Anda di halaman 1dari 139

RESUME BLOK 15 SKENARIO 4 KULIT MERAH DAN GATAL Oleh : Kelompok A 1. &. ,. 4. 5. +. %. 2. 0. Rat h !"#t t a K 't.

N(")ah A)*a A- -. ta ' R /al.o Ba(oe# D Ima# Re#a ' '"#pa N -()"m 1 .*a 1a#k to Bam3a-( Eko S D*ah 4e3) *a-t $%&$1$1$1$$1 $%&$1$1$1$$+ $%&$1$1$1$$% $%&$1$1$1$15 $%&$1$1$1$10 $%&$1$1$1$&+ $%&$1$1$1$&% $%&$1$1$1$,4 $%&$1$1$1$,2 $%&$1$1$1$4, $%&$1$1$1$42 $%&$1$1$1$5, $%&$1$1$1$+$

1$. La")e-5 a 11. R ka A -"- T kha 1&. S t R #ka Romla 1,. 4a) /a 4a.h llah

4AKULTAS KEDOKTERAN UNI6ERSITAS !EMBER &$$0

SKENARIO Seorang Seorangremaja remajadatang datangke kedokter dokterdengan dengankeluhan keluhanada adabercak-bercak bercak-bercakmerah merahdan dangatal gatal Pada Padalengan lenganatas atasyang yangsudah sudahsatu satubulan bulantetapi tetapitak takkunjung kunjungsembuh sembuhmeski meskisudah sudah duolesi duolesisalep salepgatal gatalyang yangdibeli dibelidi ditoko tokoobat. obat.Selain Selainitu itu33hari hariterakhir terakhirmuncul munculbercak bercak serupa serupatetapi tetapiberair berairdan danterasa terasapanas panaspada padaleher leherbelakang belakangyang yangdirasakan dirasakanmuncul muncul setelah setelah pulang pulang karya karya wisata. wisata. Dari Dari hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan klinis klinis didapatkan didapatkan macula macula eritemateus batas tegas tepi meninggi. eritemateus batas tegas tepi meninggi.

BASI7 HISTOLOGI KULIT 8 ADNEKSA

KULIT

Kulit berasal dari : Ektoderm epidermis esoderm dermis Klasi!ikasi berdasarkan ketebalannya : ". Kulit tebal epidermisnya tebal terutama stratum korneum dermis tipis

tidak ada rambut ada !inger mark #sidik jari$ contoh pada kulit telapak tangan dan kaki %. Kulit tipis epidermisnya tipis& dermis tebal ada rambut di semua kulit kecuali kulit telapak

'apisan kulit

Kutis

Epidermis Dermis

Sub Kutis / Hypodermis

A. Ep .e)m # (erbentuk oleh epitel berlapis pipih bertanduk )da * lapisan : Stratum basal Selapis sel silindris& terdapat sel keratin #awal dari keratinisasi$ dan sel melanosit #pigmen$ Stratum spinosum (erdiri dari beberapa lapis sel polihedris& punya jembatan antar sel sehingga tampak seperti berduri Stratum glanulosum (erdiri dari %-+ lapis sel polihedris Stratum lucidum

Sel keratin mati& inti larut& tampak seperti lapisan homogen , transparan Stratum korneum 'apisan homogen& hasil dari keratinisasi Stratum disjunctum Stratum korneum yang sudah mengelupas Sel-sel pada epidermis : Sel keratinosit -./ di epidermis& bermitosis hingga menjadi keratin Sel melanosit pigmen melanin pemberi warna dan pelindung kulit Sel langerhans makro!ag Sel merkel reseptor sensoris
Stratum korneum Stratum lucidum Stratum granulosum Stratum spinosum Stratum basal

B. De)m # )da % lapisan :

". Stratum papillare (erdiri dari jaringan ikat padat tak teratur& sabut kolagen halus (erdapat tonjolan-tonjolan ke arah epidermis #dermal papil$ Kaya dengan pembuluh darah %. Stratum retikulare (erdiri dari jaringan ikat padat tak teratur& sabut kolagen kasar 0arang ada kapiler (ampak lebih padat

7. S"3k"t # 9 H*po.e)m # (erdiri atas jaringan ikat kendor Sering terisi jaringan lemak #panikulus adiposus$

ADNEKSA 1: Kele-;a) ke) -(at 1erbentuk tubulus sederhana atau bergelung& terbagi menjadi % bagian : Pars sekretoris o penghasil keringat& terdapat di dermis atau hypodermis o dilapisi epitel selapis kubis& di tepinya dilapisi myo-epitel o berwarna pucat denagn lumen yang lebar Pars ekskretoris o penyalur keringat& berbentuk tubulus dan berjalan agak spiral o dilapisi % lapis sel kubis& tidak ada myo-epitel o warna lebih gelap dengan lumen yang sempit

1erdasarkan si!atnya ada % jenis kelenjar keringat : Ekrin enembus epidermis dan bermuara langsung membentuk pori di permukaan kulit. 1anyak terdapat di telapak tangan dan kaki. )pokrin 1ermuara pada !olikel rambut dan sekretnya bercampur dengan lemak& memberikan bau yang khas. 1anyak terdapat di a2illa& regio pubica& areola mammae& sekeliling anus& kelopak mata& )E.

&: Kele-;a) lemak 1ersi!at holokrin& tediri atas al3eolar sederhana 4 bercabang. Pada membrana basalis terdapat sel-sel basal pipih& makin ke dalam sel makin besar dan tetesan lemaknya makin banyak& kemudian mengalami kematian. Pada leher kelenjar sel-sel hancur menjadi sebum #lemak& sisa sel& butir kerato-hyalin& keratin$ Sekretnya disalurkan kedalam !olikel rambut kecuali yang tidak punya !olikel rambut langsung di keluarkan lewat permukaan kulit. Dalam pengeluarannya dibantu kontraksi muskulus arrector pilli. (idak terdapat di kulit telapak tangan dan kaki.

,: Ram3"t 8 <ol kel )am3"t Rambut : (erdiri atas batang rambut dan akar rambut& dibingkus oleh !olikel rambut. 'apisan rambut dari dalam keluar : a. edulla

b. 5orte2 c. Kutikula Penampang rambut mempengaruhi si!at rambut 6ambut lurus penampang melintang bundar 6ambut berombak penampang lonjong 6ambut keriting penampang elips Folikel rambut : 'apisan !olikel rambut dari luar kedalam : a. Selubung jaringan ikat b. Selubung akar bagian luar #outer root sheath$ c. Selubung akar bagian dalam #inner root sheath$ terdiri atas 3 lapis dari luar kedalam lapisan henle& hu2ley& kutikula

4: K"k"

(erdiri atas 3 bagian : )kar& yang terpendam di bawah kulit 1adan& yang melekat pada kulit 1agian bebas& yang tidak melekat pada kulit Nail bed

Dasar kuku& tempat melekatnya nail plate. Punya dermal papil yang panjang-panjang& tidak ada kelenjar keringat dan !olikel rambut. Nail plate 'empeng kuku& terdiri dari lapisan tanduk epidermis yang menyatu erat dan tidak mengelupas. 1atas antara badan dan akar kuku tampak sebagai garis lengkung yang disebut 'unula. Nail groove 'ekukan kuku4alur kuku. Sel-sel epidermis pada alur kuku yang paling dalam terus mengadakan proli!erasi berdi!erensiasi membentuk lempeng kuku #matri2 kuku$. Nail wall Dinding kuku& lipatan kulit di tepi dasar kuku. Eponychium 7ubungan antara kulit dan nail plate yang pro2imal. Hyponychium (empat dimana nail plate terlepas dari nail bed.

4AAL KULIT ". 8ungsi Proteksi Kulit menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan !isis atau mekanis& misalnya gesekan& tekanan& tarikan9 gangguan kimiawi& misalnya :at-:at kimia terutama yang bersi!at iritan9 gangguan panas9 gangguan in!eksi luar terutama

kuman4bakteri maupun jamur. 7al tersebut dimungkinkan karena adanya bantalan lemak& tebalnya lapisan kulit& dan serabut-serabut jaringan penunjang elanosit turut berperan dalam melindungi kulit terhadap pajanan sinar matahari dengan mengadakan tanning. Proteksi rangsangan kimia dapat terjadi karena si!at stratum korneum yang impermeabel terhadap berbagai :at kimia dan air. Di samping itu terdapat lapisan keasaman kulit yang melindungi kontak :at-:at kimia dengan kulit. 'apisan keasaman kulit ini terbentuk dari hasil ekskresi keringat dan sebum. Keasaman kulit menyebabkan p7 kulit berkisar pada . ; *&. sehingga merupakan perlindungan kimiawi terhadap in!eksi bakteri maupun jamur. %. 8ungsi )bsorbsi Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air& larutan& dan benda padat9 tetapi mudah menyerap cairan yang mudah menguap dan yang larut lemak. Permeabilitas kulit terhadap <%& 5<%& dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada !ungsi respirasi. Kemampuan absorbsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit& hidrasi& kelembaban& metabolisme& dan jenis 3ehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel& menembus sel-sel epidermis& atau melalui muara saluran kelenjar. 3. 8ungsi Ekskresi Kelenjar-kelenjar kulit mengeluarkan :at-:at yang tidak berguna lagi bagi tubuh atau sisa metabolisme berupa =a5l& urea& asam urat& dan amonia. +. 8ungsi Persepsi Kulit mengandung ujung-ujung sara! sensorik di dermis dan subkutis. (erhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-badan Ruffini di dermis dan subkutis. (erhadapa dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang terletak di dermis. 1adan taktil eissner terletak di papila dermis berperan erkel Ranvier yang terletak di terhadap rabaan& demikian pula badan

epidermis. Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan !accini di

epidermis. Sara!-sara! sensorik serabut tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah-daerah erotik. .. 8ungsi Pengaturan Suhu (ubuh #termoregulasi$ Kulit melakukan peran ini dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan pembuluh darah kulit. Kulit kaya akan pembuluh darah sehingga memugkinkan kulit mendapat nutruisi cukup baik. (onus 3askular diperankan oleh sara! simpatis #asetilkolin$. *. 8ungsi Pembentukan Pigmen Sel pembentuk pigmen #melanosit$ terletak di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi sara!. Perbandingan jumlah sel basal : melanosit adalah ">:". 0umlah melanosit maupun besarnya butiran pigmen # melanosomes$ menentukan warna kulit ras maupun indi3idu. Pajanan terhadap sinar matahari mempengaruhi produksi melanososm. Pigmen disebar ke epidermis melalui tangan-tangan dendrit9 sedangkan ke lapisan kulit di bawahnya dibawa oleh sel melano!ag #melano!or$. ?arna kulit tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pigmen kulit& melainkan juga oleh tebal tipisnya kulit& reduksi 7b& oksi 7b& dan karoten. @. 8ungsi Keratinisasi 'apisan epidermis dewasa mempunyai 3 jenis sel utama& yaitu: keratinosit& sel 'angerhans& dan melanosit. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan pembelahan& sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum& makin ke atas sel menjadi semakin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. akin lama inti menghilang dan keratinosit ini menjadi sel tanduk yang amor!. Proses ini berlangsung terusmenerus seumur hidup. Proses ini berlangsung normal selama kira-kira "+-%" hari dan memberi perlindungan kulit terhadap in!eksi secara mekanis !isiologik -. 8ungsi Pembentukan Aitamin D

8ungsi ini dimungkinkan dengan mengubah @ hidroksi kolsterol dengan bantuan sinar matahari. =amun kebutuhan tubuh akan 3itamin D tidak cukup hanya dari hal tersebut sehingga 3itamin D eksogen masih tetap diperlukan. DERMATOTERA'I TO'IKAL DASAR=DASAR 'ENGOBATAN TO'IKAL 1. A3#o)p# pe)k"ta<bat yang dioleskan secara topikal akan mengalami absorpsi atau penetrasi ke dalam lapisan kulit di bawahnya. )da beberapa !aktor yang mempengaruhi absorpsi perkutan ini& yaitu: ". Ketebalan kulit. Stratum korneum penahan yang terbesar dan merupakan lapisan yang pertama kontak dengan obat topikal. akin tebal stratum korneum makin kecil absorpsi per kutan obat topikal. %. Lokasi. Selain karena ketebalan stratum korneum& perbedaan lokasi juga menyebabkan perbedaan !olikel rambut dan kelenjar ekrin. )bsorpsi perkutan pada kulit kepala sebesar 3&. kali dibanding lengan bawah& sedangkan dahi * kali& pipi "3 kali dan pada skrotum dapat sampai +% kali. 7al ini terjadi akibat tipisnya kulit& absorpsi lewat !olikel rambut& luasnya area dan adanya oklusi. 3. Keadaan kulit. Kulit normal dan utuh pada umumnya merupakan penahan absorpsi topikal. )danya de!ek pada stratum korneum akan meningkatkan absorpsi& misalnya kulit yang lecet atau ek:ematosa. <leh karena itu dalam pengobatan topikal ada suatu pedoman yaitu bahwa agresi3itas dalam pengobatan harus berbanding terbalik dengan derajat peradangan kulit. akin akut peradangan kulit atau makin cepat onset penyakit kulit konsentrasi obat harus semakin kecil& misalnya dengan kompres penyejuk& rendam& losio atau emolien. 0ika lesi sudah tenang atau menjadi kronik dapat diberikan pengobatan yang lebih agresi! dengan konsentrasi lebih tinggi. Penyakit kulit

dengan hiperkeratosis seperti psoriasis akan menurunkan absorpsi perkutan. +. Umur. eskipun lapisan tanduk masih tipis dan belum berkembang

sempurna& ternyata kulit pada bayi atau neonatus telah memiliki !ungsi absorpsi per kutan yang hampir sama dengan orang dewasa jika dihitung per cm% luas permukaan badan. Bang membedakan dengan orang dewasa adalah rasio antara luas permukaan badan #'P1$ dengan berat badannya #11$. Pada bayi rasio ini lebih besar dibanding orang dewasa& sehingga pada pemberian obat topikal bagi bayi dan anak selain hal-hal tersebut di atas& rasio 'P1411 ini juga harus jadi pertimbangan. Sebagai contoh pemberian kortikosteroid topikal pada bayi4anak harus sangat hati-hati mengingat akibat absorpsi lewat kulit dapat berakibat e!ek samping sistemik berupa penekanan aksis hipotalamus-hipo!isisis-adrenal. Sebaliknya pada orang tua& meskipun !olikel rambut dan kelenjar keringat berkurang& stratum korneum menipis sehingga kulit lebih permeabel tapi tak tahan terhadap kekeringan. )kibatnya absorpsi obat tetap& tetapi kulit lebih mudah mengalami iritasi. .. Kuantitas. )bsorpsi per kutan berbanding langsung dengan luas kulit yang diobati& lama kontak dengan bahan dan !rekuensi aplikasi. *. Hidrasi. eningkatnya hidrasi kulit akan menyebabkan peningkatan

absorpsi per kutan. 7idrasi dapat terjadi akibat oklusi alamiah atau akibat pengobatan. <klusi kulit secara alamiah terjadi pada daerahdaerah lipatan dan pemakaian pakaian yang rapat. Pemakaian salep berlemak akan mencegah e3aporasi dan meningkatkan hidrasi stratum korneum hingga +-. kali. @. Koefisien partisi. Ditentukan oleh kelarutan bahan akti! obat topikal. 1ahan-bahan yang larut dalam lemak akan lebih mudah penetrasi ke kulit daripada yang larut dalam air& misal9 kortikosteroid& asam salisilat& resorsinol.

-. Ukuran partikel. seperti

akin kecil ukuran partikel bahan akti! semakin

luas permukaan& sehingga akan meningkatkan absorpsi. <bat-obat sul!ur& asam salisilat dan seng oksida penetrasinya akan meningkat dalam bentuk mikroni:ed. &. 6eh k"l"m Aehikulum atau basis obat luar adalah bahan dasar obat luar yang dipakai untuk membawa bahan akti! pada kulit dan mampu meningkatkan penetrasi obat pada kulit. Aehikulum yang ideal haruslah stabil baik !isis maupun khemis& non iritati!& non alergenik baik secara kosmetis dan mudah digunakan dengan sesedikit mungkin e!ek samping. <leh karena itu pemilihan 3ehikulum merupakan hal yang sangat penting dalam pengobatan topikal. Secara garis besar dikenal 3 3ehikulum dasar yaitu: bedak& salep dan cairan. Dari ketiga 3ehikulum tersebut dapat dibuat kombinasi diantaranya yaitu bedak kocok& pasta dan krim. "$ Be.ak adalah bahan dasar padat berupa serbuk yang dapat berasal dari amilum& seng oksida& talkum 3enetum& kalamin dan titan dioksid. Pada bedak dapat ditambahkan bahan akti! seperti asam salisilat& menthol& antibakteri atau antijamur. 1edak digunakan untuk lesi-lesi akut non eksudati! untuk pendingin atau untuk lesi di lipatan sebagai penyerap keringat atau pelicin. (idak dianjurkan penggunaannya pada lesi-lesi yang eksudati! karena dapat timbul krusta yang sangat tebal. %$ Salep adalah 3ehikulum semipadat yang terbuat dari lemak. 1iasanya dipakai lemak mineral yaitu 3aselin #putih atau kuning$ dan polietilen glikol. 1ahan akti! pada salep tidak boleh melebihi "./. Salep bersi!at oklusi! sehingga dipakai untuk lesi-lesi kronik yang memerlukan penetrasi lebih baik. wijen dsb. odi!ikasi salep adalah linimentum yaitu jika lemak yang dipakai bersi!at encer seperti : minyak kacang& minyak

3$ 7a )a- >lo# o: adalah 3ehikulum dengan bahan dasar cair sebagai pelarut bahan akti!. 1iasanya dipakai air biasa& air suling atau alkohol. 0ika bahan dasarnya air disebut solusio& jika alkohol disebut tinctura. 5ontoh solusio adalah solusio kalium permanganat& solusio 1urowi. +$ 'a#ta merupakan kombinasi salep dengan serbuk& dengan kandungan serbuk lebih dari +>/. Pasta ini dipakai pada lesi yang memerlukan proteksi. 0angan dipakai pada daerah intertrigo karena dapat berakibat maserasi. 5ontoh: pasta 'assar. .$ Be.ak ko5ok merupakan kombinasi antara serbuk dengan :at cair. 1iasanya dipakai untuk pendingin atau pengering lesi-lesi akut. Kejelekannya sama dengan bedak yaitu membuat krusta yang tebal jika diberikan pada lesi eksudati!. 5ontoh : 5aladin& 5alamed *$ Be.ak . -( - merupakan kombinasi antara bedak kocok dan lemak. 1ere!ek untuk mendinginkan dan melunakkan kelainan kulit yang akut. @$ K) m merupakan kombinasi antara lemak dan :at cair dengan suatu emulgator. (ergantung dari macam dan konsentrasi lemak yang dipakai dapat terjadi suatu bentuk krim minyak dalam air # 4)$ atau oil in water #<4?$ dan air dalam minyak #)4 $ atau water in oil #?4<$. Krim )4 4) biasanya dipakai untuk lesi subakut atau pada pemakaian siang hari karena lebih mudah dicuci& sedangkan bentuk lebih cocok untuk lesi subkronik atau pada malam hari karena lebih berlemak. -$ Secara umum dapat dipakai sebagai pedoman yaitu untuk lesi yang basah dipakai bahan dasar basah seperti solosio atau krim seperti salep& pasta atau krim )4 . BAHAN=BAHAN AKTI4 OBAT TO'IKAL 1. KORTIKOSTEROID 4)& sedangakan untuk lesi kering dipakai bahan dasar kering atau padat

erupakan obat topikal yang paling banyak digunakan dalam pengobatan penyakit kulit. 7al ini disebabkan karena kortikosteroid mempunyai e!ek antiin!lamasi& antimitosis dan antiproli!erasi. Cndikasi penggunaan kortikosteroid topikal pada bayi dan anak tidak banyak berbeda dengan dewasa. Bang perlu diingat adalah bahwa dengan konsentrasi yang sama dengan dewasa absorpsi kortikosteroid ke kulit anak dan bayi lebih besar. Pada umumnya golongan ek:ema atau dermatitis merupakan golongan penyakit yang responsi! terhadap steroid& sedangkan psoriasis palmo-plantar& lupus eritematosus diskoid dan likhen planus termasuk golongan yang kurang responsi!. Sejak diketahui bahwa penambahan atom !luor pada salah satu gugus karbon steroid dapat meningkatkan potensinya& sekarang telah banyak sediaan steroid topikal dengan berbagai potensi. Seperti diketahui kortikosteroid topikal dibagi menjadi + golongan menurut potensi klinisnya.

'em3a( a- Ko)t ko#te)o . Top kal Me-")"t 'ote-# Golo-(aC CC CCC CA 'ote-# 'emah Sedang Kuat Sangat A-t -<lama# D DD DDD DDD A-t m to# # D DD DDD

Sayangnya peningkatan potensi steroid ini hampir selalu diikuti dengan peningkatan risiko e!ek samping Dan e!ek samping ini akan lebih cepat timbul pada bayi dan anak. <leh karena itu pertimbangan yang matang harus selalu dipikirkan sebelum memilih jenis steroid topikal. E<ek #amp -( ko)t ko#te)o . top kal Sistemik : - Supresi )7)

- Sindrom 5ushing Catrogenik - Eangguan pertumbuhan Lokal : a. Katabolik: atro!i kulit telangiektasia purpura4 ekimosis hipertrikosis striae - akne steroid - gangguan penyembuhan luka - rosasea - dermatitis perioral

b. Perubahan respon lokal : - tinea inkognito - glaukoma c. Dermatitis kontak alergi Pemakaian steroid sebaiknya dimulai dengan potensi lemah& apabila betul-betul diperlukan dapat dipakai steroid yang lebih poten dengan dosis minimal yang e!ekti! untuk jangka waktu pendek dan segera diganti dengan potensi lemah bila e!ek yang diinginkan telah tercapai. Di samping itu jenis 3ehikulum dan stadium penyakit juga perlu diperhatikan. 0umlah pengolesan dianjurkan cukup %-3 kali sehari& tidak perlu terlalu sering karena tak ada beda e!ek terapeutiknya antara pengolesan %-3 kali dengan beberapa kali sehari& bahkan dapat cepat terjadi e!ek takhipilaksis. Sedangkan jumlah total yang dianjurkan maksimal "3 g sehari seluas " m% atau % g tiap F/ luas tubuh sehari& berarti antara %>-3> g sehari. 'ama pemakaian steroid topikal sebaiknya tidak lebih dari +-* minggu untuk potensi lemah dan untuk potensi kuat tidak lebih dari % minggu. 7arus selalu diingat bahwa steroid bukan obat kausati! melainkan lebih bersi!at paliati! dan supresi!. &. ANTI!AMUR - hipopigmentasi

erupakan salah satu dari obat-obat yang banyak digunakan dalam dermatologi. <bat ini sangat ber3ariasi baik dalam spektrum& sediaan maupun harganya. <bat antijamur lama atau kon3ensional umumnya mempunyai spektrum sempit dan mekanisme kerjanya tidak jelas& diperkirakan melalui e!ek keratolitik. 1eberapa obat kon3ensional yang sampai saat ini masih banyak dipakai dan berkhasiat baik& misalnya9 salep ?hit!ield& sul!ur dan asam undeselinat. )ntijamur generasi baru spektrumnya lebih luas& baik terhadap golongan Dermato!ita. Kandida atau Pytirosprum. Kerjanya melaui gangguan sintesis atau integritas membran sel. (ermasuk golongan antijamur baru yaitu: golongan imida:ol. Siklopiroksilamin dan alilamin. 1: Salep 1h t< el.. a. engandung asam salisilat 3-*/ dan asam ben:oat *-"%/. Pada anak-anak sebaiknya dipakai konsentrasi asam salisilat 3/ dan asam ben:oat */4 Penurunan konsentrasi asam salisilat sampai %/ dapat mengurangi iritasi. %$ Se-*a?a S"l<"). a. 7anya dipakai untuk mengobati Pitiriasis 3ersikolor. 1iasanya berupa cairan natrium tiosul!at %>/ atau selenium sul!it %&./. Keuntungan obat ini murah dan praktis pemakaiannya tetapi dapat mengiritasi kulit terutama pada wajah dan kelamin& serta baunya tidak enak. Pemakaiannya dengan dioleskan"4+-"4% jam sebelum mandi setiap hari selama .-@ hari. ,: A#am U-.e# l -at a. Kurang iritati! dibanding dengan kedua obat di atas. 1iasanya terdapat dalam bentuk campuran dengan garamnya& misalnya salep Gndecyl. 5ukup e!ekti! untuk Dermato!ita tapi tidak untuk Kandida. 4: S klop )ok# lam -

a.

erupakan antijamur generasi baru yang e!ekti! terhadap Dermato!ita maupun Kandida. (ersedia dalam bentuk krim dan losio dengan konsentrasi "/.

.$ Im .a/ol. a. erupakan antijamur spektrum luas yang kerjanya menghambat sintesis ergosterol pada membran sel. Bang termasuk golongan imida:ol yaitu: klotrimasol& mikonasol& ekonasol& ketokonasol dll. (ersedia dalam bentuk bedak& krim dan losio. )ngka kesembuhan untuk pemakaian golongan ini berkisar antara *>-">>/ dengan lama pengobatan antara 3-+ minggu dan pemakaian % kali sehari. *$ Al lam -. a. 1ekerja sebagai inhibitor sintesis ergosterol melalui hambatan epoksidase skualen dari sel jamur. Eolongan ini sangat baik untuk semua Dermato!ita tetapi kurang untuk Kandida. golongan ini adalah na!ti!in dan terbena!in. ,. ANTIBIOTIKA Pemakaian antibiotika topikal biasanya atas indikasi in!eksi-in!eksi pioderma primer dengan luas terbatas seperti impetigo& ektima& !olikulitis atau !urunkel maupun in!eksi bakterial sekunder. Dalam memilih jenis antibiotika yang tepat harus dipertimbangkan !aktor sensiti3itas kuman terhadap antibiotik dan !aktor biaya. Pada in!eksi kulit yang luas pemakaian antibiotika topikal saja tidak cukup& harus bersamaan dengan antibiotika sistemik. 1erbagai macam antibiotika yang tersedia dan sering digunakan yaitu: "$ Tet)a# kl -. Eolongan obat ini bersi!at bakteriostatik dengan spektrum luas terhadap bakteri Eram positi! dan Eram negati!& aerob dan anaerob. Eolongan ini sekarang tak lagi diindikasikan pada in!eksi oleh Streptokokus maupun Sta!ilokokus karena sering dijumpai (ermasuk

resistensi. (ersedia dalam bentuk salep yang mengandung tetrasiklin 3/& klortetrasiklin 3/ dan oksitetrasiklin 3/. %$ Neom # -. erupakan golongan aminoglikosida yang akti! terhadap

beberapa kuman Eram positi! seperti Sta!ilokokus aureus& 7.in!luensa& E.coli& Proteus dan hanya sedikit e!ekti! untuk Streptokokus. Sedangkan Pseudomonas biasanya resisten. Kebanyakan neomisin terdapat dalam bentuk kombinasi dengan antibiotika lain& antijamur atau kortikosteroid. Di beberapa negara neomisin dilaporkan banyak menyebabkan alergi kontak. 3$ Ge-tam # -. (ermasuk golongan aminoglikosida . empunyai

akti3itas bakterisid terhadap kuman Eram negati! dan beberapa Eram positi!. Digunakan secara topikal karena e!ekti! terhadap Pseudomonas tetapi tidak e!ekti! untuk Streptokokus sehingga kurang baik untuk Cmpetigo. (ersedia dalam bentuk salep dan krim dengan konsentrasi >&"/. +$ Ba# t)a# -. 1ersi!at bakterisid hanya terhadap kuman Eram positi! seperti Sta!ilokokus& Streptokokus dan 5orynbacterium. Gmumnya tersedia dalam bentuk kombinasi dengan neomisin dan polimiksin-1 sul!at dalam konsentrasi +-*/. Kombinasi dengan neomisin relati! aman dan dianggap rasional karena masing-masing bekerja secara sinergis. Digunakan pada ektima& impetigo dan !olikulitis dengan dosis 3-+ kali sehari dan sebelum tidur. .$ S l@e) #"l<a. a/ -e. erupakan hasil reaksi antara sil3er nitrat dengan

sodium sul!adia:ine. <bat ini e!ekti! terhadap bakteri-bakteri Eram positi! dan Eram negati! dan biasanya digunakan sebagai pro!ilaksi atau terapi pada luka bakar. (ersedia dalam bentuk krim yang mengandung sil3er sul3adia:ine "/. *$ A#am <"# .at. empunyai spektrum akti3itas antibakteri yang sempit.

Sangat e!ekti! terhadap Sta!ilokokus aureus& termasuk galur penghasil

penisilinase& juga terhadap bakteri Eram positi!& anaerob dan aerob. (ersedia dalam bentuk salep dan krim =atrium !usidat dengan konsentrasi %/. @$ M"p )o# -. erupakan antibiotika topikal baru& sangat e!ekti! ek:ema in!ekti!& luka bakar atau ulkus

terhadap Sta!ilokokus dan sebagian Streptokokus. Digunakan terutama pada impetigo& !olikulitis& kruris. (ersedia dalam bentuk salep dengan konsentrasi "-3/. 4. ANTISE'TIK Sebenarnya indikasi pemakaian antiseptik lebih banyak ditujukan untuk mencegah terjadinya in!eksi pada kulit& seperti tindakan-tindakan preoperati!& mengurangi in!eksi nosokomial selama perawatan dan perawatan luka bakar. =amun sering kita lihat terjadi pemakaian antiseptik yang tidak semestinya misalnya penggunaan pada semua penyakit atau kelainan kulit yang sebenarnya tidak perlu. )da beberapa antiseptik a.l: sabun & ri3anol& kalium permanganat& po3idon iodin dan alkohol. "$ Sa3"- a-t #ept k. Selain sebagai pembersih sabun mempunyai si!at antiseptik ringan. Sabun bayi dan anak biasanya mengandung alkali yang lebih lemah sehingga mengurangi iritasi. Gntuk memperoleh si!at antibakteri yang lebih besar beberapa sabun menambahkan bahan bersi!at antiseptik seperti triklorokarbonilid atau tribromosalisilanida. Sayangnya kedua bahan tersebut menyebabkan sensitisasi sehingga harus waspada dalam penggunaannya. %$ R @a-ol. erupakan serbuk berwarna kuning yang larut dalam air.

1iasanya digunakan sebagai kompres luka atau lesi yang eksudati! dalam larutan >&.-"/. 3$ Kal "m pe)ma-(a-at. Selain sebagai antiseptik larutan kalium permanganat mempunyai si!at sebagai oksidator sehingga baik untuk membersihkan luka yang kotor. Digunakan dalam konsentrasi ":">>>>&

dalam bentuk kristal yang dilarutkan dalam air& yang akan memberikan warna merah jambu . +$ 'o@ .o- o. -. erupakan kompleks yodium dengan poli3inyl pyrolidon.

1ahan ini lebih disenangi karena tidak toksik dan tidak iritati!& walaupun pada beberapa orang dapat timbul alergi. Selain pada kulit dapat juga digunakan untuk selaput lendir jalan lahir. (ersedia dalam konsentrasi "">/ dalam bentuk salep dan solosio. .$ Alkohol. 1iasanya dipakai etilalkohol atau isopropilalkohol. Si!at antiseptiknya paling besar pada konsentrasi @>/. Penggunaannya hanya dioleskan atau kompres. Pada luka sayat tidak dianjurkan karena dapat terjadi presipitasi protein jaringan sehingga akan membentuk massa bergumpal yang memungkinkan bakteri lebih mudah tumbuh. Selain itu penggunaan alkohol pada luka sayat akan menimbulkan rasa pedih dan panas. 5. ANTI'RURITUS Preparat ini merupakan obat simtomatik& digunakan hanya untuk mengurangi gejala& bukan untuk menyembuhkan. 1anyak keluhan gatal yang bersumber tidak jelas sehingga memerlukan pengobatan simtomatik. 1eberapa preparat antigatal yaitu: kalamin& urea& phenol& metol dan kam!or serta antihistamin. "$ Kalam -. erupkan kombinasi dari seng oksida dan !erri oksida.

1iasanya terdapat dalam bentuk bedak& bedak kocok& krim serta salep. %$ U)ea. Dapat bekerja sebagai antigatal karena e!ek hidrasi kulit dan emolient. Digunakan pada konsentrasi %-">/ pada basis krim. Sebaiknya digunakan pada kulit yang utuh karena dapat menyebabkan rasa panas atau terbakar. 3$ 4e-ol& me-tol dan kam<o). erupakan deri3at !raksi oleoresin dari

tumbuh-tumbuhan. Penggunaannya dengan konsentrasi >&.-"/ yang ditambahkan pada lotio atau krim dan bere!ek sebagai pendingin. 1ila

konsentrasi lebih dari %/ dapat berakibat iritasi dan nekrosis lokal& terutama bila dipakai pada kulit yang tidak utuh. +$ A-t h #tam -. ?alaupun antihistamin topikal tersedia dalam bentuk krim& namun perlu diingat bahwa antihistamin merupakan bahan pemeka atau sensiti:er yang poten sehingga menyebabkan dermatitis kontak alergi. <leh karena itu tidak dianjurkan penggunaannya dalam klinik.

Pengobatan topikal merupakan bagian terpenting dalam penatalaksanaan penyakit kulit. )da 3 !ungsi dalam pengobatan topikal yaitu: proteksi kulit terhadap lingkungan& membasahi atau mengeringkan dan membawa obat ke dalam kulit agar bekerja. (idak ada penggunaan yang lebih ber3ariasi daripada pengobatan topikal. Dalam pemilihan obat topikal harus mempertimbangkan indikasi& lokasi dan stadium penyakit. Kesalahan dalam memberikan obat topikal justru dapat menyebabkan timbulnya penyakit iatrogenik seperti pada kortikosteroid topikal. 'okasi lesi dan stadium penyakit menentukan jenis 3ehikulum yang dipilih oleh karena 3ehikulum yang tepat akan meningkatkan e!ekti3itas obat dan mempercepat penyembuhan.

E4LORESENSI Nome-klat") mak)o#kop k E!loresensi primer

akula dan patch Perubahan warna kulit tanpa disertai peninggian atau cekungan akula berukuran hingga " cm sedangkan patch berukuran H"cm. Perubahan warna dapat terjadi: ". Di lapisan epidermis& oleh karena : a. penumpukan pigmen melanin sehingga warna warna menjadi lebih gelap #hiperpigmentasi$ b. penurunan jumlah melanin setempat sehingga warna menjadi lebih terang #hipopigmentasi$ %. di lapisan dermis& oleh karena: a. pigmen melanin di epidermis b. dilatasi pembuluh darah berwarna kemerahan: eritema c. in!lamasi berwarna kemerahan: eritema

d. ekstra3asasi eritrosit ; biasanya karena trauma #dapat pula terjadi di lapisan subkutan dan jaringan lain di bawahnya$ i. petechia I>&3 cm ii. purpura >&3-" cm iii. ecchymosis "-3 cm

Papula dan plak Peninggian kulit yang solid& sirkumskrip& dimana bagian terbesarnya berada di atas permukaan kulit& perubahan terletak di epidermis maupun dermis Papul berukuran lebih kecil dari >&. cm dan bila H>&. cm disebut dengan plak

1entuk papul: o Setengah bola : ec:ema atau dermatitis o Kerucut: keratosis !olikularis o Datar : 3eruca plana ju3enilis o Datar dan berdasar polygonal : liken planus o 1ertangkai : !ibroma pendulans o 1erduri : 3eruca !ili!ormis

'ap"la

Aesikula dan bula Peninggian kulit berbatas tegas berisi cairan di dalamnya. 5airan terdapat di epidermis atau didermis. Aesikula berukuran I >&.cm sedangkan bula berukuran H >&.cm. keduanya dapat pecah menjadi erosi.

Pustule Serupa 3esikula namun berisi pus dan terdapat di atas kulit yang meradang.

=odul. Seperti papul& berukuran H " cm dan lebih dalam& berbentuk kubah atau seperti kelereng #Jmarble"likeK$. =odulus: berukuran I "cm (umor: massa berukuran % cm atau lebih

Grtika #wheal$ Peninggian kulit yang datar oleh karena edema pada dermis bagian atas. Si!at: gatal& timbul cepat& pucat di tengah& pori-pori membesar.

(elangiectasis Pelebaran pembuluh darah super!icial yang tampak dari luar. Dapat terjadi pada rosacea dan penggunaan kortikosteroid topical

1urrow 'esi linear pada kulit yang disebabkan pembentukan terowongan oleh mite scabies.

E!loresensi sekunder Skuama Partikel epidermal yang kering atau berminyak dilapisi massa keratin. ?arna ber3ariasi putih keabu-abuan kuning atau coklat Erosi 7ilangnya lapisan kulit sebatas epidermis dan dapat sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut.

Ekskoriasi 7ilangnya jaringan sampai dengan stratum papillare.

Glkus 7ilangnya kontinuitas jaringan pada lapisan dalam dermis atau lebih dalam lagi& sembuh dengan meninggalkan jaringan parut

Krusta Pengeringan cairan tubuh bercampur epitel debris bakteri

Sikatriks Pembentukan jaringan baru yang si!atnya lebih banyak mengandung jaringan ikat untuk mengganti jaringan rusak akibat penyakit atau trauma pada dermis atau lebih dalam. 1ila atro!i: sikatriks atro!i 1ila membesar: sikatriks hipertro!i

8isura 6etakan kulit yang linier sepanjang epidermis atau sampai dermis& dapat multiple.

Cstilah-istilah lain 'esi target acula eritematus bentuk o3al& di tengahnya bentuk o3al dan terdapat 3esikula yang dikelilingi warna biru keunguan. Kista 6uangan berdinding dan berisi cairan& sel maupun sisa sel

)bses Kumpulan nanah dalam jaringan

'ikheni!ikasi Penebalan kulit disertai relie! kulit yang makin jelas

IN4EKSI 'ADA KULIT IN4EKSI 6IRUS 6ERUKA De< - # Aeruka adalah hiperplasi epidermis disebabkan oleh human papiloma 3irus tipe tertentu. S -o- m Aeruka 3ulgaris common wart Et olo( Airus penyebabnya termasuk dalam human papiloma 3irus #grup Papo3a Airus$& 3irus D=) dengan replikasi terjadi intranuklear. Kla# < ka# 1erdasarkan lokasi lesi pada kulit 3errucae ini dibagi atas : a$ Aerruca 3ulgaris atau common wart Sering pada anak Predileksi ekstremitas bagian ekstensor )nak lesi multiple& cepat meluas oleh karena

autoinokulasi4garukan !enomena koebner

)wal berbentuk pentol jarum permukaan halus , mengkilat& membesar permukaan kasar& berwarna keabu-abuan& kecoklatan4kehitaman

1ergabung menimbukan plak 3erukosa

b$ Aerruca plantaris (elapak kaiki terutama pada daerah yang mengalami tekanan. 1erbentuk cincin yang keras& bagian tengah lunak& warna kekuning-kuningan 1agian kaki terkena tekanan untuk menopang berat badan Soliter& multiple& bergerombol Permukaan licin karena gesekan& nyeri waktu berjalan yang disebabkan oleh penekanan massa yang terdapat di daerah tengah cincin c$ Aerruca plana ju3enilis atau !lat wart 1iasanya multiple atau banyak bergerombol pada muka& leher& dorsum dari tangan& pergelangan dan lutut (empat yang paling disukai yaitu dahi& pipi& hidung& sekitar mulut dan bagian belakang tangan Pada orang yang sering mencukur janggut dan bulu kaki sering timbul lesi autoinokulasi Dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan 0umlah kutil sangat banyak& terutama pada anak dan usia muda

d$ Aerruca acuminata atau 5ondyloma acuminate

e$ Aerruca !ili!ormis 'esi ini sering terdapat pada kelopak mata&kulit kepala& mulut dan dagu 'esi berupa papil& tunggal& lembut dan tipis seperti benang

'e-atalak#a-aa Sebenarnya mengalami sembuh spontan "-% th (ujuan mendestruksi lesi 1edah listrik dengan anestesi local 1ahan kaustik 'arutan perak nitrat (5) trichlor acetic acid 8enol likue!aktum 1edah skapel ekstirpasi 1edah beku : 5>%& =%& =%< =on bedah : bahan keratolitik& asam salisilat& bahan kaustik : asam triklorasetat 7ONDULOMA A7UMINATA De< - # Kondiloma akuminata adalah 3egetasi oleh human papiloma 3irus tipe tertentu& bertangkai dan permukaanya berjonjot

S -o- m =ama 'ain : Eenital ?arts

Et olo( Airus penyebabnya adalah human papiloma yang termasuk dalam keluarga Papo3a Airus. 1eberapa tipe tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tinggi& yaitu tipe "* dan "- yang dijumpai pada kanker ser3ik. Sedangkan tipe * dan "" lebih sering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasia intraepitel ser3ik derajat ringan. Ge;ala Kl - # Penyebarannya melalui hubungan kelamin dan bisa juga dengan autoinokulasi Eambaran klinik : Aegetasi bertangkai& permukaan tidak rata& berjonjot-jonjot Predileksi daerah lipatan yang lembab& genitalia eksterna Pria : preposium& sulkus koronarius& pangkal penis& muara uretra eksterna ?anita : 3ul3a& introitus 3agina& porsio uteri Cn!eksi sekunder : keabu-abuan4kehitaman& erosi3e& berbau busuk 8aktor pencetus : hygiene yang jelek& tidak sirkumsisi& timbunan smegma& kehamilan& kelembaban& lekore pada wanita Eiant 5ondyloma Aegetasi yang besar sekali tumor 1uschke-'owenstein sering mengalami keganasan 'e-(o3ata-

". Kemoterapi a. Pengobatan umum : menjaga daerah lesi supaya kering dan bersih b. Pengobatan khusus : dioleskan tincture podophilin %./ pada lesi obat ini bersi!at iritasi dimana kulit disekitarnya ditutup dengan 3aselin. c. )sam trikloasetat : larutan dengan konsentrasi .>/ dioleskan setiap minggu. Pemberianya harus hati-hati karena dapat menimbulkan ulkus yang dalam. 1isa digunkan untuk wabita hamil d. .-!lourourasil : konsentrasinya "-./ dalam krim& dipakai terutama pada lesi di meatus uretra. Pemberianya setiap hari sampai lesi hilang. Sebaiknya tidak miksi selama % jam setelah pengobatan %. 1edah listrik 3. 1edah beku +. 1edah skapel .. 'aser karbondioksida : luka lebih cepat sembuh dan meninggalkan sedikit jaringan parut *. Cnter!eron : dapat diberikan melalui suntikan dan topical. Cnter!eron-al!a diberikan dosis +-*mG i.m. 32 seminggu selama * minggu atau dengan dosis %2">* unit i.m selama "> hari berturut-turut. @. Cmunoterapi ')o(-o# # ?alaupun sering mengalami residi! prognosis baik.

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

DE8C=CSC Penyakit 3irus yg berbentuk papula milier sampai lentikuler bulat berwarna putih seperti lilin dan mempunyai dele E(C<'<EC Airus po2 oluscum contagiosum virus EPCDE C<'<EC Sering menyerang anak& pria H wanita Dewasa digolongkan P S Penularan : kontak langsung , autoinokulasi E) 1)6)= K'C=CK Papul kecil berbentuk kubah&diameter 3-* mm 'okasi muka& leher& lengan& badan& genitalia enggerombol& tersebar& berwarna putih seperti lilin 4 merah muda& dome shaped # dele pada bagian centralnya& diatas kulit eritematus Papula berisi benda putih seperti nasi& badan moluskum (empat predileksi daerah muka& badan ekstremitas Dewasa di daerah pubis , genital eksterna 1ersi!at swasirna PE=E<1)()= Sel! limited disease 1ertahan berbulan-bulan&bertahun tahun& bertambah banyak engeluarkan masa yg mengandung badan moluskum dengan ekstraktor komedo& jarum suntik& kuret dan pinset 1edah beku 5<% atau =% Elektrokauterisasi Dewasa periksa pasangan seksualnya P6<E=<SCS 0arang residi!

6ARISELA De< - # in!eksi akut primer 3irus 3arisela- :oster mengenai kulit dan mukosa disertai dengan gejala konstitusi dan kelainan kulit polimor! dengan lokasi utama di bagian sentral tubuh S -o- m L cacar air L chicken po$ % tear drop infection dan % water po$ infection& Ep .em olo( A bersi!at kosmopolitan M insiden sama antara laki- laki dan wanita M tidak ada perbedaan rasial M terutama menyerang pada masa anak- anak Et olo( 8amily herpes3irus: M 7SA-" M 7SA-% M5 A M E1A M ANA mani!estasi klinis 3arisela 'ato(e-e# # = asa inkubasi rata- rata antara "> - %3 hari penderita. = Port dOentry mukosa saluran perna!asan atas dan oro!aring 3iremia primer sel-sel retikuloendotelial 3iremia sekunder gejala konstitusi dan multiplikasi 3irus kulit dan membran mukosa pada sel-sel endotel kapiler kulit papila dermis& sel epitel di epidermis& !olikel rambut dan = Penularan melalui : udara& kontak langsung dan tidak langsung dengan

glandula sebasea reaksi radang pada sel epitelium muncul udema dan kongesti 3askuler erupsi degenerasi balon dan akantolisis lesi kulit yang tidak serentak = Keadaan !atal lesi di membran mukosa dari traktus respiratorius& EC(& EG(& pleura dan peritoneum. Ma- <e#ta# Kl - # ". Stadium Prodromal = )nak-anak biasanya jarang = )nak yang lebih tua dan orang dewasa gejala kontitusi = Setelah dua sampai tiga hari erupsi kulit %. Stadium erupsi kulit = Papula erimatosa 3esikel pustula krusta = Demam dapat menyertai menunjukkan tingkat keparahan in!eksi timbul lagi 3esikel yang baru polimor!i = Erupsi ini dimulai dari kulit wajah dan scalp ke batang tubuh dan ekstremitas = Dapat juga menyerang mukosa mata& mulut dan saluran perna!asan atas D a(-o# # Kl - # )namnesis Pemeriksaan !isik Pemeriksaan penunjang o (es (:ank o Cnokulasi o Serologi D a(-o# # Ba-. -( Cmpetigo Smallpo2 7erpes simpleks Grtikaria papular

Eritema multi!orme. 'e-atalak#a-aa Pemberian kompres dingin& calamin lotion dan antihistamin mengontrol gatal yang hebat andi air hangat dengan baking soda membebaskan gatal oral

)ntipiretik dan salisilat 6eyeOs syndrome )nti3irus golongan asiklo3ir dan 3idarabin Saat ini telah ditemukan varicella 'oster imunoglbulin #ANCE$ yang terutama di indikasikan untuk: ". Cndi3idu yang mudah terkena in!eksi %. Cndi3idu dengan penyakit keganasan 3. Cndi3idu yang terpapar dengan penderita 3arisela ')o(-o# # Pada anak yang normal self limiting disease jarang sekuele dan komplikasi serius. HER'ES BOSTER De< - # Penyakit yang disebabkan oleh in!eksi 3irus 3arisela-:oster yang menyerang kulit dan mukosa& merupakan reakti3asi 3irus yang terjadi setelah in!eksi primer. Et olo( Airus 3aricela-:oster& sama dengan penyebab 3aricela. Penyakit ini merupakan reakti3asi 3irus yang terjadi setelah mendapatkan 3arisela. Kadang-kadang 3arisela berlangsung subklinis. (etapi ada juga pendapat yang menyatakan kemungkinan transmisi secara aerogen dari pasien yang sedang menderita 3arisela atau herpes :oster. 'ato(e-e# #

Setelah in!eksi 3aricela primer& 3irus ini bertahan di ganglion posterior susunan sara! tepi dan ganglion kranialis. Sehingga kelainan yang timbul lokasinya setingkat dengan daerah persara!an ganglion tersebut. Kadang juga menyerang ganglion anterior& sehingga memberikan gejala motorik. Ge;ala Kl - # Daerah yang paling sering terkena adalah torakal dan lebih sering pada orang dewasa Eejala prodromal sistemik& yaitu demam& pusing& malese Eejala prodromal lokal& yaitu nyeri otot-tulang& pegal& gatal& rasa terbakar Eritema yang dengan cepat menjadi 3esikel berkelompok dengan dasar kulit eritematosa dan edema Aesikel meradang unilateral sepanjang satu dermatom Aesikel berisi cairan jernih& menjadi keruh& dapat menjadi pustula dan krusta 1isa berupa in!eksi sekunder& yaitu ulkus dengan penyembuhan berupa sikatrik Pembesaran kelenjar getah bening regional 7erpes :oster bisa menyebar ke seluruh tubuh& paru-paru& otak biasanya pada pasien lim!oma atau leukimia !atal Kelainan sara! pada aderah sesuai dengan penyebaran sara! tersebut. =euralgia pascaherpetik nyeri yang timbul pada daerah tempat penyembuhan lebih dari sebulan setelah penyakitnya sembuh. Kelainan pada muka diakibatkan oleh gangguan pada ner3us

trigeminus4!asialis4otikus. 7erpes :ooster o!talmika in!eksi pada cabang pertama n. A sehingga menimbulkan kelainan pada mata& selain itu juga cabang kedua dan ketiga menyebabkan kelainan kulit pada daerah persara!anya.

Sindrom 6amsay 7unt gangguan ner3us !asialis dan otikus& sehingga memberikan gejala paralisis otot muka& kelainan kulit sesuai sara! yang terkena& tinitus& 3ertigo& gangguan pendengaran& nistagmus& dan nausea& juga gangguan pengecapan

7erpes :ooster aborti! penyakit yang berlangsung dalam waktu singkat dan kelainan kulitnya hanya berupa beberapa 3esikel dan eritema. 7erpes :ooster generalisata kelainan kulitnya unilateral dan segmental ditambah kelainan kulit yang menyebar secara generalisata dan ada umbilikasi& biasa terjadi pada orang tua dan pennderita imunosupresi!

D a(-o# # (es (:anck bahan dari 3esikel diletakkan pada gelas obyek& diwarnai toluidin biru "/ sel raksasa #sel datia$ berinti banyak. Te)ap 'okal simptomatik dengan kompres& analgetik untuk nyeri (erapi sistemik antibiotik untuk in!eksi sekunder& analgetik )siklo3ir #anti 3iral$ untuk herpes :oster o!talmikus dan pasien dengan de!isiensi imunitas dalam 3 hari pertama sejak lesi muncul. Dosisnya ->> mg . kali perhari selama @ hari. Aalasiklo3ir #anti 3iral$& merupakan modi!ikasi asiklo3ir dengan dosis ">>> mg 3 kali perhari. =ueralgia pasca herpetik gabapentin dosis ".->>-%+>> mg sehari. ula-mula dosis rendah lambat laun dinaikkan untuk menghindari e!ek samping Cndikasi kortikosteroid adalah sindrom 6amsay 7unt. Pemberian harus sedini mungkin untuk mencegah paralisis Pengobatan topikal bergantung pada stadiumnya. 0ika 3esikel diberikan bedak dengan tujuan untuk mencegah pecahnya 3esikel agar tidak terjadi

in!eksi sekunder. 1ila erosi! diberikan kompres terbuka. Kalau ulserasi diberikan salep antibiotik ')o(-o# # Gmumnya baik.

IN4EKSI BAKTERI IM'ETIGO De!inisi Pioderma super!isialis #terbatas pada epidermis$.

Klasi!ikasi:

1. Impet (o k)"#to#a o Etiologi Streptococcus ( hemolyticus

o Sinonim Cmpetigo kontagiosa& impetigo 3ulgaris& impetigo (illbury 8o2 o Eejala Klinis -(erdapat pada anak-anak& tidak terdapat gejala umum. -(empat predileksi di muka& sekitar hidung dan mulut karena dianggap sebagai sumber in!eksi. -Kelainan kulit berupa eritema dan 3esikel yang cepat memecah& sehingga pasien datang sudah berbentuk krusta berwarna kuning madu. 0ika dilepaskan tampak erosi dibawahnya. Kadang krusta menyebar ke peri!er dan sembuh di bagian tengah. -Komplikasi : Elomerulone!ritis#%-./$ yang disebabkan oleh sero tipe tertentu. o DD Ektima o Pengobatan 0ika krusta sedikit & dilepaskan dan diberi antibiotik salep. Kalau banyak diberi pula antibiotik sistemik.

&. Impet (o 3"lo#a o Etiologi Staphylococcus aureus o Sinonim Cmpetigo 3esiko bulosa& cacar monyet o Eejala Klinis -(empat predileksi di ketiak&dada&punggung. -Sering bersamaan dengan miliaria. -(erdapat pada anak dan orang dewasa. -Kelainan kulit berupa eritema& bula dan bula hipopion. -(erkadang waktu penderita berobat& 3esikel4bula telah memecah sehingga yang tampak koleret dan dasarnya masih eritematosa. o DD Dermato!itosis juga terdapat 3esikel& bula telah pecah terdapat koleret dan eritema. Pada waktu anamnesis& jika sebelumnya terdapat riwayat melepuh& berarti impetigo bulosa. o Pengobatan 0ika hanya terdapat sedikit bula43esikel& diberikan antibiotik salep atau cairan antiseptik. Kalau banya dengan antibiotik sistemik. ,. Impet (o -eo-ato)"m o De!inisi Aarian dari tipe bulosa yang menyeluruh dan dapat disertai demam. o DD Si!ilis Kongenital

o Pengobatan )ntibiotik harus sistemik (aopikal: bedal salicyl %/ 4OLIKULITIS o De!inisi 6adang !olikel rambut. o Etiologi Staphylococcus aureus

Klasi!ikasi ". 8olikulitis Super!isialis Eejala Klinis :(empat predileksi di tungkai bawah. Kelainan berupa papul atau pustula yang eritematosa dan ditengahnya terdapat rambut& biasanya multipel. %. 8olikulitis pro!unda Eambaran klinisnya seperti di atas& hanya teraba masa di in!iltrat di subkutan. 5ontohnya sikosis barbe yang berlokasi di bibir atas dan dagu& bilateral. DDtinea barbe biasanya unilateral& dengan K<7 positi!.

Pengobatan )ntibiotik topikal dan sistemik. 5ari !aktor predisposisi.

EKTIMA o Penyebab Streptococcus beta hemoliticus

o Perjalanan penyakit dan gejala klinis 1iasanya menyerang tungkai dengan lesi yang lebih dalam dari impetigo. 'esi dimulai dengan 3esikel atau 3esiko-pustul yang akan membesar dan dalam beberapa hari akan tertutup krusta tebal. 1ila krusta diangkat& akan terlihat ulkus menyerupai cawan dengan tepi meninggi. 'esi akan menyebar dalam beberapa minggu . Pada keadaan umum buruk dapat terjadi gangren dengan lim!adenopati. 8aktor predisposisi ialah malnutrisi& ketidakbersihan& dan trauma. o Diagnosis Dengan memperhatikan lokasi dan gejala klinis& maka diagnosis tidak sulit. o DD Cmpetigo krustosa Persamaan: sama-sama kuning Perbeedaan: terdapat di anak-anak& lokasinya di muka& dasarnya erosi impetigo krustosa

(erdapat di anak-anak atau dewasa& tempat predileksi di tungkai bawah& dasarnya ulkus ektima o Pengobatan (erutama jaga kebersihan Sistemik : antibiotik golongan penisillin& tetrasiklin& dll krustanya banyak (opikal : salep antibiotik misalnya& kloram!enikol& tetrasiklin& as.!usidat. krustanya sedikit 4ULIKULITIS De< - # 8olikulitis adalah peradangan pada selubung akar rambut #folikel$. Et olo( Penyebabnya adalah in!eksi oleh bakteri sta!ilokokus. 'ato< # olo( 8olikulitis bisa terjadi di bagian kulit manapun& biasanya merupakan akibat dari kerusakan !olikel rambut karena: ". bergesekan dengan pakaian %. penyumbatan !olikel rambut 3. pencukuran. Pada kulit yang terkena akan timbul ruam& kemerahan dan rasa gatal. Di sekitar !olikel rambut tampak beruntus-beruntus kecil berisi cairan yang bisa pecah lalu mengering dan membentuk keropeng. D a(-o# # Ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Gntuk memastikan bahwa penyebabnya adalah sta!ilokokus& bisa dilakukan pembiakan contoh jaringan yang terin!eksi di laboratorium. Kompres hangat bisa mempercepat pengempesan !olikulitis. Gntuk

mengendalikan in!eksi& bisa diberikan antibiotik #salep maupun kapsul$.

4URUNKEL De< - # 1isul #furunkel$ adalah in!eksi kulit yang meliputi seluruh !olikel rambut dan jaringan subkutaneus di sekitarnya. Et olo( Penyebabnya adalah bakteri sta!ilokokus& tetapi bisa juga disebabkan oleh bakteri lainnya atau jamur. Paling sering ditemukan di daerah leher& payudara& wajah dan bokong. )kan terasa sangat nyeri jika timbul di sekitar hidung atau telinga atau pada jari-jari tangan. 'ato< # olo( 8urunkel berawal sebagai benjolan keras berwarna merah yang mengandung nanah. 'alu benjolan ini akan berfluktuasi dan tengahnya menjadi putih atau kuning #membentuk pustula$. 1isul bisa pecah spontan atau dipecahkan dan mengeluarkan nanahnya& kadang mengandung sedikit darah. 1isa disertai nyeri yang si!atnya ringan sampai sedang. Kulit di sekitarnya tampak kemerahan atau meradang. Kadang disertai demam& lelah dan tidak enak badan. 0ika !urunkel sering kambuhan maka keadaannya disebut furunkulosis. D a(-o# # ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Pembiakan contoh jaringan kulit bisa dilakukan untuk memastikan bahwa penyebabnya adalah sta!ilokokus. 0ika bisul timbul di sekitar hidung biasanya akan diberikan antibiotik per"oral #melalui mulut$ karena in!eksi bisa dengan segera menyebar ke otak.

KARBUNKEL De< - # Karbunkel adalah sekumpulan bisul yang menyebabkan pengelupasan kulit yang luas serta pembentukan jaringan parut.

Et olo( Penyebabnya adalah bakteri sta!ilokokus. 'ato< # olo( Pembentukan dan penyembuhan karbunkel terjadi lebih lambat dibandingkan bisul tunggal dan bisa menyebabkan demam serta lelah karena merupakan in!eksi yang lebih serius. 'ebih sering terjadi pada pria dan paling banyak ditemukan di leher bagian belakang. Karbunkel juga cenderung mudah diderita oleh penderita diabetes& gangguan sistem kekebalan dan dermatitis. 1eberapa bisul bersatu membentuk massa yang lebih besar& yang memiliki beberapa titik pengaliran nanah. assa ini letaknya bisa lebih dalam di bawah kulit dibandingkan dengan bisul biasa. Cn!eksi ini menular& bisa disebarkan ke bagian tubuh lainnya dan bisa ditularkan ke orang lain. (idak jarang beberapa orang dalam sebuah rumah menderita karbunkel pada saat yang sama. 8aktor resiko terjadinya karbunkel adalah: - tingkat kebersihan yang buruk - keadaan !isik yang menurun - gesekan dengan pakaian - pencukuran. Pada kulit yang terkena ditemukan beberapa bisul yang bersatu disertai nyeri yang si!atnya ringan atau sedang. Kulit tampak merah dan membengkak. Karbunkel yang pecah akan mengeluarkan nanah lalu mengering dan membentuk keropeng. D a(-o# # Ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Gntuk menentukan penyebabnya& bisa dilakukan biopsi atau pembiakan contoh jaringan yang terin!eksi. Gntuk mengendalikan in!eksi diberikan sabun anti-bakteri& antibiotik topikal #salep atau krim$ dan antibiotik per"oral. Kompres hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan. 0angan pernah memencet atau mencoba

memecahkan karbunkel di rumah& karena bisa memperburuk dan menyebarkan in!eksi. 0ika nanahnya sudah mengering& luka yang tertinggal harus sering dibersihkan dan sesudah menangani karbunkel& tangan harus dicuci bersih-bersih. 'e-5e(ahaenjaga kebersihan kulit dengan sabun cair yang mengandung :at anti-bakteri merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya in!eksi atau mencegah penularan.

ERITRASMA De< - # Eritrasma adalah in!eksi pada lapisan kulit paling atas yang disebabkan oleh bakteri )orynebacterium minutissimum. Et olo( 1akteri )orynebacterium minutissimum. Eritrasma banyak menyerang dewasa dan penderita diabetes9 paling banyak ditemukan di daerah tropik. Ge;ala kl - # Sering ditemukan di daerah dimana kulit bersentuhan dengan kulit& misalnya di bawah payudara dan ketiak& sela-sela jari kaki dan daerah kelamin #terutama pada pria& dimana kantung :akar menyentuh paha$. Cn!eksi menyebabkan terbentuknya bercak-bercak pink dengan bentuk yang tidak beraturan& yang kemudian akan berubah menjadi sisik-sisik halus berwarna coklat. Pada beberapa penderita& in!eksi menyebar ke batang tubuh dan daerah anus. 1isa timbul rasa gatal yang si!atnya ringan. D a(-o#a Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. 1akteri akan memancarkan sinar merah jika disinari dengan lampu *ood #sinar ultra3iolet$. 1akteri juga bisa dibiakkan dari contoh kulit yang terin!eksi. 'e-(o3ata-

Cn!eksi bisa diatasi dengan erythromycin atau tetracyclin. 1isa dibantu dengan pemakaian sabun anti-bakteri. 'e-5e(aha1eberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya eritrasma: P P P P enjaga kebersihan badan enjaga agar kulit tetap kering enggunakan pakaian yang bersih dengan bahan yang menyerap keringat enghindari panas atau kelembaban yang berlebihan

ERISI'ELAS De< - # Erisipelas adalah suatu in!eksi kulit yang disebabkan oleh streptokokus. Et olo( 1akteri streptokokus. 8aktor resiko untuk terjadinya in!eksi ini adalah trauma lokal #robekan kulit$& luka terbuka di kulit atau gangguan pada pembuluh balik #vena$ maupun pembuluh getal bening. Ge;ala kl - # Cn!eksi ini paling sering menyerang wajah& lengan atau tungkai. Kelainan yang timbul berupa ruam merah dan licin& kulit dibawahnya sangat merah& terasa nyeri& membengkak dan teraba hangat& disertai lepuhan-lepuhan kecil.

Kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terin!eksi seringkali membesar dan terasa nyeri. Pada in!eksi yang berat& bisa terjadi demam dan menggigil. D a(-o#a Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. 'e-(o3ataGntuk in!eksi ringan& digunakan penicillin atau erythromycin per"oral #melalui mulut$ selama % minggu. Gntuk in!eksi berat& biasanya diberikan suntikan antibiotik.

IN4EKSI !AMUR MI7OSIS SU'ER4I7IALIS A. DERMATO4ITOSIS Dermato!itosis adalah penyakit pada jaringan yang mengandung :at tanduk& misalnya stratum korneum pada epidermis& rambut& dan kuku& yang disebabkan oleh golongan jamur dermato!ita. Dermato!itosis sinonimnya adalah tinea& ringworm& kurap& taigne& herpes sirsinata. Etiologi Dermato!ita mempunyai si!at mencernakan keratin& termasuk kelas !ungi imper!ecti& yang terbagi dalam tiga genus& yaitu: 1. icrosporium +, spesies

2. -richophyton .+ spesies 3. Epydermophyton . spesies Selain si!at kerato!ilik& masih banyak si!at yang sama di antara dermato!ita& misalnya si!at !aali& taksonomis& antigenic& kebutuhan :at makanan untuk pertumbuhannya& dan penyebab penyakit. Klasifikasi 1erdasarkan lokasi #paling banyak dianut$: o (inea kapitis& dermato!itosis pada kulit dan rambut kepala o (inea barbe& pada daerah dagu dan jenggot

o (inea kruris& dermato!itosis pada daerah genitokrural& sekitar anus& bokong& dan perut bagian bawah o (inea pedis et manum& pada kaki dan tangan o (inea unguinum& pada kuku jari tangan dan kaki o (inea korporis& dermato!itosis pada bagian lain yang tidak termasuk bentuk . tinea di atas.

Selain itu& masih dikenal 9 o (inea imbrikata& dermato!itosis dengan susunan skuama yang konsentris dan disebabkan -richophytonconcentricum o -inea favosa /favus0# disebabkan oleh -richophyton schoenleini secara klinis terbentuk skutula dan berbau seperti tikus o -inea fasialis# tinea aksilaris o (inea sirsinata& arkuata yang merupakan penamaan deskripti! mor!ologis

Selain itu juga dikenal tinea incognito& yaitu dermato!itosis dengan bentuk tidak khas oleh karena telah diobati dengan steroid topical kuat. a. (inea pedis #athleteOs !oot& ringworm o! the !oot& kutu air$ "$ Cnterdigitalis Di antara jari CA dan A terlihat !isura yang dilingkari sisik halus dan tipis. Kelainan ini dapat meluas ke bawah jari #subdigital$ dan juga ke sela jari yang lain. <leh karena daerah ini lembab& maka sering terlihat maserasi. )spek klinis maserasi berupa kulit putih dan rapuh. 1ila bagian kulit yang mati ini dibersihkan & akan terlihat kulit baru yang pada umumnya juga telah diserang oleh jamur. %$ occasin !oot Pada seluruh kaki& dari telapak& tepi& sampai punggung kaki terlihat kulit menebal dan bersisik& eritema biasanya ringan terutama terlihat pada bagian tepi lesi. Di tepi lesi dapat pula dilihat papul dan kadang-kadang 3esikel. 3$ 1entuk sub akut

(erlihat 3esikel& 3esiko-pustul dan kadang-kadang bula. Kelainan ini dapat dimulai pada daerah sela jari& meluas ke punggung kaki atau telapak kaki. Csi 3esikel berupa cairan jernih yang kental. Setalah pecah& 3esikel tersebut meninggalkan sisik yang berbentuk lingkaran seperti koleret. Cn!eksi sekunder dapat menyebabkan selulitis& lim!angitis& dan menyerupai eripelas. (inea pedis banyak dijumpai pada orang dewasa yang bekerja dengan kaki yang selalu atau sering dalam keadaan basah. 'e-(o3ataral Eriseo!ulcin >&. ; " gr untuk dewasa >&%. ; >&. gr. Gntuk anak-anak "> ; %. mg per Kg 11 Ketokonasol Ctrakonasol 8lukonasol Topikal Slep ?hit!ield& cat castellani Eolongan asol : klotrimasol& mikonasol& Ekonasol % kali sehari Ketokonasol& terasol& bi!onasol sekali sehari Eol non asol : na!titin& siklopiroksolamin& butenain& terbena!in sekali sehari b. (inea unguinum )dalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur dermato!ita. Dibagi dalam 3 bentuk klinis& yakni:

". 1entuk subungual distalis ulai dari tepi distal atau distolateral kuku. menjadi hancur dan terlihat seperti kapur. %. 'eukonikia triko!ita Keputihan di atas permukaan kuku yang dapat dikerok untuk ditemukan adanya elemen jamur. Disebabkan oleh (rycophyton mentagrophytes. 3. 1entuk subungual proksimal Dari pangkal kuku bagian proksimal terutama menyerang kuku dan membngkan bentuk gambaran klinis yang khas& yaitu kuku di bagian distal masih utuh& sedangkan bagian proksimal rusak. Kuku kaki lebih sering terserang. c. (inea kruris )dalah dermato!itosis pada lipat paha& daerah perineum& dan sekitar anus. Dapat bersi!at akut atau menahun. Kelainan kulit yang tampak pada sela paha merupakan lesi berbatas tegas. Peradangan pada tepi lebih banyak daripada daerah tengahnya. E!loresensi terdiri dari macam-macam bentuk primer dan sekunder #polimor!$. Erosi dan keluarnya cairan akibat garukan. d. (inea korporis erupakan drmato!itosis pada kulit tubuh yang tidak berambut #glabrous skin$. e. (inea kapitis )dalah kelainan pada kulit dan rambut kepala yang disebabkan oleh dermato!ita. Ditandai dengan lesi bersisik& kemerah-merahan& alopesia& dan kadang-kadang terjadi gambaran klinis yang lebih berat& yang disebut kerion. enjalar ke proksimal dan di

bawah kuku terbentuk sisa kuku yang rapuh. Pada akhirnya kuku akan

(iga bentuk khas: ". Erey patch ringworm Disebabkan oleh gemus anak. %. Kerion )dalah reaksi peradangan yang berat pada tinea kapitis& berupa pembengkakan yang merupai sarang lebah dengans ebukan sel radang yang padat disekitarnya. 3. 1lack dot ringworm Disebabkan ringworm -richophyton tonsurans dan -richophyton violaceum Diagnosa banding Dermatofitosis: T -ea k)") # lesinya mirip dengan 9 Kandidosis inguinalis& eritrasma& Psoriasis 3ulgaris dan Pityriasis rosea. icrosporum dan sering ditemukan pada anak-

T -ea kap t # Psoriasis 3ulgaris& Dermatitis seboroika dan (rikhotilomania.

T -ea ko)po) # sering menyerupai 9 Pityriasis rosea& Psoriasis 3ulgaris& orbus hansen tipe tuberkuloid. 'ues stadium CC tipe makulo papuler.

T -ea pe. # dibedakan dari Dermatitis kontak alergi dan Kandidosis kutis.

(inea kapitis

(inea corporis

(inea

cruris

(inea pedis

Psoriasis 3ulgaris&

(rikhotilomania

Pityriasis rosea

Eritrasma

Dermatitis seboroik

!engobatan O)al. o Eriseo!ulcin >&. ; "g untuk dewasa dan >&%. ; >&. g untuk anak anak sehari atau "> ; %. mg per Kg berat badan. o Ketokonasol. o Ctrakonasol. o 8lukonasol. Top kal : o Salep ?hit!ield& cat castellani. o Eolongan asol : klotrimasol& mikonasol& ekonasol.& % kali aplikasi sehari. o Ketokonasol& terasol& bi!onasol diaplikasi sekali sehari.

o Eolongan non asol : na!titin& siklopiroksolamin& butena!in& terbena!in aplikasi sekali sehari. B. NONDERMATO4ITOSIS 1. 'ITCRIASIS 6ERSIKOLOR. S -o- m (inea 3ersikolor& tinea !la3a& liver spots# panu. De< - # . Pityriasis 3ersikolor adalah penyakit jamur super!isialis yang khronik& asimptomatik& ditandai oleh bercak berwarna putih sampai coklat kehitaman yang berskuama halus& terutama menyerang badan. Et olo( . alase'ia furfur& Ge;ala kl - k. Kelainan kulit Pityriasis 3ersikolor sangat super!isial dan ditemukan terutama dibadan& namun sering ditempat lain seperti leher& muka& lengan& tungkai& ketiak& lipat paha dan kulit kepala yang berambut. 'esi berupa bercak dengan batas tegas sampai di!us& berbentuk teratur sampai tidak teratur berupa makuler atau !olikuler dan kadang kadang papulo 3esikuler. Keluhan biasanya asimtomatik& gatal yang ringan. Keluhan kosmetik merupakan alasan untuk berobat. Pemeriksaan dengan lampu wood memberikan warna kuning keemasan.

Gam3a)a- la3o)ato) k. Pada pemeriksaan sediaan langsung kerokan kulit dengan larutan KOH &$ D yang dapat pula dikombinasi dengan t -ta pa)ke) terlihat h <a h <a pe-.ek .a- #po)a *a-( 3e)(e)om3ol.

D a(-o#a 3a-. -(. Dibedakan dengan : Dermatitis seboroika& Pityriasis alba& orbus hansen&

Sipilis stadium CC& Aitiligo.

T -ea @e)# 5olo) 'e-(o3ata-

' t*) a# # al3a.

De)mat t # #e3o)o ka

Pengobatan harus dilakukan menyeluruh& tekun dan konsisten. Karena alasan super!isial umumnya pengobatan adalah top kal seperti larutan tiosul!as natrikus %. /& salep atau bedak kocok sul!us presipitatum + ; %> /& suspensi selenium sul!ida& salisil spiritus "> /& krem golongan asol& tolsiklat& tolna!tat.

1ila dengan topikal sulit disembuhkan dapat dipertimbangkan pemberian o)al ketoko-a#ol %>> mg per hari selama "> hari.

&. 'ITIROS'ORUM 4OLIKULITIS DE8C=CSC )dalah penyakit kronis pada !olikel pilosebacea yang disebabkan oleh spesies pitirosporum& berupa papul dan pustul !olikuler& yang biasanya gatal dan terutama berlokasi di batang tubuh& leher dan lengan bagian atas.

E(C<'<EC Spesies Pitirosporum& yang identik dengan P)(<EE=ESCS Spesies alasse:ia merupakan penyebab Pitirosporum !olikulitis dengan si!at dimor!ik& lipo!ilik dan komensal. bila pada hospes terdapat !aktor predisposisi spesies malasse:ia yang tumbuh berlebihan dalam !olikel sehingga !olikel dapat pecah. Dalam hal ini reaksi peradangan terhadap produk& tercampur dengan lemak bebas yang dihasilkan melalui akti3itas lipase. EE0)') K'C=CS )danya keluhan gatal pada tempat predileksi Secara klinis : (erlihat papul dan pustul peri!olikuler& berukuran %-3 mm diameter& dengan peradangan minimal. (empat predileksi : Dada& punggung& dan lengan atas. Kadang-kadang dapat di leher& tetapi jarang di muka. (E6)PC )ntimikotik oral isalnya : - Ketokona:ol %>> g selama %-+ minggu - Ctrakona:ol %>> g sehari selama % minggu - 8lukona:ol ".> g seminggu selama %-+ minggu )ntimikotik topikal& tetapi biasanya kurang e!ekti! walaupun juga dapat menolong. alasse:ia !ultur.

,. 'IEDRA DE8C=CSC erupakan in!eksi jamur pada rambut& ditandai dengan benjolan #nodus$ sepanjang rambut& dan disebabkan oleh Piedraia hortai #black piedra$ atau (richosporon beigelii #white piedra$. Di Cndonesia hingga sekarang hanya dilihat piedra hitam. EE0)') K'C=CS Piedra hanya menyerang rambut kepala& janggut dan kumis tanpa memberikan keluhan. krusta melekat erat pada rambut yang terserang dan sangat kecil& sehingga hanya dapat dilihat dengan mikroskop. 1enjolan besar mudah dilihat& diraba dan terasa kasar bila rambut diraba dengan jari-jari. 1ila rambut disisir terdengar suara metal #klik$. Piedra hitam --H menyerang rambut dibawah kutikel& bengkak dan kemudian pecah untuk menyebar disekitar rambut dan membentuk benjolan tengguli dan hitam. Piedra putih --Hmenyerang janggut dan kumis. 1enjolan berwarna coklat muda dan tidak begitu melekat. DC)E=<SCS Diagnosis piedra berdasarkan gambaran klinis yang telah dibahas sebelumnya. (E6)PC emotong rambut yang terin!eksi atau mencucinya dengan lar.sublimat "4%>>> tiap hari <bat anti jamur kon3ensional dan yang baru juga berguna.

4. TINEA NIGRA 'ALMARIS DE8C=CSC (inea nigra adalah in!eksi jamur super!isial yang asimptomatik pada stratum korneum. Kelainan kulit berupa makula tengguli sampai hitam. (elapak tangan yang biasa terserang& telapak kaki dan permukaan kulit lain juga dapat terkena. E(C<'<EC 5ladosporium werneckii atau 5ladosporium mansonii EE0)') K'C=CS Penderita umumnya berusia I "F th ?anita H pria Kelainan kulit berupa : bercak-bercak tengguli hitam dan sesekali bersisik.

(E6)PC <bat jamur kon3ensional& misalnya : salep salisil sul!ur& whit!ield& dan tinctura jodii 5. OTOMIKOSIS DE8C=CSC Cn!eksi jamur kronik atau subakut pada liang telinga luar dan lubang telinga luar& yang ditandai dengan in!lamasi eksudati! dan gatal. dari kelainan tersebut dapat dibiakkan jamur dan bakteri. E(C<'<EC 0amur kontaminan& misalnya )spergilus& Penisilium dan ukor. 1iasanya juga terdapat bakteri& misalnya Pseudomonas aeruginosa& Proteus spp& icrococcus aureus& Streptocous hemolyticus& di!teroid dan basil-basil koli!ormis. EE0)') K'C=CS 8aktor predisposisi --H panas dan lembab HH

6asa penuh dan sangat gatal didalam telinga 'iang telinga merah sembab dan banyak krusta Cn!lamasi disertai eks!oliasi permukaan kulit atau pendengaran terganggu karena liang telinga tertutup oleh massa kotoran kulit dan jamur. Cn!eksi bakteri dan in3asi pada jaringan dibawah kulit --H nyeri dan supurasi

(E6)PC Cn!eksi akut D edema --H pengobatan konser3ati! u4 menghilangkan bengkak dan kemungkinan pembersihan liang telinga. "4">.>>> Cn!eksi kronik --H irigasi engan lar.garam !aal D pemberian salisil spiritus %/ selama beberapa menit. 1erikan juga obat-obat antiseptik& antibiotik atau anti!ungal. isalnya dengan memasukkan kapas yang telah dibasahi dengan lar.permanganas kalikus

+. KERATOMIKOSIS DE8C=CSC Keratomikosis adalah in!eksi jamur pada kornea mata yang menyebabkan ulserasi dan in!lamasi setelah trauma pada bagian tersebut. E(C<'<EC Penyebab penyakit ini adalah berbagai macam jamur yang menyerang kornea yang rusak dan menyebabkan ulkus kornea. Spesies-spesies yang pernah ditemukan antara lain )spergillus& 8usarium& 5ephalosporum& 5ur3ularia& dan Penicillum. EE0)') K'C=CS Setelah mengalami trauma atau abrasi pada mata terbentuk ulkus pada kornea. 'esi mulai dengan benjolan yang menonjol sedikit diatas permukaan&berwarna putih kelabu dan berambut halus. Pencairan lapisan teratas

kornea disekitarnya membentuk ulkus dangkal. (erbentuk halo lebar berbatas tegas berwarna putih kelabu mengelilingi titik pusatnya. Dalam halo tersebut dapat terlihat garis-garis radial. (erlihat pula& in!lamasi pada kornea. Aaskularisasi sering tidak tampak. Pada stadium ini sering digunakan antibiotik dan steroid yang besi!at antiin!lamasi sehingga dapat mencegah parut. dengan pengobatan tersebut ulkus dapat menjalar dan meluas sampai ruang depan mata. (E6)PC 'arutan nistatin dan am!oterisin 1& diberikan tiap jam. 'arutan am!oterisin 1 mengandung "&> mg4ml larutan garam !aal atau aQua destilata. S'OROTRIKOSIS DE8C=CSC )dalah penyakit kronik biasanya etiologinya Sporotricum schenkii masuk melalui inhalasi. EE0)') K'C=CS Pembesaran KE1 membentuk nodus menyebabkan kulit dan subkutis melunak sehingga mudah pecah yg menyebabkan ulkus (E6)PC Kalium yodida oral D )m!oterisin 14 itakona:ol

KROMOMIKOSIS DE8C=CSC

)dalah mikosis pro!unda yang biasanya menyerang kulit dengan gambaran nodular dan 3erukosa. E(C<'<EC Dematiaceous& masuk melalui trauma dengan penyebaran melalui KE1 ataupun aliran darah EE0)') K'C=CS =odusa 3erukosa kutan shg lama lama membentuk 3egetasi papilomatosa besar shg dpt membentuk ulkus ataupun tidak. (E6)PC Sulit terapi sinar R dg hasil berbeda-beda. 6eseksi kemudian skingra!t memberikan hasil memuaskan. <bat-obatan dengan )m!oterisin 1 dan . 8lourositosin. itrakona:ol P6<E=<SCS (idak begiu baik kecuali lesi baru.

MISETOMA DE8C=CSC Cn!eksi jamur pro!unda kronik pada jaringan bawah kulit yang dapat meluas ke otot dan tulang sehingga menimbulkan kelainan bentuk. E(C<'<EC 1ctinomycetes dan Streptomyces #tipe aktinomikotik$. EPCDE C<'<EC Gmur : biasanya menyerang orang dewasa

0enis kelamin : !rekuensinya sama pada pria dan wanita 1angsa 8)K(<6 B)=E : semua bangsa& terutama di daerah tropis E PE=E)6G7C

Kebersihan 4 higiene : 'ebih sering pada higiene yang kurang& yaitu melalui luka-luka atau abrasi kulit yang kotor. 'ingkungan : Bang kotor dan udara yang lembab merupakan kondisi yang baik untuk perkembangan penyakit.

P)(<8CSC<'<EC , EE0)') K'C=CS Perjalanan penyakit termasuk keluhan utama dan tambahan. 0amur masuk ke dalam kulit melalui abrasi atau luka lecet di kaki& selanjutnya berkembang menjadi tumor di bawah kulitmenyebabkan kelainan bentuk #de!ormitas$ pada kaki yang disebut misetoma. (umor kemudian mengalami perlunakan& terbentuk !istula atau ulkus yang mengeluarkan sekret mengandung butir-butir kuning kehijauan disebut granula sul!ur. Penderita mengeluh nyeri dan selalu disertai pembengkakan kelenjar lim!e regional. PE E6CKS))= KG'C( 'okalisasi E!loresensi : (erutama kaki& tangan& dada dan bokong : (umor yang teratur dengan !istel atau ulkus& sekret

purulen mengandung butir-butir granula sul!ur PE E6CKS))= ')1<6)(<6CG ". Pemeriksaan sekret secara langsung dengan K<7 ">/ sulit menemukan elemen jamur. %. 1iakan granula sul!ur dalam agar Sabauraud sesudah "-% minggu tampak pertumbuhan koloni berwarna krem sampai coklat. 3. Pemeriksaan radiologik. Gntuk menilai derajat kerusakan. PE=)()')KS)=))=

isetoma aktinomikotik diobati dengan penisilin prokain %&+-+&- juta unit selama %-+ minggu. Preparat sul!a seperti sul:adia:in 3-- g4hari selama %-+ minggu. isetoma eumikotik dengan am!oterisin 1 intra3ena& kadar dalam darah "&%-% mg4ml dapat membunuh jamur& tetapi umumnya sangat resisten. 0ika dengan pengobatan ini tidak menolong dianjurkan amputasi.

BIGOMIKOSIS& 4IKOMIKOSIS& MUKORMIKOSIS E(C<'<EC 1erbagai in!eksi jamur #:igomikosis$ dengan berbagai taksonomi Cn!eksi jamur ini bersi!at oportunistik& pada orang sehat jarang ditemukan& D maupun penyait primer lainnya merupakan !aktor predisposisi 8ikomikosis subkutan sering dumpai di kulit kelamin& sebagai nodus subkutan yg perlahan-lahan membesar dan mengeras& tidak demam& tanpa pembesaran KE1 DC)E=<SCS 7istop)& biakan dengan ciri hi!a lebar*-.> mikro seperti pita tidak berseptacoenocytic. (E6)PC Kalium yodida ">-". tetes 3R" tetes dinaikkan perlahan sampai terjadi intoksikasi& mual& muntah tetes dikurangi "-% dan dipertahankan sampe tumor mengecil.

IN4EKSI 'ARASIT

'EDIKULOSIS De!inisi )dalah in!eksi kulit4rambut pada manusia yang disebabkan oleh !ediculus #golongan !amili !ediculidae$. !ediculus ini merupakan parasit obligat artinya harus mengisap darah manusia untuk dapat mempertahankan hidup. Klasi!ikasi 1. !ediculus humanus var& )apitis pedikulosis kapitis 2. !ediculus humanus var& )orporis pedikulosis korporis 3. !hthirus pubis #peduculus pubis$ pedikulosis pubis

'EDIKULOSIS KA'ITIS De!inisi adalah in!eksi kulit dan rambut kepala et causa !ediculus humanus var& )apitis& Epidemiologi menyerang anak-anak usia muda dan cepat meluas serta lingkungan dengan higiene yang buruk dapat mempermudah terjangkit penyakit ini. Etiologi Kutu % mata dan 3 pasang kaki& berwarna abu-abu dan akan menjadi merah setelah mengisap darah. (erdapat % jenis kelamin : betina panjangnya "&% ; 3&% mm dan lebar S T panjangnya9 jantannya lebih kecil dan jumlahnya sedikit. Siklus hudup stadium telur& lar3a& nim!a& dan dewasa. (elur #nits$ sepanjang rambut& semakin keujung maka telur semakin matang. Patogenesis

Kelainan kulit garukan& untuk menghilangkan rasa gatal. Eatal pengaruh liur dan ekskreta dari kutu yang dimasukkan ke dalam kulit waktu menghisap darah. Eejala klinis Eatal terutama daerah oksiput dan temporal meluas keseluruh kepala. E!ek garukan erosi& ekskoriasi dan in!eksi sekunder #pus& krusta$. Cn!eksi sekunder yang berat disertai pembesaran KE1 regional. Pada keadaan ini kepala berbau busuk. Pemeriksaan penunjang menemukan telur atau kutu. Diagnosis banding tinea kapitis pioderma #impetigo krustosa$ dermatitis seboroika

Penatalaksanaan 1ertujuan memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati in!eksi sekunder. malathion >&./ atau "/ lusio atau spray malam sebelum tidur pake sampo lusio malathion kepala ditutup kain keesokan harinya dicuci sampai bersih dengan sampo dan disisir dengan serit. Dapat diulang seminggu kemudian. krim gama ben'en heksaklorida #gameksan U gamme$ane$ "/ setelah dioleskan didiamkan "% jam dicuci dan disisir dengan serit. Dapat diulang semingu kemudian. emulsi ben'il ben'oat %./ dipakai dengan cara yang sama dengan yang diatas.

Cn!eksi sekunder berat rambut dicukur antibiotika sistemik dan topikal obat di atas dalam bentuk sampo. Prognosis baik bila higiene di perhatikan.

'EDIKULOSIS KOR'ORIS De!inisi adalah in!eksi kulit et causa pediculus humanus var& )orporis. Epidemiologi <rang dewasa dengan higiene yang buruk pengembala. Penyakit vagabond kutu tidak melekat pada kulit tetapi pada serat kapas di sela-sela lipatan pakaian dan hanya transien ke kulit untuk menghisap darah. 5ara penularan melalui pakaian pada orang yang dadanya berambut terminal kutu melekat pada rambut Etiologi % jenis kelamin betina panjangnya "&% ; +&% mm dan lebarnya S setengah panjangnya9 jantan lebih kecil. Patogenesis Sama halnya dengan pedikulosis kapitis Eejala klinik Ditemukan bekas garukan pada badan dan terkadang timbul in!eksi sekunder dengan pembesaran KE1 regional. Pemeriksaan penunjang menemukan telur dan kutu. Diagnosis banding Neurotic e$coriation Pengobatan

gameksan " / dioleskan tipis di seluruh tubuh diamkan %+ jam mandi sampai bersih. Dapat diulang + hari kemudian.

emulsi ben'il ben'oat %. / dan bubuk malathion % / Pakaian direbus dan disetrika bunuh telur dan kutu Cn!eksi sekunder antibiotik sistemik dan topikal

Prognosis baik menjaga higiene

'EDIKULOSIS 'UBIS De!inisi adalah in!eksi rambut di daerah pubis dan sekitarnya et causa !hthirus !ubis& Epidemiologi enyerang orang dewasa dan dapat digolongkan sebagai penyakit akibat berhubungan seksual. Dapat menyerang jenggot dan kumis9 pada anak-anak alis atau bulu mata #ble!aritis$ dan batas antara kulit dan rambut dengan cara penularan kontang langsung. Etiologi % jenis kelamin yang betina lebih besar dari yang jantan& panjang sama dengan lebarnya "-% mm Patogenesis Sama halnya dengan pedikulosis tipe lain. Eejala klinis Eatal di daerah pubis dan sekitarnya dapat meluas sampai ke daerah abdomen dan dada bercak-bercak warna abu-abu atau kebiruan makula serulae. Kutu ini susah untuk dilepaskan kepalanya di masukkan ke dalam muara !olikel rambut.

Eejala patognomonik black dot bercak hitam pada pakaian dalam yang berwarna putih pada waktu bangun tidur. 1ercak hitam krusta dari darah yang diinterpretasikan salah sebagai hematuria. (erkadang dapat terjadi in!eksi sekunder pembesaran KE1. Diagnosis banding dermatitis seboroika dermatomikosis Sama halnya dengan pengobatan pada pedikulosis korporis. Prognosis baik

Pengobatan

SKABIES >The t5hE (". kE 3"."ka-E (atal a(o(o: De< - # Penyakit yang disebabkan oleh in!estasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei var Ep .em olo( 5ara penularan : Kontak langsung #kontak kulit dengan kulit$& misalnya berjabat tangan& tidur bersama dan hubungan seksual Kontak tak langsung #melalui benda$& misalnya pakaian& handuk& sprei& bantal Et olo( Sarcoptes scabiei termasuk !ilum )rthropoda kelas )rachnida& ordo )ckrima& super !amili Sarcoptes.Siklus hidupnya yaitu & setelah kopulasi di atas kulit yang jantan akan mati. (ungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum& sambil meletakkan telurnya. 1entuk betina yang telah dibuahi dapat hidup sebulan lamanya dan akan menjadi dewasa dalam - ; "% hari.

'ato(e-e# # Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies& tetapi juga oleh penderita sendiri oleh garukan. Eatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau yang memerlukan waktu kira ; kira " bulan setelah in!estasi. Ge;ala kl - # )da + tanda kardinal : ". Pruritus nokturna& gatal pada malam hari& karena akti!itas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas %. enyerang manusia secara kelompok bentuk garis lurus atau berkelok. 1iasanya pada sela ; sela jari tangan& pergelangan tangan bagian 3olar& siku bagian luar& lipat ketiak bagian depan& areola mamma& umbilikus& bokong +. enemukan tungau D a(-o# # dapat dibuat dengan menemukan % dari + tanda kardinal tersebut 'e-(o3ataSyarat obat yang ideal : ". E!ekti! terhadap semua stadium tungau %. (idak menimbulkan iritasi dan toksik 3. (idak berbau atau kotor serta tidak merusak atau mewarnai pakaian +. udah diperoleh dan harganya murah 0enis obat topikal a. 1elerang endap b. Emulsi ben:il ben:oas c. Eama ben:ena heksa klorida d. Krotamiton 3. )danya terowongan atau kunikulus& berwarna putih atau keabu ; abuan&

e. Permetrin

7REE'ING ERU'TION >7"ta-e"# la)@a m ()a-#E Sa-.?o)m . #ea#e: De< - # Keradangan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linear atau berkelok ; kelok& menimbul dan progresi!& disebabkan oleh in3asi lar3a cacing tambang yang berasal dari anjing dan kucing Et opato(e-e# # 'ar3a cacing tambang )ncylostoma bra:iliense dan )ncylostoma caninum& bisa juga Echinococcus& Strongyloides sterconalis& Dermatobia ma2iales& 'ucilia caesar. Selain itu dapat pula disebabkan oleh lar3a dari beberapa jenis lalat misalnya 5astrophilus dan cattle !ly. Ge;ala kl - # asuknya lar3a ke kulit disertai rasa gatal dan panas. ula ; mula akan timbul

papul& kemudian diikuti bentuk yang khas& yakni lesi berbentuk linear atau berkelok ; kelok dengan diameter % ; 3 mm dan berwarna kemerahan. D a(-o# # 1entuknya khas yaitu kelainan seperti benang yang lurus atau berkelok ; kelok& menimbul& dan terdapat papul atau 3esikel diatasnya 'e-(o3ata)ntihelmintes berspektrum luas& misalnya tiabenda:ol dengan dosis .> mg 4 kg 114hari& sehari % kali& diberikan berturut ; turut selama % hari )lbenda:ol& dosis sehari +>> mg sebagai dosis tunggal diberikan 3 hari berturut ; turut 1isa juga dengan cryotherapy yaitu menggunakan 5<% snow #dry ice$ dengan penekanan selama +.K sampai

'ENCAKIT KULIT NON IN4EKSI

URTIKARIA >3 .")a-:


De< - # 6eaksi 3ascular di kulit akibat bermacam-macam sebab& ditandai edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan& berwarna pucat dan kemerahan& meninggi di permukaan kulit& sekitarnya dapat dikelilingi halo. Et olo( Sebagian besar tidak diketahui penyebabnya& hanya %>-3>/ kasus yang dapat diketahui penyebabnya. Penyebabnya antara lain: <bat golongan penisilin& sul!onamide& anelgesik& pencahar& hormone& dan diuretic #secara imunologik$& kodein& opium& :at kontras #secara nonimunologik$. akanan ikan& telur& coklat& kacan-kacangan& buah& sayur. Nat aditi! makanan Cnsect bites Cnhalan debu& bulu binatang Cn!eksi jamur& bakteri& 3irus (rauma !isik !aktor panas& !aktor tekanan. Psikis

Kla# < ka# 1erdasar waktu : akut I * minggu atau + minggu tapi tiap hari& biasanya pd laki-laki muda kronis H * minggu& biasanya pada wanita uisa pertengahan.

1erdasar mor!ologi klinis : papular bentuk papul gutata bentuk sebesar tetesan air girata bentuk besar anular asinar

Ge;ala kl - # gatal angioedema karena edema jaringan subkutan& meliputi membran mukosa. 1iasanya pada bibir& lidah& kelopak mata& dan bisa pada laring #mengganggu jalan napas$. Te)ap eliminasi !aktor penyebab antihistamin reseptor 7" di!enhidramin& hidroksi:in& siproheptadin& cetiri:in ada e!ek sedati! !ekso!enadin& loratadin non-sedati!& kurang e!ekti! antihistamin 7% cimetidin kortikosteroid sistemik.

ERU'SI AKIBAT OBAT (atasan Kulit merupakan salah satu organ tubuh yang sangat mudah memberikan suatu mani!estasi klinis apabila timbul gangguan pada tubuh. Salah satu gangguan tersebut dapat disebabkan oleh reaksi hipersensiti3itas terhadap suatu obat. Erupsi obat alergi atau allergic drug eruption itu sendiri ialah reaksi alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat dengan cara sistemik anifestasi Klinik or!ologi dan Distribusi Perlu diketahui bahwa erupsi alergi obat yang timbul akan mempunyai kemiripan dengan gangguan kulit lain pada umumnya& gangguan itu diantaranya9

Grtikaria& Kelainan kulit terdiri atas urtika yang tampak eritem disertai edema akibat tertimbunnya serum dan disertai rasa gatal. 1ila dermis bagian dalam dan jaringan subkutan mengalami edema& maka timbul reaksi yang disebut angioedema. )ngioedema ini biasanya unilateral dan nonpruritus& dapat hilang dalam jangka waktu "-% jam. (etapi kadang dapat bertahan selama dua sampai lima hari. Pelepasan mediator in!lamasi dari suatu akti!asi yang bersi!at non imunologis juga dapat menimbulkan reaksi urtikaria. Grtikaria dan angioedema sangat berhubungan dengan CgE sebagai suatu respon cepat terhadap penisilin maupun antibiotik lainnya. <bat lain misalnya angiotensin"converting en'yme #)5E$ inhibitor dalam jangka waktu satu jam juga dapat menimbulkan urtikaria.

Eritema Kemerahan pada kulit akibat melebarnya pembuluh darah. ?arna merah akan hilang pada penekanan. Gkuran eritema dapat bermacammacam. 0ika besarnya lentikuler maka disebut eritema morbili!ormis& dan bila besarnya numular disebut eritema skarlatini!ormis.

Dermatitis medikamentosa& Eambaran klinisnya memberikan gambaran serupa dermatitis akut& yaitu e!loresensi yang polimor!& membasah& berbatas tegas. Kelainan kulit menyeluruh dan simetris.

Purpura Purpura ialah perdarahan di dalam kulit berupa kemerahan pada kulit yang tidak hilang bila ditekan. Purpura dapat timbul bersama-sama dengan eritem dan biasanya disebabkan oleh permeabilitas kapiler yang meningkat..

Erupsi eksantematosam 'ebih dari F>/ erupsi obat yang ditemukan berbentuk erupsi eksantematosa. Erupsi yang muncul dapat berbentuk morbili!ormis atau

makulopapuler. Pada mulanya akan terjadi perubahan yang bersi!at eksantematosa pada kulit tanpa didahului blister ataupun pustulasi. Erupsi bermula pada daerah leher dan menyebar ke bagian peri!er tubuh secara simetris dan hampir selalu disertai pruritus. Erupsi baru muncul sekitar satu minggu setelah pemakaian obat dan dapat sembuh sendiri dalam jangka waktu @ sampai "+ hari. Pemulihan ini ditandai dengan perubahan warna kullit dari merah terang ke warna coklat kemerahan& yang disertai dengan adanya deskuamasi kulit.

Erupsi eksantematosa dapat disebabkan oleh banyak obat termasuk penisilin& sul!onamid& dan obat antiepiletikum. Dari hasil data laboratorium diketahui bahwa ( sel juga ikut terlibat dalam reaksi ini karena sel ( dapat menangkap jenis obat tanpa perlu memodi!ikasi protein dari hapten. 0ika kelainan ini timbul berkali-kali ditempat yang sama maka disebut eksantema !ikstum

(empat predileksi disekitar mulut& terutama di daerah bibir dan daerah penis pada laki-laki& sehingga sering disangka penyakit kelamin. )pabila adanya residi! di tempat yang sama maka disebut dengan eksantema !ikstum.

Eritema nodosum Kelainan kulit berupa eritema dan nodus-nodus yang nyeri disertai gejala umum berupa demam& dan malaise. (empat perdileksi ialah di regio ekstensor tungkai bawah.

Eritroderma Eritroderma pada penderita alergi obat berbeda dengan eritroderma pada umumnya yang biasanya disertai eritem dan skuama. Pada penderita alergi obat terlihat adanya eritema tanpa skuama& skuama justru baru akan timbul pada stadium penyembuhan.% h. Erupsi pustuler

)da jenis ".

erupsi&

pertama

erupsi

aknei!ormis

dan

kedua Pustulosis

Eksantematosa Eeneralisata )kut #PEE)$. Erupsi )knei!ormis dihubungkan dengan penggunaan obat seperti iodida& bromida& )5(7& glukokortikoid& isonia:id& androgen& litium dan actinomisin. Erupsi timbul pada daerah-daerah yang atipikal seperti lengan dan kaki berbentuk monomor! berbentuk akne tanpa disertai komedo. %. Penyakit Pustulosis Eksantema Eeneralisata )kut #PEE)$ memberikan gambaran pustul miliar non !olikular yang eritematosa disertai purpura dan lesi menyerupai lesi target. Kelainan kulit timbul bila seseorang mengalami demam tinggi #H3->5$. Pustul tersebut cepat menghilang dalam jangka waktu kurang dari @ hari kemudian diikuti oleh deskuamasi kulit. Pada pemeriksaan histopatologis didapat pustul intraepidermal atau

subcorneal yang dapat disertai edema dermis& 3askulitis& in!iltrat polimor!onuklear peri3askuler dengan eosino!il atau nekrosis !okal sel-sel keratinosit. ?alaupun demikian& penyakit ini sangat jarang terjadi.

Erupsi bulosa.Erupsi bulosa ini ditemukan pada9 pemphigus foliaceus& fi$ed drug eruption #8DE$& erythema multiforme major /E "major0# SS0 dan (E=

!emphigus& <bat yang dapat menyebabkannya adalah golongan penisilin dan golongan thiol. 2rug"induced bullous pemphigoid dapat terlihat dalam beberapa bentuk. Dimulai dari urtikaria hingga terbentuk bulla yang luas dengan melibatkan ka3itas mukosa mulut& dapat juga berupa beberapa bulla dalam ukuran sedang atau berupa plak dan nodul yang disertai skar dan bulla. Eangguan ini dapat muncul kembali pada 3.-.> persen kasus sebagai pemphigus foliaceus&

Fi$ed 2rug Eruption #8DE$. 'esi baru akan timbul satu minggu sampai dua minggu setelah paparan pertama kali dan akan diikuti timbul lesi berikutnya dalam jangka waktu %+ jam. 8DE ini akan terlihat sebagai makula yang soliter& eritematosa dan berwarna merah terang dan dapat berakhir menjadi suatu plak edematosa. 'esi biasanya akan muncul di daerah bibir& wajah& tangan& kaki dan genitalia. )pabila penderita memakan obat yang sama& maka 8DE akan muncul kembali ditempat yang sama. 7istologisnya& 8DE serupa dengan erythema multi!ormis yang ditandai dengan adanya lim!osit di dermal"epidermal junction dan perubahan degenerati! dari epitel yang disertai diskeratosis. 8DE kronis memberikan gambaran acanthosis& hiperkeratosis& dan hipergranulosis dan dapat ditemukan eosino!il dan neutro!il. (erdapat peningkatan jumlah sel ( helper dan sel ( supresor pada tempat lesi.

Eritema multi!ormis merupakan erupsi mendadak dan rekuren pada kulit dan4atau selaput lendir dengan tanda khas berupa lesi iris /target lesion0& Sindrom Ste3ens-0ohnson #ektodermosis erosi3a pluriori!isialis& sindrom mukokutaneaokular& eritema multi!ormis tipe 7ebra& eritema multi!orme mayor& eritema bulosa maligna$ adalah sindrom kelainan kulit berupa

eritema& 3esikel4bula& dapat disertai purpura yang mengenai kulit& selaput lendir ori!isium& dan mata dengan keadaan umum ber3ariasi dari baik sampai buruk.

=ekrolisis Epidermal (oksik #=E($ adalah penyakit kulit akut dan berat dengan gejala khas berupa epidermolisis yang menyeluruh& disertai kelainan pada selaput lendir di ori!isium genitalia eksterna dan mata. Kelainan pada kulit dimulai dengan eritema generalisata kemudian timbul banyak 3esikel dan disertai purpura di wajah& ekstremitas& dan badan. Kelainan pada kulit dapat disertai kelainan pada bibir dan selaput lendir mulut berupa erosi dan ekskoriasi. 'esi kulit dimulai dengan makula dan papul eritematosa kecil #morbili!ormis$ disertai bula lunak /flaccid0 yang dengan cepat meluas dan bergabung. Pada =E( yang penting ialah terjadinya

epidermolisis& yaitu epidermis terlepas dari dasarnya dengan gambaran klinisnya menyerupai luka bakar. )danya epidermolisis menyebabkan tanda =ikolsky positi! pada kulit yang eritematosa& yaitu jika kulit ditekan dan digeser maka kulit akan terkelupas. Epidermolisis mudah dilihat pada tempat yang sering terkena tekanan& yakni punggung& aksila& dan bokong. Pada sebagian pasien kelainan kulit hanya berupa epidermolisis dan purpura tanpa disertai erosi& 3esikel& dan bula. Pada =E(& kuku dapat terlepas dan dapat terjadi bronkopneumonia. Kadang-kadang dapat terjadi perdarahan di traktus gastrointestinal. Gmumnya =E( terjadi pada orang dewasa. =E( merupakan penyakit berat dan sering menyebabkan kematian karena gangguan keseimbangan cairan4elektrolit atau sepsis.

Sign 3 Symptoms 4 1iasanya berupa eritema atau morbili!orm& kadang-kadang disertal dengan demam& !adenopati

dan nyeri pada mulut - 1ercak kemerahan akibat barbiturat mungkin terdapat pada telapak tangan dan kaki 1anyak obat dapat menyebabkan eksantema& termasuk sul!a& henylbuta:one& amitriptyline ampicilline Grtikaria dan Edema )ngioneurotik

Dapat merupakan reaksi alergik akut atau menyerupai penyakit serum #VVserum sicknessVV$. Kecuali pada respon ana!ilaktik& belum timbul sampai setelah "> hari pengobatan. Den gan penicillin mungkin baru timbul setelah + minggu& walaupun kontak berikutnya menginduksi kekambuhan dengan cepat )spirin dan Sul!a juga merupakan obat yang mungkin menyebabkan urtikaria 6eaksi Aesikulobulosa 1iasanya merupakan lanjutan dan eksantema& sering mulai pada tangan& kaki dan tempat-

tempat yang mendapat tekanan - Sul!a dan barbiturat dapat pula menjadi penyebabnya Purpura - ungkin akibat destruksi platelet peri!er atau berkurangnya produksi platelet Penyebab destruksi platelet antara lain #tija:ide& digito2in& methyldopa& ri!ampicin dan Quinidine Penyebab penurunan produksi platelet antara lain phenylbuta:one dan emas Erupsi <bat yang enetap - 'esi selalu terjadi pada lempat yang sama dalani "-% jam setelah diminum - ungkin tunggal atau muCtipel dan mempunyai bula pada pusatnya - ungkin terjadi jenis bukal atau uretral Phenolphthalein& phenacetin& barbiturat& sul!a dan tetracyclin mungkin merupakan penyebab 6eaksi 'ikenoid dan Psoriasi!orm - ungkin tidak dapat dibedakan dan liken planus - ungkin disebabkan oleh emas& arsen dan chioroQuin 6eaksi Sensiti3itas terhadap 5ahaya 6eaksi !ototoksik berhubungan dengan sinar ultra3iolet dosis ringan yang tampak seperti - terbakar sinar matahari9 tetracycline& terutama demeclocycline& chlorproma:ine& sul!a dan thia:ide mungkin merupakan penyebab 6eaksi !otoalergik jauh lebih hebat dan mungkin menetap hertahun-tahun dengan pemaparan sinar GA yang minimal. Sul!a& sul!onylurea& chiorproma:ine dan behcrapa antibiotik munglin merupakan penyebab. Dermatitis Eks!ollati!a& Sindrom Ste3ens-0ohnson dan =ekrollsis Epidermal (okslk 0arang& dapat mengancam kehidupan9 perawatan di rumah sakit untuk pengobatan suporti!

6eaksi Ek:ematosa - (erjadi setelah sensitisasi sebelumnya dengan pemakai lokal 2iagnose 4 6iwayat penggunaan obat perlu ditanyakan dengan teliti Pemastian diagnosis berdasarkan hilangnya gejala-gejala

bila obat dihentikan Pemberian obat untuk mentesnya& dapat membahayakan -reatment : 7entikan obat 4 obat penyebab )ntihistammin untuk pruritus Kortikosteroid sistemik untuk kasus-kasus yang berat

)=EC<GDE ) DE8C=CSC )ngioudema kelainan klt , membran mukosa ; udem non pitting setempat& eritem& di!us disertai dg rs terbakar , 4 rs gatal E(C<'<EC Plg sering : obat : penisilin , deri3atnya Penybb lain : sinar 2 , en:im P)(<EE=ESCS Sama spt urtikaria SC (< )(<'<EC

Kelainan : udem& eritem setempat& di!us& D rs panas& terbakar& gatal Kelainan timbul mendadak& menetap tdk H %+ ; +- jam Kambuh kembali pd wkt ttt selama msh terpajan obat penyebab 1iasanya timbul bersama urtikaria 'okasi kelainan : wajah: bibir& mukosa mulut& lidah& kelopak mata 1l udem #D$ di laring suara serak& stridor& sesak na!as bahkan kematian

DC)E=<SCS

)namnesis cermat Pemeriksaan klinik 1l ragu radio"allergo"sorbent test #6)S($ , tes tusuk

DC)E=<SCS 1)=DC=E

)ngioudema herediter )ngioudema akb lain spt akb sengatan lebah 7entikan pemakaian obat penyebab 7indari pemakaian obat terduga )nti histamin golongan 7" 1l udem glotis #D$ dg gejala as!iksia& segera diberikan : Cnj adrenalin "4">>& >&3 ml& subkutan& tiap 3 menit dg dosis maksimal : " ml )nti histamin #klo!erinamin$ secara parenteral 7idrokortison subsinat ">> mg& i.3. 1l udem laring #D$ : ps hrs segera dirujuk ke 6S u tindakan intubasi 4 trakeotomi

PE=E<1)()=

DERMATITIS KONTAK IRITAN

Et olo( Dermatitis kontak iritan dapat diderita oleh semua orang dari berbagai golongan umur& ras& dan jenis kelamin. Penyebab munculnya dermatitis jenis ini ialah bahan yang bersi!at iritan& misalnya bahan pelarut& detergen& minyak pelumas& asam& alkali& dan serbuk kayu. Kelainan kulit yang terjadi selain ditentukan oleh ukuran molekul& daya larut& konsentrasi& 3ehikulum& serta suhu bahan iritan tersebut& juga dipengaruhi oleh !aktor lain. 8aktor yang dimaksud yaitu: lama kontak& kekerapan #terus-menerus atau berselang$ adanya oklusi menyebabkan kulit lebih permeabel& demikian juga gesekan dan trauma !isis. Suhu dan kelembaban lingkungan juga ikut berperan.

'ato(e-e# # Dermatitis kontak iritan adalah gambaran klinis proses in!lamasi yang timbul akibat pelepasan sitokin proin!lamasi dari sel- sel kulit #terutama keratinosit$&yang biasanya timbul sebagai respon terhadap stimulus kimiawi. (erdapat 3 perubahan pato!isiologi yang utama pada DKC yaitu gangguan !ungsi pertahanan kulit& perubahan seluler epidermis& dan pengeluaran sitokin. Kerusakan membran mengakti!kan !os!olipase dan melepaskan asam arakidonat #))$& diasilgliserida #D)E$& platelet acti!ating !actor #P)8$ dan inositida #CP3$. )) dirubah menjadi rostaglandin #PE$ dan leukotrin #'($. PE dan '( menginduksi 3asodilatasi& dan meningkatkan permeabilitas 3askuler sehingga mempermudah transudasi komplemen dan kinin. PE dan '( juga bertindak sebagai kemoatraktan kuat untuk lim!osit dan neutro!il& serta mengakti!asi sel mast melepaskan histamin& '( dan PE lain& dan P)8& sehingga memperkuat perubahan 3askuler.

Ge;ala Kl - # 1erdasarkan penyebab dan pengaruh !actor-!aktor& ada yang mengklasi!ikasikan menjadi sepuluh macam: DKC akut& lambat akut& reaksi iritan& kumulati!& traumaterati!& eksikasi ek:ematik& pustular dan aknei!ormis& noneritematosa& dan subyekti!. )da pula yang membagi menjadi dua kategori: a. Kategori mayor i. DKC )kut& termasuk luka bakar kimiawi ii. DKC kumulati! b. Kategori lain i. DKC 'ambat akut ii. 6eaksi iritasi iii. DKC (raumatik

i3. DKC Eritematosa 3. DKC Subyekti!

2K5 1kut Penyebab: iritan kuat& misalnya larutan asam sul!at atau basa kuat& misalnya kalium hidroksida. 1iasanya terjadi karena kecelakaan& dan reaksi segera timbul. Cntensitas reaksi sebanding dengan konsentrasi dan lamanya kontak dengan iritan& terbatas pada tempat kontak. Kulit terasa pedih& panas& rasa terbakar& kelainan yang terlihat berupa eritema edema& bula& mungkin juga nekrosis. Pinggir kelainan kulit berbatas tegas& dan pada umumnya simetris.

2K5 1kut 6ambat Eambaran klinis dan gejala sama dengan DKC akut& tetapi baru muncul - sampai %+ jam atau lebih setelah kontak. 1ahan yang dapat mengakibatkan DKC akut lambat misalnya podo!ilin& antralin& asam hidro!luorat. 5ontohnya ialah dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga yang terbang pada malam hari #dermatitis 3enenata$9 penderita baru merasa pedih esok harinya& pada awalnya terlihat eritema dan sore harinya sudah menjadi 3esikel atau bahkan nekrosis.

2K5 Kumulatif Paling sering terjadi& nama lain ialah DKC Kronik. Penyebabnya ialah kontak berulang dengan iritan lemah #8aktor !isik& misalnya gesekan& trauma mikro& panas atau dingin9 juga bahan misalnya deterjen$. ungkin terjadi karena kerjasama berbagai !actor. Kelainan baru nyata setelah

kontak berminggu atau bulan bahkan bertahun-tahun sehingga waktu dan rentetan kontak merupakan !actor penting. Eejala klasik berupa kulit kering& eritema& skuama& lambat laun kulit tebal #hyperkeratosis$ dan likeni!ikasi di!us. 1ila kontak terus berlangsung& akhirnya kulit akan retak seperti luka iris& misalnya pada kulit tummit tukang cuci yang mengalami kontak terus menerus dengan deterjen. Keluhan umumnya rasa gatal atau nyeri karena kulit retak #!issure$. )da kalanya kelainan hanya berupa kulit kering atau skuama tanpa eritema sehingga diabaikan oleh penderita.

Reaksi 5ritan erupakan dermatitis iritan subklinis pada seseorang yang terpajan dengan pekerjaan basah& misalnya penata rambut dan pekerja logam dalam beberapa bulan pertama pelatihan. Kelainan kulit monomor! dapat berupa skuama& eritema& pustule& 3esikel& dan erosi. Gmumnya dapat sembuh sendiri& menimbulkan penebalan kulit& kadang berlanjut menjadi DKC kumulati!.

2K5 -raumatik Kelainan kulit berkembang lambat setelah trauma panas atau laserasi. Eejala seperti dermatitis numularis& penyembuhan lambat& paling cepat * minggu. Paling sering terjadi di tangan.

2K5 Noneritematosa erupakan bentuk subklinis DKC& ditandai perubahan !ungsi sawar stratum korneum tanpa disertai kelainan klinis.

2K5 Subyektif 0uga disebut DKC sensori9 kelainan kulit tidak terlihat& namun penderita merasa seperti tersengat #pedih$& atau terbakar #panas$ setelah kontak dengan bahan kimia tertentu& misalnya asam laktat.

H #topatolo( k Eambaran tidak karakteristik. Pada DKC akut #oleh iritan primer$& dalam dermis terjadi 3asodilatasi dan sebukan sel mononuclear di sekitar pembuluh darah dermis bagian atas. Eksositosis di epidermis diikuti spongiosis dan edema intrasel dan akhirnya terjadi nekrosis epidermal. Pada keadaan berat& kerusakaan epidermis dapat menimbulkan 3esikel atau bula. Di dalam 3esikel atau bula& ditemukan lim!osit dan neutro!il.

D a(-o# # Didasarkan pada anamnesis dan gambaran klinis. DKC akut lebih mudah diketahui karena munculnya cepat sehingga penderita pada umumnya masih ingat apa yang menjadi penyebabnya. DKC Kronis timbulnya lambat serta mempunyai 3ariasi gambaran klinis yang luas sehingga adakalanya sulit dibedakan dengan dermatitis kontak alergi. Gntuk ini diperlukan uji temple dengan bahan yang dicurigai.

'e-(o3ataBang terpenting adalah menghindari pajanan bahan iritan dan menyingkirkan !actor yang memperberat. 1ila hal ini dapat dilakukan& dan tidak terjadi

komplikasi& maka DKC akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan topical& mungkin cukup dengan pelembap untuk memperbaiki kulit yang kering. 1ila diperlukan& untuk mengatasi peradangan& diberikan kortikosteroid topical& atau untuk kelainan yang kronis dapat diawali dengan kortikosteroid yang lebih kuat. Pencegahan: pemakaian alat pelindung diri yang adekuat bagi pekerja dengan bahan iritan.

')o(-o# # 1ila bahan iritan penyebab dermatitis tidak dapat disingkirkan dengan sempurna& prognosisnya kurang baik. 7al ini sering terjadi pada DKC kronis yang penyebabnya multi !actor& juga pada penderita atopi.

DERMATITIS KONTAK ALERGIKA

Et olo( 1ahan kimia sederhana #1 diproses berupa hapten. 8aktor yang mempengaruhi ". Nat : potensi sensitisasi allergen& dosis per unit area& luas daerah yang terkena& lama& suhu %. Cndi3idu : keadaan kulit& imun& sedang sakit atau tidak& terpajan matahari 'ato< # olo( 6eaksi sensiti3itas tipe + rendah I ">>> dalton$ yakni allergen yang belum

". 8ase sensitisasi #%-3 minggu$ 7apten masuk epidermis ditangkap oleh sel langerhans dengan pinositosis diproses oleh en:im lisosom dan digabung dengan molekul 7')-D6 menjadi antigen lengkap ke saluran lim!e& dipresentasikan oleh sel langerhans ke sel ( sel langerhans mengeluarkan C'-" untuk menstimulasi sel ( menghasilkan C'-% #sitokin& C'-%6$ stimulasi proli!erasi sel ( sel ( memori HH #turunan sel ($ beredar ke seluruh tubuh tersensitisasi %. 8ase elisitase Pajanan ulang allergen ditangkap sel langerhans menjadi kompleks 7')-D6 dan )E dipresentasikan ke sel ( yang sudah tersensitisasi di kulit dan kelenjar lim!e. akti3asi di kulit sel langerhans membentuk C8= gamma merangsang keratinosit untuk menghasilkan C'-%& C'-*& (=8 al!a& E 58 stimulasi keratinosit untuk menghasilkan eikosanoid akti3asi sel mask dan makro!ag keluar histamine& kemotaktik& PEE%& PED%& leukotrien 1+ #'(1-+$ dilatasi 3askuler& peningkatan permeabilitas kapiler sehingga molekul larut mudah di!usi di dermis dan epidermis.

Ge;ala Kl - # : gatal )kut : bercak eritematosa yang berbatas tegas& edema& papulo3esikel& 3esikel atau bula& 3esikel dan bula pecah jadi erosi #eksudasi : basah$. Kronis : kulit kering& berskuama& papul& likeni!ikasi& batasnya tidak jelas& !issure. 5ontoh lokasi: lengan karena alergi jam tangan& di ketiak karena deodoran dll.

'eme) k#aaG0C (E PE'

".

enempelkan allergen di kulit punggung pasien #+- jam$ Dalam pelaksanaannya: Dermatitis harus sudah tenang (es min. " mggu setelah pake korticost sistemik (idak adan riwayat urtikaria ".-3> menit setekah dilepas.

2. Setelah +- jam& dibuka : dibaca pertama

Pembacaan kedua dilakukan sampai seminggu setelahnya. Pada respon iritan reaksi tipe decrescendo& pada respon alergi reaksi tipe kresendo. 7asil ". U 6eaksi lemah #non 3esikuler$ : eritema& in!iltrate& papul #D$ %. U 6eaksi kuat : edema ,4 3esikel #DD$ 3. U 6eaksi sangat kuat4 ekstrim : bula4ulkus #DDD$ +. U eragukan : macula eritematosa #W$ .. U Critasi : seperti terbakar& pustule& purpura #C6$ *. U 6eaksi #;$ @. U E2cited skin #D palsu$ -. U (idak di tes

DD Dermatitis atopi& D. numularis& D. seboroik& psoriasis& D. kontak iritan.

Te)ap Pencegahan terulangnya kontak ulangan Kortikosteroid #prednisone 3> mg4hari$ atasi rdang akut : eritema& edem& 3esikel4bula& eksudati!. Gntuk ekut4 ringan& setelah korticosteroid sistemik topikal

DERMATITIS ATO'IK

)dalah keadaan peradangan kulit kronis dan residi!& disertai gatal& dan umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak& sering berhubungan dengan peningkatan kadar CgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita #D.).& rhinitis alergik& dan atau asma bronchial$. Kelainan kulit berupa papul gatal& yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likeni!ikasi& distribusinya di lipatan #!leksural$.

Et opato(e-e# # 1erbagai !actor ikut berinteraksi dalam pathogenesis D.).& misalnya !actor genetic& lingkungan sawar kulit& !armakologik& dan imunologik. Konsep dasar terjadinya D.). adalah melalui reaksi imunologik& yang diperantarai oleh sel-sel yang berasal dari sumsum tulang. Kadar CgE dalam serum penderita D.). dan jumlah eosino!il dalam darah peri!er umumnya meningkat. (erbukti bahwa adanya hubungan secara sistemik antara D.). dan alergi saluran napas& karena ->/ anak dengan D.). mengalami asma bronchial atau rhinitis alergik. 1erikut ini + kelas gen yang mempengaruhi penyakit atopik : Kela# I : gen predisposisi untuk atopi dan respons umum CgE o 6eseptor 8cX6C-Y& mempunyai a!initas tinggi untuk CgE #kromosom ""Q"%-"3$ o Een sitokin C'-+ #kromosom .$ o Een reseptor ; Z C'-+ #kromosom "*$ Kela# II : gen yang berpengaruh pada respon CgE spesi!ik o (56 #kromosom @ dan "+$

o 7') #kromosom *$ Kela# III : gen yang mempengaruhi mekanisme non-in!lamasi #misalnya hiperresponsi! bronkhial$ Kela# I6 : gen yang mempengaruhi in!lamasi yang tidak diperantarai CgE o (=8 #kromosom *$ o Een kimase sel mast #kromosom "+$ Cndi3idu dengan kondisi atopi lebih mudah bereaksi terhadap antigen lingkungan #makanan dan inhalan$& menimbulkan sensitisasi tipe dadakan4alergi ana!ilaksis #reaksi alergi tipe "$. Cmunitas selular menurun pada -> / penderita dermatitis atopik& sehingga berakibat meningkatnya kerawanan terhadap in!eksi 3irus& bakteri dan jamur& respons terhadap hipersensiti3itas lambat atau menurun. 0umlah lim!osit-( #5D3$ dan sel (-penekan #5D-$ menurun& sehingga rasio sel (-penolong #5D+$ terhadap sel (-penekan #5D-$ meningkat.

Selain itu terhadap perubahan respons sistemik pada dermatitis atopik& yaitu : Sintesis CgE meningkat CgE spesi!ik terhadap allergen ganda meningkat& termasuk terhadap makanan ikroorganisme& toksin& alergi dan autoalergen Ekspresi 5D%3 #reseptor CgE bera!initas rendah$ pada sel 1 dan monosit meningkat Pelepasan histamine dari baso!il meningkat 6espons hipersensiti3itas terganggu Eosino!ilia Sekresi C'-+& C'-. dan C'-"3 oleh sel (7% meningkat Sekresi C8=-[ oleh sel (7" menurun

Kadar )1 !"phosphodiesterase monosit meningkat& disertai peningkatan C'"> dan PEE%.

4akto) 'em 5" Pada anak kecil& makanan dapat berperan dalam pathogenesis D.).& tetapi tidak bisa terjadi pada penderita D.). yang lebih tua. akanan yang paling sering ialah telur& susu& gandum& kedele& dan kacang tanah. 6eaksi yang terjadi pada penderita D.). karena induksi allergen makanan dapat berupa dermatitis ek:ematosa& urtikaria& kontak urtikaria& atau kelainan mukokutan yang lain. 7asil pemeriksaan laboratorium dari bayi dan anak-anak kecil dengan D.). sedang atau berat& menunjukkan reaksi positi! terhadap tes kulit dadakan #immediate skin test$ dengan berbagai jenis makanan. 6eaksi positi! ini diikuti kenaikan mencolok histamine dalam plasma dan akti3asi eosino!il. Sel ( spesi!ik untuk allergen makanan juga berhasil diklon dari lesi penderita D.). Penderita D.). cenderung mudah terin!eksi oleh bakteri& 3irus& dan jamur& karena imunitas selular menurun #akti3itas (7" berkurang$. Pada lebih dari F>/ lesi kulit penderita D.). ditemukan S.aureus& sedangkan pada orang normal hanya ./.

Gam3a)a- Kl - # Keadaan kulit pada umunya& berupa : Kering Pucat4redup Kadar lipid di epidermis berkurang Kehilangan air lewat epidermis meningkat 0ari tangan terasa dingin Penderita merupakan seseorang yang astenik

Eambaran klinis utama& diantaranya: Pruritus 7ilang timbul sepanjang hari& terutama timbul pada malam hari )kibat garukan& dapat berupa : Papul 'ikeni!ikasi Eritema Erosi Ekskoriasi Eksudasi Krusta

Dapat dibagi menjadi 3 !ase yaitu : a0 timbul krusta. dan susah tidur Pada usia "- bulan mulai tampak likeni!ikasi Sebagian besar hilang pada usia lebih dari % tahun namun sebagian lagi berlanjut menjadi bentuk anak. 'esi meluas ke tempat lain yaitu scalp& leher& pergelangan tangan& lengan dan tungkai. Saat gatal timbul biasanya anak menangis& gelisah 5nfantil /. bln".thn0 uncul pada usia lebih dari % th 'esi mulai di muka #dahi&pipi$ berupa eritema dan papulo-3esikel yang halus akibat digaruk sehingga pecah kemudian

b0

1nak /. 7 +8 thn0 'esi lebih kering& tidak begitu eksudati!& lbih bnyak papul& likene!ikasi dan sedikit skuama. 'okasi berada di lipat siku& lipat lutut& pergelangan tangan bagian !leksor& kelopak mata& leher& muka. 1ila digaruk menyebabkan kulit menebal& erosi dan likene!ikasi sehingga terjadi lingkaran setan Jgatal-garukK Sensit! terhadap wol& bulu kucing& dll. 1ila mengenai lebih dari .>/ permukaan tubuh dapat memperlambat pertumbuhan.

c0

Remaja dan dewasa Dapat berupa plak papular-eritematosa dan skuama atau plak likene!ikasi yang gatal Pada remaja sering terjadi di lipat siku& lipat lutut& samping leher dahi dan sekitar mata Pada dewasa& distribusi lesi kurang karakteristik Sering mengenai tangan dan pergelangan tangan& kadang-kadang di bibir& 3ul3a& puting susu& scalp. 'esi kering& agak menimbul& papul datar dan cenderung bergabung menjadi plak likene!ikasi dan skuma& bila digaruk timbul eksoriasi dan eksudasi. istirahat Kambuh saat stres dan berakti3itas #akibat penderita sulit mengeluarkan keringat$ Pada umumnya berlanhsung lama lalu cenderung menurun dan membaik setelah usia 3> tahun 'esi sangat gatal& terutama pada malam hari waktu

5enderung mudah mengalami kontak urtikaria& reaksi anal!ilaksis terhadap obat& insect bites dll.

Im"-oh #tolo( masih normal$ - degranulasi 3ascular peningkatan ekspresi molekul adhesi E-selektin& A5) -" dan C5) pada sel endotel. 'esi kronis : - hiperkeratosis dan akantosis - dermis : bersebukan sel radang yaitu makro!ag dan eosino!il - eosino!il melepaskan major basic protein dan eosino!il cationic protein ke dalam kulit dan sirkulasi " 'esi akut 4 awal ditandai dengan spongiosis& eksositosis lim!osit (& jumlah S' meningkat. Dermis : - edema - bersebukan sel radang& yaitu lim!osit (& makro!ag& sel mast #jumlah

D a(-o#a Kriteria mayor ekstensor pada bayi dan anak dewasa dermatitis kronis atau residi! riwayat atopi keluarga dermatitis di !leksura pada pruritus dermatitis di muka atau

Kriteria minor S.aureus dan 3irus herpes simple2$ tangan atau kaki mammae delayed blanch response organ makanan dipengaruhi oleh lingkungan atau emosi positi! (es kulit alergi tipe dadakan Perjalanan penyakit konjungti3itis berulang keratokonus katarak subcapsular anterior <rbita menjadi gelap uka pucat atau eritema Eatal bila berkeringat Cntolerans terhadap wol 7ipersensiti! terhadap keilitis lipatan in!ra orbita Denniewhite dermographism dan pitiriasis alba dermatitis di papilla dermatitis nonspesi!ik pada 2erosis in!eksi kulit #khususnya oleh

meningkat

Kadar

CgE

dalam

serum

)witan pada usia dini

diagnisa punya 3 kriteria mayor dan 3 kriteria minor )dapun kriteria lain yang diusulkan yaitu : harus mempunyai kondisi kulit gatal #itchy skin$ ditambah 3 atau lebih kriteria berikut : ". riwayat terkenanya lipatan kulit %. riwayat asma bronkhial atau hay !e3er pada penderita 3. riwayat penyakit atopi pada keluarga pada anak dibawah usia + th +. riwayat kulit kering secara umum pada tahun kemarin .. adanya dermatitis yang tampak di lipatan *. awitan dibawah usia % tahun #tidak digunakan bila anak dibawah + th$

'e-(o3ataa. 'e-atalak#a-aa- Um"m 7indari semua !aktor luar yang memungkinkan menimbulkan mani!estasi klinis Sabun dan deterjen& kontak dengan bahan kimia& pakaian kasar& kontak terhadap panas atau dingin andi dengan pembersih yang mengandung pelembab& hindari pembersih antibacterial karena beresiko menginduksi resistensi 3. 'e-(o3ata- top 5al H .)a# k"l t

Kulit penderita dermatitis atopik kering dan !ungsi sawarnya berkurang& mudah retak sehingga mempermudah masuknya mikroorganisme pathogen& bahan iritan dan allergen Perlu diberikan pelembab& misalnya krim hidro!ilik urea ">/ dapat pula ditambah dengan hidrokortison "/ di dalamnya. 1ila memakai pelembab yang mengandung asam laktat& konsentrasinya jangan lebih dari . /. Karena dapat mengiritasi bila dermatitisnya masih akti!. Setelah mandi kulit di bersihkan& kemudian memakai emolien. Dipakai beberapa kali sehari& karena lama kerja maksimum * jam. Ko)t ko#te)o . top 5al Pada bayi digunakan salep steroid berpotensi rendah& misalnya hidrokortison "/-%&./. Pada anak dan dewasa digunakan steroid berpotensi sedang& misalnya triamsinolon& kecuali pada wajah digunakan steroid berpotensi lebih rendah. 1ila akti3itas penyakit telah terkontrol& dipakai secara intermitten % kali seminggu& untuk menjaga agar tidak cepat kambuh. Im"-omo."lato) top 5al Tak)ol m"# = = = = = Suatu penghambat calceuneurin Dapat diberikan dalam bentuk salep >&>3/ untuk anak usia %-". tahun& untuk dewasa >&>3/ dan >&" / (akrolimus menghambat akti3asi sel yang terlibat dalam dermatitia atopik& yaitu sel langerhans& sel (& sel mas dan keratinosit (idak ditemukan e!ek samping& kecuali rasa terbakar setempat (idak menyebabkan atro!i kulit seperti pada pemakaian kortikosteroid& dapat digunakan di muka dan kelopak mata ')epa)at ta)

= = =

empunyai e!ek antipruritus dan antiin!lamasi pada kulit Dipakai pada lesi kronis& jangan pada lesi kulit Sediaan dalam bentuk salep hidro!ilik

A-t h #tam = Pengobatan dermatitis atopik dengan antihistamin topical tidak dianjurkan karena berpotensi kuat menimbulkan sensitisasi pada kulit 5. 'e-(o3ata- # #tem k Ko)t ko#te)o . = Kortikosteroid sistemik hanya digunakan untuk mengendalikan

eksaserbasi akut& dalam jangka pendek dan dosis rendah& diberikan berselang-seling atau diturunkan bertahap& kemudian segera diganti dengan kortikosteroid topical. A-t h #tam = = = Digunakan untuk membantu mengurangi rasa gatal yang hebat& terutama malam hari& sehingga menggangu tidur )ntihistamin yang digunakan adalah yang mempunyai e!ek sedati3e& misalnya hidroksisin atau di!enhidramin Pada kasus yang lebuh sulit dapat diberikan doksepin hidroklorid yang mempunyai e!ek antidepresan dan memblokade reseptor histamine 7" dan 7%& dengan dosis ">-@. mg secara oral pada malam hari pada orang dewasa A-t -<ek# = = = Pada dermatitis atopik ditemukan peningkatan kolono sta!ilokokus aureus Gntuk yang belum resistensi dapat diberikan eritromisin& asitromisin atau klaritromisin Gntuk yang sudah resistensi diberikan dokloksasilin& oksasilin atau generasi pertama se!alosporin I-te)<e)o-

= =

C8=-[ diketahui menekan respons CgE dan menurunkan !ungsi dan proli!erasi sel (7%

Pengobatan dengan C8=-[ rekombinasi memberikan perbaikan klinis& karena dapat menurunkan jumlah eosino!il total dalam sirkulasi S klo#po) = <bat imonosupresi! kuat yang terutama bekerja pada sel ( akan terikat dengan cyclophilin menjadi satu kompleks yang akan menghambat calcineurin sehingga transkripsi sitokin ditekan = Diberikan dengan dosis jangka pendek& peroral . mg4kg 11

.. Te)ap # -a)

')o(-o# # Sulit meramalkan prognosis D.). pada seseorang. Prognosis lebih buruk bila kedua orang tuanya menderita D.). ada kecenderungan perbaikan spontan pada masa anak& dan sering ada yang kambuh pada masa remaja. Sebagian kasus menetap pada usia di atas 3> tahun. 8actor yang berhubungan dengan prognosis kurang baik D.). yaitu: D.). luas pada anak enderita rhinitis alergik dan asma bronchial

6iwayat D.). pada orang tua atau saudara kandung )witan #onset$ D.). pada usia muda )nak tunggal Kadar CgE serum sangat tinggi

DERMATITIS NUMULARIS

=ama lain dari dermatitis nummular adalah ek:em diskoid& ek:em numular& nummular ec'ematous dermatitis. (erdapat beberapa klasi!ikasi dermatitis berdasarkan lokasi kelainan& penyebab& usia& !aktor konstitusi. Dermatitis numular merupakan suatu peradangan dengan lesi yang menetap& dengan keluhan gatal& yang ditandai dengan lesi berbentuk uang logam& sirkular atau lesi o3al berbatas tegas& umumnya ditemukan pada daerah tangan dan kaki. 'esi awal berupa papul disertai 3esikel yang biasanya mudah pecah.

Ep .em olo( Dermatitis numular angka kejadiannya pada usia dewasa lebih sering pada lakilaki dibandingkan wanita& onsetnya pada usia antara .. dan *. tahun. Penyakit ini jarang pada anak-anak& jarang muncul dibawah usia " tahun& hanya sekitar @ dari +** anak yang menderita dermatitis numular dan !rekuensinya cenderung meningkat sesuai dengan peningkatan umur.

Et olo( Penyebabnya sampai saat ini belum diketahui. =amun demikian banyak !aktor predisposisi& baik predisposisi primer maupun sebagai predisposisi sekunder telah diketahui sebagai agen etiologi. Staphylococci dan micrococci diketahui sebagai penyebab langsung melalui mekanisme hipersensiti3itas. =amun demikian& perannya secara patologis belum juga diketahui. Dalam beberapa kasus& adanya tekanan emosional& trauma lokal seperti gigitan serangga dan kontak dengan bahan kimia mungkin dapat mempengaruhi timbulnya dermatitis numular& tetapi bukan merupakan penyebab utama. Penyakit ini umumnya cenderung meningkat

pada musim dingin& juga dihubungkan dengan kondisi kulit yang kering dan !rekuensi mandi yang sering dalam sehari akan memperburuk kondisi penyakit ini.

'ato< # olo( Dermatitis numular merupakan suatu kondisi yang terbatas pada epidermis dan dermis saja. 7anya sedikit diketahui pato!isiologi dari penyakit ini& tetapi sering bersamaan dengan kondisi kulit yang kering. )danya fissura pada permukaan kulit yang kering dan gatal dapat menyebabkan masuknya alergen dan mempengaruhi terjadinya peradangan pada kulit. Suatu penelitian menunjukkan dermatitis numularis meningkat pada pasien dengan usia yang lebih tua terutama yang sangat sensiti! dengan bahan-bahan pencetus alergi. (arrier pada kulit yang lemah pada kasus ini menyebabkan peningkatan untuk terjadinya dermatitis kontak alergi oleh bahan-bahan yang mengandung metal. Karena pada dermatitis numular terdapat sensasi gatal& telah dilakukan penelitian mengenai peran mast cell pada proses penyakit ini dan ditemukan adanya peningkatan jumlah mast cell pada area lesi dibandingkan area yang tidak mengalami lesi pada pasien yang menderita dermatitis numularis. Suatu penelitian juga mengidenti!ikasi adanya peran neurogenik yang menyebabkan in!lamasi pada dermatitis numular dan dermatitis atopik dengan mencari hubungan antara mast cell dengan sara! sensoris dan mengidenti!ikasi distribusi neuropeptida pada epidermis dan dermis dari pasien dengan dermatitis numular. Peneliti mengemukakan hipotesa bahwa pelepasan histamin dan mediator in!lamasi lainnya dari mast cell yang kemudian berinteraksi dengan neural )"fibers dapat menimbulkan gatal. Para peneliti juga mengemukakan bahwa kontak dermal antara mast cell dan sara!& meningkat pada daerah lesi maupun non lesi pada penderita dermatitis numular. Substansi P dan kalsitonin terikat rantai peptide meningkat pada daerah lesi dibandingkan pada non lesi pada penderita dermatitis numular. =europeptida ini dapat menstimulasi pelepasan sitokin lain sehingga memicu timbulnya in!lamasi. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa adanya mast cell pada dermis dari pasien dermatitis numular

menurunkan akti3itas en:im chymase& mengakibatkan menurunnya kemampuan menguraikan neuropeptida dan protein. Disregulasi ini dapat menyebabkan menurunnya kemampuan en:im untuk menekan proses in!lamasi.

Ge;ala Kl - # Eejala ; gejala yang umum& antara lain: o (imbul rasa gatal o 'uka kulit yang antara lain makula& papul& 3esikel& atau tambalan : 1entuk numular #seperti koin$. (erutama pada tangan dan kaki. Gmumnya menyebar. 'embab dengan permukaan yang keras.

o Kulit bersisik atau ekskoriasi. o Kulit yang kemerahan atau in!lamasi.

erah& 'esi dermatitis numularis pada mata kaki.

'esi yang khas berbentuk koin dari dermatitis numularis pada tangan dari penderita. Eambaran diatas dapat disimpulkan ada 3 bentuk klinis dermatitis numular yaitu9 ". Dermatitis numular pada tangan dan lengan. Kelainannya terdapat pada punggung tangan serta di bagian sisi atau punggung jari-jari tangan. Sering dijumpai sebagai plak tunggal yang terjadi pada sisi reaksi luka bakar& kimia atau iritan. 'esi ini jarang meluas. %. Dermatitis numular pada tungkai dan badan. 1entuk ini merupakan bentuk yang lebih sering dijumpai. Pada sebagian kasus& kelainan sering didahului oleh trauma lokal ataupun gigitan serangga. Gmumnya kelainan bersi!at akut& persisten dan eksudati!. Dalam perkembangannya& kelainan dapat sangat edematous dan berkrusta& cepat meluas disertai papul-papul dan 3esikel yang tersebar. Pada Dermatitis numular juga sering dijumpai penyembuhan pada bagian tengah lesi& tetapi secara klinis berbeda dari bentuk lesi tinea. Pada kelainan ini bagian tepi lebih 3esikuler dengan batas relati! kurang tegas. 'esi permulaan biasanya timbul di tungkai bawah kemudian menyebar ke kaki yang lain& lengan dan sering ke badan. 3. Dermatitis numular bentuk kering. 1entuk ini jarang dijumpai dan berbeda dari dermatitis numular umumnya karena di sini dijumpai lesi diskoid berskuama ringan dan multipel pada tungkai atas dan bawah serta beberapa papul dan 3esikel kecil di bagian tepinya di atas dasar eritematus pada telapak tangan dan telapak kaki. Eatal

minimal yang berbeda sekali dengan bentuk dermatitis numular lainnya. enetap bertahun-tahun dengan !luktuasi atau remisi yang sulit diobati.

'eme) k#aa- 'e-"-;a-( Pada pemeriksaan laboratorium& tidak ada penemuan yang spesi!ik. Gntuk membedakannya dengan penyakit lain& seperti dermatitis karena kontak diperlukan patch test dan prick test untuk mengidenti!ikasikan bahan kontak. Pemeriksaan K<7 untuk membedakan tinea dengan dermatitis numular yang mempunyai gambaran penyembuhan di tengah. 0ika ada kondisi lain yang sangat mirip dengan penyakit ini sehingga sulit untuk menentukan diagnosisnya #contohnya pada tinea& psoriasis$ dapat dilakukan biopsi.

D a(-o# # Dermatitis numular dapat didiagnosis berdasarkan anamnesis dan gejala klinis. (ingkat gatal dan terjadinya likeni!ikasi akan membedakannya dari neurodermatitis. Distribusi lesi biasanya pada kedua lutut& kedua siku dan kulit kepala. Pada psoriasis& lesinya kering& skuamanya lebih tebal dan iritasinya lebih ringan& patch test dan prick test akan membantu mengidenti!ikasikan penderita dengan dermatitis kontak.

D a(-o# # Ba-. -( ". 'iken simpleks kronikus #neurodermatitis$. 1iasanya jarang& lesinya kering berupa plak yang likeni!ikasi dengan distribusi tertentu.

1entuk lesi dari neurodermatitis pada daerah tengkuk leher& pergelangan tangan dan punggung kaki. %. Dermatitis kontak alergi. or!ologi klinis primer antara dermatitis kontak dan dermatitis numular sering sulit untuk dibedakan. Pada dermatitis kontak biasanya lokal& dan ditemukan riwayat kontak sebelumnya. Gntuk membedakan dapat dilakukan pemeriksaan patch test atau prick test.

1entuk lesi dari dermatitis kontak alergi yang lesinya muncul akibat penggunaan plester dan reaksi sinar matahari. 3. Pitiriasis rosea erupakan peradangan yang ringan dengan penyebab yang belum diketahui. 1anyak diderita oleh wanita yang berusia antara ". dan +> tahun terutama pada musim semi dan musim gugur. Eambaran klinisnya bisa menyerupai dermatitis numular. (etapi umumnya terdapat sebuah lesi yang besar yang mendahului terjadinya lesi yang lain. 'esi tambahan cenderung mengikuti garis kulit dengan distribusi pohon cemara dan biasanya disertai dengan rasa gatal yang ringan. 'esi-lesi tunggal berwarna merah muda terang dengan skuama halus. 1isa juga lebih eritematus. Pitiriasis rosea berakhir antara 3-minggu dengan penyembuhan spontan.

1entuk lesi pada pitiriasis rosea dengan lesi awalnya lebih besar dan

mengikuti garis kulit yang berbentuk seperti pohon cemara. +. Dermatitis atopik Gmumnya pada pasien dengan lesi pada tangan. !atch test dan prick test dapat membantu jika terdapat riwayat dermatitis atopik.

1entuk lesi dermatitis atopik persisten pada daerah telapak tangan dan daerah dada.

'e-atalak#a-aaPenatalaksanaanya di!okuskan pada gejala yang mendasari. ". elindungi kulit dari trauma. Karena pada jenis ini biasanya berawal dari trauma kulit minor. 0ika ada trauma pada tangan& gunakan sarung tangan supaya tidak teriritasi. .& Emollients& Emollients merupakan pelembab. Digunakan untuk mengurangi kekeringan pada kulit. 5ontoh emollients yang sering digunakan antara lain 9 a9ueous cream# gliserine dan cetomacrogol cream# wool fat lotions& 3. Steroid topikal. Gntuk menghilangkan peradangan pada kulit dan mengurangi iritasi kulit. isalnya dengan pemberian triamcinolone >&>%.->&"/. +. )ntibiotik oral maupun topikal.

Gntuk mencegah in!eksi sekunder. Digunakan diclo2acillin dosis oral "%.-.>> mg + kali per hari selama @-"> hari. Kadang-kadang dermatitis numular dapat sembuh total& hanya timbul lagi jika pengobatan tidak diteruskan. .. )ntihistamin oral. engurangi gatal dan sangat berguna pada malam hari. (idak menghilangkan dermatitis. isalnya hydro$y'ine #atara2& 3istaril&3ista:ine$ dengan dosis oral %.-">> mg + kali per hari. *. 8ototerapi. :ltraviolet light treatment beberapa kali dalam seminggu biasanya dapat membantu. Dapat mengontrol dermatitis dalam beberapa bulan& namun pada kasus yang berat sangat diperlukan. 8ototerapi dengan ultra3iolet 1 mungkin e!ekti!. @. Steroid sistemik. Digunakan untuk kasus-kasus dermatitis numular yang berat& diberikan prednilson dengan dosis oral +>-*> mg + kali per hari dengan dosis yang diturunkan secara perlahan-lahan. 7anya berguna dalam beberapa minggu& dermatitis yang belum sembuh sempurna& dapat ditangani dengan pemberian krim steroid dan emolilients.

')o(-o# # Pasien perlu untuk diberitahukan tentang perkembangan atau perjalanan penyakit dari dermatitis numular yang cenderung sering berulang. encegah atau menghindari dari !aktor-!aktor yang memperburuk atau meningkatkan !rekuensi untuk cenderung berulang dengan menggunakan pelembab pada kulit akan sangat membantu mencegah penyakit ini.

DERMATITIS SEBOROIK

Dermatitis seboroik adalah peradangan super!icial kulit kronis yang mengalami remisi dan eksaserbasi dengan area seboroik sebagai tempat predileksi. )rea seboroik adalah bagian tubuh yang banyak terdapat kelenjar sebasea #kelenjar minyak$ yaitu: daerah kepala #kulit kepala& telinga bagian luar& saluran telinga& kulit di belakang telinga$& wajah #alis mata& kelopak mata& glabella& lipatan nasolabial& dagu$& badan bagian atas #daerah presternum& daerah interskapula& areolla mammae$ dan daerah lipatan #ketiak& lipatan di bawah mammae& umbilicus& lipatan paha& daerah anogenital& dan lipatan pantat$. 2andruff adalah deskuamasi pada kulit kepala yang merupakan awal dermatitis seboroik yang secara bertahap akan menjadi kemerahan& iritasi& dan peningkatan jumlah skuama sampai menjadi dermatitis seboroik.

Et olo( .a- 'ato< # olo( Dihubungkan dengan: ". %. 3. +. .. *. @. -. Kulit di daerah seboroik sebagai !actor predisposisi Cn!eksi !ityrosporum ovale# didasarkan pada respon klinis dan mikrobiologi terhadap terapi ketocona:ole topical Cn!eksi )andida atau Sta!ilokokus 7ipersensiti3itas terhadap bakteri atau antigen epidermal )bnormalitas neurotransmitter 6espon emosional terhadap stress atau kelelahan Proli!erasi epidermal berlebih Diet abnormal

F. ">. "". penyakit

Cnsiden lebih tinggi pada penderita )CDS& berupa DS berat& luas& dan sukar diobati 7ygiene yang buruk& berhubungan dengan perawatan orang sakit dan penyakit berat Aariasi suhu dan kelembaban udara yang rendah memperburuk

Kla# < ka# .a- Ma- <e#ta# Kl - k Dermatitis seboroik umumnya berpengaruh pada daerah kulit yang mengandung kelenjar sebasea dalam !rekuensi tinggi dan akti!. Distribusinya simetris dan biasanya melibatkan daerah berambut pada kepala meliputi kulit kepala& alis mata& kumis dan jenggot. )dapun lokasi lainnya bisa terdapat pada dahi& lipatan nasolabial& kanalis auditoris e2ternal dan daerah belakang telinga. Sedangkan pada tubuh dermatitis seboroik dapat mengenai daerah presternal dan lipatan-lipatan kulit seperti aksila& pusar& inguinal& in!ra mamae& dan anogenital. enurut usia dibagi menjadi dua& yaitu: ". Pada remaja dan dewasa Dermatitis seboroik pada remaja dan dewasa dimulai sebagai skuama berminyak ringan pada kulit kepala dengan eritema dan skuama pada lipatan nasolabial atau pada belakang telinga. Skuama muncul pada kulit yang berminyak di daerah dengan peningkatan kelenjar sebasea #misalnya aurikula& jenggot& alis mata& tubuh #lipatan dan daerah in!ra mamae$& kadang-kadang bagian sentral wajah dapat terlibat. Dua tipe dermatitis seboroik dapat ditemukan di dada yaitu tipe petaloid #lebih umum $ dan tipe pityriasi!orm #jarang$. 1entuknya awalnya kecil& papul-papul !ollikular dan peri!ollikular coklat kemerah-merahan dengan skuama berminyak. Papul tersebut menjadi patch yang menyerupai bentuk daun bunga atau seperti medali #medallion seborrheic dermatitis$. (ipe pityriasi!orm

umumnya berbentuk makula dan patch yang menyerupai pityriasis rosea. Patch-patch tersebut jarang menjadi erupsi. Pada masa remaja dan dewasa mani!estasi kliniknya biasanya sebagai scalp scaling #ketombe$ atau eritema ringan pada lipatan nasolabial pada saat stres atau kekurangan tidur. %. Pada bayi Pada bayi& dermatitis seboroik dengan skuama yang tebal& berminyak pada 3erteks kulit kepala #cradle cap$. Kondisi ini tidak menyebabkan gatal pada bayi sebagaimana pada anak-anak atau dewasa. Pada umumnya tidak terdapat dermatitis akut #dengan dicirikan oleh oo:ing dan weeping$. Skuama dapat ber3ariasi warnanya& putih atau kuning. Eejala klinik pada bayi dan berkembang pada minggu ke tiga atau ke empat setelah kelahiran. Dermatitis dapat menjadi general. 'ipatan-lipatan dapat sering terlibat disertai dengan eksudat seperti keju yang bermani!estasi sebagai diaper dermatitis yang dapat menjadi general. Dermatitis seboroik general pada bayi dan anak-anak tidak umum terjadi& dan biasanya berhubungan dengan de!isiensi sistem imun. )nak dengan de!isiensi sistem imun yang menderita dermatitis seboroik general sering disertai dengan diare dan !ailure to thri3e #'einerOs disese$. Sehingga apabila bayi menunjukkan gejala tersebut harus die3aluasi sistem imunnya. enurut daerah lesinya& dermatitis seboroik dibagi tiga: ". Seboroik kepala Pada daerah berambut& dijumpai skuama yang berminyak dengan warna kekuning-kuningan sehingga rambut saling melengket9 kadang-kadang dijumpai krusta yang disebut Pitriasis <leosa #Pityriasis steatoides$. Kadangkadang skuamanya kering dan berlapis-lapis dan sering lepas sendiri disebut Pitiriasis sika #ketombe$. Pasien mengeluhkan gatal di kulit kepala disertai dengan ketombe. Pasien berpikir bahwa gejala-gejala itu timbul dari kulit kepala yang kering kemudian pasien menurunkan !rekuensi pemakaian

shampo& sehingga menyebabkan akumulasi lebih lanjut. Cn!lamasi akhirnya terjadi dan kemudian gejala makin memburuk. 1isa pula jenis seboroik ini menyebabkan rambut rontok& sehingga terjadi alopesia dan rasa gatal. Perluasan bisa sampai ke belakang telinga. 1ila meluas& lesinya dapat sampai ke dahi& disebut Korona seboroik. Dermatitis seboroik yang terjadi pada kepala bayi disebut 5radle cap. Selain kulit kepala terasa gatal& pasien dapat mengeluhkan juga sensasi terbakar pada wajah yang terkena. Dermatitis seboroik bisa menjadi nyata pada orang dengan kumis atau jenggot& dan menghilang ketika kumis dan jenggotnya dihilangkan. 0ika dibiarkan tidak diterapi akan menjadi tebal& kuning dan berminyak& kadang-kadang dapat terjadi in!eksi bacterial. %. Seboroik muka Pada daerah mulut& palpebra& sulkus nasolabialis& dagu& dan lain-lain terdapat makula eritem& yang diatasnya dijumpai skuama berminyak berwarna kekuning-kuningan. 1ila sampai palpebra& bisa terjadi ble!aritis. Sering dijumpai pada wanita. 1isa didapati di daerah berambut& seperti dagu dan di atas bibir& dapat terjadi !olikulitis. 7al ini sering dijumpai pada laki-laki yang sering mencukur janggut dan kumisnya. Seboroik muka di daerah jenggot disebut sikosis barbe. 3. Seboroik badan dan sela-sela 0enis ini mengenai daerah presternal& interskapula& ketiak& in!ramama& umbilicus& krural #lipatan paha& perineum$. Dijumpai ruam berbentuk makula eritema yang pada permukaannya ada skuama berminyak berwarna kekuningkuningan. Pada daerah badan& lesinya bisa berbentuk seperti lingkaran dengan penyembuhan sentral. Di daerah intertrigo& kadang-kadang bisa timbul !isura sehingga menyebabkan in!eksi sekunder. D a(-o# # ". )namnesis

1entuk yang banyak dikenal dan dikeluhkan pasien adalah ketombe4 dandru!t. ?alaupun demikian& masih terdapat kontro3ersi para ahli. Sebagian mengganggap dandru!t adalah bentuk dermatitis seboroik ringan tetapi sebagian berpendapat lain. %. Pemeriksaan !isik Secara klinis kelainan ditandai dengan eritema dan skuama yang berbatas relati! tegas. Skuama dapat kering& halus berwarna putih sampai berminyak kekuningan& umumnya tidak disertai rasa gatal. Kulit kepala tampak skuama patch ringan sampai dengan menyebar& tebal& krusta keras. 1entuk plak jarang. Dari kulit kepala dermatitis seboroik dapat menyebar ke kulit dahi& belakang leher dan belakang telinga. Distribusi mengikuti daerah berambut pada kulit dan kepala seperti kulit kepala& dahi& alis lipatan nasolabial& jenggot dan belakang telinga. Perluasan ke daerah submental dapat terjadi. 3. 7istologis Pemeriksaan histologis pada dermatitis seboroik tidak spesi!ik. Dapat ditemukan hiperkeratosis& akantosis& spongiosis !okal dan paraketatosis. 1iopsi kulit dapat e!ekti! membedakan dermatitis seboroik dengan penyakit sejenis. Pada dermatitis seboroik terdapat neutro!il dalam skuama krusta pada sisi ostia !ollicular. )CDS berkaitan dengan dermatitis seboroik tampak sebagai parakeratosis& nekrotik keratinosites dalam epidermis dan sel plasma dalam dermis. 6agi kadang tampak dalam keratinosites dengan pengecatan khusus.

D a(-o# # Ba-. -( ". Dermatitis atopik Dermatitis atopik pada dewasa tampak pada !ossa antecutabital dan poplitae.

1ayi dapat menderita dermatitis atopi predileksi terutama pada bagian tubuh tertentu #misalnya kulit kepala& wajah& daerah sekitar popok& permukaan otot ekstensor$ menyerupai dermatitis seboroik. )kan tetapi dermatitis seboroik pada bayi memiliki ciri-ciri a2illary patches& kurang oo:ing dan weeping dan kurang gatal. embedakannnya berdasarkan gejala klinis karena kenaikan kadar immunoglobulin E pada dermatitis atopik tidak spesi!ik. %. Kandidiasis Pada pemeriksaan histologis kandidiasis menghasilkan pseudohipa. 3. 'angenhan cell histiocytosis 1ayi jarang menderita 'angenhan cell histiocytosis. 'angenhan cell histiocytosis cirinya seborrheic dermatitis-like eruptions pada kulit kepala disertai demam. +. Psoriasis Pada psoriasis dijumpai skuama yang lebih tebal& kasar& berlapis-lapis& putih seperti mutiara dan tak berminyak. Selain itu ada gejala yang khusus untuk psoriasis. (anda lain dari psoriasi seperti pitting nail atau onycholysis distal dapat untuk membantu membedakan. .. Pitiriasis rosasea Pitiriaris rosasea dapat terjadi eritem pada wajah menyerupai dermatitis seboroik. eskipun rosasea cenderung melibatkan daerah sentral wajah tetapi dapat juga hanya pada dahi3. Pada pitiriasis rosea& skuamanya halus dan tak berminyak. Sumbu panjang lesi sejajar dengan garis kulit. *. (inea Pada tinea kapitis& dijumpai alopesia& kadang-kadang dijumpai kerion. Pada tinia kapitis dan tine kruris eritem lebih menonjuo di pinggir dan pinggirnya lebih akti! dibandingkan tengahnya. (inea capitis& !acei dan korporis dapat ditemukan hipa pada pemeriksaan sitologik dengan potassium hydroksida.

'e-atalak#a-aa(erapi yang e!ekti! untuk dermatitis seboroik yaitu obat anti in!lamasi #immunomodulatory$& keratolitik& anti jamur dan pengobatan alternati!3. ". <bat anti in!lamasi #immunomodulatory$ (erapi kon3ensional untuk dermatitis seboroik dewasa pada kulit kepala dengan steroid topikal atau inhibitor calcineuron. (erapi tersebut pemberiannya dapat berupa shampo seperti !luocinolon #Synalar$& solusio steroid topikal& losio yang dioleskan pada kulit kepala atau krim pada kulit. Kortikosteroid merupakan hormon steroid yang dihasilkan oleh korteks adrenal yang pembuatan bahan sintetik analognya telah berkembang dengan pesat. E!ek utama penggunaan kortikosteroid secara topikal pada epidermis dan dermis ialah e!ek 3asokonstriksi& e!ek anti in!lamasi& dan e!ek antimitosis. )danya e!ek 3asokonstriksi akan mengakibatkan berkurangnya eritema. )danya e!ek anti in!lamasi yang terutama terhadap leukosit akan e!ekti! terhadap berbagai dermatoses yang didasari oleh proses in!lamasi seperti dermatitis. Sedangkan adanya e!ek antimitosis terjadi karena kortikosteroid bersi!at menghambat sintesis D=) berbagai jenis sel. (erapi dermatitis seboroik pada dewasa umumnya menggunakan steroid topikal satu atau dua kali sehari& sering diberikan sebagai tambahan ke shampo. Steroid topikal potensi rendah e!ekti! untuk terapi dermatitis seboroik pada bayi terletak di daerah lipatan atau dewasa pada persisten recalcitrant seborrheic dermatitis. (opikal a:ole dapat dikombinasikan dengan regimen desonide #dosis tunggal perhari selama dua minggu$3. )kan tetapi penggunaan kortikosteroid topikal ini memiliki e!ek samping pada kulit dimana dapat terjadi atro!i& teleangiectasi dan dermatitis perioral. (opikal inhibitor calcineurin #misalnya oinment tacrolimus #Protopi2$& krim pimecrolimus #Elidel$$ memiliki e!ek !ungisidal dan anti in!lamasi tanpa resiko atropi kutaneus. Cnhibittor calcineurin juga baik untuk terapi dimana

wajah dan telinga terlibat& tetapi e!eknya baru bisa dilihat setelah pemberian tiap hari selama seminggu. %. Keratolitik (erapi lain untuk dermatitis seboroik dengan menggunakan keratolitik. Keratolitik yang secara luas dipakai untuk dermatitis seboroik adalah tar& asam salisiklik dan shampo :inc pyrithion. Ninc pyrithion memliki e!ek keratolitik non spesi!ik dan anti !ungi& dapat diberikan dua atau tiga kali per minggu. Pasien sebaiknya membiarkan rambutnya dengan shampo tersebut selama lima menit agar shampo mencapai kulit kepala. Pasien dapat menggunakannya juga untuk tempat lain yang terkena seperti wajah. 3. )nti !ungi Sebagian besar anti jamur menyerang alasse:ia yang berkaitan dengan dermatitis seboroik. Dosis satu kali sehari gel ketokona:ol #=i:oral$ dalam dua minggu& satu kali sehari regimen desonide #Desowan$ dapat berguna untuk dermatitis seboroik pada wajah. Shampo yang mengandung selenium sul!ide #Selsun$ atau a:ole dapat dipakai. Shampo tersebut dapat diberikan dua sampai tiga kali seminggu. Ketokona:ole #krim atau gel !oaming$ dan terbin!in #'amisil$ oral dapat berguna. )nti jamur topikal lainnya seperti ciclopiro2 #'opro2$ dan !lukona:ole #Di!lucan$ mempunyai e!ek anti in!lamasi juga. )nti jamur #selenium sul!ide& pytrithion :inc& a:ola& sodium sul!asetamid dan topical terbina!in$ dapat menurunkan kolonisasi oleh ragi lipopilik. +. Pengobatan )lternati! (erapi alami menjadi semakin popular. (ea tree oil # elaleuca oil$ merupakan minyak essensial dari seak belukar )ustralia. (erapi ini e!ekti! dan ditoleransi dengan baik jika digunakan setiap hari sebagai shampo ./. ')o(-o# #

Pada sebagian kasus yang mempunyai !actor konstitusi penyakit ini agak sukar disembuhkan.

STE6ENS !OHNSONS SCNDROME


De!inisi Ste3ens 0ohnsons Syndrome merupakan syndrom yang mengenai kulit&selaput lendir di ori!icium dan mata dengan keadaan umum ber3ariasi dari ringan hingga berat Etiologi ". )lergi obat analgeti4antipiretik +./ karbama:epin %>/ jamu "3&3/

%. Dan sebagian yang lain karena in!eksi&3aksinasi&penyakit gra!ts-Ashost&neoplasma&radiasi Patogenesis - Disebabkan oleh reaksi hipersensiti3itas tipe ll #sitolitik$ - Sasaran utama adalah kulit #destruksi keratinosit$ - Pada alergi obat akan terjadi: a. peningkatan akti3itas sel ( #5D+ di dermis dan 5D- di epidermis$ b. keratinosit epidermal akan mengekspresi C5) -"&C5) -%& 75 CC c. peningkatan C'-. d. Peningkatan (=8-alpha di epidermis Eejala klinis Eejala prodromal : demam tinggi&malaise&nyeri kepala&batuk&pilek dan nyeri (rias gejala: ". Kelainan kulit - eritema

- 3esikel dan bula pecah sehingga terjadi erosi yang luas - purpura - jika berat generalisata %. Kelainan selaput lendir dan ori!icium pada mukosa mulut 3esikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta yang kelihatan di bibir krusta berwarna hitam terbentuk pseudomembran menjalar ke !aring&tractus respiratorius atas dan eso!agus

pada alat genital pada lubang hidung dan anus 3. Kelainan mata konjungti3itis kataralis juga dapat berupa: konjungti3itis purulen& perdarahan&simble!aron& ulkus kornea&iritis dan iridosiklitis Pemeriksaan lab leukositosis in!eksi bakterial eosino!ilia alergi

7istoP) ". Cn!iltrat sel = di sekitar pembuluh darah epidermis super!isialis %. Edema dan ekstra3asasi sel darah merah di dermis papilar 3. Degenerasi hidropik lapisan basalis sampai terbentuk 3esikel subepidermal +. =ekrosis sel epidermal dan kadang-kadag di adneksa .. Spongiosis dan edema intrasel di epidermis (erapi 1. jika KG pasien baik dan lesi tidak menyeluruh predniso 3>-+> mg4hari %. jika KG buryk dan lesi menyeluruh

obati secara cepat dan tepat serta

6S kortikosteroid i.3 +-*2.

mg4hari #%-3 hari$ jika KG membaik , lesi sembuh&dosis diturunkan . mg tiap hari dan jika sudah mencapai "2. mg4hari diganti dengan oral antibiotik untuk mencegah in!eksi akibat pemakaian kortikosteroid mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit serta nutrisi dekstrokse ./:=a5l F/:6'U ":":" jika belum cukup&trans!usi darah 3>> cc selama % hari berturutturut Komplikasi 1ronkopneumonia Bang lain: kehilangan cairan atau darah&gangguan keseimbangan elektrolit dan syok

L"p"# E) temato#"# S #tem k DE8C=CSC 'upus Eritematosus Sistemik #'upus Eritematosus Disseminata& 'upus$ adalah suatu penyakit autoimun menahun yang menimbulkan peradangan dan bisa menyerang berbagai organ tubuh& termasuk kulit& persendian dan organ dalam.Pada setiap penderita& peradangan akan mengenai jaringan dan organ yang berbeda. 1eratnya penyakit ber3ariasi mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang menimbulkan kecacatan& tergantung dari jumlah dan jenis antibodi yang muncul dan organ yang terkena. PE=BE1)1 Dalam keadaan normal& sistem kekebalan ber!ungsi mengendalikan pertahanan tubuh dalam melawan in!eksi.Pada lupus dan penyakit autoimun lainnya& sistem pertahanan tubuh ini berbalik melawan tubuh& dimana antibodi yang dihasilkan menyerang sel tubuhnya sendiri. )ntibodi ini menyerang sel darah& organ dan jaringan tubuh& sehingga terjadi penyakit menahun. ekanisme maupun penyebab

dari penyakit autoimun ini belum sepenuhnya dimengerti.Penyebab dari lupus tidak diketahui& tetapi diduga melibatkan !aktor lingkungan dan keturunan. 1eberapa !aktor lingkungan yang dapat memicu timbulnya lupus: \ Cn!eksi \ )ntibiotik #terutama golongan sul!a dan penisilin$ \ Sinar ultra3iolet \ Stres yang berlebihan \ <bat-obatan tertentu \ 7ormon. eskipun lupus diketahui merupakan penyakit keturunan& tetapi gen penyebabnya tidak diketahui. Penemuan terakhir menyebutkan tentang gen dari kromosom ". 7anya ">/ dari penderita yang memiliki kerabat #orang tua maupun saudara kandung$ yang telah maupun akan menderita lupus. Statistik menunjukkan bahwa hanya sekitar ./ anak dari penderita lupus yang akan menderita penyakit ini.'upus seringkali disebut sebagai penyakit wanita walaupun juga bisa diderita oleh pria. 'upus bisa menyerang usia berapapun& baik pada pria maupun wanita& meskipun ">-". kali lebih sering ditemukan pada wanita.8aktor hormonal mungkin bisa menjelaskan mengapa lupus lebih sering menyerang wanita. eningkatnya gejala penyakit ini pada masa sebelum menstruasi dan4atau selama kehamilan mendukung keyakinan bahwa hormon #terutama estrogen$ mungkin berperan dalam timbulnya penyakit ini. eskipun demikian& penyebab yang pasti dari lebih tingginya angka kejadian pada wanita dan pada masa pra-menstruasi& masih belum diketahui.Kadangkadang obat jantung tertentu #hidrala:in& prokainamid dan beta-bloker$ dapat menyebabkan sindroma mirip lupus& yang akan menghilang bila pemakaian obat dihentikan. EE0)') 0umlah dan jenis antibodi pada lupus& lebih besar dibandingkan dengan pada penyakit lain& dan antibodi ini #bersama dengan !aktor lainnya yang tidak diketahui$ menentukan gejala mana yang akan berkembang. Karena itu& gejala dan beratnya penyakit& ber3ariasi pada setiap penderita.

Perjalanan penyakit ini ber3ariasi& mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berat. Eejala pada setiap penderita berlainan& serta ditandai oleh masa bebas gejala #remisi$ dan masa kekambuhan #eksaserbasi$. Pada awal penyakit& lupus hanya menyerang satu organ& tetapi di kemudian hari akan melibatkan organ lainnya. \ <tot dan kerangka tubuh 7ampir semua penderita lupus mengalami nyeri persendian dan kebanyakan menderita artritis. Persendian yang sering terkena adalah persendian pada jari tangan& tangan& pergelangan tangan dan lutut. Kematian jaringan pada tulang panggul dan bahu sering merupakan penyebab dari nyeri di daerah tersebut. K"l t Pada .>/ penderita ditemukan ruam kupu-kupu pada tulang pipi dan pangkal hidung. 6uam ini biasanya akan semakin memburuk jika terkena sinar matahari. 6uam yang lebih tersebar bisa timbul di bagian tubuh lain yang terpapar oleh sinar matahari. G -;al Sebagian besar penderita menunjukkan adanya penimbunan protein di dalam selsel ginjal& tetapi hanya .>/ yang menderita ne!ritis lupus #peradangan ginjal yang menetap$. Pada akhirnya bisa terjadi gagal ginjal sehingga penderita perlu menjalani dialisa atau pencangkokkan ginjal. S #tem #a)a< Kelainan sara! ditemukan pada %./ penderita lupus. Bang paling sering ditemukan adalah dis!ungsi mental yang si!atnya ringan& tetapi kelainan bisa terjadi pada bagian manapun dari otak& korda spinalis maupun sistem sara!. Kejang& psikosa& sindroma otak organik dan sakit kepala merupakan beberapa kelainan sistem sara! yang bisa terjadi. Da)ah Kelainan darah bisa ditemukan pada -./ penderita lupus.

1isa terbentuk bekuan darah di dalam 3ena maupun arteri& yang bisa menyebabkan stroke dan emboli paru. 0umlah trombosit berkurang dan tubuh membentuk antibodi yang melawan !aktor pembekuan darah& yang bisa menyebabkan perdarahan yang berarti. Seringkali terjadi anemia akibat penyakit menahun. !a-t"-( Peradangan berbagai bagian jantung bisa terjadi& seperti perikarditis& endokarditis maupun miokarditis. =yeri dada dan aritmia bisa terjadi sebagai akibat dari keadaan tersebut. 'a)"=pa)" Pada lupus bisa terjadi pleuritis #peradangan selaput paru$ dan e!usi pleura #penimbunan cairan antara paru dan pembungkusnya$. )kibat dari keadaan tersebut sering timbul nyeri dada dan sesak na!as.1ercak kupu-kupu 'upus Eritematosus Sistemik Eejala dari penyakit lupus: - demam - lelah - merasa tidak enak badan - penurunan berat badan - ruam kulit - ruam kupu-kupu - ruam kulit yang diperburuk oleh sinar matahari - sensiti! terhadap sinar matahari - pembengkakan dan nyeri persendian - pembengkakan kelenjar - nyeri otot - mual dan muntah - nyeri dada pleuritik - kejang

- psikosa. Eejala lainnya yang mungkin ditemukan: - hematuria #air kemih mengandung darah$ - batuk darah - mimisan - gangguan menelan - bercak kulit - bintik merah di kulit - perubahan warna jari tangan bila ditekan - mati rasa dan kesemutan - luka di mulut - kerontokan rambut - nyeri perut - gangguan penglihatan. DC)E=<S) Diagnosis lupus ditegakkan berdasarkan ditemukannya + dari "" gejala lupus yang khas& yaitu: ". 6uam kupu-kupu pada wajah #pipi dan pangkal hidung$ %. 6uam pada kulit 3. 'uka pada mulut #biasanya tidak menimbulkan nyeri$ +. 5airan di sekitar paru-paru& jantung& dan organ lainnya .. )rtritis #artritis non-erosi! yang melibatkan % atau beberapa sendi peri!er& dimana tulang di sekitar persendian tidak mengalami kerusakan$ *. Kelainan !ungsi ginjal - kadar protein dalam air kemih H>&. mg4hari atau DDD - adanya elemen abnormal dalam air kemih yang berasal dari sel darah merah4putih maupuan sel tubulus ginjal @. 8otosensiti3itas #peka terhadap sinar matahari& menyebabkan pembentukan atau semakin memburuknya ruam kulit$ -. Kelainan !ungsi sara! atau otak #kejang atau psikosa$ F. 7asil pemeriksaan darah positi! untuk antibodi antinuklear

">. Kelainan imunologis #hasil positi! pada tes anti-D=) rantai ganda& tes antiSm& tes antibodi anti!os!olipid9 hasil positi! palsu untuk tes si!ilis$ "". Kelainan darah - )nemia hemolitik atau - 'eukopenia #jumlah leukosit I+>>> sel4mm%$ atau - 'im!openia #jumlah lim!osit I ".>> sel4mm%$ atau - (rombositopenia #jumlah trombosit I">>.>>>4 mm%$. Pemeriksaan untuk menentukan adanya penyakit ini ber3ariasi& diantaranya: ". Pemeriksaan darah Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi antinuklear& yang terdapat pada hampir semua penderita lupus. (etapi antibodi ini juga juga bisa ditemukan pada penyakit lain. Karena itu jika menemukan antibodi antinuklear& harus dilakukan juga pemeriksaan untuk antibodi terhadap D=) rantai ganda. Kadar yang tinggi dari kedua antibodi ini hampir spesi!ik untuk lupus& tapi tidak semua penderita lupus memiliki antibodi ini. Pemeriksaan darah untuk mengukur kadar komplemen #protein yang berperan dalam sistem kekebalan$ dan untuk menemukan antibodi lainnya& mungkin perlu dilakukan untuk memperkirakan akti3itas dan lamanya penyakit. %. 6uam kulit atau lesi yang khas 3. 6ontgen dada menunjukkan pleuritis atau perikarditis +. Pemeriksaan dada dengan bantuan stetoskop menunjukkan adanya gesekan pleura atau jantung .. )nalisa air kemih menunjukkan adanya darah atau protein *. 7itung jenis darah menunjukkan adanya penurunan beberapa jenis sel darah @. 1iopsi ginjal -. Pemeriksaan sara!. PE=E<1)()= 0ika gejala lupus disebabkan karena obat& maka menghentikan penggunaan obat bisa menyembuhkannya& walaupun diperlukan waktu berbulan-bulan. Penyakit yang ringan #ruam& sakit kepala& demam& artritis& pleuritis& perikarditis$ hanya

memerlukan sedikit pengobatan. Gntuk mengatasi artritis dan pleurisi diberikan obat anti peradangan non-steroid. Gntuk mengatasi ruam kulit digunakan krim kortikosteroid. Gntuk gejala kulit dan artritis kadang digunakan obat anti malaria #hydro2ycloroQuine$. 0ika penderita sangat sensiti! terhadap sinar matahari& sebaiknya pada saat bepergian menggunakan tabir surya& pakaian panjang ataupun kacamata. Penyakit yang berat atau membahayakan jiwa penderitanya #anemia hemolitik& penyakit jantung atau paru yang meluas& penyakit ginjal& penyakit sistem sara! pusat$ seringkali perlu ditangani oleh ahlinya. Gntuk mengendalikan berbagai mani!estasi dari penyakit yang berat mungkin bisa diberikan kortikosteroid atau obat penekan sistem kekebalan. 1eberapa ahli memberikan obat sitotoksik #obat yang menghambat pertumbuhan sel$ pada penderita yang tidak memberikan respon yang baik terhadap kortikosteroid atau yang tergantung kepada kortikosteroid dosis tinggi. P6<E=<SCS 1eberapa tahun terakhir ini prognosis penderita lupus semakin membaik& banyak penderita yang menunjukkan penyakit yang ringan.?anita penderita lupus yang hamil dapat bertahan dengan aman sampai melahirkan bayi yang normal& tidak ditemukan penyakit ginjal ataupun jantung yang berat dan penyakitnya dapat dikendalikan.)ngka harapan hidup "> tahun meningkat sampai -./. Prognosis yang paling buruk ditemukan pada penderita yang mengalami kelainan otak& paruparu& jantung dan ginjal yang berat.

DA4TAR 'USTAKA )tlas 7istologi de !iore Euyton& )rthur 5. dan 0ohn E. 5all. "FF@. (uku 1jar Fisiologi Kedokteran. 0akarta : EE5 Djuanda )dhi. %>>@. 5lmu !enyakit Kulit 2an Kelamin& 0akarta: 1alai Penerbit 8KGC Pedoman Diagnosis (erapi 1agian4S 8 Kulit dan Kelamin 8K G=)C646SG dr. Soetomo Surabaya )tlas Penyakit Kulit dan Kelamin bagian4 S 8 Kulit dan Kelamin 8K G=)C646SG dr. Soetomo Surabaya