Anda di halaman 1dari 6

Kasus Perbudakan Pabrik Wajan di Tanggerang

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Siane Indriani mengatakan, Senin (6/5), telah terjadi dugaan pelanggaran HAM berupa perbudakan dalam kasus penyekapan puluhan pekerja di pabrik panci di Kampung Bayur Kopak, Desa Lebak Wangi, Sepatan, Tangerang. para pekerja yang berjumlah sekitar 40 orang mengalami penyekapan, intimidasi, penyiksaan, kekerasan serta mendapat perlakuan tidak manusiawi seperti bekerja lebih dari 12 jam setiap hari dan disekap dalam ruangan sempit berukuran 6 meter x 6 meter hanya beralas tikar.

Selama tiga sampai enam bulan bekerja, menurut Siane, mereka hanya diberi makan nasi putih, garam dan lauk seadanya serta hanya mengenakan pakaian yang melekat di badan dan tidak pernah mendapat upah.

Salah satu karyawan pabrik pengolahan logam menjadi alat rumah tangga seperti wajan, yang kini sudah menghirup udara bebas adalah Arifudin (23). selama bekerja di pabrik milik Yuki Irawan itu adalah masa penuh tekanan. Saya tergiur kerja di Tangerang karena tawaran orang yang mengaku bernama Taufik. Katanya, gaji Rp 700 ribu bersih. Sampai di pabrik milik Yuki, Ternyata sangat mencekam. Bayangkan, sampai di sana, semua pakaian, HP, dan dompet disita. Saya dan kawan-kawan pun kerja berat. Makan seadanya, tidur di lantai beralas tikar, dan kalau melakukan kesalahan sedikit saja, Pak Yuki dan mandornya langsung memukul. Saya dan kawan-kawan semakin takut karena pengawal Pak Yuki ada anggota polisi dan pakai senjata api. Setiap hari, dia dan teman-temannya harus bekerja lebih dari 12 jam untuk membuat 200 panci. Jika tidak mencapai target, lanjutnya, para pekerja akan disiksa dan dipukul. Mereka bekerja mulai jam 5.30 pagi hingga jam 1 malam, hanya . mereka hanya diberi makan nasi putih, tahu dan tempe.

Kasus perbudakan yang melibatkan pengusaha kuali Yuki Irawan (41) dan keempat mandornya kini dalam kini terus dikembangkan tim dari Polresta Tangerang. "Saat ini dua mandor yang masih buron yakni TI dan TD sedang dalam pencarian," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto . Saat ini sedang tahap 3 menelusuri yang mendatangkan pekerja ke Yuki. Ada dua nama yakni T yang merekrut dari Jabar dan U yang merekrut dari Lampung. Kami sedang dalami beberapa mandor yang berkaitan dengan mereka dan mereka mendapatkan pekerja dari mana," tandas Rikwanto. Sementara 2 oknum Brimob dan 1 oknum TNI yang sudah diperiksa hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan yang memuaskan penyidik. "Informasi untuk memeriksa kembali oknum, menunggu keterangan dari buruh di Lampung dan Cianjur. Dan, saat ini ketiganya masih berstatus sebagai saksi," pungkas Rikwanto.

Yuki Irawan, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan buruh di Tangerang dikenal warga sebagai sosok berduit dan dekat dengan aparat. Pemilik CV Cahaya Logam itu dekat dengan aparat desa, polisi hingga tentara. Di desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, pria 41 itu adalah pendatang. Sekitar 15 tahun lalu Yuki pernah mengontrak di tanah petak dakat dengan rumah 'gedongnya' kini. Yuki berbisnis mengolah limbah aluminium foil jadi aluminium batangan. Usahanya itu sukses. Yuki kemudian beli rumah bertingkat yang kini dijadikan pabrik percetakan wajan atau kuali. Namun di balik keberhasilan itu rupanya menyimpan borok. Yuki diketahui menyekap buruh di pabriknya selama berbulan-bulan. Di sana, buruh juga mengalami penyiksaan dan diperlakukan layaknya budak.

Kasus ini termasuk kasus yang besar,dilihat dari jumlah korban serta pihak-pihak yang diduga terlibat telah membuat tercoreng nya sistem keamanan dan HAM negeri kita. Yang dimana terlihat jelas bahwa terjadi penjajahan terhadap negeri sendiri. Kejadian ini juga turut menguak yaitu badan keamanan yang seharusnya melindungi serta menjaga keamanan rakyat,telah melakukan hal yang sebaliknya.