Anda di halaman 1dari 52

Putri Yanasari Amelia Cicim Marsal

0810312083 0910313268 0910312106

Pembimbing :

dr. Al Hafiz, Sp.THT-KL

Otitis media supuratif kronik

radang kronis telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat keluarnya sekret dari telinga (ottorhea) lebih dari 2 bulan, baik terus menerus atau hilang timbul

1. OMSK tipe aman Letak perforasi sentral. Tipe mukosa Tipe aman karena tidak menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

2. OMSK tipe bahaya Letak perforasi atik atau marginal Tipe tulang Tipe bahaya karena menimbulkan kolesteatom.

OMSK aktif adalah OMSK dengan sekret yang keluar dari kavum timpani secara aktif.
OMSK tenang / inaktif adalah keadaan kavum timpaninya terlihat basah atau kering

1. Lingkungan

2. Genetik 3. Otitis media sebelumnya. 4. Infeksi 5. Infeksi saluran nafas atas 6. Autoimun 7. Alergi 8. Gangguan fungsi tuba eustachius.

Sembuh/ normal

Gangguan tuba

Tekanan (-) telinga tengah

Fgs.tuba tetap terganggu; Infeksi ()

efus i

OME
Tuba tetap terganggu + infeksi

Perubahan tekanan tiba-tiba: Alergi Infeksi Sumbatan : Sekret Tampon Tumor

OMA

Sembu h

OMSK/ OMP

OME

Otitis Media Akut (OMA)


Sembuh sempurna Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) Otitis media Efusi (OME)

OMSK tipe benigna

OMSK tipe maligna

1. Telinga berair (otorrhoe) 2. Gangguan pendengaran


3. Otalgia ( nyeri telinga) 4. Vertigo

1. Perforasi marginal atau atik (tanda dini)


2. Adanya Abses atau fistel retroaurikular 3. Jaringan granulasi atau polip diliang telinga yang berasal dari kavum timpani.

4. Pus yang selalu aktif atau berbau busuk (aroma kolesteatom)


5. Foto rontgen mastoid adanya gambaran kolesteatom

Suatu kista epitelial yang berisi deskuamasi epitel (keratin) yang terperangkap di dalam basis cranii.

Epitel kulit liang telinga terdapat serumen padat dalam waktu yang lama epitel kulit yang berada medial dari serumen seakan terperangkap

KOLESTEATOM
Komplikasi. .. 1.Erosi tulang 2.Tuli konduktif 3.Kematian (jarang)

1. Kolesteatoma kongenital

2. Kolesteatoma akuisita a. Primer (teori Invaginasi)

b. Sekunder (teori Migrasi dan teori Implantasi)

KOLESTEATOM

Media yang baik untuk tempat pertumbuhan kuman (infeksi) Proteus dan Pseudomonas aeruginosa

Mengeluarkan sitokin : -interleukin-1 (IL-1) -interleukin-6 (IL-6) -tumor necrosis factor-

(TNF-) -tumor growth factor (TGF).

INFEKSI

Menstimulasi sel-sel keratinosit matriks kolesteatoma


Massa menekan dan mendesak organ di sekitarnya serta menimbulkan nekrosis terhadap tulang NEKROSIS diperhebat oleh karena pembentukan reaksi asam oleh pembusukan bakteri

Bersifat : -hiperproliferatif

-destruktif -mampu berangiogenesis

MASSA KOLESTEATOM -Labirintitis -Meningitis -Abses otak

KOMPLIKASI

Anamnesis
Pemeriksaan fisik Pemeriksaan penunjang

Telinga

berair Adanya sekret telinga dengan atau tanpa darah Perasaan sakit dibelakang atau didalam telinga Pendengaran berkurang Perasaan penuh pada telinga Pusing Kelemahan otot di salah satu sisi wajah (sisi telinga yang terinfeksi)

Pemeriksaan

otoskopi akan menunjukan adanya dan letak perforasi. Dari perforasi dapat dinilai kondisi mukosa telinga tengah.

Pemeriksaan audiometri untuk mengevaluasi tingkat penurunan pendengaran dan untuk menentukan gap udara dan tulang. foto polos radiologi Pemeriksaan CT scan Mikrobiologi

OMSK BENIGNA TENANG tidak memerlukan pengobatan dinasehatkan untuk jangan mengorek telinga, air jangan masuk ke telinga sewaktu mandi, dilarang berenang dan segera berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas. Bila fasilitas memungkinkan sebaiknya dilakukan operasi rekonstruksi (miringoplasti, timpanoplasti) untuk mencegah infeksi berulang serta gangguan pendengaran

OMSK BENIGNA AKTIF


1.
2.

Membersihkan liang telinga dan kavum timpani


Pemberian antibiotika :
antibiotika/antimikroba topikal antibiotika sistemik

OMSK MALIGNA Operasi Pengobatan konservatif sebelum operasi

N o
1

Jenis Bedah

Dilakukan pada

Cara
pembersihan ruang mastoid dari jaringan patologik

Tujuan
Agar infeksi tenang dan telinga tidak berair lagi dan hanya terbatas pada rongga mastoid untuk membuang semua jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke intrakranial

Mastoidekto OMSK tipe aman yang mi sederhana dengan pengobatan konservatif tidak sembuh

2 Mastoidekto
mi radikal

OMSK maligna dengan infeksi atau kolesteatom yang sudah menular

Dinding batas antara liang telinga luar dan liang telinga tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi tersebut menjadi satu ruangan

N o
3

Jenis Bedah
Mastoidektomi radikal dengan modifikasi (operasi bondy)

Dilakukan pada
OMSK maligna dengan infeksi atau kolesteatom yang sudah menular

Cara
Dinding batas antara liang telinga luar dan liang telinga tengah dengan rongga mastoid diruntuhkan, sehingga ketiga daerah anatomi tersebut menjadi satu ruangan Rekonstruksi pada membran timpani

Tujuan
untuk membuang semua jaringan patologik dan mencegah komplikasi ke intrakranial

Miringoplasti

OMSK tipe aman yang sudah tenang

Mencegah berulangnya infeksi telinga tengah pada OMSK tipe aman dengan perforasi yang menetap

N Jenis Bedah o
5 Timpanoplasti

Dilakukan pada
OMSK tipe aman yang kerusakan yang lebih berat

Cara
rekonstruksi membran timpani dan sering kali harus dilakukan juga rekonstruksi tulang pendengaran rekonstruksi membran timpani tanpa meruntuhkan dinding posterior liang telinga.

Tujuan
Membersihkan jaringan patologis sehingga memperbaiki pendengaranny a. untuk menyembuhkan penyakit serta memperbaiki pendengaran

Timpanoplasti dengan pendekatan ganda (Combined Approach Tympanoplasty)

OMSK tipe bahaya OMSK tipe aman

dengan jaringan granulasi yang luas

1. Komplikasi intratemporal (komplikasi ekstrakranial) terdiri dari mastoiditis(abses subperiosteal, abses leher dalam inferior, laten mastoiditis), petrositis,labirinitis, paralisis parsial

2. Komplikasi ekstratemporal (komplikasi intrakranial) terdiri dari abses ekstradural, abses subdural, tromboflebitis sinus lateral, meningitis, abses otak, hidrosefalus otitis.

IDENTITAS PASIEN Nama No. MR Umur Jenis kelamin Pekerjaan Suku bangsa Alamat : Tn.S : 855605 : 46 tahun : laki-laki : Guru : Minangkabau : Padang Panjang

ANAMNESIS Seorang pasien laki-laki berumur 46 tahun datang ke poliklinik THT RSUP Dr. M Djamil Padang pada tanggal 15 Januari 2014 dengan : Keluhan Utama : Telinga kanan keluar cairan sejak 1 bulan yang lalu.

Riwayat Penyakit Sekarang :

Telinga kanan keluar cairan sejak 1 bulan yang lalu, terus menerus. Warna cairan putih kekuningan, encer, dan tidak berbau. Riwayat telinga kanan berair sejak 6 bulan yang lalu, hilang timbul, terutama saat pasien batuk dan pilek. Pasien merasakan pendengaran pada telinga kanan berkurang sejak 6 bulan ini. Pusing berputar ada, pusing dirasakan dengan perubahan posisi kepala. Mual muntah tidak ada. Riwayat keluar darah dari telinga kanan tidak ada. Riwayat bengkak di belakang daun telinga kanan tidak ada. Sakit kepala (-), wajah mencong (-), riwayat penurunan kesadaran (-), kejang (-), dan pandangan ganda (-). Riwayat telinga berdenging tidak ada Riwayat mengorek-ngorek telinga (+). Hidung tersumbat tidak ada, penciuman terganggu tidak ada. Riwayat bersin-bersin di pagi hari tidak ada. Pasien sudah berobat ke RSUD Padang Panjang rutin 6 bulan terakhir. Diberi obat minum dan tetes telinga (pasien lupa nama obatnya). Tetapi karena tidak adanya perubahan, akhirnya pasien dirujuk ke RSUP M Djamil dan disarankan untuk operasi. Riwayat trauma pada telinga (-)

Riwayat Penyakit Dahulu Pasien pernah keluar cairan dari telinga kanan ketika berumur 14 tahun. Riwayat alergi makanan, debu, dan obat tidak ada. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini sebelumnya. Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit alergi. Riwayat Pekerjaan, sosial, ekonomi, dan kebiasaan. Pasien merupakan seorang guru olahraga Pasien tidak merokok dan tidak minum alkohol

Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Napas Suhu `

: Tampak sakit ringan : komposmentis kooperatif : 120/ 70 mmHg : 68 x per menit : 18 x per menit : 36,7 oc

Pemeriksaan Sistemik Kepala : Normocephal Mata : Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik Thoraks : Paru : Vesikuler, rhonki dan wheezing tidak ada Jantung : Irama teratur, bising tidak ada Abdomen : tak ditemukan kelainan Ekstremitas : akral hangat, refilling kapiler baik.

Telinga
Pemeriksaan Daun telinga Kelainan Kel. Kongenital Trauma Radang Kel. Metabolik Nyeri tarik Nyeri Tekan Dinding liang telinga Cukup Lapang (N) Dekstra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ya Sinistra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Ya

Sempit Hiperemis Edema Massa Sekret Bau Warna Jumlah

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak Putih kekuningan Sedang

Tidak ada Sedikit hiperemis Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Jenis
Serumen Bau Warna Jumlah Jenis

Serous
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Tidak ada
ada Kecoklatan Sedikit Kering

Membran Timpani Utuh Warna Refleks cahaya Bulging Retraksi Atrofi Perforasi Jumlah perforasi Jenis Kuadran Pinggir Gambar Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 1 Aman Subtotal Putih Mutiara (+) arah jam 7 Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Mastoid

Tanda radang Fistel Sikatrik Nyeri tekan Nyeri ketok

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada (-)

Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada (+)

Tes garputala 512 Hz

Rinne

Swabach

Memanjang

Sama dengan pemeriksa

Weber Kesimpulan Audiometri

Lateralisasi ke kanan Tuli Konduktif AD : Tuli campur derajat berat dengan ambang dengar 87,5 dB AS : Tuli konduktif derajat ringan dengan ambang dengar 28,75 dB

Timpanometri Tidak dilakukan

Hidung
Pemeriksaan Hidung luar Kelainan Deformitas Kelainan congenital Trauma Radang Massa Dekstra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Sinistra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Sinus Paranasal
Pemeriksaan Nyeri tekan Nyeri ketok Dekstra Tidak ada Tidak ada Sinistra Tidak ada Tidak ada

Rinoskopi Anterior
Vestibulum Vibrise Radang Kavum nasi Cukup lapang (N) Sempit Lapang Sekret Lokasi Jenis Jumlah Ada Tidak ada Tidak Sempit Tidak Tidak ada Tidak ada Ada Tidak ada Tidak Sempit Tidak Tidak ada Tidak ada

Bau
Konka inferior Ukuran Warna Permukaan Edema

Tidak ada
Hipertrofi Merah muda Licin Tidak ada

Tidak ada
Hipotrofi Merah muda Licin Tidak ada

Konka media

Ukuran Warna Permukaan Edema

Sukar dinilai Sukar dinilai Sukar dinilai Sukar dinilai Deviasi ke arah kiri Rata Merah muda -

Sukar dinilai Sukar dinilai Sukar dinilai Sukar dinilai

Septum

Cukup lurus/ deviasi Permukaan Warna Spina Krista Abses Peforasi

Rata Merah muda + -

Massa

Lokasi Bentuk

Ukuran
Permukaan Warna Konsistensi Mudah digoyang Pengaruh vasokonstriktor -

Rinoskopi Posterior
Pemeriksaan Koana Kelainan Cukup lapang (N) Sempit Lapang Mukosa Warna Edema Jaringan granulasi Konka superior Ukuran Warna Permukaan Edema Adenoid Muara tuba eustachius Ada/ tidak Tertutup secret Dekstra Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sinistra Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai

Massa

Lokasi Ukuran Bentuk Permukaan

Sukar Dinilai -

Sukar Dinilai -

Post nasal drip

Ada/ tidak Jenis

Orofaring dan Mulut


Pemeriksaan Trismus Uvula Edema Bifida Palatum mole arkus faring Simetris/ tidak Kelainan Dekstra Tidak ada Tidak ada Tidak ada Simetris Tidak ada Tidak ada Simetris Sinistra

Warna

Merah muda

Merah muda

Edema
Bercak/ eksudat Dinding faring Warna Permukaan Tonsil Ukuran Warna Permukaan Muara/kripti Detritus Eksudat Perlengketan dengan pilar

Tidak ada
Tidak ada Merah muda Licin T1 Merah muda Licin Tidak melebar Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Tidak ada
Tidak ada Merah muda Licin T1 Merah muda Licin Tidak melebar Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Peritonsil

Warna Edema Abses

Merah muda Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada

Merah muda Tidak ada Tidak ada Tidak ada Karies pada M1 atas

Tumor

Lokasi Bentuk Ukuran Permukaan Konsistensi

Gigi

Karies/ radiks

Kesan

Higiene Kurang

Lidah

Warna
Bentuk Deviasi Massa

Merah muda

Merah muda

Tidak ada Tidak ada

Tidak ada Tidak ada

Laringoskopi indirek
Pemeriksaan Epiglotis Kelainan Bentuk Warna Edema Pinggir rata/ tidak Massa Aritenoid Warna Edema Massa Gerakan Ventrikular band Warna Edema Massa Plika vokalis Warna Gerakan Pinggir medial Massa Subglotis/ trakea Massa Sekret ada / tidak Sinus piriformis Massa Sekret Valekulae Massa Sekret (jenisnya) Dekstra Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sinistra Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai Sukar Dinilai -

Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Leher Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Hb : 16,1 g/dL Ht : 48% Leukosit : 6.200/mm3 Trombosit : 236.000/mm3 APTT : 32,3 detik PT : 11,1 detik INR : 0,1 INR Na/K/Cl : 142/ 3,9/ 106 mmol/L SGOT/SGPT : 25/ 39 /L Ureum/ Creatinin : 18,3/ 0,9 mg/dL Gula Darah Puasa : 99,95 mg/dL Gula Darah 2jam PP : 149,4 mg/dL

Hasil Pemeriksaan Audiometri

AD : tuli campur derajat berat dengan ambang dengar 87,5 dB AS : tuli konduktif derajat ringan dengan ambang dengar 28,75 dB

CT Scan Mastoid

Tampak perselubungan di antrum dan periantrum dextra. Tampak destruksi tulang pendengaran dan os mastoid. Pneumatisasi mastoid dextra menghilang. Sinus paranasal dalam batas normal. Mastoid sinistra dalam batas normal. Kesan : Mastoiditis Dextra

Diagnosis Utama OMSK aurikula dekstra tipe benigna fase aktif


Diagnosis sekunder Deviasi septum ke kiri Terapi Obat cuci telinga : H2O2 3% Mastoidektomi Prognosis Quo ad vitam Quo ad sanam Quo ad functionam

: Bonam : Bonam : Dubia ad malam

Telah dilaporkan seorang pasien laki-laki, 46 tahun, dengan diagnosis Otitis media supuratif kronik tipe aman fase aktif pada telinga sebelah kanan. Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis didapatkan telinga kanan mengeluarkan cairan sejak 1bulan terakhir, terus menerus dimana cairan yang keluar berwarna putih kekuningan, encer dan tidak berbau. Cairan ini sebenarnya sudah pernah keluar juga sejak 6 bulan terakhir tetapi cairan ini keluar hilang timbul. Kemudian juga diketahui pasien juga pernah mengalami hal yang sama juga ketika pasien berusia 14 tahun. Selain itu, pasien juga merasakan telinga kanan kurang mendengar sejak 6 bulan terakhir. Pusing berputar juga dirasakan pasien sejak 6 bulan terakhir tetapi semakin bertambah berat dalam 1bulan terakhir ini.

Dari pemeriksaan fisik THT-KL didapatkan pada telinga kanan terdapat sekret yang berwarna putih kekuningan, cair dan tidak berbau. Sedangkan pada membran telinga terdapat perforasi subtotal. Pada pemeriksaan telinga kiri pasien dalam batas normal. Dari pemeriksaan garpu tala didapatkan kesan tuli konduktif. Kemudian pada pemeriksaan hidung didapatkan adanya deviasi septum ke arah kiri di mana konka inferior pada hidung kanan mengalami hiperrofi dan konka inferior pada hidung kiri mengalami hipotrofi. Dari anamnesis ini kita bisa menegakkan diagnosis pada pasien ini adalah otitis media supuratif kronik fase aktif. Semua hal di atas sudah mencakup pengertian dari omsk itu sendiri, yaitu infeksi kronis di telinga tengah, adanya perforasi membran timpani, sekret yang keluar terus menerus atau hilang timbul, dan proses nya sudah lebih dari 2 bulan. Kemudian, OMSK ini fase aktif karena pada saat ini sekret masih keluar terus menerus dari telinga kanan dan pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya sekret pada liang telinga.

Sedangkan jika sekret tidak didapatkan maka kita dapat menegakkannya sebagai OMSK tipe tenang. Dari pemeriksaan garpu tala juga didapatkan kesan tuli konduktif pada telinga kanan. Hal ini berarti menjelaskan adanya gangguan pada telinga tengah dan telinga luar. Pusing berputar pada pasien ini bisa disebabkan karena adanya gangguan keseimbangan (organ corti). Hal ini bisa saja disebabkan infeksi dari telinga tengah mengenai telinga bagian dalam. Seharus nya pada pasien ini dilakukan tes keseimbangan dan koordinasi untuk mengetahui pusing berputar ini berasal dari kerusakan organ perifer atau sentral.

Pada OMSK ini ditegakkan tipe aman karena: Jenis sekret yang keluar dari telinga kanan berwarna putih kekuningan, encer, dan tidak berbau. Pada tipe ganas, biasanya sekret yang keluar berwarna abu-abu kehitaman, mukopurulen, dan berbau khas kolesteatom. Tidak ditemukannya fistula pada retroaurikula. Tidak ditemukannya jaringan granulosit pada telinga tengah. Perforasi membran timpani berada pada pars tensa. OMSK tipe ganas, perforasinya akan terletak pada bagian atik dan marginal.

Tetapi, sebenarnya untuk penegakkan pasti OMSK tipe maligna, kita harus menemukan kolesteatom. Kolesteatom ini secara kasat mata hanya dapat ditemukan di ruang operasi. Tetapi kita dapat menemukan gambaran kolesteatom pada CT Scan Mastoid.

Pada CT Scan Mastoid pasien ini ditemukan : destruksi tulang pendengaran dan os mastoid, pneumatisasi mastoid dextra menghilang, dan tidak ditemukannya gambaran kolesteatom. Jadi, pada pasien ini OMSKnya tipe aman.
Terapi pada pasien direncanakan mastoidektomi. Hal ini sesuai dengan algoritma tatalaksana OMSK dimana OMSK dengan otore yang tidak berhenti dengan pengobatan, terapi idealnya adalah mastoidektomi.