Anda di halaman 1dari 96

ANATOMI

Telinga adalah indra yang sangat penting bagi manusia Terdiri dari 2 organ: Pendengaran (auditivus / auditus) Keseimbangan (status / vestibuler) keseimbangan tubuh, untuk komunikasi untuk

orientasi tubuh terhadap sekitar

A !IK " M Bagian yang bertulang rawan : heliks dan anti heliks; tragus dan anti tragus; konka, sulkus retroaurikuler Bagian yang tidak bertulang rawan : lobulus
1

Diliputi kulit yang melekat pada perikondrium Pada proses mendengar: Aurikulum berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi dan menentukan arah sumber bunyi pada binatang aurikulum dapat digerakkan!
AURICLE
Helix

Crus Helix

Anthelix

Tragus

Concha Helix External Auditory Meatus Lobulus

M#AT $ AK $TIK $ #K$T#!N $ ( MA# ) Tabung bengkok, penampang " #,$ %m, pan&ang " 2,$ ' ( %m )*( luar rangka tulang rawan pars kartilago* kartilagenus + merupakan lan&utan dari aurikulum + mempunyai rambut, kelen&ar sebasea, kelen&ar serumenalis + kulit melekat erat pada perikondrium 2*( dalam rangka tulang pars oseus! + merupkan bagian dari os temprale + tidak berambut

+ ada penyempitan, yaitu ismus ,A+ tidak mobile terhadap sekitarnya Pada proses mendengar: melan&utkan gelombang bunyi meresonansi " )2+)$ dB! KA% M TIMPANI Posisi : + membentuk sudut .$/dengan bidang hori0ontal dan sagital + tepi bawah terletak 1 mm lebih medial dari tepi atas 2arna : putih mengkilap seperti mutiara 3kuran : tinggi 1+4 mm, lebar 5+4 mm

Bentuk : o6al yang %ondong ke anterior Terdiri dari ( bagian: -pitimpanum ,esotimpanum 7ipotimpanum

,erupakan kotak 1 dinding yang dibentuk oleh: 8ateral ,edial 9uperior temporalis! :membran timpani :promontorium labirin :tegmen timpani fosa kranii media lobus

posterior

:nferior Anterior

:bulbus 6ena &ugularis :muara tuba -usta%hius, arteri karotis interna

Posterior :si ka6um timpani

:aditus ad antrum, antrum, sel+sel mastoid

;sikula : maleus, inkus, stapes ,uskulus : tensor timpani, stapedius 8ain+lain : ligamen, saraf korda timpani! Pada proses mendengar

membran timpani < osikulae memperkuat gelombang bunyi 2$ ' (# kali "2= kali!

m tensor timpani < m> stapedius mengurangi gelombang bunyi yang

terlalu keras

T3BA A3D:T:?A * -39TA@7: a> ,enghubungkan ka6um timpani dengan nasofaring Terdiri dari 2 bagian : Pars osseus : )*( bag> 8ateral pn&g )2 mm!, sll terbuka

b>

Pars %artilaginosa * pars membranasea : mm!, selalu tertutup

2*( bag medial " 2.

Tuba pada anak : lbh pendek, lbh lebar, lbh horizontal. ( oleh karena itu, pada anak sering alami otitis media akut karena kuman mudah masuk ) ,A9T;:D

Dibentuk oleh pars sAuamosa < pars petrosa, dmn melekat: )> ,> 9terno%leidomastoideus 2> ,> Digastri%us 6enter posterior

,engandung rongga+rongga udara yang disebut sellulae, yang &uga berhubungan dengan antrum

Antrum sudah ada sejak kecil sedang selulae trbtk sejak kehidupan tahuntahun pertama sampai pada tahun ke 5 atau 6

Antrum berhubungan dengan %a6um timpani mell> Aditus ad anthrum> Badang di %a6um timpani dapat menyebabkan radang di antrum mastoida disebut mastoiditis

T-8:CDA DA8A, * A3B:9 :CT-BCA terdiri dari 2 bagian : tulang : labirinthus osseus membran : labitinthus membrana%eus labirin membrana%eus terdapat didalam labirinthus osseus, diantara kedunya terdapat perilimphe> sedang didalam labirin membrana%eus terdapat endol mphe. 8AB:B:C ;99-39
7

Terdiri dari : )> 2> (> %o%hlea, sprt rumah siput, terletak di depan, bangunan 2,$ lingkaran 6estibulum, terletak di tengah %analis semisirkularis + %analis semisirkularis horisontalis * lateralis + %analis semisirkularis superior * anterior + %analis semisirkularis inferior * posterior 8AB:B:C ,-,BBACA@-39 terdapat didalam labirin osseus dgn pemisah perilymphe yang berisi endolymphe> terdiri dari : )> duktus %o%hlearis : di dlm %o%hlea 2> sa%ulus < utri%ulus : di dalm 6estibulum (> duktus semisirkularis : di dlm kanalis semisirkularis

1. DUKTUS COCHLEARIS Eungsi pendengaran : n> %o%hlearis

potongan melintang

keterangan gambar : )> 2> (> .> $> 1> membrana basilaris membrana tektoria tunel of %orti sel+sel penyokong : %laudius, deiters, hansen sel+sel rambut membrane B-:9C-B

10

pada membrana basilaris terdapat organon %orti dengan bangunan+bangunan : pilar dalam < pilar luar yang membentuk tunel of %orti sel+sel rambut dalam ) deret keluar (+. deret sel+sel penyokong : sel deiters, sel hansen, %laudies < membrane tektoria

2. SACULUS Bentuk : globoid, lebih besar utri%ulus 8etak : depan bawah

11

Terdapat daerah sensoris ma%uli sa%uli, Terdiri dari : 9el+sel reseptor 9el+sel penyokong ,embrana basilaris Bereaksi thdp gerakan 6ertikal 3. UTRICULUS Bentuk : o6oid 8etak : belakang atas Terdapat daerah sensoris makuli 3tri%ulus, terdiri dari : 9el+sel reseptor 9el+sel penyokong ,embrana basilaris Bereaksi thdp gerakan horo0ontal,linier 4> DUKTUS SEMISIRKULARIS Terdapat ( ampula yaitu : Ampula romb> Anterior Ampula romb> 8ateral Ampula romb> Posterior

12

pada ampula trdpt daerah sensoris dsbt krista ampularis yang strukturnya histologis> bereaksi dengan per%epatan sikuler baik hori0ontal maupun 6erti%al !

13

&I$TO"O'I
Telinga Merup. alat pendengaran, tdd: Telinga bag. luar, yaitu bag. yg menerima gelombang uara Telinga bag. tenga!, yaitu bag. yg meneru "an getaran uara Telinga bag. dalam, yaitu bag. yg menerima getaran uara # merup. a al dr impul ara$

14

Telinga luar
Tdd: tengah! (aun Telinga
15

daun telinga meatus akustikus eksternus membran timpani bag> yg memisahkan telinga bag> luar dg telinga bag>

ke%il>

Tdd &ar> tulang rawan elastis dg bentuk tak teratur Diliputi kulit yg mengandung rambut, kelen&ar lemak < kelen&ar keringat

Pd bag> bawah terdapat lipatan kulit yaitu %uping telinga yg mengandung lemak dg septa &ar> ikat> Meatus Akustikus #ksternus (m)a)e)

Diliputi kulit, lan&utan dr kulit yg menutupi permuk> membran timpani> Pd bag> luar m>a>e>: + tulang rawan elastis F!, bersambungan dg tulang rawan daun telinga + kulit tebal F! < pd )*( bag> luar: terdapat rambut pelindung, kel&> lemak besar, < kel&> serominous modifikasi kel&> keringat! bentuk tubuler> Pd bag> luar, duktus kel&> serominous ini bermuara pd permuk> < ke dlm duktus kel&> lemak> @ampuran sekresi kel&> lemak < serominous disbt serumen, berguna men%egah kekeringan kulit m>a>e < membran timpani serta men%egah serangga msk>

Pd bag> dalam m>a>e>: &ar> tulang F! Membran Timpani

,erup> membran tipis semitransparan, memisah telinga bag> luar < tengah rongga timpani!, manubrium dr maleus melekat pd permuk> dalam>

Bag> luar dilapisi kulit yg sangat tipis < bersambung dg kulit yg melapisi m>a>e> -pitelnya sangat tipis, propia papil +! ke%uali pd bag> tepi, sedang bag> yg lebih ke sentral hanya tdd 2 lapis sel> Bag> dalam dilapisi sel kuboid rendah yg bersambungan dg epitel selaput lendir telinga bag> tengah>

Diantara kedua lap> epitel ini, bag> tengahnya tdd 2 lapis sabut2 kolagen; sebelah luar arahnya radial dr tempat melekatnya manubrium dr maleus, sedang

16

sebelah dalam arahnya sirkuler> Bag> atas membran timpani ini tipis < lemah, disbt membran dari 9%hrapnell>

Telinga tengah
Tdd rongga timpani dg isinya> Bongga timpani merup> rongga dlm tulang pelipis> Ge arah lateral dipisahkan dr meatus akustikus eksternus oleh membran timpani> Ge arah posterior berhub> melalui antrum timpani dg rongga2 udara mastoid yg memungkinkan men&alarnya infeksi dr telinga tengah> Ge arah anterior pd bag> dasar berhub> dg nasofaring melalui tuba auditi6a -usta%hii!> Dinding medial memisahkan telinga bag> tengah dg telinga bag> dlm, pd dinding bag> atas terletak fenestra o6alis 6estibulum! sedang pd bag> bawah terletak fenestra rotunda koklea!> Didalam rongga timpani didapatkan ( osikel auditi6a yg ber&alan dr membran timpani ke fenestra o6alis, otot tensor timpani dan otot stapedius> ,elintasi ruangan ini ber&alan urat saraf korda timpani!> !ongga Timpani Diliputi selaput lendir tipis dg epitel selapis kuboid rendah! tak bersilia> 8amina propria tdd selapis &ar> ikat tipis yg sangat erat melekat pd periosteum yg mengelilinginya> 8ap> yg sama didapatkan pd rongga2 udara dalam mastoid, tetapi epitelnya selapis pipih> Osikel Auditiva Getiga osikel dari telinga tengah terdiri dari:

17

Malleus Hmartil!, dimana manubriumnya melekat pada membran timpani Inkus Hlandasan!, dimana korpusnya berartikulsi dengan kapitulum dari maleus>

Stapes Hsanggurdi!, dimana kapitulumnya berartikulasi dengan pro%essus dari inkus, sedang basisnya tepat menutupi fenestra o6alis>

;sikel auditi6a merupakan tulang pan&ang> Permukaan persendiannya diliputi oleh tulang rawan hialin> Permukaan periosteum dari tulang+tulang ini dilapisi oleh selapis lendir yang melapisi telinga bagian tengah> Otot

;tot tensor timpani < stapedius tdd otot bergaris> ,> Tensor timpani mempertahankan tonus dr membran timpani, sedang m> 9tapedius berhub> dg artikulasi dr ketiga osikel tsb>

9uara yg sangat keras, menyebabkan otot2 ini se%ara refleks berkontraksi, menyebabkan berubahnya amplitudo terhadap getaran suara shg dapat melindungi kerusakan koklea yg mengandung organ pendengaran> *enestra ovalis

Eenestra o6alis dr 6estibulum memisahkan rongga timpani dr 6estiulum yg berhub> dg skala 6estibuli dr koklea yg ditutupi basis dr stapes> *enestra !otunda

Eenestra Botunda dr koklea memisahkan rongga timpani dr skala timpani dr koklea>

Bag> ini diliputi membran tipis dr &ar> ikat elastis> 9isi rongga timpani permukaannya diliputi selaput lendir, sedang bag> dalam dilapisi &ar> ikat ruang perilimfatik dr 6estibulum>

18

Tuba Auditiva (#usta+hii) 8umen sempit, bag> yg dekat rongga timpani dikelilingi tulang, sedang bag> lain diperkuat lempengan tulang rawan hyalin berbentuk sabit, yg mengelilingi bag> atas serta bag> medial> Pd bag> yg mengandung tulang dilapisi epitel selapis silindris bersilia, sedang pd u&ung pharynI m&d berlapis s*d berderet silindris bersilia dg sel Doblet> Pd stroma bag> bawah terdapat infiltrasi limfosit, kel&> mukous < serous> Berguna mengatur tekanan udara telinga bag> tengah sesuai dg tekanan atmosfir, shg tekanan dikedua pihak dr membran timpani sama> Pd keadaan normal, permuk> mukous dr tuba auditi6a ini saling bersinggungan, yg baru membuka waktu menelan>

Telinga dalam
Pd telinga bag> dalam, selain terdapat koklea sebagai alat pendengaran, &uga labirin yg merupakan alat keseimbangan> Telinga bag> dalam tdd labirin yg dibagi dalam labirin oseosa yg mengandung perilimfe serta labirin membranosa yg tergantung didalamnya, yg mengandung endolimfe> "abirin Oseosa ,enempati pars petrosa tulang pelipis < tdd kanalis semisirkularis, !estibulum, < koklea> Permuk> dalam dilapisi epitel selapis pipih yg meliputi periosteum> "abirin Membranosa Tdd koklea, utrikulus, sakulus, duktus endolim"atikus dg bag> akhir diberi nama: saccus endolim"atikus yg memp> hub> dg utrikulus serta sakulus, < ketiga duktus semi sirkularis yg akhirnya kembali ke utrikulus>

19

Koklea (,rumah siput) Pd koklea bag> tulang, sumbu tengah disbt: modiolus yg tdd tulang spongiosa, dimana tulang koklea ber&alan spiral 2 )*2 putaran> Dlm tabung koklea, dr modiolus menon&ol selapis tulang yg sebag> melintang, mengikuti perputaran koklea sbg: lamina spiralis ossea yg dihub> membran basilaris lamina spiralis membranacea! dg bag> luar koklea yg disbt: ligamen spiralis> ,embran basilaris tdd sabut2 kolagen serta sabut2 elastis; sedang ligamen spiralis merup> periosteum fibrous tebal yg mengikuti arah perputaran koklea> Tabung tulang koklea dibagi m&d 2 ruangan, atas disbt skala !estibuli, bawah disbt skala timpani> Gedua ruangan ini berisi perilimfe < satu dg lain memp> hub> dg lubang yg terletak pd bag> distal koklea yg disbt helikotrema>

20

Dr skala timpani berhub> dg rongga subara%hnoid melalui duktus perilim"atik>

#uktus koklearis skala media! yg mengandung endolim"e terletak dibag> tengah tabung tulang koklea, yaitu antara skala timpani < 6estibuli>

Pd irisan melintang duktus koklearis berbentuk segitiga dg batas2 sbb: dinding bag> bawah tdd lamina spiralis ossea < membran basilaris; dinding bag> atas adl membran 6estibularis Beissneri!; sedang dinding luar adl dinding tulang koklea yg tdd ligamen spiralis, dimana pd bag> atas yg dekat dg membran 6estibularis dikenal sbg stria !askularis yg kaya pembuluh darah yg terletak di bawah lap> epitel permuk> yg berbentuk kuboid < ter%at gelap>

21

-ndolimfe akan sampai pd rongga subdural melalui duktus < sakulus endolimfatik

,embran 6estibularis Beissneri! memisahkan duktus koklearis dg skala 6estibuli < tdd &ar> ikat yg kedua sisinya dilapisi selapis sel2 pipih>

Pd bag> atas dr membran basilaris didapatkan deretan reseptor2 pendengaran istimewa yg bersama2 membentuk organ spiralis ($orti)> Pd bag> bawah didapatkan selapis sel2 &ar> ikat dimana terletak arteri spiralis pd koklea>

22

Organ $piralis (-orti) Terdapat diatas membran basilaris sepan&ang 2 )*2 putaran koklea> Bila organ spiralis ini dipotong tegak lurus sumbu pan&ang, dibag> tengah tampak ruangan berbentuk segitiga yg disebut tero%ongan dari $orti> Gedua dindingnya dibentuk oleh dua sel yg ter%at gelap disbt tiang corti dalam < luar> 9ebelah luar tiang %orti luar didapatkan sel& rambut luar yg ber&umlah (, sedang sebelah dalam tiang %orti dalam didapatkan sel& rambut dalam yg ber&umlah ) buah> Dibawah sel2 rambut didapatkan sel2 penyangga yg disbt sel& dari #eiters> 9ebelah lateral sel2 rambut luar didapatkan sel& $laudius yg merup> sel silindris tinggi, yg dg %epat m&d rendah < bersambungan dg sel2 yg melapisi dinding luar skala media> Dibawah sel2 silindris tsb didapat sedikit sel dari
23

'oettcher> 9usunan yg kokoh dr terowongan @orti diperlukan untuk melindungi sabut2 saraf halus dr sel2 sensoris yg ber&alan didalamnya> Terowongan tsb berisi bahan spt gelatin> Gedua sel tiang @orti basis mengandung inti yg terletak pd &arak pd membran basilaris, sedang bag> atas berartikulasi satu sama lain> Pd permuk> atas sel2 rambut sensoris terdapat rambut2 shg tampak spt bersilia> 9el2 rambut ini pendek < tidak men%apai membran basilaris> 9el2nya mengandung butir2 pigmen, sedang bag> basis dikelilingi oleh %abang2 akhir yg halus dr sabut2 saraf> 9el2 penyangga Deiters yg berbentuk silindris tinggi terletak dibawah sel2 rambut yg duduk pd membran basilaris < memberi pro%essusnya diantara sel2 rambut> Ge%uali pada daerah organ @orti, membran basilaris dilapisi sel2 kubis rendah> Ge arah dalam organ @orti, periosteum permuk> atas lamina spiralis ossea membentuk bag> yg disbt: sulkus spiralis internus> Pd permuk> atas sulkus terdapat membran berbentuk bibir yg lebar disbt membran tektoria membran dari corti! yg menempel pd bag> atas sel2 rambut> Akibat fiksasi, pd preparat membran tektoria ini sering distorsi; sedang sel2 rambutnya normal melekat pd tempatnya> Jg melapisi skala timpani < 6estibuli tdd periosteum bag> dalam endosteum! dr tabung tulang koklea>

24

!esume Delombang suara diterima sbg getaran suara pd membran timpani yg diteruskan dr telinga bag> tengah ke bag> dalam dg perantara osikel> Detaran suara yg diterima melalui fenestra o6alis! akan diteruskan melalui perilimfe ke 6estibuli, melalui skala 6estibuli < timpani, menyebabkan bergetarnya membran basilaris yg menentukan besar tekanan pd rambut2 sel rambut terhadap membrana tektoria> 9ensasi yg diterima dendrit2 sel2 bipoler dr ganglion spiralis yg terletak dalam modiolus, akan diinterpretasi oleh otak sbg suara> 9uara nada tinggi diterima pd basis koklea, sedang suara nada rendah diterima pd bag> apeks> %estibulum Pd tulang 6estibulum yg terisi perilimfe, terdapat utrikulus < sakulus, yaitu bag> labirin membranosa

25

Geduanya berisi endolimf,dihub>duktus endolimfatik 3trikulus muara akhir ketiga duktus semisirkularis> ,asing2 memp> bag> akhir yg melebar disbt ampula membranosa> Bag> akhir yg tidak melebar dr duktus semisirkularis superior < posterior, memp muara sama pd utrikulus; sedang yg lain memp> muara sendiri>

Kd ketiga duktus semisirkularis ini memp> $ muara> 3trikulus < sakulus dilapisi epitel selapis pipih yg disbt mesotel; duduk pd membran &ar> ikat>

9akus membranosa utrikulus < sakulus! ini tidak memenuhi seluruh tulang 6estibulum, tetapi diluarnya didapatkan &ar> ikat yg menghubungkan dg endosteum dr tulang 6estibulum tsb>

3trikulus < sakulus mengandung makula epitel sensoris! Makula

9itologi makula mirip dg organ @orti> :a tdd epitel yg menebal, mengandung 2 ma%am sel yg dipisahkan dr lap> &ar> ikat oleh basal membran>

,a%am sel pertama disbt: sel neuroepitel, gemuk serta ter%at pu%at, pd bag> bebasnya terdapat rambut2 halus; sedang sel lain adl sel pen angga yg terletak diantara sel2 tadi>

Bambut2 dr sel neuroepitel tsb terapung bebas dalam endolimfe tetapi tertutup dalam membran seperti gelatin disbt selaput otolitik>

,embran ini mengandung banyak butir2 halus dr sedikit partikel2 berkristal yg tdd calsium-carbonat < protein>

26

9edikit perubahan tekanan atau regangan pd selaput otolitik, akan mempengaruhi sel2 rambut dalam utrikulus < menghasilkan perubahan kedudukan kepala> 9timulus2 yg ter&adi akan menyebabkan impuls saraf yg diteruskan ke %abang2 perifer terminal saraf 6estibularis>

Bila selaput otolitik dilepas dr makula pd marmut, maka binatang tsb akan kehilangan rasa posisi statis> Bila kedua utrikulus dirusak, binatang tsb tidak dapat mempertahankan keseimbangan tubuh> Adalah mungkin merusak sakulus pd an&ing tanpa mengganggu keseimbangan tubuh> Kanalis semisirkularis

Duktus semisirkularis membranosa dilapisi sel2 epitel pipih spt yg melapisi utrikulus < sakulus>

:a &uga duduk pd rangka &ar> ikat> Duktus semisirkularis hanya menempati sebagian < letaknya eksentris dalam kanalis semisirkularis osseosa> Eilamen2 &ar> ikat menghubungkan duktus semisirkularis dg bag> tulang dr kanalis semisirkularis < diantaranya diisi perilimfe>

27

Pd dinding luar yaitu pd tiap2 ampula terdapat krista ampularis yg tersusun dr &ar> ikat, sabut2 saraf < kapiler2>

-pitel permuk> krista serupa dg makula; yaitu memp> sel2 bersilia dg inti bulat, besar < berbentuk o6al serta sel2 penyangga yg tersusun rapat, diatas basal membrane

> %d permu". "ri ta terdapat membran yg angat mirip dg membran


te"toria yg di bt kupula. Membran ini ter u un dr ba!an non elluler eperti gelatin yg menutup "ri ta # menon&ol "e ara! endolim$e dr ampula. 'eda dg elaput otoliti", ia tida" mengandung "ri tal2.

,asing2 krista ini diiner6asi oleh %abang2 6estibularis saraf pendengaran> @abang2 saraf pendengaran yg menu&u bag> tengah labirin adl dendrit2 perifer dr sel2 saraf yg terletak dalam ganglion !estibularis (carpa!>

Akson2 menyusun ramus 6estibularis medula lan&utan < otak ke%il yg merup> pusat postural refleks untuk mempertahankan keseimbangan tubuh>

28

*isiologi
*I$IO"O'I P#N(#N'A!AN
Proses mendengar diawali dengan ditangkapnya bunyi oleh daun telinga dalam bentuk gelombang yang dialirkan melalui udara atau tulang ke koklea> Detaran tersebut menggetarkan membran timpani, diteruskan ke telinga tengah melaui rangkaian tulang pendengaran yang akan mengamplifikasi getaran melalui daya ungkit tulang pendengaran dan perkalian perbandingan luas membran timpani dan tingkap lon&ong> -nergi getar yang telah diamplifikasi ini akan diteruskan ke stapes yang menggerakkan tingkap lon&ong, sehingga prilimfa pada skala 6estibuli bergerak> Detaran diteruskan melalui membran Beisner yang mendorong endolimfe sehingga akan menimbulkan gerakan relati6e antara membran basalis dan membran tektoria> Proses ini merupakan rangsang mekanik yang menyebabkan ter&adinya defleksi stereosilia sel+sel rambut sehingga kanal ion terbuka dan ter&adi penglepasan ion bermuatan listrik dari badan sel rambut,

29

sehingga melepaskan neurotrnansmitter kedalam sinapsis yang akan menimbulkan potensial aksi pada saraf auditorius, lalu dilan&utkan ke nukleus auditorius sampai kekorteks pendengaran> area (4+.# ! di lobus temporalis> Konduksi Tulang Gonduksi tulang adalah konduksi energi akustik oleh tulang+tulang tengkorak ke dalam telinga tengah, sehingga getaran yang ter&adi di tulang tengkorak dapat dikenali oleh telinga manusia sebagai suatu gelombang suara> Kadi segala sesuatu yang menggetarkan tubuh dan tulang+tulang tengkorak dapat menimbulkan konduksi tulang ini> 9e%ara umum tekanan suara di udara harus men%apai lebih dari 1# dB untuk menimbulkan efek konduksi tulang ini> 7al ini perlu diketahui, karena pemakaian sumbat telinga tidak menghilangkan sumber suara yang berasal dari &alur ini> !espon auditorik Kangkauan tekanan dan frekuensi suara yang dapat diterima oleh telinga manusia sebagai suatu informasi yang berguna, sangat luas> 9uara yang nyaman diterima oleh telinga kita ber6ariasi tekanannya sesuai dengan frekuensi suara yang digunakan, namun suara yang tidak menyenangkan atau yang bahkan menimbulkan nyeri adalah suara+suara dengan tekanan tinggi, biasanya di atas )2# dB> Ambang pendengaran untuk suara tertentu adalah tekanan suara minimum yang masih dapat membangkitkan sensasi auditorik> Cilai ambang tersebut tergantung pada karakteristik suara dalam hal ini frekuensi!, %ara yang digunakan untuk mendengar suara tersebut dsb!, dan pada titik mana suara itu diukur melalui earphone, pengeras suara, saat mau masuk ke liang telinga, di

udara terbuka, dsb!> Ambang pendengaran minimum AP,! merupakan nilai ambang tekanan suara yang masih dapat didengar oleh seorang yang masih muda dan memiliki pendengaran normal, diukur di udara terbuka setinggi kepala pendengar tanpa adanya pendengar> Cilai ini penting dalam pengukuran di lapangan, karena bising akan mempengaruhi banyak orang dengan banyak 6ariasi> Pendengaran dengan kedua telinga lebih rendah 2 sampai ( dB> Kika seseorang

30

terpa&an pada suara di atas nilai kritis tertentu kemudian dipindahkan dari sumber suara tersebut, maka nilai ambang pendengaran orang tersebut akan meningkat; dengan kata lain, pendengaran orang tersebut berkurang> Kika pendengaran kembali normal dalam waktu singkat, maka pergeseran nilai ambang ini ter&adi sementara> Eenomena ini dinamakan kelelahan auditorik> Kekuatan suara Gekuatan suara adalah suatu perasaan sub&ektif yang dirasakan seseorang sehingga dia dapat mengatakan kuat atau lemahnya suara yang didengar> Gekuatan suara sangat dipengaruhi oleh tingkat tekanan suara yang keluar dari stimulus suara, dan &uga sedikit dipengaruhi oleh frekuensi dan bentuk gelombang suara> Pengukuran kekuatan suara se%ara umum dapat dilakukan dengan %ara : )! pengukuran subyektif dengan menanyakan suara yang didengar oleh sekelompok orang yang memiliki pendengaran normal dan yang di&adikan patokan adalah suara dengan frekuensi murni )### 70, 2!> Dengan menghitung menggunakan pita suara 2 atau ( band, (!> ,engukur dengan alat yang dapat menggambarkan respon telinga terhadap suara yang didengar> Masking Garakteristik lain yang %ukup penting dalam menilai intensitas suara adalah masking> )asking adalah suatu proses di mana ambang pendengaran seseorang meningkat dengan adanya suara lain> 9uatu suara masking dapat didengar bila nilai ambang suara utama melampaui &uga nilai ambang untuk suara masking tersebut> $ensitivitas Pendengaran Gemampuan telinga untuk mengolah informasi akustik sangat tergantung pada kemampuan untuk mengenali perbedaan yang ter&adi pada stimulus akustik> Pemahaman per%akapan dan identifikasi suara+suara tertentu, atau suatu alunan musik tertentu merupakan suatu proses harmonis di dalam otak manusia yang mengolah informasi auditorik berdasarkan frekuensi, amplitudo, dan waktu yang

31

didengar untuk masing+masing rangsangan auditorik tersebut> Pebedaan ke%il tekanan suara akan didengar oleh telinga sebagai kuat atau lemahnya suara> ,akin tinggi tekanan udara, makin ke%il perbedaan yang dapat dideteksi oleh telinga manusia> Perbedaan minimum yang dapat dibedakan pada frekuensi suara yang sama tergantung pada frekuensi suara tersebut, nilai ambang di atasnya, dan durasi> "okalisasi $umber .un/i Telinga mampu melokalisasi sumber suara*bunyi> Gemampuan ini merupakan ker&a sama kedua telinga karena didasarkan atas perbedaan tekanan suara yang diterima oleh masing+masing telinga, serta perbedaan saat diterimanya gelombang suara di kedua telinga> Gemampuan telinga untuk membedakan sumber suara yang ber&alan hori0ontal lebih baik daripada kemampuannya untuk membedakan sumber suara yang 6ertikal> Gemampuan ini penting untuk memilih suara yang ingin didengarkan dengan menga%uhkan suara yang tidak ingin didengarkan>

*I$IO"O'I K#$#IM.AN'AN
Ganalis semisirkularis merupakan alat keseimbangan dinamik dan terangsang oleh gerakan yang melingkar, sehingga kemana sa&a arah kepala, asal gerakan itu membentuk putaran, maka gerakan itu akan tertangkap oleh salah satu, dua atau ketiga kanalis semisirkularis bersama+sama> Pada manusia, kanalis semisirkularis hori0ontal yang mempunyai peran dominan oleh karena manusia banyak bergerak se%ara hori0ontal> 3trikulus dan sakulus merupakan alat keseimbangan statik, yang terangsang oleh gerak per%epatan atau perlambatan yang lurus arahnya, dan &uga oleh gra6itasi> 3trikulus terangsang oleh gerakan per%epatan lurus dalam bidang mendatar, sedangkan sakulus terangsang oleh gerakan per%epatan lurus dalam bidang 6ertikal>

32

Dalam keadaan diam, gra6itasi berpengaruh terhadap utrikulus maupun sakulus> 7ubungan sistem 6estibuler dengan otot+otot mata erat sekali, sehingga semua gerakan endolimfe selalu diikuti oleh gerakan bola mata> 9istem 6estibuler berhubungan dengan sistem tubuh yang lain, sehingga kelainan sistem 6estibuler bisa menimbulkan ge&ala pada sistem tubuh yang bersangkutan>

Pemeriksaan pendengaran dan keseimbangan


P-,-B:G9AAC T-8:CDA ;T;9G;P:A! Tu&uan: ,emeriksa ,eatus Akustikus -Iternus dan ,embran Timpani dengan meneranginya memakai %ahaya lampu> Alat: )> lampu kepala ?an 7asselt dengan listrik! 2> otoskop dengan baterai! (> spe%ulum telinga .> alat penghisap $> hak ta&am 1> pemilin kapas => forsep telinga 5> balon polit0er 4> semprit telinga

33

pelaksanaan a> %ara memakai lampu kepala ( ( ( pasang lampu kepala sehingga tabung lampu berada diantara kedua mata letakkan telapak tangan kanan pada &arak (# %m di depan mata kanan mata kiri ditutup

34

proyeksi tabung harus tampak terletak medial dari proyeksi %ahaya dan saling bersinggungan

diameter proyeksi %ahaya kurang lebih ) %m

b> %ara duduk ( ( ( ( penderita dududk di depan pemeriksa lutut kiri pemeriksa berdempetan dengan lutut kiri pemeriksa kepala dipegang dengan u&ung &ari waktu memeriksa telinga yang kontra lateral, hanya posisi kepala penderita yang diubah ( kaki, lutu penderita dan pemeriksa tetap pada keadaan semula

35

%> %ara memegang telinga ( kanan: aurikulum dipegang dengan &ari : dan ::, sedangkan &ari :::,:?,? pada planum mastoid aurikulum ditarik kea rah posterosuperior untuk meluruskan ,eatus Akustikus -Iternus ( kiri: aurikulum dipegang dengan &ari : dan ::> Kari :::,:? dan ? di depan aurikulum> Aurikulum ditarik kea rah posterosuperior

d> %ara memegang otoskop ( pilih spe%ulum telinga yang sesuai dengan besar lumen ,eatus Akustikus -Iternus

36

( (

nyalakan lampu otoskop masukkan spe%ulum telinga pada ,A-

e> %ara memilin kapas ( ambil kapas sedikit, letakkan pada pemilin kapas dengan u&ung pemilin berada di dalam tepi kapas ( ( pilin perlahan+lahan searah dengan &arum &am untuk melepasnya, ambil sedikit kapas, putar berlawanan dengan arah &arum &am

37

:C9P-G9: DAC PA8PA9: T-8:CDA 83AB )> Bantu pasien dalam posisi duduk &ika memungkinkan 2> Posisi pemeriksa menghadap ke sisi telinga yang dika&i (> Atur pen%ahayaan dengan menggunakan auroskop, lampu kepala atau sumber %ahaya lain sehingga tangan pemeriksa bebas beker&a .> :nspeksi telinga luar terhadap posisi, warna, ukuran, bentuk, hygiene, adanya lesi* massa dan kesimetrisan> $> 8akukan palpasi dengan memegang telinga menggunakan &ari telun&uk dan &empol> 1> Palpasi kartilago telinga luar se%ara simetris, yaitu dari &aringan lunak ke &aringan keras dan %atat &ika ada nyeri => 8akukan penekanan pada area tragus ke dalam dan tulang telinga di bawah daun telinga> 5> Bandingkan telinga kiri dan kanan> 4> :nspeksi lubang pendengaran eksternal dengan %ara berikut: + Pada orang dewasa, pegang daun telinga* heliks dan perlahan+lahan tarik daun telinga ke atas dan ke belakang sehingga lurus dan men&adi mudah diamatai> + Pada anak+anak, tarik daun telinga ke bawah>

38

)#> Periksa adanya peradangan, perdarahan atau kotoran* serumen pada lubang telinga> T-9 P-CD-CDABAC T-9 B:9:G 9yarat: ( T-,PAT Buangan sunyi dan tidak ada e%ho dinding dibuat tidak rata atau dilapisi Lsoft boardM* korden! serta ada &arak sepan&ang 1 m ( P-CD-B:TA ,ata ditutp atau dihalangi agar tidak memba%a gerak bibir Telinga yang diperiksa dihadapkan ke arah pemeriksa Telinga yang tidak diperiksa, ditutup atau dimasking dengan menekan+nekan tragus kea arah ,A- oleh asisten pemeriksa> Bila tidak ada asisten telinga ditutup kapas yang dibasahi gliserin ( ,engulang dengan keras kata+kata yang dibisikkan P-,-B:G9A Gata+kata dibisikkan dengan udara %adangan paru+paru sesudah ekspirasi biasa Gata yang dibisikkan terdiri dari ) atau 2 suku kata yang dikenal penderita familiar!> Gata harus mengandung huruf lunak frek rendah! dan huruf desis frek tinggi! T-7C:G P-,-B:G9AAC ( Penderita dan pemeriksa sama+ sama berdiri, penderita tetap di tempat, sedang pemeriksa berpindah tempat

39

( (

,ulai pada &arak )m dibisikkan $ atau )# kata Bila semua kata dapat didengar pemeriksa mundur ke &arak 2 meter dan dibisikkan lagi kata dengan &umlah yang sama

Bila didengar sama, pemeriksa mundur lagi sampai pada &arak imana penderita hanya mendengar 5#N kata sa&a

3ntuk memastikan bias diulang 7A9:8 T-9 pendengaran dapat dinilai se%ara kuantitatif ta&am pendengaran! K ANTITATI* 9uara Bisik 1m O.m+ P1 m O)m+P.m P)m Bila berteriak di depan telinga penderita tetap tidak mendengar

*ungsi Pendenngaran Normal Tuli ringan Tuli sedang Tuli berat Tuli total

T-9 DABP3 TA8A T-9 BATA9 ATA9 DAC BATA9 BA2A7 Tu&uan: ,enentukan frekuensi garpu tala yang dapat idengar penderita melewati hantaran udara bila dibunyikan pada intensitas ambang normal @ara: ( 9emua garpu tala dimulai dari frekuensi terendah sampai tertinggi digetarkan berurutan! di dekat ,A- pada &arak )+2 %m dalam posisi tegak dan 2 kaki pada garis yang menghubungkan ,A- kanan kiri

40

:ntepretasi: ( ( ( ( Cormal: mendengar garpu tala pada semua frekuensi Tuli konduksi:batas bawah naik frekuensi rendah tak terdengar! Tuli sensori neural: batas atas turun frekuensi tinggi tak terdengar! Gesalahan: garpu tala dibunyikan terlalu keras sehingga tidak dapat mendeteksi pada frekuensi mana penderita tak mendengar T-9B:CCTu&uan: ,embandingkan hantaran udara dan hantaran tulang pada satu telinga penderita

@ara: ( Bunyikan garpu tala frek $)2 70, letakkkan tangkainya tegak lurus mastoid posterior ,A-! sampai penderita tidak mendengar kemudian %epat pindahkan ke depan ,A- penderita ( Pabila penderita masih mendengar: Binne F
41

Apabila penderita tidak mendengar: Binne ' :ntepretasi Cormal: Binne F Tuli konduksi: Binne ' Tuli sensori neural: Binne F T-9 2-B-B Tu&uan: ,embandingkan hantaran tulang antara kedua telinga penderita @ara:

Darpu tala frek $)2 70 dibunyikan, kemudian tangkainya diletakkan digaris tegak lurus median 6erteI, dagu, atau gigi in%isi6us!

( ( (

Penderita diminta menun&uk telinga mana yang mendengar lebih keras Bila mendengar paa satu telinga disebut lateralisasi ke sisi telinga tersebut Bila kedua telinga tak mendengar atau sama+sama mendengar disebut tidak ada lateralisasi :ntepretasi

Cormal: tidak ada lateralisali Tuli konduksi: mendengar lebih keras di telinga yang sakit Tuli sensori neural: mendengar lebih keras di telinga yang sehat Garena menilai kedua telinga sekaligus maka kemungkinannya dapt lebih dari satu: @ontoh lateraisasi ke kanan:

42

)> tuli konduksi kanan, telinga kiri normal 2> tuli konduksi kanan dan kiri, tetapi kanan lebih berat (> tuli sensori neural kiri, telinga kanan normal .> tuli sensori neural kanan dan kiri, tetapi kiri lebih berat $> tuli konduksi kanan dan sensori neural kiri T-9 9@2ABA@7 Tu&uan: ,embandingkan hantaran lewat tulang antara penderita dengan pemeriksa @ara: ( Darpu tala frek $)2 70 dibunyikan kemudian tangkainya diletakkan tegak lurus paa planum mastoid pemeriksa bila pemeriksa sudah tidak mendengar se%epatnya garpu tala dipindahkan ke mastoid penderita ( ( Bila penderita masih mendengar:9%waba%h meman&ang Bila penderita tidak mendengar: 9%waba%h memendek atau normal :ntepretasi Cormal: 9%waba%h normal Tuli konduksi: 9%waba%h meman&ang Tuli sensori neural : 9%waba%h memendek

'angguan pada telinga


G-837AC 3TA,A DACDD3AC T-8:CDA

43

)> Dangguan pendengaran Tuli! Bila terdapat gangguan pendengaran, perlu ditanyakan apakah keluhan tersebut pada satu atau kedua telinga> Apakah timbul tiba+tiba atau bertambah se%ara bertahap dan sudah berapa lama diderita> Apakah ada riwayat trauma kepala, telinga tertampar, trauma akustik, atau pemakaian obat ototoksik sebelumnya> Apakah sebelumnya pernah menderita penyakit infeksi 6irus seperti parotitis, influen0a berat, dan meningitis> Apakah gangguan pendengaran ini diderita se&ak bayi sehingga terdapat &uga gangguan bi%ara dan komunikasi> Pada orang dewasa, prlu ditanyakan apakaha gangguan ini lebih terasa di tempat yang bising atau di tempat yang lebih tenang>

2> 9uara berdenging tinnitus! Geluhan telinga berdenging dapat dirasakan dikepala atau ditelinga, pada satu sisi atau kedua telinga> Apakah gangguan ini menyertai gangguan pendengaran>

(> Basa pusing berputar ?ertigo! Dapat sebagai keluhan gangguan keseimbangan dan rasa ingin &atuh> Apakah keluhan ini timbul pada posisi kepala tertentu dan berkurang bila pasien berbaring dan timbul lagi bila bangun dengan gerakan %epat> Apakah keluhan 6ertigo ini disertai mual, muntah dan rasa penuh ditelinga dan telinga berdenging yang mungkin kelainannya terdapat di labirin atau disertai keluhan neurologis seperti disartri, gangguan penglihatan yang mungkin letak kelainannya disentral>

44

Gadang keluhan 6ertigo timbul bila ada kekakuan gerakan otot leher> Penyakit D,, hipertensi, arteriosklerosis, penyakit &antung, anemia, kanker, sifilis dapat menimbulkan keluhan 6ertigo dan tinnitus>

.> Cyeri dalam Telinga ;talgia! Bila ada keluhan nyeri didalam telinga, perlu ditanyakan apakah pada telinga kiri atau kanan dan sudah berapa lama> Cyeri alih ke telinga dapat berasal dari nyeri di gigi molar atas, sendi mulut, dasar mulut, tonsil atau tulang ser6ikal karena telinga dipersarafi oleh saraf sensoris yang berasal dari organ tersebut>

$> Geluar %airan dari dalam telinga ;torea! Apakah se%ret ini keluar dari satu atau kedua telinga, disertai rasa nyeri atau tidak dan sudah berapa lama> 9e%ret yang sedikit biasanya berasal dari infeksi telinga luar dan se%ret yang banyak dan bersifat mukoid umumnya berasal dari telinga tengah> Bila ber%ampur darah, harus di%urigai tumor> Bila bau busuk, %urigai kolesteatoma>

Kelainan pada telinga luar


&ematoma
(#*INI$I 7ematoma adalah koleksi kumpulan! dari darah diluar pembuluh darah> 7ematoma ter&adi karena dinding pembuluh darah, arteri, 6ena atau kapiler, telah dirusak dan darah telah bo%or kedalam &aringan+&aringan dimana ia tidak pada

45

tempatnya> 7ematoma mungkin adalah ke%il, dengan hanya satu titik darah atau ia dapat men&adi besar dan menyebabkan pembengkakan yang signifikan>

7ematoma aurikuler adalah hematoma daun telinga akibat suatu rudapaksa yang menyebabkan tertimbunnya darah dalam ruang antara perikhondrium dan kartilago> Perdarahan daun telinga yang diikuti oleh pembengkakan dan orang yang beresiko .#N pada atlet>

#PI(#MIO"O'I 7ematoma biasanya ter&adi pada rema&a atau orang dewasa yang mempunyai kegiatan yang melibatkan kekerasan, namun bisa sa&a di&umpai pada usia lan&ut dan anak+anak> .#N berpeluang ter&adi pada atlet> ,enurut penelitian yang dilakukan oleh 7> 9oekerman D9T7T yang dilakukan di B93 Ban&armasin Propinsi Galimantan selatan selama periode )454 s*d )44. didapatkan data dari )##N penderita hematoma aurikuler ber&enis kelamin laki+laki, penderita anak dari #+. tahun hanya ) orang $N!> 3sia lan&ut O $# tahun hanya satu orang $N!> #TIO"O'I 7ematoma aurikurel biasanya disebabkan oleh rudapaksa atau taruma> Dimana taruma ini biasanya ter&adi olahraga yang berhubungan dengan kekerasan seperti tin&u> Dengan adanya taruma ini bisa menyebabkan tertimbunnya darah dalam ruang antara perikhondrium dan kartilago> Kika ter&adi penimbunan darah pada daerah tersebut, maka akan ter&adi perubahan bentuk telinga luar dan tampak massaa berwarna ungu kemerahan> Darah yang tertimbun ini bias menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago sehingga dapat ter&adi perubahan bentuk

46

telinga> 9elain karena trauma, hematoma aurikula bisa &uga disebabkan karena gigitan serangga> Dimana gigitan serangga ini dapat menembus pembuluh darah dan dapat merusak pembuluh darah yang ada di daun telinga sehingga bisa ter&adi hematoma aurikula> MANI*#$TA$I K"INI$ )> 2> (> .> $> 1> => 5> Pembengkakan karena ada gumpalan darah!> Perubahan bentuk telinga deformitas!> Ada*tidak ada rasa nyeri> Perubahan warna tampak massa berwarna ungu!> Ada rasa panas> Gemerahan> Ben&olan di aurikula daun telinga!> Eluktuasi* kenyal

P#M#!IK$AAN *I$IK

:nspeksi Pada hematoma aurikuler biasanya ditemukan ben&olan pada aurikular bagian depan pada daerah %ekungan, pembengkakan karena ada gumpalan darah, adanya perubahan bentuk pada telinga atau deformitas, perubahan warna dimana biasanya tampak massa berwarna ungu, kemerahan dan ben&olan di aurikula daun telinga!>

Palpasi

47

Ga&i adanya nyeri tekan, ben&olan di aurikula daun telinga! dan adanya fluktuasi atau terasa kenyal>

TIN(AKAN P#NAN'ANAN ATA T#!API ,engeluarkan isi hematoma yaitu bisa se%ara aspirasi atau insisi> Aspirasi dilakukan dengan &arum aspirasi nomor )5 untuk men%egah reakumulasi dari hematoma> Prinsip selan&utnya setelah dilakukan aspirasi atau insisi dilakukan penekanan untuk men%egah reakumulasi antara lain dengan %ara : pembalutan seperti pemasangan perban, penekanan paksa mastoidektomi, penekanan lokal dengan blaster yang di&ahit> ,enggunakan penekanan gips yang dipasang di depan dan di belakang> ,enggunakan perban gipsona yang melingkari daun telinga> Disamping kedua tahap ini, &uga penting pemberian antibiotik yang adekuat Eari0, 2##1!> 9elain itu ada beberapa %ara atau metode dalam penanganan hematoma aurikuler, yaitu: )> 2> (> Bebet tekan melingkar Bantalan kapas atau kasa di&ahitkan menembus aurikula Bantalan kasa yang &enuh dengan salep antibiotika dan pipa karet yang masing+masing didepan dan dibelakang aurikulum di&ahit menembus aurikuler .> bantalan kapas atau kasa yang di%elupkan dalan %airan kolodion dan diletakkan pada telinga yang sakit 9tute6ille! $> white wool atau webrig yang di%elupkan dalam %airan kolodion dan diletakkan pada telinga yang sakit 1> => gips yang di%ampur air se%ukupnya dan di%etakkan pada telinga yang sakit penekanan dengan memakai bloster yang di&arit

48

5>

bantalan kasa yang padat dibasahi betadine masing+masing didepan dan dibelakang aurikula di&ahit menembus aurikula dan difiksasi dengan pipa plastik dan bekas selang infus pada bagian belakang aurikula soekirman )44$!

Perikondritis Aurikula
-fusi serum atau pus di antara lapisan perikondrium dan kartilago telinga luar>

#TIO"O'I 9tafilokokus, streptokokus, pseudomonas Perikondritis bisa ter&adi akibat: + %edera + gigitan serangga + peme%ahan bisul dengan senga&a> Canah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan &aringan ikat di sekitarnya perikondrium!> Gadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago, menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya

49

menyebabkan kelainan bentuk telinga> ,eskipun bersifat merusak dan menahun, tetapi perikondritis %enderung hanya menyebabkan ge&ala+ge&ala yang ringan> PATO*I$IO"O'I Trauma : laserasi atau akibat kerusakan yang tidak disenga&a pada pembedahan telinga, memar Badang : Eurunkel dengan pengobatan yang tidak adekuat>

infiltrasi perikondrium Q supurasi Q nekrosis tulang rawanQ dapat ter&adi deformitas daun telinga (IA'NO$I$ Anamnesis aurikula bengkak, nyeri, merah kadang dapat disertai demam Pemeriksaan kriteria dI : edema luas aurikula, hiperemia, panas, nyeri palpasi suhu tubuh R supuratif Q fluktuasi F! nekrosis Q deformitas F! pembesaran GDB regional lekosit R

P#NATA"AK$ANAAN 3ntuk membuang nanahnya, dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago> Antibiotik : bila ringan, Gloksasilin oral ( I $## mg*hari> Bila berat, gentamisin :? 2 I 5# mg * hari atau aminoglikosida lain>

50

Antiinflamasi*analgesik : as> mefenamat, piroksikam atau diklofenak :nsisi bila ter&adi supurasi -ksisi bila ter&adi nekrosis tulang rawan KOMP"IKA$I Bila telah ter&adi nekrosis dapat ter&adi deformitas permanen aurikel @auliflower ear!

Pseudokista
Ben&olan di daun telinga disebabkan kumpulan %airan kekuningan di antara lapisan perikondrium dan tulang rawan telinga> Ben&olan ini tidak nyeri dan tidak diketahui penyebabnya> Gumpulan %airan ini harus dikeluarkan se%ara steril untuk men%egah timbul perikondritis> Gemudian dilakukan balut tekan dengan bantuan semen gips selama seminggu supaya perikondrium melekat pada tulang rawan kembali> Apabila perlekatan tidak sempurna dapat timbul kekekambuhan>

$ M.ATAN $#! M#N


9umbatan serumen adalah gangguan pendengaran yang timbul akibat

penumpukan serumen di liang telinga dan menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu> 9erumen dihasilkan dari produksi kelen&ar sebasea dan kelen&ar serumen yang terdapat di kulit luar liang telinga yang apabila tidak pernah dibersihakan dapat menimbulkan sumbatan liang telinga>Gonsistensi serumen biasanya lunak, tetapi kadang+kadang padat, terutama dipengaruhi oleh faktor keturunan, iklim dan usia> #tiologi Eaktor yang menyebabkan serumen terkumpul, mengeras dan menyumbat di liang telinga adalah : )> Dermatitis kronik liang telinga luar> 2> 8iang telinga yang sempit> (> Produksi serumen yang banyak dan kental>

51

.> Adanya aksostosis liang telinga> $> 9erumen terdorong ke dalam karena kebiasaan mengorek telinga> *aktor predisposisi Dermatitis kronik di liang telinga luar, liang telinga sempit, produksi serumen banyak dan kental, adanya benda asing di liang telinga, eksostosis diliang telinga, terdorongnya serumen oleh &ari tangan atau u&ung handuk setelah mandi, atau kebiasaan mengorek telinga> Mani0estasi klinis Telinga tersumbat sehingga pendengaran berkurang>Basa nyeri apabilah serumen keras membantu dan menekan dinding liang telinga>Tinitus dan 6ertigo bila serumen menekan membran timpani> (iagnosis )> Telinga tersumbat sehinga pendengaran berkurang> 2> Timbul rasa nyeri bila serumen keras menekan dinding liang telinga> (> Telinga berdengung tinitus! dan pusing 6ertigo!, bila serumen menekan membran timpani> .> Batuk bila n>6agus terangsang melalui %abang aurikular> Penatalaksanaan )> 9erumen yang lembek, dibersihkan dengan kapas yang dililit pada aplikator pelilit!> 2> 9erumen yang keras, dikeluarkan dengan pengait atau kuret> (> 9erumen yang sangat keras membatu!, dilembekkan dulu dengan karbogliserin )#N, ( kali $ tetes sehari, selama ( ' $ hari, setelah itu dikeluarkan dengan pengait atau kuret dan bila perlu dilakukan irigasi telinga dengan air yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh> .> 9erumen yang terlalu dalam dan mendekati membran timpani, dikeluarkan dengan %ara mengirigasi liang telinga dengan menggunakan air hangat, suhu (= dera&at @el%ius supaya tidak timbul 6ertigo karena terangsangnya 6estibuler dan perlu diperhatikan irigasi liang telinga tidak diperbolehkan bila membran timpani perforasi>

52

.#N(A A$IN' (I "IAN' T#"IN'A Benda asing yang ditemukan di liang telinga ber6ariasi sekali> Bisa berupa benda mati atau benda hidup> Pada anak ke%il sering ditemukan ka%ang hi&au, mani%, mainan, karet penghapus dan kadang baterai> Pada orang dewasa yang relatif sering adalah kapas cotton bud yang tertinggal, potongan korek api, patahan pensil, kadang+kadang ditemukan serangga ke%il seperti ke%oa, semut atau nyamuk> ,engeluarkan benda asing harus hati+hati> Bila kurang hati+hati atau pasien tidak kooperatif beresiko trauma yang merusak membran timpani atau struktur telingah tengah> Bila masih hidup binatang di liang telingah harus di matikan terlebih dahulu dengan meneteskan %airan misalnya larutan re6anol atau obat anastesi lokal! lebih kurang sepuluh menit> 9etelah binatang mati keluarkan dengan pinset atau diirigasi dengan air bersih yang hangat> Benda asing yang besar dapat dikait dengan pengait serumen, sedangkan yang ke%il bisa diambil dengan kunam atau pengait>

OTITI$ #K$T#!NA (e0inisi radang telinga akut maupun kronis> #tiologi + Bakteri, &amur, 6irus dll>

53

+ + +

Badang mudah ter&adi &ika p7 liang telinga men&adi basa Trauma ringan, misalnya ketika mengorek telinga Berenang yang menyebabkan perubahan kulit>

'e1ala + + + + + + kemerahan edema, adanya krusta panas, gatal*sakit dolor! < keluar %airan

Klasi0ikasi + + + + otitis eIterna sir%um s%ripta, otitis eIterna difusa, otitis eIterna maligna, otitis eIterna mikutika

OTITI$ #K$T#!NA $I!K M$K!IPTA (* ! NK#"O$I$ ,.I$ " ) ,erupakan radang yang ter&adi pada sepertiga luar liang telinga pars kartilaginesa!, berbentuk furunkel> #tiologi

54

9taphylo%o%%us aureus dan 9taphylo%o%%us albus> 'e1ala + rasa sakit yang dapat men&alar sampai kepala, leher, bahu baik se%ara spontan maupun setelah disentuh saat mengunyah, tragus pain, buka mulut!> + Dangguan pendengaran bila furunkel sampai menyumbat liang telinga>

Pemeriksaan 9akit tekan SO liang telinga, tragus, daerah mastoid < emporal> Therap/ + + + Antibioti% polymiIin B atau ba%itra%in Analgesi% topi%al asam asetat 2+$ N dalam al%ohol 2 N bila dinding furunkel tebal, perlu insisi

OTITI$ #K$T#!NA (I* $A (!A(AN' K "IT $"!& "IAN' T#"IN'A) ,erupakan radang pada liang telinga dua pertiga bagian dalam> #tiologi 9taphylo%o%%us albus, -s%here%hia %oli> 'e1ala

55

+ + + + + + +

sakit tergantung dera&at! &uga pada tragus gatal, kurang pendengaran kulit liang telinga hiperemis edema tidak &elas batasnya tidak terdapat furunkel kadang ada sekret berbau yang tidak mengandung musin>

Terapi + + memasukkan tampon yang mengandung antibiotika ke liang telinga kadang perlu antibiotik sistemik

OTITI$ #2T#!NA MA"I'NA Predisposisi : kelemahan umum, leukemia, arterios%lerosis "okasi : isthmus liang telinga #tiologi T psedomonas aeruginosa yg mengeluarkan T neurotoIin SO %ranial * neuropati T eIotoIin SO nekrose, &ar> periauri%ula, kel> parotis Prognosis : sangat gatal
56

Therap/ : sangat sukar, bila belum meluas dgn nekrotomi>

K#!ATO$I$ O.$T !AN$ (e0inisi Geratosis obssturan ditemukan gumpalan epidermis diliang telinga yang disebabkan oleh terbentuknya sel+sel epitel yang berlebihan yang tidak bermigrasi ke arah telinga luar> #tiologi Geratosis obsturan disebabkan oleh proses radang yang kronik serta sudah ter&adi gangguan migrasi epitel maka setelah gumpalan keratin dikeluarkan, debris akibat radang harus dibersihkan se%ara berkala> Pato0isiologi dan mani0estasi klinis Pada keratosis obsturans terdapat tuli kondusif akut,nyeri yang hebat, liang telinga yang lebih besar, membran timpani yang utuh tapi lebih tebal, dan &arang ditemukan adanya sekresi telingah> Dangguan pendengaran dan sekresi yang hebat disebabkan oleh pendesakan epitel berkeratin di liang telinga> Geratosis obsturans bilateral sering ter&adi pada usia muda> 9ering dikaitkan pada sinusitis dan bronkiektasis> Penatalaksanaan Pemberian obat tetes telingah dari %ampuran alkohol atau gliserin dalam 72;2 (N tiga kali seminggu seringkali dapat menolong> Tindakan operasi bisa dilakukan &ika dekstruksi tulang sudah meluas ke telinga tengah>

57

Otomikosis
;tomikosis adalah infeksi &amur superfisial atau sub akut pada kanalis auditorius eIternus> Kamur yang bertanggung &awab pada keadaan klinis ini ditemukan sebagai saprofit terhadap lingkungan> Kamur biasanya mengin6asi se%ara sekunder pada &aringan luka yang pertama kali disebabkan oleh infeksi bakteri, %edera fisik atau penimbunan serumen yang berlebihan di kanalis auditorius eIternus>),2,(,. ;tomikosis dapat diklasifikasikan men&adi otomikosis primer dan sekunder> ;tomikosis primer biasanya ter&adi pada keadaan lembab saat atmosfir mengandung kelembapan yang tinggi> Gelembapan yang tinggi ini membuat kulit liang telinga luar membengkak dan berair> 7al ini men&adi predisposisi infeksi &amur> ;tomikosis sekunder ter&adi sebagai immuno%ompromised seseorang dan pada orang yang mengalami ;,9G> Pasien dengan ;,9G biasanya menggunakan tetes telinga antibiotik spektrum luas> Tetes telinga ini tidak hanya membunuh patogen tetapi &uga komensal alami yang menyebabkan infeksi &amur sekunder>. Kamur dapat sebagai penyebab utama dari suatu infeksi primer, tetapi biasanya &uga disertai dengan infeksi bakteri kronik yang berasal dari kanalis eksterna ataupun telinga tengah> ;tomikosis sekunder dapat ter&adi &ika penyebab infeksi primer tidak diatasi> 9emua &amur dapat berkembang pada lingkungan yang suasananya lembab, hangat dan gelap> Dari ketiga faktor tersebut suasana lembab merupakan faktor predisposisi yang memper%epat pertumbuhan &amur>( Kamur yang paling sering menyebabkan otomikosis merupakan spesies Aspergillus dan @andida, meskipun &amur yang lain &uga dapat ditemukan> Aspergillus merupakan &amur yang berspora yang membentuk hifa> Aspergillus fla6us, Aspergillus niger dan Aspergillus fumigatus merupakan ( spesies yang paling sering ditemukan> Kamur+&amur ini berbentuk spora yang berwarna kuning, hitam*%oklat dan abu+abu> @andida merupakan &amur dimorfik> Dapat terlihat

58

sebagai bentuk pseudohifa dan sebagai &amur berbentuk kun%up>2,.,$,1 Eaktor predisposisi dari otomikosis termasuk infeksi kronik pada telinga, penggunaan tetes telinga, steroid, berenang lembab merupakan faktor predisposisi dari infeksi &amur!, adanya infeksi &amur pada bagian tubuh lainnya seperti dermatomikosis atau 6aginitis, gangguan fungsi imunitas, malnutrisi, perubahan hormonal dalam tubuh dapat memi%u timbulnya infeksi seperti pada menstruasi ataupun pada wanita hamil>

Kelaian telinga tengah


MI!IN'ITI$ (e0inisi ,iringitis meru&uk pada suatu peradangan pada membrane timpani> Peradangan membrane timpani ini dapat menyertai radang telinga tengah ataupun suatu otitis eksterna> Pen/ebab Penyebabnya adalah infeksi 6irus atau bakteri> Anak : disebabkan oleh bakteri yang la0im menyebabkan ;titis ,edia 9upuratif Akut> Dewasa : dihubungkan dengan infeksi ) coplasma pneumonia> 'e1ala ,iringitis hemoragik atau bulosa pembentukan bleb bula! pada membrane timpani dan dinding kanalis di dekatnya>

59

Bula+bula ini mengandung %airan serosa, darah atau keduanya dan tampak merah atau ungu> Cyeri timbul se%ara tiba+tiba dan berlangsung selama 2.+.5 &am> (iagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan ge&ala dan hasil pemeriksaan telinga dengan otoskop> (iagnosis .anding ;titis -ksterna 7erpes 0oster otikus sindrom Bamsay+7unt! Pengobatan :nfeksi diatasi dengan antibioti% : -ritromisin 3ntuk mengurangi nyeri diberikan obat pereda nyeri atau dilakukan peme%ahan 6esikel dengan &arum halus atau pisau miringotomi>

'AN'' AN * N'$I T .A # $TA-&I $ Tuba -usta%hius adalah saluran yang menghubungkan rongga teilnga tengah dengan nasofaring> Eungsi tuba: 1. ?entilasi untuk men&aga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama dengan tekanan udara luar> 2> Drainase se%ret 3. Proteksi menghalangi masuknya se%ret dari nasofaring ke telinga tengah> Eungsi 6entilasi dapat dibuktikan dengan a> Perasat ?alsal6a $ara: meniupkan dengan keras dari hidung sambil hidung dipen%et serta mulut ditutup>
60

*asil: Tuba Terbuka terasa udara masuk ke dalam rongga telinga tengah yang menekan membrane timpani ke arah lateral> +,: ada infeksi pada &alan napas atas> b> Perasat Toynbee $ara: menelan ludah sambil hidung dipen%et serta mulut ditutup> *asil: Tuba Terbuka terasa membrane timpani tertarik ke medial> Perasat ini lebih fisiologis> Tuba -usta%hius terdiri dari: @artilago Dua pertiga dalam ke arah nasofaring! Tulang 9epertiganya>

Pada anak, tuba lebih pendek, lebih lebar dan kedudukannya lebih hori0ontal dari tuba orang dewasa> Tuba biasanya dalam keadaan tertutup dan baru terbuka apabila oksigen diperlukan masuk ke telinga tengah atau pada saat mengunyah, menelan, dan menguap> Pembukaan tuba dibantu oleh otot tensor 6eli palatine apabila perbedaan antara 2#+.# mm7g> Dangguan fungsi tuba dapat ter&adi oleh beberapa hal: )> Tuba Terbuka Abnormal Adalah tuba terus menerus terbuka, sehingga udara masuk ke telinga tengah waktu respirasi> Dapat disebabkan oleh hilangnya &aringan lemak di sekitar mulut tuba sebagai akibat turunnya berat badab yang hebat, penyakit kronis rhinitis atrofi dan faryngitis!, gangguan fungsi otot seperti ,yastenia Dra6is, penggunaan obat anti+hamil pada wanita dan penggunaan esterogen pada laki+laki> Geluhan pasien biasanya berupa rasa penuh dalam telinga tengah atau autofoni gema suara sendiri terdengar lebih keras!> Geluhan ini sangat mengganggu sehingga pasien mengalami stress berat>

61

Pada pemeriksaan klinis dapat dilihat membran timpani yang atrofi, tipis, dan bergerak pada respirasi (a telltale diagnostic sign)> Pengobatan %ukup dengan obat penenang, dan bila tidak berhasil digunakan pemasangan pipa 6entilasi (-rommet) 2> ,yoklonus palatal :alah kontraksi ritmik dari otot+otot palatum yang ter&adi se%ara periodi%> 7al ini menimbulkan bunyi klik dalam telinga pasien dan kadang+kadang dapat didengar oleh pemeriksa> Geadaan ini &arang ter&adi dan penyebab yang pasti belum diketahui> (> Palatoskisis Ter&adi gangguan otot tensor 6eli palatine dalam membuka tuba> 7al ini menyebabkan ter&adinya kelainan telinga tengah pada anak dengan palatoskisis lebih besar dibandingkan dengan anak normal> Dian&urkan untuk melakukan koreksi paloskisis sedini mungkin> .> ;bstruksi tuba Dapat ter&adi oleh berbagai kondisi, seperti peradangan di nasofaring, peradangan adenoid atau tumor nasofaring> De&ala klinik awal adalah terbentuknya %airan pada telinga tengah otitis media serosa!> ;leh karena itu, setiap pasien dewasa dengan otitis media kronik unilateral harus dipikirkan adanya %a nasofaring> 9umbatan mulut tuba di nasofaring &uga bias disebabkan oleh tampon posterior hidung Bello%A tempon! atau oleh sikatriks akibat trauma operasi adenoidektomi!>

.A!OT!A MA (A#!OTITI$) (e0inisi ,erupakan keadaan dengan ter&adinya perubahan tekanan yang tiba+tiba di luar telinga tengah sewaktu di pesawat terbang atau menyelam, yang menyebabkan tuba gagal membuka>

62

Pato0isiologi Bila perbedaan tekanan melebihi 4# %m7g, maka otot yang normal akti6itasnya tidak mampu membuka tuba> Ter&adi tekanan negati6e di rongga telinga tengah U @airan keluar dari pembuluh darah kapiler mukosa dan kadang+kadang disertai dengan rupture pembuluh darah U @airan di telinga tengah dan rongga mastoid ter%ampur darah 'e1ala Gurang dengar Basa nyeri dalam telinga Autofoni Perasaan ada air dalam telinga Gadang+kadang tinnitus dan 6ertigo Pengobatan @ara konser6atif yaitu dengan Dekongestan lo%al ,elakukan perasat ?alsal6a selama tidak ada infeksi di &alan napas atas> @airan atau %airan yang ber%ampur darah menetap di telinga tengah sampai beberapa minggu dian&urkan untuk miringotomi dan bila perlu memasang pipa 6entilasi -rommet! Prevensi 9elalu mengunyah permen karet atau melakukan perasat ?alsal6a, terutama sewaktu pesawat mulai turun untuk mendarat>

63

Otitis Media Akut (OMA) / Otitis Media $upurati0 Akut adalah peradangan akut pada sebagian atau seluruh struktur berikut: mukosa telinga tengah tuba eusta%heus antrum mastoid dan sel+sel mastoid -tiologi ;,A ter&adi karena gangguan pertahanan tubuh terhadap mikroba ke dalam telinga tengah yang terdiri dari silia tuba -usta%heus, en0im, dan antibody> Eaktor penyebab utama otitis media adalah sumbatan tuba eusta%heus sehingga pen%egahan in6asi mikroba ke dalam telinga tengah terganggu> Akibatnya, mikroba masuk ke telinga tengah dan menimbulkan peradangan> Eaktor pen%etus ;,A salah satunya :9PA, terutama pada anak dan bayi> Pada bayi, ;,A lebih mudah ter&adi karena tuba -usta%heus lebih pendek, lebar, dan terletak lebih hori0ontal>

64

,ikroba penyebab utama pada ;,A adalah bakteri piogenik: (treptococcus hemolitikus, (ta"ilococcus aureus, .neumococcus> Pada balita, ;,A &uga dapat disebabkan oleh *aemophilus in"luenza

65

Patofisiologi

9tadium ;,A Perubahan mukosa telinga tengah sebagai akibat infeksi dapat dibagi atas $ stadium berdasarkan gambaran membran timpani: )> 9tadium oklusi tuba -usta%hius 9ukar dibedakan dengan otitis media serosa oleh 6irus atau alergi Dambaran membrane timpani:

o normal o retraksi membrane timpani akibat tekanan negati6e di dalam telinga tengah karena absorpsi udara> 2> 9tadium hiperemis presupurasi!
66

Dambaran membran timpani:

o 7iperemis o -dem o Pembuluh darah melebar di sebagian atau seluruh membran timpani (> 9tadium supurasi Dambaran membrane timpani:

o bulging menon&ol! ke arah liang telinga luar karena edem hebat pada membran mukosa telinga tengah dan han%urnya sel epitel superfi%ial serta terbentuknya eksudat yang purulen di %a6um timpani

'endang telinga menon1ol / ulging o lembek dan kekuningan men%erminkan adanya nekrosis, dapat ter&adi rupture

67

ter&adi bilamana tekanan nanah di %a6um timpani tetap tinggi sehingga kapiler tertekan dan ter&adi iskemia, trombophlebitis pada 6ena+6ena ke%il dan nekrosis mukosa dan submukosa> De&ala dan tanda:

o Penderita tampak sangat sakit o Cadi dan suhu tubuh meningkat o Basa nyeri di telinga bertambah hebat .> 9tadium perforasi Dambaran membrane timpani: ter&adi rupture dan nanah keluar mengalir ke telinga luar Ter&adi bila keadaan stadium supurasi tidak teratasi akibat keterlambatan pemberian antibiotika dan tingginya 6irulensi bakteri De&ala dan tanda:

o Penderita tak lagi tampak sakit dan gelisah o 9uhu badan turun o Penderita tenang dan dapat tidur nyenyak

68

Per0orasi gendang telinga $> 9tadium resolusi Dambaran membrane timpani:

o Bila tetap utuh perlahan+lahan kembali normal o Bila sudah ter&adi perforasi sekret berkurang dan mongering Besolusi dapat ter&adi tanpa medikasi pada penderita dengan daya tahan tubuh baik ;,A berubah men&adi :,9G bila perforasi menetap dengan sekret yang keluar terus menerus dan hilang timbul> Dapat mun%ul ge&ala sisa se/uele! berupa ;,9 bila sekret menetap di %a6um timpani tanpa ter&adi perforasi membran timpani> ,anifestasi Glinik o tergantung stadium dan usia penderita

69

o Geluhan utama: nyeri di dalam telinga o De&ala dan tanda: o 9uhu tubuh tinggi o Biwayat :9PA o Dangguan pendengaran berupa rasa penuh di telinga dan penurunan pendengaran o Pada bayi dan anak De&ala khas stadium supurasi: suhu tubuh tinggi hingga (4,$# @ gelisah dan sukar tidur tiba+tiba men&erit waktu tidur diare ke&ang+ke&ang memegang telinga yang sakit 9elan&utnya, bila membran ruptur, suhu tubuh turun dan anak dapat tenang dan tidur nyenyak ;,A harus dibedakan dari otitis media dengan efusi yang dapat menyerupai ;,A> 3ntuk membedakannya dapat diperhatikan hal+hal berikut>. De&ala dan tanda Cyeri telinga, demam, rewel -fusi telinga tengah F F F ;,A + ;titis media dengan efusi

70

Dendang telinga suram Dendang yang menggembung Derakan gendang berkurang Berkurangnya pendengaran

F F*+ F F

F*+ + F F

Gomplikasi: V :nfeksi pada tulang di sekitar telinga tengah mastoiditis atau petrositis! V 8abirintitis infeksi pada kanalis semisirkuler! V Gelumpuhan pada wa&ah V Tuli V Peradangan pada selaput otak meningitis! V Abses otak>

Tanda+tanda ter&adinya komplikasi: + sakit kepala + tuli yang ter&adi se%ara mendadak + 6ertigo perasaan berputar! + demam dan menggigil Terapi Terapi berdasarkan stadium

71

stadium oklusi

o goal TI: untuk membuka kembali tuba eusta%hius sehingga tekanan di telinga tengah normal kembali o medikasi yang diberikan: obat tetes hidung untuk anak P)2 tahun 7@l efedrin #,$N dalam larutan fisiologis untuk dewasa dan anak O)2 tahun 7@l efedrin )N dalam larutan fisiologis antibiotika bila ada sumber infeksi dengan etiologi bakteri bukan 6irus atau &amur! stadium hiperemi*presupurasi

o antibiotika penisilin atau ampisilin Dian&urkan pemberian antibiotik golongan penisilin atau eritromisin> Kika ter&adi resistensi, dapat diberikan kombinasi dengan asam kla6ulanat atau sefalosporin> 3ntuk terapi awal diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam darah sehingga tidak ter&adi mastoiditis terselubung, gangguan pendengaran sebagai ge&ala sisa dan kekambuhan> Antibiotik diberikan minimal selama = hari> Ampisilin diberikan dengan dosis $#+)## mg*BB per hari, dibagi dalam .

dosis, atau amoksisilin .# mg*BB*hari dibagi dalam ( dosis, atau eritromisin .# mg*BB*hari> o tetes hidung o analgetika stadum supurasi

72

o 9elain antibiotik, pasien harus diru&uk untuk melakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga ge&ala %epat hilang dan tidak ter&adi ruptur stadium perforasi

o Terlihat sekret banyak keluar, kadang se%ara berdenyut> Diberikan obat %u%i telinga 72;2 (N selama (+$ hari serta antibiotik yang adekuat sampai ( minggu> Biasanya sekret akan hilang dan perforasi akan menutup sendiri dalam =+)# hari stadium resolusi

o ,embran timpani berangsur normal kembali, sekret tidak ada lagi, dan perforasi menutup> Bila tidak, antibiotik dapat dilan&utkan sampai ( minggu> Bila tetap, mungkin telah ter&adi mastoiditis Antibiotik ;,A umumnya adalah penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya > 9ekitar 5#N ;,A sembuh dalam ( hari tanpa antibiotik> Penggunaan antibiotik tidak mengurangi komplikasi yang dapat ter&adi, termasuk berkurangnya pendengaran> ;bser6asi dapat dilakukan pada sebagian besar kasus> Kika ge&ala tidak membaik dalam .5+=2 &am atau ada perburukan ge&ala, antibiotik diberikan> Ameri%an A%ademy of Pediatri%s AAP! mengkategorikan ;,A yang dapat diobser6asi dan yang harus segera diterapi dengan antibiotik sebagai berikut: 3sia P 1 bln 1 bln ' 2 th 2 thn Diagnosis pasti Antibiotik Antibiotik Antibiotik &ika ge&ala berat; obser6asi &ika ge&ala ringan De&ala ringan nyeri telinga ringan dan demam P(4/@ dalam 2. &am terakhir> De&ala berat nyeri telinga sedang ' berat atau demam (4/@> Diagnosis meragukan Antibiotik Antibiotik &ika ge&ala berat; obser6asi &ika ge&ala ringan ;bser6asi

73

Pilihan obser6asi selama .5+=2 &am hanya dapat dilakukan pada anak usia enam bulan ' dua tahun dengan ge&ala ringan saat pemeriksaan, atau diagnosis meragukan pada anak di atas dua tahun> 3ntuk dapat memilih obser6asi, follow+ up harus dipastikan dapat terlaksana> Analgesia tetap diberikan pada masa obser6asi> ,enurut B,K, pilihan obser6asi dapat dilakukan terutama pada anak tanpa ge&ala umum seperti demam dan muntah>

Kika diputuskan untuk memberikan antibiotik, pilihan pertama untuk sebagian besar anak adalah amoIi%illin>

Antibiotik pada ;,A akan menghasilkan perbaikan ge&ala dalam .5+=2 &am> Dalam 2. &am pertama ter&adi stabilisasi, sedang dalam 2. &am kedua mulai ter&adi perbaikan> Kika pasien tidak membaik dalam .5+=2 &am, kemungkinan ada penyakit lain atau pengobatan yang diberikan tidak memadai> Dalam kasus seperti ini dipertimbangkan pemberian antibiotik lini kedua> ,isalnya:

)> Pada pasien dengan ge&ala berat atau ;,A yang kemungkinan disebabkan 7aemophilus influen0ae dan ,oraIella %atarrhalis, antibiotik yang kemudian dipilih adalah amoIi%illin+%la6ulanate> 9umber lain menyatakan pemberian amoIi%illin+%la6ulanate dilakukan &ika ge&ala tidak membaik dalam tu&uh hari atau kembali mun%ul dalam ). hari> 2> Kika pasien alergi ringan terhadap amoIi%illin, dapat diberikan %ephalosporin seperti %efdinir, %efpodoIime, atau %efuroIime> (> Pada alergi berat terhadap amoIi%illin, yang diberikan adalah a0ithromy%in atau %larithromy%in> .> Pilihan lainnya adalah erythromy%in+sulfisoIa0ole atau sulfamethoIa0ole+ trimethoprim> Camun kedua kombinasi ini bukan pilihan pada ;,A yang tidak membaik dengan amoIi%illin>

74

Kika pemberian amoIi%illin+%la6ulanate &uga tidak memberikan hasil, pilihan yang diambil adalah %eftriaIone selama tiga hari> Perlu diperhatikan bahwa %ephalosporin yang digunakan pada ;,A umumnya merupakan generasi kedua atau generasi ketiga dengan spektrum luas> Demikian &uga a0ythromy%in atau %larythromy%in> Antibiotik dengan spektrum luas, walaupun dapat membunuh lebih banyak &enis bakteri, memiliki risiko yang lebih besar> Bakteri normal di tubuh akan dapat terbunuh sehingga keseimbangan flora di tubuh terganggu> 9elain itu risiko terbentuknya bakteri yang resisten terhadap antibiotik akan lebih besar> Garenanya, pilihan ini hanya digunakan pada kasus+ kasus dengan indikasi &elas penggunaan antibiotik lini kedua>

Pemberian antibiotik pada otitis media dilakukan selama sepuluh hari pada anak berusia di bawah dua tahun atau anak dengan ge&ala berat> Pada usia enam tahun ke atas, pemberian antibiotik %ukup $+= hari> Di :nggris, an&uran pemberian antibiotik adalah (+= hari atau lima hari> 3lasan dari @o%hrane menun&ukkan tidak adanya perbedaan bermakna antara pemberian antibiotik dalam &angka waktu kurang dari tu&uh hari dibandingkan dengan pemberian lebih dari tu&uh hari> Dan karena itu pemberian antibiotik selama lima hari dianggap %ukup pada otitis media> Pemberian antibiotik dalam waktu yang lebih lama meningkatkan risiko efek samping dan resistensi bakteri> Analgesia/pereda n/eri

9elain antibiotik, penanganan ;,A selayaknya disertai penghilang nyeri analgesia!> Analgesia yang umumnya digunakan adalah analgesia sederhana seperti para%etamol atau ibuprofen> Camun perlu diperhatikan bahwa pada penggunaan ibuprofen, harus dipastikan bahwa anak tidak mengalami gangguan pen%ernaan seperti muntah atau diare karena ibuprofen dapat memperparah iritasi saluran %erna>

Pemberian obat+obatan lain seperti antihistamin antialergi! atau dekongestan tidak memberikan manfaat bagi anak>

75

o Pemberian kortikosteroid &uga tidak dian&urkan> o ,yringotomy myringotomy: melubangi gendang telinga untuk mengeluarkan %airan yang menumpuk di belakangnya! &uga hanya dilakukan pada kasus+kasus khusus di mana ter&adi ge&ala yang sangat berat atau ada komplikasi> @airan yang keluar harus dikultur> o Pemberian antibiotik sebagai profilaksis untuk men%egah berulangnya ;,A tidak memiliki bukti yang %ukup>

76

Mastoiditis
Definisi ,astoiditis adalah segala proses peradangan pada sel+ sel mastoid yang terletak pada tulang temporal> Biasanya timbul pada anak+anak atau orang dewasa yang sebelumnya telah menderita infeksi akut pada telinga tengah> De&ala+ge&ala awal yang timbul adalah ge&ala+ge&ala peradangan pada telinga tengah, seperti demam, nyeri pada telinga, hilangnya sensasi pendengaran, bahkan kadang timbul suara berdenging pada satu sisi telinga dapat &uga pada sisi telinga yang lainnya!

Patofisiologi * -tiologi ,astoiditis biasanya merupakan komplikasi otitis media supuratif> ;titis media supuratif baik akut maupun kronis, berpotensi serius karena komplikasinya dapat mengan%am kesehatan dan dapat menyebabkan kematian> Gomplikasi otitis media ter&adi apabila pertahanan normal telinga tengah dilewati, sehingga infeksi men&alar ke struktur di sekitar telinga tengah> pertahanan notmal tersebutadalah mukosa %a6um timpani dan dinding tulang %a6um timpani dan mastoid> Bila kedua sawar tersebut runtuh, maka struktur lunak sekitarnya akan terkena> 9etelah

77

sawar tulang terlampaui, terdapat sawar ketiga yaitu pembentukan &aringan granulasi> De&ala Dari keluhan penyakit didapatkan keluarnya %airan dari dalam telinga yang selama lebih dari tiga minggu, hal ini menandakan bahwa pada infeksi telinga tengah sudah melibatkan organ mastoid> De&ala demam biasanya hilang dan timbul, hal ini disebabkan infeksi telinga tengah sebelumnya dan pemberian antibiotik pada awal+awal per&alanan penyakit> Kika demam tetap dirasakan setelah pemberian antibiotik maka ke%urigaan pada infeksi mastoid lebih besar> Basa nyeri biasanya dirasakan dibagian belakang telinga dan dirasakan lebih parah pada malam hari, tetapi hal ini sulit didapatkan pada pasien+pasien yang masih bayi dan belum dapat berkomunikasi> 7ilangnya pendengaran dapat timbul atau tidak bergantung pada besarnya kompleks mastoid akibat infeksi> Dari pemeriksaan fisik didapatkan W Gemerahan pada mastoid W Geluarnya %airan baik bening maupun berupa lendir warna bergantung dari bakteri! W ,atinya &aringan keras tulang, tulang rawan! W Adanya abses kumpulan &aringan mati dan nanah! W Proses peradangan yang tetap melebar ke bagian dan organ lainnya> W Biwayat infeksi pada telinga tengah sebelumnnya> Pemeriksaan penun&ang yang dapat diminta : pemeriksaan kultur mikrobiologi, pengukuran sel darah merah dan sel darah putih yang menandakan adanya infeksi, pemeriksaan %airan sumsum untuk menyingkirkan adanya penyebaran ke dalam ruangan di dalam kepala> Pemeriksaan lainnnya adalah @T+s%an kepala, ,B:+ kepala dan foto polos kepala>

78

Tatalaksana Pengobatan dengan obat+obatan seperti antibiotik, anti nyeri, anti peradangan dan lain+lainnya adalah lini pertama dalam pengobatan mastoiditis> Tetapi pemilihan anti bakteri harus tepat sesuai dengan hasil test kultur dan hasil resistensi> Pengobatan yang lebih in6asif adalah pembedahan pada mastoid> Bedah yang dilakukan berupa bedah terbuka, hal ini dilakukan &ika dengan pengobatan tidak dapat membantu mengembalikan ke fungsi yang normal>

Kelainan telinga dalam


T "I Definisi Berkurangnya keta&aman pendengaran orang atau penderita> Geta&aman pendengaran dianggap normal bila orang itu dapat mendengar dengan baik kata+kata yang dibisikkan dalam &arak 1 m atau kurang lebih (# m dengan suara keras> Ada ( kategori tuli: )> Tuli ringan 2> Tuli sedang (> Tuli berat Ada . ma%am tuli: )> Tuli hantaran atau tuli konduktif

79

Pada tuli ini fungsi koklea dan saraf masih normal, tetapi gelombang suara dihambat melalui telinga luar dan tengah> Detaran garpu tala lewat tulang lebih baik daripada lewat udara> Ter&adi pada: a) Dangguan telinga luar atresia lubang telinga luar, sumbatan serumen, benda asing, otitis eksterna, dll> b) Dangguan telinga tengah ;,A, ;,P, sumbatan Tuba, polip telinga, dll> 2> Tuli saraf atau tuli perseptif atau tuli sensoris Ter&adi kelainan pada koklea atau saraf pendengaran, sedangakan telinga luar dan tengah dalam keadaan normal> (> Tuli %ampuran @ampuran tuli saraf dan konduksi> .> Tuli pada orang tua atau presbiakusis Tuli ini fisiologis, ter&adi karean umur sudah tua, sehingga koklea bagian saraf+ sarafnya mengalami kemunduran>

T "I M#N(A(AK (sudden dea0ness) Definisi Tuli yang ter&adi se%ara tiba+tiba> Kenis ketulian sensorineural> Penurunan pendengaran sensorineural (#dB atau lebih, paling sedikit tiga frekuensi berturut+turut pada pemeriksaan audiometri% dan berlangsung kurang dari ( hari> -tiologi )> :skemia koklea Dapat disebabakan oleh spasme, thrombosis atau perdarahan arteri auditi6a interna>

80

:skemia mengakibatkan degenerasi luas pada sel+sel ganglion stria 6askularis dan ligaen spiralis pembentukan &aringan ikat dan penulangan> 2> :nfeksi 6irus -I: 6irus parotis, 6irus %ampak, 6irus influen0a B, dan mononu%leosis menyebabakn kerusakan pada organ %orti, membrane tektoria, dan selubung myelin saraf akustikus> (> Trauma kepala .> Trauma bising yang keras $> Perubahan tekanan atmosfer 1> Autoimun => ;bat ototoksin 5> Penyakit ,eniere 4> Ceuroma akustik De&ala )> Timbul mendadak atau menahun se%ara tidak &elas> 2> Dapat unilateral atau bilateral (> Disertai tinitus dan 6ertigo Diagnosis )> Anamnesis Bagaimana proses ter&adinya tuli, ge&ala yang menyertai serta fa%tor predisposisi> 2> Pemeriksaan fisik dan T7T (> Audiologi Tes penala: rinne positif, weber lateralisasi ke telinga yang sehat, 9%hwaba%h memendek> tuli sensorineural! .> 8aboratorium 3ntuk memeriksa kemungkinana infeksi 6irus, bakteri, hiperlipidemia, hiperfibrinogen, hipotiroid, penyakit autoimun, faal hemostatis> $> Pemeriksaan penun&ang lainnya>

81

Penatalaksanaan )> Total bed rest selama dua minggu 2. ?asodialtasi %omplamin in&eksi (> Prednisone kortikosteroid! .> ?itamin @ $## mg )I) tablet*hari $> Ceurobion neurotonik! (I) tablet*hari 1> Diet rendah garam dan rendah kolesterol => :nhalasi oksigen .I)$ menit 2liter*menit! 5> ;bat anti 6irus sesuai penyebabnya 4> 7ipertonik oksigen terapi 7B! )#> Pemasangan alat bantu dengar ))> Psikoterapi -6aluasi pendengaran dilakukan setiap minggu dalam satu bulan kallinen et al,)44=!: a) 9angat baik perbaikan lebih dari (#dB pada $ frekuensi b) 9embuh perbaikan ambang pendengaran kurang dari (#dB pada frekuensi 2$#70, $##70, )###70, 2###70, dan di bawah 2$dB pada frekuensi .###70 *) Baik bila rerata perbaiakn )#+(# dB pada $ frekuensi d) Tidak ada perbaikan terdapat perbaikan kurang dari )# dB pada $ frekuensi>

82

T!A MA AK $TIK Definisi Dangguan pendengaran yang disebabakan akibat terpa&an oleh bising yang %ukup keras dalam &angka waktu yang %ukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan ker&a> 9ifat ketulian Tuli sensorineural koklea, umumnya bilateral Bising yang intensitasnya 5$dB atau lebih dapat mengakibatkan kerusakan pada reseptor pendengaran %orti di telinga dalam, dan yang berfrekuensi (###70+1### 70> De&ala )> Gurang pendengaran 2> Tinnitus (> Geluhan sukar menengkap per%akapan dengan kekerasan biasa dan bila sudah lebih berat per%akapan keraspun sukar dimengerti> 9e%ara klinis, pa&anan bising pada organ pendengaran mengakibatkan: )> Beaksi adapts 2> Peningkatan ambang dengan sementara (> Peningkatan ambang dengar menetap> Pengaruh bising pada peker&a, ada 2 ma%am: )> Pengaruh auditorial berupa tuli akibat bising dan umumnya ter&adi dalam lingkungan ker&a dengan tingkat kebisingan yang tinggi> 2. Pengaruh non auditorial dapat berma%am+ma%am gangguan komunikasi, gelisah, rasa tidak nyaman, gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, dll> Patologi

83

Bising menimbulkan kerusakan pada telinga bagian dalam> 8esinya sangat ber6ariasi dari disdosiasi organ %orti, rupture membrane, perubahan stereosilia, dan organel subseluler> Kuga menimbulkan efek pada sel ganglion, saraf, membrane tektoria, pembuluh darah, dan stria 6askularis Diagnosis )> Anamnesis Pernah atau sedang beker&a di lingkungan bising dalam &angka waktu yang %ukup lama biasanya lima tahun atau lebih> 2> Pemeriksaan fisik 3. ;toskop tidak ditemukan kelainan .> Pemeriksaan penun&ang: audiometri% Tes penala: rinne positif, weber lateralisasi ke telinga yang pendengarannya lebih baik, s%hwaba%h memndek> Penatalaksanaan )> Penderita sebaiknya dipindahkan ker&anya dari lingkungan yang bising> 2> ,emakai pelindung telinga terhadap bising, eI: ear plug, ear muff, helm> 3. Kika telah mengalami kelainan memakai alat bantu pendengaran .> Psikoterapi Prognosis Tidak dapat disembuhkan, &adi haurs memperhatikan pen%egahannya>

P#N3AKIT M#NI#!#

(e0inisi

84

Adalah gangguan dengan suatu pembengkakan rongga endolimfatik> Pato0isiologi De&ala klinis disebabkan oleh adanya hidrops endolimfa pada koklea dan 6estibulum> 7idrops yang ter&adi mendadak dan hilang timbul diduga disebabkan oleh: )> ,eningkatnya tekanan hidrostatik pada u&ung arteri> 2> Berkurangnya tekanan osmoti% di dalam kapiler> (> ,eningkatnya tekanan osmoti% ruang ekstrakapiler> .> Kalan keluar sakus endolimfatikus tersumbat, sehingga ter&adi penimbunan %airan endolimfa> Pada pemeriksaan histopatologi tulang temporal ditemukan pelebaran dan perubahan morfologi pada membrane Beissner> Terdapat penon&olan kedalam skala 6estibuler, terutama didaerah apeks koklea helikotrema #tiologi Belum diketahui tetapi penambahan endolimfa diperkirakan oleh adanya gangguan biokimia %airan endolimfa dan gangguan klinik pada membrane labyrinth> 'e1ala Klinis Trias : o ?ertigo o Tinnitus o Tuli saraf yang bersifat fluktuatif
85

9erangan pertama sangat berat 6ertigo dan disertai muntah> 7al ini akan berlangsung beberapa lama dan keadaanya relati6e akan membaik> Pada setiap serangan disertai dengan gangguan pendengaran dan akan membaik seperti semula &ika tidak ada serangan> De&ala lain men&adi tanda khusus adalah perasaan penuh di dalam telinga dan tinnitus> Kriteria (iagnosis ?ertigo hilang timbul> Eluktuasi gangguan pendengaran berupa tuli saraf> ,enyingkirkan kemungkinan penyebab dari sentral missal: tumor ner6us ?::> Test gliserin untuk membuktikan adanya hidrops> Diagnosis pasti: otopsi> Pengobatan Pada saat datang obat+obatan simtomatik seperti: sedati6e dan bila diperlukan diberikan anti muntah> ?asodilator perifer mengurangi tekanan hidrops endolimfa> membuat shunt dengan &alan operasi menyalurkan tekanan endolimfa ketempat lain> obat+obatan antiskemia dan obat neurotonik untuk menguatkan sarafnya> 6ertigo yang disebabkan oleh rangsangan dari perputaran leher 6ertigo ser6ikal! dengan traksi leher dan fisioterapi>

86

%#!TI'O (e0inisi Dangguan keseimbangan tubuh terhadap ruang sekitar atau berhalusinasi dari gerakan berputar yang merupakan ge&ala dari berma%am+ma%am penyebab*penyakit Ma+am4ma+amn/a 9esuai keadaanya, 6ertigo ada beberapa ma%am, yaitu : + + + ?ertigo spontan ?ertigo posisi ?ertigo kalori Dikatakan 6ertigo spontan &ika 6eritigo timbul tanpa pemberian rangsangan> Bangsangan timbul dari penyakitnya sendiri, misalnya pada penyakit ,eniere oleh sebab tekanan endolimfa yang meninggi> Dikatakan 6ertigo posisi pada 6ertigo yang timbul akibat perubahan posisi kepala> ?ertigo timbul akibat perangsangan pada kupula kanalis semi+sirkularis oleh debris kotoran yang menempel pada kupula kanalis semi+sirkularis! atau pada kelainan ser6ikal> ?ertigo kalori timbul pada pemeriksaan kalori> ?ertigo kalori ini penting ditanyakan pada pasien sewaktu tes kalori agar pasien dapat membandingkan 6ertigo ini dengan 6ertigo yang pernah dialaminya> Bila sama, maka keluhan 6ertigonya adalah benar; sedangkan &ika berbeda maka keluhan 6ertigo sebelumnya patut diragukan>

Pato0isiologi

87

Dangguan pad input system 6estibular kanalis semisirkularis, dan organ otolit yaitu utrikulus dan sakulus, input 6isual dan proprioseptif> ?ertigo bukan merupakan penyakit tetapi sesuatu yang disebabkan oleh berbagai penyakit> #tiologi lesi perifer lesi sentral lesi sistemik psikogenik (iagnosis Anamnesis : sifat gangguan keseimbangan : frekuensi, lamanya, faktor pen%etus adanya ge&ala yang menyertai : penurunan pendengaran, tinnitus, otalgia, telinga terasa penuh, diplakusis, rekruitmen, fenomena tolio, mual dan muntah, trauma kepala, paparan bising dll penyakit sistemik : hipotiroid, insufisiensi adrenokortikal, penyakit kardio6askular, penyakit kolagen, penyakit gin&al, sifilis, gangguan penglihatan, alergi, kelainan darah, diabetes, dan obat+obat yang digunakan Pemeriksaan : T7T rutin, tes fistula, fungsi pendengaran Ada nistagmus : spontan, posisional, menu6er 7allpike, tes kalori Tes keseimbangan : Bomberg, 9tepping dll Ceurologi : saraf %ranial, kekuatan otot, sensibilitas, tes fungsi serebelum, obser6asi gait atas indikasi!

88

Ada penyakit sistemik dan 6askuler yang menyertai Pemeriksaan psikiatrik diduga psikogenik Pemeriksaan Penun&ang : Pemeriksaan audiologi : tes garpu tala, audiometri% nada murni, audiometri% nada tutur, 9:9: tes, Tone De%%ay test, timpanometri, reflek stapedius, dan pabila ada fasilitas dapat dilakukan B-BA atas indikasi! Tes kalori, elektronistagmografi, posturografi Badiologi : X+foto kepala posisi 9ten6er dan Towne, foto mastoid, foto 6ertebra ser6ikal, @T s%an, ,B: Pemeriksaan lanoratorium dan -GD atas indikasi! Pen/akit/Pen/ebab Penyakit ,eniere : 6ertigo hebat dan berulang, penurunan pendengaran yang berfluktuasi, rasa penuh di telinga dan tinnitus yang progressi6e 8abirinitis ba%terial : 6ertigo hebat dan mendadak, tinnitus dan tuli persepsi yang permanen Ceuronitis 6estibuler : serangan 6ertigo yang hebat dan mendadak, seringkali disertai rasa %emas, mual muntah tanpa gangguan pendengarab Ceuroma akustik : penurunan pendengaran, rasa tidak seimbang, gangguan koordinasi, peningkatan tekanan intra%ranial, ada ge&ala terkenanya saraf otak yang berbatasan, dan kadang disertai 6ertigo ?ertogo posisi &inak berulang BPP?! 6ertigo yang timbul akibat perubahan posisi kepala

89

?ertigo sentral : umumnya disertai ge&ala 99P lain ge&ala 6isual, sensoris, maupun motoris yang mendahului!, 6ertigo umumnya tidak hebat dan kompensasi relati6e lambat Penatalaksanaan Tergantung penyebab, tetapi &ika penyebabnya belom bisa diidentifikasi dapat diberikan terapi non spesifik )> ,edikamentosa Ease akut : bertu&uan menekan mual dan muntah se%ara sentral antara lain dia0epam (I2+$ mg, me%li0e (I2$ mg dan prometha0ine (I2$+$# mg, kortikosteroid dengan tapering off untuk penyakit ,eniere dan neuritis 6estibuler, diureti% hemat kalium pada penyakit ,eniere> Pada kasus berat perlu terapi parenteral : dia0epam $+)# mg i>m, dropperidol 2,$ mg i>m atau %hlorproma0ine 2$ mg supositoria> 9erangan rekueren yang tak terlalu hebat : a>l dymenhidranate, prometa0ine, sinarisime, flunarisine, betahistine 2> ;peratif : hanya sekitar $N Ablati6e Con ablati6e (> Behabilitati6e : untuk meningkatkan kompensasi sentral dan habituasi yaitu berupa latihan 6estibuler

K#(A! !ATAN (A"AM T&T

90

T "I M#N(A(AK D-E:C:9: Getulian ,endadak adalah kehilangan pendengaran yang berat, biasanya hanya menyerang ) telinga, yang ter&adi selama beberapa &am atau kurang> P-CJ-BAB Getulian mendadak biasanya disebabkan oleh penyakit 6irus, seperti: Dondongan @ampak :nfluen0a @a%ar air )ononukleosis in"eksiosa> Gadang akti6itas yang berat dan !ertigo perasaan berputar!> Getulian mendadak &uga bisa ter&adi akibat suara ledakan yang hebat> D-KA8A Biasanya ketulian bersifat berat tetapi sebagian besar penderita mengalami penyembuhan total dalam waktu )#+). hari dan hanya sebagian ke%il yang mengalami penyembuhan parsial> Getulian mendadak bisa disertai oleh tinnitus telinga berdenging! dan 6ertigo> ?ertigo biasanya menghilang dalam waktu beberapa hari tetapi tinnitus seringkali menetap> D:ADC;9A Diagnosis ditegakkan berdasarkan ge&ala+ge&alanya> P-CD;BATAC Belum ada pengobatan yang memuaskan> Biasanya diberikan %orti%osteroid per-oral melalui mulut! dan penderita misalnya angkat besi! bisa menekan dan menyebabkan kerusakan pada telinga dalam sehingga ter&adi ketulian mendadak

91

dian&urkan untuk men&alani tirah baring>

Obat Topi+al T&T


;bat hidung diberikan dengan . %ara: +,eneteskan pada bagian tiap lubang hidungpipet tetes +Disemprotkanhasil semprotan beruba kabut atomi0er neuli0er! +,en%u%ikan dengan alat Lnasal dou%heM +@ra LinhalerM, diisap+isap Absorbsi melalui mukus hidung baik atau lebih baik dari oral> Bute intranasal idealmenghasilkan efek langsung ke 6as%ular < mudah pemberiannya &arang ;bat yang sering diberikan untuk pengobatan hidung : + ?asokontriktor 8arutan adrenalin yang asam adrenalin ) N p7 (!:mengerem ker&a rambut getar hidung + AB + Anti histamin + :patropium bromida + Dermisid + Antiseptik atomi0er! lebih halus dari

Geuntungan:

92

8ebih efektif efek lebih %epat ->9 sistemik &arang

Gerugian: Distribusi obat intranasal tidak optimaltidak men%apai sinus paranasal, kompleks osteometal ->9 lokal:G9perdarahan hidung, perforasi septum &arang! Tidak bisa dberikan pada completel blocked nose pretreatment G9 .atient compliance: ge&ala mata, hidung, saluran napas bawah lebih mudah ) tablet

Obat tetes telinga


Pemakaian obat telinga dapat dilakukan dengan %ara berbaring atau

menengadahkan kepala sehingga telinga yang akan diobati menghadap ke atas> 8alu ko%ok botol untuk men%ampur obat telinga dengan baik> Gemudian tarik daun telinga ke atas dan ke belakang untuk meluruskan liang telinga untuk anak+ anak, tarik ke bawah dan ke belakang!> 9elan&utnya teteskan obat sebanyak yang dian&urkan ke liang telinga> Telinga tetap menghadap ke atas sampai $ menit supaya %airan masuk ke telinga> @ontoh:

#!"AM3-#TIN :ndikasi: :nfeksi superfisial pada telinga luar oleh kuman gram positif atau gram negatif yang peka terhadap @hlorampheni%ol>
93

Gontra :ndikasi: + Bagi penderita yang sensitif terhadap @hloramphini%ol> + Perforasi membran timpani>

Gomposisi: Tetes telinga -rlamy%etin mengandung )N @hlorampheni%ol base di dalam larutan tetes telinga> Aksi dan Pemakaian: 9ebagai broad spektrum antibiotika, beker&a sebagai bakteriostatik terhadap beberapa spe%ies dan pada keadaan tertentu beker&anya sebagai bakterisid> @ara Pemakaian: Teteskan ke dalam lubang telinga 2 + ( tetes, ( kali sehari> Atau menurut petun&uk dokter> Peringatan dan Perhatian:

7indarkan

penggunaan

&angka

lama

karena

dapat

merangsang

hipersensiti6itas dan superinfeksi oleh kuman yang resistan>

;bat tetes ini hanya bermanfaat untuk infeksi yang sangat superfisial, infeksi yang dalam memerlukan terapi sistemik>

-fek samping: :ritasi lokal, seperti gatal, rasa panas, dermatitis 6esikuler dan mukolopapular>

Antibioti+ topi+al
94

Ada dua pertimbangan dasar pemilihan antibiotika pada penanganan otitis media kronis yaitu: )>Dapat terdistribusi dengan baik pada &aringan yang terinfeksi; dalam hal ini telinga tengah> 2>9pektrum yang luas meliputi organisme yang ditemui pada infeksi telinga Preparat antibiotika topikal untuk infeksi telinga tersedia dalam bentuk tetes telinga dan mengandung antibiotika tunggal atau antibiotika dalam kombinasi, &ika perlu ditambahkan kortikosteroid untuk mengatasi manifestasi alergi lo%al Antibiotika topikal yang sering digunakan adalah: O0loksasin ,erupakan deri6at Auinolon; sediaan yang terdapat dipasaran adalah berupa oti% solution #,(N> Pada penelitian se%ara in 6itro ofloksasin mempunyai akti6itas yang kuat untuk bakteri Dram negatif dan Dram positif dan beker&a dengan %ara menghambat en0im DCA gyrase> DCA gyrase adalah suatu en0im yang berperan dalam mengontrol topologi DCA dan replikasi DCA sehingga sintesis DCA dari kuman akan terhambat> ;floksasin efektif terhadap kuman aerob Dram positif seperti 9taphylo%o%%us aureus dan 9trepto%o%%us pneumonia serta untuk kuman aerob Dram negatif seperti 7> influen0a, ,>%atarrhalis, P> mirabilis dan P> aeruginosa> 'entamisin Dentamisin adalah antibiotika deri6at aminoglikosida dengan spektrum yang luas dan aktif untuk melawan organisme Dram positif dan Dram negatif termasuk Pseudomonas sp>,Proteus sp> dan 9taphylo%o%%us sp> Pemberian &angka pendek gentamisin #,(N se%ara tunggal tanpa kombinasi di samping biayanya murah &uga sangat efektif untuk melawan organisme berspektrum luas terutama Pseudomonas aeruginosa> Polimiksin . atau Polimiksin # ;bat ini bersifat bekterisid terhadap kuman Dram negatif, Pseudomonas, -> %oli,

95

Glebsiella dan -nterobakter tetapi tidak efektif resisten! terhadap kuman Dram positif seperti Proteus dan B> fragilis dan toksik terhadap gin&al dan susunan saraf

96