Anda di halaman 1dari 1

Akhmad Zaelani

J3D113062

zaelaniaje@gmail.com

A
Habis IPV4 Terbitlah IPV6

Sebagaimana dilansir Internet Service Provider, penggunaan IPv4 dan IPv6 bisa dilakukan berbarengan pada Februari 2014 mendatang, hal ini dilakukan untuk mengatasi krisis alamat IP dimana hanya tersisa 10% dari kapasitas awal atau sekitar 400 juta alamat saja dari 4,3 milyar alamat yang tersedia menurut Internet Assigned Numbers Authority (IANA) sebuah lembaga resmi internasional pengelola alamat IP. IPv6 atau yang dikenal secara resmi sebagai IP Next Generation (IPng) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit untuk mendukung 3.4 x 10^38 alamat IP yang unik, salah satu contoh IPV6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a sedangkan IPV4 hanya menggunakan 32 bit sehingga jumlah alamat unik yang didukung terbatas 4.294.967.296 atau di atas 4 miliar alamat IP saja, salah satu contoh IPV4 adalah 192.168.0.3. Hal ini disesali oleh Vint Cerf yang kini menjabat sebagai Vice-President di Google. Dia adalah salah satu orang pertama yang membuat internet dengan menyambungkan komputer menggunakan alamat Internet Protocol (IP), karena 4,3 miliar alamat IP yang ia buat kini sudah hampir habis. Saat IPV6 digunakan hampir semua alat elektronik akan memiliki IP masing-masing dimana akan langsung terhubung dengan internet dan semua orang bisa mengakses jaringan internet dengan mudah dan efisien tanpa harus pergi ke warung internet (warnet). Warnet memang banyak diminati karena tarif yang murah yaitu sekitar Rp. 3.000,- / jam namun setelah munculnya berbagai macam modem dengan harga terjangkau serta sekarang sudah banyak hotspot atau akses wi-fi gratis yang disediakan oleh sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, caf dan sebagainya warnet mulai sepi, sebagai contoh tercatat dari pengamatan saya ada dua warnet di daerah jalan malabar, kota bogor yang tutup beralih ke jasa loundry padahal IPV6 belum diluncurkan dimana hampir seluruh alat elektronik bisa terhubung dengan internet dengan mudah, seakan mengingatkan kita kembali tentang warung telepon (wartel) yang menjamur lalu punah seketika saat muncul handpone dengan harga terjangkau dengan keadaan seperti ini maka memungkinkan nasib warnet untuk beberapa tahun kedepan bernasib sama dengan wartel.

Sumber :
http://aminatus.blog.student.eepis-its.edu/2013/07/05/apa-sich-ipv6-itu/ http://archive.kaskus.co.id/thread/6753690/ http://news.id.msn.com/okezone/sci-tech/article.aspx?cp-documentid=4594480 http://www.mediaindonesia.com/mediagadget/index.php/read/2011/01/24/693/1/Atasi-Krisis-IPAddress-Den gan-IPv6 http://www.indosat.com/Public_Relations/Press_Release_Photo_Gallery/Dukung_Implementasi_Inter net_Protocol_Versi_6_IPv6 http://www.verisigninc.com/in_ID/why-verisign/innovation-initiatives/ipv6/index.xhtml http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP_versi_6