepas 30 minit dan bukannya tepat 30 minit?

Nilai pemalar Avogadro akan bertambah kerana pertambahan masa menyebabkan lebih banyak zarah Cu dipindahkan melalui elektrolit dari anod ke katod.

4. Apakah kesan ke atas pemalar Avogadro yang diperoleh jika elektrod tidak dibiarkan kering sebelum jisim akhir elektrod diambil?

Akan berlaku ralat ke atas nilai pemalar Avogadro kerana elektrod yang tidak kering masih mengandungi lapisan elektrolit iaitu propanon dan pepejal kuprum tidak dapat

67

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


terbentuk sepenuhnya sewaktu masih basah. Hal ini akan menjejaskan bacaan jisim bagi elektrod tersebut.

5. Seorang pelajar menjalankan satu eksperimen untuk menentukan pemalar Avogardo dengan menggunakan katod zink dan anod kuprum yang berjisim 5.100g. Arus 0.468A dialirkan selama 3 minit. Selepas data dikumpulkan, anod kuprum dikeringkan dan ditimbang. Jisim akhir anod kuprum ialah 5.037g.

Jumlah arus yang melalui litar = 0.468 A Masa elektrolisis, Cas bagi satu elektron,

a) Kirakan jisim anod kuprum yang hilang.

b) Kirakan jumlah cas (dalam Coulomb) yang mengalir melalui sel elektrolisis.

)(

)(

c) Kirakan bilangan elektron yang digunakan untuk menyadurkan zink. (Cas bagi satu elektron ialah 1.602 x 10-19 C)

)(

68

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)


d) Kirakan bilangan atom kuprum yang hilang dari elektrod kuprum.

)(

e) Kirakan bilangan atom kuprum per gram yang hilang pada anod.

f) Kirakan bilangan atom kuprum dalam satu mol kuprum. ( )( )

g) Kirakan peratus ralat (students percent error) | ( )|

Nilai ralat

Peratus ralat

)(

6. Selain daripada mengukur nilai pemalar Avogadro, nyatakan dan jelaskan dua kegunaan proses elektrolisis dalam industri.

A. Pengelektrosaduran
69

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Proses menyalut kepingan logam dengan logam yang lain melalui elektrolisis disebut pengelektrosaduran. Sebagai contoh, keluli boleh dielektrosadurkan dengan kromium. Tujuan pengelektrosaduran ialah untuk melindungi logam tersadur daripada kakisan dan menjadikannya lebih cantik. Dalam sel elektrolisis bagi pengelektrosaduran katod ialah bahan yang ingin disadur, anod ialah logam saduran dan elektrolit ialah larutan garam yang mengandungi ionion logam saduran contohnya seperti NiSO4, CrSO4 dan AgNO3.

Tindak balas : Anod Logam penyadur akan mengkakis untuk menghasilkan ion-ion bercas positif di dalam lauratan elektrolit. Setengah persamaan : Ni Ni+ + e Katod : Ion bercas positif akan tertarik ke elektrod ini dan dinyahcas menjadi logam yang terenap sebagai satu lapisan nipis di atas permukaan logam atau bahan yang ingin disadur. Setengah persamaan : Ni+ + e- Ni

Kelebihan pengelektrosaduran : Dapat melindungi logam atau bahan daripada kakisan atau pengaratan Mencantikkan rupa logam dan meningkatkan penampilan fizikal sesuatu logam atau vahan

Kesimpulan :

Nilai pemalar Avogadro boleh ditentukan dengan menggunakan proses elektrolisis.

70

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

BIBLIOGRAFI A. BUKU 1. Eng Nguan Hong, Lim Eng Wah, Kimia Tingkatan Lima (2002), Runz creative Sdn. Bhd. 2. Lim Eng Wah, Low Swee Neo, Lim Yean Ching, Eng nguan Hong, Umi Kalthom Binti Ahmad, Chemiatry Form 5, (2006) Runz creative Sdn. Bhd. 3. Lee Soon Ching, Kimia SPM(1998), Penerbit Fajar Bakti Sdn. Bhd. 4. Ramli Ibrahim, Asas Kimia(2001), Uni-Ed Publications Sdn. Bhd.

B. INTERNET 1. __________, Peneutralan asid Sulfurik dan Natrium Hidroksida, http://books. google. com.my/books?id=XjJpTeq8j1gC&pg= PA458&lpg=

PA458&dq=3.+Haba+peneutralan+bagi+asid+sulfurik+dan+natrium+hidroksi da&source=bl&ots=YTyo_B9GaA&sig=GrECSqFOR8LRgjJPELB9exaKJB8& hl=en&ei=XMgyTfa7N8TsrQftteD_CA&sa=X&oi=book_result&ct=result&resn um=6&ved=0CD8Q6AEwBQ#v=onepage&q=3.%20Haba%20peneutralan%2 0bagi%20asid%20sulfurik%20dan%20natrium%20hidroksida&f=false. Diakses pada 14 Januari 2010, 8.30 malam

2. ___________, Kimia, http://www.scribd.com/doc/40671183/KIMIA Diakses pada 14 Januari 2010, 8.45 malam

3. ___________,

Nota

Kimia

SPM,

http://k.1asphost.com/

smkchonline/

edu%20kim/ KimFull%20istilah.htm

71

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

REFLEKSI Alhamdulillah, syukur ke hadrat Ilahi kerana dengan izinNya dapat juga saya menyiapkan tugasan eksperimen yang telah diberikan ini.Tidak lupa juga ucapan jutaan terima kasih kepada pensyarah Pn Zakiah Bt Mor kerana banyak memberi tunjuk ajar dan juga kepada rakan-rakan kelas yang sudi membantu saya dalam menyiapkan laporan amali 1, 5 dan 6. Sebagai persediaan, sebelum amali dijalankan, saya telah mengulangkaji sedikit sebanyak mengenai tindak balas haba peneutralan, cara menulis persamaan kimia dengan betul dan juga bagaimana untuk mengira haba tindak balas peneutralan. Kelemahan saya yang saya dapati ialah saya mempunyai masalah untuk menulis persamaan kimia yang terlibat iaitu persamaan ion. Setelah disemak semula oleh pensyarah barulah saya memahami bagaimana untuk menulis persamaan ion yang terlibat. Saya juga mempunyai masalah apabila mengira haba peneutralan yang melibatkan asid dwibes kerana ia akan menghasilkan 2 mol air. Oleh itu, saya cuba mengira dahulu haba peneutralan dan selepas itu saya merujuk kepada pensyarah untuk menyemak jalan pengiraannya. Melalui eksperimen yang dijalankan sedikit sebanyak membantu saya untuk mengaplikasi pengetahuan yang diperolehi sewaktu pengajaran nanti terutamanya sewaktu mengajar tajuk asid dan alkali (Tahun 5). Ini juga satu persediaan kepada saya seandainya terdapat soalan daripada murid mengenai asid-asid kuat dan juga alkali kuat. Seterusnya, ialah tajuk ke lima iaitu, elektrolisis. Ujikaji ini berkaitan dengan kadar kepekatan larutan mempengaruhi daya gerak elektrik sel menggunakan aplikasi elktrolisis. Ujikaji tajuk amali 4 dan 5 telah dijalankan dalam waktu yang serentak kerana kesuntukan masa. Oleh itu setiap kumpulan dibahagi dua dan hasil dapatan akan dikongsi dan dibincangkan bersama. Namun begitu, bagi amali 5, kebanyakan keputusan tidak dapat diperolehi dengan tepat.
72

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

Perbincangan hasil dapatan juga tidak dilakukan dengan baik tanpa bimbingan pensyarah. Oleh itu, hasil keputusan yang saya gunakan adalah daripada sumber internet. Diharapkan agar, masalah kesuntukan masa seperti ini tidak berlaku lagi di masa kan datang. Selain itu bagi membendung masalah ini sentiasa berlaku, motivasi dalam diri dan keyakinan terhadap diri sendiri dalam membuat tugasan awal adalah penting dan perlu dilakukan. Pengurusan masa yang effisen boleh dibuat dengan menyediakan jadual waktu belajar dalam buku rancangan peribadi. Sikap yang negatif seperti suka bertangguh hendaklah diperbaiki supaya hasil yang bermutu dapat dihasilkan tanpa berlaku tekanan. Alhamdulillah, dengan kerjasama yang baik oleh setiap ahli kumpulan membolehkan kami menyiapkan kesemua tugasan yang diperlukan pada masa yang telah ditetapkan. Walaupun banyak masalah yang dihadapi, saya dan rakan berusaha untuk menyiapkan kerja kursus ini dengan upaya yang ada. Setiap masalah dihadapi bersama dan sokongan serta sikap tolong-menolong adalah nilai yang membantu kami menghasilkan tugasan ini secara optimum. Banyak pengajaran yang diperolehi dari tugasan ini, antaranya ialah, setiap masalah boleh diselesaikan dan kepentingan pengurusan masa. Selain itu, pemikiran yang kreatif dan kritis dengan sikap menerima pandangan orang lain adalah salah satu pengajaran yang dapat saya pelajari semasa menyiapkan tugasan ini. Oleh hal yang demikian, saya cukup berharap agar tugasan ini diterima seadanya dan semoga ia memberi manfaat kepada sesiapa sahaja. Sekian, Terima kasih.

73

SCE 3109 INDEPENDENT STUDENT LEARNING (ISL)

74